Yuuupz^^ saya kembali ^^ mungkin cerita ini berakhir pada chapter 4 atau chapter 5^^
Maafkan hanori updatenya lama. Soalnya ada masalah dengan akun hanori
Terima kasih bagi yang sudah review, memuji, mengkritik, dan member semangat pada hanori hiks…hiks….. sekali lagi terima kasih yaaaaaah :*
Balasan untuk : Aojiru no Sekai 10/13/12 . chapter 3: hehehehehe maafkan aku yaaaa T^T waktu itu aku bikinnya pada saat hanori ngantuk. Gomeen. Gomeeen
Yuuuup mari kita mulai
MAKE IT REAL CHAPTER 4
Cerita sebelumnya:
"Bisahkah ku bantu kau untuk melupakan si Dobe itu?"
"Bagaimana caranya?" Tanya balik Hinata dengan cara memiringkan kepalanya
"Jadilah kekasihku." Dan itu membuat Hinata terkejut
"Bagaimana keadaannya dokter." Ucap naruto penasaran
"Bagaimana keadaannya dokter." Ucap naruto penasaran
"keadaannya sangat buruk, racun itu sudah menyebar keseluruh tubuhnya. Dan sekarang keadaanya sedang sekarat. Berdoa saja karena temanmu itu sedang berjuang antara hidup…. dan mati…"
DEG
Naruto merasakan sesak di dadanya. Dari sorot matanya dia benar-benar terlihat khawatir, takut, dan marah. Sakura yang menyadari itu semua hanya bisa menundukkan kepalanya. Sedangkan Sasuke hanya menunduk dengan perasaan yang sama seperti Naruto. Hanya saja dia berhasil menyembunyikannya dibalik wajah datarnya.
"Kalian bisa menemuinya." Kata dokter tersebut. Segeralah 3 manusia itu masuk ke dalam ruangan putih yang berbau obat-obatan tersebut. Sasuke lalu duduk dikursi samping ranjang Hinata sambil memegang tanganya. Sedangkan Naruto yang melihat itu hanya diam dan memasang wajah datar.
"Hinata… Maafkan aku karena tak bisa melindungimu, aku memang kekasihmu yang tidak berguna! Aku memang bodoh! Bodoh!" Bisik sasuke di telinga Hinata, walaupun begitu Naruto dan sakura masih bisa mendengarnya.
"Kau…. Dan Hinata….. Sejak kapan kalian pacaran?" Tanya Sakura tidak percaya. Sedangkan yang ditanya malah tidak menjawab. Dan itu membuat sakura kesal.
"Hei! Bisahkah kau menjawab pertanyaanku?"
"Bagiku pertanyaanmu sama sekali tidak penting untuk dijawab." Ucap Sasuke ketus
"Hei! Apa k-"
"Kumohon berhentilah bicara!" ucap sasuke membentak. Sedangkan yang dibentak hanya tersentak kaget, dan melihat kepada kekasihnya agar membelanya. Tapi justru yang dilihat menatap Sakura dengan pandangan dingin.
"Aku lelah, aku ingin pulang." Ucap Naruto keluar dari ruangan.
"eeeh! Aku juga! Naruto tunggu aku!" Sakura juga ikut-ikutan
Di koridor rumah sakit
"Naruto! Tunggu aku." Teriak Sakura. Naruto menghentikan langkahnya, hingga Sakura bisa menyusulnya lalu menggandeng tangannya.
"Ayo kita ke apartement mu supaya aku bisa memasakkan makanan untukmu, dan juga supaya bisa merapikan tempat tidurmu." Ucap Sakura langsung menarik Naruto. Tetapi yang ditarik malah diam
"Sakura"
"Iya"
"Pergilah!"
"ehh! Kena-"
"Aku tidak membutuhkanmu." Lalu Naruto menarik tangannya kasar dan pergi meninggalkan Sakura yang sedang menunduk sedih.
