It's All Because Moonkyu
.
2 mouth later..
Kyungsoo masih saja semangat berlatih dance bersama Jongin hingga detik ini. Ia berusaha keras dan berharap Jongin akan memuji kemampuan dancenya. Tapi sepertinya harapan itu belum terwujut hingga sekarang. Bukannya pujian yang dia dapat, malah bentakan keras dan melengking yang dia dapatkan.
"Jangan terlalu tegang begitu." Jongin membenarkan sikap tangan Kyungsoo yang masih saja salah.
"Bagaimana aku tidak tegang kalau kau menatapku seperti itu!" oh rupanya penyebab ketegangan Kyungsoo adalah tatapan Jongin yang seperti harimau saat mengintai mangsanya
"Memangnya kenapa? Ini sengaja agar kau terbiasa dengan suasana tegang seperti ini."
"Tapi tidak setajam itu juga! Kau membuatku merinding!"
"Jangan banyak mengeluh!" Kyungsoo hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat permintaannya tak dituruti.
"Hei Jongin. Waktu itu kenapa kau menangis?" Tanya Kyungsoo tanpa menghentikan gerakannya.
"Tidak apa-apa." Jawab Jongin dengan nada yang sedikit bergetar.
"Benarkah? Lalu kenapa kau menyuruhku untuk tidak menyanyikan lagu itu lagi?"
"Fokuslah pada gerakanmu! Jangan banyak bertanya!"
"Aku hanya bertanya karna aku penasaran. Kenapa kau terlihat sangat sedih saat itu?" Kyungsoo tak menyadari bahwa tangan Jongin telah mengepal kuat sekarang.
"Kau ini cerewet sekali! berlatihlah sendiri!"
Blam..
Kyungsoo tersentak kaget saat mendengat bunyi pintu yang ditutup dengan kasar. Ia bingung kenapa Jongin marah lagi sekarang.
.
Sepeninggalan Jongin, Kyungsoo hanya duduk-duduk sendiri didalam ruangan latihan sambil menatap tembok bergambar awan. Ia tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Ia berfikir bahwa dia telah melakukan hal yang salah, tapi dia tidak tau apa.
"Hah... kenapa aku selalu melakukan kesalah yang tidak aku mengerti?"
"Kyungsoo apa kau sudah selesai latihan?" Kyungsoo melirik kearah pintu masuk. Disana Jino sedang menatapnya heran.
"Ne. tadi Jongin langsung meninggalkanku tanpa alasan." Jino berjalan mendekati Kyungsoo. namja manis itu mendudukkan dirinya disebelah Kyungsoo.
"Ada apa? Sepertinya kau punya masalah."
"Tidak apa-apa. Hanya masalah kecil."
"Tapi tetap saja itu masalah. Ayo ceritakan padaku!" Jino menarik bahu Kyungsoo hingga mereka berdua saling berhadapan.
"Kau tahu lagu Missing You milik Fly to the Sky?" Jino mengangguk sebagai balasan.
"Kau suka menyanyikannya?" Jino tampak berfikir sebentar sebelum akhirnya menjawab.
"Aku suka lagunya, tapi aku jarang menyanyikannya. Kalau aku menyanyikannya dirumah, aku akan mengganggu kakakku. Dan aku tidak mungkin menyanyikannya saat pelatihan."
"Kenapa?" tanya Kyungsoo dengan tatapan penuh tanyanya.
"Karena Jongin tidak suka itu." jawab Jino singkat yang tidak dimengerti oleh Kyungsoo.
"Eoh?"
"Jongin tidak suka ada orang yang menyanyikan lagu itu didepannya. Karena lagu itu membuatnya mengingat masa-masanya saat bersama 'dia'."
"'Dia' siapa?" tanya Kyungsoo lagi.
"Taemin. Magnaenya Shinee." Kyungsoo membulatkan matanya setelah mendengar penuturan Jino.
"Memang ada hubungan apa Jongin dengan Taemin?"
"Ah.. kau belum tahu ya? berita ini sempat jadi perbincangan panas 2 tahun yang lalu!"
"Mana aku tahu. Aku belum trainee disini."
"Ah! Iya juga. Jadi begini, Jongin, Taemin, Moonkyu, dan Sehun adalah teman baik di SMA. Mereka selalu berangkat latihan bersama. Sampai akhirnya Sehun bertemu dengan Luhan lalu mereka berdua pacaran. Tinggal Jongin, Taemin, dan juga Moonkyu. Suatu saat Jongin mengungkapkan rasa sukanya pada Taemin lalu mereka berdua berpacaran. Jadi tinggal Moonkyu sendiri." Jino mengambil nafas untuk menyambung ucapannya.
"Lalu tibalah saatnya Taemin untuk debut. Taemin jadi lebih sering berkumpul dengan teman-teman barunya di Shinee. Dia juga mulai mengacuhkan Jongin dan lebih dekat dengan Minho. Lalu Jongin yang sudah merasa diacuhkan berusaha menyelidiki apa yang terjadi dan rupanya, Taemin telah berpacaran dengan Minho dibelakang Jongin. Jongin jadi pendiam setelah itu. lalu Moonkyu mulai mendekati Jongin lagi. Mereka berdua selalu menyanyikan lagu Missing you bersama-sama saat mereka hanya berdua. Menurut rumor yang beredar di kalangan trainee, Moonkyu menyanyikan lagu itu untuk Jongin yang sudah banyak berubah sejak berpisah dengan Taemin. Sedangkan Jongin menyayikannya untuk Taemin yang sudah mengecewakannya. Jongin tidak suka ada orang lain yang menyanyikan lagu itu selain Moonkyu karena menurutnya perasaan yang tersampaikan akan berbeda. Ahhh.. aku bahkan tidak mengerti dengan apa yang aku bicarakan. Kisah mereka terlalu rumit! Yang pasti Jongin tidak suka ada yang menyanyikan lagu itu didepannya. Kau sudah menger...ti? ya! kemana bocah itu?!" saat Jino selesai menceritakan kisah berjudul 'missing you' versi Jongin, ia baru sadar bahwa sekarang hanya ada dirinya di dalam ruangan itu.
