And the Real Seme is

Chapter 1 – It Has been Started

A fanfic by SashaCloudie

Cast :

Yesung (Super Junior)

Donghae (Super Junior)

Kyuhyun (Super Junior)

Henry (Super Junior)

Jessica (SNSD)

(The cast maybe will be changed except for Yesung, Donghae, and Kyuhyun)

Warning :

It's Shonen-ai. It's the first time i try to make humor Fanfic so maybe it's not funny

Desclaimer :

They are belong to themselves except KIM YESUNG. He's Mine.

.

"KYAAAA... Ternyata Donghae Oppa punya dongsaeng setampan itu."

"Ya Tuhan, aku kira tadi itu malaikat tapi ternyata manusia."

"Kyuhun-ssi, Saranghaeeee..."

Teriakan demi teriakan terus terdengar. Semakin yeoja - yeoja itu berteriak, semakin terpasang juga senyum iblis di wajah sang Evil tampan ; Kim Kyuhyun.

"Ya Kalian! Kenapa berisik sekali?" Donghae yang merasa terganggu pun akhirnya berteriak.

"Kenapa Hyung? Merasa tersaingi olehku? Sudah kukatakan tidak ada namja yang lebih tampan dariku."

Donghae langsung sweetdrop mendengar kenarsisan Dongsaengnya dan semakin sweetdrop saat Yeoja - Yeoja itu kembali berteriak.

"Kyuhyun-sii memang paling tampaaaan..."

"Ya Kalian! Bukankah sebelumnya aku yang kalian nobatkan sebagai namja paling tampan?" Rupanya Donghae belum terima dianggap kalah tampan dibanding Dongsaengnya.

"Donghae Oppa tetap tampan kok, sangat tampan..." Donghae langsung memasang wajah jumawanya."...Tapi kalau ibarat makanan Donghae Oppa itu sudah Basi, kalau Kyuhyun-sii masih..."

"FRESH!" Jawab serempak para Yeoja.

Dan lihatlah, Donghae pun terjengkang dengan sexynya. Sementara itu suara tawa iblis menggema di seantero kantin.

"Lagipula Donghae Oppa kan seme, percuma saja walau kita nobatkan sebagai namja tertampan, Oppa tetap tidak akan tertarik kepada kami." Ternyata para Yeoja itu belum puas 'menyiksa' manusia ikan paling sexy ini.

"Eh gara - gara aku seme ya?" Seringai pun keluar dari bibir Donghae. "Jessica ya, bisa kesini sebentar?"

Tak lama Jessica pun datang, ternyata wajahnya masih tertekuk seperti tadi pagi.

"Kalian tahu kenapa wajah Jessica-ssi terlihat begitu nelangsa hari ini?" Para Yeoja itu menggeleng bersamaan. "Jess, silahkan ceritakan kebenarannya."

Semua mata kini menatap ke arah Jessica. Setelah menghela nafas berat dia pun mulai bicara.

"Kalian para Yeoja disini harus tau kalau dia..." Telunjuk jessica berada tepat di depan wajah Kyuhyun. "...adalah seorang Seme."

Hening.

Masih Hening.

Tetap Hening.

Lalu...

Brak! Duar! Toeng! Teteretereeeet!

"MWOOOOOOOO?"

Seringai Donghae semakin lebar, dan anehnya Kyuhyun pun tertawa dengan tingkat keiblisan yang lebih tinggi dari tadi. Tanpa diduga Kyuhyun naik ke atas meja kantin.

"Untuk semua Noona cantik aku mengerti bahwa kalian pasti sangat merasa kecewa karena aku si namja paling tampan tidak akan tertarik pada kalian." Kyuhyun lalu merubah gayanya menjadi berkacak pinggang. "Untuk semua seme di sekolah ini aku harap kalian bersabar jika uke kalian menjadi fansku." Lalu lagi - lagi dia merubah gayanya, kali ini merentangkan kedua tangannya. "Dan untuk para uke, Bersiaplah! KARENA THE MOST HANDSOME AND ULTIMATE SEME TELAH HADIR DI SEKOLAH INI..."

"KYAAAAA... Kyuhyun-sii keren bangeeeeet..." Kali ini teriakan bukan berasal dari sekumpulan Yeoja tapi sekumpulan namja imut dan mungil. Owhh, sekumpulan uke ternyata. Manisnyaaaaaa...

Oke, kita tinggalkan suasana heboh yang semakin tidak terkendali itu. Mari kita tengok ke pantry kantin. Terlihat seorang Yeoja paruh baya yang sepertinya sudah hampir pingsan menahan kepalanya yang sakit.

