Malam itu baik Igneel maupun Grandine larut dalam kegembiraan, Natsu menceritakan semua-nya kepada orang tua-nya dan tentu saja Yolbert dan Akeno akan tinggal didalam rumah sederhana tersebut

"Astaga.. Yolbert kau mirip sekali dengan Otou-sanmu" kata Grandine mengacak-acak rambut salmon milik Yolbert, Yolbert menunjukan grins khas-nya

"Dan juga Akeno mirip dengan Lucy. Memang anak-anak yang tampan dan cantik" sambung Igneel, Akeno tersenyum

'Akhirnya aku menemukan Otou-san, Obaaa-san dan Opaa-san' kata Akeno dalam hati-nya. Malam itu semua keluarga Igneel larut dalam kebahagian penuh.

Jam masih menunjukan pukul 4 pagi. Natsu terbangun karena kebisingan dari arah luar ruma-nya, ia membuka tirai kamar-nya dan melihat Yolbert dan Akeno yang berlatih diluar

"Onii-chan aku tidak bisa. Aku memang Dragon Slayer yang parah" keluh Akeno saat ia mencoba membakar tumpukan kayu bakar

"Kau pasti bisa. Lihat baik-baik" jawab Yolbert, ia mengarah lurus ke tumpukan kayu bakar tersebut, Yolbert menarik nafas

"Karyuu no Tekken" semburan api keluar dari mulut Yolbert dan membakar habis kayu tersebut. Akeno bertepuk tangan senang

"Sugoii... Aku mau, aku mau" Akeno mencoba mengeluarkan api-nya

"Karyuu no Tekken" api kecil keluar dari mulut Akeno, Yolbert membuka mulut-nya lebar setelah itu ia tertawa terbahak-bahak

"HUAHAHAHAHA" tawa Yolbert menggema sedangkan Akeno menutup wajah-nya dan mengangis

"Hebat sekali Akeno-chan" sahut seeoraang dibelakang Akeno

"O-otou-san?" Akeno gelabakan

"Kerja bagus kalian berdua" sahut Natsu

"Tapi aku gagal!" jawab Akeno, Natsu menepuk kepala putri-nya

"Tidak. Latihan-mu itu sangat bagus daripada kau tidak bisa mengeluarkan apimu? Itu lebih parah bukan?" tanya Natsu, Akeno menunjukan grins khas milik-nya

"Nah, kau bilang kau akan meminta bantuan dalam menyelamatkan Okaa-san, kalau kalian mau kita bisa berkeliling kota sebentar dan pergi ke guild" jawab Natsu

"Kalau jalan-jalan ke bukit aku tidak mau!" jawab Yolbert cuek

"Onii-chan benci melihat villa atau pergi ke bukit" bisik Akeno, Natsu menunjukan ekpresi datar-nya

"Yosh! Ayo jalan-jalan..." teriak Natsu semangat diikuti sorakan kecil dari kedua anak-nya.

Sementara itu jauh dari kota Magonilia seorang perempuan berambut perak memainkan sebuah kunci emas dengan lambang dua makluk kembar

"Tidak kusangka mereka percaya akan kematian Lucy. Huh, aku akan membalas dendam kepadamu Natsu Dragneel!" seru-nya diikuti tawa yang menggema. Di sisi lain seorang perempuan berambut blonde yang berada dalam lingkaran sihir membuka mata coklat-nya

"Natsu..." seru-nya lemah.

"Otou-san.. kita mau kemana?" tanya Akeno ketika Natsu membawa-nya ke sebuah taman kota yang kusam

"Ikut saja" jawab Natsu, Yolbert merasa mereka diikuti seseorang. Ia menggenggam erat 1 kunci emas milik-nya

'Ini pasti suruhan-nya' Yolbert berbicara dalam hati-nya

"Kita sudah sampai" teriak Natsu

"Tempat apa ini?" tanya Akeno saat melihat ayunan yang rusak, bangku taman berwarna biru tua yang sudah rusuh

"Ini tempat Otou-san melamar Okaa-san ka_ Yolbert apa yang kau liat?" tanya Natsu saat melihat Yolbert bagaikan seekor kucing yang mengendap-edap (?)