.
Tap.. tap.. tap..
Kyungsoo berlari cepat menembus kegelapan malam di koridor SM Entertaiment. Ia berniat mencari Jongin yang sejak beberapa jam lalu telah menghilang dari hadapannya.
Ia sudah mencari namja berkulit tan itu keseluruh sudut gedung SM, tetapi semuanya tidak membuahkan hasil. Bahkan ia sudah mengecek taman belakang dan disana hanya ada Sehun dan Luhan yang tengah bercumbu mesra dibawah sinar bulan dan pohon maple.
Kyungsoo kembali berlari kearah ruang trainee sebelum akhirnya melihat pintu tangga dadurat yang terbuka. Ia memberanikan diri untuk menaiki tangga itu agar sampai di atap. Satu-satunya tempat yang belum pernah Kyungsoo datangi di gedung seluas gedung SM Entertaiment.
Kyungsoo mengatur nafasnya sebentar sebelum akhirnya membuka pintu atap yang terlihat usang. Saat Kyungsoo sudah keluar, ia hanya bisa melihat hamparan kota Seoul dengan lampu yang berkelap-kelip. Pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ya walaupun ini tidak seindah bintang-bintang yang sering ia lihat di Gyeonggi tapi ia tidak bisa menilai bahwa ini buruk.
Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tidak ada yang bisa ia lihat kecuali pagar pembatas, penangkal petir dan seorang namja yang tengah bersandar pada pagar pembatas sambil menyesap rokok.
Kyungsoo memberanikan dirinya mendekati namja itu. ia sedikit penasaran dengan namja dihadapannya.
Tepat saat Kyungsoo ada di depan namja itu, bulan yang tadinya tertutup awan kini kembali memancarkan cahayanya. Membuat Kyungsoo bisa melihat dengan jelas siapa namja dihadapannya itu.
"Jongin." Namja didepan Kyungsoo pun akhirnya menyadari bahwa ia tidak sendirian di atap itu. ia menoleh pada Kyungsoo yang sedang menatapnya tak percaya.
"Mau apa kau kesini?" tanya Jongin dengan menatap Kyungsoo malas.
"Apa yang kau lakukan?!" Teriak Kyungsoo sambil merebut rokok yang ada di tangan Jongin lalu menginjak rokok itu hingga padam. Jongin menatap Kyungsoo tajam.
"Harusnya aku yang bilang begitu! Kenapa kau menginjak rokokku?! Kau tidak tahu kalau harganya lumayan mahal eoh?!"
"Apa peduliku dengan harganya! Aku hanya peduli dengan kesehatanmu bodoh!"
"Sejak kapan kau perduli padaku? Kau tidak pernah peduli padaku! Buktinya kau tidak pernah bisa melakukan dance yang kuajarkan dengan baik. Bukankah itu berarti kau menginginkan aku dikeluarkan dari SM?! Apa itu yang kau bilang Perduli?!" Jongin menekankan kata Perduli di akhir dan itu cukup membuat Kyungsoo tersentak.
"Aku sudah melakukan yang terbaik! Kau saja yang tidak pernah memperhatikannya dengan baik! Yang kau bisa hanya berteriak dan memarahiku!"
"AKU MELAKUKAN ITU AGAR KAU BISA MENGERTI ! TAK TAHUKAH AKU SEDANG BERHARAP BESAR PADAMU! JANGAN KAU PIKIR AKU MELAKUKAN INI UNTUKMU HINGGA KAU BISA BERSANTAI-SANTAI! AKU MELAKUKAN INI UNTUK MEMPERTAHANKAN DIRIKU DI SINI! Dan semua itu sia-sia karna ada tikus kecil sepertimu disini. kau menghambatku." Tanpa Jongin sadari, Kyungsoo tengah berusaha menahan tangisnya. Namja itu tidak mungkin mengumbar kelemahannya pada Jongin.
"Jadi kau tidak pernah berfikir melakukan ini untukku?"
"Tentu saja! untuk apa aku melakukan hal yang jelas tidak ada hasilnya."
Hening...
Keduanya tenga sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Baiklah kalau itu yang kau mau. Kau tidak perlu mengurusiku lagi. Jangan perdulikan aku. Aku akan berusaha sendiri." Kyungsoo pergi peninggalkan Jongin dengan air mata yang sudah tumpah.
Jongin hanya diam memandang punggung kecil Kyungsoo yang semakin jauh.
"Wah ditinggal ya..." pandangan Jongin kini teralih pada seorang namja bertubuh tinggi.
"Sejak kapan kau ada disini Yifan hyung?" tanya Jongin pada namja tinggi yang kini telah turun dari atap yang dipijak Jongin.
"Jauh sebelum kau datang kesini dan menghisap benda laknat yang disebut rokok itu." jawab Yifan dengan senyumannya.
Jongin memilih untuk tidak menjawab. Ia memilih untuk mengambil sebatang rokok lagi.
"Kau masih tetap ingin menghisap benda itu setelah namja manis itu melarangmu?"
"Dia bukan siapa-siapaku. Jadi untuk apa aku menuruti kata-katanya." Yifan menatap Jongin yang telah menghisap rokoknya dengan senyuman kasihan
"Dia hanya khawatir padamu. dia bahkan lebih peduli pada tubuhmu dari pada dirimu sendiri."
