And the Real Seme is
Chapter 3 – Dangereux Cutties!
A fanfic by SashaCloudie
Cast :
Yesung (Super Junior)
Donghae (Super Junior)
Kyuhyun (Super Junior)
Leeteuk (Super Junior) - Yeoja
Sulli (FX)
And the "DANGEREUX CUTTIES!" :
Ryeowook (Super Junior)
Henry (Super Junior)
Sungmin (Super Junior)
Eunhyuk (Super Junior)
Kibum (Super Junior)
Warning :
It's Shonen-ai. It's the first time i try to make humor Fanfic so maybe it's NOT FUNNY, Sometimes OOC, many OC, and maybe it will be UNOFFICIAL PAIRING
Desclaimer :
They are belong to themselves except KIM YESUNG. He's Mine.
.
.
Pagi ini cuaca sangat cerah. Udara terasa hangat membuat perasaan semua murid ikut terbawa cerah, tapi sepertinya ini tidak berlaku untuk seorang Kim Donghae. Wajah Donghae terlihat agak pucat, dan dia berjalan agak mengendap - ngendap di koridor sekolah.
"Pokoknya hari ini jangan sampai bertemu dia... Jangan sampai... Jangan sampai!" Donghae komat - kamit sambil melirik kanan kiri. Kantung mata terlihat diwajahnya, sepertinya dia tidak bisa tidur semalam.
"Aku tidak menyangka kalau dia lebih menyeramkan dari lolipop." Donghae masih terus menggerutu, dan...
BRUG!
"Appo!" Terdengar teriakan dari seorang namja yang bertabrakan dengan Donghae. Donghae sendiri tidak jatuh karena bisa menjaga keseimbangannya. Di depan Donghae ada seorang namja dalam keadaan terduduk sambil mengusap - usap bokongnya.
"Ya Kamu!" Donghae sudah berniat untuk memarahi namja itu tapi niatnya menguap begitu saja ketika namja di depannya mengangkat wajahnya.
'Imutnyaaaa!' batin Donghae melihat namja itu. Kulitnya yang putih bersih dan pipinya yang chubby mampu membuat sisi Seme Donghae pun muncul. Lalu Donghae menyadari satu hal ; namja itu menatapnya takut. Ini membuat Hyung dari raja Evil yang juga sejenis Evil ini menyeringai.
"Ya! Kalau jalan itu pakai mata!"
Namja berpipi chubby bernama Henry itu terlihat semakin ketakutan membuat Evil nomor 2 di keluarga Kim ini semakin menyeringai.
"Mi-Mian Sunbae. Aku tidak sengaja." Suara Henry terdengar sedikit bergetar. 'Ternyata walau penampilanku sudah dirubah oleh teman - teman tetap saja orang - orang galak padaku,' batin Henry nelangsa.
"Kenapa kamu malah melamun?"
Henry tersentak dan segera bangkit dari posisi duduknya.
"Aku benar - benar tidak sengaja, Sunbae. Mian..."
"Tidak semudah itu meminta maaf, chagi..." bisik Donghae seduktif membuat Henry refleks mundur selangkah. "Kamu harus dihukum."
"Di-dihukum?" Suara Henry terdengar begitu lirih, membuat Donghae merasa diatas awan. Tapi itu hanya berlaku sementara karena tiba - tiba seseorang berteriak.
"Jangan ganggu dia, Sunbae!" Suara itu terdengar nyaring. Donghae menoleh dan lagi - lagi dia merasa terpesona. Ada dua orang namja manis yang menatapnya galak. Ryeowook dan Eunhyuk.
"Wookie, Hyukkie." Setengah berlari Henry menghampiri kedua temannya dan langsung bersembunyi dibelakang Eunhyuk.
"Teman kalian itu bersalah, wajar saja kalau aku ingin menghukumnya." Donghae memasang wajah sok coolnya. Dilipat kedua tangannya di depan dadanya. Diam - diam dalam hati Ryeowook dan Eunhyuk mengakui bahwa Donghae itu tampan, tapi mereka itu DANGEREUS CUTTIES! Tidak ada kata terpesona dalam kamus DC!
"A-aku sudah minta maaf." Henry merasa panik apalagi tatapan Donghae begitu seduktive padanya. Tiba - tiba Ryeowook menghampiri Donghae sambil berkacak pinggang.
