hehe.. maaf minna karena lama updatenya hehe.. oke balas review dulu yuk
Faren : hehe.. tapi menma lebih keren dari shinchan lah.. okeh deh.. semoga sasu-chan tidak terlalu OOC, makasih ya sarannya
ulat bulu : thanks for review :)
kiwon : hehe.. ini bukan mpreg kok karena emang pada dasarnya naru belum punya anak, katanya si belum buat sama sasuke.. wkwkwk..
ca kun : ni udah update, review lagi ya..
onyx shappireSEA :thanks for review, tapi gk janji bisa update kilat hehe..
Chibi : hehe.. makasih.. ni update, review ya..
Namikaze Shira Not login : ni udah lanjut, oh ya, si minato gk bisa pinjamin cz dia mau syuting di fic ini chapter-chapter depan hehe
Yuki : hehe.. Tapi menma itu bukan anak kandung mereka kok, tapi sifatnya mirip-miriplah ma suke..
Earl : ya Kyuubi emang dimunculin supaya bisa ganggu SasuNaru.. kalu tanya siapa tu bocah aku juga gak tahu.. setahuku dia bilang anaknya naru ma suke hehe... hmm.. gk tau juga karakter menma itu gimana tapi ya sudahllah cz aku kehabisan nama buat anaknya mereka.. kalau menma jadi semenya naru, trus suke taruh mana?
Anggun sektiaty : emang fic ini terinspirasi dari cerita our children in your future id fandom ini juga, tapi isinya asli kok, ya maaf kalau ada unsur kesamaan, tapi disini, tenang aja kok, menma itu bukan anak mereka dari masa depan, tapi... yah tunggulah kelanjutannya
Khukhu : ntalah, aku gk tau bocah itu tahu dari mana, mungkin emang sifa sasu teme nular ke dia hehe.. emm.. soal menma nanti ada ceritanya sediri kok.. jadi sabar tunggu ceritanya aja.. soal kejutan silahkan baca sendiri..
guchan : itu akan dibahas nanti kalau udah pada kumpul semua. hehe.. tapi yang pasti menma bukan dari masa depan.. hehe makasih sarannya.. semoga mungkin bisa diterapkan.. hehe..
namikaze : hehe.. baca deh lanjutannya dan jangan lupa review ya..
Riyuki : thanks sarannya :)
oke deh selesai review.. langsung aja ke ceritanya
Disclaimer Chara : Masahi kishimoto
Pairing : SasuNaru ItaKyuu
Rated : T+
Genre : Family/Romance
Author : TD
Warning : BL, Yaoi, typo, OOC
Chapter 3 Suppries~
Didepan sebuah aparteman mewah di kawasan elite konoha, terlihat dua orang pemuda dan satu bocah laki-laki sedang duduk bergerombol dilantai. Pemuda pemilik rambut blonde itu tampak berpikir keras, terbukti dengan matanya yang terpejam dan jari telunjuk yang diletakkan di dagu. Sedangkan kedua makhluk berkepala reven hanya memasang tampang datar mereka. Sepertinya mereka sedang memikirkan sesuatu, tepatnya hanya pemuda blonde itu yang terlihat berpikir sedangkan dua makhluk pemilik kepala reven itu hanya memandangi pemuda manis didepan mereka dengan lekat, yah.. walau wajah mereka-tampak datar-datar saja namun dalam pikiran mereka, mereka sedang membayangkan hal-hal yang menyenangkan yang bisa merak lakukan dengan si blonde daripada duduk dilantai dingin di depan apartemen si blonde.
'daripada seperti ini, lebih baik cepat masuk kedalam (kamar) denganku dobe, dan kita akan melakukan hal yang menyenangkan Naru-chan~' batin sang pemuda raven.
'huwa.. kaa-san kawai ne~ bagaimana rasanya ya melakukan ini-itu dengan kaa-san'batin sang bocah raven.