"Dia tidak pernah per..."
"Kenapa kau berfikir seperti itu? kau bahkan belum mengenalnya. Bahkan aku tidak yakin kau tahu namanya. Hah... aku sedikit kasihan pada namja manis itu karna harus berhubungan denganmu. Kau tidak tahukan kalau dia selalu keluar malam untuk latihan. Dia bekerja keras bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untukmu. Dia tidak ingin kau keluar dari M karna dirinya. Tapi kalau kau keluar dari M dengan alasan lain, dia akan sangat senang."
Jongin menatap Yifan heran.
"Dari mana kau tahu semua itu hyung?" tanya Jongin dengan tatapan mengintimidasi.
"err... sebenarnya aku sempat membaca buku hariannya." Jawab Yifan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal hanya merinding.
"Kau membaca privasi orang hyung."
"Biar saja yang penting dia tidak tahu. Kekekeke..." Yifan tertawa penuh kemenangan. Saking sibuknya tertawa, ia tidak menyadari bahwa Jongin sudah berjalan menuju pintu masuk.
"Ya! kau mau kemana?"
"Pulang."
"Hei Jongin. Aku beri tahu satu hal padamu. kau tidak bisa menyalahkan Kyungsoo sepenuhnya dengan gerakan dancenya yang tidak pernah sesuai dengan harapanmu. Sesekali instropeksilah dirimu sendiri. Yang sebenarnya salah adalah Kau. Kau tidak mengajarinya dengan sepenuh hati, kau hanya berfikir bagaimana agar Kyungsoo bisa dan kau terbebas dari ancaman dari Pelatih Kim. Itulah yang membuat Kyungsoo tidak bisa mengerti arti dari dance sebenarnya dan itulah yang terlihat kurang dari dancenya. Seperti yang kau ajarkan, Kyungsoo hanya berusaha untuk bisa melakukan semua gerakan yang kau ajarkan tapi dia tidak tahu arti yang sebenarnya. Dia tidak bisa menikmati setiap gerakannya. Kau lupa mengajarkan hal yang paling penting. Senyuman."
Jongin terdiam. Ia berusaha mencerna apa yang dikatakan Yifan padanya.
"Mana Jongin yang aku kenal dulu? Jongin yang menganggap dance sebagai teman bukan sekedar gerakan yang perlu dipecahkan." Yifan tersenyum sinis sebelum akhirnya pergi meninggalkan Jongin yang masih mematung di tempatnya.
.
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk."
Seorang namja tinggi masuk kedalam ruangan bertuliskan 'ruang CEO' itu. dia membungkuk untuk memberi hormat pada seorang namja paruh baya yang duduk didepannya.
"Ada apa Yifan?" tanya namja paruh baya itu.
"Sepertinya hubungan Jongin dengan Kyungsoo semakin buruk sajangnim." Ucap namja itu
"Hah.. begitu ya. bagaimana menurutmu Yifan? Apa yang harus aku lakukan?"
"Kenapa sajangnim bertanya pada saya? Kenapa sajangnim tidak bertanya pada..."
"Yixing? Dia bukan calon leader lagi sekarang." Yifan menatap Sooman dengan tatapan bingung.
"Kenapa?"
"Dia mengundurkan diri sebagai calon leader tadi siang. Dan satu-satunya orang yang pantas menggantikannya adalah kau."
"A-Aku? Kenapa aku? Ada Minseok hyung dan Luhan hyung."
"Mereka menolak karna ada satu dan lain hal. Mereka sepakat menunjukmu sebagai leader dari M untuk sementara. Tidak ada penolakan Wu Yifan." Yifan mengangguk kecil.
"Jadi menurutmu bagaimana penyelesaian dari masalah dua bocah itu?"
"Akan lebih baik jika kita membicarakan ini dengan member lainnya juga sajangnim. Mereka yang lebih tahu tentang masalah Jongin dan Kyungsoo." Sooman mengangguk.
"Baiklah. Besok kumpulkan seluruh member M di sini. Dan yang pasti jangan bawa Jongin dan Kyungsoo. kau boleh istirahat sekarang."
"Saya permisi sajangnim." Yifan membungkukkan badannya sebelum akhirnya keluar dari ruang Sooman sang CEO SM Entertaiment.
"Paling tidak aku harus melakukan yang terbaik untuk yang terakhir kalinya." Dan Sooman kembali melakukan pekerjaannya yang sempat tertunda. Mengepak barang-barangnya.
.
Matahari baru saja memancarkan sinarnya. Tetapi kota Seoul sudah dipenuhi oleh beribu-ribu orang yang akan melakukan aktifitas mereka hari ini.
Begitu pula Kyungsoo. namja bermata belo itu kini sudah berada di ruang latihan. Ia mencoba menggerakkan sedikit tubuhnya sebagai pemanasan.
"Kali ini aku harus bisa! Fighting!"
"Jadi kau benar-benar mau berlatih tanpaku?" Kyungsoo menoleh dan melihat Jongin yang tengah bersandar di pintu.
"Untuk apa kau kesini? Bukankah aku sudah bilang, aku bisa sendiri." Jawab Kyungsoo lalu mulai memutar music.
Jongin berdecih pelan. Ia berjalan kearah alat pemutar music lalu menghentikan musicnya.
"Apa yang..."
"Aku pelatihmu. Tidak ada pelatih yang meninggalkan muridnya berlatih sendirian." Kyungsoo sedikit tersentak saat melihat senyuman yang Jongin tunjukkan padanya. Senyuman tulus tanpa beban sama sekali.
