And the Real Seme is
Chapter 4 – Woaaah! Yesung!
A fanfic by SashaCloudie
Cast :
Yesung (Super Junior)
Donghae (Super Junior)
Kyuhyun (Super Junior)
And the "DANGEREUX CUTTIES!" :
Ryeowook (Super Junior)
Henry (Super Junior)
Sungmin (Super Junior)
Eunhyuk (Super Junior)
Kibum (Super Junior)
Warning :
It's Shonen-ai. It's the first time i try to make humor Fanfic so maybe it's NOT FUNNY, Sometimes OOC, many OC, and maybe it will be UNOFFICIAL PAIRING
Desclaimer :
They are belong to themselves except KIM YESUNG. He's Mine.
.
.
Langkah 1 : Tentukan Target
- Duo Evil's house.
"Kim Ryeowook, Kim Kibum, Lee Sungmin, Lee Eunhyuk, dan Henry Lau."
"Henry itu namja berpipi chubby dari China kan?
"Ne, Hyung."
"Menurutmu siapa yang paling akan sulit ditaklukan, Evil?"
"Kim Kibum."
"Namja pendiam yang orang - orang panggil pangeran es itu ya. Menarik!"
- Kim Ryeowook's house (DC! Base Camp)
"Mereka itu kakak beradik ; Kim Kyuhyun dan Kim Donghae."
"Kim Donghae itu menyeramkan, Wookie. Aku tidak mau berurusan dengannya!"
"Tenanglah Henly, nanti dia yang tidak akan bisa berkutik di depanmu."
"Wookie-ah, bagaimana cara mendekatinya? Akan kita bagi kelompok atau kita dekati sama - sama keduanya?"
"Kita sama - sama saja, kita buat mereka merasa pusing, Minnie."
"Aku setuju, Wookie! Bummie-ah, kenapa diam saja?"
"Hyukkie seperti baru tahu Bummie saja."
"Eh ada yang mau aku tanyakan."
"Ne, Henly?"
"Apa kalian dapat tugas matematika dari Ms Kim?"
"..."
- A Coffee Shop
"Donghae dan Kyuhyun saja sudah menarik, ditambah kehadiran kalian berlima."
Diteguknya perlahan Moccacino dicangkir putih yang masih.
"Henry ya? Aku yakin namja itu masih mengingatku. Ryeowook sang leader dan Eunhyuk yang bisa membuat siapapun berfikir dia polos karena gummy smilenya itu..."
Jari - jari mungilnya mengetuk - ngetuk pinggir meja cafe perlahan.
"Dan sepertinya Kibum dan Sungmin belum menyadari keberadaanku."
Langkah 2 : Cari Data – Data Target.
- Duo Evil's home
"Waktu SMP Ryeowook dan Eunhyuk itu satu sekolah, sementara Kibum bersama Sungmin. Tapi sekarang kelas mereka tertukar. Ryeowook dengan Sungmin sementera Eunhyuk dengan Kibum.
"Lalu Henry?"
"Dia pindahan dari China waktu kelas dua SMP, Hyung. Sekarang kelas dia beda sendiri."
SRET. Sebuah gulungan kertas terbuka.
"Ini data mereka?"
"Ne, Hyung."
"Eh Ryeowook itu jago memasak? Hebat juga dia pernah juara masak waktu SMP. Lee Sungmin penyuka pink? Aiissh, warna itu! Tapi dia memang cocok dengan warna itu. Eunhyuk penyuka susu strawberry? Hmmm baiklah."
"Aku tahu apa yang ada difikiranmu, Hyung!"
"Hahaha! Tapi kenapa data Henry dan Kibum sedikit sekali?"
"Memang hanya segitu yang aku dapat, Hyung. Yang pasti seorang Kim Kibum tidak akan jauh - jauh dari buku."
- Kim Ryeowook's house (DC! Base Camp)
"Mereka sama - sama popular, sama - sama narsis, dan sama - sama evil."
"Terdengar menarik, Wookie."
"Woaaah! Akhirnya Bummie mengeluarkan suaranya."
"Aish diamlah, Hyukkie!"
"Kim Donghae tergabung di Club basket, dan Kyuhyun di Club Dance."
"Aku akan ikut bergabung di Club Dance."
"Bagus, Hyukkie! Itu bisa membuatmu lebih mudah mendekati target."
"Aku akan ikut Club Basket!"
"Woooah! Bummie kembali bersuara."
"Aiiish, Hyukkie!"
"Teman - teman..."
"Ne, Henly?"
"Kalian belum menjawab pertanyaanku soal tugas matematika itu."
"..."
- A Coffee Shop
Moccacino di cangkir putih hampir habis.
"Aku yakin mereka sedang berfikir untuk saling menaklukan. Uke - uke manis dan dua seme. Mereka sepertinya tidak mengetahui satu hal..."
Kembali diteguknya Moccacino itu sampai habis.
"...aku yang akan menaklukan mereka semua."
Langkah tiga : Let's Started!
- Duo Evil's house
Evil menyeringai.
Hyung Evil pun menyeringai.
- Kim Ryeowook's house (DC! Base Camp)
Cute smile berubah seringai.
Rabbit smile berubah seringai.
Gummy smile berubah seringai.
Killer smile berubah seringai.
Namja berpipi chubby menatap keempat temannya lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lalu bagaimana dengan PR Matematikanya?"
"..."
- A Coffe Shop
Penikmat Moccacino itu menuju meja kasir dan membayar secangkir Moccacino yang sudah dinikmati. Lalu sebuah seringai tercipta ketika dia sudah berada di luar Caffe.
"Babak baru sudah dimulai!"
.
.
Lagi - lagi Miss Kim penjaga perpustakaan merasa bahwa keajaiban memang sedang terjadi. Kembali perpustakaan didatangi banyak siswa (coret!) banyak seme. Yang membuat ini semakin ajaib adalah kenyataan bahwa ini masih pagi.
