WARNING : Typo(s), Alur dipercepat, Little bit ooc dan mungkin gaje
Dont like! Dont read!
Hei! I've warned you, why you still read huh :p
.
.
.
I dont own anything. All characters (except characters that made by myself) are belongs to Hiro Mashima-sensei. But this fiction is mine.
Chapter 3
"Natsu-nii-chan, kau dari mana saja?" tanya Wendy saat melihat Natsu berserta Yolbert dan Akeno kembali kerumah
"Kami hanya jalan-jalan sebentar, siap berangkat ke guild Wendy?" tanya Natsu, Wendy mengangguk.
Sepanjang perjalanan, Yolbert lebih cenderung tidak berbicara, Wendy dan Carla kembali pulang kerumah karena tertinggal sesuatu. Saat Wendy dan Carla pergi, Yolbert mencoba berbicara.
"Otou-san, aku dan Akeno ingin berkeliling sebentar. Apa boleh?" tanya Yolbert, namun jari-nya mencubit lengan Akeno, Akeno menoleh marah kepada kakak-nya. Yolbert membalas tajam, mengerti situasi Akeno kemudian mengangguk
"Boleh ya.. Otou-san please~" Akeno mengeluarkan puppy eyes milik-nya, Natsu tersenyum
"Hai! Bersenang-senang lah. Happy akan mengawasi kalian, Sebelum siang datang ke guild oke?" Yolbert mengangguk kemudian menggendong adiknya dan melesat pergi dari sana, diikuti Happy yang terbang
Baru setengah jalan menuju Fairy Tail, Natsu sudah dicegat oleh Lisanna
"Natsu" Lisanna berlari menubruk Natsu
"Ada apa?" tanya Natsu
"Erza minta tolong supaya kau mengambil kue di toko kue. Dia minta tolong sekali, ini uang-nya" jawab Lisanna
"Kenapa tidak kau saja yang pergi?" balas Natsu
"Ayolah Natsu.. aku mau menjalankan misi. Aku terburu-buru, ya sudah aku pergi dulu ya.. Jaa" jawab Lisanna dan pergi secepatnya dari hadapan Natsu
"Hei! Lisanna..." percuma, teriakan Natsu hanya dibalas kesunyian
"Hmph, kalau begini terpaksa aku harus pergi ke kota! Merepotkan" Natsu memutar balik langkah-nya menuju alamat yang diberi oleh Lisanna.
Beberapa jam setelah mencari kue pesanan Erza, Natsu kembali ke guild. Setelah menyerahkan diam-diam kue tersebut ke Mirajane, Natsu berbalik dan_
"Otou-san... aw_"
"Karyuu no Hokou!" api menyembur tepat di hadapan Natsu, Akeno menepuk kening-nya menyadari kebodohan kakak-nya yang nyaris membunuh ayah-nya
"Hah, lumayan. Ice Maker : LANCE!" Yura membalas dengan es-nya namun di cairkan oleh Yolbert
"Ternyata aku salah, kupikir perempuan itu 'LEMAH!' ternyata tidak" jawab Yolbert sambil menangkis dan mengeluarkan api-nya
"Apa katamu?! Awas kau!" balas Yura
"Mou~ si baka itu membuat keonaran lagi" Akeno mendengus pelan
"Gomennasai Natsu.. kalau Yura tidak menyerang Yolbert duluan pasti mereka tidak begini" Juvia memegang pipi kanan-nya, wajah-nya menunjukan rasa malu yang sangat besar
"Shinpai shinaide. Seharus-nya Yolbert tidak membalas. Ia kan laki-laki" jawab Natsu saat melihat Yolbert meloncat ke atap dan turun membakar es perlindungan Yura
"Ini bisa menghancurkan guild tau!" balas Jellal
"Natsu! Mana kue yang ku pesan?" tanya Erza
"Ku serahkan pada Mira, ini perayaan untuk ulang tahun Yura bukan?" tanya Natsu setengah berbisik
"Iya.. kami buat Yolbert supaya membuat-nya sibuk. Kalau sudah bertarung Yura tidak akan memperhatikan apapun di sekitar-nya" balas Erza
Hening sebentar. Natsu menggaruk-garuk pipinya, merasa ada yang janggal Erza langsung membuka pembicaraan
"Ada apa Natsu?" Erza mengangkat sebelah alisnya
"Ehem. Erza, aku harus pergi dalam beberapa minggu" Natsu langsung mengalihkan pandangannya karena pasti.. Cepat aau lambat ia harus mengatakan ini
"Untuk apa?"
