Teman Abadi

Chapter 2

Teman Abadi Zaky UzuMo version

Mianhae, aku ga bermaksud jiplak, coppas, dan kawan kawannya buat FF ini.. Zaky udah minta izin sama yang empunya FF aslinya.. ini bukan sequel atau praquel, aku cuma mau coba bikin FF "Teman Abadi" milik Cie eonnie dengan versi ku sendiri. Dan pastinya dengan cerita yang sedikit ku bedakan dan beberapa pergeseran karakter..

Jadi, DON'T LIKE DON'T READ ! \(^O^)/

.

.

Pair : KyuHyuk, KiHyuk

Genre : readerdeul aja yang tentuin setelah baca, ne? ^.^)V

Summary :

Saat kesepian apa yang paling dibutuhkan? Bukan. Buka rasa kasihan atau pun tatapan iba. Tapi kehadiran seseorang di samping mu.

Yang memberi perhatian dan simpati.

Happy reading chingu! ^o^/

.

.

.

.

Author POV

"Ada hal yang menyenangkan hari ini, Hyukkie?" surai coklat lembut Eunhyuk bergerak saat suara baritone lembut namja yang sangat dikenalnya menyapanya seperti biasa.

"Anniyo. Tak ada hal yang menyenangkan hari ini, Kyu."

Kedua lengan Kyuhyun merengkuh tubuh Eunhyuk lembut, membawa sang namja ringkih itu kedalam dekapan hangatnya.

"Kau, tersenyum.."

Tubuh Eunhyuk sedikit tersentak kaget mendengar ucapan Kyuhyun, "Anni, Kyu! Aku tak tersenyum padanya!"

"Kau tau, Hyukkie? Senyum mu sangat manis."

"Cukup, Kyu! Apa yang sedang kau bicarakan?!" ucap Eunhyuk sambil melempar tatapan tajam yang malah terkesan imut bagi Kyuhyun.

"Kau jadi lebih manis saat tersenyum, Hyukkie. Sangat manis." Kyuhyun membingkai paras manis Eunhyuk dengan ke dua tangannya.

"Senyum mu sangat indah, Hyukkie." Eunhyuk merutuki ke dua tangan Kyuhyun yang menangkup pipinya dan membuat ke dua pasang mata itu bertemu pandang.

"Teruslah tersenyum seperti tadi, Hyukkie." Kyuhyun menatap dalam manik coklat Eunhyuk.

"Kau benar benar manis." Ucap Kyuhyun dengan senyum tipisnya. Entah kenapa Eunhyuk merasa dadanya sangat sesak mendengar kalimat kalimat Kyuhyun.

"Kyu-"

Waktu seakan berhenti berdetak saat ke dua bibir itu bersentuhan. Sebuah kecupan di bibir Eunhyuk semakin membuat dadanya sesak dan suaranya tercekat.

"Berjanjilah, Hyukkie.."

"Tetaplah tersenyum.."

"Berhenti bicara seolah kau akan meninggalkan ku, Kyu!" sungai kembar mengalirkan butiran beningnya di ke dua pipi Eunhyuk.

"Meski aku tak ada bersama mu.." Kyuhyun mengecup tepi mata Eunhyuk yang terus mengalirkan cairan bening asin itu.

"Tetaplah tersenyum.." Kyuhyun merengkuh tubuh kecil Eunhyuk, membawanya ke dalam dekapan hangatnya.

x_x

"Nah, sudah waktunya kau tidur, Hyukkie.." Kyuhyun mulai membaringkan tubuh Eunhyuk perlahan.

"Jangan tinggalkan aku, Kyu.."

Seolah tak mendengar ucapan Eunhyuk, Kyuhyun mulai bersenandung lirih, menyenandungkan lagu pengantar tidur Eunhyuk, lagu kesukaan sang namja manis-nya. Ya, Hyukkie-nya. Dengan berat hati dan tak rela ke dua manik Eunhyuk menutup perlahan. Dan terlelap lah Eunhyuk bersamaan dengan selesainya senandung lirih Kyuhyun.

x_x

"Ketahuilah, Hyukkie.." Kyuhyun menatap dalam Eunhyuk yang sudah menjelajah alam mimpinya. Perlahan tangannya mengusap lembut surai coklat Eunhyuk.