Kibum yang merupakan pencipta keajaiban lagi - lagi tidak peduli dengan keadaan sekitarnya hingga dua penyiar sekolah mengumumkan pengumuman di radio sekolah yang menarik perhatiannya.
"Jadi karena di sekolah kita tidak diadakan MOS maka seperti tahun - tahun sebelumnya sebulan setelah penerimaan siswa dan siswi baru sekolah akan mengadakan pekan seni."
"Ne, benar yang Young Jin-ssi katakan. Pekan seni ini akan jadi ajang perkenalan sekaligus unjuk bakat semua siswa. Semua murid bisa ikut serta, boleh solo, kelompok perkelas, atau gabungan kelas yang nantinya akan melalui proses audisi. Info lebih lanjut bisa menghubungi panitia pelaksana di OSIS."
Kibum menutup buku yang dibacanya lalu melangkah pergi. Sepertinya dia harus segera menemui teman - temannya.
Sementara itu duo evil yang baru saja datang bertepatan dengan pengumuman itu bertatapan.
"Hyung, ayo kita buat duo!"
"Duo?"
"Ne! Kita bisa bernyanyi sambil ngedance."
"Nge-ngedance?"
~Donghae's Imagination (again?)
'I want nobody nobody but you
I want nobody nobody but you
Nandareun sarameun silheo niga animyeon silheo
I want nobody nobody nobody nobody'
Diatas panggung dua orang yeoja, eh ternyata namja terlihat sedang bernyanyi sambil ngedance lagu Wonder girl - Nobody.
Dua namja itu menggunakan mini dress berwarna emas dan wig ala victoria lengkap dengan make up dan aksesories pendukung. Mereka bahkan menggunakan high heel. Pinggul keduanya bergoyang - goyang mengikuti irama lagu. Sementara seme - seme sudah menempel ke panggung demi melihat keduanya lebih dekat.
"Woooowww, sexy back!"
"Suit suiiiit! Sexy nya!"
~Donghae's Imagination end
"Hiiiiih! Aku ini seme, Evil!"
Kyuhyun otomatis sweetdrop mendengarnya.
"Ya Hyung! Sudah kubilang berhenti berhayal yang tidak - tidak!"
"Pokoknya aku tidak mau! Yang benar saja! Aku seme tapi harus seperti itu." Donghae yang sepertinya terpengaruh oleh khayalannya sendiri tetap ngotot tidak mau tampil duo dengan Kyuhyun.
Kyuhyun menghela nafas frustasi. "Hyung..."
"Pokoknya aku tidak mau menyanyikan lagu nobody!"
TOWENG! Kyuhyun menatap syok kepada Donghae.
"Nobody? Siapa juga yang akan menyanyikan lagu itu, Kim Donghae?"
Mereka ternyata sudah di depan kelas Dongha. Donghae menatap tajam Kyuhyun.
"Pokoknya aku tidak mau menyanyikan lagu nobody dan berdandan perempuan!" Setelah mengatakan itu Donghae masuk ke kelasnya meninggalkan Kyuhyun yang menatap frustasi Hyungnya itu.
"Dia yang berkhayal dia yang sewot!"
.
.
"Membuat boyband?"
Eunhyuk mengangguk. "Ne Minnie. Kita berlima bentuk boyband saja."
"Kenapa kita tidak membuat band saja, tampil dengan alat musik?"
Eunhyuk menggeleng. "Boyband akan lebih menarik perhatian, Bummie."
Kibum mengangkat kedua pundaknya. "Terserah kalian sajalah."
"Tapi Bummie akan ikut sertakan kalau kita bentuk boyband?"
Kibum membuka buku yang tadi dia bawa. Sepertinya dia lebih tertarik membaca daripada ikut terlibat dalam pembicaraan ini."Ne, Wookie. Kalian atur - atur saja."
Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook saling bertukar tatapan dengan isi tatapan kurang lebih seperti ini; 'Kadang Bummie itu terlihat seperti seme dari pada uke!'
"Henly kenapa belum datang?"
Hari ini mereka sengaja tidak ke kantin saat beristirahat dan memutuskan untuk berkumpul di kelas Ryeowook dan Sungmin untuk membicarakan tentang pekan seni sekolah.
"Entahlah, Wookie. Tadi aku sudah mengirim pesan ke Henly kok."
Sementara itu Henry yang baru saja selesai membantu temannya menjelaskan ulang pelajaran kepada temannya yang kesulitan menatap pesan yang Eunhyuk kirim.
'Aku akan segera kesana, Hyukkie. Barusan ada urusan dulu di kelas.'
Pesan itupun terkirim dan Henry bergegas meninggalkan kelas, tapi tubuhnya mendadak membeku saat dia sampai di pintu kelas. Donghae ternyata sudah menunggunya disana, bersandar di salah satu pilar di koridor.
Donghae menyeringai saat melihat Henry. "Hai chagiya, kenapa lama sekali baru muncul?"
"Sunbae sedang apa disini?" Suara Henry terdengar ketakutan.
"Chagiya berhentilah memanggiku Sunbae, panggil aku Hyung. Atau panggil aku Gege. Chagiya dari China kan?"
Henry perlahan mundur selangkah, tapi Donghae lebih cepat bergerak, ditariknya tangan Henry dan di dorongnya Henry ke tembok. Kedua tangannya diletakan di kanan kiri Henry.
"Henly-ah, kenapa terlihat ketakutan begitu?"
"Sunbae mau apa?"
Donghae terkekeh pelan. Melihat Henry yang ketakutan dari dekat menjadi hiburan sendiri baginya.
"Untunglah kamu tidak lebih tinggi dariku, Chagi."