"Henly sudah meminta maaf jadi Sunbae tidak berhak mengganggunya lagi. Walau kami masih kelas 1 tapi bukan berarti Sunbae berhak mengganggu kami! Ingat itu!" Setelah mengatakan itu Ryeowook membalik badannya dan menarik Eunhyuk dan Henry untuk pergi dari tempat itu.
"Wow, galak sekali," bisik Donghae sambil menyeringai. "Tapi itu membuat dia dan temannya itu terlihat semakin manis. Apa rasanya ya kalau mereka bertiga jadi pacarku? Wookie, Hyukkie, dan Henly ya? Hmm aku harus cari tahu soal mereka."
Dan khayalan Kim Donghae pun dimulai.
~Donghae's imagination~
Disebuah kerajaan di negeri antah berantah hiduplah seorang raja tampan bernama Kim Donghae. Sang Raja tampan memiliki 3 namjachingu yang manis dan imut.
"Hyung, mau Wookie suapin lagi kuenya?" tanya seorang namja bersuara nyaring. Donghae menggeleng.
"Sudah cukup manis. Hyung sudah kenyang."
"Kalau Henly pijit mau tidak?" Kali ini namja berpipi chubby yang bicara.
"Dipijit? Sepertinya menyenangkan, kebetulan Hyung sedang pegal." Namja berpipi chubby itu pun segera memijit Donghae.
"Terus Hyukkie ngapain dong, Hyung?" tanya seorang namja berbibir sexy yang kebingungan harus berbuat apa.
"Kalau Hyukkie nanti malam saja ya temani Hyung."
BLUS! Si pemilik bibir sexy itu merona seketika. Donghae menyeringai dalam hati. Memang menyenangkan punya namjachingu tiga sekaligus, apalagi mereka semua tipe uke impian.
"Donghae Ya!" Tiba - tiba seekor naga berdiri di depan Donghae. Eh, kenapa ada naga?
~Donghae's Imagination End~
Perlahan - lahan sosok naga itu hilang, berganti dengan sosok namja berkaca mata yang sedang tersenyum malaikat.
"Kim Yesung!" Wajah Donghae kembali pucat. "Sedang apa disitu?"
Yesung berjalan mendekati Donghae sambil tetap memasang senyum malaikatnya. "Aku hanya ingin menyapa Hae saja."
"Ya Kim Yesung! Berhenti memasang senyum manis seperti itu! Aku sudah tahu senyum itu palsu."
Mendengar itu senyum Yesung berubah menjadi seringai. "Wah my Hae baby sudah mengenalku dengan baik ternyata."
Mata donghae terbuka lebar. "Hae Baby? Jangan panggil aku se'enaknya, Kim Yesung! Aku ini seme!"
Yesung tertawa dan bagi Donghae suara tawa itu lebih menyeramkan dari pada suara tawa milik Kyuhyun.
"Seme ya?" Yesung mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae sehingga Donghae dapat merasakan hembusan nafas namja berkacamata itu. "Tapi Hae-ah begitu manis, sangat manis. Hae cocok jadi uke." Yesung sengaja membuat suaranya seperti desahan.
'Manis? Aku manis?' Batin Donghae. Tanpa dia sadari pipinya mulai bersemu merah. Tatapan dan suara Yesung berhasil menguncinya.
"Donghae Hyung!"
Kesadaran Donghae kembali muncul saat Kyuhyun memanggilnya.
"Huah! Menjauh dariku, Kim Yesung!" Donghae mendorong Yesung sekuat tenaga saat kesadarannya benar - banar sudah terkumpul. Yesung hanya menyeringai, apalagi Kyuhyun juga ada disini sekarang.
"My duo baby!" Seru Yesung membuat Kedua Evil itu menatap tajam Yesung yang tetap setia dengan seringainya.
"Kyunnie-ah, tadi aku hampir saja mencium Hyung mu tapi kamu mengacaukannya. Hmmm coba aku tebak..." Yesung memasang pose seolah - oleh seorang berfikir. "Ahh aku tahu! Kyunnie baby cemburu, Eoh?"
"Kyunnie baby? Cemburu?" tanya Kyuhyun dengan ekspresi horor. "Jangan sembarangan bicara, Kim Yesung!" Sepertinya Kyuhyun sudah lupa untuk bersopan - santun.
"Dan siapa juga yang mau kamu cium?" Kali ini Donghae yang protes.