"Kalau saja mudah mencari pekerjaan aku sudah resign dari dua tahun lalu." Dipijat keningnya pelan. Menjadi penjaga kantin siswa di sekolah ini sering kali terasa lebih berat dari pada menjadi kepala sekolah. Kantin yang tidak tersentuh oleh para guru membuat kantin tidak hanya sekedar kantin, tapi juga panggung hiburan, tempat bermain, tempat berkelahi, tempat konser tunggal, tempat pacaran, sampai tempat untuk tidur. "Aisssh makin bertambah saja perusuh kantin."

"Ajhuma, cobalah pakai ini mungkin bisa meredakan sakit kepala yang Ajhuma rasakan." Yeoja separuh baya itu menoleh ke arah suara. Seorang namja tampan dengan kepala agak besar menyodorkan dua buah plester koyo. Yeoja separuh baya itu menerima plester koyo itu dan mengucapkan terima kasih.

"Kamu siapa? Aku sepertinya baru kali ini melihatmu."

"Aku murid baru disini, Ajhuma. Kim Yesung Imnida." Jawab namja tampan yang ternyata bernama Kim Yesung itu.

"Sepertinya kamu anak baik, tidak seperti para perusuh kantin itu." Siapapun yang melihat Kim Yesung pasti akan setuju bahwa dia memang tipe siswa yang baik. Kemeja seragamnya rapi, jas seragamnya pun terkancing rapi. Belum lagi kacamata berbingkai hitam yang membingkai mata sipitnya. Kim Yesung tersenyum lalu pamit pergi. Dilihatnya Kyuhyun yang masih berdiri di atas meja. Masih berpidato, Oeh? Sementara Donghae hanya berdiri sambil melipat kedua tangannya.

"The most ultimate seme ya..." Senyum Yesung berubah menjadi seringai. "Kita lihat saja nanti Kyuhyun-sii, Donghae-sii..." Seringai itu semakin lebar. "Bersekolah disini sepertinya tidak akan membosankan."

.

.

"Hyung, aku minta di gendong sampai halte bus." Donghae menatap horor Dongsaeng evilnya. "Hyung, semalam kan kita sudah taruhan kalau aku bisa mengalahkan kepopuleran Hyung di Sekolah, Hyung akan menuruti apapun yang aku katakan."

"Ya tapi yang benar saja, kenapa harus minta gendong?"

"Suka - suka aku dong. Menghadap kesana Hyung, aku akan naik ke punggung Hyung."

Ingin rasanya dia menggigit Dongsaeng evilnya tapi dia urungkan niat itu. Bagaimana pun seorang seme harus selalu memenuhi janjinya, lagipula daging Kyuhyun pasti pahit.

"Ikan menjelma jadi Kuda... Yihaaaa."

"Aih Kyunnie, diamlah... Berhenti melompat - lompat begitu."

"Jangan panggil aku Kyunnie, Hyung. Itu terdengar seperti uke."

Donghae mengernyit bingung. Tidak mau dianggap uke tapi sekarang malah loncat - loncat di punggungnya. Beberapa orang yang melihat mereka hanya bisa menatap khawatir. "Tampan tapi Babbo." Ya begitula kira - kira yang mereka pikirkan.

"Evil, badanmu kurus tapi kenapa berat sekali, huh? Sepertinya sudah terlalu banyak iblis didalam tubuhmu."

"Hahaha... Tentu saja, Hyung. Aku kan raja iblis." Lho, kenapa Kyuhyun malah bangga?

Halte Bis sudah terlihat, Donghae mempercepat langkahnya. Dia ingin cepat - cepat terlepas dari iblis dipunggungnya. Tapi kemudian...

BUGG!

"Appo ! Ya Hyung kenapa menjatuhkanku?." Donghae tiba - tiba saja melepaskan tangannya yang melingkar ke belakang yang menopang tubuh Kyuhyun. Raja iblis yang tidak berpegangan dengan erat akhirnya terjatuh dengan manisnya.

"Hyung...!" Tapi donghae tetap tidak menggubris. Kyuhyun pun mengikuti arah mata Donghae, dan ternyata ada dia disana. Dia? Iya dia. Dia si namja tampan yang mereka temui tadi pagi. Tapi apa yang membuat Donghae hingga bersikap begitu? Simple saja. Si namja tampan itu sedang bersender di tiang halte mendengarkan musik melalui earphone sambil mengemut sebuah lolipop, dan Donghae terlalu sensitive dengan benda bernama lolipop.