Henry menatap bingung, tapi dia ingat ini bukan waktunya untuk bingung. Dia melirik kesekitar, berharap salah satu temannya di DC! datang dan menolongnya.
"Hae-ah, berhentilah mengganggunya!"
DEG! Terdengar gerutuan tidak jelas dari Donghae saat mendengar suara itu.
"Yesung Ge!" Henry berseru senang saat melihat sosok namja yang dia kenal.
"Hae Baby, kenapa suka sekali menjahili orang sih?"
JEDER! Donghae menatap horor ke arah Yesung. Dipanggil baby oleh namja yang tidak jelas asal - usulnya didepan uke yang akan ditaklukan benar - benar menghantam harga dirinya.
Donghae akhirnya melepaskan Henry dan menatap tajam Yesung yang sedang tersenyum malaikat. Henry yang tidak mengerti segera menghampiri Yesung.
"Gege, gomawa. Tapi aku harus segera menemui teman - temanku."
Yesung mengangguk sambil tetap tersenyum malaikat, namun senyum itu berubah seringai saat Henry sudah pergi.
"Baby, kenapa kamu nakal sekali. Mau coba - coba jadi seme ya?"
"Aku ini memang seme, Kim Yesung!"
Yesung tertawa mendengarnya, dan berjalan mendekati Donghae. Donghae bisa merasakan aura dingin yang menyergapnya. Aura yang selalu dia rasakan setiap kali bertemu Yesung.
"Apa buktinya kalau kamu seme, baby?"
"Aiish! Berhenti memanggilku baby!"
Donghae sepertinya sudah mulai emosi, apalagi Yesung terlihat tidak menggubris kemarahannya. Tiba - tiba sebuah ide muncul di benak Donghae.
"Kita buktikan lewat pekan seni kali ini."
Yesung kembali menyeringai. "Mengajakku mengadu di acara PenSi, eoh? Menarik!"
Donghae menatap tajam ke arah Yesung. Dia bisa rasakan jantungnya berdetak lebih cepat tapi dia mencoba untuk tetap terlihat dingin.
"Aku dan Kyuhyun akan ikut serta diacara itu dan kamu akan lihat bahwa kami ini memang seme! Akan aku buat semua uke terpesona dengan penampilan kami. "
Lagi - lagi Yesung tertawa. "Aku punya ide, Hae baby. Bagaimana kalau kalian berdua menyanyikan lagu girlband dan menggunakan dress diatas panggung?"
PRANK! Bayangan tadi pagi datang lagi dibenak Donghae. Donghae menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan bayangan aneh tentang dirinya dengan mini dress. Dia tidak habis fikir kenapa Yesung bisa tahu apa yang sempat dia khayalkan tadi pagi. Yesung benar - benar menyeramkan!
"Aku yakin kalian berdua akan terlihat cantik..."
"Ya Kim Yesung! Aku dan Kyuhyun itu tampan! Kami ini seme! Kami ini..."
CUP! Sebuah kecupan mendarat di hidung Donghae. Kecupan singkat namun sukses membuat kedua mata Donghae terbuka lebar.
Hening. Sangat Hening. Ternyata beberapa murid yang sedang ada di koridor itu pun terlalu speechless dengan kejadian barusan.
"Ka-kamu!" Donghae menunjuk tepat di depan wajah Yesung. "APA YANG KAMU LAKUKAN KIM YESUNG?"
"Mencium hidungmu."
BRAK! Jawaban santai Yesung membuat Donghae benar - benar kehabisan kata - kata.
"Habisnya kamu cerewet sih, baby!"
Rasanya sudah ada jutaan kata makian dalam otak Donghae yang ingin dia katakan pada namja berkepala besar di depannya itu. Tapi dia ternyata hanya mampu membeku.
"Aku pergi dulu ya, baby." Yesung membalikan badannya dan berjalan dengan santai. Tidak dipedulikan tatapan aneh orang - orang disekitarnya. Beberapa seme berbisik - bisik karena melihat wajah dan penampilan Yesung yang begitu manis, tapi mereka tidak berani mendekat karena seringai sedang terpasang di wajahnya.
"Donghae Sunbae, namja barusan itu siapa?" Seorang namja yang sepertinya adik kelas Donghae memberanikan mendekati Donghae. Donghae tidak menoleh, tapi terdengar bisikan dari mulutnya. Bisikan yang dapat di dengar jelas karena koridor itu tetap hening.
"Dia itu Kim Yesung! Manusia setengah iblis! Dia itu lebih menyeramkan dari Kyuhyun!"
.
.
Yesung berjalan santai menyusuri koridor yang sepi karena memang sekolah sudah bubar sejak tadi. Seperti biasa, hanya ada murid anggota Klub yang ada di Sekolah. Seringai terpampang jelas di wajahnya.
"Satu lagi sudah mulai masuk ke dalam perangkapku." Suara itu hanya sebuah bisikan tapi penuh dengan makna. "Ternyata ini lebih mudah dari yang aku kira."
FLASHBACK ON
Ruang Club Music sudah mulai sepi sejak 15 menit lalu. Kegiatan ekskul musik memang sudah selesai tapi seorang namja mungil masih terlihat asyik dengan piano di depannya. Jari - jarinya menari lincah diatas tuts piano, tak lama suaranya pun terdengar. Suaranya begitu indah, apalagi dia menyanyikan lagu yang tidak kalah indah; Someday.
Namja mungil bernama Ryeowook itu tetap asyik bernyanyi sampai akhirnya ketika sebuah suara terdengar. Suara itu menyanyikan bagian reff.
"Eonje ganeun uri dashi manari... Eodiro kaneunji amudo moreujiman..."