Ck dasar manusia ero, tidak bisakah kalian berpikir yang 'bersih' terhadap pemuda manis didepan kalian, dan sejak kapan seorang bocah bisa berpikir begitu. Merasakan pandangan aneh dan err- mesum dari kedua makhluk didepannya, Naruto menyudahi aktivitas berpikirnya dan bergantian mengamati mereka berdua, mencoba mencari tahu hal mesum apa yang sedang mereka pikirkan 'apa yang sedang mereka bayangkan disaat seperti ini' batin Naruto tak tahu menuahu bahwa dialah dalang dari semua pandangan mesum dari kedua manusia itu. Oh.. ayolah Naruto, come on, apa kau tak menyadarinya, sejak tadi mereka memandangmu. Benar kata orang, bodoh dan polos hanya berbeda sedikit. Selama beberapa menit, ketiga manusia itu hanya saling pandang dalam sunyinya malam di depan sebuah apartemen yang lumayan mewah. Entah karena kerasukan atau bisikan darimana, melihat sang blonde hanya memandang mereka dengan tatapan bingung (karena menerka apa yang sedang mereka pikirkan) dan tak lupa dengan kepala yang dimiringkan membuatnya terlihat sangat imut dan seolah berkata 'ayo makan aku' di depan kedua manusia itu. Tanpa pikir panjang lagi, kedua makhluk raven itu mendekatkan wajah mereka pada pemuda blonde. Dekat. Dekat. Dekat dan merasa buruan mereka semakin dekat, serentak, mereka berdua memejamkan mata, hingga..
Cup ~ Cup~
Sebuah ciuman manis tercipta dari kedua manusia raven itu, merasakan sesuatu yang kenyal menempel pada bibir mereka, mereka menduga bahwa itu adalah bibir sang blonde. Merasa mendapat buruan yang besar, mereka menyeringai dalam hati 'gotcha, akhirnya aku mendapatkannya' batin mereka berdua senang tanpa menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Dan saat mereka membuka kedua matanya untuk memastikan bahwa mereka berhasil mendapatkan santapannya. Buka. Buka. Buka. Dan….
Bletak Bletak
"apa yang kalian lakukan diasaat seperti ini hah?! Kenapa kalian berdua malah berciuman" omel sang blonde setelah mendaratkan 'hadiah' yang manis pada kedua makhluk di depannya. Dan seketika itu kedua manusia raven yang mendengar ocehan si blonde membeku di tempat.
'ja-jadi, siapa tadi yang aku cium? Mungkinkah?' batin mereka horror sambil menolehkan kepala mereka ke samping kanan (Sasuke) dan kiri (Menma) dengan gerakan slow motion. Dan…
Hoek Hoek
Terjadilah acara muntah masal di depan apartemen si blonde pada malam hari yang menyebabkan empat persimpangan dengan mulusnya terukir di pelipis sang blonde a.k.a pemilik apartemen.
"hoek.. cih.. seharusnya- hoek.. aku berciuman dengan- hoek si dobe, bukannya- hoek hoek dengan bocah jadi-jadian sepertimu" geram pemuda raven a.k.a Uchiha Sasuke yang masih dengan semangatnya memuntahkan isi perutya.
"cih.. hoek siapa juga- hoek yang sudi- hoek hoek berciuman dengan pemuda- hoek pervert sepertimu" hal yang serupa terjadi dengan si boca raven a.k.a Menma
Melihat pemandangan yang disuguhkan kedua manusia raven itu, membuat si blonde a.k.a Uzumaki Naruto dengan perasaan sangat senang, rela memberikan 'hadiah' kedua kepada mereka.
Duak Duak
Dengan tidak berkerimanusiaan, Naruto menendang kedua manusia raven itu dengan kekuatan penuh hingga keduanya dengan mulus 'bersandar' pada dinding diseberang pintu apartemen si blonde.
"sudah cukup, hentikan aktifitas kalian mengotori apartemenku atau kalaian akan mendapatkan 'hadiah' yang paling 'menyenangkan' dariku" ucap Naruto lembut tak lupa memberikan senyuman malaikatnya yang terilat seperti seringai iblis di mata Sasuke dan Menma
'dobe/kaa-san sangat menyeramkan kalau sedang marah' batin mereka berdua horror
"hah… sudahlah, lebih baik kita pikirkan masalah ini besok pagi, toh kyuu-ni juga belum datang. Teme, untuk malam ini tidurlah disini karena sudah malam" ucap Naruto sambil mengeluarkan kunci apartemen dalam sakunya. Tidak menyadari orang yang menjadi topic pembicaraan sedang merencanakan hal yang menyenangkan.