"Sebagai pelatihmu aku yang bertugas mengatus porsi latihanmu setiap hari. Waktu kita sudah tidak banyak. Jadi tidak ada waktu untuk bersantai-santai. Pagi hari, jadwalmu adalah lari pagi agar nafas dan daya tahan tubuhmu jadi kuat. Ini penting untuk seorang lead vokal sepertimu. Siang, kita akan mulai latihan hingga sore. Malam hari, kau dilarang keluar dorm. tidak ada lagi latihan malam, tidak ada lagi keluar untuk belanja, tidak ada lagi berkencan dengan Sooman ahjusshi. Kau harus beristirahat. Arraseo?"
"Aku setuju-setuju saja tapi aku tidak kencan dengan Sooman sajangnim!"
"Terserah kau mau bilang apa. Yang pasti aku sering melihatmu berduaan dengannya. Kau ini masih muda, jangan sia-siakan waktumu untuk berkencan dengan seseorang yang sudah berumur dan sudah punya cucu."
Kyungsoo tidak menjawab. Ia masih memandang Jongin dengan tatapan malasnya.
"Em.. lebih baik kita mulai latihan kita hari ini. Tidak ada dance, tidak ada menyanyi. Bersiaplah kita akan pergi hari ini." Jongin kembali tersenyum pada Kyungsoo sebelum berjalan pergi meninggalkan ruang dance.
"Heh? Kita mau kemana?" tanya Kyungsoo sambil mengejar Jongin yang sepertinya sudah jauh.
.
"Kenapa kita kesini?" tanya Kyungsoo tanpa mengalihkan pandangannya dari tempat yang didatanginya besama Jongin.
"Memang kenapa?" Jongin tak henti-hentinya menyunggingkan senyum manis hari ini.
"Kenapa kita ke tempat bermain untuk anak kecil?" (Bukan taman bermain yang kay disneyland loh ya.)
"Memang kenapa? Aku tidak punya banyak uang untuk ke Lotte World. Kajja kita besenang-senang." Jongin mendorong punggung Kyungsoo memasuki taman bermain yang dipenuhi oleh anak kecil itu.
"Ayo kita ke sana!" Jongin menarik tangan Kyungsoo mendekati perosotan yang ukurannya lumayan besar. Mereka berdua mengantri dengan dengan anak-anak lainnya untuk memainkan perosotan itu.
"Kita naik bersama saja. kasihan anak-anak yang lain." Kyungsoo menarik tangan jongin untuk menaiki perosotan itu bersama. Merosot dengan posisi Jongin yang duduk dibelakang Kyungsoo.
"Ini menyenangkan~" seru Kyungsoo dengan senyuman yang cukup membuat Jongin 'sedikit' meleleh.
"Jongin aku main yang itu. dari kecil aku tidak pernah main itu." Ucap Kyungsoo sambil menunjuk sebuah kayu panjang. (Ngerti gak? Author gak tau namanya. tapi ini yang biasanya buat permainan keseimbangat itu loh..)
"Ne. Kajja."
Tanpa mereka sadari, dua orang namja imut tengah memandang mereka seperti seorang penguntit. Ya, mereka memang penguntit -_-
"Yeoboseo sajangnim."
"..."
"NE. sepertinya hubungan mereka mulai membaik."
"..."
"Kami mengerti." Salah seorang dari mereka menutup telfonnya.
"Jadi bagaimana Luhan hyung?"
"Kata sajangnim kita harus tetap mengikuti mereka Sehunnie." Namja bernama Luhan mengusap surai kecoklatan milik Sehun.
"Kalau begini terus kapan kita kencannya hyung?" Sehun mempoutkan bibirnya.
"Sudahlah Sehunnie. Anggap saja kita sedang kencan sekarang."
"Masa kencan menguntit orang sih hyung?"
"Bersabarlah nak."
Ok. Back to Jongsoo.
Kini Jongin dan Kyungsoo tengah menatap kesekeliling tanpa memainkan apapun. Mereka tengah mencari permainan yang bagus untuk dimaninkan.
"Kita mau main apa lagi?" tanya Jongin. Kyungsoo menggeleng pelan sebagai jawaban. Taman itu tidak terlalu besar, jadi permainan yang tersedia disana juga hanya sedikit.
Tiba-tiba pandangan Kyungsoo manuju pada satu titik. Dimana ada dua orang namja kecil tengah bermain di sebuah tikar di bawah pohon sakura.
"Kenapa kita tidak bermain bersama mereka saja?" Kyungsoo menunjuk kedua anak itu sambil menatap Jongin penuh harap.
"A-Apa? Mereka itu sedang main rumah-ru..." Ucapan Jongin terhenti saat menatap Kyungsoo yang memasang puppy eyesnya.
"Baiklah-baiklah terserah kau saja."
"YEY!"
.
"Adik manis, kalian sedang apa?" tanya Kyungsoo pada kedua namja kecil itu.
"Cudah jelas kami cedang main! Kenapa kau tanya?!" ucap salah seorang dari kedua namja itu.
"Jongie tidak boleh begitu cama noona. Noona kan tanyanya baik-baik."
"Pfft. 'Noona'." Kyungsoo mendeathglare Jongin yang tengah mencoba menahan tawa karena Kyungsoo dipanggil 'Noona'
"Tapi mereka olang acing soo."
"Tapi Soo yakin mereka baik Jongie." Anak bernama Jongie itu hanya menunduk.
"Annyeong Noona, Hyung. Hyunsoo imnida 5 tahun, ini Jongmin 4 tahun." Ucap Namja bernama Hyunsoo pada Kyungsoo dan Jongin.
"Ne. Kyungsoo imnida kalau hyung yang item itu namja Jongin." Kyungsoo merendahkan tubuhnya hingga setinggi Hyunsoo yang tengah berdiri.