Ryeowook menoleh. Suara itu terdengar indah ditelinganya. Dia terpesona, bukan hanya karena suara emas namja itu tapi juga karena namja itu sangat tampan walau dia memakai kacamata. Ryeowook menghentikan permainan pianonya, tapi namja itu tetap melanjutkan bagian reffnya.
"Eonje ganeun uri dashi manari... he-ojin moseub idaero..."
Namja itu tersenyum. "Kenapa permainan pianonya dihentikan? Apa aku mengganggumu?"
"Ti-tidak Sunbae. Hanya saja... Suara Sunbae sangat bangus."
"Suaramu juga bagus." Namja itu mendekati Ryeowook dan duduk di sebelah Ryeowook. Senyum manis terpasang di wajahnya. "Jonen Kim Yesung imnida. Aku anak kelas 3, kamu bisa memanggilku Hyung. Namamu Kim Ryeowookkan?"
Ryeowook mengangguk kaku. Menatap Yesung dari jarak dekat membuatnya lupa akan salah satu peraturan DC! yaitu; DILARANG MERASA TERPESONA!
"Kenapa Hyung bisa tahu namaku? Oh iya, panggil aku Wookie saja, Hyung."
"Siapa yang tidak kenal seorang Kim Ryeowook saat ini, Wookie." Jawaban Yesung sukses membuat semburat pink tipis muncul di pipi Ryeowook. "Aku harap aku tidak mengganggumu. Tadi aku tidak sengaja lewat dan mendengar ada yang bernyanyi, makanya aku datang kesini. Suara mu benar – benar bagus, Wookie."
"Suara Hyung lebih bagus kok." Ryeowook tersenyum, mencoba menyembunyikan detak jantung dan rona pipinya. "Mmmmm, mau melanjutkan lagunya tidak Hyung?"
Yesung menangguk. Ryeowook pun kembali memainkan pianonya.
"jeormeun naren jeormeum-eul ijeott-go... saranghal ttaen sarangi heunhae-man boyeottne..."
"hajiman ije saenggakhae boni... urin jeorm-go seoro sarangeul haettguna"
Kedua suara emas itupun terdengar dari Ruang Club Music.
FLASHBACK END
Yesung tetap melangkah dengan santai melewati koridor yang sepi. Seringai masih setia diwajahnya apalagi saat mengingat semburat pink diwajah Ryeowook. Dia berhenti saat melewati toilet namja dan masuk kedalamnya. Ditatap tampilan dirinya disebuah kaca besar. Rambut lurus rapi, kaca mata, dan jas seragam yang tekancing rapi.
"Kamu memang tampan, Kim Yesung." Ternyata bukan hanya Kyuhyun dan Donghae yang memiliki sifat narsis, tapi Yesung juga begitu. "Tidak peduli seperti apa tampilanmu seorang Kim Yesung akan tetap terlihat tampan."
Yesung keluar dari toilet dan kembali melanjutkan langkahnya. Tujuannya satu; Ruang Club Dance.
- Ruang Club Dance
Seperti Club Music, Club dance sebenarnya sudah bubar sejak beberapa waktu lalu, tapi di ruangan ini ternyata masih ada beberapa orang yang berkumpul. Terlihat beberapa uke yang menatap sebal ke arah seorang namja yang sepertinya belum lelah berlatih. Namja itu masih semangat meliukan badannya mengikuti irama musik.
"Isssh! Sok sexy banget sih dia padahal badannya kerempeng begitu!"
Namja yang masih semangat ngedance itu bisa mendengar dengan jelas bisik – bisik tidak suka karena kehadirannya, dan itu malah membuat dia semakin bersemangat. Kaos V-neck yan dia pakai sudah melekat di badannya karena keringat membuat beberapa seme mulai mengalami gejala mimisan.
"Woaaah... dia sexy sekali!"
Kyuhyun yang sedang fokus menatap Eunhyuk meoleh ke arah suara. "Aiish Hae Hyung, kenapa kesini sih?"
Donghae nyengir tanpa dosa. "Aku dengar ada hal baru yang menarik di Club ini, makanya aku kesini. Dan ternyata benar."
Kyuhyun mendengus pelan. Kehadiran Eunhyuk di Club dance hari ini memang langsung menyita banyak perhatian. "Dia milikku, Hyung!"
"Silahkan berharap, Evil! Tapi akhirnya dia akan jadi milikku." Donghae menatap kesekeliling. Dia dapat melihat beberapa seme yang bukan dari Club dance ada di disini, menatap Eunhyuk dengan tatapan mesum.
"Ku dengar Kibum bergabung di Club basket ya, Hyung."
Donghae pura – pura tidak mendengar. Moodnya mendadak buruk saat mendengar nama itu. Kyuhyun pun mengeluarkan seringainya. "Dia lebih tinggi darimu ya, Hyung?"
KREK! Donghae menatap Kyuhyun tajam tapi sang evil tidak merasa takut sama sekali.
"HUAHAAAHAAAA... Sudah aku duga!"
"Aishh diamlah, Evil! Tinggi aku dan Kibum hampir sama!"
"Tapi tetap lebih tinggi dia kan walau sedikit. HUAHAAHAAHAHAA!"
Demi apapun rasanya Donghae ingin menjejalkan kaos kakinya ke mulut Kyuhyun, tapi dibatalkan niatnya saat namja manis yang sedang jadi pusat perhatian menghampiri mereka berdua.
"Kyuhyun-ssi sepertinya sedang senang."
Suara itu menghentikan aktifitas 'tertawa setan' yang sedang Kyuhyun lakukan. Eunhyuk berada tepat di depan mereka. Kaos putih yang hampir transparan, keringat yang membasahi wajah dan badannya, pipi yang memerah karena kecapean, dan bibir itu... benar – benar menggoda.
"Eh kenapa kalian berdua jadi diam begini?"
Kyuhyun tersadar dari keterkejutannya, dan PLAK! Dipukulnya pundak Donghae dengan sepenuh hati.
