-GENGPETALS'-
DECEMBER 21, 2009
.
HANCHUL'S ROMANCE AND SUPER JUNIOR'S FRIENDSHIP
WARNING : TYPOS/ABAL/YAOI/BOYxBOY/MULTIPLE POINTS OF VIEW
DON'T LIKE? DON'T READ. SIMPLE.
.
.
Terinspirasi dari buku Super Junior berjudul THE EVERLASTING STORIES OF SUJU yang memuat fakta-fakta seputar Super Junior. beberapa dialog, kejadian, dan postingan cyworld dikutip berdasarkan fakta mengenai kasus Hankyung yang ada dibuku itu, dan dikembangkan menurut imajinasi author ~~
Chapter 3
.
.
Heechul Pov
-Flashback-
"Heechul-ah! Heechul-ah!"
Suara itu, Jungsoo. Mau apa lagi dia? Bukankah tadi sudah kukatakan untuk memberiku waktu untuk menenangkan diri? Sial, sepertinya diluar tidak hanya ada Jungsoo. Semua member juga berkumpul di depan kamarku. Apa yang mau mereka lakukan? Mereka akan mendobrak pintuku dan memaksaku keluar?
"Hyung, sebenarnya apa yang terjadi?" samar-samar suara Donghae terdengar. Hei, jadi mereka juga tidak tau untuk apa mereka berkumpul didepan kamarku? Huh, dasar pabo.
Tapi.. aku jadi penasaran juga. Apa yang sedang terjadi ya?
"Ah iya, kalian cepat buka internet dan searching mengenai Hangeng!"
Apa? Apa dia bilang? Hankyung? Apa yang terjadi dengan Hankyung?
"Searching sekarang dan kalian akan tau jawabannya. Cepat!"
Tanpa basa-basi lagi aku segera membuka laptop ku dan ikut searching mengenai Hankyung. Tak kuhiraukan Jungsoo yang kembali menggedor pintu kamarku dan terus memanggil namaku.
Apa yang terjadi? Hasil pencarian teratas memuat sebuah video, tapi sepertinya aku belum pernah melihat video ini. Hanya berdurasi sekitar kurang lebih 2 menit. Kulihat tanggal video itu di upload, baru sekitar 2 jam yang lalu! Akhirnya kau muncul Han!
Segera aku buka video itu. Tidak perlu menunggu waktu lama, akhirnya video itu siap kutonton. Aku mencoba mengatur jantungku yang dag-dig-dug tak karuan. Dengan tangan gemetar aku mencoba menekan tombol play. Terlihat wajah Hankyung yang mundur perlahan menjauhi kamera dan duduk. Sepertinya ia merekam sendiri video ini.
"Halo, aku Han Geng. Atau mungkin kalian lebih mengenalku sebagai Hankyung, salah seorang member Super Junior. Kalian semua pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa berada disini sekarang. Aku akan meluruskan semua yang telah terjadi selama kurang lebih 3 bulan ini."
Suara itu.. suara yang sangat kurindukan. Hankyungie..
"Pertama, aku ingin mengklarifikasi mengenai masalahku dengan SM Entertaiment. Ya, aku memang mengajukan tuntutan kepada SMent dan keluar dari management itu. Dan itu artinya, aku.. aku juga keluar dari Super Junior."
Deg! Hankyung.. seriuskah kau?
"Kedua, kini aku akan memulai debutku sebagai penyanyi solo. Aku sedang dalam persiapan membuat album pertamaku. Terakhir, semoga kalian dapat menerimaku seutuhnya tanpa terikat Super Junior lagi. Dan.. untuk para member, terima kasih atas segalanya yang telah kalian berikan kepadaku selama ini. Maafkan keegoisanku, dan maaf juga aku tidak bisa menemui kalian ataupun memberi kabar pada kalian. Aku terlalu malu untuk bertemu dan menatap kalian semua. Aku tidak akan pernah melupakan kalian. Terutama untuk sahabatku Kim Heechul.."
Hankyung terdiam sejenak dan menunduk. Airmatanya yang menggenang mulai tampak turun, namun secepat kilat ia menghapusnya dan tersenyum.
"Kim Heechul, terima kasih banyak atas segala bantuan dan perhatianmu padaku selama ini. Tanpamu, aku bukanlah apa-apa. Aku.. aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Wo ai ni."
Layar laptop kembali hitam. Airmata turun membasahi pipiku tanpa bisa aku tahan lagi. Hankyung pabo. Sial, beraninya kau meninggalkanku. Kau bahkan tidak mengatakannya langsung padaku. Kenapa?! Kenapa Han?!