"Noona mau ikut main dengan kami?" tanya Hyunsoo.
"Bolehkah?"
"Em.." Hyunsoo mengangguk pasti.
"Jongin ayo ikut main!" Kyungsoo menarik tangan Jongin untuk mendekat dan duduk di tikar yang besar yang dibawa oleh Jongmin.
"Begini saja. aku dan Jongmin adalah sepasang suami-istri yang baru menikah. Kyungsoo noona jadi ibuku. Jongin hyung... jadi anjing peliharaannya saja ne.."
"APA? KENAPA AKU JADI ANJING!" teriak Jongin yang membuat Hyunsoo jadi ketakutan.
"T-Tidak mau ya? mianhae.. Hiks.."
"YA! apa yang kau lakukan pada Soo? Jangan teliak begitu!"Teriak Jongmin yang padad Jongin.
Pletak..
Satu jitakan keras dari Kyungsoo menyapa kepala Jongin .
"Kau membuatnya menangis Pabbo! turuti saja!" Bisik Kyungsoo pada Jongin. "Cepat minta maaf!'
"Hyunsoo maafkan hyung ne? hyung senang kok jadi anjing." Jongin mengusap kepala Hyunsoo dengan lembut.
"Jangan ucap kepalanya theperti itu! yang boleh mengucap kepala Soo hanya Jongie!" Jongmin menepis tangan Jongin dari kepala Hyunsoo.
"Tidak apa-apa Jongie. Jongin hyung kan juga 'jongie'." Jongmin hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat mendengar perkataan hyunsoo.
"Sudahlah! Kita jadi main tidak?" tanya Kyungsoo yang sepertinya sangat antusias dengan permainan rumah-rumahan ini.
"Ne! ayo mulai belmain!"
Dan mereka mulai larut dengan permainan mereka.
.
"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk mereka berdua?" Sooman menatap kedelapan namja didepannya dengan serius.
"Kenapa anda begitu memikirkan mereka sajangnim?" tanya Tao.
"Aku kan sudah bilang, ini pertama kalinya SM entertaiment memiliki masalah seperti ini Tao. Jika mereka tetap bertengkar sampai mereka debut, kemungkinan sangat besar untuk grup ini bubar dengan cepat! Kau mau itu terjadi?" Tao menggeleng pelan.
"Jadi kita harus bagaimana?" tanya Joonmyeon.
"Tadi Luhan sudah menelfonku. Dia bilang mereka berdua sedang ada di taman dekat sini. Dia bilang hubungan mereka semakin dekat, tapi aku tidak bisa memastikan itu. Jongin bukan orang yang akan mudah akrab dengan seseorang yang sudah membuatnya kesal."
"Aku punya usul." Ucap Moonkyu.
"Apa?" tanya Chanyeol.
"Aku akan mengundurkan diri dari M. Dengan begitu, hubungan keduanya akan semakin baik tanpa aku. Karna semua permasalahan berinduk padaku. Mianhae."
"K-kenapa begitu? Kau sudah trainee cukup lama Moonkyu dan kau merelakannya?" Yixing menatap Moonkyu tak percaya.
"Ini yang terbaik. Lagipula aku bisa debut lain waktu. Akan lebih baik jika aku trainee lebih lama dan memiliki grup yang kuat dari pada memiliki grup yang hanya bisa bertahan hanya dengan hitungan jam karnaku. Hanya satu orang yang keluar, tidak akan mengubah segalanya kan?"
"Tapi.." Minseok mencoba menahan.
"Kalau Moonkyu mengundurkan diri, aku juga."
"J-Jino? Wae?" Yifan kini menatap Jino yang juga berniat mengundurkan diri.
"Pelatih Jang bilang kualitas suaraku berbahaya. Akan sangat fatal jika aku masuk grup M karna bisa 'membunuh' yang lainnya. Pelatih bilang akan lebih baik jika aku menjadi penyanyi Solo saja dengan kualitas suaraku. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mundur dari M."
Sooman menatap Jino dan Moonkyu bergantian.
"Jika itu yang kalian inginkan aku akan kabulkan." Ucap Sooman.
"Sajangnim!" Keenam namja lainnya menatap Sooma dengan garang.
"Jino, kuputuskan kau mengikuti grup vokal yang akan aku bentuk bersama Kyuhyun, Jonghyun, dan Jay. Kalian akan memulai promosi awal tahun 2011. Moonkyu, kau akan debut dengan grup yang akan debut sekitar 2 tahun lagi. Aku akan jadikan kau sebagai center dalam grup. Maka dari itu berusahalah dengan keras! Untuk M. Kuputuskan debut kalian diundur hingga tahun 2012. Akan kucarikan kalian member baru."
Sooman menghela nafasnya sejenak.
"Rencana pertama, pisahkan Moonkyu dengan Jongin."
.
"ini" Kyungsoo menyerahkan ice cream pada Hyunsoo dan Jongmin.
"Khamsahamnida." Kedua namja kecil itu memakan ice cream mereka dengan riang.
"Ini untukmu." Jongin menyerahkan salah salah satu ice cream yang ada ditangannya pada Kyungsoo.
"Gomawo." Mereka berempat sedang berada di salah satu atunan yang bisa muat untuk empat orang. (Tau kan ya?)
"Jadi, kalian itu tinggal di panti asuhan?" tanya Jongin pada Hyunsoo dan Jongmin. Kedua namja kecil itu mengangguk.
"Ne. olang tua Jongmin meninggal kalna kecelakaan pecawat waktu umurnya satu setengah tahun. Thaat itu kedua olang tuanya thedang bellibur ke Jepang, saat meleka pulang pethawat meleka jatuh ke laut." Ucap Hyunsoo dengan mata berkaca-kaca. Jongmin yang melihat hal itu langsung memeluk Hyunsoo.
