-Previous Chapter-
Siwon memasuki dorm mereka. Leeteuk yang sedang mondar-mandir di ruang tengah pun segera menghampirinya.
"Bagaimana Won-ah? Apa kau menemukan Heechul?" tanya Leeteuk.
"Teuk hyung? Bukankah sudah kusuruh hyung untuk beristirahat? Kenapa hyung masih mondar-mandir disini?"
"Hyung belum bisa tidur, hyung belum bisa tenang kalau belum tau bagaimana keadaan Heechul, Won-ah. Kau tau dia itu masih labil, salah sedikit ia bisa bertindak nekat. Hyung takut terjadi apa-apa dengannya."
Siwon terdiam. Perlahan seulas senyuman tergambar di wajah tampannya.
"Hyung nggak perlu khawatir. Heechul hyung baik-baik saja kok. Sebentar lagi ia pasti pulang."
"Benarkah Won-ah? Apa kau sudah bertemu dengannya?"
"Ne, sekarang dia sedang ada perlu dengan seseorang. Hanya ada dua hal yang akan terjadi begitu ia pulang nanti. Ia akan kembali dengan wajah berseri-seri dengan membawa serta seseorang bersamanya, atau bahkan kembali dengan suasana hati yang lebih buruk dari sebelumnya," jawab Siwon penuh teka-teki.
"Mwo? Apa maksudmu Won-ah?"
Siwon tidak menjawab. Pikirannya kembali melayang saat ia menemukan sosok Heechul di taman, dan ternyata ia tidak sendiri.
Heechul hyung.. Hankyung hyung.. fighting!
.
.
.
-GENGPETALS'-
DECEMBER 21, 2009
.
HANCHUL'S ROMANCE AND SUPER JUNIOR'S FRIENDSHIP
WARNING : TYPOS/NEWBIE/ABAL/YAOI/BOYxBOY/MULTIPLE POINTS OF VIEW
DON'T LIKE? DON'T READ. SIMPLE.
.
.
Terinspirasi dari buku Super Junior berjudul THE EVERLASTING STORIES OF SUJU yang memuat fakta-fakta seputar Super Junior. beberapa dialog, kejadian, dan postingan cyworld dikutip berdasarkan fakta mengenai kasus Hankyung yang ada dibuku itu, dan dikembangkan menurut imajinasi author ~~
Chapter 4
.
.
Author Pov
"Heechul-ah, tunggu!" Hankyung berusaha mengejar Heechul yang berlari menjauhinya. Ia berhasil meraih tangan kiri Heechul, namun Heechul tetap membelakangi Hankyung.
"Lepasin aku Han," pinta Heechul sambil mencoba melepaskan tangannya dari Hankyung. Namun Hankyung malah semakin erat menggenggam tangannya.
"Kenapa kau lari dariku, Heechul-ah? Apa kau tidak merindukanku?" tanya Hankyung.
"Lepasin aku Han, aku mohon.."
"Shireo! Aku nggak akan melepaskanmu sebelum kau menjelaskan kenapa kau lari menghindariku Heechul-ah."
"Tolong lepasin aku Han, aku nggak mau kau melihatku menangis."
Hankyung menatap Heechul sendu. "Heechul-ah.."
"Kau tau Han? Setelah kau pergi hidupku bagai tak berarti lagi. Apalagi kau sama sekali tak mengatakan apa-apa padaku. Jadi apa arti diriku ini bagimu, Han? Kenapa kau tak pernah mau berbagi bebanmu padaku? Kenapa hanya aku yang selalu bergantung padamu?!"
Hankyung terdiam.
"Kau jahat Han. Kenapa kau menyiksaku seperti ini? Apakah kau senang melihatku menderita seperti ini? Kau bahagia sekarang sudah terbebas dari Super Junior? Terbebas dariku?"
"Heechul-ah, aku.."
"Kau jahat Han. Padahal kami semua sangat menyayangimu, termasuk aku. Aku sangat menyayangimu melebihi apapun di dunia ini. Tapi kenapa kau tega berbuat begini? Kenapa Hannie? Kenapaaa?!" Heechul terduduk dan menangis, menumpahkan segala emosi yang ditahannya beberapa bulan ini.
Hankyung hanya bisa berkaca-kaca mendengar penuturan Heechul. Perlahan ia melepaskan genggaman tangan Heechul, ikut duduk di belakang Heechul dan memeluknya erat. Tak dihiraukannya tatapan aneh orang yang sedang lalu lalang di sekitar mereka.