"Walau aku tak ada di samping mu.." di kecupnya kening Eunhyuk perlahan.

"Akulah.." kembali senyum tipis pahit itu tercipta di paras sempurnanya.

"Teman abadi mu."

Dan ucap sang namja ikal itu bersamaan dengan hembusan angin malam dan menghilangnya sosok sang namja tinggi semampai itu yang tertinggal hanyalah dedaunan ynag asik menari bersama sang bayu.

x.x.x

x.x.x

Tak seperti basanya, pagi ini senyum tipis Eunhyuk sedikit memudar. Umma yang mengetahui perubahan pada sang anak pun sangat khawatir.

"Hyukkie, gwaechanna?" tanya umma dengan raut khawatir yang tergambar jelas dari nada dan air wajah umma.

"Ne, gwaechanna, umma." Jawab Eunhyuk dengan senyum tipisnya.

"Aku berangkat dulu, umma." Eunhyuk mendekap erat sang umma, berusaha mengatakan bahwa ia benar baik baik saja.

Namun sang umma tentu tau, bahwa Eunhyuk hanya berpura pura baik baik saja. Bahkan sampai sosok Eunhyuk menghilang, umma masih merasa sangat khawatir padanya. Terutama saat mengingat senyum anaknya yang terkesan lebih dipaksakan.

'Hyukkie, apa yang kau sembunyikan, nak?'

Umma terduduk di sofa tunggal di ruang tamu. Matanya melirik sekilas berbagai peralatan kerjanya yang sudah rapi. Ya, dia memang harus segera berangkat ke tempat kerjanya sebentar lagi. Sakit di dadanya kembali terasa.

Berbagai kata penyesalan mulai muncul di benaknya. Ya, dia memang kekurangan waktu untuk sang anak tercintanya. Tak banyak waktu yang bisa dia berikan untuk Eunhyuk karna berbagai tugas pekerjaannya yang begitu menyita waktunya. Sesak menjalar di dadanya. Sejujurnya, sebagai seorang umma dia sangat ingin berada di samping Eunhyuk. Menjadi tempat sang anak berkeluh kesah.

Namun apa dayanya? Tanpa adanya figur seorang appa, tentu beban ekonomi menjadi tanggungannya.

x.x

Kembali pada Eunhyuk, namja manis yang menjadi tokoh utama kita ini masih berjalan dengan santainya. Yah, itu wajar saja, karna mengingat namja bersurai coklat itu terbiasa berangkat pagi pagi sekali, sama seperti kali ini.

Alasan namja manis ini berangkat pagi pagi seperti ini memang bukan hanya karna kata kata aneh Kyuhyun. Tetapi juga karna dia yang tak ingin bertemu siswa siswa lainnya. Namun akhir akhir ini hal itu tidak terjadi lagi. Karna kini, setiap pagi di persimpangan jalan Kim muda selalu menunggunya untuk berangkat bersama ke sekolah.

"Pagi, Hyukkie!" seperti biasa, sapaan Kibum selalu mengawali 'obrolan' singkat mereka di sepanjang perjalanan ke sekolah.

"Pagi, Bummie." jawab Eunhyuk singkat. Wajah datarnya sedikit menyiratkan kesedihan saat bertemu Kibum pagi ini.

"Hyukkie, gwaechanna?" tanya Kibum yang menyadari sedikit perubahan Eunhyuk.

"Ne, gwaechanna, Bummie." sahut Eunhyuk tanpa menatap wajah Kibum. Kembali Kibum memperhatian tingkah laku Eunhyuk.

Di sepanjang perjalanan mereka ke sekolah menjadi lebih hening dari pada biasanya karna Eunhyuk yang hanya merespon Kibum dengan kata kata singkat, gumaman atau beberapa bahasa tubuh standar.

Sedang sang namja manis bermarga Lee itu sibuk dengan fikirannya sendiri. Ingatannya kembali pada saat Kyuhyun memintanya untuk selalu terseyum. Perlahan matanya terasa memanas. Eunhyuk dapat merasakan desakan butiran bening di matanya. Sesak pun kembali menjalari relung hatinya tak kala kata kata Kyuhyun kembali muncul dalam ingatannya.

x_x

Flash back on, Eunhyuk POV

"Kau tau, Hyukkie? Senyum mu sangat manis."

