And the Real Seme is
Chapter 2 – Gotcha!
A fanfic by SashaCloudie
Cast :
Yesung (Super Junior)
Donghae (Super Junior)
Kyuhyun (Super Junior)
Henry (Super Junior)
Leeteuk (Super Junior) – Yeoja
Sulli (FX)
And the "DANGEREUX CUTTIES"
Warning :
It's Shonen-ai. It's the first time i try to make humor Fanfic so maybe it's not funny
Desclaimer :
They are belong to themselves except KIM YESUNG. He's Mine.
.
.
Dance Club's Room
"Kyuhun-ssi, mau aku ambilkan minum lagi?"
"Kyuhun-ssi, aku buat kue cokelat, mau coba?
"Kyuhyun-ssi, gerakan tadi keren banget. Nanti ajarkan aku secara private ya."
Kyuhyun tetap memasang wajah sok coolnya tapi jauh di dasar hatinya dia sedang tertawa iblis.
'Ha ha ha. Ternyata aku memang seorang seme. Tepatnya seme paling tampan. Kejadian waktu itu cuman mimpi buruk. Ya, mimpi buruk!'
Para uke itu masih mengelilingi Kyuhyun yang sedang duduk disebuah kursi plastik sambil memakan sepotong kue coklat. Latihan sedang break.
"Kyuhyun!"
BRUG! Kyuhyun terjengkang. Semua uke langsung panik, tapi Kyuhyun jauh lebih panik.
'Bukan dia... Bukan dia... Bukan dia..." Kyuhyun berkomat kamit di dalam hati.
"Kamu baik - baik saja, Kyu?" Suara itu lagi. Suara yang membuat seorang Kim Kyuhyun terjengkang di depan para penggemarnya.
'Ternyata memang dia." Kembali Kyuhyun membatin, kali ini penuh nelangsa.
GRAP!
"Huaaaaaaaah!" Kyuhyun tiba - tiba menjerit histeris saat tiba - tiba sepasang lengan memegang pinggangnya.
"Kyu? Kenapa berteriak? Aku hanya ingin membantumu berdiri."
Kyuhyun menepis lengan itu cepat. "A-aku bisa sendiri, Hyung."
'WHAAAT? Kenapa aku harus gugup seperti ini?' Ternyata Kyuhyun punya hobi berbicara sendiri dengan batinnya.
Segera Kyuhyun berdiri. Yesung sudah memasang senyum termanisnya. Para Uke masih terdiam, bingung dengan apa yang barusan terjadi.
"Kenapa Hyung ada disini?" tanya Kyuhyun setelah berhasil kembali memasang wajah sok coolnya.
"Di sekolah lama aku juga tergabung di Dance Club, makanya aku kesini. Penasaran seperti apa Club disini."
Semua menatap Yesung. Dengan stylenya sekarang Yesung sepertinya lebih cocok bergabung di OSIS atau Club Fisika.
'Jangan gabung ke Club ini... Jangan gabung... Jangan gabung...' Kembali Kyuhyun membaca mantra dalam hati.
"Aku ingin bergabung..." Bulu kuduk Kyuhyun langsung meremang mendengar kata - kata itu keluar dari mulut Yesung. "...tapi sayangnya aku sudah kelas 3. Disini kelas 3 harus off dari kegiatan Club."
Ingin rasanya Kyuhyun menemui si pembuat peraturan dan mencium tangannya. Baginya sekarang, si pembuat peraturan itu sama dengan dewa penyelamatnya.
Yesung melangkah mendekati Kyuhyun membuat Kyuhyun refleks mundur selangkah. "Kenapa Kyu? Aku cuman mau membersihkan ini."
Tangan Yesung terjulur ke leher Kyuhyun dan mengambil serpihan kue cokelat yang menempel disana, tapi bulu kuduk Kyuhyun langsung berdiri. Yesung membuat putaran kecil dengan jari telunjuknya di leher putih itu.
'Nafas...! Kenapa aku lupa cara bernafas? Ayo cepat ambil nafas...!'