"Ssstt" seru Yolbert, ia melangkah pelan dan menyerang tiba-tiba

"Aaaaaa" suara perempuan terdengar

"Kau pasti mengincar kami bukan?! Jangan bergerak atau belati ini bersarang di jantungmu" ancam Yolbert, ia manaruh belati-nya tepat di dada perempuan tersebut

"Otou-san mundur" seru Akeno menarik baju ayah-nya, Natsu menjadi kebingungan

"Dasar anak sialan! Lepaskan aku kalau kau masih ingin bertemu Okaa-sanmu" jawab wanita berambut merah darah tersebut

"Hmph, kau bercanda? Aku sudah tau bahwa kau kan yang memalsukan kematian Okaa-san ku? Aku sudah tau dari Obaa-chan" Yolbert menatap tajam perempuan tersebut

"Memalsukan? Lucy? Kematian? Apa maksud-nya?" Natsu merasa kepala-nya berputar

"Hahahaha" orang tersebut tertawa puas

"Iya Natsu Dragneel! Kami menangkap istrimu! Ia belum mati atau tepat-nya belum ingin mati" sambung-nya dengan nada mengejek. Mendengar itu Natsu mengepalkan tangan-nya

"Siapa kau sialan?!" teriak Natsu, wanita itu tersenyum

"Aku Will. Dan istrimu itu hanya kami tahan karena kau membunuh seseorang yang hanya ingin bercanda denganmu" jawab wanita bernama Will tersebut

"Apa maksudmu? Aku melihat sendiri bahwa Sting keparat itu membunuh Lucy dengan membenturkan kepal_"

"Tidak kah kau berpikir kenapa Gemini menghilang?" tanya Will sarkastik.

"Gemini? Haahh.. Mayat itu Gemini?" tanya Yolbert. Ia berteriak dalam keheningan, menyesali kebodohan-nya mengapa ikut dengan nenek tua itu.

"Sialan!" srat... Yolbert menggores belati-nya di dagu wanita tersebut, perempuan tersebut malah tertawa

"Ma, ma kami ingin kau masuk dalam permainan kami" jawab-nya

"Otou-sana jangan!" tegas Akeno

"Kalau kau menang.. kami akan membalikan Lucy dan tidak akan menggangu keluargamu! Tapi kalau kau kalah_" Will menggantung kalimat-nya

"Kami akan menghabisimu dan keluargamu" sambung-nya. Cukup lama setelah itu Natsu tertawa

"Hahaha.. bagaimana aku tau bahwa kau bukan penipu? Hahaha" tawa Natsu

"Cih lepaskan aku biar aku menunjukan-nya kepadamu" jawab Will, Natsu terdiam

"Otou-san..." Yolbert besuara, mata coklat milik-nya menatap tajam mata Natsu seolah berkata 'jangan dilepaskan!' sambil menempatkan belati-nya didepan jantung Will lagi

"Lepaskan dia. Biar kita lihat. Lagipula ia tidak bisa lari" jawab Natsu yakin, Yolbert menurut dan melepaskan pelukan maut-nya walaupun ia tidak rela

"Kristal no mahou" Will mengeluakan jurus-nya dan sebuah lacrima kecil terpampang. Didalam tersebut terdapat wanita berambut kuning dan mata coklat yang terantai kuat

"Hai Natsu-san" jawab seseorang di balik bayangan hitam disamping-nya dua makluk kembar yang pasti adalah Gemini berubah menjadi Lucy

"Natsu-kun.. Natsu-kun aku sudah bangkit hahahaha" tawa mereka, ingin rasa-nya Natsu menampar makluk tersebut namun ia mengerti bahwa bintang menurut pada tuan-nya baik tuan-nya jahat atau baik.

"Kalau kau ingin menemui istrimu, datang lah ke sebuah pulau yang jauh dari Magnolia, pelayanku Will akan menuntunmu. Datang lah sendiri dan jangan sekali-sekali membawa nakamamu atau kedua anak-mu atau_" sosok itu menggantung kalimat-nya

"Atau kau akan melihat mayat asli istrimu! Hahaha" tawa-nya menggema

"Si-sialan" Natsu meremas kuat tangan-nya membiarkan segitiga muncul di kening-nya, ia menggertakan gigi-nya

