And the Real Seme is
Chapter 6 – Heart Deep of Yesung
A fanfic by SashaCloudie
Cast :
Yesung (Super Junior)
Donghae (Super Junior)
Kyuhyun (Super Junior)
And the "DANGEREUX CUTTIES!" :
Ryeowook (Super Junior)
Henry (Super Junior)
Sungmin (Super Junior)
Eunhyuk (Super Junior)
Kibum (Super Junior)
Warning :
It's Shonen-ai. It's the first time i try to make humor Fanfic so maybe it's NOT FUNNY, Sometimes OOC, many OC, and it will be UNOFFICIAL PAIRING
Desclaimer :
They are belong to themselves except KIM YESUNG. He's Mine.
.
Note: Di Chapter ini cerita menjadi lebih serius sehingga sangat minim humor, untuk yang masih mengharapkan cerita penuh humor Mianhe karena chapter ini mungkin mengecewakan.
.
.
FLASHBACK ON
BUG BUG BUG
Seorang namja dengan seragam SMP terlihat sedang berkelahi dengan tiga namja yang juga memakai seragam SMP. Walau dia sendirian tapi ternyata mudah saja untuknya mengalahkan ketiga namja tersebut.
"Pengecut! Kalian sudah SMP tapi beraninya ke anak kecil! Pergi dari sini sekarang atau aku pukul lagi kalian."
Namja bertubuh tegap dan tinggi untuk ukuran anak SMP itu menatap garang ketiga namja yang sudah babak belur di depannya. Ketiga namja itu pun sepertinya menyadari mereka tidak bisa mengalahkan namja itu dan memilih pergi dari situ.
"Hiiikz!" Terdengar isakan kecil dari seorang anak dengan seragam SD yang sedang meringkuk ketakutan.
Namja yang terlihat berwajah seperti orang china itu pun menghampirinya.
"Anak manis, jangan menangis lagi! Mereka sudah pergi. Aku jamin mereka tidak akan mengganggumu lagi."
Anak itu pun mengangangkat wajahnya dan membuat sang namja China terkejut. Anak itu memakai seragam celana tapi wajahnya terlihat sangat manis dan imut seperti yeoja, apalagi dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Go-gomawo Sunbae." Anak manis itu mencoba menghapus air matanya dengan punggung tangannya.
Namja China itu tersenyum. "Aku Hangeng Tan, siswa kelas 2 SMP. Panggil saja aku Hyung, Ne?"
"Logat Hyung aneh." Anak manis itu segera menutup mulutnya dan menatap Hangeng dengan takut, tapi Hangeng tetap tersenyum.
"Mi-mian Hyung..."
"Tidak apa - apa. Logatku memang aneh karena aku sebenarnya orang China dan baru 4 tahun berada di Korea. Jadi siapa namamu, anak manis?"
"Kim-Kim Yesung Imnida, Hyung. Aku kelas lima SD."
Hankyung membantu Yesung berdiri. "Jadi apa mereka bertiga selalu menganggumu?"
Yesung mengangguk lemah. "Mereka bilang aku tidak pantas pakai celana, aku harusnya pakai rok. Aku tidak tahu kenapa."
"Mungkin karena Yesungie terlalu manis."
Yesung langsung merasa pipinya menghangat, baru kali ini ada yang bilang dia manis.
"Tapi jadi manis bukan berarti harus lemah lho..."
"Maksud Hyung?"
Hangeng mengusap rambut Yesung pelan. "Bagaimana kalau aku mengajarkanmu menjadi kuat?"
Yesung memandang tidak mengerti ke arah Hangeng dengan tatapan polosnya, membuatnya terlihat semakin imut.
"Kalau kamu kuat mereka tidak akan mengganggumu lagi."
"Benarkah, Hyung?"
Hangeng mengangguk yakin membuat mata Yesung mulai berbinar.
"Aku mau, Hyung! Aku mau!"
Hangeng tertawa pelan mendengar jawaban Yesung yang sangat antusias.
"Jadi kamu siap menjadi penakluk, Yesungie?"
"Penakluk? Apa itu Hyung?"
Hangeng tersenyum penuh arti. "Nanti kamu akan mengerti."
Yesung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, namun tiba - tiba Hangeng menarik lengannya.
"Yesung-ah, aku akan mentraktirmu makan eskrim. Mau?"
Mendengar kata eskrim mata Yesung kembali berbinar. "Mau Hyung, tapi boleh aku bertanya?"
"Tentu saja. Mau bertanya apa?" Hangeng tetap menggenggam tangan Yesung sambil menggoyang - goyangkannya pelan.
"Kenapa Hyung ingin membuatku menjadi penakluk, padahal aku tidak tahu apa artinya?"
Hangeng menghentikan langkahnya sejenak tanpa melepaskan genggaman tanganya. "Simple saja. Orang - orang di sekolah menjulukiku sebagai penakluk. Mereka menyebutku the real seme."
"Seme? Apa lagi itu Hyung?"
Hangeng kambali melanjutkan langkahnya, membuat Yesung kembali ikut melangkah.
"Kamu akan tahu itu nanti, Yesung-ah. Tapi satu yang pasti, aku rasa akan menyenangkan menambah satu lagi penakluk dan real seme, dan aku yakin kamu cocok menjadi itu."
Yesung kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia benar - benar tidak mengerti apa yg Hangeng katakan, tapi menurutnya itu tidak penting karena eskrim cokelat jauh lebih penting.
FLASHBACK END
.
.
"Tarik nafas... Lepaskan... Tarik nafas... Lepaskan..."