"Cukup, Kyu! Apa yang sedang kau bicarakan?!" aku melempar tatapan tajam pada Kyuhyun, mengisyaratkan agar dia berhenti berbicara yang aneh aneh.

"Kau jadi lebih manis saat tersenyum, Hyukkie. Sangat manis." Tapi bukannya berhenti, Kyuhyun malah membingkai wajah ku dengan ke dua tangannya.

"Senyum mu sangat indah, Hyukkie."

Ck, kenapa Kyuhyun menangkup pipi ku? Aku tak bisa –tak mau- melihat mata tajamnya!

"Teruslah tersenyum seperti tadi, Hyukkie."

Hei! Jangan menatap ku seperti itu, Kyu!

"Kau benar benar manis." senyum tipis itu! Cukup, Kyu! Kau membuat dada ku sesak!

"Kyu-"

Mata ku membulat sempurna saat bibir Kyu menyentuh bibir ku. Kecupan Kyu semakin membuat dada ku sesak dan suara ku tercekat.

"Berjanjilah, Hyukkie.."

"Tetaplah tersenyum.."

"Berhenti bicara seolah kau akan meninggalkan ku, Kyu!" tak kuat, akhirnya aku berteriak. Dada ku tetap terasa sesak. Bisa ku rasakan adanya sungai kembar mengalir di ke dua pipi ku.

"Meski aku tak ada bersama mu.." Kyuhyun mengecup tepi mata ku yang terus mengalirkan cairan bening asin itu.

"Tetaplah tersenyum.." Kyuhyun merengkuh tubuh ku, membawa ku ke dalam dekapan hangatnya.

x_x

"Nah, sudah waktunya kau tidur, Hyukkie.." Kyuhyun mulai membaringkan tubuh ku perlahan.

"Jangan tinggalkan aku, Kyu.." ucap ku dengan suara serak menahan tangis. Namun kembali Kyuhyun seolah menulikan pendengarannya dan terus menyanyikan senandung lirih pengantar tidur ku.

'Ku mohon, Kyu..'

'Jangan..'

'Jangan tinggalkan aku, Kyu..'

Dan aku pun terlelap bersamaan dengan usainya senandung lirih Kyuhyun.

Flash back off

Segera ku usap air mata yang nyaris turun dari manik coklat ku. Sesak di dada ku semakin menjadi. Sungguh aku tak ingin Kyuhyun pergi! Tapi.. kenapa? Kenapa Kyu tetap meninggalkan ku?!

Kenapa, Kyu?

Dan kali ini setetes permata bening itu meluncur bebas menuruni dagu ku dan menetes di tangan ku.

End Eunhyuk POV

x.x

'Hyukkie..'

Sesak.

Entah apa yang terjadi, namun jelas rasa sesak menjalar di dada Kibum saat melihat sebutir bening air mata mengalir di pipi Eunhyuk. Ya, meski pun Eunhyuk menyibukan diri menatap langit dari jendela kelasnya namun Kibum masih tetap memperhatikan sang Lee muda.

'Kenapa, Hyukkie?' seperti biasa, Kibum mulai berkutat dengan fikirannya tentang Lee muda itu.

'Ada apa, Hyukkie?' seolah pandangannya tak bisa lepas dari Eunhyuk.

'Apa yang membuat mu menangis, Hyukkie?' gigi gigi putihnya bergemeletuk tak kala menahan rasa sesak, penasaran dan sedih di batinnya. Ya, terlalu banyak kecamuk perasaan yang muncul saat melihat expresi lain Eunhyuk selain kedatarannya.

"Hyukkie.."

Tak ada respon dari sang pemilik nama. Maka Kim muda kita kembali mencoba dengan suara yang sedikit lebih keras, "Hyukkie."

Masih tak ada respon, dan Kibum masih belum menyerah, "Eunhyukkie!"

Dan kali ini sang pemilik nama menoleh dan menatap Kibum sejenak, "Wae, Bummie?"

