Maafkan Hanoriiiii
Updatenya lamaaaaaa
Hehehehe itu dikarenakan Hanori Sibuk sekolah. Dan akunnya bermasalah
Ok yuppz
Make it real: 5
RnR
( enaknya sambil dengerin lagu Davichi dan T-ara – we were in love)
Seorang wanita sedang berjalan menuju rumahnya. Ia sama sekali tak focus dengan jalan yang ada di depannya. Ia masih memikirkan apa yang ia alami tadi.
'Apa yang harus ku lakukan?' batinnya. Hinata benar-benar bingung. Ia merasa bersalah. Bersalah kepada Sasuke, Naruto, dan Sakura. Hinata terus memikirkannya hingga sampai ke rumahnya, tanpa mengetahui ada sesorang yang sedang mengawasinya. Setelah memastikan bahwa ratunya baik-baik saja. Orang itu pun beranjak pergi.
Tiga bulan setelah kejadian itu baik Naruto maupun Hinata terlihat saling menjauhi. Kecuali Hinata dan Sasuke… mereka terlihat masih mempunyai status sebagai sepasang kekasih tapi nyatanya tak begitu. Mereka sudah lama berpisah sejak 3 bulan yang lalu.
Hinata selalu merasa bersalah dan menganggap Naruto itu masih mencintai Sakura. Padahal ia tak tahu bahwa kemanapun ia pergi ada seorang yang sangat mencintainya selalu mengikutinya dan melindunginya dari bahaya apapun itu. Sedangkan Naruto…. Ia merasa tak pantas lagi untuk Hinata karena ia sudah pernah menyakiti hati Hinata. Sehingga untuk menebus kesalah-nya adalah dengan cara mengikuti dan melindungi Hinata. Walaupun begitu Naruto yakin bahwa dihati Hinata masih ada cinta yang tersisa untuk dirinya. Sehingga ia selalu mengancam siapapun Pria yang mencoba mendekati ratu hatinya itu.
….
Tak terasa sudah satu tahun…. Dan mereka berdua tetap saja seperti itu. Naruto benar-benar tak tahan dengan keadaan ini. Ia selalu mencoba menemui Hinata, tapi yang ia dapat adalah Hinata yang selalu pergi menjalankan misi. Sedangkan saat ia sedang menjalankan misi Hinata kembali ke Konoha.
Tapi… ketika ia sedang berjalan-jalan disebuah pantai yang terletak diluar desa-nya. Ia melihat seorang wanita sedang memandang detik-detik matahari terbenam. Wanita itu terlihat sedang menangis sambil menekuk lutut-nya. Naruto sangat kenal dengan wanita itu. Yaaa wanita itu adalah wanita yang sangat ia cintai.
"Hi-Hinata." Sapa Naruto sambil berjalan mendekati Hinata. Yang dipanggil hanya terkejut. Menyadari siapa pemilik suara yang baru saja memanggilnya, ia menghapus sisa air matanya. Kemudian ia berdiri lalu berbalik secara perlahan menatap pemuda itu.
"N-Na-Na-Naru Naruto-kun."
"Hinata sedang apa kau disini?" Tanya Naruto dengan suara dan raut wajah yang menunjukkan kekhawatiran
Dan Hinata… ia hanya diam sambil menunduk. Naruto melangkah mendekati Hinata ia memegang pundak wanita itu menahan diri untuk memeluk wanita itu, terlihat jelas dimatanya ia menatap wanita itu dengan penuh sayang, cinta, rindu, dan khawatir.
"Hinata! Jawab aku! Apakah ada orang yang mengganggumu?" Jawabnya sambil mengguncangkan bahu Hinata tapi Hinata masih tetap mematung. Tak tahan lagi Naruto langsung memluk Hinata. Dan itu langsung membuat Hinata terkejut.
"Aku merindukanmu Hime." Mendengar pernyataan Naruto tersebut membuatnya terkejut, wajahnya memerah, dan tubuhnya bergetar.
