And the Real Seme is
Chapter 5 – Let's Make 'Koalisi'
A fanfic by SashaCloudie
Cast :
Yesung (Super Junior)
Donghae (Super Junior)
Kyuhyun (Super Junior)
And the "DANGEREUX CUTTIES!" :
Ryeowook (Super Junior)
Henry (Super Junior)
Sungmin (Super Junior)
Eunhyuk (Super Junior)
Kibum (Super Junior)
Warning :
It's Shonen-ai. It's the first time i try to make humor Fanfic so maybe it's NOT FUNNY, Sometimes OOC, many OC, and maybe it will be UNOFFICIAL PAIRING
Desclaimer :
They are belong to themselves except KIM YESUNG. He's Mine.
.
.
"Kyu..."
Kyuhyun mencari arah suara, tapi tidak ada siapa - siapa.
"Kyu, kamu terlihat cantik."
Kyuhyun kembali mencari asal suara, tapi tetap tidak ada siapa - siapa di ruangan ini.
Kyuhyun melangkah ke luar, ternyata pintu itu terhubung ke ruangan yang lebih besar.
"Kyu, kamu terlihat sexy."
Kyuhyun merasa mengenal suara itu.
"Kyu..."
"Ya! Siapa kamu? Tunjukan dirimu!"
Kyuhyun akhirnya berteriak. Dia terus melangkah menyusuri ruangan itu, namun langkahnya terhenti di depan sebuah cermin yang sangat besar.
"Itu... Apa itu?!"
Kyuhyun melihat tampilan dirinya di cermin besar itu, dan dia merasa sangat syok. Kyuhyun ternyata memakai dress ala personil Wonder girl di MV Nobody. Sebuah wig bergaya ratu victory terpasang di kepalanya. Sapuan make up membuatnya terlihat cantik, ditambah sebuah high heel menyempurnakan kecantikannya.
"Huaaaah! Apa - apa'an ini?"
"Kyunnie baby berisik!"
Kyuhyun menoleh dan Yesung berada tidak jauh darinya.
"Sejak kapan kamu ada disitu, Hyung?"
Yesung tidak menjawab tapi perlahan mendekati Kyuhyun yang tiba - tiba tidak bisa bergerak.
"Sudah aku bilang Kyunnie baby memang cantik."
Gaya bicara Yesung begitu seduktive membuat bulu kuduk Kyuhyun meremang, tapi dia tetep tidak bisa bergerak.
CUP! Yesung menempelkan bibirnya ke bibir Kyuhyun membuat namja evil ini mulai panik, apalagi saat dia menyadari satu hal; Kenapa Yesung lebih tinggi dari dia?
Yesung mulai melumat bibir Kyuhyun. Namja evil itu tetap tidak bisa bergerak. Nafasnya semakin sesak karena Yesung tidak memberi kesempatan untuknya bernafas. Muka Kyuhyun mulai memucat tapi Yesung tetap tidak berhenti! Lalu...
KRIIIIIING!
BRUG!
"Aw!" Seorang namja evil dengan piyama biru terjatuh dari tempat tidur. Diusap bokongnya yang sakit, lalu diedarkan pandangannya ke seantero kamar.
"Ternyata mimpi... Fuiih! Syukurlah!" Namja evil bernama Kyuhyun itu pun segera bangkit lalu menuju kamar mandi yang berada di kamarnya. Bulu kuduknya meremang saat mengingat mimpi barusan. "Hari ini pasti akan jadi hari yang berat!"
.
.
Kim Yesung sudah kembali ke style sebelumnya; seragam rapi, kacamata, dan juga rambut lurus rapi. Hanya rambutnya tidak lagi hitam melainkan masih cokelat kemerahan. Tapi walau begitu, pagi ini dia tetap menjadi pusat perhatian seantero sekolah. Sepanjang koridor yang dia lewati hampir semua orang menatapnya dan berbisik membicarkannya.
"Yesung-ssi." Seorang yeoja yang ternyata Jessica menghampirinya. Ditangannya ada sebuah kado berukuran mini yang dibungkus kertas kado berwana merah, disodorkan kado itu ke Yesung. "Ini... Untukmu."
Yesung meraih kado itu dan memberikan senyum malaikatnya membuat Jessica lemas di tempat. "Gomawo..."
Terlihat tatapan tidak suka dari beberapa yeoja dan uke disana terhadap Jessica.
"Aku Jessica, Yesung-ssi bisa memanggilku Jess." Jessica mulai memasang senyum genitnya, membuat semakin banyak mata yang menatapnya kesal.
"Panggil aku Yesung saja, Jess." Lagi - lagi senyum malaikat terpasang di wajah Yesung, dan lagi - lagi Jessica merasa kakinya melemas.
"Aku permisi dulu ya, Jess."
Jessica mengangguk kaku. Yesung kembali menyusuri koridor dengan santai. Senyum malaikat terus terpasang di wajahnya. Lalu senyum itu menghilang dan berganti seringai saat melihat Henry.
"Henry!" Henry menoleh dan pipinya bersemu merah saat melihat siapa yang memanggilnya.
"Untukmu." Yesung menyodorkan kado yang dia dapatkan dari Jessica ke Henry.
"U-untuku, Ge?" Yesung mengangguk. Walau ragu diterimanya kado itu.
"Jangan mencoba merayunya, Hyung."
