Tittle : The Runaway (chapter 6)

Disclaimer : Hetalia punya saya! *BLETAK* punya Hidekazu Himaruya-sama deng *nangis*

Summary : Dunia sudah dipenuhi dengan para zombie! Bagaimana mereka yang masih hidup menyelamatkan dunia ini? Hanya ada satu cara (some L4D inside!)

Rating : M!

Genre : Bloody, Gore, Horror, jangan baca malem-malem! (?)

Pairings : FACExZombie #plak


Alfred agak ketakutan ketika ia melihat langit yang gelap namun tidak meneteskan air hujan satu pun
Udara pun terasa sangat dingin, membuatnya menggigil dan merasa kalau ia akan terkena flu secepatnya

Kota New York yang dulu dikenal sebagai kota yang sangat ramai pun sudah kosong dan sepi sekali

Tidak ada suara orang-orang yang sedang berbicara

Tidak ada suara anak-anak yang sedang bermain

Tidak ada suara klakson mobil

Tidak ada suara burung berkicau

Dan tidak ada suara sapaan riang orang-orang kepada yang lainnya

Hanya ada suara angin yang berhembus dengan lembut namun menakutkan

Dan suara kertas-kertas koran yang bertebangan, semak-semak dan pohon-pohon yang tertiup angin

"Ya ampun.. suasananya benar-benar seperti di video game, ya?" ia berbisik ke Arthur

"Tapi jangan kau anggap ini video game! Kalau video game kau boleh saja ceroboh karena kalau karakter mu mati kau bisa 'continue game'. Tapi ini asli, ceroboh sedikit saja, kau tidak bisa mengulang hidup mu kembali!" tegur Arthur sambil memukul kecil kepala Alfred
"…Dan aku akan kehilangan Hero ku yang ceroboh dan bodoh.."

"Iya iya aku tahu! Jangan khawatir! Aku akan benar-benar memakai otakku kali ini!" Alfred kembali berpikir. Arthur memang benar; sekali ia ceroboh, akibatnya bisa fatal. Ia bisa saja terbunuh oleh zombie! Mungkin Sneeker? Atau Witch? Deon? Atau mungkin segerombolan zombie biasa? Tapi yang paling penting adalah; Ia tidak akan bisa melindungi Arthur

Jadi kali ini, ia harus berpikir dua kali atau lebih ketika ia akan melakukan sesuatu. Ia harus lebih pintar, lebih berani, lebih kuat, dan lebih heroik tentunya

"….Aku…Gugup…" Matthew menelan ludah, ia menggenggam Riffle nya dengan erat. Kumajiro yang sekarang menempel pada punggung Matthew pun mengerang kecil

"Untuk apa kita harus gugup? Kanada tidak jauh dari New York! Kurasa…" Nada suara Alfred mengecil di akhir kalimatnya
"…Apa sebaiknya kita harus melihat peta dulu? Arthur?"

Alfred menoleh ke arah Arthur yang sedang melamun dengan wajah agak memerah, entah apa yang ia pikirkan

"…Arthur?" Alfred menyolek pundak Arthur dan membuatnya sadar dari pikirannya

"A-Akh! A-Apa?"

"….Tidak jadi…"

"Hah? Apanya yang tidak jadi?"

"Lupakan sajalah.."

"Bodoh..!"

Mereka pun mulai berjalan, semuanya berusaha untuk tidak membuat sebuah suara mencurigakan yang mungkin akan membuat mereka ditemukan oleh segerombolan zombie
Saat mereka menemukan 2 jalan yang berbeda, mereka mulai berpikir untuk mengambil jalan yang akan mereka lalui

"Barat… atau Timur?" Alfred yang pertama bertanya

"Kurasa kau sendiri yang harus menjawab itu, Al! Karena ini adalah negara mu, wilayah mu! Aku kira kau hafal setiap jalan.." Arthur menjawab sedikit sinis diikuti beberapa anggukan kecil dari Matthew dan Francis

"Aaah! Tentu saja aku tahu! Masalahnya, kita mau lewat mana yang menurut kalian itu paling aman?"

