NAE SARANG DONGSAENG
Title : Nae Sarang Donsaeng ch 2
Main cast : Kyuhyun, Leeteuk, Donghae, Yesung, and other
Author : Kim Soo Kyu
Warning : OOC, gaje sudah pasti ^^, karya pertama yang q buat.
Summary : -
Note:
Tulisan yang di garis miring adalah untuk penggambaran flashback, untuk tanda # (pagar) masa kini dan untuk tanda (add) untuk kejdian di suatu tempat dalam waktu yang bersamaan. Sekali lagi maaf kalo ff ini sedikit berantakan dengan tata bahasa maupun tulisan dan juga alur ceritanya (*bow)
HAPPY READING…..
#
Tok... tok...tok...
Suara ketukan di pintu sebuah kamar tak membuat sosok itu bergerak untuk bangun, tapi justru membuatnya semakin larut dengan kesedihan nya. air mata yang tadinya sempat berhenti kini seakan ingin keluar dari manik kelam yang sudah bengkak karena terlalu lama menangis.
Tok... tok...tok sekali lagi ketukan itu terdengar kemudian berlanjut dengan panggilan yang ditujukan pada sosok yang masih meringkuk diatas kasur.
"Kyu. Ini Umma sayang!" Terdengar nada cemas di suara sang Umma " buka pintunya, Kyu!" Sekali lagi suara itu terdengar.
" Umma tau, kau pasti sedih tapi..." nyonya Park tak melanjutkan kalimat nya ia mencoba menunggu reaksi putra bungsu nya yang seharian itu mengunci dirinya di dalam kamar yang diyakini milik putra sulungnya.
"Kau sayang Umma kan? Umma mohon jangan seperti ini Kyu, " suara itu kian pelan terdengar.
"Umma tidak suka kau seperti ini changi, Umma tidak mau kalau harus kehilangan lagi" isakkan itu pun akhirnya tak tertahan kan lagi, nyonya Park benar-benar sedih melhat keadaan putra bungsu nya saat ini.
"Kyu,..." kali ini suara tuan Park yang terdengar mencoba memanggil putranya "Appa mohon buka pintunya sayang," tuan Park menghela napas lelah karena Kyuhyun tak menghirau kan panggilan mereka.
akhirnya setelah membawa sang istri duduk di kursi ruangan keluaga yang ada di dekat kamar putra nya itu ia mengambil master key untuk membuka pintu kamar Leerteuk.
Setelah berhasil membuka pintu kamar putra sulungnya tuan Park segera menghampiri bungsu nya yang masih bergeming di atas tempat tidur sang hyung.
tuan Park kemudian duduk di sisi kosong tempat tidur itu, di belainya kepala si bungsu yang seolah tak merasakan kalo ada seseorang yang kini didekatnya.
"Teukie hyung..." dengan sabar tuan Park terus membelai surai ikal Kyuhyun.
" kau dimana sekarang... Kyu kangen..." tuan Park hanya diam tapi tangan nya tak berhenti membelai kepala Kyuhyun, beliau seakan membiar kan Kyuhyun untuk meluapkan rasa sedihnya.
"Hyungie... hik...hik..." isakan itu pun terdengar lagi, air mata itu seolah tak pernah kering.
Kyuhyun seolah tak merasa lelah dengan itu meski suaranya kini terdengan sengau karena tak hentinya menangis. hingga sesaat tangis itu pecah hingga akhirnya jatuh tertidur karena lelah.
Tuan Park dengan telaten terus membelai surai Kyuhyun dengan lembut, dia tahu memang seperti itulah bungsu nya, apalagi ini berhubungan dengan putra sulung nya tapi tuan Park yakin semua ini bisa ia tangani karena ia adalah kepala keluarga yang harus bisa dan mampu membimbing dan menjaga keluarganya.
Seorang namja nampak terusik oleh sinar matahari yang mulai menerobos dari sela-sela tirai di kamar yang bernuansa putih bersih itu, sosok itu mulai mengeliat liat membuat posisinya yang semula meringkuk kini mulai menselonjorkan kaki jenjang nya, perlahan namun pasti kelopak yang tadi erat terpejam kini mulai bergerak terbuka.
"Hyung... " gumamnya lirih, seraya mengusap kelopak matanya agar dapat melihat dengan jelas.
Tapi namja yang adalah kyuhyun itu langsung terdiam ketika obsidian nya mulai bisa melihat dengan seksama ruangan yang kini ia tempati, sepi. jelas saja karena di dalam kamar itu hanya dia yang menempati sekarang.
