Tittle : The Runaway (Chapter 7)
Disclaimer : Hetalia punya saya! #BLETAK# punya Hidekazu Himaruya-sama deng #nangis# Beberapa zombie disini baru punya saya~ xD
Summary : Dunia sudah penuh dengan zombie! Bagaimana dengan mereka yang masih hidup menghentikan semua ini? Hanya ada satu cara (some L4D inside!)
Warning(s) : Miss Typo dataaangg! (?)
Semuanya terkejut ketika mereka melihat Tanker yang tiba-tiba datang, terutama Alfred yang sudah berada dekat dengan zombie itu
"Alfred! Cepat kembali kesini bodooh!" Arthur berteriak keras dari jauh hingga Francis yang berada disebelahnya hampir menutup telinganya
"Aaaaaaaahhh!" tanpa menunggu hitungan detik, Alfred langsung memutar arah dan berlari kembali ke arah yang lainnya, namun kakinya tersandung badan zombie yang sudah mati dan membuatnya terjatuh. Gergaji pemotongnya terlempar, begitu juga dengan kacamatanya
"Alfred! Francis! Cepat tembak Tanker sialan itu!" Arthur mengguncang tubuh Francis yang sekarang kesusahan untuk memasukkan peluru ke Shotgunnya
"O-Oui oui! Ouch! Jangan mengguncang tubuhku! Aku kesusahan nih!" akhirnya Arthur berhenti mengguncang tubuh Francis dan membuatnya dapat dengan mudah memasukkan peluru ke Shotgunnya dan langsung membidik Tanker yang sekarang sedang berjalan mendekat ke arah Alfred yang sedang meraba-raba tanah untuk mencari kacamatanya
"…Aku bantu!" Matthew ikut membidik Tanker dengan gugup dan khawatir
"Texas.. Texas.. Texas ku sayang, dimana kau?" Alfred masih meraba-raba tanah, tidak menyadari Tanker yang sudah berada di dekatnya
"Alfred! Minggir dari sana! Berguling!" Arthur kembali berteriak hingga membuat Francis hampir menutup telinganya kembali
"Eh? B-Berguli—" sebelum dapat menyelesaikan pertanyaan singkatnya, Tanker melompat dari belakang Alfred dan mendarat tepat di sampingnya.
BUM! Tanah berguncang keras ketika zombie terbesar itu mendarat, membuat Alfred terlempar dan terguling menjauh dari Tanker
"Aw aw aw aw aw!" Alfred kesakitan, ia membuka matanya yang tidak bisa melihat dengan baik dan kembali meraba-raba tanah untuk menemukan kacamatanya yang hilang
"Francis! Sekaraaangg!" Arthur berteriak tepat di telinga Francis, membuat Francis kaget dan langsung menembak Tanker tanpa membidik ulang.
Matthew melakukan hal yang sama. Mereka menembak Tanker di titik yang sama, yaitu di hati. Namun Tanker masih terus berjalan ke arah mereka sekarang, menghiraukan Alfred yang ia lempar dengan guncangannya
"Matthew, tembak kepalanya, fiih!" Mix memberitahukan dan Matthew dengan cepat mengganti sasaran menjadi kepalanya Tanker
"Aha! Ini dia!" Alfred menemukan kacamatanya dan langsung memakainya
Kini penglihatannya kembali jelas dan ia dapat melihat jelas Tanker yang sekarang berlari ke arah teman-temannya yang terus menembaki zombie itu
Alfred panik, ia teringat kata-kata Francis dan Matthew "Peluruku tinggal sedikit,"
Itu berarti cepat atau lambat peluru mereka akan habis dan mereka akan dalam bahaya
Dengan cepat, Alfred berlari ke arah Tanker, dan ia sangat kesal ketika ia menyadari bahwa gergaji pemotongnya hilang ketika ia tersandung tadi. Mau tidak mau ia harus menghajar habis-habisan Tanker tersebut
Tanker yang terus berlari dan terus ditembaki oleh Matthew dan Francis mulai melemah. Kecepatan larinya mulai melambat dan ia mulai mengerang
"Ha~! Sedikit lagi mon cher!" Francis mulai tersenyum ketika ia menyadari Tanker semakin melemah, namun senyumannya menghilang ketika Shotgunnya berhenti mengeluarkan peluru. Dengan kata lain, pelurunya sudah habis
Hal yang sama juga terjadi pada Matthew, "…Oh tidak!" hanya itu yang bisa Matthew katakan. Matanya mulai bergenang air
Semuanya pun melihat ke arah Tanker dengan panik, kepanikan mereka bertambah ketika mereka melihat Alfred dengan berani dan bodohnya menonjok kepala Tanker dari belakang
"Alfred! Kau bodoohh!" teriak Arthur kembali, "Apa yang kau lakukan? Kau bisa mati!"
