Faren : hehe.. sebenarnya author juga penasaran itu anak siapa, mungkin itu memang anak gelap mereka. hehe.. thanks for reviewnya, ini udah update. baca ya.. hehe..

Guncha : awalnya aku bingung siapa nama anaknya, tapi waktu baca reviewnya dapat ilham deh. hehe.. makasih buat idenya ya.. kalau soal itu, di chap ini dijelasin kok naruto umur berapa. oke ni udah updet, R&R ya.. :D

Chibi : hehe.. maaf kalau berantakan, author memang masih newbie kok. ni aaja baru fic ke dua. updet ne.. R&R ya :D

Sheren : haha.. baca aja deh pasti tau siapa bapaknya..

Yuki : haha.. itu hanya Naru dan Tuhan yang tahu.. karena kalau bikin bocah Naru gk pernah bilang-bilang sih.. hhehe XD

Leeh : chap chap depan pasti sedikit demi sedikit keungkap kok

Whity : thanks :D disini SasuNaru belum pacaran kok dan anak itu gak tau dari mana, soalnya author belum kepikiran darimana tu bocah muncul. hehe.. updet nih.. baca ya..

Earl : nih udah updet baca ya, trus jangan lupa reviewnya

Nia : itu semua terjawab di chapter ini kok

thanks minna buat revienya, ini fic ke 2 author jadi maaf kalau banyak kesalah dan typo. oke nih udah update chapter 2 dan wordnya udah di panjangin. gak janji kalau bisa update cepet. kalau bisa kasih saran buat chap depan biar updatenya bisa cepet. oke heappy read.


Disclaimer Chara : Masahi kishimoto

Pairing : SasuNaru

Rated : T

Genre : Family/Romance

Author : TD

Warning : BL, Yaoi, typo, OOC

Chapter 2 Tou-san? Kaa-san?

Disebuah taman yang terlihat lumayan sepi, terlihat seorang pemuda yang tengah keluar dari mobil sport warna biru fongker yang sudah terparkir manis dipinggir taman. Pemuda denga balutan kemeja kotak-kotak warna biru putih dan celana jeans biru dongker Nampak melangkahkan sepasang kaki jenjangnya menuju ke tengah taman untuk menemui seseorang yang baru dia hubungi. Rambut raven yang melawan gravitasi itu terlihat bergerak-gerak lembut terkena terpaan sang bayu. Langkahnya terhenti saat dia sudah berada di tengah taman, onyx kelam dari kedua netranya terus menyelusuri bagian-bagian taman untuk menemukan orang yang dicarinya. Tak kunjung mendapatkan tanda-tanda keberadaan seseorang yang yang diacarinya disekitar situ, pemuda penyandang nama Sasuke uchiha itu pun menelusuri taman –degan terpaksa- untuk mencari si blonde manis yang sejak dulu telah mencuri hatinya. Ya.. benar memang, seorag Uchiha sasuke mencintai si blonde manis a.k.a Uzumaki Naruto sejak mereka masih di akdemi. Hmm.. kira-kira kalau dihitung, Sasuke sudah mmencintai si blonde sejak 6 tahun yang lalu, bayangkan saja, selama 6 tahun bertepuk sebelah tangan, ckckck… lah kenapa mereka tidak jadian aja? Itu sih karena keangkuhann seorang Uchiha sasuke dan kedobean seorang Uzumaki Naruto yang tak bisa menangkap signal atas segala perhatian Sasuke yang diberikan untukknya, karena itulah status mereka masih dalam taraf sahabat sampai sekarang. Oke kembali ke cerita.

"dimana si dobe itu?" gumam Sasuke kesal sambil tetap melangkahkan kakinya untuk menyelusuri taman konoha. Onyx kelamnya terus beredar ke kanan dan kiri untuk mencari ke beradaan si blonde. Lama berjalan dan tak membuahkan hasil, akhirnya pemuda raven itu menghela nafas lelah dan memutuskan untuk kembali ke tengah taman dengan harapan bahwa si blonde sudah ada disana. Sasuke melangkahkan kakinya hingga onyxnya menemukan keberadaan si pirang di pojok taman. 'sedang apa Naruto bersama boca itu?' batinnya saat onyxnya menangkap refleksi seorang bocah yang berdiri di hadapan pemuda pirang yang sedari tadi mengganggunya. Dengan langkah yang cool, Sasuke menghampiri Naruto yang sedang berjongkok di depan seorang bocah.