Donghae menatap malas Eunhyuk yang kini duduk berhadapan dengannya.
"Ya Hyukkie, ini terlihat aneh!"
Eunhyuk memberikan deathglare terbaiknya. "Ya Hyung! Hyung ini harus bisa mengalahkan Yesung Hyung!"
"Aku tahu itu Hyukkie! Tapi apa kita memang harus melakukan ini?"
"Memang apa masalahnya dengan melakukan yoga, Hyung? Ini bisa membantumu untuk lebih tenang."
Donghae meraih buku petunjuk tata cara yoga yang Eunhyuk bawa, dan mendekatkannya ke hidung Eunhyuk.
"Apa kamu tidak bisa membaca tulisan yang tertera disini, Hyukkie?"
Eunhyuk menyingkirkan buku itu dari depan wajahnya. "Yang pentingkan Yoga, Hyung."
Donghae menatap Eunhyuk dengan tatapan memelas. "Yoga memang bagus Hyukkie, tapi bukan berarti kita harus melakukan yoga untuk IBU HAMIL!"
Eunhyuk menganggkat bahunya tanpa perasaan bersalah. "Aku dapatnya itu Hyung."
"Aish Hyukkie, sebenarnya kamu dapat buku ini dari mana sih?"
Eunhyuk memberikan cengiran gummynya. "Dari Ajhuma tetangga sebelah yang baru melahirkan anak ketiganya seminggu yang lalu, Hyung."
TOWENG!
Ingin rasanya Donghae mencari sekop dan menggali terowong dari kamarnya menuju keluar dan melarikan dirinya dari Eunhyuk.
"Ayo Hyung kita lanjutkan!"
"Andweee!"
"Ish Hyung! Apa Hyung mau aku laporkan ke Wookie, Kyu, dan Minnie?"
Mendengar ketiga nama itu disebut membuat Donghae sadar kalau dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti keingian Eunhyuk. Bukannya Donghae takut kepada ketiga namja itu, tapi kalau ketiga namja itu sudah mengomel maka akan mengalahkan omelan Ummanya sendiri, Kim Leeteuk.
"Lama - lama kalian lebih menyeramkan dari Yesung."
Eunhyuk sepertinya tidak peduli dengan keadaan Donghae yang terlihat tersiksa.
"Acara pesta kostum tinggal sepuluh hari lagi, Hyung! Jadi, ayo kita lanjutkan Yoganya!" Eunhyuk mengepalkan tangannya keatas dengan penuh semangat membuat Donghae semakin merana.
Poor Donghae.
.
.
Sekolah terlihat ramai khususnya aula, terlihat panitia sudah mulai mempersiapkan acara yang sebenarnya masih beberapa hari lagi. Aula ini memang akan disulap menjadi tempat acara. Konsep yang dipakai untuk menghias aula adalah gotic, sehingga aula seperti di dalam kastil yang ada di film Harry Potter.
"Apa kibum-ssi memerlukan bantuanku?"
"Tidak!"
"Apa Kibum-ssie mau aku bawakan segelas air?"
"Tidak!"
"Bagaimana kalau aku yang mengerjakan pekerjaan Kibum-ssi?"
Kibum menatap ketiga namja di depannya dengan malas. "Tidak! Tidak! Tidak! Jadi jangan mengangguku lagi, Sunbae!"
Seorang Kim Kibum sudah dikenal dengan sikap dingin dan cueknya, tapi entah kenapa tetap banyak seme yang tertarik padanya dan mencoba untuk menarik perhatiannya. Saat ini Kibum memang sedang membantu mendekor aula karena dia terpilih menjadi salah satu panitia acara. Bukan hanya Kibum yang terpilih menjadi panitia, Ryeowook pun terpilih menjadi panitia.
"Sepertinya... Harus lebih ke kiri, Sunbae."
Dua orang namja yang sedang berada di kanan dan kiri sebuah patung di depan Ryeowook pun kembali menggeser posisi patung wanita bersayap yang cukup besar itu untuk kelima kalinya.
Ryeowook kembali menatap patung itu sambil memiringkan wajahnya imut membuat kedua namja di depannya menatap mupeng padanya.
"Aaaa! Masih kurang pas Sunbae, sepertinya harus agak ke kanan."
Kalau ada yang bertanya apakah patung itu berat atau tidak maka jawabannya adalah patung itu cukup berat.
Dengan semangat kedua namja itu kembali menggeser patuh itu. Kalau bukan Ryeowook yang menyuruh mereka berdua pasti mereka tidak akan mau melakukannya.
"Ish! Apa yang salah sih dengan patung ini? Kenapa posisinya tetap tidak pas?"
Sebenarnya kalau pun patung itu disimpan agak sebelah kanan atau kiri tidak akan terlalu berpengaruh pada dekorasi ruangan, tapi tidak bagi seorang Kim Ryeowook. Ryeowook merasa tetap ada yang kurang yang membuat patung itu terus - terusan bergeser ke kanan dan kiri.
"Aaaaa! Aku menyerah! Terserah Sunbae saja mau meletakkannya dimana."
Ryeowook pun akhirnya menyerah, dengan menyentak kakinya kesal dia pun meninggalkan ke dua namja yang melongo menatapnya. Kedua namja itu hanya menggaruk kepalanya dengan bingung menatap Ryeowook yang kini sudah ada di samping Kibum.
Ryeowook dan Kibum yang sibuk menjadi panitia membuat proses pelatihan Donghae hanya dipegang Sungmin, Eunhyuk, Kyuhyun dan Henry, walau sebenarnya Henry tetap lebih tertarik dengan matematika.