Alfred tidak menghiraukan teriakan Arthur, ia memfokuskan pikirannya ke Tanker didepannya yang sekarang sudah berbalik ke arahnya dan siap menyerang balik
"Groooaaaaa!" Tanker mengerang keras sebelum mengangkat tangannya keatas dan memukul Alfred
"Alfreedd!" teriak semuanya, namun mereka menghela napas panjang ketika melihat Alfred ternyata menghindar dari serangan Tanker barusan
Alfred mengambil langkah cepat menjauh dari Tanker, ia mengambil potongan tubuh zombie lalu melemparkannya ke arah Tanker.
Tanker menangkap potongan tersebut dengan cepat dan melemparnya balik ke arah Alfred. Namun sebelum dapat melempar, ia melihat Alfred yang sudah berada didepannya dan menonjok matanya keras-keras menggunakan kedua tangannya
Tanker terjatuh, begitu juga dengan Alfred. Namun Alfred segera bangun, dan begitu juga dengan Tanker. Ia terlihat sangat marah, dan Alfred kembali mengambil langkah mundur, ia mulai kelelahan karena ia belum beristirahat lama dari perlawanannya dengan segerombolan zombie yang tadi menyerangnya dengan yang lainnya.
Nafasnya terengah-engah, ia melihat ke arah Arthur yang menatapnya dengan khawatir. Arthur (seakan-akan) tahu apa maksud tatapan Alfred, ia mengangguk kecil dan segera berlari ke arah Tanker diikuti teriakan dari Francis dan Matthew
"Arthur!"
Arthur melompat tepat dibelakang Tanker dan mengarahkan tongkat sihirnya ke kepala Tanker. Namun sebelum ia dapat mengeluarkan kata-kata sihirnya, Tanker berbalik arah dan menatap Arthur yang sekarang matanya melebar
Alfred hanya bisa membiarkan mulutnya terbuka lebar ketika ia melihat Arthur, orang yang ia ingin lindungi, terlempar dan terbanting karena pukulan keras dari Tanker
"ARTHURR!" Alfred langsung berlari ke arah Arthur yang sekarang terbaring di tanah penuh darah. Ketika ia sedang berlari, ia mendengar sebuah suara ledakan besar dari belakang
Ia menengok kebelakang dan melihat Tanker yang sudah mati dengan tubuh yang sudah tidak berbentuk, dan matanya melebar. Ia juga melihat asap-asap keluar dari potongan tubuh Tanker, sepertinya ada yang telah menembak Tanker sampai ia pecah.