Sedikit menghela nafas, Kibum bersyukur Eunhyuk masih memberi respon meski hanya dua kata singkat bernada datar. Manik matanya tak melihat sisa sisa permata bening yang mengalir bebas sesaat tadi. 'Kau sungguh bisa menyembunyikan perasaan mu, Hyukkie..' batin Kibum kagum sekaligus sedih.

"Ani, Hyukkie. Apa kau sungguh baik baik saja?" tanya Kibum sambil menatap manik kelam Eunhyuk.

Diam sesaat, dan hanya anggukan kecil yang menjawab pertanyaan Kibum. Kembali Eunhyuk menyibukkan diri dengan memandang langit dari jendela kelasnya. Sedikit angin membawa anak rambutnya menari nari mengikuti arah sang bayu berhembus.

Memang pemandangan Eunhyuk yang sibuk menatap awan dari jendela kelasnya dengan disambut tarian angin bersama anak rambutnya adalah hal yang sudah biasa bagi Kibum selama duduk bersebelahan dengan Eunhyuk. Namun dengan kondisi yang seperti ini, menatap sang namja bernama lengkap Lee Hyukjae ini lebih lama membuat sesak semakin menjalar di relung hatinya.

x.x.x

"Hyukkie!" Kibum sedikit tertatih saat mengejar Eunhyuk yang hari ini memilih 'menerobos' kumpulan siswa siswa yang seperti biasa, menghilang sesudah bel terakhir dibunyikan. Susah payah Kibum mengejar Eunhyuk, nafasnya masih sedikit tersenggal karna nyaris menjadi korban saat banyak siswa yang berdesak desakan di pintu keluar -berusaha untuk yang menjadi pertama keluar dari kelas neraka mereka-.

Mendengar namanya dipanggil, Eunhyuk menghentkan sejenak langkahnya dan menoleh ke belakang. Di dapatinya Kibum yang sedang berlari lari kecil sambil mengatur nafasnya yang tersenggal.

"Kenapa kau mengikuti ku?" tanpa sadar apa yang difikirkannya meluncur bebas dari bibir mungil Eunhyuk. Namun meski telah menyadari kata kata tak mengenakannya Eunhyuk tetap memasang wajah datar.

Kibum tak segera menjawab pertanyaan Eunhyuk. Jujur saja, dia sedikit terkejut dengan ucapan Eunhyuk. Dan setelah berhasl mengatuh lebih baik nafasnya Kibum menatap langsung manik kelam Eunhyuk sambil memamerkan senyum menawannya –yang dia sadari tak kan berpengaruh untuk Eunhyuk-, "Tentu saja aku akan menyusul mu kan, Hyukkie?"

Sambil berjalan tenang mendekati Eunhyuk mata Kibum tak lepas memaku tatapan lawan bicaranya. Dan setelah sampai di sisi Eunhyuk, sebelah tangan Kibum meraih tangan Eunhyuk dan menggenggamnya perlahan, "Karna aku ingn pulang bersama.."

Kibum memutus ucapannya sejenak dan menarik lembut tangan Eunhyuk, mengajaknya untuk melanjutkan perjalanan pulang mereka, "Teman ku."

Manik indah nan kelam Eunhyuk membulat kaget sejenak, yah namun jangan sangka langkahnya juga ikut terhenti. Dengan tetap melangkah santai di sisi Kibum, Eunhyuk menatap genggaman Kibum pada tangannya.

"Ne, benarkan, Hyukkie?" ucap Kibum dengan nada riang. Kini mata Eunhyuk menatap langsung manik indah Kibum. Senyum tipis tanda kepercayaan mulai muncul kembali di bibir mungilnya.

'Ah, jadi aku sudah punya teman sekarang? Benar begitukah Kyu?' batin Eunhyuk berdebar kecil bahagia.

"Ne, Bummie." dan genggaman hangat Kibum mendapat balasan yang di harapkan Kim muda ini. Senyum ke duanya mengembang, saling menatap penuh percaya satu sama lain dan kembali melanjutkan perjalanan pulang mereka.

x.x

"Gomawo sudah mengantar ku, Bummie." senyum tipis yang terkembang di bibir Eunhyuk sungguh menambah kesan manis pada diri namja berkulit putih susu itu.