"DOBE" panggilnya sambil melangkahkan kakinya mendekati Naruto

Naruto pov

Hah.. mimpi apa aku semalam, oh kami-sama, mengapa oh mengapa kau memberikan cobaan seperti ini, apa salahku? Apakah memiliki wajah manis adalah kesalahan (a/n : dasar narsis. Naru : ye.. kok sewot a/n : cepat sana cerita lagi #ditendang). Kenapa, kenapa, kenapa.. aku dipanggil kaa-san? Pacaran aja belum pernah, apa lagi nikah dan punya anak? Dan lagi.. seharusnya dia manggilnya tou-san bukan KAA-SAN.. ckck.. miris sekali hidupku..

Kupandangi anak yang berada di depanku yang sedang tersenyum lebar, kuperhatikan dia dari bawah sampai atas, tak menemukan tanda-tanda yang menunjukkan identitas apapun, kuputuskan untuk bertanya padanya.

"ne, siapa namamu?" tanyaku sambil mengeluarkan note serta pena dalam saku celana, ya karena dalam sekolah aku mengikuti ektra Koran sekolah, jadi note dan pena itu selalu standbay dalam saku celana.

"Menma"

"umur?"

"4 tahun"

"sekolah?"

"belum"

"hm.. hmm.." gumamku sambil mencatat jawaban sang bocah dalam note kecilnya. Sedangkan sang bocah hanya memasang ekspresi bingung dengan memiringkan kepalanya sedikiti sambil menjawab pertanyaan 'kaa-san'nya.

"oke lanjut, pertanyaan berikutnya" kataku dengan gaya ala wartawan-wartawan Koran yang sedang mewawancarai sang artis yang lagi naik daun.

"kenapa kau memanggilku kaa-san?" tanyaku, inilah pertanyaan yang dari tadi ingin aku tanyakan, so.. kenapa aku dipanggil kaa-san? Dan lagi kapan aku punya anak? Buatnya aja belum pernah (a/n : masa belum pernaah nar? Yakin tuh? Lah di fanfict yang genrenya M kamu kan sering buat sama mmphmmphmmph #dibekap Naru : oke jangan dengerin penjelasan author yang gak jelas ini, oke kita lanjut)

"karena kaa-san adalah kaa-san menma" jawabnya innocent plus menyebalkan.

WTH! Jawaban apa itu hah.. aku Tanya apa jawabnya apa.. ye terus kenapa aku adalah 'kaa-san'mu bocah bodoh, rasa-rasanya aku igin bekap ni bocah trus ku masukin dalam karung dan ku jual pada pedagang anak supaya dapat uang daripada bikin frustasi terus seperti ini. Sabar.. sabar Nar.. dia masih bocah. Menghela nafas berat akhirnya ku lanjutkan pertanyaan selanjutnya.

"sejak kapan aku jadi kaa-san mu?" tanyaku ketus, tak menyadari nada ketus yang terlontar dari mulut manisku, bocah bernama menma itu hanya menunjukkan pandangan innocentnya sambil memiringkan kepalanya

"hah.. kaa-san tanyanya kok aneh, ya sejak menma lahir lah kaa-san jadi kaa-san menma" jawabbnya innocent sambil menggelengkan kepalanya.

What? S-sejak lahir? Emang kapan dia lahir? Dan kapan aku bisa melahirkan? Oh kami-sama.. sebenarnya siapa bocah ini? Dan kenapa kau pertemukan aku dengannya? Hah.. apakah hidupkku akan damai seperti seblum-sebelumnya kalau aku mempunyai seorang 'anak'.

Menghela nafas, kuacak acak surai pirangku frustasi. Bagaimana tidak frustasi, aku masih muda, masih umur 18 tahun dan masih sekolah kelas 3 di KHS, belum kerja pula, eh.. sekrang disuruh ngurus anak yang belum jelas asal usulnya. Oh kami-sama.. apakah aka nada yang lebih buruk dari ini? (a/n : khu…khu…khu… tenang saja Nar masih banyak kejutan untukmu yang sudah mennanti. Naru : what?!)

"oke pertanyaan terakhir, jika aku adalah kaa-san mu, maka siapa yang jadi tou-sannya?"

"tou-san?"

"iya siapa tou-sanmu?"

"namanya Uc – "

"DOBE!" blum selesai anak itu bicara, sebuah panggilan yang sangat familiar untukku terdengar bersamaan derap kaki yang kian mendekat.