Sebelum Alfred dapat berbalik arah kembali, ia merasakan sebuah tangan yang merangkulnya dari belakang. Dan sebuah suara,
"…A-apa-apaan tadi itu?" Alfred menoleh ke arah kanannya dan melihat Arthur yang sepertinya sedang kesakitan, nafasnya terengah-engah
"Arthur! Aku yang harus bertanya, apa-apaan tadi itu? Kenapa kau berlari dan berusaha menyerang Tanker? Bagaimana jika serangan Tanker tadi membunuhmu? Selesai sudah duni—" kata-kata Alfred terpotong ketika Arthur tiba-tiba memeluknya dengan lemah, wajahnya langsung memerah
"…Bagaimana bisa seorang teman melihat temannya sedang dalam kesulitan dan sama sekali tidak menolong? Bodoh…" Alfred dapat merasakan Arthur tersenyum kecil biarpun ia tidak dapat melihatnya langsung
"…Alfred! Arthur! Kalian tidak apa?" Matthew, Francis dan Mix menghampiri mereka berdua. Dan Arthur segera melepas pelukannya dari Alfred
"K-kami baik-baik saja.. Apa kalian melihat apa yang terjadi pada Tanker tadi?" Arthur kembali merangkul pundak Alfred untuk mencegahnya terjatuh karena kakinya melemah
"Oui, ada yang menembaknya dari arah sana," Francis menunjuk ke sebuah bangunan tidak jauh dari mereka. Bangunan itu bertingkat dua, pada lantai dua, mereka melihat sebuah kaca besar yang sudah pecah, dan ada asap keluar dari kaca tersebut. Merekapun mengamati asap itu hingga akhirnya,
"Hei," sebuah suara kecil datang dari lantai pertama, mereka mengalihkan perhatian mereka ke pintu masuk pada lantai awal.
Pintu itu perlahan terbuka, dan asap kembali muncul menutupi dua bayangan yang mendekat. Dan entah kenapa, bayangan ini terlihat tidak asing bagi Alfred dan yang lainnya
Bayangan pertama terlihat seperti seorang laki-laki berbadan besar, ia memegang sebuah benda bulat kecil yang terlihat seperi granat
Sementara bayangan kedua mempunyai badan yang lebih kecil dan pendek, memiliki rambut yang juga pendek, namun ia menggendong sebuah senjata besar yang terlihat seperti Bazooka
Perlahan asap itu menghilang, dan menunjukkan wajah asli dari kedua bayangan tersebut. Mata keempat manusia itu melebar ketika mereka menyadari siapa kedua orang ini.
"Apa kalian baik-baik saja?"
"Kurasa kalian butuh P3K, huh?"
"Ludwig! Vash!"
"Jadi, bagaimana kalian bisa berada disini?" Alfred bertanya sambil diam-diam melihat Arthur yang kakinya sedang diperban oleh Vash. Ia tidak menyangka, Arthur mempunyai kaki yang bagus— T-tunggu, apa yang sedang ia pikirkan? Alfred langsung menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya, wajahnya memerah
"Kami disini hanya untuk jaga-jaga saja, dan untuk mencari orang yang masih selamat. Kebetulan daerah tadi itu adalah daerah yang sering dilewati Tanker dan zombie-zombie lainnya. Jadi kami sering kesana, untuk melihat-lihat saja," jawab Ludwig sambil meminum bekal airnya
"Oohh, begitu ya.." Alfred mencoba untuk tidak melihat kaki Arthur kembali, jadi ia melihat-lihat sekelilingnya. Sekarang mereka berada di aula sebuah bangunan sekolah tua yang sudah lama ditinggal sejak kemunculan para zombie.
Bangunan yang gelap dan sepi ditambah terdengar suara-suara aneh dari tiap ruangan yang pintunya terbuka maupun tertutup membuatnya ngeri dan ketakutan, ia memalingkan pandangannya dari ruangan paling gelap yang berada didepannya
"Oi~ Alfie! Aku menemukan gergaji mu!" Francis datang bersama Matthew membawa gergaji pemotong Alfred yang tadi terlempar
"Wuaaahh! Terima kasih, Francis! Merci merci!" Alfred bergegas berlari ke arah Francis dan langsung mengambil gergajinya dan menyalakannya. Sementara Francis sedikit kaget karena untuk pertama kalinya ia mendengar Alfred berbahasa Perancis, padahal katanya ia takkan menggunakan bahasa itu karena menurutnya terlalu sulit
RRRRRRRMMMMMM RRRRRRRRMMMMM…!
