-GENGPETALS'-
DECEMBER 21, 2009
.
HANCHUL'S ROMANCE AND SUPER JUNIOR'S FRIENDSHIP
WARNING : TYPOS/NEWBIE/ABAL/YAOI/BOYxBOY/MULTIPLE POINTS OF VIEW
DON'T LIKE? DON'T READ. SIMPLE.
.
.
Terinspirasi dari buku Super Junior berjudul THE EVERLASTING STORIES OF SUJU yang memuat fakta-fakta seputar Super Junior. beberapa dialog, kejadian, dan postingan cyworld dikutip berdasarkan fakta mengenai kasus Hankyung yang ada dibuku itu, dan dikembangkan menurut imajinasi author ~~
Last Chapter
Author's point of view.
.
.
"Hei.."
"Hm?"
"Apakah kau sudah tidur?"
"Belum, waeyo?"
"Ah, aniya, hanya memastikan. Tidak terdengar suara apapun darimu lagi."
"Emang biasanya aku selalu berbicara?"
"Eungg, tidak juga sih.."
"Ya sudah."
. . .
"Hei."
"Ada apa lagi?"
"Katakan sesuatu."
"Sesuatu."
"Ya! Bukan itu maksudku, aish."
"Lalu apa?"
"Apa saja."
"Kenapa harus aku? Bukankah biasanya kau yang selalu bawel?"
"Ya! Apa maksudmu, eoh?"
"Hihi, aniyaa."
. . .
"Hei Han.."
"Ne Heechul-ah?"
"Katakanlah sesuatu, kau menyebalkan."
"Mwo? Aku tak tau hendak berkata apa."
"Jinjja? Tak ada yang ingin kau katakan padaku?"
"Ne, emangnya aku harus mengatakan apa?"
"Setidaknya katakan kau merindukanku gitu, atau apapun lah."
"Mwo? Kau berharap aku merindukanmu begitu?"
"Jadi kau tak merindukanku, eoh?"
"Kalau kubilang tidak bagaimana?"
"Aish, kau benar-benar menyebalkan!"
Sang namja China terkikik pelan.
"Heechul-ah.."
". . ."
"Hei Heechullie.."
". . ."
"Ngambek, eoh?"
". . ."
"Sudah tidur ya? Kalau begitu aku matikan ne."
"JANGAAAN!"
"Huh? Belum tidur ternyata. Darimana, eoh?"
"Aish."
"Heechul-ah.."
"Apa?!"
"Jeongmal bogoshippo.."
". . ."
"Aish. Aku jadi menyesal sudah meninggalkanmu. Harusnya sekarang aku masih dapat memelukmu dan menciummu kapan saja."
". . ."
"Hei Heechul-ah, aku kangen tubuhmu. Kupastikan kau tak akan bisa bergerak kalau kita bertemu lagi nanti, kkk."
"M-mwo? Yaaa! Pervert namja!"
"Wae, huh? Bukankah malam itu kau bilang kau juga menyukai milikku ini, huh?"
"Kapan aku mengatakan itu? Fitnah!"
"Jangan munafik. Kau pasti juga merindukan little han, iya kan? Ngaku!"
"Kau mengatakan seolah kau sangat mengenalku, Han."
"Aku memang sangat mengenalmu, Heechul-ah."
"Bohong."
"Kapan aku pernah bohong padamu?"
"Nyatanya kau sedang berbohong sekarang."
"Mwo? A-apa maksudmu Heechul-ah?"
"Kalau kau benar-benar sangat mengenalku, harusnya kau tak melakukan ini padaku."
"Emang apa yang sudah aku perbuat?"
"Kau pikirkan saja sendiri, dasar pabo."
"Ya! Aku serius, Heechul-ah!"
"Kau pikir aku tak serius?"
". . . mood mu sedang tak baik ya?"
"A-apa?"
"Maaf sudah mengganggumu tengah malam begini dan membuat mood mu makin buruk."
"T-tunggu Han…"
"Aku matikan, ne? Selamat beristirahat Heechul-ah..."
"KAU BENAR-BENAR PABO, HAN!"
"M-mwo?"
"AKU TAK PERNAH BERTEMU ORANG YANG LEBIH PABO DARIMU!"
"Ne, aku tau, aku memang pabo."
"Argh. TERSERAH KAU SAJA!"
.
Tuut.. tuut..
Sambungan diputuskan secara sepihak oleh Heechul. Hankyung menghela nafas panjang dan tersenyum. Bukan ia tak mengerti maksud Heechul tadi, bahkan ia sangat mengerti apa yang sudah membuat Cinderella nya itu marah besar kepadanya.