"Lewat mana saja pasti akan bertemu dengan zombie, fiih…"

Kata-kata Mix sukses membuat keringat Alfred bercucuran

"…Al.. K-Kurasa kita harus ke barat dulu. Aku ingat jika kita ke barat kita akan bertemu dengan perpustakaan yang besar. Dan pasti di perpustakaan tersebut ada peta benua Amerika…" kata Matthew pelan

Kebetulan sekali, Alfred memang sedang membutuhkan peta! Peta perjalanan mereka dari New York menuju Kanada

"Matt! Kau jenius! Aku memang sedang membutuhkan itu!" kata Alfred penuh semangat
"..Kita…" Arthur membenarkan dengan nada kecil

Alfred menghiraukannya dan langsung berjalan menuju arah barat. Walaupun setiap langkah membuatnya semakin bergetar karena ia semakin dekat dengan zombie yang mungkin akan muncul entah dari mana

Semuanya mengikutinya dari belakang dan Alfred mulai ketakutan karena ia sendiri yang didepan. Ia pun melambatkan langkahnya; membuatnya sejajar dengan yang lainnya dan berjalan disebelah Arthur

"Heh, baru pertama kali kulihat Hero yang ketakutan," sindir Arthur sambil tersenyum iseng

"A-Aku tidak takut! Aku.. Aku hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja dibelakang!" bantah Alfred dengan muka memerah karena malu

"Kalau ada sesuatu yang terjadi pasti akan ada yang memanggilmu, dasar!"

"Terserah lah.." Pukulan kecil dari Arthur ke kepala Alfred hanya balasan Arthur

Setelah berjalan cukup lama, mereka belum bertemu dengan zombie satupun (dan membuat mereka sedikit kaget) tetapi mereka sudah mulai lelah karena jalanan yang mereka jalani adalah sebuah tanjakan yang cukup tinggi. Ketika jalanan sudah bukan tanjakan lagi, mereka beristirahat sebentar

"Haaaaaahh.. dimana perpustakaan besar itu? Tidak mungkin kan bangunannya pindah…?" kata Alfred sambil duduk bersandar di sebuah bangku dekat kolam, ia pun melihat kolam tersebut dan menyadari bahwa air kolam itu berwarna sedikit merah, mungkin karena sudah tercampur dengan darah manusia. Ikan-ikan di kolam itu pun sudah mati dan mengambang, membuat kolam tersebut bau menyengat

"…Entahlah, mungkin jika kita berjalan terus akan menemukannya?"

"Atau mungkin saja sudah terlewati, hmm?"

Alfred menghiraukan Matthew dan Francis, entah kenapa rasanya ia ingin terus memandang kolam yang sedikit aneh ini. Ekspresinya sangat serius membuat semuanya memandangnya dengan wajah penasaran. Setelah beberapa menit melihat, ia pun menyadari sebuah pantulan gambar barang dari kolam.

Alfred menengok kebelakang dan mencari barang yang aslinya. Ia tersenyum girang ketika ia menemukan barang yang dicarinya

"O-oi, ada apa?" tanya Arthur heran

"Mesin minuman!" teriak Alfred girang dan langsung berlari ke arah mesin minuman kaleng diseberang jalan

"Dasar bodoohh! Ku kira apa!" Arthur meneriaki Alfred, tapi ia merasa sedikit haus setelah berjalan jauh. Ia kembali meneriaki Alfred, "Bawakan aku satu!"

"Hahaha~ Dasar! Tenang saja, kubawakan satu untuk semua!" ia tertawa sebentar, lalu melihat ke dalam mesin; mencari minuman yang ia inginkan

Mesin ini masih hidup! Itu berarti minuman didalamnya masih dingin dan listrik disini menyala. Alfred sedikit heran mengapa listrik masih menyala, apakah masih ada manusia yang mengontrol listrik disini? (baca: PLN)
Setelah memutuskan memilih minuman apa, ia menyogoh saku celana, jaket dan bajunya, tapi..

Ia tidak mempunyai uang….

Satu pun…

Pasti semuanya tertinggal di rumah…

Sial!

"Aaaaahh! Aku tak punya uang! Pasti semuanya tertinggal dirumah! Sial sial siaal!" Ia menginjak injak tanah dengan kesal, "Aaahh.. Aku haus sekali…"

Francis yang melihat dari jauh tertawa kecil, "Mon dieu.." batinnya. Francis pun mengambil sebuah kayu besar didekatnya dan menghampiri Alfred

Alfred melihatnya dengan wajah bingung, Francis hanya tersenyum dan menyuruh Alfred untuk menjauh. Ketika Alfred sudah sedikit menjauh, Francis memukul keras-keras mesin itu sehingga kacanya pecah dan mesinnya menjadi sedikit penyok

"Akh! Francis! Apa yang kau lakukan?"