"kau sebenarnya ada dimana hyung?" perlahan tangan kurusnya meraih bingkai yang sejak semalam ia dekap, tak sedetikpun ia melepaskan benda itu, bahkan saat tuan Park ingin memindahkannya ke nakas Kyuhyun langsung mendeathglear ayahnya seraya mengeratkan dekapan nya.
"kau bohong... kenapa meninggalkan kyu sendirian" air mata itu pun kini menetes lagi.
Demi apapun, sekarang entah kenapa Kyuhyun menjadi lebih cengeng. mungkin karena ketiadaan sang hyung, padahal dulu sering ia menjahili leeteuk.
Tapi itulah Leeteuk dia tak pernah sekalipun membalas Kyuhyun, malah leeteuk terkesan pasrah kala kejahilan Kyuhyun mulai menjadi.
Kyuhyun kadang merasa kalau dia keterlaluan pada Leeteuk, tak pernah sekalipun ia tak menempeli sang hyung keemanapun dia pergi.
Tuan dan Nyonya Park hanya saling bertukar pandang ketika mendapai putra bungsu nya yang sepertinya tengah asyik dalam lamunannya, sekali lagi mereka saling tukar pandang setelah Tuan Park menganggukkan kepalanya barulah Nyonya Park menghampiri Kyuhyun yang masih terduduk di ranjang dengan bingkai poto dalam dekapannya.
"kapan kau terbangun changi?" dengan sabar nyonya Park mengelus surai ikal Kyuhyun tapi si bungsu seolah tak menghiraukan hal itu ia terus menunduk seraya mendekap erat bingkai foto sang hyung.
"Kyu, jangan seperti ini nak. kau membuat Umma dan Appa semakin sedih."
Kyuhyun tetap tak memberi respon berarti pada nyonya Park, namun detik berikutnya suara isakan lah yang terdengar meski lirik tapi dua orang yang kini duduk mengapit si bungsu bisa mendengar itu dengan jelas.
Dan lagi-lagi helaan napas lelah yang terdengar dari bibir sang ayah, sementara nyonya Park sudah ikut menangis melihat keaadan putra bungsunya.
"Kyunie ingin Teukie hyung..." bisikan lirih itu seketika membuat Nyonya Park tak kuasa menahan tangisnya lagi, dan wanita paruh baya itupun langsung meraih tubuh kurus Kyuhyun dalam dekapan nya.
Mencoba untuk memberi ketenangan pada putranya yan seperti orang kehilangan pegangan hidup. Tuan Park mengalihkan pandangan nya karena tak tega melihat keadaan Kyuhyun yang seperti itu.
Haruskah kejadian lima tahun lalu terulang lagi, tidak jangan lagi Tuhan batin Tuan Park, setelah merasa tenang Tuan Park mengalihkan lagi pandangan nya pada sang istri dimana beliau masih setia mendekap putra bungsunya.
Hari ini rumah tuan Park tampak sibuk dan ramai seperti akan ada pesta, tapi memang benar adanya para penghuni rumah mewah tapi minimalis ini akan mengadakan pesta kecil untuk merayakan ulang tahun salah satu anggota keluarga mereka, ya hari ini si bungsu akan merayakan ulang tahunnya yang ke- 9.
Kyuhyun terlihat begitu bahagia senyum seperti tak akan bisa hilang dari wajah nya, tuan dan nyonya Park hanya menggelengkan kepala mereka melihat putra bungsunya.
Dan entah kenapa bocah itu berlarian kesana-kemari seperti kelebihan tenaga, meskipun nyonya Park agak khawatir karena beberapa hari yang lalu Kyuhyun sempat sakit, namun sepertinya itu tak membuat Kyuhyun berhenti.
Apalagi ketika melihat sang hyung memasuki rumah setelah pulang sekolah Kyuhyun semakin bersemangat saja, hingga Leeteuk pun merasa sedikit heran dibuatnya.
"Hyungie...!" seruan manja itu seperti sinyal bagi leeteuk untuk menyiapkan kuda-kuda nya karena ia sangat yakin sebentar lagi pasti akan ada sesuatu atau lebih tepat nya seseorang yang akan menghambur ke arahnya dan benar saja, Kyuhyun terlihat tengah berlari dan langsung menerjan ke arah leeteuk.
"booshipoyo teukie hyung..." Leeteuk tertawa kegelian karena ulah manja donsaengnya yang mengusap-usapkan kepala nya ke dada Leeteuk.