Yesung menatap Kyuhyun dan Donghae bergantian. Pagi ini dia benar - benar bersemangat. Mengganggu namja popular memang selalu menyenangkan. Andai ini dunia komik dia pasti bisa melihat tanda seru besar plus garis - garis arsir diatas kepala Donghae dan Kyuhyun yang sedang menatap Yesung dengan deathglare terbaik mereka yang ternyata... TIDAK MEMPAN bagi seorang Yesung.
Yesung melirik jam tangannya, lima menit lagi Bel akan berbunyi.
"Baiklah baby, aku harus kembali ke kelas. Jika kalian berdua rindu padaku kalian bisa mencariku di kelas." Yesung mengedipkan mata kirinya sebelum pergi meninggalkan mereka berdua.
Duo Kim Evil membeku. Disadari atau tidak mereka sudah jatuh ke dalam pesona Kim Yesung. Mwo? Terpesona?
"Dia itu gila ya, Hyung?"
"Entahlah Evil. Entah dia yang gila atau kita yang sudah gila."
Mereka berdua lalu bertatapan.
"Hae Hyung, aku ini seme..."
"Aku juga, Kyu..."
"LALU KENAPA KITA JADI ANEH SETIAP KALI BERHADAPAN DENGAN KIM YESUNG?" Teriakan Duo Evil pun terdengar berbarengan dengan bunyi bel sekolah.
.
.
Ms Kim adalah seorang penjaga perpustakaan sekolah yang sudah menjaga perpustakaan sejak 5 tahun lalu, dan selama masa tugasnya dia merasa akhir - akhir ini sering terjadi keajaiban di perpustakaan. Keajaiban apa? Perpustakaan didatangi banyak murid saat jam istirahat! Lebih tepatnya kalau dibilang didatangi banyak seme.
"Dia manis sekali ya, cocok denganku."
"Kamu? Mengaca dulu sana! Namja manis seperti dia cocoknya dengan seme setampan aku."
"Aishhh kalian berdua berisik, kalian berdua itu jelek! Aku yang tampan!"
Di salah satu bangku perpustakaan terlihat seorang namja yang sedang serius membaca. Namja itu ternyata Kim Kibum, dan dia lah yang menjadi sumber keributan. Kim Kibum terlihat tidak terganggu dan memilih untuk tidak peduli walau semua namja sedang menatapnya.
"Kibum-ssi, aku ingin berkenalan denganmu." Salah satu kakak kelas akhirnya memberanikan diri mendekati Kibum.
Kibum menatap datar namja di depannya itu. "Buat apa kita berkenalan, Sunbae?"
"Tentu saja agar kita saling mengenal," jawab Sunbae itu cepat.
"Kenapa kita harus saling mengenal?"
"Eh?"
"Apa dengan saling mengenal itu menguntungkan untukku?"
"Eh itu..."
"Tidak ya? Ya sudah tidak usah mengajakku berkenalan." Dan Kibum pun kembali melanjutkan kegiatan membacanya dan melupakan namja di depannya yang sepertinya ingin segera terjun ke dalam sumur dan bersembunyi disana. Poor Sunbae.
Sementara itu di kantin Eunhyuk terlihat sedang santai meminum susu strawberry kotaknya tanpa menyadari tatapan setengah mesum dari hampir kebanyakan seme yang ada di kantin.
"Hah bosan! Bummie malah ke perpustakaan. Yang lainnya juga kenapa belum datang sih?"
Eunhyuk mempoutkan bibirnya kesal membuat para seme yang sedang menatapnya itu harus menguatkan jiwa dan raganya.
"Heh kamu!" Tiba - tiba seorang namja berbadan kecil menghampirinya. Eunhyuk memiringkan kepalanya, dan lagi - lagi para namja seme harus semakin menguatkan jiwa dan raga mereka. "Jangan sok imut begitu! Kamu itu jelek."
"Aku tidak jelek. Kamu yang jelek." jawab Eunhyuk cepat sambil kembali meminum susu strawwberynya. Namja itu terlihat semakin kesal. Eunhyuk lalu berdiri.
"Perhatian untuk semua Sunbae disini." Eunhyuk memasang gummy smilenya yang paling manis. Hampir semua pasang mata kini tertuju padanya. "Apa aku ini jelek?"
"Tidaaaaak!" Serentak pasa seme itu menjawab seperti sebuah paduan suara.