Apa lagi alasannya kalau bukan karena ia sudah meninggalkan Heechul dua tahun yang lalu. Ya, sudah dua tahun berlalu semenjak kejadian itu. Walaupun Heechul sudah merelakan kepergian Hankyung, namun tak urung juga terkadang ia menjadi kesal sendiri dan sering ngambek pada Hankyung. Dan Hankyung sudah biasa menghadapinya.
Ia pun mengetik sebuah pesan kepada Heechul.
Chullie, jeongmal saranghae~
Hankyung menunggu. Semenit, dua menit, tiga menit.. belum ada tanda-tanda Heechul akan membalas pesannya. Sepuluh menit, dua puluh menit, tiga puluh menit.. i-phone Hankyung tetap diam tak bergeming. Setelah sejam lewat, Hankyung pun menyerah dan bersiap tidur, mungkin saja Heechul nya juga sudah tidur duluan.
Saat mata Hankyung sudah hampir tertutup sepenuhnya, mendadak i-phone nya menjerit keras, menandakan ada sebuah pesan masuk. Dengan cepat Hankyung menyambar i-phone nya dan membuka pesan dengan tak sabar. Ia yakin itu pasti Heechul.
Kuota anda akan habis pada tanggal blablabla, silahkan lakukan blablabla~
Aaargh sialan, apa-apaan ini?! Maki Hankyung dalam hati. Ia melempar i-phone nya dan kembali berbaring. Tiba-tiba i-phone itu kembali menjerit keras. Namun ia hanya menatap i-phone tak berdosa itu dengan pandangan curiga.
Paling hanya pesan tak berguna lagi, pikir Hankyung kemudian melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda. Namun entah kenapa kali ini matanya tak bisa tertutup. Ia kembali memikirkan Heechul.
Bagaimana kalau Heechul benar-benar marah dan tak mau lagi bicara dengannya? Apakah Heechul benar-benar sudah tidur, ataukah ia sengaja tak membalas pesannya? Semua hal itu menari-nari di benak Hankyung, membuat kepalanya terasa berat dan pusing. Ia bangun dan duduk di tepi kasur. Kembali ia pandangi i-phone nya yang tergeletak tak berdaya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil i-phone nya dan membuka pesan masuk kedua.
Dan betapa girangnya hati Hankyung mengetahui siapa pengirim pesan tersebut.
Pabo.
Dengan segera Hankyung mengetik balasannya.
Ne, aku tau itu. Tidurlah, sudah malam.
Dan terjadilah sms-an ria antara Heechul dan Hankyung.
.
Kau pikir aku bisa tidur dalam keadaan begini, eoh?
Perlu aku menelponmu lagi dan bernyanyi lagu tidur untukmu?
Ya! Kau benar-benar menyebalkan, Hankyung!
Tapi aku sangat mencintaimu, Heechul-ah.
Cinta? Heh! Orang macam apa yang tega meninggalkan orang yang dicintainya demi kebahagiaannya sendiri?
Heechul-ah, aku kan sudah berjanji untuk kembali padamu.
Tapi mana buktinya? Sudah hampir 2 tahun berlalu sejak malam itu dan kau belum juga menampakkan batang hidungmu!
Sabar sedikit, Heechul-ah. Sebentar lagi semuanya akan berlalu.
Dan kini kau menyuruhku untuk bersabar? Sampai kapan Hankyung?!
Heechul-ah, percaya padaku, aku pasti akan menepati janjiku.
Ne Han, aku percaya padamu, dan jangan pernah khianati kepercayaanku ini atau kau akan menyesal Han.
Ne Heechul-ah, aku tak akan pernah mengecewakanmu, aku janji. Sekarang tidurlah, kau harus beristirahat. Bukankah besok kau akan memulai wajib militermu?
Ne arraseo Han, kau juga istirahat, ne? Aku tau jadwalmu padat sekali besok.
Ne, aku juga akan tidur. Jaljayo Heechul-ah, nice dream.
Jaljayo Han. Saranghae.
Deg! Jantung Hankyung berdetak kencang membaca kata terakhir pesan Heechul. Saranghae. Walaupun ia sering mendengar ataupun membaca pesan Heechul yang berkata sama, namun hatinya terus berdebar tiap kali mendengar atau membacanya.
Nado saranghae chagiya :*
Hankyung tersenyum lega. Kini ia bisa memejamkan matanya dengan tenang tanpa beban pikiran lagi.
.