"Thudahlah Soo. Yang meninggalkan olang tua Jongie bukan olang tua soo." Hibur Jongmin.
"T-Tapi kan.. hiks.. Jongie.." Hyunsoo semakin mengeratkan pelukannya pada Jongmin.
Kyungsoo dan Jongin hanya bisa menatap mereka berdua dengan tatapan iba.
"Kalau Hyunsoo bagaimana? Kenapa Hyunsoo tinggal di panti asuhan?" Kyungsoo yang bertanya.
"Soo ada di panti athuhan kalna eomma pemilik panti menemukannya di depan gerbang panti." Jawab Jongmin sambil terus mengusap rambut Hyunsoo.
Kyungsoo dan Jongin saling bertatapan.
"Jangan sedih ne. ada Jongie hyung dan Soo Noona disini. ada eomma panti juga yang menyayangi kalian." Kyungsoo memluk kedua namja kecil itu. tidak peduli bajunya akan kotor karena air mata dan ice cream.
Jongin yang melihat Kyungsoo memeluk kedua namja kecil itu merasa tersentuh. Akhirnya, dia juga ikut memeluk kedua Hyunsoo dan Jongmin.
"Ada Soo Umma dan Jongie Appa disini." ucap Jongin sambil menepuk pundak Hyunsoo dan Jongmin.
Kyungsoo menatap Jongin dengan deathglare gagalnya.
"Kenapa kau jadi appanya? Tugasmu kan jadi anjing yang menjaga rumah. Guk..guk.." ejek Kyungsoo sambil menirukan suara anjing yang terdengar aneh bagi Jongin.
"Kenapa kau mengejekku begitu umma. Aku ini suamimu loh." Bulu kuduk Kyungsoo meremang saat dengan genitnya, Jongin mencolek dadunya. (lama-lama Jongin kok jadi OOC ya?)
"Hihi.. Jongie appa dan Soo umma lomantis ne~." Hyunsoo tertawa geli saat melihat 'appa' dan 'umma'nya yang saling melempar godaan.
"Ne. bethok kalau Jongie thudah becal, Jongie juga akan jadi thuami yang lomantis untuk Soo. Soo mau kan?"
"Eom..." Hyunsoo mengangguk pasti lalu melemparkan senyum pada Jongmin.
"Mereka manis." Gumam Kyungsoo lirih tapi masih dapat didengar oleh Jongin. "Bolehkah aku membawanya satu untuk oleh-oleh ke dorm?"
.
"Bukankah kau tadi bilang bahwa waktu kita tinggal sedikit?" tanya Kyungsoo saat mereka berdua tengah berjalan pulang menuju dorm.
"Waktu Apa?" Jongin yang tidak mengerti maksud pembicaraan Kyungsoo langsung bertanya kembali.
"Waktu yang kita punya sebelum masa 3 bulan itu habis." Jongin mengangguk menegerti.
"Tenang saja waktunya akan cukup."
"Tapi kita sudah kehilangan satu hari."
"Memangnya kenapa? Satu hari ini biarkan untuk bersenang-senang. Apa kau pikir dance tanpa perasaan senang akan terlihat bagus? Ini salah satu pelatihan dariku." Kyungsoo terdiam. Ia tak bergerak sama sekali.
Jongin yang menyadari hal itu langsung menoleh kebelakang untuk melihat apa yang dilakukan Kyungsoo.
"Apa aku berhasil kali ini?" tanya Kyungsoo.
"Kau bersenang-senang hari ini. Kau tersenyum setiap saat." Jongin memberikan jeda untuk kalimat selanjutnya. "Itu artinya kau berhasil."
"Jika pelatihan ini kau berhasil, maka latihan selanjutnya akan terasa lebih mudah percayalah." Kyungsoo tersenyum setelah mendengar kalimat Jongin yang terasa melegakan baginya. Paling tidak untuk latihan kali ini ia tidak mendapatkan bentakan kan?
"Jongin berjanjilah satu hal padaku."
"Apa katakan saja."
Kyungsoo sedikit ragu untuk mengatakannya tapi..
"Jika aku berhasil melakukan dance itu didepan pelatih Kim, berjanjilah padaku untuk berhenti merokok!" Kyungsoo menatap Jongin dengan serius dan hal itu malah membuat Jongin terkekeh kecil.
"Tentu. Jadi mau sampai kapan kau disitu? Kita harus cepat pulang dan membuatkan anak-anak M yang kelaparan makanan. Kyungsoo." Kyungsoo membulatkan matanya saat mendengar kata 'kyungsoo' keluar dari mulut Jongin. Pasalnya selama ini, Jongin tidak pernah sekalipun memanggilnya dengan nama. Selalu dengan kata 'kau' atau 'kecil'.
"Kau memanggilku Kyungsoo?"
"Memang kenapa? Tidak boleh?" Kyungsoo menggeleng kuat.
"Tidak aku hanya sedikit terkejut. Tapi aku senang akhirnya kau memanggilku dengan namaku. Sedikit lega rasanya kau tahu namaku."
"Kau pikir aku ini apa? Sudah berbulan-bulan kita tinggal bersama dan kau pikir aku tidak tahu namamu? Itu sangat tidak mungkin."
"Habisnya kau selalu acuh padaku, jadi kupikir wajar saja kalau kau tidak tahu."
"Sudahlah. Tidak usah dibahas lagi. Ayo pulang."
.
Sudah sebulan semenjak kejadian Kyungsoo dan Jongin yang bermain di taman. Kini hari dimana penentuan nasib Kyungsoo – atau lebih tepatnya Jongin- telah tiba.