"Apa aku ini manis?" Kembali Eunhyuk bertanya sambil menangkupkan kedua tangannya di kedua pipinya dan memiringkan kepalanya sedikit.
"Iyaaaaaaaaaaa!" Terdengar seruan panjang. Sepertinya para seme sudah benar - benar terpesona dengan makhluk Tuhan di depan mereka ini.
Eunhyuk menatap kembali namja yang tadi melabraknya. "Berani melakukan yang seperti aku lakukan barusan?"
"Mwo?"
"Tidak berani ya? Sebaiknya memang jangan."
Eunyuk kembali duduk di mejanya dan kembali meminum susu strawberrynya melalu sedotan. Sementara namja kecil itu segera berlari meninggalkan kantin dengan wajah tertunduk menahan malu plus kesal. Lagi - lagi DC! membuat seseorang menjadi terlihat menyedihkan.
.
.
"Wookie-ah, cepat! Hyukkie pasti sudah menunggu."
"Minnie, sabar sedikit, tali sepatuku lepas."
Ryeowook pun berjongkok berniat untuk membenarkan tali sepatunya. Hari ini mereka telambat datang ke kantin karena Guru mereka memberi ekstra jam pelajaran 10 menit.
Seorang namja tiba - tiba ikut berjongkok didepan Ryeowook.
"Sini aku bantu." Namja itu membenarkan tali sepatu Ryeowook lalu tersenyum. "Sudah selesai, lain kali hati - hati. Tali sepatu bisa membuat seseorang terjatuh."
"Gomawa Kyuhyun-sii."
"Kamu tahu namaku?" Kyuhyun pun berdiri diikuti oleh Ryeowook. "Panggil aku Kyu saja."
"Siapa yang tidak kenal Kim Kyuhyun," jawab Ryeowook sambil tersenyum manis. 'Seme yang jadi idola setelah melakukan hal norak yang dibilang keren di kantin sekolah,' lanjut Ryeowook dalam hati.
"Sudah aku duga aku memang terkenal." Kyuhyun tersenyum ala iblis, senyum yang bisa membuat banyak uke meleleh dan menganggapnya keren. "Jadi siapa namamu?"
"Aku Kim Ryeowook, panggil saja aku Wookie. Dan dia..." Ryeowook menarik Sungmin agar mendekat ke arahnya. "...namanya Lee Sungmin, panggil saja Minnie."
Kyuhyun masih tersenyum evil. Sepertinya dua uke manis di depannya membuat aura semenya keluar dengan kuat.
"Baiklah, aku harus pergi sekarang, sampai ketemu nanti." Setelah pamitan Kyuhyun pun pergi. Dan senyuman evil itu berganti seringai.
"Uke yang sangat - sangat manis. You will be mine."
Sepertinya Kyuhyun tidak belajar dari pengalaman. Apa yang terjadi antara dia dan Yesung tidak membuat seorang Kyuhyun lebih berhati - hati dengan namja berwajah manis.
"Minnie-ah, dia akan menjadi salah satu target kita." Ryeowook pun mengeluarkan seringainya. Sungmin lalu mengeluarkan handphone touchscreen dari sakunya dan membuka sebuah note disana.
"Kim Kyuhyun , kelas I-C," gumam Sungmin sambil menuliskan nama Kyuhyun di catatannya.
"Tulis juga nama Kim Donghae kelas III B"
"Siapa dia, Wookie?"
"Dia Sunbae yang mengganggu Henly tadi pagi," jawab Ryeowook dengan seringai yang semakin melebar. "Sepertinya akan menyenangkan kalau mereka berdua yang jadi target kita."
.
.
Suasana kantin semakin riuh, kedatangan Ryeowook dan Sungmin membuat semua pandang mata kini benar - benar tertuju ke mereka.
"Ingin minum jus jeruk, tapi rasanya malas sekali harus antri," kata Sungmin sambil menopang dagunya dengan tangan kanannya di meja.
SWING! Jus Jeruk pun segera tersedia, ada 2 gelas disana.
Sungmin tersenyum ke kedua namja yang sudah membawakannya es jeruk. "Gomawa Sunbae, kalian baik sekali pada Minnie."
"Apapun untukmu, Minnie-ah," jawab salah satu Sunbae. Ternyata temannya tidak suka namja itu bicara seperti itu kepada Sungmin.