"Ne, sama sama, Hyukkie." Senyum tipis Kibum yang begitu menawan memang belum bisa menarik minat Eunhyuk.

Yah, namja manis tokoh utama kita memang sulit masuk dalam pesona seseorang selain Kyuhyun-nya. Ya, Kyuhyun-nya. Pelan, sedikit demi sedikit manik coklat Eunhyuk yang sedari tadi bersinar mulai meredup.

'Kyu.. Kyunnie.. Kyuhyunnie..' otaknya kembali memutar saat saat terakhir keberadaan Kyuhyun di sampingnya.

'Anniyo, anniyo! Kyunnie tidak pergi.. Kyu masih ada! Ya ada, masih ada bersama ku!' batin Eunhyuk kembali bergetar. Namun sepert biasa Eunhyuk mampu menyembunyikan semua perasaannya di depan orang lain.

"Hyukkie.." suara lembut Kibum membuyarkan ingatan ingatan yang menari nari di benak Eunhyuk. Kembali manik coklat itu menatap paras sempurna Kibum dengan sedikit sorot teduhnya.

"Ne, wae Kibummie?"

Kibum tersenyum manis sambil mengusap surai lembut Eunhyuk, "Apa kau ada acara akhir pekan ini?"

Manik coklat Eunhyuk mengerjap heran, "Anniyo, wae Bummie?"

"Aku ingin menginap di rumah mu. Aku sudah berjanji akan berkunjung ke rumah mu kan?" sederet ucapan Kibum membuat manik indah Eunhyuk berbinar ceria.

Senyuman Kibum kembali mengembang dengan indahnya, "Ku tunggu kau sepulang sekolah, Hyukkie."

"Ne, Bummie." gundukan surai coklat Eunhyuk mengangguk kecil dengan senyum manis yang terlukis di paras manis nan eloknya.

Kibum sedikit melirik jam yang melingkar manis di pergelangan tangannya, "Hyukkie, sudah waktunya aku pulang. Pai pai, Hyukkie!"

"Ne, pai pai Bummie." secercah harapan yang muncul merekah di benak Eunhyuk tak lagi ditolaknya. Ya, dia harus mengingat kata kata Kyuhyun-nya kan?

x.x

Brugh!

Sesampainya di kamar Eunhyuk meletakan tasnya di tepi kasurnya dan membaringkan tubuhnya tengkurap di atas kasurnya yang tak terlalu luas itu. Matanya melirik sekitar kamarnya dan sudut sudut yang biasa menjadi tempat 'muncul'-nya Kyuhyun.

'Kyu, bogoshippo, yo..' terasa memanas, dua manik kembar coklat Eunhyuk bersembunyi dalam balutan lembut kelopaknya.

"Kyu.." gumaman lirih Eunhyuk mengalun dari bibir plum-nya. Namja manis bermarga Lee itu sangat mengharapkan belaian lembut Kyuhyun dan pelukan mau pun dekapan hangat namja bersurai ikal itu.

"Di mana kau, Kyu?" desakan butiran bening kian terasa di pelupuk mata Eunhyuk. Jemarinya menggenggam erat sprei kasurnya. Desahan berat nafasnya tak juga memutus tali temali yang seolah menjerat dan mengikat dadanya.

"Kyu.." perlahan rembeslah pertahanan kelopak matanya. Terasa butir butir bening yang mengalir dan jatuh bebas dari pipi mulus Eunyuk.

"Aku membutuhkan mu, Kyu.." serak suara menahan tangis dan sprei yang menjadi sasaran pelampiasan Eunhyuk pun sudah kusut tak berbentuk.

Terus dibiarkannya lelehan hangat itu mengalir menganak sungai di pipi chubby-nya, "Sangat.."

Manik coklat Eunhyuk tak lagi bersembunyi di balik lembutnya kelopak mata Eunhyuk, "Aku sangat.."

Ke dua manik kembar itu memerah dan lelehan butiran hangat asin itu terus tumpah ruah membasahi sprei Eunhyuk, "aku.. sangat membutuhkan mu.."