"Kenapa Kyunnie baby? Lupa cara bernafas?" Yesung berbisik seduktif sambil menghembuskan nafas di leher Kyuhyun. Keringat dingin mulai keluar di tubuh Kyuhyun. Yesung lalu menjauhkan dirinya dari Kyuhyun, dan lihatlah dia sudah tersenyum manis lagi.
"Aku pamit ya. Annyeong." Yesung pun membalikkan badannya, dan senyum itu pun hilang berganti seringai.
Kita tengok keadaan si raja iblis. Mukanya sudah memerah sempurna. Percampuran antara malu, kesal, dan efek kesulitan bernafas.
"Kyuhun-ssi baik - baik saja?" tanya seorang namja yang memakai kaus kuning. Kyuhyun menggeleng pelan namun penuh rasa frustasi. "Sunbae tadi siapa?"
Suara Kyuhyua terdengar seperti bisikan berat. "Dia raja dari semua raja iblis di dunia ini."
Para uke itu langsung bertatapan. 'Namja manis berwajah dan memiliki senyum malaikat itu iblis?' Sepertinya sulit untuk para uke mempercayainya. Poor Kyuhyun.
.
.
Hosh hosh hosh
"Kyaaaa Hae Hyung memang keren!"
"Hae Hyung tetap tidak tergantikan! Walau banyak yang bilang Kyuhyun-ssi tampan tapi Hae Hyung jauh lebih tampan!"
"Saranghae Donghae-ah!"
Jika kalian bertanya ada apa, sebenarnya tidak ada apa - apa. Di lapangan hanya ada 4 orang namja yang sedang latihan basket, dan salah satunya adalah Hyung dari si raja iblis ; Kim Donghae.
Donghae sebenarnya bukan pemain basket yang benar - benar hebat tapi wajah tampannya membuatnya sangat terkenal. Di Basket Club murid kelas 3 tetap bisa ikut latihan, hanya saja tidak bisa ikut bertanding.
Ups! Bola basket terlepas dari tangan Donghae dan menggelinding ke luar lapangan. Seorang namja dengan style yang sangat rapi menangkapnya. Kim Yesung. Yesung memainkan bola itu dengan tangannya, lalu melangkah masuk ke lapangan basket dan HUP! Dia menembakkan bola ditangannya ke ring.
MASUK! Wow, jika dipertandingan dia akan mendapat 3 Poin. Tidak ada yang bersorak, semuanya terpesona dengan kehadiran anak baru itu.
"Kamu pemain basket?" Donghae akhirnya memecahkan kesunyian yang ada.
Yesung menggeleng. "Aku kurang tinggi untuk jadi pemain basket di sekolahku dulu."
JEDEEER! Kurang tinggi? Donghae menatap horor ke namja di depannya sementara Yesung hanya tersenyum manis. Senyum malaikat.
"Kamu meledekku ya?"
Yesung memiringkan kepalanya, pura - pura tidak mengerti. Semua yang melihatnya pasti akan meleleh melihatnya begitu manis. "Kenapa aku harus meledekmu, Hae?"
Donghae terpesona dengan apa yang kini ada di depannya dan membuat sebuah khayalan melintas di fikirannya.
~Donghae Imagination~
"Yesungie, mau ya jadi namjachinguku?"
Yesung menggigit jari telunjuknya pelan, sepertinya sedang berfikir.
"Yesungie, aku ini kurang apa coba? Aku tampan, aku keren, aku idola semua uke di sekolah..."
"Tapi Hae kurang tinggi," potong Yesung cepat. "Aku tidak mau punya seme pendek."
JLEB! Rasanya ditikam berkali - oleh pedang tajam dan tepat dihati.
"Aku mau jadi ukenya Kyuhyun saja ah." Yesung beranjak pergi meninggalkan Donghae yang sedang meratapi tinggi badannya.
~Donghae's Imagination end~
"Andweeeee! Tidak boleh. Tidak boleh seperti itu. Pokoknya tidak boleeeeeh!" Donghae tiba - tiba berteriak histeris.