"Ya! Aku juga membawakan Minnie jus jeruk, kamu jangan sok manis!"
"Eh siapa yang sok manis? Jelas - jelas Minnie lebih suka jus jeruk yang aku bawakan."
"Kamu...!"
Sungmin, Eunhyuk, dan Ryewook bertatapan. Seringai keluar dari wajah mereka.
"Ha Na Dul Set." Hitung mereka bersamaan dengan suara pelan, dan...
BAG BUG BAG BUG! Kedua namja itu pun berkelahi. Sungmin hanya geleng - geleng kepala dan meraih salah satu jus jeruk itu.
"Jus Jeruknya kurang manis! Enaknya minum apa ya selain ini?" Sungmin sengaja agak mengeraskan suaranya. Dilihat beberapa namja sudah bersiaga untuk mengambilkan Sungmin minuman yang dia mau. Sungmin menggigit jarinya, pura - pura berfikir. "Aku mau..."
Para namja itu sudah benar - benar diposisi yang paling siaga, seperti akan lomba lari saja.
"Aku mau..." Sungmin melirik ke beberapa namja yang sudah ambil ancang - ancang itu. 'Gotcha!' teriak Sungmin dalam hati. "Ah ini saja deh, setelah aku rasa - rasa lagi jus jeruk ini ternyata manis juga."
TOWENG! Beberapa namja terjengkang dari posisi siaganya, sementara Sungmin hanya memasang senyum kelincinya tanpa berdosa.
"Sunbae baik - baik saja?" Sungmin menghampiri salah satu namja yang terjatuh. Disodorkan segelas jus jeruk yang belum dia minum. "Ini untuk Sunbae, lain kali hati - hati ya jangan sampai jatuh lagi." Lagi - lagi Sungmin mengeluarkan senyum polosnya.
Hening. Semua mata menatap Sungmin dan namja itu. Sementara namja itu terlihat mulai susah bernafas. Sungmin menambah intensitas senyumnya.
"Sunbae baik - baik saja?" Sungmin memiringkan kepalanya. "Kenapa wajah Sunbae pucat? Sunbae sakit?"
"Ti-tidak Sungmin-ssi," jawab namja itu dengan wajah semakin pucat. Melihat wajah Sungmin dari jarak begitu dekat ternyata membuat pernafasan dan detak jantungnya terganggu.
"Minnie-ah. Aku rasa cukup, kamu bisa membuatnya pingsan di tempat." Seseorang berbisik di telinga Sungmin. Ternyata Kibum, dan ada Henry disampingnya. Sungmin menyeringai ke Kibum sementara Kibum hanya menggelengkan kepala. Dengan wajah tanpa dosa Sungmin pun meninggalkan Sunbae yang sudah terduduk lemas di kursinya.
"Sunbae itu termasuk seme yang payah." Gumam Sungmin begitu dia, Henry, dan Kibum sampai di meja kantin. Ryeowook, Kibum dan Eunhyuk tertawa pelan, sementara Henry masih sering bingung dengan yang apa yang sering teman - temannya lakukan terhadap para namja.
"Istirahat tinggal sepuluh menit lagi kenapa baru datang?"
"Aku tadinya tidak akan ke kantin, tapi Kibum tiba - tiba datang mengajakku kesini," jawab Henry sambil meminum susu strawberry yang Eunhyuk berikan. "Kibum bilang di perpustakaan sudah terlalu ramai."
"Tapi disini ternyata jauh lebih ramai." Gerutu Kibum yang disambut suara tawa keempat teman yang lainnya.
Kelima namja imut itu asyik bercerita dan tertawa tanpa peduli dengan tatapan mupeng dari hampir seluruh namja di kantin. Hampir? Kenapa tidak semua? Karena di salah satu sudut kantin seorang namja berwajah malaikat sedang menyeringai.
"Lee Sungmin, Kim Kibum. Kalian berdua belum berubah, Oeh?" Bisik sang namja pada dirinya sendiri. Sang namja yang ternyata Kim Yesung itu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah meninggalkan kantin.
"Ini akan sangat menyenangkan, sangat - sangat menyenangkan." Seringai masih terpasang di wajah Kim Yesung. "Dan aku pastikan, aku tetap akan jadi sang penakluk"
.
.
Ini ke tiga kalinya Leeteuk mengintip ke arah ruang tv, tapi belum ada perubahan disana.