Yesung dan Henry menoleh.
"Bummie?" Kibum mengambil kado dari tangan Henry lalu melempar - lempar kado itu ke udara. "Bummia-ah, itu punyaku."
Kibum menggeleng. "Sebaiknya kamu kembali ke kelasmu, Henly. Ini untuk kebaikanmu."
Henry menatap Kibum dan Yesung bergantian. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
"Kim Kibum." Yesung berjalan mendekati Kibum. "Itu caramu menyambut mantan namjachingumu, eoh?"
Hening. Bahkan angin saja sepertinya terlalu syok mendengar kata - kata Yesung. Kibum mencoba menatap tajam mata Yesung, tapi kemudian dia mendengus pelan. Tatapan Yesung selalu berhasil mengalahkannya.
Keheninganpun pecah saat mulai terdengar bisikan - bisikan di koridor.
Seorang yeoja manis akhirnya memberanikan diri menghampiri mereka.
"Permisi Yesung-ssi. Kalau Kibum-ssi mantan namjachingumu, berarti..."
"Aku seme!" Yesung menjawab cepat sebelum yeoja itu menyelesaikan kata - katanya. Wajah yeoja itu mendadak pucat. Dia berbalik pergi, tapi baru beberapa langkah...
BRUG! Yeoja itu pingsan! Yeoja itu segera dilarikan ke UKS, tapi Yesung dan Kibum tetap berada di posisinya.
"Kemarin kamu terlihat manis, Bummie."
Setelah mengatakan itu Yesung mengambil kado ditangan Kibum dan kembali menyerahkannya ke Henry disertai sebuah kedipan mata.
KRIK KRIK
Hanya suara jangkrik yang mengiringi kepergian Yesung hingga namja berkepala besar itu menghilang di belokan koridor.
"Dia seme?" Seorang yeoja berambut merah memecah kesunyian. Beberapa yeoja bertatapan horor, wajah mereka mendadak pucat membuat para namja straight sudah siap sedia di dekat mereka berjaga – jaga kalau para yeoja pingsan masal.
"Huaaaah! Aku mau pindah sekolah saja!"
"Aku jugaaaaa!"
Teriakan histeris pun terdengar sahut menyahut dari para yeoja.
Berbeda dengan para yeoja yang sedang meratapi nasib karena satu lagi namja keren di sekolah mereka ternyata seme, para uke justru sedang melakukan suffle dance di lapang sekolah menyambut kehadiran seme baru di sekolah mereka. Sebenarnya tujuan mereka ke sekolah itu apa sih?
"Bummie..."
"Kalau kamu ingin menanyakan apa aku memang mantan namjachingu Yesung Hyung, aku jawab IYA!"
"Kapan?"
"Waktu SMP," jawab Kibum cepat. "Aku tidak mau mendengar pertanyaan lain, Henly."
Henry terdiam. Rasanya dia ingin ikut melakukan suffle dance bersama para uke. Bukan karena dia merasa senang tapi karena merasa terlalu syok.
"Berhati - hatilah pada seseorang bernama Kim Yesung, Henly."
Henry belum sempat bertanya apa maksud Kibum tapi Kibum sudah berjalan menuju kelasnya.
Henry menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Soal matematika sepertinya lebih mudah difikirkan daripada hal seperti ini."
.
.
Kibum dapat merasakan semua tatapan tertuju padanya, khususnya tatapan dari Eunhyuk.
"Aku tidak akan mengatakan apapun lagi, Hyukkie."
Eunhyuk mendesah kecewa, mengajak berbicara pangeran es memang membutuhkan kesabaran ekstra.
Jam belajar sudah berlangsung sejak setengah jam lalu, tapi para guru mendadak rapat.
"Aku akan bertanya ke Minnie saja kalau Bummie tetap tidak mau bicara."
Kibum menunjukan killer smilenya. "Jangan berharap dia akan mengatakan sesuatu tentang ini."
Benar yang dikatakan Kibum, Sungmin pun memilih diam. Ryeowook sudah mengeluarkan beribu cara untuk merayu Sungmin tapi Sungmin hanya menggelengkan kepalanya.
"Jangan pasang puppy eyes seperti itu, Wookie. Aku tidak akan bercerita."
"Minnie..."
"Apa kamu tega kalau aku dikutuk menjadi patung es oleh pangeran es, Wookie?"
Ryeowook menyerah. Kalau Sungmin sudah seperti ini, dia tidak bisa apa - apa lagi.
Sementara itu di depan ruang Osis, Donghae menatap horor mading sekolah.
Trending Topic For Today
1. Kim Yesung Rock the school!
2. Kim Yesung adalah Seme!
3. Kim Yesung mantan namjachingu Kim Kibum!
4. Shuffle dance para uke untuk Kim Yesung!
5. Pingsan masal yeoja penggemar Kim Yesung!
"Apa ini? Semuanya tentang namja aneh itu?" Donghae mengucek matanya, memastikan dia tidak salah lihat. "Kenapa Bonamana Duo Evil tidak masuk ke Trending Topik?"
Donghae mengacak - acak rambutnya frustasi. Dia pernah menjadi yang paling popular di sekolah tapi tidak sampai membuat para yeoja pingsan dan uke melakukan suffle dance.
"Aaaaaa! Siapa sebenarnya makhluk bernama Kim Yesung itu? Jangan - jangan dia..."