Seluruh member M termasuk Jino dan Moonkyu yang belum memberitahukan mundurnya mereka dari Jongin dan Kyungsoo telah berada di ruang latihan. Menyaksikan Kyungsoo yang melakukan 3 dance. Mirotic, Julliet, dan Gee. Ya, Gee. Entah apa yang dipikirkan Jongin hingga mengajarkan dance wanita pada Kyungsoo. mungkin dia berfikir dengan wajah Kyungsoo yang manis akan terlihat cocok dengan gerakan yang imut, simple, tapi menarik dari Gee.
Pelatih Kim mendekati Jongin setelah melihat gerakan dance Kyungsoo.
"Kau berhasil." Pelatih Kim menepuk pundak Jongin sebelum akhirnya keluar dari ruangan. Jongin tersenyum senang.
"Jongin aku bisa!" Kyungsoo langsung memeluk Jongin dengan erat. Rasanya senang sekali bisa menyelamatkan Jongin itulah yang dipikirkan Kyungsoo.
Bruuk..
Seluruh pasang mata kini menatap pada Kyungsoo yang tersungkur ke lantai. Namja bermata belo itu menatap namja berkulit tan didepannya dengan heran.
"J-Jong.."
"Jangan peluk orang seenaknya bodoh." Mata Kyungsoo membulat sempurna saat mendengar perkataan Jongin yang pelan tapi menusuk.
"K-Kenapa Jongin jadi seperti ini?"
"Aku sudah bilang. Jangan pikir aku melakukan ini demi dirimu, aku melakukan ini untuk diriku sendiri. Berterimakasihlah pada Yifan hyung yang telah memberikanku cara untuk mengakalimu. Cukup dengan otak dan boom.. kau terperangkap."
Kini seluruh member M terbelalak. Mereka yang selama ini menguntit (?) aktifitas Jongin dan Kyungsoo. yang telah berfikir bahwa hubungan Jongin dan Kyungsoo semua sudah membaik rupanya hanya akal-akalan namja tan itu. semuanya hanya kebohongan yang sengaja disusun Jongin agar Kyungsoo melihatnya seperti seorang pelatih yang melatih muridnya dengan hati. Rencana yang cemerlang, licik, kejam, dan menyakitkan.
"Perhatian semuanya!" saking asiknya mereka memandangi Jongin dan Kyungsoo, member M bahkan tidak menyadari bahwa Sooman telah masuk kedalam ruangan dengan 2 orang namja di belakangnya.
"Siapa mereka?" bisik Yixing pada Yifan.
"Pengganti Jino dan Moonkyu." Balas Yifan tak kalah lirihnya dengan Yixing.
"Aku akan mengumumkan sesuatu pada kalian. Sekarang duduklah yang rapi." Member M menuruti perkatan Sooman.
"Baiklah. Ini menyangkut dengan debut kalian." Member M tetap diam.
"Baiklah mungkin langsung saja aku mulai. Pertama nama M resmi diganti menjadi EXO. EXO-K untuk promosi Korea dan EXO-M untuk promosi China. Kalian debut dengan MAMA yang bertemakan tentang kerusakan dunia. Setiap member memiliki kekuatan tersendiri. Tolong jangan anggap ini kekanakan OK?" Sooman menatap ke empat belas anak didiknya dengan tatapan ragu.
"Lanjutkan saja sajangnim." Ucap Luhan.
"Sebelumnya aku akan memberikan sebuah pengumuman penting pada dan Moonkyu diputuskan untuk tidak debut sebagai anggota EXO. Jino akan didebutkan secara Solo dengankan Moonkyu dianggap belum cukup siap untuk debut. Sebagai gantinya aku memasukkan Byun Baekhyun dan Kim Jongdae kedalam EXO."
"Tunggu! Apa maksudnya dengan Moonkyu yang belum siap untuk debut?" tanya Jongin dengan menyembunyikan sedikit emosinya.
"Suara dan kemampuan dancenya masih kurang. Kami memutuskan untuk mendebutkannya pada grup yang akan debut selanjutnya." Sooman tidak mungkin menjawab bahwa Moonkyu mengundurkan diri demi Jongin dan Kyungsoo kan?
"Bukankah kemampuan dance Kyungsoo lebih kurang dari Moonkyu?!" Jongin mulai tidak dapat mengatur amarahnya.
"Memang begitu. Tapi berkat dirimu, Kyungsoo dapat menunjukkan bahwa potensi dancenya bisa dibilang cukup baik. Terima kasih Kim Jongin." Gigi Jongin gemeretak saat mendengar ucapan Sooman.
"Baiklah selanjunya pembagian grup. EXO-K : Joonmyeon, Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo, Jongin, Kyungsoo."
"Tunggu! Bukankah aku di EXO-M? Jika seperti ini, apa gunanya aku les bahasa mandarin?!" kini Jongin kembali bertanya. Sudah cukup ia dipisahkan oleh Moonkyu dan sekarang ia harus satu grup dengan Kyungsoo?
"Sudah dikatakan bahwa yang dulu hanya untuk sementara Kim Jongin. Semua bisa berubah kapan saja. lagi pula tidak ada salahnya belajar hal baru." Sooman tersenyum sekilas sebelum akhirnya melanjutkan keputusannya sebagai CEO.
"EXO-M : Minseok, Luhan, Yifan, Yixing, Jongdae, Tao. Bagian dalam grup. Yifan sebagai leader EXO-M sekaligus official leader EXO sekaligus rapper. Joonmyeon leader EXO-K sekaligus Lead vokal. Baekhyun dan Jongdae Main vokal. Yixing, Jongin main dancer. Luhan, Sehun lead dancer. Chanyeol Rapper. Tao main rapper. Kyungsoo, Minseok main vokal. Ada yang belum jelas?" member EXO diam yang menandakan bahwa mereka sudah jelas dengan apa yang dikatakan Sooman.