Naruto pov end

"DOBE!" teriak Sasuke sambil melangkahkan kakinya mendekati Naruto

"sedang apa kau disini?" lanjut Sasuke, tentu saja setia dengan suara datarnya.

"jalan-jalan teme, kamu lama, aku sampai jamuran tau gak nunggu kamu. Kemana aja?" tanya Naruto dengan pose ngambeknya yang super imut. Pipi yang digembungkan, bibir yang dikerucutkan, membuat semua jiwa para seme ingin 'memakan'nya saat itu juga. Termasuk pemuda yang sedang berdiri di depannya.

'ugh.. dobe, kenapa kamu pasang tampang seperti itu? Seandainya aku bukan Uchiha aku pasti akan mimisan detik ini juga terima kasih atas darah Uchiha ini kami-sama' batin Sasuke sambil tetap mempertahankan wajah stoicnya.

"hn" jawab sasuke atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Naruto.

"apa arti 'hn' mu itu teme?" tanya Naruto kesal

"hn"

"TEEMMEEEE NO BAKA, dasar pantat ayam menyebalkan" maki Nartuo karena sedari tadi pertanyaannya hanya dijawab oleh terdmark dari klan Uchiha.

"durian"

"suram"

"terang"

"pendiam"

"hyperaktif"

"brengsek"

"idot"

"teme"

"dobe"

"gah… teme kau menyebalkan sekali jadi orang, pantas saja sampai sekarang kamu belum punya pacar" maki Naruto karena kehabisan kata-kata.

"hn dobe" jawab Sasuke dingin 'kalu gitu mau tidak kamu jadi pacarku Naru-chan? Aku selalu setia menunggumu loh, makanya aku tidak mencari yang lain' batin Sasuke ooc. Hah.. dasar Uchiha, kenapa pakai di batin segala sih, padahal kan orangnya ada di depan noh..

Kesal terhadap perkataan Sasuke, Naruto menghela nafas frustasi dan meutuskan untuk bertanya lagi kenapa si teme menyebalkan ini menyuruhnya untuk datang ke taman konoha, mengganggu jalan-jalan sorenya dan mempertemukannya dengan bocah aneh yang mengaku menjadi 'anak'nya. Tunggu bocah! Ngomong-ngomong soal bocah, kenapa dari tadi dia tidak mendengarkan suara bocah itu sama sekali. Menolehkan kepala ke samping, melihat keadaan 'anak'nya. Oh ternyata.. sang bocah dari tadi diam itu memperhatikan teme di depannya dengan lekat dari atas ke bawah dan dari bawah keaatas. Melihat bocah itu hanya memandangi sasu-teme di depannya, Naruto hanya mengangkat alis bingung 'apakah dia terpesona oleh si teme? Memang sih dia tampan, tapi lebih tampan aku lagi' batin Naruto narsis dan orang sedari tadi menjadi obyek pandang sang bocah hanya memandang balik sang bocah dengan tatapan dingin 'siapa bocah ini? Berani-beraninya dia memegang tangan Dobe-KU, aku aja belum pernah' batin Sasuke jengkel. Oh.. ternyata, dari tadi Sasuke cemburu karena bocah asing itu memegang tangan Naruto dan sejak kapan Naruto jadi miliknya? Hah.. dasar Uchiha dan keposesivannya. Merasa risih karena terus dipandangi, akhirnya Sasuke memutuskan untuk bertanya pada si bocah

"ada apa lihat-lihat? Aku ganteng ya?" tanya Sasuke dengan kenarsisan dan ke ooc annya. Naruto dan bocah itu hanya sweetdrop aku melihat ke ooc an seorang Uchiha.

Tak menghiraukan pertanyaan Sasuke, Menma menarik-narik tangan Naruto yang sedari tadi di genggamnya mencoba mencari perhatian 'kaa-san'nya. Merasa ditarik-tarik, Naruto menolehkan kepalanya ke samping dan memandang si bocah dengan bingung.

"ada apa?"

"kaa-san jangan terlalu dekat dengan dia" ucap Menma sambil menunjuk Sasuke dengan jari telunjuknya.

"kena – " dan ucapan Naruto terputus dengan jeritan seorang Uchiha Sasuke yang sangat keluar dari karakternya

"APA?"