"Hae?"
"Huaaaaah! Yesung-ah, Kenapa kamu lebih tinggi dari aku sih?"
Yesung menggigit jarinya pelan, ekspresinya seolah - olah bingung membuat Donghae semakin histeris.
"Huaaaah! Kenapa kamu juga bersikap seperti di khayalanku?"
"Khayalan? Khayalan apa?"
Donghae menepuk - nepuk kepalanya. Sementara ekspresi Yesung tetap terlihat bingung.
'Ya Tuhan, kenapa makhluk di depanku ini membuatku gila seperti ini?'
"Donghae! Kamu masih mau tetap latihan atau tidak?" Sebuah suara menyadarkan Donghae yang hampir menuju kegilaan. Donghae menggeleng lalu beranjak pergi. Terdengar teriakan kecewa dari para penggemarnya.
"Yesung-ah, mau ikut aku? Kita ke kantin." Yesung mengangguk dan mengikuti Donghae yang sudah berjalan lebih dulu. Kalau saja Donghae mau menoleh dia pasti bisa melihat seringai di wajah yang tadi terlihat begitu manis itu.
Tidak sulit untuk mendapatkan tempat duduk di kantin. Jam segini hanya ada murid - murid yang ikut kegiatan ekstrakulikuler atau sekumpulan penggemar seperti penggemar Donghae tadi di sekolah.
Donghae menelan ludahnya berkali - kali. Yesung sedang meminum jus jeruknya melalui sedotan, sesekali digigitnya sedotan itu.
"Yesung-ah. Cobalah minum dengan benar."
"Maksud Hae?" Lagi - lagi Yesung memiringkan kepalanya sementara sedotan itu masih menempel di bibirnya. Demi apapun, rasanya Donghae ingin menjedotkan kepalanya ke tembok terdekat.
"Oh iya, aku punya ini." Yesung meraih sesuatu dari dalam tasnya. Donghae menatap penasaran, dan kemudian... Sebuah lolipop diulurkan Yesung ke arah donghae. Lolipop. LOLIPOP?
"Huaaaah singkirkan benda itu dariku." Muka Donghae tiba - tiba memerah. Yesung menyadari hal itu dan itu membuat jiwa iblisnya semakin muncul.
"Lho memangnya kenapa?" Dengan santai dibuka lolipop itu dan dimasukan kemulutnya. "Ini enak lho. Kalau Hae mau aku masih punya banyak di tas."
DUG!
Tiba - tiba Donghae menjedotkan kepalanya ke meja.
"Hae kenapa?" Donghae menoleh dan Yesung terlihat masih mengemut lolipopnya.
"Yesung-ah, kenapa kamu harus lebih tinggi dari ku dan kenapa juga kamu harus suka lolipop?" Pertanyaan itu seperti ditujukan kepada dirinya sendiri. Pertanyaan frustasi seorang Kim Donghae.
Yesung semakin menyeringai dalam hati namun senyum polos masih menghiasi wajahnya.
"Hae benar - benar tidak mau? Aku punya lolipop rasa melon, rasa coklat, dan rasa strawberry."
Strawberry? RASA STRAWBERRY?
~Donghae's imagination~
Hujan turun sejak pagi membuatnya tidak bisa kemana - kemana. Tapi dia menyukai keadaan ini karena dia sedang berdua dengan Yesung.
"Hae-ah, aku bosaaaaaaan." Yesung mempoutkan bibirnya lucu.
"Sabar chagi, nanti kalau sudah tidak hujan kita jalan - jalan, Ne."
Yesung mengangguk. "Hae-ah. Stock lolipopku habis, padahal aku ingin sekali lolipop strawberry."
Donghae menyeringai. "Sungie mau lolipop? Aku punya lolipop."
Mata Yesung terlihat berbinar - binar. "Sungguh?"
Donghae mengangguk. Aura setan sudah semakin terasa di sekitarnya, dan...