~Donghae's imagination~
Seorang namja tampan terlihat berdiri di kegelapan malam di sebuah taman. Hari sudah sangat malam, keadaan kota sudah sangat sepi. Tapi namja itu tetap berada disana dengan jubah hitam panjangnya.
Sementara itu di dekat taman seorang namja lain sedang berjalan terburu - buru. Diliriknya jam tangannya berkali - kali. Dia benar – benar pulang telat. Saat melewati taman dia tertegun melihat namja berjubah hitam berdiri disana. Dia mengenali namja itu.
"Kim Yesung?"
Namja berjubah hitam itu menoleh, seringai muncul diwajahnya.
"Donghae... Tepat sekali kamu muncul disini!"
Suara Yesung terdengar seperti bisikan angin. Donghae dapat merasakan tubuhnya menggigil.
"Ka - kamu sedang apa sendirian disini, Yesung-ah?"
Yesung tidak menjawab melainkan berjalan mendekati Donghae.
"Aku sedang lapar! Sangat lapar! Untung kamu datang, Hae."
Donghae tidak mengerti apa yang Yesung maksud, tapi matanya membulat sempurna saat melihat kedua gigi taring di mulut Yesung.
"Ka-kamu..."
~Donghae's Imagination End~
"...Vampire?" Wajah Donghae pucat seketika apalagi saat dia mencoba mengingat soal Yesung. Tatapan tajam, sentuhan yang membuat merinding, seringai yang lebih menyeramkan dari Kyuhyun. "Dia juga jarang istirahat di kantin."
Entah kenapa Donghae refleks mundur selangkah. "Di-dia pasti Vampire."
PLUK! Sebuah tepukan ringan hinggap di pundak Donghae.
"Huaaaaah! Jangan hisap darahku!" Donghae refleks jongkok sambil menutupi kepalanya.
"Donghae Hyung? Ada apa?"
Eh? Donghae mengangkat kepalanya, dan BOOM! Rasanya seperti di hantam godam ratusan kilo di kepala. Bagaimana bisa dia bersikap konyol di depan namja yang ternyata Eunhyuk disaat popularitas dan eksistensinya diragukan?
Donghae segera berdiri. "Hyukkie."
"Hyung sedang apa?" Tatapan polos Eunhyuk membuat Donghae ingin menjedukkan kepalanya ke tembok. Apa yang harus dia jelaskan pada makhluk manis di depannya ini?
"Hyung sedang akting?"
"Akting?" Donghae balik bertanya. Tapi kemudian dia tersenyum. "Ah iya, aku sedang belajar akting."
"Akting untuk apa, Hyung?"
Donghae langsung sweetdrop. Kenapa Eunhyuk banyak sekali bertanya?
"Aku... Aku mau ikut audisi. Ah iya, aku mau ikut audisi!"
"Audisi apa? Dimana?"
Toweng!
"Audisi di... Salah satu agent!"
"Agent yang mana? Agent yang menaungi Kim Tae Hee atau Won Bin atau artis lain?"
Seandainya Donghae memiliki kemampuan untuk meleleh, dia pasti memilih untuk meleleh sekarang juga.
"Hyung?"
"Ini agent baru, Hyukkie."
"Agent baru? Bagaimana kalau agent itu palsu?"
"Itu..."
"Bagaimana kalau ternyata Hyung dijadikan artis porno?"
"Hah?"
"Bagaimana kalau nanti pose telanjang Hyung beredar di internet?"
"Pose telanjang?"
"Apa Hyung siap? Apa Hyung bisa menanggung malunya?"
"..."
"Bagaimana kalau nanti Hyung dikeluarkan dari sekolah? Bagaimana kalau Hyung diusir dari rumah? Bagaimana kalau Kyuhyun tidak mau mengakui Hyung lagi?"
"..."
"Bagaimana kalau Hyung diusir dari Korea? Hyung mau tinggal di negara mana?"
Donghae menatap Eunhyuk dengan tatapan nelangsa, tapi sepertinya Eunhyuk tidak menyadarinya, atau pura - pura tidak menyadarinya.
"Bagaimana kalau ujung - ujungnya Hyung diculik oleh alien dan dijadikan artis porno di planet lain?"
Alien? Planet lain?
BRAK! DUAG! PRANG! TETERETEREEEET!
Sepertinya Donghae harus lebih berhati - hati saat sedang berdua saja dengan Eunhyuk
.
.
'Percaya pada Hyung, dia itu vampire Kyu!'
Kyuhyun menatap handphonenya dengan tatapan sengsara. Kehebohan yang dibuat Kim Yesung sudah cukup membuat paginya terasa menyeramkan dan kini ditambah dengan sms dari Donghae.
"Aku harus bilang ke Umma untuk membawa Hae Hyung ke dokter untuk menghentikan hobi melamunnya."
Kyuhyun memutuskan untuk keluar kelas, terlalu lama di kelas tanpa melakukan apa - apa ternyata membosankan. Keadaan sekolah sangat ramai karena tidak ada sama sekali guru yang terlihat.
"Kim Yesung. Dia benar - benar berhasil membuat sekolah ini kacau seperti sekarang, bahkan Hae Hyung pun tidak pernah berbuat seperti ini." Kyuhyun memilih duduk di salah satu bangku taman sekolah.