"Heechul-ah, sudah lama aku ingin mengatakan ini padamu." Heechul masih terisak di pelukan Hankyung.
"Saranghae, Heechullie.."
.
.
"Kyu, tidur! Jangan main game lagi!" teriak Sungmin kesal sambil melempar bantal pada Kyuhyun yang masih asik dengan psp nya.
"Tanggung hyung, sebentar lagi," jawab Kyuhyun cuek sambil terus memainkan psp nya.
"Kalau gitu main diluar, jangan disini! Ribut tau, aku nggak bisa tidur," usir Sungmin sambil mendorong Kyuhyun dari tempat tidur. Ternyata dorongan Sungmin cukup kuat sampai Kyuhyun terjatuh dari tempat tidur mereka.
"Aish hyung appo," ringis Kyuhyun sambil mengelus kepalanya yang terbentur lantai.
"Bodo ah!" jawab Sungmin cuek dan menyelimuti seluruh badannya. Kyuhyun menyerah, dan berjalan perlahan keluar dari kamar mereka.
Tok tok tok.. baru saja Kyuhyun hendak kembali memainkan psp nya, terdengar bunyi pintu diketuk.
"Aish siapa sih yang datang malam-malam begini." Dengan malas Kyuhyun beranjak ke pintu depan dan membukanya.
"Ada perlu ap.." ucapan Kyuhyun terhenti. Matanya membulat seketika begitu tau siapa yang ada dihadapannya.
"H-hankyung hyung?"
Hankyung tersenyum. "Annyeong, Kyuhyun-ah."
"A-ada apa hyung malam-malam begini.." tatapan Kyuhyun beralih ke punggung Hankyung. Ternyata Hankyung menggendong seseorang.
"H-heechul hyung? Ada apa dengannya hyung?"
"Nanti akan hyung jelaskan. Sekarang bolehkah hyung masuk dan menidurkan Heechul di kamarnya? Dia sudah sangat kelelahan."
"Bukan hanya kamarnya hyung, tapi kamar kalian." Tiba-tiba Siwon muncul di belakang Kyuhyun.
"Siwon-ah.."
"Masuklah hyung, aku sudah membereskan kamar kalian tadi, karena aku tau Heechul hyung pasti akan pulang membawamu."
Kyuhyun menatap Siwon heran, kemudian ikut mundur memberi jalan untuk Hankyung masuk. Hankyung menatap mereka agak lama, sebelum akhirnya ia masuk.
Ah, dorm ini.. Sama sekali tidak berubah, batin Hankyung sambil melihat-lihat dan mengenang kembali masa-masa indahnya dahulu disini.
Ia pun masuk ke kamar yang dulu ia tempati bersama Heechul. Ah, rindunya.. kamar ini juga tidak berubah, batin Hankyung. Matanya mulai berkaca-kaca, namun dengan cepat ia menghapusnya. Ia segera menidurkan Heechul di tempat tidur dan menyelimutinya. Matanya tak lepas dari Heechul yang sedang terlelap sambil mengelus pelan rambutnya.
Mianhae, Chullie.. batin Hankyung sambil mengecup lembut kening Heechul. Heechul menggeliat perlahan, kemudian kembali terlelap.
Hankyung tersenyum dan berbalik arah keluar dari kamar. Ternyata di ruang tengah dorm sudah berkumpul semua member SJ kecuali Kibum, Kangin, dan Heechul sendiri. Hankyung menatap mereka satu persatu dengan mata berkaca-kaca. Sesaat keadaan menjadi sangat hening. Hanya mata mereka yang saling menatap melepas kerinduan.
"Hankyung.. ah aniya, Hangeng-ah.." suara Leeteuk memecah keheningan. Matanya berkaca-kaca, begitu juga member lainnya.
Tiba-tiba tanpa diduga Hankyung berlutut di hadapan mereka dengan kepala tertunduk. Yang lain hanya bisa terbelalak tak percaya dengan tindakan Hankyung.
"Hyung!" serentak Ryeowook dan Donghae berlari ke arah Hankyung dan memegang tangannya, membantunya berdiri kembali. Namun Hankyung menepis pelan tangan mereka.
"M-maafkan aku semuanya.." ucap Hankyung dengan suara bergetar. "Aku sudah meninggalkan kalian semua. Aku memang sangat egois. Aku merasa sangat bersalah sudah meninggalkan kalian begitu saja tanpa memberi tahu apapun. Aku benar-benar orang yang sangat buruk.."