~Donghae's Imagination End~
DUG! DUG! DUG!
Donghae menjedukkan kepalanya lagi ke meja. Kali ini sampai tiga kali.
"Stop! Harus Stop!" Masih dengan jidat yang menempel di meja Donghae menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri.
"Hae kamu sedang apa?"
"Mencoba menghilangkan bayangan itu," jawab Donghae tanpa mengangkat kepalanya.
"Bayangan itu? Apa maksudnya?"
Donghae tidak menjawab dan kembali menggelengkan kepalanya yang masih menempel di meja.
"Hae, kamu baik - baik saja?"
Perlahan Donghae mengangangkat kepalanya. "Tidak!"
"Sudah ku bilang, Hae harus mencoba lolilopku. Ini bisa memperbaiki mood yang buruk lho."
Demi apapun rasanya Donghae ingin terjun dari atap sekolah menghadapi kepolosan Yesung.
"Yesung-ah, aku harus pulang. Aku butuh mendinginkan fikiranku."
"Mmm baiklah. Hae duluan saja, aku masih ingin disini." Yesung kembali tersenyum malaikat. Senyum yang membuat fikiran Donghae semakin acak - acakan.
Setelah Donghae pergi senyum malaikat itu pun hilang. Kalian tentu sudah tahu apa yang terjadi. Yap, seringai itu kembali muncul. Yesung menatap Lolipop dengan seringai iblisnya.
"Yang satu narsis dan sok cool, yang satunya lagi pervert." Yesung memutar - mutar lolipop ditanganya, masih dengan seringai diwajahnya. "Bermain - main dengan namja popular di sekolah memang selalu menyenangkan. Apalagi dengan mereka berdua..."
.
.
Leeteuk menatap khawatir kedua anaknya yang sekarang duduk berdampingan di sofa sambil melihat TV.
"Umma, Sulli merasa aneh melihat Kyuppa dan Haeppa seperti itu," kata Sulli yang duduk di sebelah Leeteuk di meja makan.
"Iya Sulli-ah, mereka berdua aneh."
Sejak pulang sekolah Leeteuk sudah menyadari keanehan Kyuhyun dan Donghae. Kedua namja ini lebih banyak diam.
Leeteuk kemudian melihat kedua namja itu saling bertatapan. Yeoja itu menegakkan tubuhnya, bersiap melihat ke dua anaknya bertengkar seperi biasa, tapi ternyata tidak. Kyuhyun dan Donghae bertatapan sejenak, lalu menghela nafas berat dan kembali menatap layar TV.
"Sulli-ah"
"Ne Umma?"
"Umma rasa Umma harus segera menelpon Appa."
.
.
Waktu masuk masih setengah jam lagi, tapi Yesung sudah berada di sekolah sejak 10 manit yang lalu. Yesung sedang berjalan sendirian di koridor sekolah. Kacamata masih setia membingkai wajah tampannya.
"Eh itu namja yang di lapang basket kemarinkan?"
"Iya. Aku dengar dia murid baru disini."
"Kalau aku perhatikan dia itu sebenarnya tampan sekaligus manis, hanya sayang stylenya terlalu formil."
Yesung tersenyum. Dia bisa mendengar beberapa yeoja dan namja membicarakannya.
'Aku sudah mulai terkenal, Eoh? Baguslah!'
"Hei kamu!" Langkah Yesung terhenti. Terlihat dua orang namja menghampirinya, dari style mereka sudah jelas kalau mereka itu berandalan sekolah. Yesung melihat sekeliling, koridor dekat perpustakaan ini benar - benar sepi. Dan ini justru membuat Yesung merasa senang.
'Sepertinya aku akan mendapatkan pemanasan pagi ini.'
"Kamu murid baru itu kan? Kamu manis juga. Cocok jadi uke ku." Yesung menatapnya datar. Namja itu tinggi tapi tidak tampan. Tangan sang namja sudah bergerak untuk mencolek pipi Yesung tapi Yesung menahannya. Tiba – tiba setengah menyentak Yesung menarik namja itu dan dengan kekuatan penuh mendorong namja itu sampai terjatuh menabrak tembok.