'sik asyik.. aku bakalan tidur sama dobe-Ku. Haha… Dobe-chan~ I'am coming~' batin Sasuke OOC walaupun wajahnya tetap datar dan hanya menggumamkan dua kata andalannya.
Mendengar trendmark sang Uchiha bungsu muncul lagi. Naruto hanya menghela nafas panjang. Mengingat ada sesuatu hal penting yang belum diucapkan, Naruto menghentikan aktifitasnya untuk membuka kunci apartement dan menoleh kepada Sasuke.
"oh ya teme, kau bisa menggunakan kamar disebelah kamarku" kata Naruto dengan senyum lima jarinya tanpa menyadari harapan sang reven yang hancur.
Mendengar ucapan 'manis' sang pujaan hati, Sasuke membeku ditempat. Bagaikan tersambar petir, hatinya pun hancur berkeping-keping karena perkataan 'malaikat' di depannya 'WTH?! Dobe-chan~ kenapa kau sekejam itu padaku' batin Sasuke miris sambil menundukkan kepalanya, berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya yang hendak keluar. Oh God.. ternyata Uchiha yang satu ini ingin menangis hanya karena tidak bisa SEKAMAR dengan NARUTO. Ck.. dunia bakal tamat sebentar lagi jika mengetahui ke OOCan seorang Uchiha.
Dilain tempat, seorang bocah berambut raven a.k.a Menma sedang menyeragia dalam hati melihat pemuda reven a.k.a Sasuke terpuruk di pojokan apartemen Naruto. 'Gotcha.. kau tidak akan bisa menang dariku Uchiha' batinnya senang tak lupa mengukir senyum iblis di bibir manisnya, namun senyum iblis itu hanya sebentar, takut jika ketahuan. Dengan wajah yang dibuat sepolos mungkin, bocah berumur 4 tahun itu berlari mendekati Naruto dan langsung memeluk Naruto dari belakang, hal itu sukses menumbuhkan hawa-hawa hitam di pojokan apartemen Naruto.
"kaa-san" panggilanya dengan nada manja
Mendapat perlakuan dan panggilan seperti itu, Naruto menghentikan sejenak kegiatannya untuk membuka kunci dan mendudukkan dirinya di depan si bocah.
"ada apa?" tanyanya tersenyum lembut pada si bocah.
"boleh ya Menma tidur dengan kaa-san? Menma takut tidur sendirian" ucap bocah itu manja dengan tampang yang memelas.
Tersenyum, Naruto hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan dan tak lupa mengacak-acak surai pirang raven sang bocah. Mendapat persetujuan dan perlakuan seperti itu, Menma atau bocah jadi-jadian menurut sasuke, menoleh kearah pojok apartemen dan mendapati Sasuke yang sudah mengeluarkan hawa pembunuh. Melihat hal itu, bukannya malah takut, Menma mengualrakan seringai meremahkannya pada Sasuke 'you loser' batinnya girang.
'awas kau bocah, tunggu saja pembalasanku. Tak ada yang boleh menyentuh DobeKU. Karena dia hanya milikKU' batin sasuke geram plus posesive.
Cklek
Bunyi pintu terbuka terdengar, pertanda bahwa apartemen itu sudah bisa diamasuki, berhasil membuka pintu apartemennya. Naruto menoleh ke Sasuke yang masih setia mengeluarkan Hawa membunuhnya di pojokan apartemen.
"ne teme, ayo masuk, jangan berdiam diri terus dipojokan, ntar bisa jadi patung loh" ujar Naruto seraya membuka pintu apartemennya.
"tadai – " kata- kata itu terputus dengan tindakan seseorang.
"jangan ada yang berani melangkah satu langkahpun atau pamuda ini akan MATI!" ucap seorang misterius dengan jubah hitam berhondie sambil menodongkan moncong pistol tangan ke pelipis Naruto 'sial, aku tidak menyangkan aka nada yang lain' batin orang misterius itu.