Dinginnya cairan yang mengalir bebas dari ke dua mata indahnya terasa di pipinya yang bersentuhan langsung dengan sprei yang meresap air asin yang melampiaskan kesedihannya, "Kyuu.."

Digigitinya bibir bawahnya, berusaha meredam isak yang mungkin akan meluncur bebas, turut menyenandungkan sesak dan sepinya. Bibir plum sewarna ceri itu bergetar, dan lelehan air matanya bak es krim yang dibiarkan di tempat terbuka.

"Kyuu.." lirih, bibir tipis itu kembali terdengar. Getar dalam nadanya mulai disambut isak kecil yang sedari tadi tertahan.

"Hiks.. Kyu.." gigi gigi seputih susu itu bergemeletuk bersama bibir yang semakin bergetar.

"Nan jongmal bogoshippo.." detak degup jantungnya seolah beriringan dengan sesak rasa dadanya yang semakin dihimpit sepi dan sedih.

"Kyu.. jebal.." sungguh rasanya setiap detik debaran jantungnya semakin membuatnya terpuruk.

"Jebal.." kembali jemarinya mengepal erat. Manik matanya bersembunyi dalam gelap kelopak lembutnya.

"Ku mohon, kembali lah Kyu.." aliran sungai ganda yang menderas tak kunjung mereda.

Eunhyuk sudah merasa matanya mulai sakit dan perih karna kelenjar air matanya terlalu berat bekerja, "Jangan tinggalkan aku, Kyu.."

Namun sang butir bening seakan tak memperdulikan kondisi manik indah Eunhyuk, tetap dan terus mengalir deras. Seolah rindunya hujan akan akan tanah kemarau.

"Kyu.."

"Jangan tinggalkan aku, Kyu.." rintih Eunhyuk disela isak tangisnya.

Semakin lama semakin menjalar meranah sepi di relung hati Eunhyuk. Perlahan matanya yang sudah lelah itu menutup. Manik kembar coklat indahnya terlindungi halus lembut kelopaknya. Batinya mulai merajut mimpi. Berharap dalam mimpnya nanti dapat bertemu dengan sosok sang ikal yang senantiasa menemani hari hari kelamnya dulu.

Sedetik terlelapnya Eunhyuk sosok yang sedari tadi ditunggunya dengan deraian air mata muncul dan membelai gundukan surai coklat kemerahan Eunhyuk penuh sayang. Tak lupa manik gelapnya menyusuri paras berantakan Eunhyuk. Jari jemarinya mengusap sisa sisa butir asin yang keluar mengalir menganak sungai dari manik kembar coklat Eunhyuk-nya.

Kembali diamatinya wajah elok nan manis Eunhyuk beberapa saat. Diusap dan dibelainya pipi chubby Eunhyuk. Pelan, bibirnya mengecup lembut bibir plum manis strowberry Eunhyuk.

"Selamat tidur, Hyukkie. Bermimpi indah lah, Eunhyukkie.."gumam sosok tinggi semampai itu lembut sambil menatap dalam sosok manis Lee Hyukjae.

Sekejap mata, hembusan sang angin malam yang menghempas ranting dan menarik hijau lembut dedaunan menari seolah turut membawa serta sosok bersurai ikalnya dalam kelamnya malam.

Ya, Eunhyuk-nya. Miliknya. Kepunyaannya, sang sisi gelapnya.. bayangannya..

Kenangan kosongnya. Hampa memorinya. Ingatan tentangnya, fatamorgana belaka bagi Eunhyuk-nya.

Teman abadinya.

Khayalannya.

.

.

Menyakitkan kah? Oh, dunia memang tak adil bagi mu yang sendirian.

Karna itu, apakah kau akan tetap seperti itu? Diam di sana, di sisi gelap yang tak seorang pun melihat. Yang tak siapa pun tau dan sadari, bahwa di setiap hati dan jengkal perasaannya ada?

Atau kau ingin berjalan keluar, menunjukan siapa diri mu? Siapa kau yang sesungguhnya?

Menatap dunia luar, melihat lebih jauh tentang laju kehidupan.