Suara gergaji pemotong Alfred terdengar sangat kencang dan nyaring. Suaranya bergema kemana-mana
"Agh! Alfred! Cepat matikan itu! Mereka bisa mendengar!" Vash yang baru saja selesai mengobati kaki Arthur langsung menodong sebuah pistol ke arah Alfred yang kaget dan takut seketika lalu segera mematikan gergajinya
"M-mereka? Mereka siapa?" tanya Alfred polos
"Zombie.. Mereka pasti ada disekitar sini," Ludwig menjawab sambil memasukkan peluru ke senjatanya, "Mungkin ada zombie anak kecil penunggu pintu disana," lanjutnya sambil menunjuk ke arah ruangan dengan pintu tertutup yang hanya beberapa puluh meter dari Alfred yang langsung bergidik seketika
"Deon, fiih.." Mix tiba-tiba muncul dari belakang Arthur. Mengagetkan Ludwig dan Vash
"Huh, hewan apa ini?" tanya Vash
"Namanya Mix. Kurasa sekarang bukan waktunya untuk bercerita panjang lebar, karena sepertinya zombie-zombie yang kalian maksud akan datang kesini. Soalnya.. Alfred sudah memanggil mereka secara tidak langsung," kata Arthur sambil tertawa lemah
"A-aku tidak tahu soal itu! K-kenapa kalian tidak membawa kita ke tempat yang tidak ada zombienya?" Alfred mulai panik
"Tidak ada tempat yang aman dari zombie. Setiap tempat yang ditempati oleh manusia dulu pasti sekarang sudah ditempati zombie, apalagi hutan," Ludwig berdiri, "Lagipula, kita disini sekedar untuk istirahat sebentar. Ada tempat yang paling aman yang aku temui bersama yang lainnya, ikut aku" Ia pun menggerakan tangannya menyuruh semuanya untuk mengikutinya dari belakang.
Vash pun berdiri dan menggendong Bazookanya lalu berjalan disamping Ludwig.
Francis mengikutinya dari belakang bersama Matthew, dan Alfred membantu Arthur berdiri dan berjalan.
"….Kita akan kemana?" tanya Matthew
"Salah satu markas U.S Forces. Ada beberapa yang selamat disana," jawab Ludwig
Mata Arthur sedikit melebar ketika ia mendengar apa yang dikatakan Ludwig, "Ada beberapa yang selamat disana? Mungkinkah.. Salah satu dari mereka adalah Peter?" batinnya
"L-Ludwig.. Apa.. Disana ada Peter?" tanya Arthur dengan nada kecil namun penuh harap.
"Oh, Peter adikmu itu? Kurasa iya. Beberapa hari yang lalu Gilbert membawa seorang anak kecil yang mirip denganmu," Ludwig sedikit menoleh kebelakang dan tersenyum kepada Arthur yang hampir ingin menangis
"Dia..Masih hidup? P-Peter masih hidup...! Al! Peter masih hidup! Ia selamat! S-Syukurlah Al!" Arthur mulai meneteskan air matanya dan tanpa sadar memeluk Alfred dengan erat sambil menangis bahagia di pundaknya
Alfred tersenyum dengan wajah yang sekarang berwarna merah dan memeluk balik, mengusap punggung Arthur, "Syukurlah, semoga ia dalam keadaan baik-baik saja," Alfred pun hampir meneteskan air mata. Dari dulu, ia sangat menyayangi Peter seperti ia menyayangi adiknya sendiri, ia selalu menganggap Peter adalah adik kandungnya. Jadi, selama ini ia juga khawatir akan keadaan Peter.