'apa salahku! Apakah ini hukuman untukku.' Batin Sakura
FLASHBACK
Sakura POV
Aku berjalan dengan bahagia hari ini, karena aku akan menyampaikan perasaaanku terhadap sasuke, wuaaaah semoga aku diterima
Aku berjalan ke tempat yang kami sudah sepakati, kulihat ia sedang duduk dikursi panjang yang sudah tersedia disana. Dan kuputuskan untuk duduk disampingnya.
"Hai, Sasuke. Maaf ya hehehe karena membuatmu menunggu."
"Hn. Tidak apa-apa. Sekarang apa yang ingin kau bicarakan?"
"eeh. I… i…. itu. Hehehe aku hanya ingin mengatakan bahwa…. A…. a…. aku cinta padamu." Ucapku dengan terbata-bata. Aaaah! Kenapa wajahku harus memerah seperti ini, pasti mukaku terlihat errrr. Aneh
"Hn. Maafkan aku. Karena aku mencintai orang lain."
DEG
Hahahaha mendengar kata-kata itu benar-benar seperti membunuhku. Seperti sebuah pedang yang langsung menembus dadaku. PERIH RASANYA! Kutahan tangisku sambik berkata
"Hmm. Baiklah, tidak apa-apa. Aku juga sudah tau apa jawabanmu. Bolehkah aku bertanya sesuatu."
"apa itu" Jawabnya dingin
"Siapa wanita yang kau cinta itu?" Tanyaku
"Siapa wanita itu?"
"Perlukah aku menjawabnya?" jawabnya dengan pandangan yang datar dan suara yang datar, begitu pula wajahnya. Dia sama sekali tak tahu kalau sikapnya itu membuat aku kesal dan semakin sakit hati
"Kumohon Beritahu pad-"
"Hinata."
"Ap-"
"Hinata Hyuga. Dan aku sama sekali tidak akan mengulanginya." Ia lalu pergi meninggalkan aku sendiri.
Aku menangis karena kecewa, aku berlari hingga aku tak sengaja menabrak naruto yang sedang jalan
"Sakura kau mengapa sedang menangis."
"Huuuh aku tidak apa-apa kok. Aku hanya sedang ada masalah."
"Aku juga sedang ada masalah…. Huuuuh sakura, boehkah aku curhat?" dan aku hanya mengangguk
"Ini ada kaitannya dengan Hinata." Ucapnya mulai bercerita, Tuh kan! Hinata lagi
"Kau tahu saat kejadian melawan pain? Di saat dia hampir mati karena aku, dia menyatakan perasaannya…. Dan dia bilang bahwa…. Dia cinta padaku…"
DEG!
Aku sama sekali tidak akan membiarkan ini terjadi! Hinata telah mengambil Sasuke dan membuatku sakit hati! Dan akan ku buat ia menjadi sepertiku! Dan mungkin aku bisa menjadikan Naruto sebagai pelampiasan
"Dan sakura kau tahu? Sepertinya aku jiga mulaimenyimpan perasaan padanya." Ucapnya dengan wajah memerah.
TIDAK AKAN KUBIARKAN INI TERJADI!
"Naruto ada yang ingin ku katakana padamu."
END SAKURA POV
"Naruto, bukankah kau menyukaiku?" tanya sakura
"hmmmm. Memangnya ada apa Sakura?" tanya balik Naruto
"hmm... aku hanya ingin mengatakan bahwa ternyata aku juga mencintaimu, eeh Naruto apakah perasaanmu masih sama seperti yang dulu?" tanya Sakura. Naruto terlihat diam begitu lama memikirkan sesuatu, ia ingin memiliki Sakura tetapi ia tak ingin melukai Hinata, dan sekarang hal itu membuatnya bingung.
