Title : Can you love me?
Author : Park Min Chan
Cast : Cho Kyuhyun
Super Junior Members
Park Hae Ra ( Other Cast )
Kim Sun Hee ( OC )
Jang Joon Ha ( OC )
Genre : Romance ( Maybe )
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Summary : "Tapi aku tidak mencintai yeoja itu hyung. Aku benar-benar tidak mau menikah dengannya." / "Kau tidak bisa mengantar Haera pulang?" /
Cho's House.
"Mwo? Seminggu lagi? Mengapa begitu?"
"Lebih cepat lebih baik Kyu-ya."
"Tapi appa…"
"Mwo? Member Super Junior lainnya mendukungmu semua kan? Aku sudah menemui mereka kemarin siang."
"Appa…"
Chapter 2
"Wajahmu mengapa murung sekali Kyunnie? Apa yang terjadi?"
Sungmin, member yang paling dekat dengan Kyuhyun mendekatinya, ia memang selalu tahu jika ada sesuatu yang sedang tidak beres dengan Kyuhyun.
"Aniya hyung. Tidak apa-apa."
"Masalah pernikahanmu? Yeoja itu kenapa lagi? Ia membuatmu kesal lagi?"
"Aniya hyung. Ia memang selalu menyebalkan."
Namja imut itu tertawa kecil.
"Lalu apa? Karena tanggal pernikahanmu dipercepat?"
Kyuhyun mengangguk lesu. Sungmin memukul bahunya yang membuat maknae itu menoleh polos padanya.
"Aboji sudah kesini kemarin, ia meminta restu pada kami agar menyetujui pernikahanmu. Kami selalu mendukung apa yang terbaik untukmu Kyunnie."
"Tapi aku tidak mencintai yeoja itu hyung. Aku benar-benar tidak mau menikah dengannya."
"Lakukan saja apa yang orangtuamu kehendaki Kyunnie. Kau pasti bisa melewatinya dengan dewasa."
Kyuhyun mengangguk mengerti walaupun Sungmin tahu masih banyak yang dipikirkannya.
D-2 Kyuhyun and Haera's Wedd day.
"Saya ingin mengambil pesanan atas nama Cho Kyuhyun."
"Ne, tunggu sebentar…"
Dua hari sebelum pernikahan Haera yang mengambil undangan sendiri karena Kyuhyun sedang sibuk dengan jadwalnya bersama Super Junior.
Haera yang melamun memikirkan bagaimana cara agar pernikahannya tidak jadi dilaksanakan.
Lamunannya terhenti karena ia harus pergi kerumah Kyuhyun untuk mengantar undangan tersebut.
"Kyuhyun sedang ada jadwal padat hari ini jadi ia tidak pulang kerumah Haera-ya."
"Ne ahjumma arraseo. Tadi ia mengirim pesan padaku."
"Ah, panggil saja aku eomma. Aku sekarang jadi eomma mu juga."
"Ah ne eomma."
"Kau tidak mencintai anakku kan?"
Haera terdiam lalu menundukkan kepalanya. Ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.
"Aku tahu kau tidak mencintainya Haera-ya."
"Ne, Kyuhyun-ssi pun begitu. Aku mau menikah dengannya karena paksaan appa saja."
"Kyuhyun juga. Aku tidak bisa berbuat apa-apa jika suamiku sudah berkehendak."
Haera tersenyum mengangguk.
"Aku harap setelah menikah kalian bisa saling mencintai. Jadi ini semua tidak hanya sekedar keterpaksaan saja."
Haera hanya diam.
Ting tong…
"Biar aku saja yang membukanya eomma."
Haera membuka pintu dan ia melihat calon suaminya dengan kulit putih pucat langsung masuk kedalam tanpa memberi salam padanya terlebih dahulu. Ia hanya menghela nafas saja.
"Ah, kau datang sayang. Mengapa wajahmu lelah sekali?"
Suara Ny Cho yang khawatir akan keadaan Kyuhyun hanya dijawab dengan singkat oleh anak satu-satunya itu.
"Aku tidak apa-apa eomma."
"Bagaimana mungkin? Tanganmu juga dingin!"
"Aku hanya kelelahan. Aku ingin mengambil baju ku yang tertinggal disini. Lalu aku harus ke dorm lagi."
"Kau yakin baik-baik saja?"
Haera yang tidak tega melihat keadaan Kyuhyun mulai bertanya.