Merasakan desir lembut angin yang menari di udara. Membawa mengajak serta anak rambut mu, dedaunan dan menerbangkan burung burung cantik di angkasa sana. Ah, perlu kau tau bahwa dunia tak hanya seluas kanvas. Tak sesempit pucuk daun, tak setipis lembar buku, tak sependek sebuah kisah, tak semudah jatuhnya embun, tak secepat sebuah cerita dan lebih berwarna dari carian tinta lukis dalam jutaan buku di seluruh dunia.

Kenapa?

Karna dalam cakrawala yang begitu megah ini begitu banyak hal hal yang harus kau pelajari, kau pahami. Lebih dari sekedar kepentingan pribadi mu meratapi masa lalu, kenangan lama, memori terpendam nan kelam.

Rengkuhlah hangat dan terangnya cahaya mentari, namun jangan lupakan lembutnya sinar rembulan.

Bentuk nyata dunia ini tak dapat kau lihat sepintas. Terlalu banyak hal tersembunyi, sama halnya dengan lika liku hati mu sendiri. Lebih rumit dari labirin jebakan makam piramida mesir kuno. Karna hidup terus berlanjut dan kehidupan tetap berjalan. Aliran kehidupan tak selalu tenang seperti air dalam bejana. Hidup tak lurus bak jalan di sepanjang lorong istana.

Mengapa?

Yah, itu lah hidup. Berombak bagai laut, tak jarang badai datang menghempas hati dan jiwa mu. Membawa mu jatuh terpuruk, menyesal dan menangis merintih pilu. Tapi, ingatlah selalu bahwa hidup tak luput dari kebahagiaan.

Rasa senang yang membuncah, ledakan kebahagiaan tak tertahan, dan luapan canda yang mengundang riangnya tawa. Tersenyumlah selalu, lupakan kelam yang lalu, tatap lurus dan maju ke depan. Buanglah ragu dan bimbang mu, isilah hampa kekosongan di relung batin mu dengan kenangan dan cerita bahagia bersama mereka yang selalu di sisi mu, dan tulis lah ukiran indah hari tua.

Hidup bergerak, dinamis. Jika kau diam tak berjalan melaju sesuai alur arus kehidupan sekitar mu, itu bukan murni salah pribadi mu. Karna terkadang perubahan sekitar tak sesuai suara hati mu, kan? Oleh sebab itu, berubahlah dengan cara mu, gaya mu sesuai dengan apa yang menurut mu terbaik.

Karna Tuhan tak menakdirkan manusia hidup dan berjalan sendiri. Benarkan?

.

.

.

.

.

.

TBC or End ?

Okee, apa kah FF abal ini mau lanjut atau end aja sampai sini readerdeul, minna-san?

Komen or Review please~

Mianhae karna lamaa apdetnya chingu m(_ _)m

Karna kompi ku selalu ngehang setiap buka akun FFn ku, jadi terpaksa ke warnet~ dan lagi data data terbaru FF ku ilang, jadi aku sempet kepikiran dan pusing sangat cari cari ide baru T-Tv

oke, cukup curhatnya~

Waahh, aku ga nyangka dapet respon yang bagus dari readerdeul~ ku pikir bakal dibash ^^a
okee, mari berbalas ripiu~ untuk yang on udah ku bales di pm kan?

Chaser Lee : hehehe.. ne, karna aku ga mau merubah susunan cerita asli FF Cie eonnie, jd kurasa kyu tetep jadi teman abadi~

Nana : okee~ ini udah tayang kan chap2nya? semoga suka~
kalo hyuk dimasukin oven nanti kyu masuk kemana(?) #plakkXD

LonelyKim : hehehe.. begitukah? aku ga sadar kkalo karakternya berubah jauh~ ^^a
wah, syukurlah eon suka.. semoga chap ini juga suka, ya?

boo young : wah, begitu, ya? gomawo~ dan kuharap chap ini lebih bagus dari yang sebelumnya, jadi semoga suka~

Guest : hehehe.. nuansa kelamnya mungkin karna ini memang terinspirasi dari pengalaman, eon~ XDa #plakk
boleh suka kyu, asal jangan dibawa karna masih kontrak kerja(?) di ff abal ku~ XD #dibantaikyu

.

.

.

Salam manis,

Zaky UzuMo