"Cukup, Hangeng-ah," sela Leeteuk yang sudah tak bisa menahan airmatanya lagi. Ia berjalan perlahan mendekati Hankyung, namun langkahnya terhenti. Kyuhyun menahan Leeteuk supaya tidak mendekati Hankyung dengan tangannya.
"Tunggu hyung," ujar Kyuhyun. Matanya melirik ke arah pintu tempat Hankyung keluar tadi, kemudian menatap Hankyung tajam. Hankyung balik menatap Kyuhyun pasrah.
"Biarkan dia menyelesaikan kalimatnya. Aku ingin tahu apa alasannya meninggalkan kita seperti seorang pengecut begitu."
"Kyuhyun-ah!" seru Sungmin sambil menyikut lengan Kyuhyun. "Jangan berkata begitu pada Hankyung hyung!"
"Aniya Sungmin-ah, Kyuhyun benar. Aku memang pengecut." Hankyung kembali menundukkan kepalanya. "Kyuhyun-ah, tumpahkanlah semua kekesalanmu terhadapku. Yang lain juga. Aku akan dengan senang hati menerimanya."
"Hyung.."
"Bagus!" sela Kyuhyun sambil mengeluarkan seringaiannya. "Apa alasanmu ingin meninggalkan Super Junior?"
Hankyung terdiam sejenak.
"Aku.. hanya sudah tidak sanggup lagi selalu berada dibawah tekanan agensi. Aku ingin bebas melanjutkan karirku."
"Lalu hanya demi karir pribadimu kau meninggalkan kami begitu? Apa kau tak mengerti perasaan kami? Kau pikir kami selalu bahagia dan hanya kau yang menderita?"
"Cho Kyuhyun, cukup!" bentak Leeteuk pada Kyuhyun.
"Aniya hyung, aku rasa pertanyaan Kyuhyun benar," tiba-tiba Siwon yang sedari tadi diam ikut bersuara.
"M-mwo?"
Siwon maju dan berdiri di samping Kyuhyun, ikut menatap Hankyung yang masih menunduk.
"Hyung, apa kau bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun tadi?"
Hankyung diam.
"Hh.. baiklah hyung, lakukan sesukamu. Kami nggak akan menahanmu lagi. Silahkan kalau kau mau meninggalkan Super Junior, meninggalkan kami."
Semua member menatap Siwon tak percaya, kecuali Kyuhyun.
"Siwon-ah, kenapa kau bicara begitu?" tanya Leeteuk.
"Jangan begitu Won-ah, Hankyung hyung pasti punya alasan tersendiri," kali ini Eunhyuk yang angkat bicara.
"Benar, nggak mungkin Hankyung hyung tega melakukan itu pada kita," Shindong ikut menimpali.
"Hankyung hyung.."
"Pergilah hyung! Lakukan sesukamu, dan jangan pernah kembali lagi!" bentak Kyuhyun keras, yang sukses membuat airmata Hankyung turun perlahan membasahi pipinya. Kini perasaannya campur aduk. Ia benar-benar merasa telah dibenci oleh saudara-saudaranya sendiri. Salah satu orang-orang terpenting dalam hidupnya. Ia menyesal sudah melukai mereka.
"A-arraseo, aku.."
Brak! Tiba-tiba terdengar suara pintu dibanting. Semua yang ada di ruangan tengah serentak mengalihkan pandangan mereka ke asal suara. Heechul berdiri di depan kamarnya dengan pandangan marah dan benci, membuat semua yang ada disitu terkejut, terkecuali Kyuhyun dan Siwon yang menatapnya dengan ekspresi datar.
PLAK!
Tanpa basa-basi Heechul mendekati Kyuhyun dan tanpa ragu menampar pipi sang maknae, membuat semua yang ada di ruangan itu kembali shock.
"Heh Cho Kyuhyun brengsek, kau pikir siapa dirimu? Berani sekali kau berkata begitu pada hyung mu sendiri! Apa salahnya padamu? Kenapa kau begitu membencinya, hah?!" Heechul menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun memegangi pipinya yang memerah, dan balas menatap Heechul sama tajamnya. Tak lupa evil-smirk yang juga menghiasi wajahnya.
"Apa salahnya? Kau masih bertanya apa salahnya hyung? Jangan pura-pura bodoh! Jelas-jelas ia tadi mengatakan kalau ia merasa sangat bersalah! Ia juga mengatakan kalau ia bodoh dan pengecut karena telah meninggalkan kita!"