"Hentikan Imajinasimu itu, Hae Hyung! Aku tahu Hyung mulai mengkhayalkan yang tidak – tidak!"
Donghae meringis pelan tapi kemudian cengiran khas ala Donghae muncul dibibirnya. Dia pun berdiri hingga kini dia dan Eunhyuk berdiri berhadapan.
"Hai, siapa namamu? Aku Donghae. Panggil aku Hyung, Ne?"
Eunhyuk tersenyum. Sebuah Gummy Smile yang sangat manis. "Ne, Hyung. Aku Lee Eunhyuk, panggil saja Hyukkie."
Donghae melihat sekelilingnya. Semua mata menatap ke arah mereka bertiga. "YA KALIAN! Kenapa belum bubar hah? Cepat Bubar!"
Terdengar suara – suara protes dari para seme dan uke tapi akhirnya mereka pun membubarkan diri.
"Hyukkie-ah, panggil aku Kyu, jangan pakai embel – embel ssi."
"Ne, Kyu!" Eunhyuk kembali tersenyum manis. Saat ini mereka duduk sambil berselonjor di lantai sambil bersandar di tembok dengan posisi Eunhyuk di tengah – tengah Donghae dan Kyuhyun.
"Sudah aku duga Kyunnie Baby masih ada disini."
HOROR! Suasana Club Dance mendadak horor saat suara itu terdengar.
"Jangan bilang itu suara dia, Hae Hyung." Suara Kyuhyun terdengar seperti bisikan tapi ternyata Donghae dapat mendengarnya.
"Itu memang dia, Kyu."
Eunhyuk yang tidak mengerti memilih diam, tapi dia dapat melihat seorang namja tampan sedang berdiri di pintu ruang Club Music. Perlahan namja itu melangkah masuk ke tengah ruangan lalu menyalakan MP4 nya. Setelah meletakan MP4 nya dilantai dia pun mulai menari tanpa membuka jas seragamnya. Tariannya agak aneh namun ketiga namja yang sedang berselonjoran dilantai itu tidak dapat berkedip melihat tubuh itu meliuk di depannya.
Eunhyuk tiba – tiba berdiri. "Woaah! Tarian apa itu, Sunbae?"
Namja tampan yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yesung menghentikan kegiatannya. "Ini namanya Octopus dance. Dance yang jadi maskot di Sekolahku dulu.
Tiba – tiba Yesung mengusap pipi Eunhyuk. "Kalau kamu mau aku bisa mengajarimu manis. Aku Kim Yesung, panggil saja aku Hyung."
Eunhyuk membeku. Tangan itu terasa sangat halus dipipinya. Eunhyukpun mengangguk kaku. "N-Ne, Hyung."
Yesung mematikan MP4 nya. "Aku harus pulang sekarang. Sampai bertemu nanti, Hyukkie."
Lagi – lagi Eunhyuk membeku, namun wajahnya mulai memanas. Yesung mengetahui namanya dan itu membuat pipinya mulai bersemu merah.
Yesung mengentikan langkahnya dan menatap Kyuhyun dan Donghae yang masih duduk berselonjor. "Aku harap my Duo baby tidak cemburu." Yesung mengedipkan matanya membuat Kyuhyun dan Donghae tidak mampu untuk meneriaki Yesung walau keduanya sangat ingin melakukannya.
Sementara itu Eunhyuk sepertinya tidak sadar dengan kejadian barusan. Pipinya masih bersemu merah mengingat tangan halus yang mengusap pipinya. Sepertinya anggota DC! pemilik Gummy smile ini juga lupa terhadap peraturan untuk tidak merasa terpesona.
.
.
Semua murid terlihat sangat bersemangat, hari ini pendaftaran untuk audisi Pekan Seni sekolah sudah dibuka. Ternyata banyak murid yang berminat untuk bisa tampil di acara ini, baik itu yeoja maupun namja termasuk duo Evil yang baru saja selesai mendaftar.
"Hyung, kita sudah mendaftar tapi belum tahu akan menampilkan apa. Aneh sekali!"
"Kan sudah aku bilang kita menampilkan sulap saja, Evil."
"Andweee!" potong Kyuhyun cepat. "Aku ingin tetap bernyanyi sambil ngedance, Hyung! Dan berhentilah membayangkan kita menyanyikan lagu Nobody dengan dress mini!"
"Aish kamu ini merepotkan, Evil. Ya sudah kita bernyanyi sambil ngedance. Ada ide lagu apa?"
Kyuhyun menyeringai. "Kita nyanyikan lagu Trouble Maker saja Hyung. Aku menyanyikan part Hyunseung, Hyung menyanyikan partnya Hyuna!"
PLAK! Sebuah buku pun mendarat di kepala Kyuhyun. Evil itu meringis sakit tapi tetap menyeringai.
"Jangan ngaco, Evil!"
Kyuhyun terkekeh pelan, kadang menggoda Donghae jadi hiburan tersendiri baginya. "Bagaimana kalau Bonamana dari super Junior, Hyung. Nanti kita ubah sedikit musiknya lalu kita buat dancenya ala Duo Evil."
Donghae terlihat berfikir. "Hmmm boleh juga. Ya sudah itu saja, Evil. Nanti pulang sekolah kita mulai berlatih di rumah."
Sementara di kelas Henry lima orang uke manis sedang berkumpul.
"Audisinya seminggu lagi ya? Waktunya singkat sekali tapi kita tidak boleh menyerah."
"Ne, Wookie benar! Kita harus lolos audisi." Sungmin terdengar bersemangat. Dia bahkan sudah mencatat semua konsep yang sudah didiskusikan tadi. Mereka akan tampil dengan format boyband dengan tema cute and fun. Tidak hanya satu lagu yang akan mereka nyanyikan tapi empat lagu dengan format medley.