PLAK!

"Ya Evil, kenapa memukulku?" Akhirnya Donghae kembali ke alam sadar setelah sebelumnya hampir saja fikirannya menjelajah dunia 'Rated M'.

"Itu hanya lolipop Hyung. Lo-Li-Pop!" Donghae hanya nyengir ikan, sementara Kyuhyun hanya geleng - geleng kepala lalu mulai melangkah meninggalkan Hyung ikannya.

"Mau kemana kamu Evil?"

"Tentu saja menemui calon uke masa depanku, Hyung." Senyum iblis sudah terukir indah di wajahnya, tapi Donghae menariknya mundur.

"Jangan bermimpi Evil. Aku Hyungmu, aku yang akan menemuinya terlebih dahulu." Kyuhyun mendengus pelan, tapi dia tidak protes saat Hyungnya melangkah dengan penuh keyakinan. Kedua tangannya dimasukan kedalam saku celananya, menurutnya begitulah cara seme keren berjalan.

6 langkah lagi menuju sang namja tampan. 5 Langkah.. 4 Langkah.. 3 Langkah.. 2 Langkah.. 1 Langkah.. Dan Donghae berhenti! Kali ini bukan karena lolipop lagi, ada yang lebih mengejutkannya. Sesuatu yang tidak dia sadari saat pertemuan pertama kemarin.

"Huahahaha..." Suara tawa Kyuhyun yang selalu bernada iblis ternyata mampu membuat si namja tampan alias Kim Yesung menoleh.

"Kyuhyun sii, Donghae-sii?" Yesung melepaskan Earphonenya. Kyuhyun menghampir Yesung dan melipat kedua tangannya di depan dada.

"Kamu sudah tahu nama kami tapi kami belum tahu namamu, itu terdengar tidak adil sepertinya."

Yesung tersenyum. "Mian. Jonen Kim Yesung Imnida, murid baru di kelas III-C."

"Untung saja Donghae Hyung kelas III- B jadi kalian tidak sekelas." Kyuhyun terkekeh pelan. "Berarti aku harus memanggilmu, Hyung. Bolehkah? Dan Hyung bisa memanggilku Kyuhyun saja."

Yesung mengangguk. "Kyuhyun kenapa Donghae-ssi terdiam seperti itu?"

Kyuhyun kembali tertawa. "Hyungku hanya syok, Yesung Hyung."

"Syok kenapa?". Kyuhyun tidak menjawab tapi malah mengeraskan suara tawanya.

"HAHAHAHAHAAAA..."

.

.

"Ya Evil! Kenapa masih juga tertawa?" Donghae melempar sang Dongsaeng dengan bantal sofa. Saat ini mereka sudah berada di rumah dan melakukan kegiatan rutin sore mereka ; menonton tv sambil bertengkar.

"Hyung, harusnya Hyung tidak bandel saat dulu Umma menyuruh minum susu. Kalau saja Hyung mau menurut... Hahahaha."

"Aissh... Dasar dongsaeng gila!" Rutuk Donghae kesal.

Kalian bertanya apa yang membuat Donghae kesal dan kenapa ini berhubungan dengan susu? Bisa menebak? Yap betul. Yesung ternyata lebih tinggi dari Donghae.

"Berarti dia akan jadi uke ku, Hyung."

"Enak saja. Aku yang tetap akan jadi semenya."

"Walau dia lebih tinggi darimu, Hyung?"

Donghae pun bungkam.

"HAHAHAHAHAHA..."

.

.

"Kyuhyun-ssi ini hadiah untukmu."

"Kyuhyun-ssi boleh aku tau nomor handphonemu?"

"Kyuhyun-ssi mau gabung di Club dance tidak? Jadi kita bisa latihan bersama."

Wow. Kyuhyun benar - benar langsung popular di kalangan uke sekolah. Para namja mungil dan Imut itu melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian namja yang menjuluki dirinya sendiri 'most ultimate seme'.

"Tampang sok cool mu itu terlihat menjijikan, Evil." Mood Donghae sedang buruk sekarang. Predikat sebagai namja tertampan dan seme terpopular sudah hilang dari dirinya.

"Tapi para uke itu menyukainya, Hyung. Kalau aku ini bukan Dongsaengmu aku yakin Hyung pun akan tertarik padaku."

"Huweeeek... Jangan membuatku ingin muntah, Evil." Tapi sebuah bayangan terlintas di fikirannya.