"Dia memang berbahaya." Kyuhyun menoleh dan mencari asal suara. Ternyata Kibum berdiri dibelakangnya. Kibum pun duduk di samping Kyuhyun. "Sekali saja kamu masuk ke kehidupannya, dia tidak akan melepaskanmu kecuali dia yang ingin."
Kyuhyun menatap Kibum dan menurutnya Kibum memang pantas disebut pangeran es. Dia pendiam, bahkan terlalu pendiam. Tatapannya tajam dan cara bicaranya pun tenang.
"Kamu akan jadi Uke, Cho Kyuhyun."
"Mwo?"
Kibum menatapnya tajam. "Kim Yesung akan membuatmu menjadi seorang uke."
"A-apa?"
"Apa tatapannya membuatmu membeku? Apa sentuhannya membuatmu susah bernafas."
"Itu..."
"Bukankah itu ciri - ciri uke yang terpesona kepada seme?"
Kyuhun merasa tubuhnya menegang. Saat mencoba mengingat semua yang sudah terjadi dia tiba - tiba sadar kalau dia sering bersikap seperti uke di depan Kim Yesung. Keringat dingin mulai keluar dari badan Kyuhyun.
"Kenapa kamu bisa tahu tentang semua ini, Bummie?"
Kibum menghela nafasnya. "Sebuah rahasia kecil, Kyu. Aku ini... Awalnya seorang seme."
PRAK!
"Kamu seme?"
Kibum bangkit dari tempat duduknya. "Ya! Tapi itu sebelum aku mengenal seorang Kim Yesung."
Kibum pun meninggalkan Kyuhyun yang seolah membatu di tempat duduknya.
Seoranyg seme harusnya tidak kalah bertatapan dengan namja lain, tapi tatapan Kim yesung mengalahkannya.
Seorang seme harusnya tidak salah tingkah di depan namja lain, tapi Kim Yesung pernah membuatnya salah tingkah.
Seorang seme harusnya harusnya tidak bersemu merah, tapi Kim Yesung membuatnya bersemu merah.
"Hah? Kenapa tanda - tanda uke ada padaku sekarang?"
CUP!
"Kan sudah aku bilang Kyunnie baby itu uke."
NGIIIIIIING!
Deg deg... Deg deg... Deg Deg...
Seseorang di belakang Kyuhyun mencium pipinya, dan Kyuhyun tahu pasti siapa dia. Kyuhyun mencoba melafalkan mantra seme di dalam hatinya.
'Aku seme! Aku seme! Aku seme! Aku seke! Aku seke! Aku uke! Aku...Mwo?!'
"Kenapa diam saja baby?"
Kyuhyun menoleh, ternyata Yesung sudah berada di sampingnya. Mimpi semalam terlintas kembali di fikirannya.
"Aku seme Kim Yesung!"
Yesung menyeringai mendengar suara Kyuhyun yang bergetar, badannya condong ke depan membuat badan Kyuhyun menempel ke pegangan kursi. "Coba katakan lagi."
Tatapan mata tajam, suara seduktive, dan seringai yang entah kenapa terlihat sedikit pervert di wajah Yesung membuat Kyuhyun mulai kehilangan keseimbangan fikirannya.
"Aku... Aku..."
"Aku apa, Kyunnie baby?"
"Aku uke..." Kyuhyun menutup mulutnya cepat dengan tangannya, syok dengan perkataannya sendiri.
Seringai Yesung semakin lebar, dan pervert.
CUP! Yesung mengecup bibir Kyuhyun singkat membuat mata Kyuhyun terbuka lebar.
"Itu hadiah untukmu baby karena kamu sudah mau mengakuinya."
Yesung menjauhkan badannya dari Kyuhyun yang wajahnya sudah memerah dan mulai beranjak pergi. Masih dapat terdengar bisikan Kyuhyun.
"Hae Hyung sepertinya benar. Dia memang vampire."
Yesung kembali menyeringai. Mendengar kata vampire dia jadi mendapatkan ide untuk pesta costum yang akan diadakan oleh sekolah. Yesung mendapatkan selebarannya tadi pagi, dan selebaran itu kini sudah sampai juga di tangan DC!
"Bukannya pesta costum itu diadakan saat halloween? Sekarang kan belum Oktober." Sungmin membolak balik kertas selebaran berwarna biru dengan tulisan hitam dan merah.
"Entahlah, katanya ini tradisi sekolah, Minnie."
Henry menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar jawaban Ryeowook. "Sebenarnya ini sekolahan atau apa sih? Kenapa banyak hal aneh terjadi disini?"
Sungmin dan Ryeowook tertawa mendengar pertanyaan polos Henry. Saat ini mereka sedang di kelas Henry, tinggal Eunhyuk dan Kibum yang belum datang.
Tak lama Eunhyuk datang, seringai terpasang diwajahnya.
"Minnie-ah, aku sudah tahu sesuatu."
"Sesuatu apa, Hyukkie?"
Eunhyuk memilih duduk disamping Ryeowook sehingga dia dan Sungmin berhadapan sekarang. Sungmin meraih air mineral kemasan botol dari tasnya.
"Soal Bummie, dia itu dulunya seme kan?"
"Uhuk!" Sungmin yang baru saja meneguk minumannya sukses tersedak membuat Henry menepuk - nepuk pundaknya. "Kenapa kamu bisa tahu, Hyukkie?"