"Alfie.. Jangan bodoh. Memang siapa sih yang masih menggunakan mesin ini, kau lihat sendiri 'kan disini hanya ada kita berlima? Sekarang uang sudah tidak berguna lagi, siapa yang masih menggunakannya?" Francis tersenyum lebar sementara Alfred hanya diam melihat mesin yang sudah penyok itu "….Benar juga ya..?" batinnya

"Sudah, jangan melamun.. Bantu aku membawa minuman-minuman ini, oui?" Dengan segera, Alfred membawa beberapa minuman dan memberikannya ke Arthur

"Kau bilang bawakan satu kan? Nih, kubawakan dua.."

"…Terima kasih…" Arthur mengambil 2 kaleng minuman dan meminum minuman pertama hingga habis
"Minuman ini.. masih dingin?"

"Iya, aneh 'kan? Maksudku, listrik disini masih menyala, padahal disini sudah tidak ada siapa-siapa.." kata Alfred sambil meminum minumannya

"Itu masih mungkin, fiih.."

"Mungkin? Apa maksud mu, Mix?" Alfred menatap Mix dengan tatapan penasaran

"Kalau disini listriknya masih menyala, masih ada kemungkinan ada yang masih hidup disini, fiihh.. Tapi pasti sedang mengumpat,"

Mendengar hal itu, Arthur merasa sangat senang, ia sangat berharap Peter masih hidup dan sedang mengumpat di dekat sini

Ketika ia membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tiba-tiba alarm mobil-mobil disekitar berbunyi dengan kencangnya, membuat semuanya sangat kaget dan melihat ke asal suara

"A-Ada apa? Apa yang terjadi?" Alfred cepat-cepat mengambil gergaji pemotongnya dan menggenggamnya erat diikuti hal yang sama oleh Matthew, Francis dan Arthur.
Ia mulai berkeringat dingin

"Mereka datang, fiih.." suara Mix menjadi kecil dan nadanya seperti ia sedang ketakutan, matanya hanya melihat ke sebuah arah

Semuanya melihat ke arah yang sama. Mereka melihat sebuah gang kecil yang dipenuhi dengan tempat sampah yang sudah membusuk. Semakin lama, mereka melihat bayangan hitam yang besar datang dari gang itu

"S-siapa?" teriak Alfred dengan nada sedikit ketakutan. Keringat dinginnya bertambah ketika ia hanya mendengar suara erangan besar sebagai jawaban dari pertanyaannya tadi

Sebelum Alfred dapat berkata apa-apa lagi, puluhan zombie muncul dari gang dan langsung berlari menuju dirinya dan yang lainnya. Mereka mengangkat kedua tangan mereka yang mempunyai kuku yang panjang dan penuh dengan darah. Wajah-wajah mereka persis sekali seperti yang ada di video game maupun di film zombie yang pernah Alfred lihat

Alfred teriak kecil ketika ia melihat puluhan zombie yang langsung berlari menuju dirinya. Ia melihat wajah-wajah mereka, benar-benar sama seperti yang ia lihat di video game dan film! Ia mulai ketakutan dan sedikit bergemetar. Satu-satunya cara agar ia tidak takut adalah menutup matanya, tapi bagaimana bisa ia menyerang zombie-zombie itu dengan mata tertutup? Bagaimana bisa ia melindungi Arthur dengan mata tertutup? Yang ada mungkin ia malah melukainya

Semakin dekat zombie-zombie itu, semakin bergemetar Alfred. Keringatnya bercucuran dari dahinya, genggaman pada gergaji pemotongnya mulai melemah, wajahnya mulai memucat

Arthur yang ternyata sedari tadi mengamati Alfred pun menggenggam tangan Alfred yang sedang memegang gergaji pemotongnya. Alfred sedikit kaget dan langsung melihat ke arah Arthur yang membalasnya dengan senyuman kecil

"Ini saatnya untukmu melawan ketakutanmu, Al. Lagipula, kau tidak sendiri; disini ada aku, Francis dan Matthew yang akan melawan zombie-zombie itu bersamamu. Mix juga pasti akan membantu,"

Alfred hanya menatap diam Arthur, lalu ia beralih melihat zombie-zombie yang sekarang hanya berapa puluh meter jauh darinya. Ia pun mengangguk pelan sebelum menelan ludah dengan keras, mengencangkan genggaman pada gergajinya, dan menutup mata perlahan sebelum membukanya kembali dan raut wajahnya berubah menjadi serius.