Sasuke pov

"APA?" teriakku yang sangat tidak Uchiha sekali

WTH? Sejak kapan Naruto melahirkan dan mempunyai anak? Dan lagi, siapa yang berani-beraninya menyentuh dobeKU tersayang, dan tercinta ini. Beruntung sekali dia bisa menyentuh dobe sampai melakukan 'itu', aku saja dari dulu sudah berbagai rencana aku lakukan untuk meng-ini-itu kan si dobe tapi hasilnya nihil, buktinya, pegangan tangan aja belum pernah, hah.. nasib-nasib… awas saja, siapa pun yang membuat dobeKU mempunyai anak akan aku BUNUH! Khu..khu..khu… (a/n : sabar sas.. jangan gila dulu, tidak ada yan menyentuh dobemu kok. Sasu : DIAM! Kau author sialan, kenapa kau membuat dobeKU punya anak ha?. a/n : rahasia dong.. khu..khu..khu.. oke back to story)

"d-dobe s-siapa yang menghamilimu?" tanyaku dengan gugup walau sudah sekuat tenaga ku pertahankan waja stoickku ini.

BLETAK

"Ouch" ringisku sambil mengusap puncuk kepalaku karena mendapat jitakan sayang dari si dobe, kulihat wajahnya memerah entah karena menahan marah atau malu.

"baka teme, siapa yang hamil hah? Dan lagi aku laki-laki teme, mana bisa hamil, dasar menyebalkan" gerutunya.

Laki-laki eh? Benarkah dobe? Aku meragukannya dobe, mana mungkin laki-laki bisa semanis dirimu dear dan lagi aku belum pernah melihat 'punyamu'. Kapan ya aku bisa melihatnya. Hehe…

"teme, kenapa kamu senyam-senyum sendiri? Apa yang sedang kamu pikirkan?" ucap Naruto sambil bergidik ngeri

"jangan dipikirkan dobe, benarkah tak ada yang menghamilimu dobe? Lalu anak siapa itu?" tanya sasuke dengan panjang lebar, hah.. kalau menyangkut soal dobe memang aku selalu ooc, ini lagi si dobe, gak jawab pertanyaan eh malah pasang pose imit seperti itu. Dobe.. dobe.. jangan salahkan aku jika 'memakanmu', untung saja darah Uchihaku mencegahnya.

"teme, benarkah kamu sasuke? Sejak kapan kamu bisa berbicara sepanjang itu?" tanyanya innocent yang membuatku ber sweetdrop ria. Dasar si dobe, disaat seperti ini dia bisa berkata seperti itu. Menghela nafas lelah, akhirnya aku ulangi lagi

" . ?" tanyaku padanya dengan penekanan disetiap katanya.

"aku ti – " belum sempat si dobe menyelesaikan ucapannya, dengan seenaknya bocah asing itu menyela.

"dasar, gak bertanggug jawab, anak sendiri tidak diakui" ucap bocah itu dengan ketus.

Anak? Siapa? Siapa yang dimaksud oleh bocah ini, siapa yang tidak bertanggung jawab disini? Aku? Tidak mungkinn, nikah aja belum apalagi punya anak.

"maksudmu?" tanyaku memastikan

"dasar tou-san yang tidak bertanggung jawab, kau lupa, kau yang telah menghamili kaa-san sehingga aku lahir disini" ucap bocah itu dengan nada ketus

1 detik

Hening….

3 detik

Tetap hening..

5 detik

"APA?!" teriakku dan Naruto hampir bersamaan.

Sasuke pov end

'WTH?! Sejak kapan aku melakukan 'itu' dengannya? Pengennya se sejak dulu sampai esok aku bisa melakukan 'itu' dengan si dobe, tapi toh kenyataannya, pegangan tangan aja belom pernah, apalagi sampai melakukan 'itu'. Oh kami-sama… apa yang sebenarnya terjadi?' batin Sasuke

"Menma-kun apa kau bercanda?" terdengar sura Naruto bertanya pada 'anak'nya

"tidak kaa-san, dia memang tou-san, apa kaa-san lupa?" tanya menma

"bu-bukan be-begitu maksud kaa-san" ucap Naruto terbata dan terdengar aneh saat mengucapkan kata kaa-san.

"lalu?"

"benarkah dia tou-san mu? Kau yakin orang seperti itu adalah tou-san mu?" tanya Naruto dengan jari telunjukkan mengarah pada Sasuke.

"apa maksudmu dengan orang seperti itu dobe?" tanya Sasuke kesal dan tidak terima akan perkataan Naruto yang menyebutnya orang seperti itu.