"Jadi benar ya dia seme, Minnie?" Sungmin mengangguk. "Tadi setelah bertemu Donghae Hyung aku lewat taman sekolah. Ada Bummie dan Kyuhyun disana, dan aku mendengar saat Bummie bilang ke Kyuhyun kalau dulunya dia itu seme."
Sungmin menghela nafas pelan. Akhirnya rahasia Kibum terbongkar juga.
"Sejak pertama masuk sekolah Kibum sudah menarik perhatian karena ketampanannya dan sikap dinginya." Sugngmin memulai ceritanya. "Setelah kesemeannya terungkap dia jadi favorite para uke."
Ryeowook, Eunhyuk, dan Henry melipat kedua tangannya diatas meja, sepertinya mereka sangat tertarik dengan cerita Sungmin.
"Awalnya semua baik - baik saja, tapi kemudian Yesung Hyung mulai mendekatinya, dan... Errrgh! Dia benar - benar menyeramkan."
"Menyeramkan?"
Sungmin mengangguk. "Ne, Henly. Style rapi, senyum malaikat, dan semua hal manis itu sebenarnya hanya kamuflase. Sosok asli seorang Kim Yesung itu seperti saat kemarin dia di panggung."
Sungmin kembali meneguk air mineralnya. "Dia itu... Penakluk namja - namja popular!"
"Dan Kibum termasuk yang berhasil ditaklukan?"
"Ne, Wookie."
"Dan mereka berpacaran?"
"Ne! Tapi hanya satu bulan."
Sungmin memutar - mutar botol air mineralnya. Terlihat jelas bahwa dia sedang mencoba mengingat kejadian di masa lalu.
"Sebenernya aneh juga mereka bisa berpacaran. Menurut kabar yang aku dengar saat itu, Yesung Hyung tidak pernah berhubungan dengan siapapun. Dia hanya terobsesi menaklukan namja - namja popular tanpa menjalin hubungan dengan siapapun."
Eunhyuk dan Ryeowook bertatapan, fakta tentang Kim Yesung benar - benar mengejutkan untuk keduanya.
"Lalu kenapa mereka putus?"
"Bummie tidak tahan dengan sifat Yesung Hyung yang menyebarkan pesonanya kesana-sini, Hyukkie."
"Kenapa Bummie tidak menjadi seme lagi?"
Sungmin mencondongkan badannya ke depan. "Bummie merasa sudah kalah, itu sebabnya dia tidak menjadi seme lagi."
Hyukkie dan Ryeowook mengangguk mengerti. Terjawab sudah kenapa keuke'an seorang Kim Kibum diragukan.
"Bukan hanya Kibum yang berubah dari seme jadi uke."
"Eh, siapa lagi Minnie?"
Sungmin menghela nafas berat. "Aku, Hyukkie. Dulu aku juga seorang seme."
KREK KREK! KREK KREK!
Nama : Lee Sungmin
Panggilan : Minnie
Warna Fav : Pink
Fisik : Mata yang indah, pipi chubby, bibir pink, dan kulit putih mulus.
Lain - lain : Ahli Aegyo dan senyum kelinci.
KREK KREK! KREK KREK!
Hening.
"Kenapa kalian diam?" Sungmin memiringkan kepalanya sedikit sehingga terlihat sangat imut. Ini yang disebuat 'pernah menjadi seme'?
"Aku tidak percaya Minnie pernah jadi seme."
"Aku juga."
"Kalaupun iya Minnie pernah jadi seme jujur aku bingung, kalau semenya seperti Minnie, ukenya harus sepeti apa?"
Sungmin sweetdrop di tempat, tapi dia harus mengakui kalau kesemeannya pantas diragukan. Pantas saja dulu uke yang dia dekati tidak berhasil dia dapatkan tapi malah memusuhinya. Alasannya simple saja, Sungmin jauh lebih imut dari uke itu sendiri.
"Henly, kenapa diam saja?" Ryeowook akhirnya menyadari kalau Henry tidak ikut pembicaraan. Kepala Henry menempel di meja dengan keadaan miring.
"Kenapa banyak hal aneh di Sekolah ini? Bukankah kita ke sekolah untuk belajar matematika?"
"..."
KRIK KRIK!
.
.
Alat pemburu vampire ala Cho Kyuhyun:
1. Bawang Putih
2. Kitab Suci
3. Air Suci
4. Lilin
5. Peluru atau alat tajam dari perak
Donghae menatap Dongsaengnya yang masih serius dengan catatannya.
"Kamu benar - benar akan menyiapkan semua itu?"
Kyuhyun menggeleng. Lalu meralat catatannya.
"Peluru atau alat tajam dari perak terlalu bahaya, coret! Air suci tidak tahu harus cari dimana, coret! Kitab suci harus hati - hati membawanya, coret! Lilin... Ah tidak usah, coret! Bawang putih? Nanti malah bau, coret!"
Donghae sweetdrop mendengarnya. Kyuhyun mencoret semua catatannya.
"Kyu, bukannya vampire takut sinar matahari?"
Kyuhyun yang masih konsen dengan catatannya yang sudah penuh dengan coretan tersentak. Donghae benar, vampire harusnya takut matahari.
"Kalau begitu... Dia vampire yang sangat sakti! Arrrgh!" Kyuhyun mengacak - acak rambutnya frustasi. Kejadian di taman tadi sukses membuat keseimbangan fikirannya terganggu. Apa jadinya kalau hal tadi diketahui banyak orang?