"Jangan kurang ajar kau brengsek!" bentak Heechul sambil menunjuk wajah Kyuhyun. "Bukankah ia telah meminta maaf padamu? Pada kita semua? Ia juga sudah merasa bersalah! Lalu kenapa kau tetap menudingnya dan memojokkannya seperti itu?"
"Tetap saja, aku tak bisa memaafkannya. Orang seperti dia tak pantas berada disini, biarkan ia pergi! Toh ia sendiri yang memutuskan untuk meninggalkan kita, kan?"
"K-kau!" amarah Heechul memuncak. Ia mengepalkan tangannya bersiap akan memukul wajah Kyuhyun lagi, namun sebuah tangan menahannya.
"Hentikan, Heechul-ah.." lirih Hankyung sambil menggenggam erat tangan Heechul.
"Lepaskan aku Han! Anak tak tau diri seperti dia harus diberi pelajaran!" Heechul memberontak, namun Hankyung malah menggenggam tangannya makin erat. Member lain mulai mendekat, ingin membantu Hankyung menenangkan Heechul. Namun Hankyung menggeleng pelan ke arah mereka seolah berkata, "Biar aku saja yang mengurusnya. Kalian tenang saja." Seolah mengerti, mereka pun mulai mundur perlahan ke posisi semula.
"Hei hyung, kenapa kau marah padaku? Bukankah aku benar? Bukankah selama ini hyung juga berpikir demikian?" tanya Kyuhyun dengan suara yang mulai melunak. Heechul juga berhenti memberontak, namun matanya tetap tajam menatap Kyuhyun.
"Pabo," sindir Heechul. "Kalau kau tak mengerti perasaanku, lebih baik kau diam."
"Ya, aku memang tak mengerti perasaanmu hyung. Karena itu maukah kau menjelaskannya padaku?"
"K-kau.." geram Heechul.
"Aku setuju dengan Kyuhyun, hyung," tiba-tiba Siwon kembali menyela pembicaraan mereka.
"Aku juga setuju." Yesung yang sedari tadi diam ikut bersuara.
"Ya, aku juga ingin tau hyung," kata Donghae yang juga mulai buka mulut. Tinggalah Leeteuk, Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook yang menatap mereka aneh. Sementara Hankyung memandang mereka semua dengan tatapan penuh arti.
"K-kalian.." Heechul menggertakkan giginya geram. Ia melepaskan genggaman tangan Hankyung yang mulai melemah dengan kasar dan berbalik menuju kamarnya kembali. "Terserah kalian saja!"
Kyuhyun menyeringai senang dan berbalik menatap Hankyung.
"Jadi apa yang akan hyung lakukan sekarang?" tanyanya. Hankyung menghela nafas panjang.
"Ne Kyu, kau benar. Sepertinya tak ada alasan bagiku untuk tetap disini. Aku akan pergi sekarang. Terima kasih atas segala yang telah kalian berikan padaku selama ini. Aku pergi dulu semuanya, annyeong."
Hankyung membungkuk dalam dihadapan mereka semua dan berbalik menuju pintu. Sementara member lain hanya bisa menatap kepergian Hankyung tak berdaya.
Saat Hankyung hendak memegang kenop pintu, tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya.
"Heechul-ah.."
"Han, j-jangan pergi lagi Han.." lirih Heechul dengan suara bergetar menahan tangis.
"Chullie.."
"Han, t-tolong jangan pergi Han, jangan tinggalin aku lagi Han, aku nggak bisa hidup tanpamu Han.." akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, setetes air bening lolos dari matanya.
Hankyung diam. Ingin rasanya ia menghapus airmata sang Cinderella di hadapannya ini. Hatinya bimbang memutuskan…
"Hyung, tolong pikirkan lagi keputusanmu hyung." Siwon maju mendekati Hankyung dan Heechul, disusul dengan Leeteuk.
"Ne Han, Siwon benar. Jangan sampai kau mengambil keputusan yang salah," sambung Leeteuk sambil melirik Heechul yang berusaha menahan airmatanya. Kyuhyun juga ikut maju tanpa berkata apa-apa, namun tatapannya pada Hankyung mengisyaratkan hal yang sama seperti Leeteuk dan Siwon.
Hankyung kembali menghela nafas panjang. Matanya menatap satu-persatu member yang ada di hadapannya. Terakhir ia menatap Heechul lama, sebelum akhirnya perlahan melepaskan genggaman tangan Heechul.
"Maafkan aku semua. Maafkan aku Heechullie.." Hankyung berbalik dan membuka pintu, kemudian keluar dari rumah keduanya tersebut. Rumah yang penuh kenangan manis bagi mereka dan juga Hankyung.