Entah kenapa Kyuhyun begitu manja padanya, hingga Leeteuk pun heran. setiap kali ia bertanya Kyuhyun selalu menjawab karena kau hyung Favorit Kyunie ataupun karena aku sayang Teukie hyung.
Semua anggota keluarga Park pun mulai berkumpul di meja makan ketika sang Umma dengan lantang meneriakkan kalau masakan sudah siap dan memang jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.
Tapi makan malam kali ini terlihat lain dari biasanya, meja makan itu terlihat penuh dengan masakan favorit semua anggota keluarga termasuk juga sup rumput laut kesukaan Leeteuk dan Kyuhyun.
Kegiatan rutin yang selalu mereka lakukan setelah makan malam adalah berkumpul bersama di ruang keluarga, ditempat itu mereka saling bertukar cerita tentang kegiatan mereka hari ini sekalian untuk merayakan ulang tahun si bungsu tentunya.
Kyuhyun yang duduk diapit oleh tuan dan nyonya Park terlihat sangat senang malam ini, tapi ada sesuatu yang lain yang dirasakan oleh nyonya Park, beliau sebenarnya sudah merasakan ketika makan malam tadi tapi beliau tak ingn merusak kebahagian si bungsu.
Dan feelingnya itu semakin kuat ketika manik tedu miliknya bertemu dengan manik putra sulungnya, meskipun Leeteuk mencoba mengelabuhi ummanya tapi ia tau kalau ia tak akan pernah bisa menghindar dari tatapan itu.
"kau ingin memnyampaikan sesuatu pada Umma, Teukie?"
"mmm... bisakah kita tak membicarakan itu sekarang Umma?"
Nyonya Park yang semula ingin bertanya akhirnya mengurungkan niatnya saat si bungsu menatapnya bingung, tuan park yang menyadari itu segera meraih Kyuhyun dan membawa bocah itu ke kamar nya.
"Teukie hyung..."
"Kyunie ke kamar hyung dulu y?!" mendengar kalimat itu Kyuhyun dengan semangat mengangguk dan meraih tangan ayah nya untuk mengantarnya ke kamar.
"Kyunie tunggu di kamar hyung-nim, Kyu janji akan jadi anak yang baik".
"kau yakin dengan keputusan mu Teuk-ah?" nyonya Park tampak ragu setelah mendengar kalau Leeteuk tepilih untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Jepan selama dua tahun.
"bagaimana nanti dengan Kyuhyun, kalau kau pergi Teuk-ah?" tuan Park pun angkat bicara.
Leeteuk pun tampak tak yakin kalau harus pergi meninggalkan dongsaengnya, tapi ini adalah mimpinya belajar ke negri sakura adalah salah satu cita-cita nya.
"tapi kesmpatan ini sudah lama aku tunggu,Appa... Umma"
#
Seharian itu akhirnya tuan Park memutuskan untuk tidak pergi ke kantor karena keadaan Kyuhyun yang tak ingin ditinggal, tuan Park akhirnya mencoba meminta bantuan pada salah satu keponakan nya untuk datang ke rumah dan menghibur Kyuhyun.
"samchon ada apa tiba-tiba menyuruh ku datang?" sosok itu langsung menghampiri tuan Park yang tengah bersiap untuk pergi.
"ah, Yesung-ah" seru nya "samchon ingin minta tolong padamu, bisakah kau..." belum sempat tuan Park melanjutkan kalimatnya tiba-tiba terdengar suara gaduh dari lantai dua rumah itu, lebih tepatnya kamar Kyuhyun.
Keduanya pun bergegas menuju ke lantai dua untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.
"yeobo!" panggilan itu membuat tuan Park menoleh kan kepalanya dan disitu sudah berdiri nyonya Park dengan pandangan sedih menahan tangis.
Melihat keadaan sang istri tuan Park langsung memeluk tubuh wanita itu untuk menenangkan nya.
Yesung yang masih belum mengerti hanya menatap paman dan bibi nya dengan pandangan bingung.
Sampai akhirnya tuan Park menyuruhnya untuk melihat ke kamar Kyuhyun.
namun apa yang dilihat nya di dalam kamar bernuansa biru itu, membuatnya shock, bagaimana tidak ruangan yang biasanya tertata rapi itu kini sudah mirip dengan kapal karam, hampir semua barang di dalam sana berserakan di lantai kamar.
Dengan pandangan panik Yesung mencari sosok yang sudah dianggapnya adik.
"ommo, apa yang terjadi! "serunya panik "Kyu... Kyuhyun-ah" Yesung mencoba memanggil sepupunya itu seraya mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan yang berantakan itu.