Semuanya sibuk, semuanya bersiap tapi ada satu keganjalan, ini tentang Kim Yesung. Namja itu mengilang, sama seperti saat Pekan Seni waktu itu. Dia datang saat bel hampir berbunyi, tidak terlihat saat istirahat, dan langsung pergi setiap kali bel pulang berbunyi.
"Ini pasti bukan hal yang bagus. Dia pasti merencanakan sesuatu." Donghae melangkahkan kakinya menyusuri koridor sekolah sambil bergumam pelan. Warna rambut barunya membuat popularitasnya yang hampir hilang kembali muncul. Para uke mulai kembali mengindolakannya, apalagi dengan keadaan Yesung yang sering menghilang.
"Apa yang dia rencanakan kali ini? Dia terlalu penuh kejutan, dan itu tidak bagus."
Donghae terus menyusuri koridor sekolah. Terdengar seruan kekaguman dari para uke yang melihatnya. Biasanya Donghae akan langsung tersenyum genit ke arah mereka, tapi kali ini berbeda. Sepertinya Donghae sudah berhasil belajar menjadi seme yang lebih tenang dan terlihat dingin, dan ini membuat para uke semakin histeris.
"Kyaaaa! Donghae Sunbae semakin keren ya."
"Iya! Aku jadi ngefans lagi padanya."
Donghae memasang senyum simpulnya tanpa menggubris para uke yang membuat para uke semakin kagum.
Donghae terus melangkahkan kakinya hingga dia sampai di taman sekolah, entah kenapa kakinya menuntunnya kesini. Taman ini lebih sepi dari biasanya karena perhatian para murid sedang teralih pada hal lain. Ternyata ada namja yang sudah sering menghilang akhir - akhir ini disana. Kim Yesung berdiri di dekat pohon sambil menelpon.
Donghae memilih mendekati Yesung dan merasa aneh karena namja itu tidak menyadari kehadirannya. Yesung terlihat sangat focus dengan telephonenya.
Donghae dapat mendengar suara Yesung dengan jelas walau tidak keras. Sebuah seringai tiba - tiba muncul dari bibirnya saat mendengar kata - kata Yesung. Perlahan dibalikkan badannya lalu beranjak pergi meninggalkan Yesung yang tidak juga menyadari keberadaannya.
"Suara, cara bicara, dan gesture tubuh itu... Aku belum pernah melihatnya seperti itu. Dan entah kenapa aku yakin pipinya sedang bersemu merah."
Seringai Donghae melebar. "Kim Yesung, sepertinya rahasia kecilmu sudah ada ditanganku."
.
.
"Bummie, jadi namjachinguku ya."
"Uhuk - uhuk!" Kibum yang sedang meminum air mineralnya otomatis tersedak mendengar kata - kata polos dari seorang Henry.
"Apa aku tidak salah dengar, Henly?"
Henry menggeleng. "Aku suka Bummie."
"Bukannya Henly suka Yesung Hyung."
"Awalnya sih iya, tapi lama - lama Yesung Hyung terlihat menakutkan."
Kibum kembali meneguk air mineralnya, sementara Henry menatap dengan tatapan penuh harap.
"Tapi... Aku kan uke, Henly."
"Tidak! Bummie tidak terlihat seperti uke." Henry menggeser duduknya lebih dekat ke arah Kibum. "Bummie itu tetap seperti seme untukku. Bummie selalu bisa menjagaku dengan baik. Bummie itu seme untukku."
Kibum menatap mata Henry yang begitu polos. Dia tahu Henry tidak mungkin berbohong.
"Soal Bummie dan Yesung Hyung, itukan sudah lama terjadinya, sudah waktunya untuk Bummie melupakan semuanya."
"Begitukah?"
Henry mengangguk yakin. "Ne! Lagi pula kalau Bummie uke memangnya kenapa? Menurutku seme dan uke itu tidak penting dalam sebuah hubungan, yg penting itu saling menjaga dan menghargai."
Kibum tertawa pelan sambil mengacak - acak rambut Henry pelan. "Henly sekarang sudah dewasa ternyata."
Pipi Henry mulai bersemu merah membuatnya semakin imut.
"Namja seperti Henly pasti banyak yang suka, aku bodoh kalau menolak Henly."
"Benarkah?"
"Ne! Lagipula aku juga suka Henly kok."
Pipi Henry semakin memerah, baru kali ini dia menyatakan perasaannya secara langsung dan diterima.
"Nanti pulang sekolah aku ke rumah Henly ya. Henly bilang kurang mengerti pelajaran matematika yang kemarin, nanti aku ajarkan Henly."
Mata Henry terlihat berbinar. "Apa ini bisa disebut kencan?"
Kibum tersenyum mendengar kepolosan Henry. "Sepertinya bisa. Kencan sambil belajar matematika sepertinya menyenangkan."
"Baiklah." Henry mengepalkan tangannya dengan semangat. "Nanti Henly buat jus spesial untuk Bummie."
Kibum kembali tertawa pelan mendengar kata - kata Henry. Sejak dia menjadi uke setelah bertemu dengan Yesung, dia belum pernah merasa sebebas sekarang. Henry benar, sudah waktunya dia melepaskan diri dari bayang - bayang kekalahannya dari Yesung.
"Karena sekarang Henly namjachinguku, Henly harus mau aku cium pipinya setiap kali kita berkencan."
"Eh?" Mata Henly membulat sempurna, tapi kemudian dia tersenyum malu. "Bummie nakal."
"Ha ha ha. Henly benar-benar imut."