"Atau... Dia sebenarnya bukan vampire, Kyu."
"Hyung! Bukannya tadi Hyung duluan yang bilang dia vampire?"
Donghae mengeluarkan cengiran ikannya. "Itu kan hanya khayalanku."
"Aish Hyung!"
Sementara itu di kelas Henry, DC! masih berkumpul, sudah ada Kibum sekarang.
"Aku punya ide!" Sungmin menjentikan jarinya semangat. Saat ini mereka sedang membahas tentang pesta costum. "Bagaimana kalau kita melakukan cross dresses?"
"Andweee!" Kibum yang pertama mengajukan protes. "Kalian kan sudah tahu kalau dulu aku seme. Walau sekarang aku uke tapi yang benar saja!"
"Wookie..."
"Aku rasa idemu bagus, Minnie."
Sungmin tersenyum senang. Sementara Eunhyuk terlihat berfikir sejenak. "Aku setuju. Sepertinya lucu juga."
"Tapi aku tetap tidak mau." Kibum tetap bersikukuh.
"Ya sudah, kita semua bercross dresses kecuali Bummie, setuju?"
"Ne, Wookie!"
PLUK! Henry kembali menempelkan kepalanya di meja, kini jidatnya menempel di meja.
"Henly..."
"Aku tidak mengerti yang kalian bicarakan. Apa itu cross dresses?" Henry bicara tanpa menganggkat kepalanya. "Aku lebih baik diberi tugas matematika dari pada membahas ini."
"..."
Poor Henry!
Henry masih menempelkan kepalanya di meja saat sebuah pesan masuk ke handphone Ryeowook.
'Kim Yesung itu seperti vampire sakti, kita perlu bekerja sama untuk menghentikannya.
Kim Kyuhyun'
Ryeowook mengkerutkan keningnya bingung, tapi dibalas pesan itu segera.
'Maksudmu, kyu?'
'Temui aku dan Donghae Hyung di kantin sekarang, ajak teman - temanmu yang lain.'
Ryeowook sebenarnya tidak mengerti, tapi kemudian dia mengajak DC! ke kantin menemui Duo Evil.
"Jadi, ada apa hingga Kyu dan Hae Hyung meminta kami datang kesini?"
Kini DC! dan Duo Evil sudah berkumpul di kantin. Walau sekarang Kim Yesung sedang menjadi Trending Topik tapi melihat DC! dan Duo Evil di satu meja membuat tatapan seisi kantin tertuju ke mereka.
"Wookie-ah, kamu pasti bisa melihat bagaimana chaosnya sekolah ini hanya karena seorang bernama Kim Yesung."
Ryeowook mengangguk. Kim Yesung memang sudah membuat suasana sekolah menjadi lain.
"Aku tahu selama ini DC! dan Duo Evil selalu mencoba untuk saling menaklukkan, tapi kali ini kita harus bekerja sama. Kita harus menghentikannya, seseorang harus menaklukkannya."
"Maksudmu menaklukkan Kim Yesung, Kyu?"
Kyuhyun mengangguk. "Ne, Minnie!"
"Bummie-ah, bukannya kamu pernah berpacaran dengan Yesung Hyung..."
"Aku tidak mau bahas itu, Wookie!"
"Bukan begitu, Bummie. Kita hanya ingin tahu apa yang membuat Yesung Hyung tertarik padamu."
Kibum menghela malas. Sejak Yesung lulus dari SMP Kibum merasa tenang, tapi kini dia harus berurusan lagi dengannya. "Aku tidak tahu. Benar - benar tidak tahu."
"Kibum itu sangat pendiam dan dingin, dan termasuk yang paling sulit ditaklukan oleh Yesung Hyung."
Semua menoleh ke arah Sungmin. Penjelasan Sungmin sepertinya masuk akal tapi justru membuat mereka kebingungan. Siapa lagi yang lebih pendiam dan dingin dari Kibum di sekolah ini?
"Wookie, Henly, Kyu dan Hyukkie sudah jatuh ke pesona Yesung Hyung."
BLUSH! Ke'empat namja yang disebut namanya oleh Sungmin mendadak merasa pipinya memanas. "Aku dan Kibum sudah pernah ditaklukan. Berarti..."
Semua tatapan beralih ke Donghae.
"Eh? Aku?"
"Tapi... Donghae Hyung juga hampir tidak berkutik menghadapi Yesung Hyung."
Sungmin terlihat berfikir mendengar keraguan Kyuhyun. "Berarti... Kita akan membuat pelatihan seme untuk Donghae Hyung."
"Pelatihan seme?"
Sungmin mengangguk. "Kita akan membuat Donghae Hyung benar - benar menjadi seme."
Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sudah bertahun - tahun dia jadi seme, kenapa sekarang dia harus belajar jadi seme lagi?
"Aku pasti akan memerlukan bantuan kalian untuk melakukan pelatihan untuk Donghae Hyung."
"Pelatihan?"
Sungmin mengangguk. Dikeluarkan handphone layar datar dari sakunya. Sungmin membuka program note.
"Banyak hal yang harus kita lakukan, jika Donghae Hyung tidak juga bisa menaklukan Yesung Hyung kita harus mengakui kalau dia memang sang penakluk."
Terdengar helaan nafas berat dari semua, khususnya dari Donghae. Ingin rasanya menghilang dari situ.