"Setelah debut ini akan ada beberapa member yang akan memakai stage name. Yifan menggunakan nama Kris. Joonmyeon menggunakan nama menggunakan nama Xiumin. Jongdae menggunakan nama Chen. Yixing menggunakan nama Lay. Jongin menggunakan nama Kai. Kyungsoo menggunakan nama D.O. sepertinya hanya itu. selamat siang." Sooman berjalan menuju pintu keluar. Tinggal beberapa langkah lagi namja paruh baya itu keluar dari ruangan, ia membalikkan tubunya dan menatap keempat belas anak didiknya.
"ah iya satu hal lagi. Aku akan membagikan aturan untuk pembagian kamar. Kalian dibebaskan untuk memilih roomate kalian. Tapi pengecualian untuk Jongin dan Kyungsoo. kalian berdua harus menjadi Roomate! Baiklah sampai jumpa." Tatapan kedua belas namja disana kini tertuju pada Kyungsoo dan Kai. (mulai sekarang author bakal pake nama stage kecuali buat Kyungsoo.)
"KAU!" Kai bangkit dari duduknya dan langsung menunjuk Kyungsoo.
"Pembawa sial. Jika kau tidak disini, aku yakin Moonkyu akan selalu bersamaku disini. jika kau tidak disini, aku akan sibuk mengajari Moonkyu dance bukannya orang sepertimu. Jika kau tidak disini, Aku tidak akan ada di EXO-K. Jika kau tidak disini, aku tidak akan sekamar denganmu dan aku pasti akan sekamar dengan Moonkyu! Seharusnya kau tidak disini! Seharusnya kau tidak dilahirkan!"
Plak...
Tamparan Kyungsoo mengenai pipi Kai hingga memerah.
"Ya. kau benar. Seharusnya aku tidak usah dilahirkan jadi aku tidak akan sekamar denganmu. Aku tidak akan membebanimu, aku tidak akan berkerja keras untukmu, aku tidak akan memisahkanmu dengan Moonkyu, aku tidak perlu sakit hati karna dipermainkan olehmu. Dan aku tidak perlu mengenalmu!" Kai memegang pipinya yang terasa panas sambil menatap Kyungsoo tajam. Kyungsoo yang sekarang tengah menangis tanpa isakan. Hanya air mata yang mengalir deras dari kedua matanya.
Kyungsoo berlari pergi meninggalkan ruangan latihan entah kemana. Meninggalkan Kai yang masih mematung.
"Kau keterlaluan Jongin. Bukan dia yang menginginkan ini semua dan kau malah memarahinya? Tidakkah kau pikir kalau dia sakit hati?!" Teriak Yixing tepat didepan Kai. namja berdimple itu berlari menyusul Kyungsoo yang entah pergi kemana.
"Ini bukan salah Kyungsoo, Jongin. Aku yang memilih sendiri jalan ini. Aku yang merasa belum siap. Seharusnya kau bisa bersikap lebih dewasa. Ayo Jino kita pergi dari sini." Moonkyu Menarik tangan Jino keluar dari ruangan.
"Semuanya, terima kasih sudah mau bekerja sama denganku dan Moonkyu selama ini. Aku akan merindukan kalian. Hiks.. aku tidak akan melupakan kalian. Terima kasih untuk semuanya." Jino membungkukkan tubuhnya pada seluruh member yang telah bersamanya kurang lebih 3 tahun ini.
"Siapa mereka?" bisik seorang namja kecil pada chanyeol yang ada disampingnya.
"Jino dan Moonkyu. Dua orang yang posisinya kau gantikan." Jawab Chanyeol tanpa menatap namja yang baru saja bertanya padanya.
"Aku jadi merasa bersalah pada mereka. aku baru saja trainee tapi sudah hampir debut." Namja kecil itu menundukkan kepalanya. Chanyeol menatap namja disampingnya dari bawah hingga atas. Chanyeol tersenyum simpul lalu mengangkat dagu namja itu.
"Tidak apa-apa. Ini semua keputusan dari Moonkyu dan Jino sendiri. Oh iya namamu Baekhyun kan? Salam kenal."
.
.
TBC
.
A/N: akhirnya selesai juga FF yang ini. Aja yang nungguin gak ya? (Readers: Gak!)
Mian kalo mengecewakan *bow*. Aku juga ngerasa kata-kata di FF ini itu kebanyakan percakapannya. Terus agak gimana gitu dari FF lainnya. OH! Dan satu lagi. Jangan berfikir ini bakal ada konflik baekyeolnya gara-gara percakapan mereka ada diakhir. No no no no... itu Cuma pemanis aja kok.
Terus itu yang di can you hear me. Itu sebenernya gak ada krislaysuho kok. Cuma ada Kristao doang. Suer deh.. tapi gara-gara kata-kata terakhirnya Kris jadi pada salah paham T_T
BIG THANKS
Rin Rin Kim ChenMin EXOtic, HyunieKyungie, DianaSangadji, septaaa, momo, Zetta Ichi Kyu, ajib4ff, Brigitta Bukan Brigittiw, siscaMinstalove, Nadya, needtexotic, Riyoung Kim, ttalgibit, Sihyun Jung, KrystalCloudsJaejoongie, Deer Panda, Anasthasya Baby Pooh, BBCnindy, Ai Zhi Lan, Baby Panda Zi TaoRis EXOtics, indri.
Terima kasih buat semua yang udah baca *bow*
Last...
Mind to Review? ^^