Beberapa orang yang melihat mereka berdua menatap heran ke arah Kibum, untuk pertama kalinya mereka melihat Kibum tertawa lepas seperti sekarang.
.
.
"Kyu, apa rasanya berubah menjadi uke."
Kyuhyun menatap malas ke arah Ryeowook. Bagaimanapun dia masih merasa tidak rela status seme hilang dari dirinya.
"Aku ini masih seme, Wookie. Buktinya para uke masih banyak yang menjadi penggemarku."
"Itu karena mereka belum tahu kalau Kyu sudah kehilangan kesemean."
Kyuhyun menatap Ryeowoook sweetdrop. Kehilangan kesemean? Terdengar seperti kehilangan keperawanan untuk Kyuhyun.
"Kyu, menurutmu Yesung Hyung pernah jatuh cinta atau tidak?"
"Ke Bummie mungkin."
Ryeowook menggeleng. "Bummie bilang saat menjadi namjachingu Yesung Hyung dia belum pernah merasa benar - benar dicintai. Hubungan itu hanya penebus kekalahan Bummie."
"Begitu ya..." Kyuhyun terlihat berfikir sejenak. Saat ini dia sedang berada di ruang musik menemani Ryeowook. "Aku jadi penasaran sosok sebenarnya seorang Kim Yesung."
Ryeowook dan Kyuhyun sama - sama terdiam. Awalnya semua ini terasa lucu dan tidak serius, tapi semakin kesini mereka sadar bahwa Yesung tidak sedang bermain - main.
"Kadang aku merasa pemikiran Hae Hyung bahwa Yesung Hyung itu vampire memang benar."
"Kyu..."
"Dia memang seperti vampire, Wookie."
Ryeowook dan Kyuhyun kembali terdiam.
"Kyu... Kalau Yesung Hyung benar - benar vampire aku yakin DC! dan Hae Hyung tidak keberatan menjadikan Kyu sebagai persembahan."
NGIIIIING!
"KENAPA AKU?"
"DC! tidak membutuhkanmu dan Hae Hyung juga spertinya tidak keberatan kehilangan Dongsaeng seperti mu."
Kyuhyun menatap Ryeowook dengan tatapan 'sebegitu tidak pentingkah aku?', dan Ryeowook justru balik menatap dengan tatapan 'begitulah'
"Aish! Kalian..."
"DC! dan Hae Hyung memang tidak membutuhkanmu, tapi aku tetap menganggapmu penting kok." Ryeowook bergumam pelan, tapi sepertinya Kyuhyun masih bisa mendengarnya.
"Wookie? Barusan kamu bilang..."
"Ternyata kalian disini!"
Ryeowook menghembuskan nafas lega. Dia merasa bodoh karena bergumam terlalu keras, untung saja ada Sungmin yang membuat Kyuhyun tidak melanjutkan kata - katanya.
"Kyu, apa Hae Hyung terbentur sesuatu?"
Kyuhyun mengkerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Sungmin begitu namja pemilik senyum kelinci itu menghampiri mereka.
"Sudah tiga hari ini dia aneh."
"Aneh bagaimana, Minnie?"
Sungmin duduk di samping Ryeowook hingga kini dia berhadapan dengan Kyuhyun.
"Dia memang sudah banyak kemajuan setelah pelatihan yang kita berikan, tapi sekarang dia jadi sering menyeringai tiba - tiba."
"Mwo? Menyeringai tiba - tiba?"
"Ne Wookie."
Ryeowook menatap heran ke arah Kyuhyun. Dia terlalu sibuk menjadi panitia sehingga tidak terlalu update perkembangan Donghae. Kyuhyun sendiri hanya mengangkat bahunya.
"Beberapa belakang ini aku sibuk di club dance, untuk acara pesta kostum nanti."
"Kalau di rumah apa Hae Hyung suka tertawa sendiri?"
"Di rumah? Sebenarnya dia memang agak aneh sih, Minnie. Dia memang sering menyeringai yang menurutku menyeramkan, tidak seperti biasanya."
Sungmin melipat kedua tangannya diatas perut. Dia sudah sering bertanya langsung kepada Donghae, tapi namja itu hanya tersenyum misterius.
"Apa sekolah ini ada setannya?"
"Kyuuuu..."
"Bisa sajakan Hae Hyung dirasuki setan penjaga sekolah."
Ryeowook dan Sungmin mendadak sweetdrop. Kenapa penyakit menghayal Donghae sekarang menular ke Kyuhyun?
"Apa kalian melihat Yesung Hyung akhir - akhir ini? Dia semakin sering menghilang."
Ryeowook dan Kyuhyun mencoba mengingat - ingat kapan terakhir mereka melihat Yesung, tapi jarak kelas satu dan tiga yang berjauhan membuat mereka semakin jarang bertemu Yesung.
"Kenapa ini jadi terasa misterius ya?"
"Minnie setuju kalau ada campur tangan setan penjaga sekolah disini?"
Sungmin menatap malas ke arah Kyuhyun. Perubahan status seme menjadi uke ternyata membuat Kyuhyun mulai eror.
"Misterius Kyu, bukan misteri."
"Iya benar, ini jadi terasa misterius." Ryeowook ternyata satu pemikiran dengan Sungmin. "Awalnya ini hanya tentang siapa yang akan jadi the real seme di sekolah, tapi sekarang ini kita bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi."
"Aku bahkan tidak tahu apa yang Donghae Hyung rencanakan," lanjut Sungmin.
Kyuhyun menatap Ryeowook dan Sungmin bergantian.