"Na-natsu.." sosok yang dirantai tersebut menyela

"Luce..." Natsu mengusap lacrima tersebut

"Da-daijobou.. ja-jangan ke-kemari Nat-natsu to-tolak sa-saja uhuk" wanita yang bernama Lucy tersebut memuntahkan darah dari mulut-nya

"Lucy! Aku akan menyelamatkanmu! Matte kudasai! Lucy" jawab Natsu tegas

"Jadi bagaimana Dragon Slayer? Kau terima permainan kami?" tanya sosok tersebut

"Aku terima! Tapi aku ingin bukti kau menepati janjimu" seru Natsu

"Baik aku akan membuat surat perjanjian sihir, kau bisa mengambil-nya besok di tempat ini, pada waktu yang sama." Balas-nya, Natsu mengangguk

"Baiklah. Aku tunggu. Kalau kau penasaran siapa aku dan kenapa aku menangkap Lucy akan aku bilang saat kau berhasil menemuiku" balas-nya dan lacrima tersebut pecah

"Otou-san.. kau serius?" tanya Yolbert

"Tenang Yolbert dan kau" jawab Natsu sambil menunjuk Will

"Pergi dari hadapan-ku dan temui aku besok disini" jawab Natsu setelah itu wanita tersebut menghilang dibawa angin

"Otou-san.." balas Akeno

"Tenang. Aku pasti pulang dan membawa Okaa-sanmu kembali. Pegang janjiku" balas Natsu menggoreskan tangan-nya dengan ranting tajam sehingga mengeluarkan darah. Akeno melakukan hal yang sama dan menempelkan tangan-nya, menggengam tangan ayah-nya dan menyatukan darah mereka

"Aku pegang janji Otou-san" seru-nya. Yolbert terdiam, memandang darah yang mengucur dari tangan ayah-nya dan adik kecil-nya. Otak-nya berputar cepat dan tak lama setelah itu ia menunjukan senyum-nya.

'Tinggal disini? Jangan harap' Yolbert menyeringai dan meninggalkan ayah-nya dan adik-nya.

Akhirnya... Oke deh. Ini lanjutannya.

Balas review dulu ya..

Malam itu baik Igneel maupun Grandine larut dalam kegembiraan, Natsu menceritakan semua-nya kepada orang tua-nya dan tentu saja Yolbert dan Akeno akan tinggal didalam rumah sederhana tersebut

"Astaga.. Yolbert kau mirip sekali dengan Otou-sanmu" kata Grandine mengacak-acak rambut salmon milik Yolbert, Yolbert menunjukan grins khas-nya

"Dan juga Akeno mirip dengan Lucy. Memang anak-anak yang tampan dan cantik" sambung Igneel, Akeno tersenyum

'Akhirnya aku menemukan Otou-san, Obaaa-san dan Opaa-san' kata Akeno dalam hati-nya. Malam itu semua keluarga Igneel larut dalam kebahagian penuh.

Jam masih menunjukan pukul 4 pagi. Natsu terbangun karena kebisingan dari arah luar ruma-nya, ia membuka tirai kamar-nya dan melihat Yolbert dan Akeno yang berlatih diluar

"Onii-chan aku tidak bisa. Aku memang Dragon Slayer yang parah" keluh Akeno saat ia mencoba membakar tumpukan kayu bakar

"Kau pasti bisa. Lihat baik-baik" jawab Yolbert, ia mengarah lurus ke tumpukan kayu bakar tersebut, Yolbert menarik nafas

"Karyuu no Tekken" semburan api keluar dari mulut Yolbert dan membakar habis kayu tersebut. Akeno bertepuk tangan senang

"Sugoii... Aku mau, aku mau" Akeno mencoba mengeluarkan api-nya

"Karyuu no Tekken" api kecil keluar dari mulut Akeno, Yolbert membuka mulut-nya lebar setelah itu ia tertawa terbahak-bahak

"HUAHAHAHAHA" tawa Yolbert menggema sedangkan Akeno menutup wajah-nya dan mengangis

"Hebat sekali Akeno-chan" sahut seeoraang dibelakang Akeno

"O-otou-san?" Akeno gelabakan

"Kerja bagus kalian berdua" sahut Natsu

"Tapi aku gagal!" jawab Akeno, Natsu menepuk kepala putri-nya

"Tidak. Latihan-mu itu sangat bagus daripada kau tidak bisa mengeluarkan apimu? Itu lebih parah bukan?" tanya Natsu, Akeno menunjukan grins khas milik-nya