"Doushite!kau menghindariku? Kenapa kau terlihat berusaha untuk menjauhiku?" Naruto mengeratkan pelukannya terhadap Hinata seakan-akan tak ingin melepaskannya lagi, ia yakin pada dirinya kali ini ia tak akan membuat Himenya tersakiti lagi.
"Gomenasai" ucap Naruto yang tiba-tiba mengejutkan Hinata. Semakin mengeratkan pelukannya.
"Hinata-chan Aku sangat mencintaimu."
"U- Usotsuki" Ucap Hinata dengan suara yang datar. Mendengar itu Naruto yang sedari tadi memeluk Hinata tersentak . Hinata akirnya melepaskan pelukan Naruto.
"Apa lagi yang perlu aku lakukan agar kau percaya!" Ucap Naruto dengan penuh emosi sambil mengguncangkan bahu Hinata.
"Kau sama sekali tak perlu melakukan apa-apa." Naruto tersentak dengan kata-kata yang dikeluarkan dari mulut Hinata. Kata – kata itu begitu dingin dan menusuk, apalagi diucapkan tanpa terbata-bata.
"Jaa." Ucap hinata yang pergi meninggalkan Naruto yang mematung di tempat.
.::::: Hanori Hime
"Jadi… Kau sudah siap Hinata."
"I…Iya Tousan"
"Bagus. Siapkan barangmu besok kita akan berangkat pagi-pagi."
"Ne"
Setelah ayahnya meninggalkan nya yang terkurung dalam kamarnya. Hinata menangis, ya tak ada seorangpun yang mengetahui mengapa ia menangis.
'Aku harus melakukan ini demi kebaikanku.' Tekadnya dalam hati.
.::::::::.
Sementara disuatu apartemen kecil yang berpenghuni seorang pahlawan desa yang bernama Naruto Uzumaki sedang menerawang melihat langit – langit kamarnya yang berwarna Oranye.
"Kau sama sekali tak perlu melakukan apa-apa."
Yaa. Hanya hinata yang sedang memenuhi pikirannya saat ini. Kenapa seorang pria memikirkan wanita yang dulu ia anggap tak penting. Ia teringat Hinata terus menerus. Hingga dadanya sesak dan pandangannya mengabur.
"Kenapa aku menangis hanya karena dia." Batin Naruto dalam hati. Asalkan kau tahu Naruto…. Laki-laki itu kelemahannya adalah wanita dan wanita kelemahannya adalah perasaan.
'Kaasan…. Tousan… What Should I Do?'
.:::::.:.:.:
Toktoktok
"Huuh siapa sih pagi-pagi main ketuk-ketuk pintu segala." Kesal nature
"Ya~ tunggu sebentar."
Naruto pun berjalan menuju pintu apartemenya
"Ohayou Naruto maaf mengganggumu pagi-pagi."
"KAKASHI-SENSEI." Ucap naruto kaget
"Ia kau piker siapa?"
"TIdak-tidak. Kau hanya mengejutkanku. Baiklah ada apa kau kesini?"
"Aku ingin kau berolahraga."
Hell!. Naruto yang tidurnya lama terrpaksa harus bangun di pagi-pagi seperti ini karena ada orang yang mengetuk pintu dengan tujuan menyuruhnya olahraga!
"Apa maksudmu Kakashi Sensei?"
Naruto POV
Sial kau kakashi sensei. Datang pagi-pagi, mengetuk pintu dengan keras, lalu hanya menyuruhku berolahraga. Ingin sekalu ku tonjok wajahnya kalau aku tak ingat ia adalah guruku.
"Kuberitahu padamu Naruto… Hinata Akan pergi ke desa lain. Pagi ini ia akan berangkat, cepatlah tahan ia pergi sebelum terlambat!"
Bow.. kakashi menghilang begitu saja.
1
2
3
DEG
DEG
DEG
APA!
AKU HARUS MENGHENTIKAN SEMUA INI SEBELUM TERLAMBAT
Hinata….. Kumohon tunggulah sebentar.
End Narutp POV
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Hanori Hime=-=-=-==-=-=-=
"Hinata-nee, ingat makan, minum obat, rajinlah beristirahat. Dan blaa blaa blaa." Omel adik hinata Hanabi
"Iya." Hinata hanya tersenyum
"Jagalah dirimu baik-baik" ucap Hiashi Hyuuga
"Ha'I Tou-san."