Menma dan Sasuke hanya bisa membeku di tempat melihat kejadian yang tak terduga itu. Sekarang, orang yang mereka cintai telah terancam hidupnya. Salah sedikit saja, nyawa Naruto akan hilang seketika itu juga. Takut! Yah.. kedua orang itu sangat takut melihat darah yang akan keluar dari pelipis sang blonde jika mereka berbuat salah, sedangkan sang blonde yang sekranga telah menjadi 'sandera' hanya bisa berkeringat dingin dan menatap horror moncong pistol yang ada di pelipisnya.
"a-apa yang kau inginkan? L-lepaskan aku" ucap Naruto terbata sambil mencoba untuk melepaskan diri dari orang misterius itu.
"DIAM! Atau kau akan mati" ucap atau lebih tepatnya ancaman keluar dari bibir orang asing itu dan lebih menekankan ujung pistol pada pelipis Naruto.
Suasana yang tadi sempat berisik kini kembali hening dan mencekam dengan kemunculan sosok misterius yang tak diundang. Tak ada pergerakan yang berarti dari ke empat pemuda itu. Beberapa menit kemudian, suasana itu masih melingkupi depan apartemen Naruto, hingga suara baritone terdengar dari bibir Uchiha bungsu yang sudah sadar dari syoknya.
"apa yang kau inginkan? Lepaskan dia" bentak Sasuke pada orang misterius itu.
"my.. my.. kau tahu apa yang ku inginkan bocah" ucap orang itu sambil menyeringai iblis "aku mau" ucapannya menggantung sambil mencium tengkuk Naruto hingga membuat Naruto menggeliat geli dalam kunciannya.
"M.E.M.A.K.A.N.N.Y.A" ucap si misterius penuh penekanan pada setiap kata sambil memberikan seringai iblis di sela tengkuk Naruto.
Cemburu, marah dan muak. Semua perasaan itu bercampur jadi satu dalam batin Sasuke. Dia sangat tidak terima CALON UKENYA disentuh orang lain apalagi hal itu dilakukan di depan matanya. Dengan hawa membunuh yang menguar dari tubuhnya dan kemarahan yang sudah mencapai batasnya, dia melakukan perlawanan.
"KAU" gerammnya hendak melayangkan sebuah pukulan telak kepada orang asing itu sebelum sebuah suara tembakan mengintrupsi perlawanannya.
Dor
"jika kau berani melawan, peluru yang bersarang di tembok itu akan beralih tempat pada pelipis si blonde manis ini" ancamnya dan sukses membuat Sasuke menarik pukulannya
Melihat tragedy yang terjadi di depannya, Bocah penyandang nama Menma itu tampak mengepalkan tangannya, menahan sesuatu yang hendak membobol pertahanannya. Dengan keberanian yang dian punya, dia mengangkat kepalannya yang sedari tadi menunduk dan mengarahkan jari telunjuknnya pada orang asing yang masih setia 'menyandera' 'kaa-san'nya.
"KAU lepaskan kaa-sanku, jangan memakannya, dia tidak enak untuk dimakan, lebih baik kau makan pantat ayam mesum itu" tunjuknya pada Sasuke "aku jamin rasanya pasti enak, tidak kalah dari rasa ayam MC* dan KF*" lanjutnya sambil bergaya layaknya sales-sales restoran.
Gubrak
Dan terjadilah penggubarakan masal dari para pemain drama tersebut. Tersadar dari kegilaan bocah raven itu, sang manusia misterius menatap sasuke dengan sinis dan tak lupa seringai meremehkan terukir jelas di bibirnya. Sedangkan Naruto sudah hampir kehilangan kesadarannya karena kegilaan sang 'anak' dan 'penyanderaan' oleh orang misterius ini.
"hei bocah, aku akan melepaskannya setelah aku mema –" ucapnnya terputus saat mengingat sesuatu yang ganjil dalam ucapan bocah reven itu 'tunggu dulu, kaa-san? Apa maksudnya? Ja-jangan-jangan' batin si manusia misterius panic, karena kejeniusannya dia mengerti pasti apa maksud dari perkataan si bocah.