Sementara itu di Korea, lebih tepatnya di dorm Super Junior, Heechul sedang tersenyum sambil menatap layar i-phone nya, menampilkan pesan yang terakhir Hankyung kirimkan padanya.
Chagiya.
Heechul sangat suka jika Hankyung memanggilnya dengan panggilan manis seperti itu, walaupun ia sendiri selalu memanggil Hankyung dengan panggilan biasa.
"Heechul-ah, kau belum tidur? Persiapkan tenagamu, mulai besok kau akan menjalani hari yang panjang selama dua tahun." Tiba-tiba kepala Leeteuk nongol di depan pintu kamar Heechul.
"Leeteuk hyung? Kau membuatku kaget saja. Ne, aku akan tidur, hyung juga lebih baik beristirahat. Jaljayo hyung," ujar Heechul kemudian menarik selimut dan dalam sekejap langsung terbang ke alam mimpinya.
Leeteuk terheran-heran mendengar jawaban Heechul. Biasanya mereka akan ribut dulu karena Heechul susah banget kalau disuruh tidur. Namun kini ia malah langsung menuruti perkataannya, dengan nada manis pula. Lagipula, sejak kapan Heechul memanggilnya hyung?
Leeteuk pun tersenyum mendapati jawabannya. Biasanya Heechul bersikap seperti itu kalau ia sedang senang, dan sumber kesenangan Heechul ialah satu, Hankyung. Maka Leeteuk beranggapan bahwa mereka baru saja melewati malam paling indah walaupun hanya bermodalkan i-phone dan pulsa. Padahal siapa yang tau kalau mereka bahkan tadi sempat bertengkar kecil. Yah, mereka memang random.
.
.
.
Beberapa tahun kemudian..
"Chullie.."
"Eung.."
"Heechul-ah.."
"Hmm.."
"Kim Heechul!"
"Sst! Diam Hannie, aku sedang menidurkan Heebum."
"Ya! Jadi Heebum-mu itu lebih berharga daripada aku, eoh?"
"Yah, kira-kira seperti itulah. Bukankah wanita-wanitamu di China juga lebih berharga daripada aku?"
"Heechul-ah! Aku sudah bilang, mereka hanya rekan kerjaku. Aku tau kau cemburu, tapi jangan sampai mengabaikanku seperti ini."
"Heh, seorang Kim Heechul cemburu? Denganmu? Kau pasti bermimpi, tuan Hankyung."
"Setidaknya perhatikanlah aku Chullie, semenjak aku datang kau hanya sibuk dengan kucing abu-abu gendutmu itu."
Dan kali ini, untuk pertama kalinya Heechul menatapnya sejak ia menginjakkan kaki lagi di kamar ini setelah sekian lama. Deathglare ala Kim Heechul.
"Dengar baik-baik ya tuan Hankyung yang terhormat. Pertama, kucing ini namanya Heebum dan dia tidak gendut. Yang kedua, aku tidak pernah memintamu untuk datang kesini. Kau ingat apa yang aku katakan waktu itu? Lebih baik kau diam daripada kau benar-benar tak selamat di tanganku."
Heechul kembali mengalihkan tatapannya ke arah Heebum yang sedang tidur dengan manja di pangkuannya.
"Aish! Tau begini aku tak akan pernah datang kesini."
Hankyung berdiri dari posisi duduknya, dan melangkahkan kedua kakinya hendak keluar dari kamar mereka. Saat hampir memegang kenop pintu, suara dingin Heechul menggema.
"Selangkah lagi kau berjalan, aku akan benar-benar membunuhmu, Han Geng."
Hankyung terdiam, namun seulas senyuman tergambar di wajah tampannya. Perlahan tangan Hankyung bergerak hendak memegang kenop pintu.
"Ya, Hankyung! Kau benar-benar.."
Ceklek!
Ternyata Hankyung tidak berniat keluar. Ia hanya mengunci pintu, dan berbalik menghadap Heechul dengan seringaian setannya(?) sembari berjalan ke arah Heechul.
"Han? A-apa yang akan kau lakukan?"
"Apa yang akan aku lakukan? Bukankah kau biasanya sama sekali tak peduli dengan apa yang kulakukan?"
Glek! Heechul menelan saliva-nya. Firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi dalam waktu dekat ini.
Tiba-tiba, Hankyung naik ke atas tempat tidur dan mendorong Heechul berbaring kemudian menindihnya. Ia menatap Heechul selayaknya orang kelaparan. Heechul mengalihkan tatapannya dari manik mata Hankyung sambil menggigit bibir bawahnya.
"Apa maumu, Hangeng?"