~Donghae's imagination~

"Hyuuung... Saranghae." Kyuhyun menggelajut manja di lengannya.

"Aigo my chagiya manja sekali." Donghae mencubit pipi Kyuhyun pelan. "Tapi itu yang aku suka, my Kyunnie baby jadi terlihat semakin manis."

"Ah Hyung gombal." Suara Kyuhyun terdengar semakin manja. "Hyuuuung... Ciuuuuuum..."

"My Kyunnie baby nakal ya, tapi dengan senang hati baby." Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah Kyunnie, dan...

CUP

~Donghae's Imagination End~

"Huaaaaah... Andweeee!" Teriak Donghae histeris membuat Kyuhyun sweetdrop.

"Berhentilah membayangkan yang aneh - aneh Hyung."

"Hiiiih menyeramkan..." Donghae bergidik ngeri saat melihat Kyuhyun.

"Ya Hyung, sebenarnya apa yang Hyung bayangkan? Kenapa melihatku seolah - olah aku ini hantu? Aku iblis Hyung, bukan hantu."

"HIIIIIIHHH..."

Sementara Donghae dan Kyuhyun terlibat pembicaraan yang tidak penting, seorang namja imut terlihat hampir menangis dibawah sebuah pohon di taman belakang sekolah.

"Hiiikz, kenapa mereka semua jahat sekali padaku?" Namja imut berpipi chubby itu pun akhirnya memilih berjongkok dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Air matanya mulai mengalir.

"Kenapa namja imut seperti mu menangis sendirian disini?"

Namja imut itu mendongkak. Air mata menempel di pipinya. Terlihat olehnya namja yang sepertinya lebih tua darinya tersenyum padanya. Namja itu lalu ikut berjongkok.

"Ada apa? Kenapa menangis disini."

Namja berpipi chubby itu menunjuk ke atas pohon. "Tas ku ada diatas. Beberapa teman sekelasku menaruhnya disana. Aku tidak tahu kenapa mereka menjahiliku seperti itu. Aku ingin mengambil tasku tapi aku tidak bisa naik pohon."

Terlihat sebuah tas gendong berwarna hitam disana. "Akan aku ambilkan tas punyamu. Oh iya aku Kim Yesung, aku kelas 3. Siapa namamu?"

"Aku Henry, aku baru kelas 1. Boleh aku memanggilmu Gege? Soalnya aku orang China."

Yesung mengangguk. "Boleh saja, Henry-ah. Sebentar ya, aku ambilkan tasmu dulu." Dengan Cekatan Yesung naik ke atas pohon dan mengambil tas Henry. Henry pun bangkit dari jongkoknya.

"Ini tas mu, Henry." Yesung menyerahkan tas hitam. Henry menyambutnya dengan mata berbinar.

"Xie Xie, Gege. Untung saja Gege mau menolongku."

"Untuk namja seimut Henry bukan hal sulit kalau hanya harus menaiki sebuah pohon." Yesung mengedipkan matanya membuat jantung Henry melompat.

"Se-sekali lagi terima kasih, Yesung Ge."

"Lain kali jika teman - teman sekelas Henry berbuat jahil lagi bilang padaku, Ne. Akan aku buat mereka menyesal dan jera karena sudah mengganggu namja imut seperti Henry."

Pipi Henry memanas. Semburat merah sudah mulai muncul di pipi Chubbynya. "I-iya, Ge. Nanti Henry bilang ke Gege."

Yesung tersenyum. Diusapnya rambut Henry sejenak. "Aku pergi dulu ya, Henry. Aku mau ke perpustakaan, ada buku yang harus aku cari."

Henry hampir saja lupa bernafas lalu mengangguk kaku. "Silahkan Yesung Ge. Sekali lagi xie xie." Semburat merah muda di pipinya sudah memerah sempurna.

.

.

Sekolah sudah terlihat sepi. Jam belajar sudah selesai sejak tiga jam lalu. Tinggal beberapa siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang masih berada di sekolah, termasuk sang 'ultimate seme' Kim Kyuhyun. Kyuhyun baru saja selesai ikut latihan di club Dance. Kenapa dia ikutan club itu? Simple saja, banyak uke disana. Sang Evil ternyata pintar memanjakan para penggemarnya.

"Sorry Sorry Sorry Sorry... Naega naega naega meonjeo... Nege nege nege ppajyeo... Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby..." Kyuhyun asyik bersenandung sambil sesekali menggerakkan badannya. Saat ini dia sedang berada di koridor sekolah yang sepi.