"Dua hari lagi ya." Kyuhyun menyenderkan badannya ke senderan kursi. "Sekarang ini kita hanya bisa melihat apa yg akan terjadi nanti antara Hae Hyung dan Yesung Hyung."
.
.
Gedung aula biasanya sepi karena hanya dipakai saat pertemuan - pertemuan tertentu, tapi tidak kali ini. Suara dentuman musik Hip Hop, RnB, hingga Rock mengalun bergantian. Kadang musik berbahasa Korea, kadang Bahasa Inggris, bahkan ada beberapa musik berbahasa Jepang dan Mandarin. Suasana sendiri sudah seperti di dalam kastil tua, tapi para siswa belum benar - benar memulai pesta. Alasannya simple saja, DC!, Duo Evil, dan Yesung belum datang.
"Duo evil datang!" Tiba – tiba terdengar seruan dari seorang namja dengan kostum seperti pangeran. Para uke dan yeoja serentak menoleh ke arah pintu aula, dan mereka serentak berteriak. Penampilan duo evil, khususnya Donghae, terlihat sempurna hari ini.
Donghae menggunakan kostum Zorro lengkap dengan atribut pedangnya. Walau tinggi badannya kalah oleh Kyuhyun tapi badan tegapnya membuat dia terlihat sangat sempurna dengan kostum Zorro. Ditambah senyum dan tatapan yang sudah berbeda, tatapan itu kini tajam dengan senyum nakal yang sedikit angkuh. Kyuhyun pun terlihat keren dengan pakaian ala cowboynya.
"Donghae-sii... SARANGHAE!" Tiba – tiba terdengar teriakan dari para uke yang menggunakan topi binatang. Sepertinya mereka terinsiprasi oleh penampilan DC! saat Pekan Seni. Donghae hanya mengedipkan mata nya dengan tetap bersikap cuek tapi itu sukses membuat para uke berteriak histeris.
"Sepertinya Hyung sudah mendapatkan popularitas Hyung lagi."
Donghae mengangkat kedua pundaknya santai.
"Dia belum datang, Hyung."
"Biarkan saja, cepat atau lambat dia pasti akan datang." Kyuhyun melihat seringai di wajah Donghae, membuatnya semakin menyadari ada yang berubah dengan Hyungnya tersebut.
"Hyung..." Baru saja Kyuhyun akan bertanya lagi tiba – tiba terdengar sebuah teriakan yang ternyata berasal dari para seme dan beberapa yeoja. Dangereux Cuttie! sudah datang dan penampilan mereka memang diluar dugaan. Mereka semua melakukan dress crosses, kecuali Kibum tentu saja.
Para uke terlihat lemas seketika karena harus mengakui kalau mereka tidak bisa menyaingi pesona DC! dan para yeoja seolah – olah ingin menghilang karena sadar kecantikan mereka kalah oleh empat personil DC!
"Aku benar – benar harus operasi plastik sepulang dari sini." Terdengar gerutuan dari seorang yeoja. "Bagaimana bisa Sungmin-ssi memiliki bentuk bibir lebih menarik dariku?"
"Ryeowook-ssi terlihat begitu imut dan mungil, aku bisa frustasi lama – lama bersekolah disini."
"Ya kamu benar! Huft!"
Suara – suara kekecewaan tetap terdengar dari bibir para yeoja dan uke, tapi para DC seolah tidak peduli.
"Wookie terlihat cantik ya, Hyung."
Donghae mengkerutkan keningnya sejenak mendengar kata – kata Dongsaengnya, tapi kemudian dia mnyeringai. Dia sadar kalau Kyuhyun sedang jatuh cinta.
Ryeowook memang terlihat cantik menggunakan pakaian maid berwarna ungu tua. Sebuah bando besar menghias wig lurus hitam sepinggang. Sebuah pita besar dibelakang pakaiannya membuatnya semakin terlihat manis. Tapi bukan hanya Ryeowook yang terlihat cantik, tapi juga Sungmin dan Eunhyuk.
Sungmin berdandan seperti barbie dengan gaun berwarna pink selutut, rambut palsunya berwarna coklat ke'emasan model curly dengan sebuah bando berwarna pink. Sementara Eunhyuk memilih bergaya ala girlband. Mengggunakan sweeter berukuran longgar bewarna kuning dengan gambar bintang besar bewarna coklat. Kakinya yang ramping terbungkus sempurna oleh leging hitam. Rambut palsunya berwarna hitam bergelombang dengan sebuah jepit pita berwarna kuning di sebelah kanan. Tapi sepertinya Kibum dan Henry yang paling menyita perhatian karena mereka memakai yukata dengan corak yang sama walau model berbeda.
Kibum memakai yukata modern untuk namja berwarna cokelat. Rambutnya tersisir rapi tapi tetap modis membuatnya terlihat sangat tampan dan jauh dari kesan uke, sementara Henry menggunakan yukata modern untuk yeoja dengan corak yang sama dengan Kibum. Yukata itu hanya selutut dengan banyak renda dibagian roknya. Henry menggunakan rambut palsu sepundak dengan poni samping, sebuah jepitan berbentuk bunga menyempurnakan penampilannya.
"Kyaaa! Kibum-ssi ternyata tampan ya? Terlihat seperti seme." Seorang uke tiba – tiba menghampiri Kibum namun segera dihalangi oleh Henry.
"Jangan dekati Bummieku! Dia namjachinguku! Dia milikku!" Beberapa orang yang mendengar itu serentak menoleh ke arah Henry dan Kibum, sementara uke yang mencoba mendekati Kibum terlihat syok. "Jadi sekarang pergi, cari seme lain!"