"Mauku? Padahal tadinya aku ingin mengatakan kabar baik untukmu, tapi sepertinya kau sama sekali tidak memperdulikanku. Jadi yah kuurungkan niat itu. Akan kubuat kau memperhatikanku terlebih dahulu."
"A-apa? B-bagaimana.."
"Bagaimana? Tentu saja dengan menikmatimu, Kim Heechul."
.
.
.
Seorang namja China tampan sedang duduk membaca koran di salah satu sudut ruangan. Matanya memang menatap koran didepannya, tapi siapa tahu apa yang sedang ada di pikirannya? Dia bahkan tersenyum-senyum sendiri seolah koran di depannya adalah sebuah komik komedi.
Owowow, ternyata dia sedang mengingat memorinya tadi malam, dimana ia melewati malam terindah bersama pasangan sehidup-semati nya, Kim Heechul. Namun gelar pasangan sehidup-semati itu sering beberapa kali hampir rusak karena kecerobohannya di masa lalu. Dan kini, ia datang untuk memperbaiki semuanya.
"Hangeng? Han Geng-ssi?" seorang lelaki paruh baya membuyarkan serangkaian memori indah di otaknya, membuatnya tersadar kembali.
"Ah, sonsaengnim? Kau menghancurkan mimpi indahku saja," namja itu –Hankyung—tersenyum simpul. Ia melipat korannya dan berdiri seraya membungkukkan badan memberi salam pada lelaki paruh baya di hadapannya.
"Hahaha, emangnya kau sedang membayangkan apa, Hankyung?"
Yang ditanya pun menjadi salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Eh, itu, bukan apa-apa kok sonsaengnim."
Sonsaengnim itu hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Oh ya, soal itu, mari kita bicarakan di ruanganku saja Hankyung."
Hankyung mengangguk dan mengikuti langkah sang sonsaengnim ke ruangannya. Hankyung menutup pintunya rapat, dan duduk di hadapan sonsaengnim yang telah lebih dahulu duduk di meja kerjanya. Mereka berbasa-basi sebentar, bertanya kabar masing-masing, keadaan pada agensi, dan berbagai macam hal tak penting lainnya.
Sementara diluar ruangan itu, terdapat 12 namja bermacam variasi berusaha mendengarkan percakapan yang berada di balik pintu. Tidak dihiraukannya orang yang lalu lalang sambil menatap mereka aneh.
"Hei Kyuhyun-ah, kau yakin yang bersama sonsaengnim itu Hankyung hyung?"
"Ya, aku sangat yakin. Dan tadi aku mendengar sonsaengnim menyebutkan 'soal itu' pada Hankyung hyung. Tapi aku tak tahu apa maksud sonsaengnim itu."
"Apa yang terjadi ya? Kenapa Hankyung hyung bertemu dengan sonsaengnim?"
"Molla~ diam dan dengarkan."
Di dalam, sonsaengnim mulai menyinggung 'soal itu'.
"Jadi, kau benar-benar yakin dengan keputusanmu?"
"Sangat yakin sonsaengnim."
"Bukankah sekarang kau sangat sukses? Bahkan kau lebih terkenal dan bebas dibandingkan dulu saat masih bersama mereka."
"Ya, tapi itu semua tidak ada apa-apanya. Aku hanya merayakan kesuksesanku seorang diri, dan itu sangat tidak menyenangkan. Bukankah mereka sekarang juga sama suksesnya sepertiku? Dan aku bisa berbagi kesuksesan bersama mereka juga, walaupun tidak secara individu, tapi aku bahagia sonsaengnim."
Sonsaengnim terdiam, berusaha mencerna perkataan Hankyung.
"Sonsaengnim, kau ingat perjanjian kita dahulu, kan? SMent mengeluarkanku dari Super Junior demi popularitas, supaya Super Junior lebih dikenal dengan adanya member yang memberontak, dan member itu adalah aku yang satu-satunya berasal dari negeri lain. Sonsaengnim juga menyuruhku merahasiakan hal itu, bahkan dari member Super Junior sekalipun, dan membuat alasan bahwa aku sudah tidak betah berada di SMent ..."
"… dan menuntut SMent, dengan persyaratan bahwa SMent diam-diam juga akan membantumu untuk mencari agensi baru yang dapat menjaminmu menjadi sukses. Ya, aku ingat itu Hankyung," sambung sonsaengnim.