"Aish! Kenapa harus aku yang dikorbankan?" Membayangkan harus berhadapan dengan Yesung secara langsung membuat hidupnya terasa nelangsa, tapi sepertinya tidak ada yang mau peduli dengan penderitaan Donghae.
PLUK! Henry kembali menempelkan kepalanya ke meja.
"Henly-ah."
"Ne, Bummie." Henry masih menempelkan kepalanya di meja.
"Aku akan membantumu mengerjakan tugas matematika."
Henry mengangkat kepala cepat, matanya berubah menjadi berbinar - binar. "Bummie tidak bohong?"
"Tidak Henly."
GRAP! Henry refleks memeluk Kibum membuat si pangeran es hampir jatuh terjengkang.
"Saranghae Bummie-ah!"
Semua menatap Henry sweetdrop, sementara kibum hanya menepuk - nepuk punggung Henry pelan.
"Hae Hyung."
"Ne Evil?"
Kyuhyun menatap Donghae serius membuat yang lain pun berhenti menatap adegan berpelukan Henry dan Kibum yang masih berlangsung.
"Hyung harus berusaha keras. Buat ini menjadi HaeSung karena kalau hasil akhirnya menjadi YeHae..." Kyuhyun sengaja menggantung kata - katanya membuat Donghae menjadi cemas. "...Hyung dan aku akan menjadi uke selamanya seperti Bummie."
"Mwo?" Tatapan Donghae terlihat semakin cemas. "Uke? Selamanya?"
Kyuhyun mengangguk. Dia pun terlihat cemas. Bagaimanapun dia sudah resmi menjadi uke bagi Yesung.
"Hyung jangan khawatir." Eunhyuk memecang keheningan. Gummy smile terpasang di wajahnya.
"Hyukkie, kamu yakin aku pasti akan bisa menaklukan Yesung?"
Eunhyuk menggeleng. "Soal itu aku tidak tahu, tapi kalu Hyung jadi uke aku mau jadi seme Hyung. Kita akan jadi EunHae!"
BRAK! Donghae resmi terjengkang dari kursi membuat para uke di kantin menatap khawatir si manusia ikan. Sementara itu tangan Eunhyuk terkepal keatas, sepertinya dia sangat bersemangat dengan idenya tersebut.
"Hari ini benar - benar hari sialku."
Poor Donghae!
Sementara itu Yesung yang sedang berada di pantry kantin menatap DC! dan Duo Evil dengan seringai di wajahnya.
"Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, tapi sepertinya kalian memutuskan bekerja sama, Eoh."
Yesung membetulkan letak kaca matanya. "Kalian masih benar - benar penasaran denganku ya? Baiklah! Aku juga sudah tidak sabar menyelesaikan ini secepatnya."
Seringai tetap terpasang di wajahnya sampai seseorang menepuk pundaknya. Seringai itu pun berubah menjadi senyum malaikat.
"Ajhuma..."
"Yesung-ah, Gomawo sudah membantuku di sini, Ne."
"Ne, Ajhuma. Lagi pula aku bosan diam di kelas tanpa melakukan apapun."
Ajhuma penjaga kantin itu menepuk - nepuk pundak Yesung pelan.
"Kalau aku punya anak perempuan pasti sudah aku jodohkan denganmu, Yesung-ah."
Yesung tersenyum tapi hatinya menyeringai. Sepertinya Ajhuma tidak mengikuti berita terbaru bahwa Yesung itu seme!
.
.
Donghae's treatment
Step 1 - Merubah penampilan
"Bagiamana kalau warnanya disamakan dengan Yesung Hyung?"
"Andwee! Aku tidak mau sama dengan dia, Wookie."
"Kalau blonde bagaimana?"
"Aish Hyukkie! Yang benar saja. Aku tidak mau pakai warna rambut seperti itu."
"Pink? Tidak mungkin ya?"
Donghae tidak menjawab. Membayangkan rambutnya berwarna pink sudah cukup membuat dia kehilangan kata - kata.
"Hyung benar - benar tidak mau warna blonde?"
"Tidak Hyukkie!"
"Ya sudah, aku saja yang diblonde."
"Aku juga mau pake highlite pink di rambutku."
"Aku juga mau mewarnai rambut, yang seperti Yesung Hyung. Aku suka warna itu."
Donghae sweetdrop di tempat. Kenapa mereka malah sibuk sendiri? Bukannya tujuan mereka ke salon untuk merubah penampilan Donghae?
"Pakai coklat tua saja, Hyung."
"Coklat tua? Sepertinya bagus, Bummie." Donghae bersyukur. Ternyata walau dingin tapi pangeran es tidak ikut sibuk sendiri. "Ya sudah itu saja."
Step 2 - Menjadi lebih Cool
"Aish! Jangan pasang senyum ikan seperti itu Hyung."
"Minnie-ah, senyumku memang seperti ini."
"Hyung terlihat seperti anak kecil tahu!"
"Tapi para uke selama ini menyukainya, Wookie."
"Hyung, targetmu kali ini bukan para uke itu, tapi Kim Yesung!"
Bulu kuduk Donghae mendadak berdiri mendengar kata - kata Kyuhyun. Sepertinya lebih mudah menghadapi 100 uke dibanding Yesung.
"Tahan senyummu seperti itu, Hyung. Beri sedikit seringainya agar lebih cool!"