"HINATAAAAA!"
"KAU SAMA SEKALI TAK BOLEH PERGI TAMPA PAMIT DENGANKU!" teriakan itu membuat tiga orang Hyuuga berbalik menghadap suara itu.
"Naruto –kun" gumam Hinata.
"HINATA AKU MENCINTAIMU!"
"HINATA AKU MENYAYANGIMU!" mendengar itu membuat wajah Hinata memerah
'Dasar bodoh' gumam Hiashi Hyuuga
"hosh… hosh…. Hosh…."
"Uzumaki Naruto apa yang kau lakukan disini.?" Kata sang hyuuga hiashi dengan wajah datar dan suata yang dingin. Ia masih ingat ketika putrid tunggalnya menagis dan tak nafsu makan selama 1bulan hanya gara-gara laki-laki ini.
Mendengar itu Naruto kemudia berjongkok dalam artian member rasa hormat pada orang yang dia anggap calon mertuanya.
"Hyuga Hiashi. Aku mencintai putrid anda dengan sungguh-sungguh dan tulus. Aku sangat mencintai Hyuga Hinata."
"Aku sama sekali tak yakin karena kau pernah menyakiti hati putriku"
"Hyuga Hiashi aku berjanji hanya akan mencintai Putrianda, Aku akan melindunginya dan membuatnya bahagia."
"Benarkah? Apa yang akan ku lakukan jika kau sama sekali tidak menepatinya?"
"KAu bisa melakukan apapun kepadaku. Bahkan Anda bisa menghukumku ataupun menghajarku sampai puas."
"Baiklah berjanjilah kau akan selalu melindungi dan membahagiakan putriku."
"Terimakasih atas kepercayaan anda."
"Sekarang berdirilah" perintah Hiashi. Sedangkan Hinata dia hanya menunduk dengan memasang wajah merona.
"Kapan kau akan menikahi putriku.?" Pertanyaan yang keluar dari mulut hiashi membuat tiga orang itu terkejut.
Hanabi melotot dengan ekspresi terkejut dan mulut menganga
Hinata dengan ekspresi terkejut dengan wajah yang memerah
Sedangkan Naruto masih terkejut lalu tiba-tiba ia menyengir lebar
"Bulan depan."
"hmm. Hinata apakah kau menerimanya?" Tanya Hiashi pada putrinya
"I-I-Iya Tousan" Kini wajah Hinata memerah bagaikan Tomat
"Baiklah, kepergianmu kedesa suna ditunda. Karena bulan depan kau akan menikah. Sekarang kalian berdua bicaralah terlebih dahulu." Ucap Hiashi Hyuuga dengan tenang.
BOW
Hiashi dan Hanabi pun menghilang.
DEG
Tiba-tiba Naruto mengangkat Hinata dengan ala Bridal Style (itu yang sering Author dengar)
"Na-Naruto kun.. A-Apa Yang kau lakukan?"
"hmm. Nanti kau akan tahu sendiri tempatnya." Ucap naruto sambil nyengir
=-=-=-=-=-=-=-=-===-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=Biarkan saja mereka berdua XD=-=-=- baiklah SasuSakuMode=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=-=-=-
Seorang wanita dengan Rambut pinknya sedang berada di sebuah taman yang indah dengan banyak pohon sakura. Ia duduk di bawah salah satu pohon tersebut sambil memikirkan kisah cintanya yang begitu pahit.
"Sakura…" suara itu membuat Sakura terkejut
"hmm Ya sasuke?" Balas sakura sambil tersenyum canggung.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Ucapnya sambil menunduk dengan suara dingin dan wajah datar.
"Apa itu?" balas Sakur sambil memasang wajah penasarannya.
"Aku Mencintaimu."
1
2
3
"hahahaha Akting yang bagus Sasuke, katakan saja pada calon pacarmu itu, aku yakin ia menerimamu." Ucap sakura dengan wajah yang sendu.