"Dan sonsaengnim berjanji aku boleh kembali dalam waktu 3 tahun jika aku mau. Bahkan sekarang sudah lebih dari 3 tahun, aku sudah sukses dan bisa membantu Super Junior untuk mendongkrak kesuksesan yang lebih daripada saat ini. Aku sangat bodoh dan menyesal sudah mengikuti perjanjian konyol itu dan meninggalkan teman-teman seperjuanganku. Kini aku meminta untuk kembali bersama mereka. Itu sesuai perjanjian, kan?" tanya Hankyung tegas dan tanpa keraguan.
Sonsaengnim menatap mata Hankyung yang menyiratkan sebuah kepastian.
Sementara diluar, 12 namja yang sedari tadi menguping itu mematung tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Rasa bersalah muncul di hati mereka masing-masing, terutama Kyuhyun. Walaupun sikap kasarnya di masa lalu dikarenakan rasa sayang dan tak ingin kehilangan salah satu hyung kesayangannya itu, tetap saja ia merasa tak enak hati karena sudah menuduh hyung nya macam-macam.
Lain Kyuhyun, lain pula Heechul. Di satu sisi, ia merutuki Hankyung habis-habisan karena mau begitu saja mengikuti perjanjian bodoh itu dan mengabaikan mereka semua. Namun di sisi lainnya, ia bersyukur karena kejadian itu, ia dan Hankyung bisa jadi seperti sekarang ini.
Setelah berhasil menguasai perasaan masing-masing, mereka kembali mendekatkan diri mereka ke pintu ruangan itu. Dan seketika terlonjak bahagia mengetahui bahwa selangkah lagi impian akan menjadi kenyataan.
Didalam, sonsaengnim tersenyum tipis dan berdiri, kemudian mengulurkan tangannya pada Hankyung.
"Kalau begitu selamat datang dan selamat bergabung kembali, Han Geng-ssi."
Hankyung tersenyum dan ikut berdiri. Namun sebelum Hankyung sempat membalas uluran tangan sonsaengnim, tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan 12 namja yang sedari tadi menguping diluar.
"Mwo? K-kalian?"
Mereka langsung menyerbu Hankyung dan memeluknya bersama, seolah tak ingin kehilangannya lagi. Hankyung berkaca-kaca, dan balas memeluk ke 12 namja yang merupakan sahabat dan saudara seperjuangannya ini.
"Kami sayang kau, Hankyung (hyung)!" koor mereka serentak dan menimbulkan kehebohan di ruangan itu. Sonsaengnim yang melihat mereka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum simpul.
"Aku juga sayang kalian semua teman teman, dan aku berjanji tak akan meninggalkan kalian lagi apapun yang terjadi."
Mereka tersenyum bahagia, dan membentuk sebuah lingkaran kecil. Mereka mengumpulkan sebelah tangannya masing-masing ke tengah lingkaran, dan melemparkannya ke atas seraya berteriak,
"URINEUN SYUPEO JUNIEOOOO!"
.
.
.
THE END
.
Yosh! Setelah berbulan-bulan ff ini mendekam di note hp, akhirnya author bisa mempublikasikannya, seneng banget akhirnya ada ff yang berhasil author tamatin :')
Semua tak lepas dari dukungan reader dan reviewer semuanya, jeongmal gomawoo *cium reader satu satu(?)
Maaf kalau alur nggak jelas, cerita nggak sesuai harapan, keterlambatan update, dan segudang kekurangan lainnya, maklum masih newbie *bow*
.
YuniNie :: udah happy belum endingnya? semoga memuaskan ya, gomawo dukungannya :')
hani :: ya, HanChul memang real! yah, mudah mudahan saja Hankyung bisa kembali dengan selamat(?) ke Super Junior :') gomawo dukungannya, semoga memuaskan :')
couplesujuforever :: selamat datang :D hiks author bayanginnya juga jadi nangis sendiri T^T ini udah author tamatin, semoga ceritanya memuaskan ya, gomawo dukungannya :')
heemaleslogin(?) :: heh kamu! saya kira siapa coba -,- yah, masih mending daripada ff anda yang tak dilanjutkan sama sekali *geleng geleng* gomawo ne :3
.
dan beberapa reviewer lainnya yang tak bisa author balas satu satu, author mengucap jeongmal jeongmal gomawo atas partisipasinya *bow* author sedang dalam pembuatan ff baru, mudah mudahan lancar ya :') cast? Always HanChul :') publish nggak yaa? liat mood author nanti deh *slapped*
dan buat sumber inspirasi author juga, seseorang nun jauh disana namun dekat di hati *eaaa* , seorang penulis dengan ff yang selalu menggantung -,- jeongmal gomawo, happy 5th monthsary :3
last, review? gomawo ~
- THE REAL OF HANCHUL! -