Aku menyeka airmataku dan berjalan tak tentu arah. Tanpa sadar aku membuka pintu kamarku dan mendapati sosok Jungsoo, Youngwoon, dan Siwon yang sedang bersiap hendak mendobrak pintuku.
"Heechul-ah.."
Tanpa sadar aku menghampiri Siwon dan memeluknya, menangis dalam dekapan tangannya. Ah, jeongmal paboya Kim Heechul..
-Flashback end-
.
.
.
2 months later.
Bounce to you, bounce to you nae gaseumeun neol …
Lagu terbaru Super Junior, Bonamana, menggema di ruangan latihan. Ya, sudah 2 bulan berlalu semenjak Hankyung muncul ke publik dan mengklarifikasi semuanya. Dan sebulan yang lalu, dengan seenaknya SMent pabo itu memutuskan untuk mengeluarkan album keempat Super Junior. Padahal masalah belum ada yang kelar satu pun.
Kibum yang ingin hiatus dari Super Junior. Youngwoon yang terlibat kasus dan harus masuk wajib militer lebih cepat. Dan kasus antara Hankyung dan SMent yang belum ada titik terangnya. Dan itu berarti Super Junior akan comeback hanya dengan 10 membernya.
Aish, lagi-lagi aku teringat pada namja china pabo itu. Semenjak video kesaksiannya waktu itu, ia seolah kembali hilang ditelan bumi. Tak ada kabar.
Tapi.. walaupun begitu, aku merindukannya. Merindukan sosok polosnya. Merindukan suaranya yang memanggilku. Merindukan tatapan lembutnya. Merindukan masakannya yang sangat enak. Merindukan godaannya. Merindukan tawa khasnya. Merindukan segala yang ada pada dirinya.
AKU MERINDUKANMU HAN GENG!
"Heechul hyung, kau mau kemana?" tanya Donghae saat aku mulai berjalan keluar dari ruangan latihan. Serentak member lain juga ikut menatapku.
"Ani, aku hanya ingin mencari udara segar. Latihan kita sudah selesai kan? Kalian tak perlu menungguku, pulanglah duluan ke dorm. Aku akan menyusul kalian nanti. Annyeong." Aku langsung melesat keluar. Tak kuhiraukan teriakan Jungsoo yang kembali memanggil namaku.
Malam ini cuaca sangat dingin. Aku merapatkan jaketku dan berjalan perlahan di taman tempat terakhir kalinya aku dan Hankyung menghabiskan malam berdua.
Hhh, harusnya aku tau, waktu itu dia sudah memberi tanda kalau ia akan pergi jauh dan tak akan kembali. Harusnya aku bisa lebih peka lagi. Argh, penyesalan selalu datang terlambat. Bukan penyesalan namanya kalau datang lebih awal. Aish sudahlah.
Aku duduk di salah satu bangku itu dan mulai mengenang masa-masa terakhirku disini bersama Hankyung. Tunggu dulu, malam itu bukanlah terakhir kalinya aku bertemu Hankyung..
.
.
-Flashback-
Super Show 2 Beijing.
Shining star, like a little diamond, makes me love …
Huft, akhirnya aku bisa duduk dan bersantai di panggung barang sejenak. Untung saja aku tak punya line solo di Shining Star, jadi tak masalah.
Okay, disinilah aku sekarang. Beijing. Sial, ini kampung halaman china oleng pabo itu. Memikirkan dimana aku sekarang membuatku selalu teringat padanya.
Shining star, like a little diamond, makes me love …
Aish, lagu ini sudah masuk ke bagian reff nya. Namun daritadi aku hanya memegang mic tanpa berniat bernyanyi sama sekali. Aku mengedarkan pandanganku ke sederetan ELF di depanku.
Banyak banner bertuliskan Hangeng dan SJ Always 13. Bahkan banyak juga banner HanChul. Hhh, padahal ini kampung halamanmu, tapi bahkan kau tak bersama kami disini sekarang. Hankyung pabo. Hankyung pabo. Hankyung pabo. Han..
Shining star, like a little diamond, makes me love …
Ah, slide itu. Slide yang seharusnya menampilkan 13 member yang saling bergantian mengungkapkan perasaan cinta mereka pada ELF. Namun sekarang hanya tersisa 10 member. Padahal salah satu yang hilang itu adalah favoritku.
Hankyung yang membuat love sign di dadanya dan berkata, "Wo Ai Ni.." terlihat sangat keren. Sangat tampan. Bahkan aku sangat penasaran kenapa ada namja yang tampannya melebihiku. Namun kini semua itu hilang, lenyap tak berbekas, seolah memang tak pernah ada sejak awal.