"HARUNO SAKURA!LIHAT AKU!." Sakura pun langsung menatap wajah Sasuke. Dimata sasuke terlihat Kekhawatiran, cinta, kasih sayang, dan ketakutan begitupun dengan emosi yang meluap-luap.
"i… iya" ucap Sakura takut-takut karena sasuke marah.
Sasuke mendekatkan wajahnya ke wajah sakuran hingga bibirnya ditelinga wanita itu. Ia membisikkan beberapa kata sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan wanita yang sedang mematung itu.
Sakura tersenyum mendengar pernyataan sasuke itu. Benar-benar membuatnya berdebar- debar. Sakura berlari mengejar Sasuke dan memeluknya dari belakang.
"BAKA! Aku juga mencintaimu." Ucap Sakura dengan penuh tangis sekaligus dengan wajah yang memerah. Sasuke tersenyum kemudian ia berbalik menghadap wanitanya.
"Kalau memang begitu…." Ia mengeluarkan kotak merah kecil
"Menikahlah denganku!" ia memasangkan isi kotak merah itu ke jari manis Sakura
"Dan aku Benci penolakan!." Ucap sasuke datar . tapi sakura sama sekali tak meerespon. Kemudian….
1
2
3
4
5
CUP
Membuat sakuta terkejut karena sekarang bibirnya telah dilumat oleh Sasuke.
=-=-=-=-=-Back toNaruHina=-=-=-=-=-=-=-=
"I…Inikan" hinata masih memandang tempat yang Naruto mengajaknya dengan paksa.
"iya,,, aku hanya ingin menghapus rasa sakit yang ada dihatimu."ucap Naruto dengan penuh penyesalan.
"E..Eh Naruto-kun."
"Hinata… aku sangat mencintaimu." Ucap Naruto sambil memeluk Hinata erat… Sangat erat…
"Aku juga Mencintaimu Naruto-kun." Balas Hinata disertai membalas pelukan Naruto
=-=-=-=-=-=-=-==-=Beberapa tahun kemudian=-=-=-=-=
"Huaaa Touchan. Sora- nii jahat." Tangis seorang Anak kecil yang berjenis perempuan berambut pirang bermata Lavender tersebut.
"Memangnya Kamu kenapa?." Tanya Naruto dengan lembut
"Hiks…Hiks…. Dia sembunyikan bonekaku Touchan."
"WUAHAHAHAHA HABISNYA MUKA'NYA SERI LUCU KALAU NANGIS." Sedangkan sang ayah hanya meloto sama putra sulungnya, dan yang di pelototi hanya lari.
"Sora….Seri…. Bento kalian selesai…" seorang wanita memanggil dari dalam dapur dengan lembut.
"YEEEEEEY." Sora lalu berlari lalu berhenti dan menaruh boneka kesayangan adikknya di meja makan.
"OTOUSAN.. OKAASAN.. DAN ADIKKU YANG TERSAYANG. JAAAAA." Ucap Sora lalu menyambar bento dan kabur begitu saja.
"Hey, sarapan dulu baru pergi." Tapi Hinata terlambat mengatakannya karena Sora telah pergi duluan.
"aku juga mau pamit Otousan… Okaasaan.." Lalu Seri pun pergi.
"Mereka berdua semangat sekali." Ucap Naruto sambil menggelengkan kepalanya.
"Sama seperti kau."
"hn?" naruto kemudian berbalik dan memeluk Hinata yang sedang cuci piring.
"Aku mencintaimu."
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- The End
A/N
Huaaah akhirnya cerita ini berakhir…. Di bulan maret….
Maafkan author karena telat updatenya.
Yaaa akun hanori bermasalah…
Oh ya tunggu cerita selanjutnya
"MyLove" dari anime Hyouka pair: chitanda eru x Oreki Houtaro
"JUSTfriend" dari anime Boku Wa Tomodachi Ga Shukunai= YozoraxKodaka
"Feel So Bad" Dari anime Elfen Lied = Kouhta x Lucy
"Kenangan" dari anime K project = Neko
Yaaah maaf author promosi..
R&R yaaaaa