"Ne, aku baik-baik saja."
Kyuhyun masih sibuk membuka lemarinya tapi yang ia cari sama sekali tidak ketemu.
"Warna baju itu apa? Bentuknya seperti apa?"
"Putih."
Haera mengambil sebuah jas casual yang digantung dibalik pintu kamar Kyuhyun. Namja itu menoleh lalu langsung mengambil dari tangan Haera dan langsung keluar.
"Kau tidak bisa mengantar Haera pulang?"
"Aniya aniya. Aku pergi eomma."
Kyuhyun mencium pipi eommanya dan langsung pergi tanpa ijin pada calon istrinya, Haera.
"Apa kau sudah dirumah?"
Kyuhyun mengirim pesan pada Haera, tidak biasanya ia mengirim pesan yang bertanya tentang keadaan Haera.
"Sudah. Ada apa?"
Kyuhyun tidak membalas lagi.
"Memang cuek."
Haera menggerutu sendiri. Tapi lima menit sesudah Haera membalas pesan Kyuhyun, namja itu menghubunginya.
"Yeoboseyo?"
"Ne, Kyuhyun-ya? Ada apa?"
"Aniya. Kau pulang dengan siapa?"
"Aku naik taxi sendiri."
"Maaf tadi aku tidak bisa mengantarmu. Aku sibuk."
"Aku tahu."
Kyuhyun diam diseberang sana, Haera pun diam karena tidak tahu apa yang harus dibicarakan lagi. Sampai akhirnya Kyuhyun memutuskan sambungan dan pamit ingin tidur.
"Sepertinya ia mabuk. Bagaimana bisa ia menghubungiku hanya untuk sekedar bertanya dengan siapa aku pulang tadi."
Haera menggelengkan kepalanya sendiri.
D-Day Kyuhyun & Haera Wedding.
"Kau cantik sekali dengan gaun itu Haera-ya. Kau tampak lebih dewasa." Ny Park memutar-mutarkan tubuh anaknya itu sambil terus memujinya. Walaupun ia tahu senyuman manis anaknya itu bukan bahagia yang sebenarnya.
"Kau sedih sayang?"
Haera tersenyum. Eomma nya memeluknya dengan erat.
"Aku harus menikah dengan orang yang tidak kucintai eomma."
"Aku tahu…"
"Apa aku harus melakukan ini?"
"Eomma tidak mungkin meminta ayahmu untuk membatalkan ini semua. Ia akan marah besar."
Haera melepaskan pelukannya lalu mengangguk dan menghapus air matanya.
"Aku tahu. Aku akan berusaha tegar."
Penata rias sudah datang untuk menata Haera. Kyuhyun berada di rumahnya, ia terlihat sangat tampan dengan jas hitam dan kemeja putih. Ia sedang di make-up dikamarnya. Semua member Super Junior sudah datang dan sedang menunggunya di ruang tengah. Ia benar-benar tidak menyangka akan menikah melangkahi semua hyungnya.
"Ya Tuhan… Apa aku harus melakukan ini semua? Menikah dengan yeoja yang sama sekali tidak kucintai?"
Kyuhyun bergumul dengan perasaannya sendiri. Terkadang ia tidak habis dengan ayahnya yang selalu melakukan kehendaknya tanpa memperdulikan perasaan orang lain.
"Astaga! Kau tampan sekali Kyunnie!"
Ryeowook berdiri lalu menepuk bahu Kyuhyun dengan keras yang membuat Kyuhyun meringis. Sungmin yang masih duduk hanya memperhatikan wajah dongsaeng kesayangannya itu, ia tahu Kyuhyun sama sekali tidak bahagia.
"Kau benar-benar hebat Kyunnie… Bahkan kau mendahului kami dalam masalah menikah!"
Hyukjae sangat antusias berbicara dengan mudahnya. Tahu semua member sedang diam, tertawanya jadi berhenti. Ia mendapat tatapan kejam dari Leeteuk dan Heechul.
"Aku tidak mau melakukan ini."
Semua mata menatap Kyuhyun lemas. Sungmin berdiri dari tempatnya lalu pergi, Kyuhyun beranjak ingin menghampirinya tapi ditahan oleh Leeteuk.
"Wae hyung?"
"Dia sedih melihatmu lesu seperti itu. Biarkan ia sendiri sebentar. Nanti ia akan menghampirimu."
Donghae menghampiri Kyuhyun lalu menepuk bahu dongsaengnya itu dengan pelan. Ia tersenyum manis.