"Nah, kau bilang kau akan meminta bantuan dalam menyelamatkan Okaa-san, kalau kalian mau kita bisa berkeliling kota sebentar dan pergi ke guild" jawab Natsu

"Kalau jalan-jalan ke bukit aku tidak mau!" jawab Yolbert cuek

"Onii-chan benci melihat villa atau pergi ke bukit" bisik Akeno, Natsu menunjukan ekpresi datar-nya

"Yosh! Ayo jalan-jalan..." teriak Natsu semangat diikuti sorakan kecil dari kedua anak-nya.

Sementara itu jauh dari kota Magonilia seorang perempuan berambut perak memainkan sebuah kunci emas dengan lambang dua makluk kembar

"Tidak kusangka mereka percaya akan kematian Lucy. Huh, aku akan membalas dendam kepadamu Natsu Dragneel!" seru-nya diikuti tawa yang menggema. Di sisi lain seorang perempuan berambut blonde yang berada dalam lingkaran sihir membuka mata coklat-nya

"Natsu..." seru-nya lemah.

"Otou-san.. kita mau kemana?" tanya Akeno ketika Natsu membawa-nya ke sebuah taman kota yang kusam

"Ikut saja" jawab Natsu, Yolbert merasa mereka diikuti seseorang. Ia menggenggam erat 1 kunci emas milik-nya

'Ini pasti suruhan-nya' Yolbert berbicara dalam hati-nya

"Kita sudah sampai" teriak Natsu

"Tempat apa ini?" tanya Akeno saat melihat ayunan yang rusak, bangku taman berwarna biru tua yang sudah rusuh

"Ini tempat Otou-san melamar Okaa-san ka_ Yolbert apa yang kau liat?" tanya Natsu saat melihat Yolbert bagaikan seekor kucing yang mengendap-edap (?)

"Ssstt" seru Yolbert, ia melangkah pelan dan menyerang tiba-tiba

"Aaaaaa" suara perempuan terdengar

"Kau pasti mengincar kami bukan?! Jangan bergerak atau belati ini bersarang di jantungmu" ancam Yolbert, ia manaruh belati-nya tepat di dada perempuan tersebut

"Otou-san mundur" seru Akeno menarik baju ayah-nya, Natsu menjadi kebingungan

"Dasar anak sialan! Lepaskan aku kalau kau masih ingin bertemu Okaa-sanmu" jawab wanita berambut merah darah tersebut

"Hmph, kau bercanda? Aku sudah tau bahwa kau kan yang memalsukan kematian Okaa-san ku? Aku sudah tau dari Obaa-chan" Yolbert menatap tajam perempuan tersebut

"Memalsukan? Lucy? Kematian? Apa maksud-nya?" Natsu merasa kepala-nya berputar

"Hahahaha" orang tersebut tertawa puas

"Iya Natsu Dragneel! Kami menangkap istrimu! Ia belum mati atau tepat-nya belum ingin mati" sambung-nya dengan nada mengejek. Mendengar itu Natsu mengepalkan tangan-nya

"Siapa kau sialan?!" teriak Natsu, wanita itu tersenyum

"Aku Will. Dan istrimu itu hanya kami tahan karena kau membunuh seseorang yang hanya ingin bercanda denganmu" jawab wanita bernama Will tersebut

"Apa maksudmu? Aku melihat sendiri bahwa Sting keparat itu membunuh Lucy dengan membenturkan kepal_"

"Tidak kah kau berpikir kenapa Gemini menghilang?" tanya Will sarkastik.

"Gemini? Haahh.. Mayat itu Gemini?" tanya Yolbert. Ia berteriak dalam keheningan, menyesali kebodohan-nya mengapa ikut dengan nenek tua itu.