"Mesra-mesraannya nanti saja! Lihat kanan-kiri kalian! Perhatikan juga atap bangunan ini! Aku tidak mau bertemu dengan zombie yang merayap itu lagi," tegas Vash yang langsung membuat Arthur melepaskan pelukannya dari Alfred (lagi) dan kembali berjalan dibantu oleh Alfred yang langsung melirik kanan-kiri ruangan dan atap
"...Kalian sudah bertemu dengan Sneeker?" Matthew kembali bertanya sedikit ketakutan
"Yah, begitulah. Waktu itu aku sedang bersama si albino bodoh itu, lalu ia menunjuk sebuah dinding yang terdapat bercak tangan berdarah, di atap dinding itulah zombie merayap yang kau sebut Sneeker itu muncul, huh," Vash menjawab dengan nada kesal, ia teringat kembali ketika ia hampir terbunuh oleh Sneeker akibat ulah Gilbert si albino
"...A-albino? Maksudmu Gilbert?" wajah Matthew perlahan memerah, ia memeluk erat Kumajiro yang sekarang memegang Rifflenya yang sudah tidak berpeluru
"Siapa lagi kalau bukan dia? Kakak idiot orang ini," kata Vash sambil melirik ke Ludwig yang terdiam. Ludwig mengakui, kakaknya memang (sedikit) idiot
"Oh~ Sepertinya Gilbie masih hidup?" kata Francis sebelum Matthew dapat bertanya hal yang sama
"Ja, dia baik-baik saja, namun dia sedikit khawatir akhir-akhir ini," jawab Ludwig yang mulai memperlambat jalannya sehingga sekarang ia berjalan disamping Francis
"Khawatir? Khawatir kenapa, hm?"
"Ia khawatir keadaan Matthew," Ludwig tersenyum dan melihat ke arah Matthew yang sekarang wajahnya sudah merah padam
"...Eh? Ia..Ia..Ia khawatir akan keadaanku? Gil.." batin Matthew yang semakin mengeratkan pelukannya pada Kumajiro
Sementara itu, Alfred yang sedang membantu Arthur berjalan dibelakang tiba-tiba berhenti dan membuat Arthur heran
"Oi, kenapa kau berhenti?"
Tidak ada jawaban dari Alfred. Ia hanya terdiam dengan wajah menunduk
"Oi! Kenapa kau berhenti?"
Alfred tetap terdiam
"Oooii! Bodoohh! Kau dengar tidak?" Arthur berteriak tepat didepan telinga Alfred
"...Arthur..." hanya itu jawaban dari Alfred. Suaranya kecil namun serius, dan tentu saja membuat Arthur semakin heran
"E-eh, a-ada apa?"
"...Arthur..."
"A-apa..?"
"...Ada yang ingin aku katakan padamu..." suaranya semakin serius
Wajah Arthur seketika langsung memerah seperti tomat Antonio
"A-apa i-itu..?" entah mengapa, Arthur mendadak gugup
"...Aku..."
"...?"
"...Aku..."
"...?"
Tiba-tiba, Alfred langsung mendongakkan wajahnya dan langsung bertatapan dengan mata hijau dan wajah merah Arthur
"...AKU MULES~!" teriaknya seperti anak kecil dan langsung memegang perutnya dengan tangan kirinya
~To Be Continued~
Huaaaa... Gomenne baru apdet #nangis dipojokan
Salahkan sekolah saya! #plak
Yeeeeey~ Ada Luddie ama Vancie~ #disundul
entah apa yang penting di chapter ini.. ._.
dan.. Chapter selanjutnya janji deh bakal ada PruCan~ #ngelirik Miu Aka-Lover(?)#dor
More usuk yey~ XDD #terus?
Oh iya, karena ada karakter baru..
Ludwig : Pistol entah-jenis-apa(?)
Vash : Bazooka
Segitu aja deh(?) #kabur
REVIEW DA-ZE~!