"apa maksudmu bocah dengan mengatakan 'jangan memakan kaa-san'" tanya orang itu penuh selidik untuk memastikan hipotesisnya.
"sudah jelas kan idiot, orang yang kamu sandera adalah kaa-sanKU" ucapnya mengejek
"WHAT? KAA-SAN? BILANG PADAKU, SIAPA YANG BERANI MENGHAMILIMU BAKA OUTOTO, APA BOCAH AYAM ITU?" ucap orang misterius itu sambil membalikkan badan Naruto menghadapnya dan menunjuk Sasuke dengan geram. Oh,, Kyuu.. sadarlah baka, kau telah menghancurkan scenario yang kamu susun untuk memberikan supries pada Outotomu dan sekarang kamu sangat terkejut dengan kejutan tak terduga yang diberikan adikmu. Ckck.. sepertinya karma berlaku untukmu Kyuu.
'tunggu dulu, baka outot? Bocah pantat ayam? Jangan-jangan orang ini' batin si blonde geram
"KAU"
Duak
Satu pukulan telak telah bersarang pada orang misterius yang baru kita ketahui bernama Namikaze Kyuubi. 'hadiah' manis dari sang adik cukup memberikan sebuah 'tanda' cinta yang bersarang pada kepalanya.
"baka Kyuu-ni, jangan merencanakan scenario berbahaya seperti itu" omel Naruto pada kakaknya sambil melangkahkan kakinya untuk memasuki apartemen, namun hal itu terhenti oleh gengaman pada pergelangan tangannya. Tak lain dan tak bukan pelakunya adalah Kyuubi. Melihat 'kaa-san'nya tersakiti, Menma tidak tinggal diam, dia menepis tangan Kyuubi dan menarik Naruto ke belakangnya.
"KAU BOCAH, JANGAN CAMPURI URUSANKU" bentak Kyuubi
"tidak! Tak akan ku biarkan kau meyakiti kaa-san lagi" ucapnya sinis "tou-san, lawan dia" lanjutnya sambil menunjuk Sasuke dan Kyuubi bergantian.
"tou-san?" beo Kyuubi
"hu'um, dia yang telah menghamili adikmu sehingga ada aku" jawab Menma tenang sambil menunjuk Sasuke
Dengan gerakan yang slow motion dan tambahan tanduk di kedua kepalanya, Kyuubi menolehkan kepalanya kearah Sasuske. Melihat Kyuubi yang sedang dalam mode iblis, Sasuke hanya melangkah ke belakang untuk menghindari Kyuubi yang semakin mendekat.
"tu-tunggu Kyuu, a-aku bisa jelaskan semua ini" ucap Sasuke terbata dan sangat tidak Uchiha sekali.
Tak mendengarkan ucapan calon mangsa di depannya, rubah penyandang marga Nmikaze ini terus berjalan dengan seringai iblis mendakati sang mangsa a.k.a Sasuke yang sedang mengambil ancang-ancang siaga satu.
" . . . . " ucap Kyuubi penuh penekanan pada setiap kata sambil mengeretakkan ke dua tangannya dan degan kecepatan kilat ala yellow flash dia mendekat kearah Sasuke.
"Gyaa… Naru-chan tolong.. aku sedang di kejar rubah gila" teriak Sasuke sangat OOC sambil berlari menghindari Kyubi
Mendengar sebutan baru untukknya dari bocah ayam itu, membuat persimpangan garis di kepala Kyuubi bertambah.
"KAU DASAR BOCAH AYAM, MATI KAU!" geram Kyuubi
Dengan itu, terjadilah acara kejar-kejaran ala Namikaze-Uchiha di depan apartemen Naruto. Sedangkan pemilik apartemen sedang duduk-duduk manis dengan bocah raven disebelahnya sambil memakan pop corn dan menikmati tontonan gratis antara Namikaze-Uchiha.
"Ne~ Menma, menurutmu siapa yang akan bertahan?" tanya Naruto pada bocah disebelahnya.