"Sialan!" srat... Yolbert menggores belati-nya di dagu wanita tersebut, perempuan tersebut malah tertawa

"Ma, ma kami ingin kau masuk dalam permainan kami" jawab-nya

"Otou-sana jangan!" tegas Akeno

"Kalau kau menang.. kami akan membalikan Lucy dan tidak akan menggangu keluargamu! Tapi kalau kau kalah_" Will menggantung kalimat-nya

"Kami akan menghabisimu dan keluargamu" sambung-nya. Cukup lama setelah itu Natsu tertawa

"Hahaha.. bagaimana aku tau bahwa kau bukan penipu? Hahaha" tawa Natsu

"Cih lepaskan aku biar aku menunjukan-nya kepadamu" jawab Will, Natsu terdiam

"Otou-san..." Yolbert besuara, mata coklat milik-nya menatap tajam mata Natsu seolah berkata 'jangan dilepaskan!' sambil menempatkan belati-nya didepan jantung Will lagi

"Lepaskan dia. Biar kita lihat. Lagipula ia tidak bisa lari" jawab Natsu yakin, Yolbert menurut dan melepaskan pelukan maut-nya walaupun ia tidak rela

"Kristal no mahou" Will mengeluakan jurus-nya dan sebuah lacrima kecil terpampang. Didalam tersebut terdapat wanita berambut kuning dan mata coklat yang terantai kuat

"Hai Natsu-san" jawab seseorang di balik bayangan hitam disamping-nya dua makluk kembar yang pasti adalah Gemini berubah menjadi Lucy

"Natsu-kun.. Natsu-kun aku sudah bangkit hahahaha" tawa mereka, ingin rasa-nya Natsu menampar makluk tersebut namun ia mengerti bahwa bintang menurut pada tuan-nya baik tuan-nya jahat atau baik.

"Kalau kau ingin menemui istrimu, datang lah ke sebuah pulau yang jauh dari Magnolia, pelayanku Will akan menuntunmu. Datang lah sendiri dan jangan sekali-sekali membawa nakamamu atau kedua anak-mu atau_" sosok itu menggantung kalimat-nya

"Atau kau akan melihat mayat asli istrimu! Hahaha" tawa-nya menggema

"Si-sialan" Natsu meremas kuat tangan-nya membiarkan segitiga muncul di kening-nya, ia menggertakan gigi-nya

"Na-natsu.." sosok yang dirantai tersebut menyela

"Luce..." Natsu mengusap lacrima tersebut

"Da-daijobou.. ja-jangan ke-kemari Nat-natsu to-tolak sa-saja uhuk" wanita yang bernama Lucy tersebut memuntahkan darah dari mulut-nya

"Lucy! Aku akan menyelamatkanmu! Matte kudasai! Lucy" jawab Natsu tegas

"Jadi bagaimana Dragon Slayer? Kau terima permainan kami?" tanya sosok tersebut

"Aku terima! Tapi aku ingin bukti kau menepati janjimu" seru Natsu

"Baik aku akan membuat surat perjanjian sihir, kau bisa mengambil-nya besok di tempat ini, pada waktu yang sama." Balas-nya, Natsu mengangguk

"Baiklah. Aku tunggu. Kalau kau penasaran siapa aku dan kenapa aku menangkap Lucy akan aku bilang saat kau berhasil menemuiku" balas-nya dan lacrima tersebut pecah

"Otou-san.. kau serius?" tanya Yolbert

"Tenang Yolbert dan kau" jawab Natsu sambil menunjuk Will

"Pergi dari hadapan-ku dan temui aku besok disini" jawab Natsu setelah itu wanita tersebut menghilang dibawa angin

"Otou-san.." balas Akeno

"Tenang. Aku pasti pulang dan membawa Okaa-sanmu kembali. Pegang janjiku" balas Natsu menggoreskan tangan-nya dengan ranting tajam sehingga mengeluarkan darah. Akeno melakukan hal yang sama dan menempelkan tangan-nya, menggengam tangan ayah-nya dan menyatukan darah mereka

"Aku pegang janji Otou-san" seru-nya. Yolbert terdiam, memandang darah yang mengucur dari tangan ayah-nya dan adik kecil-nya. Otak-nya berputar cepat dan tak lama setelah itu ia menunjukan senyum-nya.

'Tinggal disini? Jangan harap' Yolbert menyeringai dan meninggalkan ayah-nya dan adik-nya.

Oke, Ini lanjutannya. Sebenernya Aya pengen balas review.. Tapi karena Aya sekarang lagi kena penyakit malas *tawa setan* *digebukin readers* Aya jadi malas balas, x_x

Thanks buat supportnya selama ini. Oke. Ini lanjutannya, semoga suka *bows*