"Lagu pertamanya dari grup Boyfriend yang judulnya Boyfriend. Eh judulnya sama ya dengan nama grupnya?" Sungmin mulai membacakan kembali hasil diskusi tadi. "Lagu keduanya Beautiful target dari B1A4, disambung dengan Chu dari F(x) dan penutupnya Haengbok happiness dari Super Junior."
"Apa kita harus menyelipkan lagu Chu? Itu kan lagu girlband!"
"Tenanglah Bummie. Kita kan akan aransemen ulang lagunya, lagipula Bummie kan kebagian ngerapp nya saja." Ryeowook mencoba menenangkan Kibum yang mulai uring – uringan. Ryeowook, Sungmin dan Eunhyuk kembali saling bertatapan dengan isi tatapan; 'Jangan – jangan Bummie itu sebenarnya memang seme?'
Henry sepertinya tidak peduli dengan adegan tatap – menatap diantara ketiga temannya. Dia terlalu sibuk menatap horor ke catatan Sungmin. Bernyanyi dan ngedance depan banyak orang menurutnya benar – benar menyeramkan, tapi bagaimanapun dia harus tetap mengikuti rencana keempat temannya.
Hari – hari menuju audisi terasa cepat, semua murid sepertinya begitu antusias dengan audisi sehingga tidak terasa sekarang sudah hari H- nya untuk audisi. Audisi dilakukan secara tertutup, hanya antara peserta dan juri saja. Ini dimaksudkan agar penampilan peserta tetap menjadi rahasia sampai PenSi nanti.
Donghae dan Kyuhyun terlihat sedang bersiap – siap. No peserta mereka adalah 7 dan sekarang sudah sampai peserta no 5.
"Hyung, aku merasa aneh akhir – akhir ini."
"Aneh kenapa, Kyu?" Donghae meregangkan kembali badannya yang terasa agak kaku karena gugup.
Kyuhyun melipat kedua tangannya diatas perut. "Sejak kejadian di Club Dance itu dia tidak jarang sekali terlihat."
"Maksudmu Kim Yesung?"
Kyuhyun mengangguk. Sejak kejadian di Club dance Yesung memang jarang muncul. Dia seringnya berdiam diri di kelas. Yesung pun selalu pulang cepat.
"Bukankah itu bagus, Evil? Mungkin Yesung sudah bosan mengganggu kita?"
Kyuhyun terlihat berfikir dan sedikit terlihat gelisah. "Aku justru merasa ada yang tidak beres dengan perubahanya itu Hyung."
"Membicarakan aku, Eoh?"
HAH! Baru saja Duo Evil membicarakannya dan sekarang Yesung sudah berada di belakang mereka. Duo Evil serempak berbalik dan Yesung menyambutnya dengan sebuah seringai.
"Merindukanku, Eoh?"
Duo Evil mendengus keras. Demi apapun rasanya mereka ingin melempar wajah Yesung dengan pot bunga. 'Eh tapi nanti wajah manisnya tergores.' Duo Evil mengkerutkan keningnya. Kenapa mereka harus merasa peduli dengan wajah Yesung?
"Benar – benar merindukanku ya sampai tidak bisa berkata apa – apa?"
"Siapa yang merindukanmu, Hyung! Jangan Ge-er!"
Yesung tertawa. "Merindukanku juga tidak apa – apa. Sudah bukan hal aneh untukku dirindukan orang lain."
Kyuhyun dan Donghae sweetdrop mendengarnya. Mereka tidak menyangka ada orang yang jauh lebih narsis dari mereka berdua.
"Apa yang Hyung lakukan disini sekarang?"
"Tentu saja untuk ikut audisi, Kyunnie."
"Sendirian saja?"
"Ne! Kenapa? Hae baby mau menemani?"
"JANGAN PANGGIL KAMI DENGAN PANGGILAN ANEH ITU!" Seru Duo Evil berbarengan disertai deathglare yang lagi – lagi tidak mempan bagi seorang Kim Yesung.
"Baiklah, aku harus pergi karena aku adalah peserta No. 6, sebentar lagi giliranku. Jangan rindukan aku lagi, Ne."
"TIDAK AKAN!" Lagi – lagi Duo Evil berseru berbarengan, sepertinya mereka sudah mulai darah tinggi karena Yesung. Yesung sendiri terlihat tidak peduli dan dengan langkah santainya menuju meja panitia.
Tanpa Yesung sadari tiga orang namja sedang meliriknya diam – diam. Mereka adalah Eunhyuk, Ryeowook, dan Henry yang memang merindukan Yesung karena namja itu akhir – akhir ini sering menghilang.
"Wookie-ah, apa masih lama kita tampil?" Ryeowook menoleh, menghentikan aktifitas 'melirik diam – diam Kim Yesung'.
"Ah itu... Masih Minnie. Kita tampil no 10, sekarang baru yang ke 5."
Sungmin mengangguk. Dia dan Kibum sepertinya belum menyadari keanehan ketiga temannya. Ryeowook, Eunhyuk, dan Henry memang tidak pernah menceritakan tentang Yesung. Mereka menyimpan cerita soal Yesung menjadi rahasia masing – masing.
Audisi berjalan ketat. Juri terdiri dari 4 orang. Dua orang dari pihak sekolah dan dua lagi merupakan juri tamu.
Dua hari kemudian pengumuman peserta yang lolos pun diumumakan di Mading Sekolah. Dari 25 nomor peserta hanya 10 yang kini terpampang disana.
"Sudah aku duga DC! akan masuk." Senyum puas terlihat di wajah Ryeowook, DC! lolos audisi. "Kedua target pun ternyata lolos ya?" Seringai muncul diwajah manisnya saat melihat nama Duo Evil (Kim Kyuhyun dan Kim Donghae) tertulis juga disana. Tapi kemudian seringai Ryeowook menghilang dan berganti senyum simpul saat melihat nama yang tertulis di sana, dii urutan No 10 yang nantinya akan jadi penutup acara.