"Memang sulit sekali rasanya melakukan hal yang sama sekali tidak kita sukai, apalagi untuk hal yang sakral seperti ini. Tapi mungkin ini adalah yang terbaik. Mungkin nanti kau akan menyukainya dan menikmatinya."
"Aku tidak pernah melihat Donghae hyung berbicara seperti tadi. Kata-katanya tadi benar-benar menunjukkan bahwa ia seorang hyungku."
Kyuhyun berbicara sendiri dalam hatinya. Kyuhyun menatap mata hyungnya itu dengan lembut.
"Ne hyung. Aku akan berusaha bersyukur dan mencoba menerimanya."
"Itu bagus! Sekarang hampiri Sungmin hyung. Kau harus minta ijin padanya, karena selama ini yang kutahu kau hanya miliknya seorang, ia pasti sangat patah hati mengetahui kau akan menikah."
Semua member tertawa dengan lelucon Donghae.
"Kau tampak cantik sekali Haera-ya."
"Terima kasih appa."
"Aku yang menjadi wakilmu nanti."
"Aku tahu."
"Aku harap kau bahagia anakku."
Haera hanya tersenyum. Disisi lain ia tahu senyuman appa nya adalah senyuman yang tidak rela untuk melepas anak perempuannya.
In the Church.
08.45 KST
Pendeta mulai membaca janji suci yang harus disanggupi oleh Kyuhyun dan Haera. Dengan anggun Haera berdiri disamping Kyuhyun yang tampak sangat tampan pagi itu.
"Kalian sudah siap?"
Mereka berdua mengangguk bersamaan.
"Baiklah. Cho Kyuhyun, apakah engkau bersedia menerima Park Haera sebagai istrimu, mendampingi nya dalam keadaan senang maupun sedih, suka maupun duka?"
"Ya. Saya bersedia."
"Kau, Park Haera, apakah engkau menerima Cho Kyuhyun sebagai suamimu, mendampinginya dalam keadaan senang maupun sedih, suka maupun duka?"
"Ya. Saya bersedia."
"Tuhan memberkati."
One Week Later
"Jadi kalian berencana bulan madu dimana? Apa jadwalmu tidak penuh Kyuhyun-ya?"
"Jadwalku penuh eomma. Aku tidak bisa bulan madu."
"Apa yang kau katakan? Aku sudah bilang pada managermu agar jadwalmu kosong selama lima bulan agar kau bisa berbulan madu. Setelah itu kalian bisa tinggal dirumah yang sudah kami kasih untuk kalian."
Tuan Cho memerintah dengan santai. Kyuhyun hanya diam, Haera merasa tidak enak pada Kyuhyun, dan ia lebih memilih diam.
"Mengapa appa suka sekali mengatur kehidupanku…"
"Karena kau anakku."
"Tidak semua urusan kehidupanku appa harus ikut mengaturnya."
"Kau tidak usah membantah. Tidak mungkin aku melakukan hal yang membuatmu hancur."
"Appa memang egois."
Suara Kyuhyun mengeras, rahangnya menjadi lebih tegas, tuan Cho masih menatap televisinya dengan tenang. Haera yang sedari tadi hanya duduk diam mendekati namja yang sudah seminggu menjadi suaminya itu.
"Sudah…"
Ia mengenggam tangan suaminya dan meremas pelan. Kyuhyun menatapnya, melepas genggamannya lalu beranjak kekamarnya yang berada diatas.
"Huh…"
Pasangan suami istri itu berada dikamar yang sama. Kyuhyun sibuk dengan laptop kesayangannya. Haera hanya duduk di kasur sambil membaca majalah. Tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu?"
Kyuhyun memulai percakapan tapi tatapannya masih fokus pada laptopnya.
"Mwo? Pekerjaanku?"
"Huh dasar babo. Kita akan bulan madu selama lima bulan jadi bagaimana dengan pekerjaanmu?"
"Oh itu… Aku bisa ijin."
"Oh…"
"Memangnya kita jadi pergi bulan madu?"
"Menurutmu? Aku malas berdebat dengan appa."
"Kupikir kau menolaknya dan benar-benar tidak akan pergi."
Kyuhyun diam. Haera menjadi kesal.
"Aku sedang berbicara denganmu, mengapa kau diam?"
Kyuhyun tetap diam.
"Kau memang tidak punya perasaan. Egois."