"entahlah kaa-san, kita nikmati aja 'fillm' live ini" jawab Menma dengan antusiasnya menyaksikan adegan live KyuuSasu
Hah.. sebenarnya apa yang ada dalam pikiran kalian? Bukannya menolong malah menikmatinya. Ckckck.. dasar orang-orang aneh.
.
.
.
Beberapa saat kemudian
"hosh.. hosh.. hosh.."
Terdengar deru nafas yang terputus-putus dari kedua pemuda pemilik surai raven dan merah darah yang selasai 'bermain' kejar-kejaran di malam yang dingin ini. Tak berhenti disitu, keduanya menatap sinis satu sama lain dan berniat melanjutkan acara 'bermain' kejar-kejaran ronde kedua sebelum sebuah suara mengintrupsi tingkah konyol mereka berdua.
"sudah cukup 'bermainnya', besok bisa kalian lanjutkan lagi. Sekarang masuk atau aku tinggal di sini" ucap pemuda blonde a.k.a Naruto sambil melangkahkan kakinya dengan di ikuti Menma yang sedang asyik mengucek matanya sambil menggandeng tagan Naruto karena rasa kantuk yang sudah menyerangnya.
Kedua pemuda tadi a.k.a Kyuubi dan Sasuke saling bertatapan sinis sebelum melangkahkan kakinya mengikuti si blonde untuk memasuki apartemen.
Di dalam apartemen
Dalam sebuah ruangan yang luas denngan satu set sofa dan televisi serta beberapa lukisan alam yang indah penghias ruangan itu, terdapat tiga pemuda dan satu bocah yang sedang duduk di sofa tengah ruangan. Pemuda pemilik surai merah a.k.a Kyuubi mendudukkan dirinya di depan Naruto dan Sasuke, sedangkan sang bocah pembawah masalah terduduk manis di pangkuan Naruto dengan menyandarkan kepalanya di dada Naruto dan sukses mendapatkan death glare dari Uchiha bungsu disampingnya. Kesunyian ruang tamu itu terpecah dari suara seorang pemuda yang paling tua.
"jadi, kau bisa menjelaskannya Na-ru-to" ucap Kyubi dengan penuh penekanan pada nama adiknya.
"kenapa bocah ayam ini bisa menghamilimu? Hah.. apa salahku kami-sama sehingga kau hadapkan dengan masalah seperti ini" ucap Kyuubi frustasi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"aku tidak menghamilinya" sanggah Sasuke dingin.
Mendengar sanggahan dari 'Tou-san'nya, bocah pencari masalah a.k.a Menma telah terbebas dari rasa kantuknya.
"kau" tunjuknya tidak sopan pada Sasuke "kenapa kau tidak mau bertanggung jawab dan mengaku saja kalau kau telah 'menghamili' kaa-san" tudingnya pada Sasuke yang berbeda dari faktanya 'rasakan, kau tidak akan menang dari ku Uchiha, NEVER' batinnya percaya diri. Ck sebenernya siapa kamu bocah, dari awal selalu mencari gara-gara dengan Sasuke.
Tak terima dengan tuduhan si bocah, Sasuke menggeram kesal dan mengepalkan kedua tangannya erat. Rasanya ingin membunuh bocah ini dan membuang mayatnya ke laut apabilah tidak ada Naruto disampingnya. Jika saat ini dia nekat melakukan itu, maka tak segan Naruto akan membunuhnya juga. Oh tidak.. Uchiha masih belum ingin mati sebelum menjadikan
Naruto miliknya.
"KAU" geram Sasuke, namun sedetik kemudian sebuah seringai mengerikan muncul di wajanya. Membuat siapapun yang melihatnya akan merinding ngeri.
"kalu begitu maumu" ucap Sasuke sambil mendorong Menma dari pangkuan Naruto dan menyebabkan bocah 4 tahun itu terjatuh di lantai dengan tidak elitnya "aku akan bertanggung jawab" lanjutnya sembari menyeriangai kepada bocah raven yang sedang tiduran dilantai karena perbuatannya.