"Naruto! Kau tak apa-apa kan?" ucap sakura menghentikan lamunan Naruto
"eeh, hmm, iya." Jawab Naruto gugup
"jadi bagaimana? Kita 'jadi' atau tidak.?" Ucapnya sambil malu-malu
"eeh, hmm, iya."
" benarkah?" tanya sakura sekali lagi
"Iyaaaa" ucap Naruto gemas sambil mencubit pipi Sakura, dan Sakura hanya mengalungkan lengannya di leher naruto.
END FLASHBACK
'Mungkin ini hukuman untukku.' Batin sakura dalam hati, dengan airmata yang berjatuhan ia berjalan keluar dari rumah sakit itu
Disebuah kamar yang tak terlalu luas. Seorang pria berambut pirang dan bermata safir sedang berbaring sambil mengeluarkan air matanya. 'Hinata…. Maafkan aku.' Batinnya sambil mengelap air matanya.
Seorang wanita berambut indigo dan bermata lavender dengan pakaian yang serba putih berjalan dengan langkah yang sangat pelan ke pria yang bernama Naruto
"Hinata." Panggil Naruto lembut. Yang di panggil hanyalah tersenyum lalu mengelus pipi Pria itu dengan punggung tangannya
"Hinata…. Maafkan aku." Sekali lagi wanita itu tersenyum.
"Hinata…. Aku mencintaimu." Ucap pria itu sambil memeluk Wanita tersebut, sedangkan yang dipeluk hanya tersenyum sambil mengelus punggung pria itu
"Aku memaafkanmu Naruto-kun… dan aku juga mencintaimu." Naruto tersenyum dan memejamkan matanya sebentar. Dan ketika ia membuka matanya wanita itu telah menghilang.
"Hinata." Panggilnya
"Hinata."panggilnya sekali lagi. Sepertinya ia menyadari sesuatu, sehingga membuat matanya membulat.
"HINATA KAU DIMANA."
Hosh…. Hosh…. Hosh…. Hosh…
'untung Cuma mimipi' batinnya
"Mungkin sudah saatnya Sakura tahu yang sebenarnya walaupun itu akan menyakiti perasaannya." Gumamnya lalu bergegas mandi.
7 hari kemudian ( cocoknya dengar lagunya Wonder Girls – a sorry heart)
Sekarang Naruto sedang berada di rumah sakit konoha dengan membawa seikat bunga. Dengan senyum mengembang ia masuk ke ruangan tempat hinata dirawat. Ia memasuki ruangan itu dan duduk dikursi samping ranjang Hinata. Ia menggenggam tangan dingin wanita itu lalu menciumnya.
"Hinata apa kabarmu."
"Maafkan aku telah lancang memegang tanganmu lalu menciumnya, kau tahu aku sangat ingin melihatmu tersenyum. Tidak seperti sekarang. Kau tahu? Si teme baka itu sedang melakukan misi, dan sudah 3 hari. Sakura juga. Jadi tak ada yang bisa menggangguku." Ucapnya sambil tersenyum sendiri
"Kumohon maafkan aku."
"Bangunlah pujaan hatiku."
"Aku bosan melihatmu seperti ini."
"Aku sangat,sangat, mencintaimu."
"Kumohon sadarlah." Naruto terus berbicara aneh. Hingga ia teridur
Hinata POV
Huuuuuh kepalaku sakit sekali, memangnya apa yang terjadi padaku? Dan dimana aku?
Kucoba buka mataku secara perlahan kulihat disekelilingku. Semua berwarna putih. Dan berbau obat. Aku merasakan ada seseorang yang menggenggam tanganku
Tapi siapa? Apakah dia Sasuke?
Ku coba gerakkan tanganku dan membuat seseorang terbangun dari tidurnya
END HINATA POV
"Nnggggh." Naruto mengerjapkan matanya tampa melepaskan genggamannya
"eeeh Hinata kau sudah bangun." Ucapnya lalu menguap
'ternyata Naruto' batinnya, lalu Hinata malah tersenyum
"Hinata…. Aku sangat menghawatirkanmu…. Aku sangat mencin-."