BRAK!
Haera membanting pintu kamar dengan keras.
"Huh… Dasar perempuan."
"Benar-benar tidak berperasaan, tidak bisa menghargai perasaan orang lain. Namja gila, menyebalkan sekali."
Haera ganti baju, ia akan pergi untuk membeli makan malam mereka berdua. Tuan dan Nyonya Cho sedang pergi ke acara pertemuan dari kantor.
Haera sengaja tidak pamit dengan Kyuhyun bahwa ia ingin pergi karena ia benar-benar kesal dengan sifat Kyuhyun yang tidak pernah menghargai perasaan orang lain.
"Kau sendirian saja?"
Haera menoleh darimana suara itu berasal. Ternyata dari belakangnya, Joonha, rekan kerjanya menepuk pundaknya pelan.
"Ah ne, aku sedang membeli makan malam. Kau sedang apa disini?"
"Aku juga ingin makan malam disini Haera-ya, kajja kita masuk."
Haera dan Joonha masuk kedalam restoran terkenal yang tak jauh dari rumah Haera itu. Mereka memesan makanan, Haera pun memesan makanan untuk makan malam Kyuhyun nanti.
"Kau tidak makan disini?"
"Aniya, aku akan memesan dan memakan dirumah saja."
"Dengan suamimu?"
"Dengan siapa lagi."
"Temani aku makan Haera-ya."
Haera bingung dan akhirnya Joonha tidak memaksa Haera untuk makan bersamanya.
"Aku akan bulan madu selama lima bulan Joonha-ya, aku akan libur bekerja untuk sementara."
"Oh…"
Joonha hanya diam. Perasaannya tidak karuan, ia merasa sangat kesal. Tentu saja karena orang yang ia cintai menikah dan bukan dengannya, dan sekarang akan berbulan madu.
"Kajja kita pulang"
"Mwo? Tapi makanan mu belum habis?"
"Aku tidak nafsu lagi."
"Terima kasih Joonha-ya. Hati-hati dijalan."
"Hmmm. Haera-ya?"
"Ne, ada apa?"
"Semoga kau bahagia dengan suamimu. Aku selalu berdoa untukmu."
Haera belum sempat menjawab mobil yang dikemudikan Joonha sudah pergi dari pandangan Haera. Haera hanya tersenyum dan sangat berterima kasih pada sahabatnya.
Kyuhyun yang mendengar datangnya suara mobil mengintip dari jendela kamarnya yang memang terarah langsung ke halaman depan. Ia benar-benar kesal malam itu. Haera pergi tanpa mengabarinya, pulang dengan seorang namja dan ia tersenyum pada namja itu. Ia merasa sangat tidak dihargai oleh perempuan yang sudah menjadi istrinya itu.
"Perempuan itu…"
Kyuhyun menutup gerai jendelanya dengan kasar dan kembali bermain game di laptop kesayangannya itu.
Haera masuk kedalam rumahnya dan melihat sepi, tapi ia tidak heran karena suaminya itu pasti sedang dikamarnya dan asyik dengan laptopnya.
Ia langsung pergi ke dapur dan menyiapkan makan malam. Setelah itu ia memanggil suaminya untuk makan bersama.
"Kau sudah makan? Ayo kita makan."
Kyuhyun diam. Pandangannya tetap ke layar laptopnya.
"Kau dengar aku atau tidak? Mengapa kau suka sekali mendiamkan orang yang sedang berbicara padamu? Kau ini selalu menganggapku tidak ada!"
"Lalu apa kau menganggapku? Kau pergi tanpa memberitahuku, pulang dengan namja dan diantar dengan mobil, dan sekarang kau mengajakku untuk berdebat?"
Haera menghela nafas dengan kasar. Ia masih berdiri didepan pintu kamar sambil menahan emosinya.
"Aku pergi tanpa pamit denganmu itu karena kau yang memulai tidak menghargaiku saat berbicara denganmu lagipula tadi yang mengantarku itu adalah rekan kerjaku, dan tidak sengaja bertemu saat membeli makan malam!"
"Ya ya baiklah. Aku malas berdebat denganmu."
"Siapa yang ingin mengajakmu berdebat? Kau ini mengapa selalu menganggap dirimu selalu benar? Aku ini memperhatikanmu Kyuhyun-ya, kalau aku tidak memperhatikanmu mana mungkin aku membelikan kau makan malam!"