Teman sang namja tinggi sepertinya tidak terima temannya diperlakukan begitu. Dia lalu memukul Yesung tapi Yesung bisa menahannya. Yesung memelintir tangan itu kebelakang dan menjatuhkan sang namja.
"Appo! Ya lepaskan aku!"
Yesung menyeringai melihat namja yang kini dalam keadaan tengkurap itu terkunci olehnya. Tidak lama dilepaskannya namja itu dan mendorongnya ke arah temannya yang masih bersandar di tembok.
"Masih tertarik menjadikan aku uke kalian?"
Kedua namja itu serempak menggeleng. Setengah berlari mereka meninggalkan Yesung yang menatap mereka malas. "Aku kira akan seru, ternyata hanya begitu ya."
Saat Yesung berbalik ada Donghae disana. Donghae terlihat sangat terkejut sehingga dia hanya bisa membeku saat Yesung menghampirinya.
'Kenapa hari ini Yesung terlihat seperti seme? Dan kenapa kakiku tidak bisa bergerak?'
"Selamat pagi Donghae-ah." Donghae terkejut dengan nada bicara Yesung. Suara Yesung terdengar lembut namun kuat. Yesung semakin mendekat, dan...
BRUG! Tiba – tiba saja Yesung menarik Donghae dan mendorongnya ke tembok.
Kedua tangan Yesung berada di kanan dan kiri Donghae. Yesung membelai pipi Donghae. "Hae-ah, kulitmu halus sekali. Badan kamu juga wangi, lebih wangi dari lolipop strawberry. Dan matamu benar – benar sexy." Kali ini tangan Yesung mengelus bibir Donghae. "Dan bibir ini... sepertinya manis seperti lolipop."
Donghae memandang gelisah ke kanan kemudian ke kiri. 'Kenapa tidak ada orang sama sekali disini?' batinnya menjerit frustasi. Dia mencoba mendorong Yesung tapi tatapan mata Yesung membuat badannya terasa lemas.
CUP! Yesung mencium pipi Donghae yang tadi dia belai. Dapat Yesung rasakan tubuh Donghae menegang. Yesung kemudian mundur dan melangkah pergi meninggalkan Donghae yang masih syok begitu saja.
"Ba- barusan itu apa?"
~Donghae's Imagination~
"Yesungie, aku lapar!" Rengek Donghae manja pada namja disebelahnya. Yesung membelai pipi Donghae.
"Sebentar lagi ya, Chagi. Sepuluh menit lagi tugasku selesai."
Donghae mengembungkan pipinya kesal. Yesung tersenyum melihat itu. "Aigo my Hae baby ngambek. Sudah jangan ngambek, nanti aku cium nih. Atau... Hae Baby memang ingin di cium?"
BLUSH! Muka donghae memerah. "Ishhh Sungie nakal."
"Tapi suka kaaaaa? Aigo Uke ku memang uke paling manis sedunia."
Mendengar pujian yesung pipi donghae memerah sempurna.
~Donghae Imagination End~
"Eh, aku jadi uke?" tanya Donghae pada diri sendiri. "MWOOOOOOO? Kenapa aku membayangkan diriku sendiri jadi uke?"
Yesung terlihat semakin menjauh dan menghilang dibelokan koridor.
"YA KIM YESUNG! AKU INI SEME! SAMPAI KAPANPUN AKU INI SEME! AKU TIDAK AKAN PERNAH JADI UKE!"
Yesung berhenti melangkah. Seringai itu, seringai iblis khas Kim Yesung sudah terpatri sempurna di wajahnya saat mendengar teriakan Donghae.
"We will see, Hae Baby."
.
.
"Kalian semua berhenti mengganggunya!" Teriak seorang namja mungil kepada sekumpulan namja yang sedang mengerjai seorang namja berpipi chubby. "Kalau tidak aku laporkan kalian ke bagian kesiswaan!"