"Yeaah... Aku memang seme paling tampan di sekolah ini. Eh bukan hanya di sekolah, tapi juga di dunia ini." Sifat narsis Kyuhyun ternyata sudah mendarah daging.

"Shawty Shawty Shawty Shawty... Nuni busyeo busyeo busyeo... Sumi makhyeo makhyeo makhyeo... Naega michyeo michyeo baby" Kyuhyun melanjutkan senandungnya sambil terus berjalan dan sesekali tetap menggerakkan badannya. Kyuhyun semakin semangat berjalan sambil ngedance. Akhirnya dia pun memutuskan untuk mencoba gerakan memutar, tapi ternyata dia malah kehilangan keseimbangan. Badannya limbung ke belakang.

"Aaaa..."

GRAP

Sebuah lengan berhasil menahan sang evil hingga bokong sexynya tidak jadi menyentuh lantai. Tadi saat akan terjatuh Kyuhyun refleks menutup matanya, sekarang saat dia membuka matanya dia benar - benar merasa terkejut. Ternyata Yesung yang menolongnya. Kyuhyun terhipnotis oleh mata itu. Walau mata Yesung tertutup kaca mata bening tapi tatapan tajam namun lembut Yesung membuat Kyuhyun tidak menyadari kalau kini dia sedang ada dipelukan namja berkepala agak besar itu.

Nafas Kyuhyun tiba - tiba tercekat ketika wajah Yesung semakin mendekat. Jarak bibir diantara mereka tinggal beberapa senti lagi dan entah kenapa Kyuhyun refleks menutup matanya. Tapi ternyata Yesung tidak menciumnya melainkan berbisik di telinga Kyuhyun dengan nada bicara yang terdengar seduktif.

"Lain kali hati - hati, Kyunnie-ah. Kalau nanti jatuh kan pasti sakit rasanya. Belum lagi kalau sampai terluka, nanti kulit mulus Kyunnie bisa ternoda."

"Hah?" Refleks Kyuhyun membuka matanya, dan perlahan kesadaran mulai datang padanya. Bisa dia rasakan sepasang lengan melingkar di tubuhnya. "Huaaaah..." Teriaknya sambil melepaskan pelukan itu. Hampir saja dia terjatuh lagi tapi kali ini dia bisa menyeimbangkan tubuhnya.

"Kenapa Hyung memelukku?"

"Aku tidak memelukmu, aku hanya menolongmu agar tidak terjatuh." Jawab Yesung lembut sambil tersenyum.

"Oh Be-begitu ya." Kyuhyun mendadak merasa gugup. "Gomawa, Yesung Hyung."

"Ne, Kyuhyun." Lagi - lagi Yesung tersenyum. Disentuhnya pipi Kyuhyun dengan lembut. "Aku pulang duluan ya, sudah terlalu sore." Setelah mengatakan itu Yesung pun melangkah pergi.

Satu detik.

Hening.

Dua detik.

Hening.

Lima Detik.

Tetap Hening.

Sepuluh detik.

"HUAAAAAH! Apa yang barusan terjadiiiii?" Teriakan iblis tertampan pun terdengar di sepanjang koridor sekolah. "Aku ini seme... aku seme... aku seme paling tampan. Aku lebih tinggi dari Yesung Hyung. Aku bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa seme di sekolah. Aku ini seme... aku seme... pokoknya aku SEME! AKU INI ULTIMATE SEME! HUAAAAAAAAAAAH!" Kyuhyun terus melafalkan mantra 'SEME'-nya.

Namja berkepala agak besar itu bukannya tidak mendengar teriakan Kyuhyun, tapi dia pura – pura tidak mendengar. Tapi lihatlah, seringai kembali terlihat di wajah tampannya. Seringai yang memiliki aura iblis lebih tinggi dibandingkan seringai si Raja Iblis Kim Kyuhun.

"I will catch you, Kyunnie Baby."

TBC

Wow... beneran deh nggak nyangka kalo prolog iseng author dapat sambutan yang hangat dari Readers #HUG YESUNGIE (?)# ^_^

Urgent : Author benar – benar tetap butuh Review dari Readers semua. Ini Fanfic bergendre humor pertama yang author buat, jadi semua pendapat, kritik, dan saran benar – benar Author butuhkan. Author pengen bisa ningkatin kualitas fanfic ini. Pleaseeeeeeeeeeeee... #pasang turtle's eye paling imut#