Tak menghiraukan pertanyaan Sasuke, Naruto melanjutkan pertanyaannyaanya pada bocah disampinya "kau serius?" tanyanya

Sang bocah hanya menganggukkan kepalanya "walu dia adalah tou-san, tapi aku tak suka kaa-san dekat-dekat dengannya" tambahnya

"kenapa?"

"karena dia adalah orang yang sangat mesum" jawabnya

JLEB..

Bagai tertusuk ribuan kunai, hati Sasuke merasa sakit mendengar ucapan sang bocah yang sangat tepat dengan sasaran.

"dan aku tak mau kaa-san kebobolan lagi oelehnya, aku tak mau punya adik" tambahnya innocent. Sebenarnya kamu umur berapa bocah? Kenapa omongan mu tidak seperti bocah sepantaranmu hah.. author hanya geleng-geleng kepala menghadapi bocah seperti itu.

"WTF?! Apa maksudmu bocah, kenapa aku tak boleh mendekatinya dan kenapa aku tak boleh membuatkan adik untukmu? Aku akan dengan sukarela membuatkan adik jika kau mau" ucap Sasuke dengan seringai mesumnya. Sedangkan Naruto yang tidak bisa mengikuti percakapan kedua manusia ero itu, entah karena kedobeannya atau kareana kepolosan otaknya hanya bisa memasang tampang bingung dan memiringkan kepalanya.

"apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Naruto innocent

GUBRAK

Dan terjadilah penggubrakan masal antara dua manusia pemilik surai raven tersebut 'apa dia bodoh' batin keduanya.

"sudahlah dobe jangan dipikirkan, oh ya, kyuubi akan pulang dalam minggu ini" ujar sasuke menyebutkan kepentingannya untuk bertemu Naruto.

"Kyuu-nii pulang?"

"hn"

"t-teme.. ini gawat"

"kenapa dobe?"

"bagaimana dengan a-anak k-kita?"

"anak kita? Kapan aku menghamilimu dobe?"

Bletak

"teme no baka, dia memanggil kita dengan sebutan 'kaa-san' dan 'tou-san', setahuku itu panggilan seorang anak untuk orang tuannya, makanya aku menyebutnya sebagai anak kita" jelas Naruto sambil menunjuk diranya, Sasuke dan Menma.

"ho.. jadi kau mengakuiku sebagai suamimu dobe?" goda sasuke

"kau.. menyebalkan" ujar Naruto sambil memalingkan wajahnya, jika di telit secara jelas, ada semburat pink di kedua pipinya yang chubby itu. Berusaha menahan tawa karena kelucuan si dobe, Sasuke menutup mulutnya hingga tawanya mereda.

"bagaimana kalau kita membawanya ke kantor polisi?" usul sasuke

"hmm.. boleh juga"

Kantor Polisi

"ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu petugas kepolisian.

"kami mau lapor pak, tadi kami menemukan seorang bocah" kata Naruto melaporkan

"ohya, mana bocahnya?"

"ini" tunjuk Naruto kearah Menma sedangkan yang ditunjuk hanya memasang tampang bingung.

"Kaa-san, Tousan, kenapa kita kesini?" tanya Menma heran karena dirinya dibawah ke kantor polisi bukannya kerumah.

"kaa-san? Tou-san?" beo sang petugas "kenapa dia memanggil kalian begitu? Bukannya kamu melaporkan telah menemukan seorang bocah? Selidik sang petugas.

"ah.. hahaha… i-itu karena – " tergugup, Naruto berusaha menjelaskan perihal anak itu memanggil mereka dengan sebutan kaa-san dann tou-san, namun penjelasannya terpotong karena perkataan sang petugas yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.

"aha.. aku tahu.. jangan-jangan.." katanya menggantung dan bikin penasaran.

"jangan-jangan?" tanya petugas satunya, Naruto dan Sasuke bersamaan. Ho. Ternyata si stoic Uchiha mulai tertarik dengan percakapan ini..

"jangan-janngan" kata petugas lagi

"jangan-jangan apa?" tanya petugas yang satunya agak kesal, sedangkan kedua pemuda yang naik jabatan menjadi 'orang tua' hanya menganggukkan kepala mereka antusias.