Ryeowook, Sungmin, dan Eunhyuk yang mendengar itu serempak bertatapan. Henry dan Kibum memang belum menceritakan apapun soal hubungan mereka. Dan barusan Henry marah? Ini pertama kalinya terjadi!
"Kalian berdua..."
Kibum menarik lengan Henry sebelum mereka mendapatkan rentetan pertanyaan dari ketiga sahabatnya. "Henly, ayo kita ambil minum."
Henly menurut saat Kibum menariknya lembut, meninggalkan ketiga namja manis yang masih menuntut penjelasan kepada mereka berdua.
Acara terus berlangsung, dan suasana semakin meriah tapi Yesung belum juga terlihat.
"Sudah satu jam lebih tapi Yesung Hyung belum juga muncul." Sungmin mempermainkan rambut palsunya sambil mengedarkan pandangannya. "Acara hanya akan berlangsung selama tiga jam."
Saat ini Sungmin, Eunhyuk, Henry, Kibum dan Donghae sedang duduk di sebuah kursi besar. Sementara Ryeowook sedang berada di dance floor setelah setengah dipaksa oleh Kyuhyun untuk menemaninya ngedance.
"Tenang saja, Minnie. Dia akan datang." Donghae tersenyum misterius dan terlihat santai.
"Hyung, jujur saja Hyung terlihat aneh beberapa akhir ini."
Donghae tidak menjawab, hanya tersenyum sambil menatap melihat ke arah Kyuhyun dan Ryeowook yang sepertinya sudah larut dengan dunia mereka sendiri di dance floor.
Sungmin baru saja akan bertanya lagi ketika terdengar suara Eunhyuk. "Yesung Hyung sudah datang."
Semua serentak menoleh ke arah pintu aula kecuali Donghae. Donghae hanya menyeringai tanpa berniat menolah.
"Lagi – lagi dia penuh kejutan." Eunhyuk bergumam pelan tapi masih dapat terdengar oleh Donghae tapi namja ini tetap memilih untuk tidak menengok ke arah Yesung.
Yesung memasuki aula dengan santai. Dapat dia rasakan banyak mata yang menatapnya, tapi dia tidak peduli. Seringai terpampang jelas diwajahnya. Yesung benar – benar menarik perhatian karena dia memakai kostum vampire. Dengan kemeja hitam, celana panjang hitam, dan sepatu hitam mengkilat Yesung terlihat berbeda. Ditambah jubah besar di belakangnya percampuran antara warna hitam dan merah. Matanya diberi eyeliner hitam sehingga terlihat gothic dengan bercak merah disudut bibirnya membuat seringainya terlihat sempurna. Sementara rambutnya yang dibuat lebih merah dari sebelumnya dibiarkan berkesan berantakan.
"Dia sempurna." Kembali terdengar gumaman Eunhyuk, dan entah kenapa itu membuat seringai Donghae semakin menyeramkan.
Terdengar jeritan histeris dari para uke dan yeoja membuat Kyuhyun akhirnya menyadari keberadaan Yesung.
"Dia disini, Wookie."
Ryeowook dapat mendengar nada khawatir di suara Kyuhyun sehingga dia refleks memegang tangan namja evil tersebut. Kyuhyun menoleh.
"Tenanglah, Kyu. Semua akan baik – baik saja." Ryeowook tersenyum dan ternyata itu mampu menenangkan Kyuhyun. "Bummie saja pada akhirnya memutuskan untuk tidak peduli lagi dengan kekalahannya dari Yesung Hyung."
"Ne, Wookie. Gomawo." Kyuhyun membalas senyuman Ryeowook. "Oh iya, Wookie. Apa aku sudah bilang padamu kalau kamu terlihat sangat cute dan cantik hari ini?"
Pipi Ryeowook menghangat seketika, segera dilepaskan genggaman tangannya dari Kyuhyun. "Dasar mantan seme! Pintar menggombal."
Kyuhyun tertawa pelan mendengar omelan Ryeowook. Mungkin dia harus mengikuti jejak Kibum, melupakan kekalahannya dari Yesung dan mulai mencari pacar yang sebenarnya.
"Aku tidak menggombal, Wookie. Kamu memang cocok memakai memakai kostum itu."
"Ish, Kyu! Berhenti menggodaku!"
Lagi – lagi Kyuhyun tertawa, apalagi pipi Ryeowook sudah memerah sempurna sekarang.
Sementara itu Yesung sudah berjalan melewati Donghae yang masih terduduk santai dengan seringai di wajahnya. Yesung menyadari ada yang berbeda dengan Donghae tapi ini justru membuat dia semakin bersemangat. Dia yakin permainan ini akan segera selesai sore ini.
"Hae Hyung..."
"Hm?"
"Apa Hyung baik – baik saja?"
Donghae menatap Eunhyuk yang terlihat khawatir. "Aku baik – baik saja, Hyukkie. Bahkan belum pernah sebaik ini."
"Hyung yakin?"
Donghae beranjak dari tempat duduknya. "Tentu saja. Oh iya Hyukkie, jika semua ini sudah selesai apa kamu tertarik menjadi ukeku?"
"Mwo?"
"Aku hanya harus membuat Yesung menjadi uke kan? Aku tidak berniat menjadikannya namjachinguku. Aku lebih tertarik menjadi namjachingumu, Hyukkie."
Eunhyuk menantap bingung Donghae yang mengedipkan matanya lalu beranjak pergi.
"Hae Hyung sepertinya sudah mulai stress karena harus berhadapan dengan Yesung Hyung."