"Aku tidak memintamu untuk membeli makan malamku. Aku bisa membeli sendiri."
"YA! CHO KYUHYUN! AKU BENCI PADAMU!"
BRAKKKKKKKKKKK!
Haera menutup pintu dengan kasar. Ia menghapus air matanya yang menetes dengan kasar. Ia benar-benar tidak pernah merasakan perasaan yang sekarang ia rasakan, benar-benar tidak dianggap. Bahkan oleh suaminya sendiri.
Haera makan sendiri di ruang makan sampai akhirnya Kyuhyun datang dan duduk didepannya, ia ikut makan bersama Haera, tapi yeoja itu masih diam.
"Aku membelikanmu jus Kyuhyun-ssi, silahkan ambil saja di kulkas."
Haera berbicara tanpa melihat wajah Kyuhyun. Kyuhyun hanya bergumam biasa.
Apa yang ia bilang? Kyuhyun-ssi? Apa ia benar-benar marah padaku?
"Aku tahu kita tidak saling mencintai, tapi aku tidak mau orangtuaku kecewa padaku. Jadi kita harus tetap jaga hubungan ini, tapi jaga jarak lebih baik. Aku tidak akan mengaturmu Kyuhyun-ssi, lakukan apa saja yang kau suka."
Haera berjalan melewati Kyuhyun dan beranjak tidur.
Dia benar-benar marah padaku.
Haera memakai baju terusannya, tidur membelakangi posisi Kyuhyun dan memeluk gulingnya. Ditengah-tengah kasur itu ada guling besar yang meghalangi Kyuhyun dan Haera, sejak mereka menikah guling itu sudah menjadi penghadang.
Kyuhyun masuk, melihat wajah istrinya ia merasa sangat bersalah telah membuat yeoja itu sakit hati dengan perkataannya. Ia berjalan mendekati yeoja nya, berhenti sejenak dan berpikir bahwa ia tidak pernah memandang wajah istrinya selama yang sedang dilakukannya sekarang. Ia sadar ia suka membuat Haera sakit hati dengan perkataannya. Ia mengambil selimut yang terletak rapi di kursi besar kamar mereka dan menutupi tubuh Haera yang mungil dengan selimut agar lebih hangat.
"Ah, ada yang menyelimutiku."
"Ah, pasti Kyuhyun. Namja itu."'
Haera yang setengah sadar itu tahu Kyuhyun memberikan selimut padanya. Ia jadi tidak terlalu mengantuk sejak Kyuhyun memasang selimut padanya.
Dirasakannya tempat tidur itu bergerak, badan Kyuhyun sudah terhempas di kasur mereka yang empuk. Mereka sudah satu ranjang sekarang. Dirasakan Haera badan Kyuhyun yang memutar, ia sangat yakin sekarang Kyuhyun sedang memandang punggungnya. Jantung Haera berdebar saat ia rasakan guling besar yang menjadi penghadang mereka diambil oleh Kyuhyun dari posisi biasanya.
"Astaga, apa yang akan ia lakukan."
Haera sampai membaca doa agar Kyuhyun tidak melakukan hal yang tidak inginkannya.
"Hhh, apa aku membuatmu terbangun Haera-ya?"
Kyuhyun mengetahui bahwa ia sudah tidak sedang tidur lagi, ia hanya mengangguk pelan.
"Aku tahu aku kasar. Maaf."
Haera membelakakan matanya. Ia masih tidak percaya bahwa suaminya yang mengatakan maaf tadi.
"Maaf."
Haera masih diam tidak mau menjawab Kyuhyun yang sekarang sedang berharap agar dimaafkan.
Sampai akhirnya Kyuhyun memberanikan dirinya memegang lengan Haera, menariknya kedalam pelukannya. Wajah cantik Haera berada didada Kyuhyun yang bidang itu, ia merasakan detak jantung suaminya yang berdetak dengan saat cepat dengan miliknya.
"Astaga apa yang kulakukan… Mengapa aku melakukan ini."
Kyuhyun pun tidak habis pikir apa yang ada dipikirannya. Ia merasa ia harus melakukannya.
"K-kau, mengapa lakukan i-ini?"
"Heung. Karena aku suamimu."
Bibir Haera mengembang. Dagu Kyuhyun bergerak di kepalanya. Mereka tertidur dengan posisi yang sangat manis.
"Aku harap kita bisa seperti ini terus, suamiku…"
-TBC-
Ditunggu review nya !^^