"Tidak, Hankyungie jangan pergi, Hannie jangan tinggalkan aku, Haaaan.." racau Heechul sebelum semuanya terasa gelap.
.
.
Heechul Pov
Aku membuka mataku perlahan. Butuh sedikit waktu untuk mataku menyesuaikan diri. Cahaya lampu yang remang-remang membuat tempat ini nampak begitu gelap.
Kurasakan kepalaku berdenyut-denyut. Aku memandang sekeliling. Bukankah ini kamarku? Sebenarnya apa yang telah terjadi denganku? Aku mencoba mengingat-ingat..
.
-Flashback-
"Saranghae, Heechullie.."
Aku tersentak dalam isakanku. Apa dia bilang? Saranghae?
Heh, itu sangat tak masuk akal. Ya, selama ini aku memang dekat dengannya, menunjukkan kemesraan di depan publik atau bahkan saat hanya sedang berdua sekalipun, namun ia tak pernah menunjukkan tanda-tanda kalau ia menyukaiku. Oke, aku memang menyukainya, bahkan lebih. Aku mencintainya.
Tapi apa? Kini tiba-tiba ia bilang kalau ia mencintaiku? Tolong tendang aku ke kutub utara, aku pasti sedang bermimpi!
Aku baru saja akan memeluknya erat, meluapkan kegirangan hatiku saat ini. Namun tiba-tiba badanku membeku. Siluet kejadian beberapa bulan terakhir ini terlintas di otakku seperti sebuah rol film yang berjalan.
Malam terakhirku bersama Hankyung. Berita gugatan Hankyung. Hankyung yang menghilang tanpa kabar. Diriku yang mengurung diri di kamar seperti mayat hidup. Perform lagu Shining Star di Super Show 2 Beijing dimana terakhir aku melihat Hankyung. Dan kini aku bertemu dengannya, bahkan dia mengatakan cinta padaku.
Mendadak aku melepas pelukannya dengan kasar dan berdiri. Menatap tajam padanya yang juga ikut berdiri dan menatapku bingung.
"A-apa kau bilang? Cinta? Jangan permainkan aku Han!"
"Aku tak mempermainkanku Heechul-ah, aku benar-benar mencintaimu!"
"Bohong! Kau bohong Han!"
"Aku tak bohong Heechul-ah, kau tak percaya padaku?"
Aku memalingkan wajahku yang telah memerah antara menahan emosi dan kegembiraan saat Hankyung mulai berjalan perlahan ke arahku dan menggenggam erat kedua tanganku. Jantungku berdetak kencang, namun aku harus bisa mengontrolnya.
"Heechul-ah, liat aku."
Aku tetap diam tak bergeming. Namun suara lembutnya saat memanggilku membuat jantungku kembali bergetar hebat.
"Heechullie, jebal.."
Oke, aku bisa gila dibuatnya. Kuputuskan untuk memalingkan wajahku kembali menghadapnya , dan astaga.. wajahnya dekat sekali, bahkan hidungku dan hidungnya hampir bersentuhan. Kurasakan wajahku mulai memanas.
"Tatap mataku Heechul-ah.."
Seperti terhipnotis, aku pun menatap matanya. Hitam, dan penuh ketegasan.
"Kau percaya padaku kan?"
Aku mengangguk perlahan. Tak ada kata-kata yang dapat keluar dari mulutku. Lidahku terasa kelu.
"J-jadi..?"
Aku menghela nafas panjang, mencoba mengatur degup jantungku yang makin beraturan. Kemudian aku menjawab lirih, "Nado saranghae Hannie.."
Ya, aku tak bisa membohongi hatiku kalau aku juga sangat mencintainya.
Dan tanpa kusadari, tiba-tiba saja aku sudah dalam rengkuhan tangan namja China ini. Hanya satu kata yang terpikir saat ini. Hangat.
"Gomawo Hannie.."
.
.
Entah bagaimana prosesnya, tiba-tiba aku sudah berada di punggung Hankyung dengan posisiku memeluk lehernya. Aku melenguh kecil, dan sepertinya Hankyung mendengarnya.
"Kau sudah bangun Heechul-ah?" tanyanya sambil terus berjalan menatap ke depan.
"A-apa yang terjadi denganku?"
"Kau kelelahan dan tiba-tiba tertidur. Jadi kuputuskan untuk menggendongmu pulang ke dorm. Nggak papa kan?"