"Masih seperti kemarin - kemarin ya Umma?"
Leeteuk menatap Sullie dengan wajah prihatin. "Ne, Sullie-ah. Ada apa dengan kedua Oppa mu itu ya? Umma mulai rindu pertengkaran mereka."
Sulli menggeleng, tapi terlihat jelas kalau dia juga khawatir.
~Di ruang menonton TV
"Hyung, Yesung Hyung itu lebih pendek dariku..."
"Ya Evil! jangan ingatkan aku tentang tinggi badan."
Kyuhyun menggeleng. "Bukan itu maksudku Hyung, tapi kenapa aku harus kalah oleh namja yang lebih pendek dariku?"
Donghae menghela nafasnya berat. "Aku juga. Padahal jelas - jelas tampangku ini tampang seme, tapi malah terkecoh oleh dia. Padahal tampilan dia benar - benar uke."
Kedua Evil itu bertatapan prihatin. Sepertinya sedang mengasihani diri mereka masing - masing. Leeteuk yang melihat itu semakin terlihat khawatir. Yeoja itu menggerakan kakinya gelisah.
Tiba - tiba wajah Kyuhun berubah cerah, sepertinya dia baru saja mendapatkan bisikan gaib dari rombongan iblis.
"Evil, kenapa wajahmu jadi seperti itu?"
Kyuhyun tersenyum evil. "Hyung sudah dengar tentang lima uke yang sekarang sedang popular itu?"
Donghae mengangguk, lalu menyeringai. "Aku sudah bertemu dengan tiga orang dari mereka. Ah Evil, sepertinya aku tahu arah bicara mu."
"Kita taklukan saja mereka, Hyung. Dengan begitu akan jelas terlihat kalau kita ini seme..."
Seringai semakin melebar diwajah keduanya. "DAN KIM YESUNG AKAN BERHENTI MENGANGGAP KITA INI UKE!" Seru Duo Evil bersamaan.
"Tapi Hyung, jangan patah hati kalau kelima uke itu hanya tertarik padaku."
Donghae langsung sweetdrop mendengarnya. "Ya Evil! Aku ini jauh lebih tampan darimu, mereka akan tertarik padaku!"
"Sudah jelas - jelas aku yang lebih tampan! Dan pastinya lebih tinggi. Sebaiknya Hyung berdoa tidak ada diantara mereka yang lebih tinggi dari Hyung."
BUG! Sebuah bantal kursi melayang kearah Kyuhyun. "Jangan bahas masalah tinggi badan, Evil!"
"Tapi Hyung kan memang pendek." Kyuhyun balik melempar bantal sofa ke Donghae sehingga terjadilah perang bantal diantara mereka.
"Kyu, Hae. Kalian bertengkar?" Suara Umma membuat Kyuhyun dan Donghae menghentikan aksi mereka. Iblis sekalipun selalu kalah oleh Umma mereka. Tapi Leeteuk malah mengerutkan keningnya.
"Kenapa kalian berhenti? Lanjutkan saja. Umma mau menelpon Appa kalian dulu, melaporkan keadaan kalian berdua." Leeteuk pun masuk ke dalam kamar dengan wajah sumringah untuk menelpon sang suami ; Kim Young Woon yang masih berada di Jepang. Leeteuk ingin melaporkan kalau kedua anak tersayangnya sudah kembali menjadi iblis.
"Hyung, Umma kenapa?" Kyuhyun menatap bingung Donghae. Donghae hanya mengangkat kedua bahunya.
"Semua orang jadi aneh sekarang, Hyung."
"Kamu benar, Evil. Aigoo!"
Ups! Duo Kim evil ini sepertinya tidak tahu kalau setelah hari ini akan semakin banyak keanehan - keanehan yang semakin aneh yang terjadi dalam hidup mereka. Mari membuat seringai!
TBC
Sepertinya Evil sudah menguasai otak author. Kenapa Para Uke imut kita jadi pada gini ya? XD... masih ada yang minat sama cerita ngawur ini? Review, saran, dan kritik tetap author tunggu, pleaseeee... #Cium Yesungie (?)#.. Untuk semua yang udah mau baca + kasih review author cuman bisa bilang : GOMAWAAAAAAAAAAAAAA ! #mari kita membuat seringai bareng Kim Jong Woon a.k.a KIM YESUNG –Cowok paling sexy versi author-#