"Kyu... kau dimana saeng!?" sekali lagi Yesung memanggil tapi tak ada jawaban meskipun hanya suara lirih. "ini Hyung-nim saeng"
Mata Yesung akhirnya menemukan sosok yang sedari tadi di carinya tengah meringkuk di sudut kamar.
Hati Yesung tiba- tiba terasa seperti diremas saat melihat keadaan Kyuhyun yang seperti itu.
Yesung tak pernah menyangka sebelumnya kalau hal ini akan menimpa Kyuhyun, ternyata kepergian Leeteuk begitu membuat adik sepupunya seperti ini.
"Kyu... ini hyung saeng" Yesung mengelus surai ikal itu dengan lembut.
"Teukie hyung..."gumaman lirih itu lah yang senantiasa keluar dari bibir Kyuhyun.
"kenapa ini harus menimpa mu, Kyu" Yesung tak bisa berkata apapun lagi, perlahan ia membawa tubuh kurus itu ke pelukan nya mencoba memberinya rasa aman.
"kenapa kau jadi begini saeng, kenapa?"
"Kyunie mau Teukie hyung..."
Lagi dan lagi gumaman itulah yang harus mereka dengar, miris memang.
Yesung mengendurkan pelukan nya dan menangkup wajah pucat di depan nya seakan memaksa Kyuhyun untuk menatap manik hitam miliknya.
"Kyu, dengarkan hyung!"
Meski manik mereka saling bertemu tapi Kyuhyun hanya menatap kosong sosok di depan nya.
"kau tidak boleh seperti ini terus, saeng" Yesung mengusap lembut pipi Kyuhyun yang mulai tirus,menghapus sisa jekak air mata yang terus mengalir di pipi Kyuhyun.
"saeng sayang kan dengan Teukie hyung?"tanya nya
Kyuhyun mengangguk lemah sebagai jawaban.
"saeng tak ingin membuat Teukie hyung sedih bukan?"
sekali lagi Kyuhyun hanya menggangguk.
"saeng pasti juga tak mau kan kalo Imo dan Samchon sedih?"
kali ini Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Yesung, namja di depan nya itu hanya menundukkan kepalanya dalam.
"Kyu, lihat hyung" Yesung meraih dagu Kyuhyun agar melihat nya, " kau tau Kyu, Teukie hyung pasti akan sangat sedih kalau tau adik kebanggan nya seperti ini,"
"begitu pun Imo dan Samchon. apa kau ingin membuat mereka sedih karena mu?"
Air mata Kyuhyun mulai membasahi wajah sembab itu,
detik berikutnya suara isakkan pun terdengar
"hik... hik... Ye... Yesung hyung... hik... hik"
Kembali Yesung memeluk tubuh Kyuhyun membiarkan menuntaskan hasrat menangisnya di bahu kecil Yesung.
" Teukie hyung, rupanya kau disini! "seru sosok yang kini duduk di samping namja yang tadi di panggilnya Leeteuk.
"memangnya dimana lagi tempat yang sering aku tuju kalau aku sedang bosan" jawabnya tanpa mengalihkan pandangan nya.
"oh ya, hyung tadi kau bilang ingin bicara sesuatu dengan ku, memang ada hal penting apa yang akan kau bahas dengan ku?"
Leeteuk memandang hoobe sekaligus sepupunya itu dengan raut serius.
"bisakah kau menjaga Kyuhyun saat aku tidak ada nanti?"
"maksud... hyung?"
"kau ingat tawaran dari Kang songsangnim, Sungie?"
"Teuki hyung benar-benar ingin ikut pertukaran pelajar itu? lalu..."
"hyung tau, maka nya hyung minta bantuan mu untuk menjaga Kyunie"
Sesaat keduanya hanya terdiam, larut dalam pikiran mereka.
hingga akhirnya sebuah suara membuat mereka kembali ke alam nyata.
"hyung jahat... Kyunie benci Teukie hyung!"
Yesung dan leeteuk tak pernah mengira kalau pembicaraan mereka akan di dengar oleh kyuhyun, keduanya tampak terkejut dengan kemunculan Kyuhyun di tempat itu.
Sesaat mereka hanya saling pandang dengan wajah cemas. Leeteuk yang lebih dulu sadar dari rasa terkejutnya segera berlari menyusul adiknya.
"Kyunie...!" serunya "Kyu... tunggu!"
"aku benci Teukie hyung..." lirihnya sambil terus berlari menjauh.
"Teukie hyung jahat, hyung pembohong!"