"Ya Hyung! Jangan nyengir seperti itu! Pertahankan efek seringainya!"
"Jangan memasang puppy eyes seperti itu, Hae Hyung! Pertajam tatapanmu."
"Bummie-ah! Ajarkan Hae Hyung killer smile!"
Donghae memijat kepalanya yang mendadak pusing. Sungmin, Kyuhyun, Ryeowook, dan Eunhyuk benar - benar bawel. Hanya Kibum dan Henry yang diam.
"Hyung! Jangan pasang wajah seperti ikan yang tersiksa begitu!"
Sepertinya Kim Ryeowook tidak menyadari kalau Donghae benar - benar sudah seperti ikan kekurangan air.
Step 3 - Menjadi lebih Gentle
"Hyung harus membiasakan membukakan pintu mobil untuk uke..."
"Aku kan tidak punya mobil, Minnie."
Lupakan soal mobil!
"Hyung harus selalu menyiapkan helm cadangan untuk uke yang ikut motor Hyung."
"Aku juga tidak punya motor, Minnie."
Lupakan juga soal motor!
"Biasakan menarikan kursi untuk uke saat makan bersama, lakukan ini saat nanti Hyung bersama Yesung Hyung."
"Haruskah, Wookie?"
"HARUS!" Jawab Kyuhyun, Ryewook, Sungmin, dan Eunhyuk serempak. Lagi - lagi hanya Kibum dan Henry yang diam.
"Yang terpenting adalah..." Sungmin memberikan garis bawah pada point no 4 di catatannya, tanda ini sangat penting. "...Hae Hyung harus membayarkan uke saat makan bersama. Nanti ajak Yesung Hyung makan bersama dan pastikan Hyung yang bayar makanannya."
"Rugi dong!"
"Hyuuuung! Hyung mau jadi uke selamanya?"
Mendengar Ryeowook mengucapkan kata "menjadi uke", Donghae segera menarik kata - katanya dan mulai menghitung tabungannya.
"Nah, bagian ini pun harus ada latihannya."
"Latihan?"
Sungmin menyeringai. "Hyung yang bayar semua makanan kita kali ini, Ne? Jangan menolak!"
Seringai itu ternyata memang tanda bahaya. Sekali lagi; Poor Donghae!
Step 4 - Siapakan diri untuk pesta Kostum.
Sungmin, Eunhyuk, Kyuhyun, dan Ryeowook terlihat sedang berfikir keras.
"Kostum Popeye bagaimana?"
"Berarti Hae Hyung harus membawa kaleng bayam, Hyukkie. Itu tidak keren,"
Saat ini mereka sedang berada di kamar Sungmin, membahas kostum untuk Donghae.
"Wookie benar Hyukkie. Popeye harus selalu membawa kaleng bayam. Bagaimana kalau kostum james bond."
Semuanya langsung tertarik dengan ide Sungmin. Kemeja putih, jas hitam, celana hitam, dan sepatu hitam pasti terlihat keren. Tapi... Orang - orang kan tidak akan langsung tahu kalau Donghae sedang menjadi James Bond. Terlalu biasa! Lupakan!
"Rumusnya rumit sekali, Bummie." Semua menoleh ke arah suara. Dipojok kamar terlihat Kibum sedang mengajarkan Henry matematika.
"Pelan - pelan Henly, nanti juga bisa."
Sepertinya Kibum dan Henry sudah hanyut di dunia yang mereka ciptakan sendiri, dunia matematika.
Kyuhyun, Sungmin, Ryeowook, dan Eunhyuk hanya bisa menggeleng pasrah melihat keduanya.
"Kalau superman bagaimana?"
"Aku tidak mau pakai celana dalam diluar, Hyukkie!"
"Kalau spiderman?"
"Ish Wookie! Lalu apa gunanya aku mencat rambut kalau akhirnya wajahku ditutup?"
Hening. Ternyata tidak mudah menentukan kostum dalam keadaan genting seperti ini.
"Zorro! Hae Hyung pake Kostum Zorro saja!" Kyuhyun berteriak tiba - tiba membuat Donghae hampir terjengkang (lagi) dari kursi plastik yang dia duduki.
"Keren! Aku setuju Hae Hyung pake kostum Zorro." Sungmin bersorak senang. Kembali dibuka program note di handphonenya.
Persiapan untuk Kim Donghae Selesai!
"HAE HYUNG! FIGHTING!"
.
.
Yesung menatap langit malam melalu balkon kamarnya. Cuaca sangat cerah sehingga bintang terlihat jelas dan udarapun tidak terlalu dingin. Ditangan kanannya ada selebaran pesta kostum. Wajah Yesung terlihat sendu, pesta kostum mengingatkannya pada cerita masa lalunya.
"Hanggeng-ah, aku tidak akan membiarkan diriku terluka lagi oleh siapapun." Yesung meremas selebaran itu dan membiarkan remasan itu jatuh ke halaman. "Karena kali ini, aku lah yang menjadi sang penakluk!"
TBC
Mian,,, sudah lama + garing pula! Selera humor dan semangat menulis author sedang down! Plus Author sibuk mengerjakan hal lain -curcol-, tadinya malah kefikiran buat Hiatus,, FF ini sepertinya akan Author selesaikan 1 atau 2 chapter lagi,, author tunggu RnR nya seperti biasa, Ne! Gomawo :)