"Maaf Naruto-kun. Sasuke –kun di-dim-dimana?" Hinata melepaskan genggamannya pada Naruto
Deg! Perkataan Hinata membuat hati naruto mejadi ngilu Naruto
"Dia sedang mengerjakan misi, mungkin sebentar dia akan kembali." Ucap Naruto dengan suara datar dan wajah dingin
'Secepat itukah ia melpakanku.' Batin Naruto sedih.
"Oh iya. Sakura dimana?." Tanya Hinata
"Dia sedang mengerjakan misi bersama Sai, dan besok akan kembali." Naruto tersenyum
'Ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya hal yang sebenarnya kepada Hinata' Batin Naruto percaya diri. Hinata mencoba untuk duduk dan Naruto membantunya.
"Hinata ada yang ingin ku katakana padamu." Hinata hanya mengangkat kepalanya, sehingga mereka saling bertatapan. Mereka bertatapan sangat lama. Hingga akhirnya hinata langsung menunduk, menyembunyikan wajahnya yang merona
"Hinata. Sebenarnya aku-"
"Aku pulang."
"Sasuke-kun." Ucap Hinata setengah berteriak
"Hinata, kau sudah sadar." Ucap sasuke kaget lalu berjalan memeluk Hinata. Ia tak tahu kalau ada seorang yang sedang sedih diruangan itu.
=-=-=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=- keesokan harinya
Seorang gadis berambut merahmuda sedang berjalan menuju ke kantor hokage agar memberitahu kesuksesan misinya. Setelah itu ia pulang kerumahnya lalu mandi. Setelah mandi ia keluar lagi untuk berjalan-jalan sebentar. Tiba-tiba ia melihat seorang pemuda yang mulai ia cintai duduk di salah satu bangku taman. Iapun memutuskan untuk menegurnya
"Konnichiwa Naruto-kun." Sapa sakura manja, lalu ia duduk disamping Naruto.
"Sakura, kebetulan sekali kau disini, aku… ingin mengatakan sesuatu."
"Katakanlah."
"Aku harap kau bisa mengerti, ini menyangkut tentang perasaanku. Sebenarnya-"
"Sudahlah aku tahu Naruto. Aku tahu bahwa kau cinta pada Hinata." Air mata Sakura tiba-tiba menetes
"Sakura…. Maafkan a-"
"Sudahlah Naruto. Kau tak perlu minta maaf." Sakura tersenyum
"Lagi pula ini adalah karma bagiku." Sakura melanjutkan perkataannya
"Sakura…. Maksudmu apa?" Tapi yang ditanya malah lari sambil menangis. Meninggalkan naruto sendirian.
'Aku memang tak pantas untuk dicintai.' Batin sakura
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-4 bulan kemudian…
'Hinata kau harus tahu perasaanku yang sebenarnya, aku tak peduli jika kau menolak atau tidak. Yang terpenting kau harus tahu tentang perasaanku padamu. Aku sudah tidak bisa membiarkan perasaan ini terus terpendam. Hinata Aishiteru.' Batin Naruto dalam hati, ia tersenyum lalu ia pergi keluar lewat jendela kamarnya."
Seorang gadis dengan wajah polosnya sedang berdiri didepan rumahnya. Sepertinya ia sedang menunggu seseorang. Sambil menunggu ia bernyanyi kecil. Tiba-tiba ada seorang Laki-laki yang bermata safir sedang menariknya.
"Naruto! Apa yang akan kau lakukan! Ku-ku mohon lepaskan tanganmu." Sedangkan yang menarik hanya diam sambil menatap Hinata dengan tajam. Melihat tatapan itu entah mengapa Hinata menjadi diam. Sampailah mereka berdua di sebuah hutan. Naruto menyandarkan Hinata di pohon sambil menaruh kedua tangannya di samping kiri dan kanan gadis itu seakan-akan tidak akan membiarkan gadis itu pergi dari dan lari darinya.