Aish, ada apa ini? Kenapa mataku berair? Sial, aku tak boleh menangis sekarang, setidaknya tidak didepan para ELF dan Petals. Belum terlalu kelihatan kan? Untung saja aku menggunakan kacamata dan jubah besar yang dapat melindungi wajahku.
Aku menaikkan kepalaku menghadap langit berbintang, berharap airmataku kembali masuk dan tidak akan pernah keluar lagi. Langit sangat indah, persis ketika terakhir aku bersama Hankyung di taman itu.
.
"Heechul-ah.."
"Hm?"
"Lihat deh langit malam ini, sangat cantik bukan?" Aku mendongakkan kepalaku menghadap langit bersih berbintang. Memang cantik sih.
"Ani, masih cantik aku lagi."
"Mwo?"
"Waeyo? Benar kan?"
Aku melirik Hankyung. Ternyata ia sedang menatapku dengan pandangannya yang.. err, firasatku buruk.
"W-waeyo? Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Akhirnya.."
"A-apa?"
"Akhirnya kau mengakui kalau dirimu memang cantik Heechullie."
Blush. Mukaku memerah. Aish sial, kenapa aku bisa keceplosan mengatakan hal tadi, padahal biasanya aku menolak keras dikatai cantik oleh china oleng itu. Biar bagaimanapun aku ini tetap namja.
"A-ani, aku tidak mengatakan apapun kok."
"Jinjja? Lalu apa yang aku dengar barusan, hum?"
"T-tidak ada apa-apa kok, pasti kau salah dengar."
"Pendengaranku masih bagus Heechullie. Jadi kau benar-benar mengakui dirimu cantik, hm?"
"Y-yaaa! Aku tidak mengatakan apa-apa, china oleng," kataku sambil meleletkan lidahku dan berlari meninggalkan Hankyung.
"Hei Heechul-ah, tunggu aku, kau tadi menyebut dirimu cantik kan? Benar kan? Hyaaa Chullie jangan lari," panggil Hankyung sambil mengejarku. Aku hanya tertawa puas, sambil terus berlari menghindari Hankyung yang mengejarku dengan tawa yang juga menghiasi wajah tampannya.
.
Aish, aku jadi teringat lagi pada malam itu. Dan ini kenapa mataku malah makin penuh dengan airmata? Aku menurunkan kepalaku, dan tiba-tiba mataku menangkap satu sosok namja berkacamata hitam yang duduk di deretan bangku VIP. Namja itu sepertinya juga sedang menatapku. Hei, rasanya sosok tubuh itu nggak asing. Aku memicingkan mataku.
Dan tanpa sadar, airmataku yang tadinya menggenang, kini dengan sukses mengalir di kedua pipiku saat namja itu membuka kacamatanya dan menatapku dengan tatapan khasnya. Nggak, nggak mungkin! Pasti karena mataku penuh dengan airmata, jadi pandanganku kabur dan malah terbayang dia. Tidak, itu tak mungkin dia! Tak mungkin itu Hankyung!
Aku menutup mulutku dan menunduk, menangis tertahan. Terdengar suara gaduh di dekat tempatku duduk. Sial, pasti mereka melihatku menangis. Padahal aku tak ingin membuat mereka khawatir. Tidak, aku harus memastikannya sekali lagi.
Aku melepas kacamataku dan menaikkan kepalaku, yang tentu saja langsung membuat para ELF yang datang heboh. Bagaimana tidak, aku yang dikenal cuek dan jarang meneteskan airmata, kini menangis. Aish sudahlah, itu tak penting.
Aku menatap namja itu, namja yang telah mewarnai hari-hariku selama lebih kurang 5 tahun ini. Ternyata memang benar, itu Hankyung. Dan dia terus menatapku, seolah berkata, "Uljima Heechul-ah, kau harus kuat."
Jinjja, ingin rasanya aku berteriak kepada namja china pabo itu untuk turun dan bergabung bersama kami di panggung. Namun suaraku tercekat. Hanya hatiku yang terus-terusan berteriak tanpa suara.
Hangsang hamkke halgeora, till the end of time ..
Ah, itu line solo Kyuhyun yang menandakan berakhirnya lagu. Tanpa melepaskan pandanganku dari Hankyung, aku segera berdiri dan memberi salam pada penonton, kemudian segera berlari ke belakang panggung. Aish, Heechul pabo..
-Flashback end-
.
.
Huft, mengingatnya membuatku merasa sakit. Dan saat penampilan berikutnya, aku tak lagi melihat namja china itu disana. Yang aku sesalkan, kenapa aku tak bisa berteriak sekedar memanggil namanya saja. Padahal mic sudah ditangan, jaraknya juga tak terlalu jauh, mengingat selama ini ia selalu menghilang entah kemana.