"jangan-jangan bocah itu anak hasil hubungan gelap kalian, karena tak mau mengakuinya makanya kalian membawanya ke kantor polisi. Dasar tidak bertanggung jawab"

GUBRAK

Mendengar hal itu, Naruto dan Sasuke bergubrak ria, sedangkan sang petugas yang satunya hanya ber cengo ria atas jawaban dari rekannya 'memang aku akui pemuda blonde itu sangat manis, tapi aku yakin dia laki-laki, itu pun kalau prediksiku tidak salah' batin sang petugas.

Merasa tak ada respon dari rekan kerja dan dua orang pemuda disana, dengan menampilkan wajah yang sangat innocent, petugas itu bertanya "apa aku salah?"

BLETAK

"baka, kapan seorang laki-laki bisa melahir – " belum sempat menyelesaikan protesnya, Naruto merasakan hawa-hawa mengerika di seblah kirinya. Dengan gerakan patah-patah dia menolekan kepalanya ke samping kiri dan dia melihat Menma sedang menundukkan kepalanya dan…

"HUWA… HUWA… kaa-san dan tou-san tidak mengakui ku.. hiks.. hiks… HUWA.. HUWA…" tangisnya menggelegar disekitar penjuru kantor polisi. Dua polisi yang melihat hal itu hanya tersenyum miris 'dasar anak muda zaman sekarang, buat anak tapi gak mau bertanggung jawab' batin mereka salah paham.

"ssttt.. jangan menangis adik kecil, kami akan memberikan pelajaran kepada mereka" kata salah satu polisi menenangkan Menma. Mendengar hal itu, bocah manis itu hanya menyeringai dalam hati 'gotcha, kena kalian' batinnya. Hah.. kau licik sekali bocah..

BLETAK BLETAK

"kalian itu, jadi orang tua harus bertanggung jawab, apa kalian tega membuang anak kalian sendiri" kata sang petugas setellah memukul dua kepala pemuda itu.

"ta-tapi" sangkal Naruto.

"tidak ada tapi-tapian, sudah ada bukti genetic bahwa anak ini adalah anak kalian. Mata biru dan rambut jabrik itu seperti kau blonde" tunjuk petugas pada Naruto "dan kulit putih serta rambut raven itu seperti kau, bocah emo" lanjutnya sambil menunjuk Sasuke.

"jadi, kalian mau menyangkal apa lagi hah? Cepat pulang dan bawah anak kalian, atau kalian akan aku tangkap" ancam sang petugas emosi.

Mendengar hal itu, Sasuke dan Naruto langsung ngacir keluar kantor polisi dan tak lupa juga menarik Menma ikut keluar menuju mobil Sasuke.

"dasar anak muda jaman sekarang" gerutu sang petugas sepeninggalan pasangan SasuNaru.

Di lain tempat, disebuah apartemen yang terbilang mewah, terlihat seorang pemuda yang sedang berdiri di sepan pintu sambil menenteng sebuah koper. Pamuda berambut merah a.k.a Namikaze Kyuubi itu sejak 30 menit yang lalu telah memencet bel sang apartement namun tak ada jawaban dari sang pemilik. Kesal karena diacuhkan, dia menaruh kopernya dan mengeluarkan sebuah kunci.

'khu..khu..khu.. tak menyesal aku menduplikat kunci apartement adik bodoh itu. Tunggu saja kejutan dari ku adik manis karena berani mengacuhkan kakak tersayangmu ini' batin Kyuubi sambil mengukir seringai iblis di wajahnya.

Di dalam mobil Sasuke

"hah.. sial sekali aku hari ini" gerutu sang blonde

"teme ini salahmu, seandainya kita tidak ke kantor polisi, kita tidak akan kena marah seperti ini"

"hn, dobe. Itu salahmu karena telah mendapatkan seorang 'anak'" balas si raven tak mau disalahkan.

"dia 'anak'mu juga kan teme" ucap sang blonde kesal tanpa menyadari kata-katanya.

"oh begitu.. jadi istriku tercinta.. sepulang nanti, kita melakukan 'itu' unuk memberikan adik buat Menma" goda Sasuke dengan seringai mesumnya dan tak lupa mencolek-colek pundak Naruto denga tangan kirinya.

"DASAR MESUM"

Dan perjalanan hari itu terasa begitu ramai oleh teriakan sang blonde tanpa menyadari sebuah kejutan dari kakak tercintanya saat dia pulang kerumah. Khu..khu..khu… tunggu saja kejutan untuk kalian dari Author…

TBC


Review ya minna~

maaf kalau banyak kekurangan dalam fic ini

saran dibutuhkan