'Aku.. Pasti bisa! Seorang Hero tidak mungkin tidak bisa melakukan ini! Ini sangat mudah! Ini sangat menantang! Yang seperti ini, anak kecil (bernyali besar) pun bisa!' batinnya menguatkan diri

RRRRRRMMMMMMMMM….RRRRRRMMMMMMMM…. Alfred menyalakan gergajinya dengan senyuman serius di wajahnya. Sementara zombie-zombie itu terus bermunculan dan berlari ke arah keempat manusia tersebut

"Matt! Serang dari arah timur! Francis! Serang dari arah barat! Arthur! Serang dari arah selatan! Mix! Serang dari atas! Perhatikan atap-atap bangunan! Mungkin saja ada Sneeker yang akan datang!" teriak Alfred sambil memutar badannya ke arah utara, back-to-back dengan Arthur yang sekarang menghadap ke arah selatan. Semuanya sedikit kaget dengan perintah Alfred yang tiba-tiba menjadi sangat tegas, namun mereka menurutinya. Posisi mereka sekarang sudah dilingkari oleh puluhan zombie yang datang dari berbagai arah.

"Grroaaaarrrr…!"

"Semuanya! Sekarang!" perintah Alfred kembali dengan nada serius, suaranya sangat berbeda dari suaranya yang biasa

Matthew dengan gugupnya menembaki zombie-zombie yang menyerang dari arah timur, beberapa ada yang meleset, beberapa juga ada yang terkena sasaran
Francis dengan percaya diri dan rasa takut yang sedikit juga menembaki zombie-zombie yang menyerang dari arah barat. Ia terus mengincar kepala-kepala zombie dan menembakinya satu persatu hingga pecah dan meledakkan banyak darah dan berbagai isi kepala. Membuatnya merasa jijik dan sedikit mual

Sementara Arthur dan Alfred mengayunkan senjata mereka ke arah zombie yang sudah didepan mata mereka. Gergaji pemotong Alfred sukses memotong bagian-bagian tubuh zombie yang menyerangnya dan memuncratkan banyak sekali darah ke baju dan gergajinya
Kapak besar terus diayunkan ke berbagai arah oleh remaja asal Inggris, Arthur, membuat beberapa zombie terdorong dan terpotong dan menyisakan tidak sedikit darah di tanah maupun di baju dan kapaknya

Mix membantu dari atas, ia menggunakan sihir kecilnya untuk menyerang beberapa zombie berbadan besar. Matanya melebar ketika ia melihat sebuah bayangan hitam melompat dari atap bangunan ke atap yang lainnya, dan bayangan itu berada di arah timur. Itu berarti..

"Matthew! Ada Sneeker menuju ke arah mu, fiih!" teriak Mix

Dengan cepat, Matthew melihat ke atas dan melihat sebuah bayangan hitam yang melompat ke arahnya
"Aaaahh!" Dengan ketakutan dan kaget ia mencoba menembak bayangan itu namun meleset, ia terus menembakinya dengan mata tertutup karena takut dan menyebabkan setiap tembakannya meleset

"Mattie!" teriak Francis sambil berbalik badan dan langsung menembak Sneeker yang hampir menerkam Matthew, "Buka matamu, mon cher! Kau tidak sendirian! Jangan takut!" kata Francis sambil kembali membalik badan dan menembaki zombie-zombie yang datang ke arahnya

"…M-Maaf!" Matthew hampir menangis. Ia mencoba untuk lebih berani, "Matt.. Kau pasti bisa! Jika Alfred bisa, kau juga pasti bisa!"
Matthew menggenggam Rifflenya lebih erat, dan memfokuskan pikirannya kepada zombie-zombie yang masih bermunculan. "Tunjukan.. Pada mereka.. Kau memiliki sisi lain! Sisi yang lebih berani! Kau bukanlah orang yang selalu takut dan dilindungi oleh orang lain! Kau bukan Matthew William yang selalu gagal dalam perkelahian dan menghindar! Sekarang.. Lawanlah zombie-zombie didepanmu! Bunuhlah atau dibunuh!"

Bang! Bang! Bang!
Riffle Matthew sukses memecahkan kepala-kepala zombie yang akan menyerangnya
"…Kumashiro! Naiklah ke punggungku!" perintah Matthew kepada anak beruang polarnya yang sedari tadi menempel di kakinya
"Siapa?" tanya Kumajiro, namun ia tetap menuruti perintah Matthew
"Matthew William!" teriak Matthew dengan nada yang berbeda. Ketakutannya perlahan menghilang, membuatnya menjadi lebih fokus dan berhasil menembak mati banyak zombie

"Aduuhh! Kayaknya kita mandi darah nih, ahahahahahaa!" tawa Alfred disela-sela pertempuran penuh darahnya dengan zombie-zombie
Arthur hanya tertawa kecil, "Haha! Kurasa begitu! Berharap saja disini tidak ada Loust!"
Alfred pun tertawa dengan kencang sambil terus mengayunkan dan memotong habis zombie didepannya