Sungmin tertawa mendengar kepolosan Eunhyuk. "Hae Hyung bukan stress, Hyukkie. Tapi dia menyukaimu."
"Eh?" Eunhyuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hae Hyung menyukaiku? Sebenarnya dia keren juga sih."
Sungmin kembali tertawa, kali ini bersama Henry dan Kibum.
"Hyukkie kadang memang terlalu polos!"
.
.
Acara pesta kostum semakin semarak. Kehadiran guru yang hanya ada di satu jam pertama membuat acara kini berjalan semau para murid. Tapi ini tidak berlaku untung Yesung, namja ini memilih duduk sendirian di salah satu sudut sambil melihat ke sekitar. Para uke dan yeoja hanya menatap kagum dari jauh, tapi tidak ada yang berani mendekatinya.
"Yesung Hyung benar - benar seperti vampire, aura kegelapan terlihat jelas di sekitarnya."
"Aku justru melihat dia seperti sosok kesepian, Kyu."
"Kesepian?"
Sungmin mengangguk. "Dia sama sekali tidak bergaul dengan siapapun, apa mungkin dia tidak kesepian?"
Kyuhyun terdiam. Mencoba menela'ah apa yg sebenarnya Yesung rasakan, tapi sepertinya terlalu sulit untuk mengerti seorang Kim Yesung.
"Apa kalian tahu kemana Hae Hyung pergi?" Ryeowook tiba - tiba menyadari ketidak beradaaan Donghae.
"Ah iya, dia belum kembali sejak tadi." Eunhyuk berdiri dan mencoba mengedarkan pandangan ke sekeliling, tapi Donghae tidak terlihat.
Yesung masih terdiam disudut ruangan. Dia sebenarnya membenci pesta kostum. Handphonenya tiba - tiba bergetar. Sebuah pesan masuk, dari Donghae.
'Sepertinya kamu bosan. Berani menemuiku di belakang aula?'
Yesung menyeringai. "Menantangku, Hmm?"
Yesung segera beranjak. Sejujurnya dia memang sudah mulai bosan dengan pesta kostum ini.
"Merindukanku, Eoh?"
Donghae membalikkan badannya saat mendengar suara Yesung. Sebuah seringai muncul di wajahnya.
"Mungkin aku memang merindukanmu. Kamu terlalu lama menghilang, Yesung-ah."
Yesung sadar, dia belum pernah melihat seringai seperti itu di wajah Donghae.
"Terpesona olehku?"
Yesung tersenyum meremehkan. "Sama sekali tidak. Aku akui banyak perubahan dalam dirimu tapi itu tidak berpengaruh apa - apa."
Donghae tertawa pelan, namun terdengar meremahkan. "Oh ya?" Perlahan dia mendekati Yesung. "Aku jadi penasaran kemana kamu selama ini, Yesung-ah."
"Begitu rindukah kamu padaku, Hae?"
Jarak mereka sudah cukup dekat. Sejenak mereka saling bertatapan.
"Bagaimana kalau aku memang merindukanmu, Yi Xing Baby?"
Seringai di wajah Yesung hilang seketika.
"Kenapa Yi Xing Baby? Apa hanya seseorang bernama Han Gege yang boleh memanggilmu seperti itu?"
Donghae dapat melihat wajah Yesung sedikit memucat. "Dari mana kamu tau soal itu?"
Seringai Donghae melebar. Reaksi Yesung lebih dari yang dia harapkan.
FLASHBACK ON
Yesung melangkahkan kakinya menuju taman sekolah. Dia sudah mulai merasa bosan dengan semua ini. Dia membutuhkan tempat sepi yang selalu bisa membuatnya merasa lebih tenang. Baru saja Yesung tiba di taman handphonenya berbunyi.
Nomor itu bukan nomor Korea tapi Yesung sudah kenal baik dengan nomor itu. Wajah Yesung yang semula terlihat dingin dan merasa bosan mendadak cerah seketika.
"Han Gege."
'Semangat sekali, Yesungie.'
Yesung tertawa. Sudah satu bulan lebih dia menunggu panggilan ini. Han Gege adalaha Hangeng Tan. Awalnya Yesung memanggilnya dengan Hyung, tapi kemudian dia memutuskan untuk memanggil Hangeng dengan sebutan Gege.
"Lama sekali Gege baru menelponku."
'Mian, Yesungie. Kuliahku sedang benar - benar padat akhir - akhir ini.'
"Hmmm begitu ya?"
"Apa kabarmu, My Yi Xian Baby?"
Muka Yesung memerah seketika mendengar nama panggilan itu.
"Ya Han Gege! Sudah kubilang jangan memanggilku Yi Xian Baby! Itu terdengar aneh, aku ini seme!"
Hanggeng tertawa renyah diseberang telephone membuat Yesung kembali salah tingkah.
"Gege, berhenti tertawa!" Suara yesung terdengar lebih mirip rengekan daripada perintah.
'Kamu mungkin seme, bahkan sudah menjadi sang penakluk sekarang, tapi untukku kamu tetap Yi Xian Baby-ku.'
"Han Gege..."
Tidak pernah ada yang melihat dan mendengar Yesung seperti ini, tidak pernah kecuali Donghae yang sejak tadi tidak sengaja menguping pembicaraan Yesung sejak tadi.
Donghae membalikkan badannya dengan sebuah seringai diwajahnya. Rahasia kecil Yesung sudah ditangannya.
FLASHBACK END
"Yi Xian Baby... Nama yang cute."