"Naruto…. Ka-kau k-kenapa?."
"diamlah dan dengarkan perkataanku baik-baik." Naruto mengucapkannya dengan kata-kata yang dingin dan Hinata mengangguk pelan.
"Hinata aku….
Sasuke POV
Aku berjalan dengan wajah dingin dan pandangan datar. Yah seperti biasa aku akan menemui kekasihku untuk mengajaknya jalan-jalan. Saat aku ingin sampai kulihat Naruto dating tiba-tiba dan menarik Hinata
SIAL! Apa yang akan dilakukan mahluk itu?
Kuikuti mereka hingga ke sebuah hutan, ku usahakan agar diriku tak terlihat oleh mereka berdua. Hingga ku lihat si Dobe menyandarkan Hinata disebuah pohon. Awas saja kalau ia berani macam-macam
"Naruto…. Ka-kau k-kenapa?."
"diamlah dan dengarkan perkataanku baik-baik."
"Hinata…. Aku-aa.. aku. Hinata AISHITERU." Dan itu sukses membuatku tersentak
"Naruto-kun apa yang kau katakan?"
"Aku mencintaimu sangat mencintaimu." Itu benar-benar membuatku kaget
"Naruto kau bohong. Aku tahu kau cinta pada Sakura."
"Astaga. Demi Tuhan Hinata. Apa lagi yang perlu aku lakukan agar kau mau percaya." Sepertinya si Dobe bersungguh-sungguh.
"Kau t-tak perlu melakukan apa-apa."
"Hinata…. Aku tahu kau mencintaiku kan." Aku mencoba untuk mendengarkan kata selanjutnya
"Ti-tidak. A ak-"
"Sudahlah jangan berbohong Hime. Aku tahu kau masih mencintaiku."
END Sasuke POV
"A…Aku memang mencintaimu.." Membuat Manusia di depannya tersenyum.
"Walaupun begitu… Maafkan aku Naruto-kun aku tak bisa bersamamu." Dan perkataan tersebut sukses membuat orang didepannya tersentak.
"Kenapa?"
"Karena aku tak mau menyakiti hati Sasuke-kun karena ia selalu menjaga perasaanku." Naruto akhirnya menahan napasnya. Lalu tersenyum
"Aku mengerti. Maaf karena aku pernah menyakitimu." Naruto akhirnya menahan napasnya. Lalu tersenyum dan pergi berlari meninggalkan Hinata.
Hinata menangis. Yaaa menangis karena mendengar pengakuan Naruto. Ia bahagia dan ia juga sedih. Entah apa yang membuatnya seperti itu.
"Hinata." Suara itu membuat Hinata kaget.
"Sasuke-kun."
"Aku sudah dengar semuanya." Kata itu sukses membuat matanya membulat.
"Sasuke-kun tenanglah. Itu tak seperti yang kau pikirkan." Jawab Hinata panic
"Pergilah." Ucap Sasuke tersenyum tulus.
"Sasu-"
"Bukankah kau mencintainya?" dan perkataan itu Sukses membuat Hinata terdiam.
"Ta-Ta-Tapi."
"Aku mengerti tentang perasaanmu. Aku sudah tahu dan pada akhirnya aku yang akan mengalah." Ucap Sasuke dangan Nada yang lembut kemudian dia memluk Hinata dan itu membuatnya semakin terisak.
"Ma-ma-maafkan aku sasuke-kun." Sasuke hanya tersenyum tulus sambil memeluk erat tubuh Hinata yang mungkin tak bisa ia peluk lagi.
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-==-=-=TBC-
Akhirnya…..
Dan chapter 5 adalah chapter terakhir
Author janji (^o^)
Author cape juga ngetik :D maafnya lama Updatenya
Oke aku tunggu review nya :D
HANORI WONDERFUL