Pulang ke dorm bersama Hankyung? Ini kesempatan bagus! Begitu dia sudah masuk dorm, akan kupastikan dia tak akan pernah bisa keluar lagi, apalagi meninggalkanku. Aku pun mengangguk kecil menanggapi ucapannya.
"Kau pasti masih lelah kan? Setelah latihan malah keluyuran bukannya istirahat.. lebih baik kau tidur lagi."
Aku yang sedang malas berdebat hanya mengangguk dan menyandarkan kepalaku di bahunya, pura-pura tidur. Tentu saja, mana mungkin aku mau tertidur begitu saja dan membiarkannya pergi setelah mengantarkanku?
Aku juga masih dapat mendengar suara Kyuhyun yang membukakan pintu untuk kami, disusul suara Siwon. Dan juga kata-kata Siwon.
"Bukan hanya kamarnya hyung, tapi kamar kalian."
Oh Siwon, jeongmal gomawo. Kau memang selalu mengerti hyung mu ini.
Kurasakan Hankyung mulai berjalan kembali, dan kupastikan dia menuju ke kamarku – oke, maksudnya kamar kami. Ia pun membaringkanku di kasur. Kurasakan tangannya yang lembut membelai rambutku.
Kemudian sesuatu yang hangat menyentuh keningku. Kurasakan hembusan nafasnya menerpa rambutku. Oh oh, dia mencium keningku! Wajahku mulai memanas.
Aku menggeliat perlahan dan berbalik membelakanginya, menutupi wajahku yang pasti sudah memerah. Bisa gawat kalau dia tau aku tidak tidur dan memergokinya sedang menciumku. Yah, sepertinya bukan masalah untuknya, tapi tentu saja masalah untukku.
Terdengar suara langkah kaki menjauh dan membuka pintu, kemudian menutupnya lagi. Hmm, sepertinya Hankyung sudah keluar. Inilah saatnya aku berakting akan keluar dan berpura-pura baru saja terbangun.
Aku pun bangun dan bersiap akan membuka pintu. Namun terdengar suara Hankyung diluar.
"… Aku benar-benar orang yang sangat buruk.."
Apa yang sedang terjadi? Aku membuka pintunya perlahan dan mengintip. Hankyung sedang berlutut di hadapan semua member. Leeteuk yang hendak mendekati Hankyung, namun ditahan oleh Kyuhyun. Sekilas matanya melirikku. Dia pasti sadar kalau aku sedang melihat mereka.
Dan apa yang terjadi selanjutnya benar-benar tak kuduga. Hankyung tersudut. Kyuhyun benar-benar 'menyerangnya' tanpa henti. Namja evil sialan itu. Aku mengepalkan tanganku geram.
Dan puncaknya, Kyuhyun-membentak-Hankyung. Maknae itu benar-benar keterlaluan!
Tanpa sadar aku keluar dan menamparnya. Belum puas, aku pun balas membentaknya. Sikap angkuhnya membuatku ingin lebih dari sekedar menampar dan membentaknya. Kukepalkan tanganku kembali dan bersiap menyerangnya. Namun tangan lembut itu menahanku. Ya, tangan Hankyung..
-Flashback end-
.
Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar tak bisa kuduga. Bukan hanya Kyuhyun, namun member lain ikut 'menyerangku'. Percuma aku menjawab mereka, toh mereka tak akan pernah mengerti perasaanku. Kuputuskan untuk meninggalkan mereka dan kembali ke kamarku. Dan yang terjadi setelah itu…
Ah, Hankyung! Hankyung akan meninggalkanku!
Aku mencoba berdiri, namun kurasakan tubuhku sangat kaku. Pada saat itulah aku sadar kalau ada seseorang yang juga sedang berbaring disampingku.
I-itu..? Tak mungkin! Hankyung? Kenapa dia bisa ada disini?
Aku memutar badanku menghadap Hankyung yang sedang tertidur pulas. Astaga.. bahkan wajah tidurnya pun sangat tampan dan polos. Terserah kenapa ia bisa ada disini, yang penting aku bersamanya sekarang.
Melihat wajah polosnya itu membuatku tak tahan untuk tidak menggerakkan tanganku sekedar mengelus pipinya. Ckck, kenapa bisa ada manusia setampan ini, bahkan lebih tampan dariku. Aku benar-benar beruntung bisa bertemu denganmu Hannie..
.
.
Author Pov
Hankyung menggeliat perlahan, kemudian mengusap kepalanya yang terasa sedikit berat. Ia membuka matanya dan menerawang memandang langit-langit kamar Heechul yang sedang ia tempati sekarang.