"Kim Yesung."
.
.
Acara PenSi sudah dimulai, tapi sepertinya perhatian justru terpusat ke dua titik. Titik pertama adalah lima orang namja yang berdiri tidak jauh dari panggung. Kelima namja itu adalah Dangereux Cutties!. Acara PenSi memberikan kelonggaran untuk para pengisi acara untuk memakai pakaian bebas, dan lihatlah bagaiman penampilan DC! sekarang. Mereka menggunakan kaos berwarna cerah dengan gambar Scoopy. Hanya kibum yang memakai warna hitam, tapi tetap ada gambar Scoopy di kaosnya.
"Minnie-ah, apa penampilanku sudah oke?" Eunhyuk memiringkan kepalanya sambil membetulkan letak topi bonekanya yang berbentuk monyet membuat para penggemarnya menahan nafas.
"Sudah, Hyukkie. Kalau aku sendiri cocok tidak pakai ini?"
Eunhyuk mengangguk. Bando telinga kelinci itu benar – benar cocok untuk Sungmin. Ryeowook terlihat masih sibuk memasangkan topi rajut diatas kepala Henry, dia sendiri memakai topi boneka berbentuk kura – kura diatas kepalanya. Hanya Kibum yang tidak memakai aksesoris seperti itu. Mungkin teman – temannya benar, jangan – jangan Kibum itu memang seme.
Sementara para seme fokus melihat ke arah lima uke yang terlampau imut itu, para uke justru fokus ke titik yang satunya lagi. Ke tempat dimana duo evil berdiri.
"Hyung, kita sudah jadi pusat perhatian! Aku yakin kita sudah sekeren para personil Backstreet boys."
"Siapa backstreet boys itu, Kyu?"
Kyuhyun sweetdrop mendengarnya. Bagaiamana mungkin Donghae tidak tahu salah satu Boyband paling terkenal di dunia itu.
"Aku ralat saja, Hyung. Aku yakin kita berdua sudah sekeren para personil Super Junior!"
"Owh, pastinya!" Donghae memasang senyum ala ikannya yang sukses membuat para uke seperti mendapat sengatan listrik. Style mereka sebenarnya simple saja, tapi tetap terlihat begitu keren. Kyuhyun memakai kaos putih polos dan celana jeans berwarna biru dengan jaket jeans yang serasi dengan warna celananya. Rambutnya dibiarkan agak acak – acakan yang membuat dia justru terlihat semakin tampan. Sementara Donghae mengggunakan kemeja panjang biru kotak – kotak yang lengannya dia gulung sedikit, dia juga memakai sebuah kacamata gaya.
"Hyung, aku tidak melihat Yesung Hyung. Bukankah dia akan tampil setelah kita?" Kyuhyun yang merasa bahwa ketidakmunculan Yesung adalah sebuah keanehan mencoba membagi keresahan hatinya dengan Donghae.
"Entahlah, Kyu. Mungkin dia sedang bersiap – siap," jawab Donghae setenang mungkin walau diapun merasa aneh.
Acara berlangsung seru. Semua pengisi acara menampilkan penampilan terbaiknya, mulai dari penampilan solo, girlband ala murid yeoja sampai sulap. Tapi dari semua itu tentu saja dua penampilan yang paling ditunggu yaitu penampilan no 8 dan 9. Penampilan dari DC! dan Duo Evil.
"MANISNYAAAAAAAAAAAAAAAA!" Terdengar teriakan para seme ketika DC! akhirnya naik ke atas panggung. Dan suasana semakin riuh ketika para uke imut itu sudah beraksi. Para seme bergerak mendekati panggung. Sementara itu di belakang panggung para yeoja yang baru saja menampilkan penambilan ala girlband tertunduk lesu.
"Kita sudah berdandan habis – habisan, tapi kenapa tadi sambutannya tidak seheboh ini."
"Mungkin kita harus pindah sekolah. Tapi sebelumnya kita harus memastikan kalau jumlahl namja straight di sekolah itu lebih banyak dibandingkan seme."
Baiklah. Kita abaikan para yeoja yang sedang nelangsa ini dan kembali ke panggung.
"Noongamgo geudael geuryuhyo mamsok geudael chajajjyo nareul balkhyuhjooneun bichi boyuh...Yuhngwuhnhan haengbogeul nohchil soon uhbjyo geudae na boinayo nareul boolluhjwuhyo... Uhnjerado geudae maeumeul yuhruh boayo apen naega issuhyo.. Nareul boolluhjwuhyo geudae gyuhte... Isseulgguhya nuhreul saranghae...Hamkkehaeyo geudaewa yuhngwuhnhee"
DC! pun menutup penampilan mereka dengan pose paling imut, tidak lupa dengan gaya dan wajah aegyo mereka. Kecuali kim kibum pastinya yang memang sedang diragukan ke'uke'annya. Yang pasti para seme terdengar semakin histeris melihat semua itu.
Setelah membungkukan badan secara bersama'an kelima uke ini pun turun diiringi tatapan mupeng para seme.
Setelah para seme yang dimanjakan oleh DC! sekarang giliran para uke yang mendekat ke arah panggung. Duo Evil akan tampil!
Kyuhyun dan Donghae sudah berada di atas panggung memasang senyum mereka yang mampu membuat uke didepan mereka kehabisan nafas. Lagi – lagi terlihat sekumpulan yeoja yang terlihat nelangsa.
"Aku tidak habis fikir kenapa dua namja paling tampan di Sekolah ini justru tidak tertarik kepada yeoja."
"Kamu benar. Aku jadi ingin operasi kelamin dan berubah jadi uke."