"dobe, ikut aku" ucap Sasuke sambil menarik Naruto agar terbangun dari duduknya.
"kemana?" tanya Naruto Bingung
"KUA"
"Ngapain?"
"M.E.N.I.K.A.H" jawab sasuke dengan tenang namun penuh penekanan pada setiap katanya.
"WHAT?" dan teriakkan cempreng dari sang blonde terdengar sudah memecahkan keheningan malam.
"aku akan bertanggung jawab atas 'kehamilanmu' dobe" ucap sasuke dengan seringai yang sangat menyeramkan menurut Naruto.
Mendengar pecakapan dari kedua 'orang tua'nya yang memutuskan untuk 'menikah' karena sang tou-san ingin bertanggung jawab atas 'kehamilan kaa-san'nya, Menma langsung berdiri dari acara 'tidur'nya dan segera menghapimpiri Naruto dan Sasuke. Setelah berada di depan kedua 'orang tua'nya dia menepis tangan Sasuke dengan kasar dan menarik Naruto kebelakangnya.
"jangan sentuh kaa-sanKU, dan aku tak sudi dia menikah denganmu pervert" ucap Menma sinis
"ho.. kau tak boleh kasar begitu pada 'tou-san'mu bo-cah" ucap sasuke tak kalah sinis sambil menarik Naruto.
"cih.. jangan sentuh 'kaa-san' ku" ucap menma menarik kembali Naruto
"ck.. jangan sentuh calon istriku" ucap Sasuke menarik Naruto kembali.
Dan terjadilah acara tarik-menarik si blonde oleh kedua manusia bersurai raven tersebut tanpa menyadari seekor rubah yang sedang menatap mereka dengan tatapan 'kelaparan'. Oh ayolah.. kalian tidak melupakan kalau Kyuubi masih ada di disitukan? Jangan pernah mengacukan rubah yang kelaparan, kalau tidak
Bletak Bletak Bletak
Sebuah 'salam' manis akan dihadiahkannya sebagai bukti kehadirannya dan hal itu mungkin akan sangat 'menyenangkan'.
"KALIAN, KEMBALI KEKAMAR MASING-MASING. DAN KAU BOCAH AYAM" tunjuk Kyubi pada Sasuke " . . " lanjutnya penuh penekanan dan ancaman.
'cih.. tahu aja di rencanaku' batin Sasuke dongkol karena rencananya ketahuan oleh sang Rubah penjaga malaikat manis incarannya.
Mereka semua berjalan kekamar masing-masing kecuali Kyuubi yang mendudukan tubuhnya di sofa sambil menghela nafas panjang.
"hah.. kejutan yang tak terduga, semua tak ada masalah dengan hal ini" gumamnya dengan beranjak meninggalkan sofa menuju kamarnya yang ada di apartemen Naruto.
Yah.. yah.. memang sangat melelahkan kejutan itu, tapi untuk masalah lainnya tak ada yang bisa menjamin, karena masih banyak pemeran yang belum keluar yang akan mengganggu hidup tenangmu Kyuu. Kyuu-chan~ sabar ya… khu…khu…khu…
Dilantai 2 apartement Naruto
Sasuke, Menma dan Naruto sedang berjalan berdampingan menuju kamar mereka yang terletak berdampingan di pojok ruang. Semuanya berjalan dengan tenang dan sunyi hingga suara bocah yang manjapun terdengar.
"Kaa-san" panggilnya pada Naruto sambil bergelayut manja pada lenggan Kanan Naruto
"ada apa?" kata NAruto sambil mensejajarkan tinngginya dengan Menma
"gendong" rajuknya manja sambil memeluk leher Naruto
'WTH?! Apa-apan ini, kenapa dia manja sekali pada dobeKU, kamarnya tidak jauh bocah. Tak akan ku biarkan kau mencari perhatian pada dobeKU' batin orang ketiga, siapa lagi kalau bukan si Sasuke yang sudah mulai cemburu karena dobenya dengan sukarela akan menggendong bocah jadi-jadian itu. Sebelum adegan antara MenNaru terjadi, Sasuke segera mengambil tindakan. Dengan gerakan yang super cepat, dia melepaskan pelukan Menma pada Naruto dan tanpa basa-basi lagi menggendong Naruto ala bridal style, hal itu sontak membuat Menma dan Naruto terkejut.