"Bukan hanya kamarnya hyung, tapi kamar kalian."
Perkataan Siwon terngiang-ngiang di kepalanya. Hankyung memejamkan matanya sejenak, dan mencoba bangun dari posisi tidurnya.
"Mau kemana, eoh?"
Tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya. Ia menolehkan kepalanya menghadap ke asal suara. Heechul sedang menatapnya tajam.
"Kau sudah bangun Heechul-ah? Bagaimana keadaanmu?" tanya Hankyung kembali ke posisi tidurnya dan menghadap Heechul
"Jangan pura-pura peduli padaku," jawab Heechul ketus sambil memalingkan mukanya.
"Aku tidak berpura-pura. Aku benar-benar peduli padamu Heechul-ah."
"Oh ya? Lalu kemana saja kau selama ini? Kenapa baru sekarang kau datang dan bertanya bagaimana keadaanku?"
Hankyung diam. Dia merubah posisinya menjadi duduk. Heechul melakukan hal yang sama.
"Kenapa kau diam? Jawab aku Han!"
Hankyung tetap diam. Matanya menatap Heechul, namun namja itu tau kalau mata Hankyung tidak sama dengan pikirannya sekarang.
"Satu.. dua.. tiga.." gumam Heechul sambil menghitung dengan jarinya. Hankyung pun tersadar dari lamunannya dan menatap Heechul heran.
"Apa yang sedang kau lakukan Heechul-ah?"
"Menghitung waktumu, berapa lama kau diam sebelum menjawab pertanyaanku. Semakin lama kau diam, maka semakin keras kau memikirkan jawabannya. Dan semakin keras kau memikirkan jawabannya, berarti jawabanmu semakin nggak jujur."
"Huh? Sejak kapan kau menjadi perhitungan begini Heechul-ah?"
"Sejak kau meninggalkan aku."
Hankyung kehabisan kata-kata. Ia memang tak pernah menang berdebat dengan Heechul.
Tapi bukan Hankyung namanya kalau mau kalah begitu saja.
Ia menarik Heechul ke dalam pelukannya. Heechul kaget, namun tak berusaha menolak pelukan Hankyung. Ia hanya diam dan menikmatinya.
"Tapi aku disini sekarang, bersamamu.." bisik Hankyung, yang sukses membuat muka Heechul memerah. Ia balas memeluk Hankyung erat dan menutupi wajahnya di dada bidang Hankyung.
"Hannie.."
"Ne Heechul-ah?"
"Jangan tinggalkan aku." Heechul menyandarkan kepalanya di dada Hankyung. Hankyung menghela nafas panjang.
"Mianhae, Heechul-ah.."
Mendadak Heechul melepaskan pelukannya, dan menatap dalam mata Hankyung.
"Han? Kau tidak serius kan? Kau bercanda kan? Katakan semua itu bohong Han!"
"Heechul-ah, aku.." lagi-lagi omongan Hankyung terputus. Ia bingung, sangat bingung.
"Hh.. Cukup Han, arraseo. Aku mengerti. Tak perlu berkata apa-apa lagi."
"Bukan begitu.."
"Ngg, aku lapar. Kau lapar tidak Han? Bagaimana kalau kita keluar dan mencari sesuatu yang bisa dimakan? Aku yakin Wookie pasti sudah membuat makanan spesial untukmu."
Heechul pun berbalik hendak turun dari tempat tidur, namun Hankyung menahan tangannya membuat ia terdiam di tempatnya tanpa membalikkan kembali tubuhnya.
"Heechul-ah, dengarkan aku dulu."
Heechul berusaha menahan perasaannya, dan berbalik menatap Hankyung dengan tatapan datar.
"Ne Han?"
Hankyung kembali menghela nafas panjang. Pikirannya benar-benar kalut.
"Semua tidak seperti yang kau pikirkan Heechullie."
"Apa yang tidak seperti yang kupikirkan?"
"Semuanya."
"Apa? Semua sudah cukup jelas buatku."
"Bukan seperti itu.."
"Cukup Han, jangan bicara lagi. Kau.. kau hanya akan menyakitiku.." jawab Heechul dengan suara bergetar. Hankyung benar-benar tak tega melihat Cinderella nya terus tersiksa seperti ini. Dan yang bisa ia lakukan, hanya memeluknya. Memberinya sebuah kehangatan yang tak bisa didapatkannya dari orang lain selain Hankyung.