Tapi.. tapi aku.. argh, aku menyesal! Andai saja aku lebih berani waktu itu, ia pasti masih disini bersamaku, menemaniku berjalan-jalan, dan bercanda tawa. Setidaknya harapan itu masih ada. Sial, aku merindukannya.
Kali ini, kubiarkan saja airmata jatuh membasahi pipiku. Toh, tak akan ada yang peduli. Hari juga sudah mulai larut malam, tak banyak orang berkeliaran. Aish, sialan. Kenapa china oleng pabo itu bisa membuatku seperti ini. Argh, Hankyung pabo, Heechul pabo.
Sret! Tiba-tiba sebuah sapu tangan terulur kepadaku. Tanpa banyak berpikir aku mengambil sapu tangan itu dan mengeringkan wajahku yang telah basah. Aish, pasti aku tampak menyedihkan.
Tapi kenapa airmataku ini tak bisa berhenti turun? Argh, ingin rasanya aku berteriak dan menumpahkan segala kekesalanku. China oleng pabo, beraninya kau membuatku begini.
Chu.. tiba-tiba aku merasa pipiku seperti dicium seseorang . YA! Siapa yang sudah berani kisseu pipi orang seenaknya hah?! Nggak liat apa orang lagi kacau begini?! Aku menolehkan kepalaku ke samping, ke arah orang yang sudah berani mencium pipiku itu, bersiap untuk melampiaskan emosiku pada orang itu.
"YA! Apa yang kau.." belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, lagi-lagi suaraku tercekat saat tau siapa orang di hadapanku ini.
"H-hankyung?"
.
.
.
Author Pov
Siwon memasuki dorm mereka. Leeteuk yang sedang mondar-mandir di ruang tengah pun segera menghampirinya.
"Bagaimana Won-ah? Apa kau menemukan Heechul?" tanya Leeteuk.
"Teuk hyung? Bukankah sudah kusuruh hyung untuk beristirahat? Kenapa hyung masih mondar-mandir disini?"
"Hyung belum bisa tidur, hyung belum bisa tenang kalau belum tau bagaimana keadaan Heechul, Won-ah. Kau tau dia itu masih labil, salah sedikit ia bisa bertindak nekat. Hyung takut terjadi apa-apa dengannya."
Siwon terdiam. Perlahan seulas senyuman tergambar di wajah tampannya.
"Hyung nggak perlu khawatir. Heechul hyung baik-baik saja kok. Sebentar lagi ia pasti pulang."
"Benarkah Won-ah? Apa kau sudah bertemu dengannya?"
"Ne, sekarang dia sedang ada perlu dengan seseorang. Hanya ada dua hal yang akan terjadi begitu ia pulang nanti. Ia akan kembali dengan wajah berseri-seri dengan membawa serta seseorang bersamanya, atau bahkan kembali dengan suasana hati yang lebih buruk dari sebelumnya," jawab Siwon penuh teka-teki.
"Mwo? Apa maksudmu Won-ah?"
Siwon tidak menjawab. Pikirannya kembali melayang saat ia menemukan sosok Heechul di taman, dan ternyata ia tidak sendiri.
Heechul hyung.. Hankyung hyung.. fighting!
.
.
.
TBC
Apa yang akan terjadi pada Heechul dan Hankyung yang bertemu kembali setelah sekian lama? Akankah Heechul berhasil membawa Hankyung kembali ke Super Junior? Dan kalaupun iya apakah semua member akan menerima Hankyung kembali? Atau malah sebaliknya? Wait for the next chapter ;)
Heemighty : kalau terlampau genius saya yang repot nanti -o- hehehe neeee udah lanjut, sekarang ff anda yang tolong dilanjutkan *nodnod*
Vie Joyers3424 : postingan cyworld nya Kyu ada di chapter 1, yang Even a beast doesn't bite the hand that feeds on, I can not understand , nee ini udah lanjut ^^
Guest : wah author nggak tau juga, author beli bukunya juga udah lama ._.
AngeLeeteuk : hehe author masih awam dalam soal membuat ff, tapi author terima komentarnya, gomawo atas perbaikannya, akan author perbaiki di ff selanjutnya *bow*
dan thanks a lot buat reviewers lain dan yang masih setia menunggu ff ini update, mianhae atas keterlambatannya, dan mianhae kalau ceritanya tidak sesuai harapan *bow*
sekali lagi, tidak semua kejadian adalah nyata, sekali lagi ini hanya imajinasi author yang dituangkan dalam sebuah fanfiction ..
stay review, and see ya at the next chapter ^^