"Aku ingin pergi saja"
"Kemana?"
"Ke suatu tempat"
"Ya tapi dimana?"
"Bisa jangan menanyakan ini?" Natsu merasa kesal merasa Erza yang meintrogasinya terus-menerus. Erza terdiam sebentar setelah itu ia menghela nafas dan mengangguk
"Baik. Tapi usahakan jangan terlalu lama, kau tau kami tidak mungkin mengurusi kedua anakmu selama 24 jam penuh"
"Aku tau, aku tau" Natsu mengangguk, kepalanya menoleh ke arah Yolbert yang beradu kepala dengan Yura sementara Akeno menarik-narik baju kakaknya paksa. Selama beberapa menit setelah itu, Mirajane keluar membawa kue ulang tahun dan kepada Yura sementara yang lain langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun, Yura meniup lilin itu lalu mencium pipi ayah dan ibunya. Dari jauh Natsu tersenyum melihat keluarga kecil yang bahagia tersebut
"Nee Tou-san" Merasa dipanggil Natsu menoleh dan melihat Yolbert berdiri di sampingnya, matanya terpejam, tangannya berada di kedua saku celananya
"Nani Yolbert?"
"Ulang tahunku 2 minggu lagi.. Pastikan Kaasan ada disana" selesai mengatakan hal itu, Yolbert berbalik meninggalkan Natsu. Natsu masih belum bisa mengenal denga baik kepribadian Yolbert, bila dirumah sikap Yolbert adalah anak yang periang, suka mencari ribut, nakal dan agak ceroboh. Namun saat keluar rumah ia menjadi sosok yang pendiam, tidak suka melakukan hal-hal yang bodoh menurutnya, lebih suka memperhatikan dan dingin
"Hihi. Kata Baasan, Onii-chan itu punya 2 kepribadian Otou-san. Jadi tidak usah dipikirkan"
"Eh..." Natsu yang baru menyadari Akeno yang sudah ada si sampingnnya sambil tersenyum sempat terkejut
"Akeno! Jangan datang tiba-tiba" Natsu mengusap dadanya sebentar, mungkin ia bisa kena serangan jantung
"Eh?! Siapa yang datang tiba-tiba, disini kan ramai. Aku sudah memanggil Otou-san tapi Otou-san terus melihat kearah Onii-chan ppftt" Akeno mencibir, persis dengan Lucy kalau sudah ngambek. Natsu menggerlingkan matanya
"Lagipula.. Kenapa kau tau apa yang dipikirkan Otou-san?" Natsu kembali menatap putrinya
"Hanya menebak, soalnya semua yang ada dirumah juga bertanya hal yang sama padaku" Akeno tersenyum manis. Merasa tidak ada lagi yang ingin dibicarakan Akeno langsung membalik badan-nya
"Sampai jumpa nanti lagi Otou-san... Pastikan Okaa-samaku masih cantik sepertiku setelah pulang" Akeno mengedipkan matanya lalu pergi bergabung di pesta ulang tahun Yura. Natsu kembali tersenyum dan pulang kerumah untuk mempersiapkan semuanya
.
.
.
Keesokan harinya sekitar jam 4 subuh, Natsu terbangun dan membawa semua peralatannya. Natsu melipat surat berwarna ungu disamping mejanya dan keluar lewat jendela, Natsu berlari menuju bukit tersebut setelah sampai yang dilakukan Natsu hanya menunggu
"Ara.. Natsu-san? Apa yang kau lakukan disini?"
Natsu berbalik namun seketika ia terkejut
"Ka-kau... Ap-apa yang ka-kau lakukan disini?!"
Natsu mengingat kata-kata kemaren
"Datang lah sendiri dan jangan sekali-sekali membawa nakamamu atau kedua anak-mu atau... Kau akan melihat mayat asli istrimu! Hahaha"
"Kenapa terkejut Natsu-san?" sosok itu tersenyum kearah Natsu. Namun ditangannya membawa sebuah pisau. Natsu meneguk air liurnya
'Apa yang harus aku lakukan?' batin Natsu
Gomen kalau Aya potong sampai disini. Sekarang Aya mau menjelaskan/membalas dan menanyakan pada readers sekalian.
.
.