Setelah kurang lebih 30 menit, mereka berhasil menghabiskan semua zombie di daerah tersebut.
Semuanya berlumuran darah dari sepatu hingga rambut mereka, bau darah yang menyengat tercium dari mana-mana, terlebih keringat mereka yang bercucuran membuat bau semakin menyengat

"Huuummpppfff! Disini bau sekali!" keluh Alfred sambil menutup hidungnya dengan tangannya. Namun percuma saja, tangannya sendiripun berlumuran darah. Ia kembali menggerutu dan menjatuhkan gergajinya yang sekarang sudah berwarna merah darah semua

"Kita harus segera pergi dari sini, sebelum zombie-zombie itu datang lagi. Peluru ku pun sudah hampir habis, nih!" kata Francis sambil mengecek sisa peluru Shot gunnya
"Lihat tuh, sudah kurang dari 30..!"

"…Peluruku juga tinggal sedikit…" lanjut Matthew

"Iya iya! Tapi aku lelah tau! Kalian berdua sih, hanya membidik dan menembak saja! Hanya menggunakan mata dan jari! Sementara aku dan Arthur melawan mereka dengan tangan, jari, dan juga kaki! Istirahat sebentar saja tidak masalah 'kan?" pinta Alfred diikuti beberapa anggukan dari Arthur yang memandangi zombie-zombie yang sudah terkapar

"Yah, tapi.. Apa kau yakin mau beristirahat disini? Maksudku.. Lihat tempat ini, Alfie! Semuanya merah! Potongan tubuh dan mayat dimana-mana! Baunya pun sangat menyengat! Mon dieu! Jika saja hidung ini hidup, mungkin ia dapat terbunuh oleh bau menyengat ini!"

"Entah kenapa.. Kata-kata mu mengingatkanku pada salah satu episode Spongebob yang pernah aku lihat…" Alfred memasang wajah polos sebelum Arthur memukul kepalanya seperti biasa

"Bodoh! Francis memang benar! Jujur saja, aku memang kelelahan. Tapi tidak mungkin aku akan beristirahat disini, sekalipun hanya beberapa menit saja,"

"Haaaaahhh… Baiklah.. Matthew, sekarang kita harus kemana?"

"..Eh? K-Kenapa kau bertanya padaku, Al?"

"Karena kau adalah orang kedua yang hafal daerah-daerah di Amerika setelah ku! Aku sangat lelah, jadi tidak bisa konsentrasi menentukan arah," Alfred beralasan yang membuat Matthew sedikit mengeluarkan keringat

"..Ah.. K-Kalau begitu.. Kurasa ke arah sini…" kata Matthew sambil berjalan ke arah selatan

Semuanya pun mengikutinya. Baru beberapa meter berjalan, Mix mendengar erangan zombie dari belakang. Ia pun memutar badannya untuk melihat 6 zombie yang tersisa berlari ke arah mereka

"Fiiiihh.. Masih ada?" teriak Mix dan membuat semuanya membalikkan badan mereka dan melihat apa yang Mix lihat

"Nahahahaa! Biar aku yang tangani!" Alfred langsung menyalakan kembali gergaji pemotongnya dan berlari ke arah ke-enam zombie tersebut

"Akh! Bodoh! Katanya kau lelah!" teriak Arthur mencoba menghentikan tindakan bodoh Alfred

"Haha! Entah kenapa rasa lelahnya menghilang! Nahahahahaaa~!" Alfred hanya tertawa sambil berlari membawa gergaji pemotong yang siap memotong ke-enam zombie yang akan menyerangnya

Namun, tawaannya berubah menjadi sebuah teriakan kecil ketika ia melihat zombie berbadan besar…sangat besar…terlalu besar mungkin, tiba-tiba muncul dan mendorong bahkan melempar zombie yang berada didepannya. Wajah zombie ini setengah hancur dan mulutnya penuh dengan gigi yang tidak beraturan ukuran maupun letaknya
Ia pun mempunyai perasaan kalau zombie ini adalah..

"T-TANKER!"

~To Be Continued~


Fuaaaaahhh.. Akhirnya update juga ya ni cerita x'D #plak
Maaf banget yang udah nunggu #halah
Dan maaf banget kalo adegan fightingnya kurang seru TTuTT
Saya ini abal kalo suruh nulis cerita berantem gitu sih.. (?)
Saya pun makin nebarin Miss Typo~ soalnya bahasa Indonesia saya jelek #bangga#jeder
Yush~ Sekian~ (?) XD #kabur

PS : Yang baca malem-malem nanggung sendiri ya resikonya #apaancoba

REVIEW DA-ZE~!