Yesung memasang muka dingin dan datarnya, tapi Donghae sama sekali tidak terpengaruh.
"Apa Han Gege itu seme-mu? Tunggu. Apa itu artinya kamu uke, Yesungie?"
"Dia bukan seme-ku, dan aku bukan uke."
"Tapi kamu sudah terlihat seperti uke untukku kali ini, Yi Xian Baby."
Yesung kembali memasang senyum angkuhnya. "Bukan aku yang uke, Hae. Aku tidak pernah menguping pembicaraan orang lain karena itu sikap para uke."
Wajah Donghae mengeras. Yesung ternyata memang tidak mudah dikalahkan.
"Jadi Han Gege itu bukan seme-mu, eoh?"
"Bukan!"
"Apa artinya kamu bertepuk sebelah tangan, Yesungie?"
Tangan Yesung mengepal menahan emosi. "Itu bukan urusanmu, Hae."
"Reaksi yang diluar dugaan, reaksi yang berarti 'Ya'. Aku bisa rasakan bagaimana perasaanmu pada seseorang bernama Han Gege saat itu, kamu benar - benar berbeda."
"Stop Hae!"
"Apa Han Gege itu cinta pertamamu?"
"Stop Hae! Aku bilang stop!"
"Apa justru kamu tidak bisa meraih cinta pertamamu?"
"STOP HAE!"
"Aku jadi penasaran, seperti apa seseorang bernama Han Gege..."
BUG!
Sebuah pukulan tiba - tiba mendarat di pipi Donghae, pukulan yang cukup keras dan membuatnya jatuh tersungkur. Donghae memegang sudut bibirnya yang sakit lalu cepat berdiri.
"Kamu tidak berhak mencampuri urusanku, Kim Donghae!"
Yesung melepas jubah panjangnya lalu berbalik pergi dengan tangan terkepal. Baru beberapa langkah tiba - tiba dia berhenti dan memukul dinding dengan keras sambil berteriak. Donghae terpaku melihat semua itu. Yesung kembali melanjutkan langkahnya tanpa sama sekali menoleh ke belakang lagi.
Donghae terus menatap punggung Yesung hingga namja itu menghilang di belokan koridor. Donghae memungut jubah Yesung yang terjatuh di kakinya. Seringainya menghilang, berganti sebuah senyum hangat.
"Untuk pertama kalinya, kamu menunjukan perasaanmu yang sebenarnya, Yesung-ah."
Donghae melirik jam tangannya. Acara kostum sudah berlangsung selama 2,5 jam. Donghae melipat jubah Yesung dan berjalan kembali menuju Aula. Tidak ada lagi seringai, tidak ada lagi tatapan dingin. Tujuan awal Donghae memang untuk menaklukan Yesung tapi dia justru mendapatkan sesuatu yang lebih penting dari itu; kenyataan bahwa Yesung tidak seperti yang selama ini terlihat. Yesung pun hanya manusia biasa, manusia biasa yang pintar menyembunyikan perasaan.
.
.
Yesung sudah hampir satu jam terduduk disana. Disebuah pinggir jalan yang sepi. Beberapa orang yang melintas hanya menatap aneh sekaligus kagum karena ketampanannya.
Disinilah pertama kali Yesung bertemu dengan Hangeng, tepatnya pertama kali dia diselamatkan. Disinilah untuk pertama kali Yesung bertemu dengan seseorang yang tidak menganggapnya aneh karena wajahnya yang saat itu dianggap terlalu manis dan imut untuk seorang namja. Disinilah pertama kali seseorang tidak melihatnya sebagai sosok lemah yang selalu dibully. Disinilah pertama kali seseorang ada untukknya.
"Han Gege, aku mulai lelah. Seharusnya Gege tetap ada disini."
Yesung menekuk kedua kakinya dan membenamkan kepalanya diantara kedua kakinya.
"Harusnya Gege mengambil kuliah disini, bukannya kembali ke China mengikuti keinginan Heechul Hyung."
Yesung meraba dadanya yang tiba - tiba terasa sakit. "Harusnya kita tidak pernah ke pesta kostum waktu itu. Andai kita tidak kesana Gege tidak akan bertemu dengan Heechul Hyung."
Langit sudah berubah gelap sejak tadi tapi Yesung tidak juga beranjak dari sana. Air mata perlahan mulai keluar, dan ini adalah tangisan pertamanya setelah cukup lama dia tidak menangis.
Sementara itu di balkon kamar, Donghae berdiri menatap langit sambil menggenggam jubah milik Yesung.
"Yesung-ah, tidakkah kamu lelah?"
Angin sudah mulai terasa dingin, tapi senyum Donghae menghangat.
"Semuanya akan berubah, Yesungie. Semuanya akan membaik."
Donghae membuka lipatan jubah Yesung dan menggunakannya untuk menghangatkan tubuhnya. Malam semakin larut tapi Donghae tetap memilih berdiri disana, menatap langit.
TBC
Humornya mana? Seperti yang Author bilang diawal, chapter ini akan lebih serius. Next Chapter ceritanya tamat :) Soal pairing yang berantakan memang udah niat dari awal kalau FF ini bakal Craic pairing banget :D Terus kenapa nyelip HaeHyuk moment? Untuk couple satu ini entah kenapa author tidak kuasa memisahkannya #plak#
Mian kalau updatenya lama,, Banyak banget penyebabnya, mulai dari author yang setengah hiatus sampai account author yang sempat tidak bisa login.
Akhir kata Gomawo untuk semua reader yang sudah mau membaca dan mereview FF Gaje ini. Keep RnR, Ne :)