Kazuka Luna Dragneel : Arigatou sudah mereview, sebenarnya aku juga bingung dengan fanfic ini *dilempar botol* tapi fanfic ini memang lanjut. Maaf karena lama, berhubung aku ada ulangan dan tahun ini ujian... Jadi fanfic ini ditunda. Seakli lagi. Arigatou gozaimasu~.
Nnatsuki : Arigatou, sumimasen bila membuatmu tidak mengerti jalur ceritanya, dan aku sama sekali tidak menganggapmu mengguruiku. Terimakasih sarannya. Untuk selanjutnya aku harap ada lagi nasihat dan pesan supaya aku bisa membuat cerita yang lebih baik. Arigatou Natsuki-san. *bows*
Kita Imaidegawa : Bukan sebulan lagi... Lebih dari setaon X'D maaf... Karena saya ulangan jadi saya fokus belajar *bangga* *dibunuh* Iya, maaf karena aku mengetiknya terlalu terburu-buru. Maklum waktu itu waktu belajar. Takut ketahuan makanya ngetik asal. Soalnya ide ini terbawa dalam mimpi. Jadi mumpung masih ada mimpinya kenapa ga ditumpahin ke komputer (lu kita aer) huahahaha. XD
Himiki-chan : Arigatou Himiki-san. Sumimasen atas terlambatnya chapter selanjutnya. Aya akan membayarnya dengan update setiap minggu. :)
nshawol566 : Caranya tuh... Di chapter 2. Sorry kalau rada-rada aneh, absurd, sinting, dan saraf. Terima kasih sudah bilang cerita ini menarik :)
yodontknow : Arigatou. Ini sudah lanjut. Sumimasen atas keterlambatannya, kuharap Yo-san mau mengerti *bows*
pidachan99 : Aha. Yoroshiku onegaishimasu Pida-san *bows*. Bukan, bukan... Aya akan bilang mengapa Auqarius menjadi sopan sama Yolbert. Tenang, tentang Aqurius dan kunci-kunci Lucy akan Aya bilang saat Lucy sudah ditemukan dan selamat. *smile* Lanjutt? Ini udah. Sumimasen kalau lama sekali, berhubung sibuk belajar *plakk* soal ending itu ditentukan semua pembaca. Jadi Aya cuman ngikut kalian aja *senyum setan*.Arigatou gozaimasu~
Roti bolu : Ada, ini lanjutannya, sama chapter sebelumnya. Sumimasen bila sangat telat. Maklum orang sibuk *ditendang*.
azalya dragneel : Hai! Hai! Aya ga bakal donk biarin Natsu meninggal tanpa istri T_T sadis amat, tapi kalau kebanyakan readers minta begitu bakal Aya tulis huahaha *tawa satan sitri Mirajane* *dibacok*. Un! Yoroshiku nee Azalya-san. Arigatou atas reviewnya.
wirna : Asapnya habis. Yang ada kura-kura *innocent smile*/ngekk. | Arigatou sudah bilang fanfic Aya bagus. Keep reading nee *maksa* *seketika Aya dibuang ke lautan terdalam*
Koaru Dragneel : Ini kelanjutannya, sorry kalau lama. Aya ga yakin Koaru-san akan menunggu dengan senang hati lagi *pundung dipojokan sama Happy* (?) soalnya udah lama, gaje, absurd ga nyambung lagi *teringus* /lah... | Arigatou reviewnya Koaru-san :)
.
.
Pertanyaan Aya ada beberapa. Demi kelangsungan hidup cerita ini (?) Aya butuh ide dan jawaban para readers tercintah Aya *cium readers satu-satu* *digebukin*
1.- Happy ending or not? Berikan alasan ya.. Kalau perlu ide juga boleh ^^/plakk
2.- Tentang orang yang nangkap Lucy... Aya bakal bikin teka-teki. Okelah, dia perempuan emang, dia kenal dengan Lucy, rambutnya pendek dan mempunyai kekuatan yang hampir mirip dengan kekuatan Lucy. Ia dibantu orang yang pernah nyaris ngebunuh Lucy pas DaiMatou Enbu.
.
.
Udah itu aja, Aya harap suka. Jawaban masukin di kotak review ya... Aya pikir cerita ini akan berakhir di chapter 8 atau 5. Karena kalau mood lagi bagus, Aya bakal bikin flashback dan jelasin stau-satu.
One again...
Mind to review (again)?~