Sekumpulan namja itu berpadangan. "Huh, dasar pengadu,"umpat mereka pada si namja mungil, tapi sepertinya mereka tidak berniat melawan. Mereka pun pergi.
"Sama – sama masih kelas 1 tapi sudah jadi berandalan. Menyebalkan." Kali ini seorang namja manis bergigi kelinci yang bersuara.
"Hikz." Terdengar isakan dari namja berpipi chubby yang masih berjongkok itu. Wajahnya semakin menunduk ketika ke 4 namja manis dan imut itu menghampirinya.
"Hei jangan takut. Kita nggak niat jahat kok." Henry menganggkat kepalanya mendengar suara itu terdengar lembut. "Kita justru pengen kamu jadi salah satu teman kita."
"Teman kalian?" Henry bertanya ragu – ragu. Henry Lalu berdiri. Keempat namja di depannya terlihat begitu manis dan imut, berbeda dengan dirinya. "Aku kan jelek."
"Tidak. Kamu tidak jelek. Hanya saja mau tidak terlalu tahu cara berdandan." Henry memandang tidak mengerti. Sepertinya dia tidak menyadari kalau dandanannya memang aneh. Kemeja di kancingkan sampai keatas, dan dimasukan. Rambut model klimis tahun 80'an dengan minyak rambut yang kebanyakan, dan kaca mata besar yang kadang – kadang menempel di wajahnya. "Siapa namamu?"
"A-aku Henry. Anak kelas I-D"
"Henry ya? Aku Kim Ryeowook, tapi aku biasa dipanggil Wookie. Aku dari kelas I-A. Sementara dia..." Ryeowook menunjuk namja bergigi kelinci disampingnya. "... namanya Lee Sungmin, tapi Henry bisa memanggilnya Minnie. Minnie itu teman sekelasku."
"Aku Lee Eunhyuk, panggil saja aku Hyukkie." Seorang namja dengan gummy smile tiba – tiba mengenalkan dirinya. "Aku anak kelas I-B. Dan namja pendiam itu Kim Kibum, panggilannya Bummie. Dia teman sekelasku," lanjut Eunhyuk sambil menunjukan seorang namja manis namun pendiam.
"Kami ini DANGEREUX CUTTIES!"
"Dan... dan apa? A-apa itu?"
Ryeowook tersenyum melihat kebingungan Henry. "Dangereux Cutties, Henry-ah." Henry menatap bingung ke arah Ryeowook. "Kami sekumpulan Uke yang bertujuan mencari tahu siapa seme yang benar – benar seme di sekolah ini. Seme yang tidak mudah atau bahkan tidak gampang kami taklukan berarti dia lah the real seme."
Henry menatap tidak percaya keempat namja di depannya. 'Ada hal seperti itu di sekolah?'
"Kami berharap Henry mau bergabung," lanjut Ryeowook. Senyum manis masih terpasang di tangannya.
"Tapi untuk apa, untuk apa kalian melakukan itu?"
Ryeowook mengangkat bahunya. "Bersenang – senang tentu saja. Apalagi..."
Henry terlihat ragu, tapi kemudian mengangguk.
"Selamat datang di dunia barumu, Henry-ah." Ryeowook tiba – tiba menyeringai. Begitu juga dengan Kibum, Eunhyuk, dan Sungmin. Sepertinya ini akan jadi pelajaran pertama untuk Henry ; Membuat seringai yang menyeramkan dibalik wajah imut dan manis.
Jadi, Bersiaplah!
TBC
Jiwa perusuhku sepertinya sedang muncul. Baiklah, sepertinya ini akan menjadi tantangan baru untuk KyuSungHae membuktikan kesemean mereka. Dan pairing apa yang akan muncul? Mungkin Official Pairing, mungkin juga tidak. He he he... Buat semua reader yang udah baca dan Review ; GOMAWAAAA #Cium pipi Yesungie(?)#.. KEEP RNR YAAAAAAAAAAAA.