"Te-teme apa yang ku lakukan? Turunkan aku?" bentak Naruto sambil memberontak dalam gendongan Sasuke.
"pantat ayam perveret, turunkan Kaa-san ku" ucap Menma sambil menarik-narik kemeja Sasuke.
"Urusai bocah" bentak Sasuke sambil menendang-nendang bocah malang itu
"KAU lepaskan kaa-san atau – " ancam Menma menggantung.
"atau apa?" tanya Sasuke meremehkan 'cih.. apa yang bisa dilakukan oleh bocah sepertimu' batinnya.
"KYUU JI-SAN ONENGAI, NARUTO KAA-SAN AKAN DI RAPE OLEH BOCAH PANTAT AYAM PERVERT MESUM INI" teriak Menma untuk memanggil sang 'rubah' penjaga.
"WTH?! Apa-apan kau bocah" panik Sasuke 'mati aku jika rubah sialan itu mendengarnya' batin Sasuke horror
Sedangkan Kyuubi yang mendengar teriakan Menma terlonjak dari kursinya. Dia segera berlari menuju lantai dua untuk meyelamatkan outotonya yang dalam keadaan antara hidup dan mati karena outoto tercintanya akan menjadi 'mangsa' bocah aaym mesum itu. Dengan tergesa-gesa, Kyuubi menaiki tangga dan menadapatkan pemandangan yang mengerikan.
Beberapa saat yang lalu di lantai 2
"WTH?! Apa-apan kau bocah" panik Sasuke 'mati aku jika rubah sialan itu mendengarnya' batin Sasuke horror
Sasuke segera berlari untuk membekap mulut sang bocah yang akan terus berteriak. Karena ada Naruto dalam gendongannya yang terus memberontak, akhirnya keseimbangan Sasuke goyah dan dia terjatuh dilantai dengan posisi yang akan membuat siapapun melihatnya akan salah paham.
"te-teme menyingkir dariku" ucap Naruto panic sambil mendorong tubuh Sasuke dari atas tubuhnya. Hmm.. bisa dikatakan sekarang posisi mereka sangat berbahaya untuk kondisi Naruto dan sangat menyenangkan dalam kondisi Sasuke. Bagaimana tidak sekarang Naruto berada dibawah Sasuke dengan posisi stengah berbaring sedangkan Sasuke menyanggah badannya dengan kedua tangannya disamping kiri dan kanan Naruto dan kedua kaki Naruto diapit kedua kaki jenjang Sasuke.
Melihat adanya kesempatan di depan mata dan posisi yang sangat mengunntungkannya, Sasuk mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto, semakin dekat dan akan terciptalah ciuman manis apabila tidak terintrupsi oleh suara berat disamping mereka.
" .BOCAH" ancam seorang pemuda a.k.a Kyuubi yang telah mengintrupsi adegan SasuNaru itu. Dan dengan ancaman itu terjadilah 'permainan' kejar-kejaran ronde kedua antara Namikaze-Uchiha..
Hah.. kemungkinan tak ada hari tentram apabila Namikaze dan Uchiha sudah memasuki satu kandang, ditambah lagi, bocah Jadi-jadian (menurut Sasuke) yang merupakan 'anak' mereka, gimana jadiya hari-hari mereka kelak? Saa..
TBC
ne~ gomen minna kalau masih pendek and ceritanya mengecewakan, maaf juga update lama cz masih asyik lihat-lihat skin winamp sasunaru sama komiknya hehe.. ada yang mau?
oh ya, di chapter ini dan mungkin chapter depan belum dijelaskan asal usul mennma, author bakal jelasin kalau semuanya udah terkumpul dan lagi mungkin ada pergantian genre, kalau ranting author mentoknya berani bikin rate T+ hehe..
ne.. sekali lagi maaf kalau ceritanya pendek dan mengecewakan, mungkin chapter depan lebih panjang. okeh akhir kata
Review please dan saran ditunggu :)