Sekali lagi mari kita abaikan para yeoja dan kembali ke panggung.
Suara teriakan terdengar dari para uke saat musik akhirnya mengalun dan Duo Evil memulai aksinya. Tidak bisa dipungkiri mereka terlihat keren membawakan bonamana dengan gaya dan dance mereka sendiri.
"KYAAAAAAAAAAA! Kereeeeeeeeeeeeeen!"
Suasana semakin heboh saat tiba – tiba Donghae melemparkan sekuntum mawar merah ke arah penonton. Tidak lama musik pun berhenti yang ditutup dengan gaya paling keren dari Duo Evil.
"lagi! Lagi! Lagi!" terdengar suara protes dari para uke saat Donghae dan Kyuhyun turun dari panggung. Sang pembawa acara yang merupakan penyiar radio pun segera menenangkan keadaaan.
"Wow panas sekali disini. Sepertinya kalian benar – benar menikmati penampilan barusan, Ne?"
"NEEEEEEEEEEEEEEEE!"
"Tapi sayangnya setiap peserta hanya boleh tampil sekali..."
Terdengar seruan kecewa dari para uke.
Sang MC tersenyum. "Baiklah! Sekarang kita akan lanjutkan ke penampilan berikutnya yang merupakan penampilan terakhir. Kita sambut Kim Yesuuuuung!"
MC itu pun turun menepi ke ujung panggung, tidak ada sambutan seheboh saat DC! dan Duo Evil yang naik panggung, hanya tepuk tangan biasa. Tapi kemudian suasana berubah hening saat Yesung akhirnya naik kepanggung. Namun keheningan itupun hanya sebentar karena kemudian...
"KYAAAAAAAAAAAAA! Keren sekaliiiiiiiiiiiii!" Terdengar teriakan dari para yeoja maupun uke begitu melihat sosok di atas panggung.
Penampilan Kim Yesung benar – benar berbeda, sudah tidak ada lagi Yesung dengan rambut lurus rapi, kacamata dan seragam yang rapi. Yesung merubah penampilannya! Rambut lurus hitamnya sudah disasak jadi berkesan acak – acakan tapi keren, rambut itu berganti warna menjadi cokelat kemerahan. Tidak ada lagi kacamata sehingga tatapan matanya yang tajam namun lembut terlihat jelas. Dan pakaian yang dia gunakan benar – benar keren. Yesung Bergaya ala Rocker dengan kaos dan celana hitam pas body dilengkapi dengan jaket kulit berwarna merah.
"Selamat sore semua. Aku Kim Yesung dari kelas III-C."
"SOREEEEEEEEEEEEEEE!"
Musik pun berbunyi, ternyata Yesung membawakan lagu dari band Trax; Are You Ready!
"Ibwa non bbonhan mamurirul kurigo itchana..." Yesung sudah memulai aksinya. Suaranya yang begitu indah itu terdengar jadi semakin spesial saat membawakan music rock. Suasana semakin riuh, karena ternyata bukan cuman yeoja dan para uke yang tertarik dengan penampilan Yesung. Para seme dan namja straight pun menikmati lagu yang Yesung bawakan.
"Are you Ready? Are you Ready?" Serempak para murid ikut bersorak.
"Nal we kamanduji ana na jom neboryo dwoyo Ijenun chega alaso he..." Suara Yesung terdengar semakin kuat saat memasuki reff.
"Are you ready? Are you ready?" Lagi – lagi para murid ikut bersorak.
"Ijen ne sesangiya jichan ne nalgerul pyol chyo Are you Ready?..."
Yesung terus beraksi membuat suasana semakin riuh. Dan Yesung berhasil menyempurnakan penampilannya dengan teriakan panjangnya yang indah namun terdengar kuat diakhir lagu.
"Ijen ne sesangiya hwemangeui nalgerul pyolchyo... Sojunghan noeui gumsogeh Fly Awaaaaaaaaaaaaay!"
"HUAAAAAAH! KIM YESUNG! KIM YESUNG! KIM YESUNG!" Para murid terus menyebut namanya saat lagu itu benar – benar selesai. Dan lihatlah, seringai tercipta jelas diwajahnya yang masih berdiri diatas panggung.
"Di-dia itu benar – benar Kim Yesung, Hyung?" Kyuhyun menatap tidak percaya sosok yang sedang berdiri diatas panggung.
Donghae mengangguk ragu. "Aku rasa hanya ada satu nama Kim Yesung di sekolah ini, Kyu!"
Sementara Kyuhyun dan Donghae masih merasa bingung, Ryeowook, Henry dan Eunyuk justru merasa kekaguman mereka mencapai ubun – ubun. Tidak ada yang berbicara, ketiganya terlalu terpesona dengan penampilan yesung yang berbeda dengan saat mereka bertemu sebelumnya.
"Bummi-ah." Kibum dapat merasakan pinggangnya di senggol seseorang. Dia menoleh dan melihat wajah Sungmin yang hampir pucat. "Kita ternyata satu sekolah lagi dengannya, Bummie. Dia ada disini."
Kibum menganguk. Walau wajahnya tidak memucat seperti Sungmin tapi ekspresi mukanya penuh keterkejutan. "Ne, Minnie. Sang Penakluk ternyata ada disini."
TBC
Kepanjangan? Author lagi pengen bikin yang panjang – panjang soalnya XD... Masih ada yang bertanya – tanya tentang pairingnya? Author kasih bocoran ya, ini akan jadi CRACK PAIRING! BENAR BENAR CRACK PAIRING #SMIRK!#,, Masih adakah yang tertarik dengan kelanjutan ceritanya? Kalau ada RnR please... Untk semua yang udah mau ngasih saran, kritik, plus review di chapter sebelumnya, Author Cuman bisa bilang : !