Setelah beberapa lama, Hankyung melepaskan pelukan mereka, dan menatap mata Heechul yang berkaca-kaca. Tatapan mereka bertemu, saling memancarkan rasa sayang yang tulus dari keduanya.
Tanpa melepaskan pandangannya, perlahan Hankyung mendekatkan wajahnya ke wajah Heechul. Heechul yang mengerti langsung menutup matanya, menanti perlakuan apa yang akan diberikan pangeran China nya itu. Dan sepersekian detik berikutnya, kedua bibir mereka bertemu, memberikan sebuah kehangatan dan perasaan cinta yang dalam.
Cukup lama bibir mereka bertautan sebelum akhirnya Heechul melepaskan ciuman lembut tanpa nafsu mereka tersebut. Heechul menatap polos pada Hankyung. Yang ditatap pun mengerucutkan bibirnya kesal.
"Kau seperti anak kecil saja Han," kata Heechul sambil menahan senyum.
"Kau yang membuatku seperti ini, Cinderella jelek."
"Ya! Mana ada Cinderella yang jelek, China pabo!"
"Tapi Cinderella di depanku ini sangat berbeda dari Cinderella yang biasa dikisahkan orang tua kepada anaknya."
"Ya aku tau, aku memang limited edition, jadi kau sepantasnya merasa terhormat karena bisa memilikiku," jawab Heechul acuh. Hankyung menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Baiklah, Cinderella limited edition," seru Hankyung sambil mengacak rambut Heechul, sementara sang empunya rambut hanya merengut kesal. Hankyung tertawa pelan melihat kelakuan Heechul. "Dengan begini tak ada yang perlu ku khawatirkan lagi."
Tiba-tiba Heechul memeluk Hankyung. "Berarti kau tak akan membiarkan Cinderella limited edition mu ini sendirian, kan?"
"Aniya, kau tidak akan sendiri Heechul-ah." Heechul menarik nafasnya lega. "Ada Leeteuk hyung dan dongsaeng-dongsaeng mu. Kau tak akan merasa kesepian."
Tiba-tiba tubuh Heechul membeku. "Han, jangan bilang kalau.."
Hankyung memegang kedua pipi Heechul sambil menaikkan kepalanya perlahan. Kini kedua bola mata mereka kembali bertemu.
"Heechul-ah, kau percaya padaku kan?" tanya Hankyung sambil menatap dalam mata Heechul. Heechul hanya mengangguk kecil tanpa melepaskan pandangannya dari Hankyung.
"Kalau begitu kau harus percaya, aku pasti akan kembali lagi kepada kalian, kembali kepadamu Heechul-ah."
"Sampai kapan Han? Sampai kapan kau harus membuatku menunggu?"
"Cepat atau lambat, semua ini akan berlalu begitu saja, bahkan tanpa kau sadari. Kau hanya perlu bersabar."
Heechul terdiam dan melepaskan pelukannya pada Hankyung.
"Heechul-ah, kau mau menungguku kan?"
Heechul hanya diam dan menunduk. Samar-samar, ujung bibirnya mulai bergerak melengkung keatas. Kemudian menatap Hankyung maniiis sekali, membuat Hankyung gemas setengah mati.
"Tentu saja aku akan menunggumu Hannie~" jawab Heechul manja sambil memeluk lengan Hankyung. Hankyung baru saja akan memeluk Heechul gemas, namun mulut Heechul bergerak lebih cepat mendekati telinga Hankyung.
"Tapi awas kalau kau macam-macam, akan kupastikan kau tidak akan selamat ditanganku."
Glek!
.
.
.
TBC
Bagaimanakah kisah Hankyung dan Heechul yang menjalin hubungan jarak jauh? Apakah hubungan mereka berjalan lancar, ataukah kandas ditengah jalan? Apakah Super Junior bisa kembali utuh ber13 seperti tahun-tahun awal debut dahulu? Next chapter is the last chapter, coming soon ;)
Halooooo *lambai lambai*
Adakah yang masih menunggu ff ini? Maafkan kelalaian author karena udah nganggurin ff ini lebih dari sebulan T^T author nggak ada waktu buat ngetik, maklum -sok- sibuk *slapped*
Next is last chapter ^^ author akan berusaha buat update secepat mungkin. review akan dibalas di chapter depan, pokoknya jeongmal gamsahamnida bagi yang sudah review *bow*
Author ingin minta saran pada readers semua, bagusnya endingnya gimana ya? sumpah author buntu banget -_- mohon reviewnya ya readerdeul semua *bow*
KEEP LOVE FOR HANCHUL! See yaaa~~~