"Kyunie benci... benci... benci...!" wajah pucat itu kini basah oleh cairan bening yang meluncur bebas dari manik tajam Kyuhyun.
Kyuhyun merasa kecewa, karena sepertinya hanya dia yang tak tau, Kyuhyun merasa di bohongi.
Kyuhyun terus berlari tanpa menghiraukan sekitarnya, bocah itu tak menyadari ketika bayaha kini tengah menghampiri nya. Leeteuk yang menyadari itu langsung mempercepat larinya.
Rasa panik itu kian menjadi ketika matanya melihat ada sebuah sedan hitam melaju dengan cepat kearah Kyuhyun yang kini berada ditengah jalan.
"Kyuhyun..." serunya panik, tapi sayang Kyuhyun sepertinya tak menghirau kan teriakan hyungnya.
Bocah itu terus berlari menerjang lampu jalan yang sudah berganti merah dari beberapa detik yang lalu.
"Kyunie, awas!" bersamaan dengan teriakan itu tubuh ringkih Kyuhyun terdorong ke samping dengan sangat keras hingga membentur trotoar.
Dan detik berikutnya terdengar bunyi debuman keras yang membuat orang-orang yang tengah berlalu lalang di jalan itu menjerit histeris.
Yesung mempercepat lari nya saat ia mendengar bunyi decitan ban yang memekakan telinga, mata sipit itu pun membelalak lebar saat tau apa yang kini tertangkap oleh obsidian tajamnya.
Sesaat ia hanya termangu di tempatnya berdiri, saat melihat sosok yang kini tergeletak dengan besimbah darah. ia gelengkan kepalanya, seakan masih tak yakin denganapa yang ia lihat.
Tidak, ini bukan dia, ya Tuhan, ini bukan dia. doanya dalam hati. aku pasti salah. aku mohon Tuhan! Yesung terus berdoa dalam hati berharap sosok yang tergeletak di jalan itu bukan sosok yang beberapa menit lalu ada bersamanya.
Dengan gontai dia mendekati kerumunan orang-orang itu, memastikan kalau dia salah melihat, namun sepertinya kali ini doa Yesung tak dikabul kan oleh Tuhan.
Seketika itu juga tangisnya pun pecah dengan tangan yang mulai gemetar ia rengkuh tubuh yang kini tak sadarkan diri itu.
"hyung..." gumamnya "hyung buka mata mu hyung." Yesung menepuk-nepuk pipi pucat itu mencoba memanggil hyung sepupunya.
"kau jangan bercanda dengan ku, hyung!"
Masih tak ada jawaban tapi Yesung masih berusaha ia tidak ingin menyerah, Yesung ingin meyakin kan dirinya kalau hyung nya itu baik-baik saja.
"Teukie hyung, kau mendengar ku kan?" Yesung terus berusaha tapi Leeteuk seolah enggan untuk membuka matanya
Sementara itu ada satu orang lagi yang tak kalah terkejutnya melihat pemanandangan yang ada di depan nya, ya. Kyuhyun...
Bocah itu seakan tak bisa mempercayai apa yang kini terekam oleh obsidian nya, orang yang sudah dianggap nya pembohong, kini tegeletak tak berdaya karena telah menyelamatkan nya, orang tadi sempat diumpatnya dalam hati, Kyuhyun tak pernah mengira semua ini akan menimpa hyung nya.
Ketegangan kini menyelimuti keluarga Tuan Park, mereka kini tengah menunggu kabar tentang kondisi Leeteuk. Tuan Park sangat shock ketika mendapat kabar dari rumah sakit, kalau putra nya mengalami kecelakaan.
sedang kan Kyuhyun bocah itu tak hentinya menangis dan menyalahkan dirinya atas kejadian yang menimpa sang hyung.
Di tengah kecemasan itu tuan Park merasa sedikit lega karena sang istri tetap bisa tegar meskipun tadi sempat tak sadarkan diri karena shock mendengar kabar dari pihak rumah sakit.
Tak lama berselang Appa dan Umma yesung datang untuk memberi dukungan pada sang kakak. Tuan Park merasa sangat terharu karena mereka besedian meluangkan waktunya untuk datang jauh-jauh dari Mokkpo.
Setelah menunggu hampir 8 jam di depan IGD, akhirnya dokter yang tadi menangani putra sulungnya terlihat keluar dari ruangan itu, tanpa menunggu lama tuan Park langsung mendatangi sang dokter untuk menanyakan keadaan putranya.
"bagaimana keadaan putra saya uisa-nim?"
Sang dokter tampak melepaskan masker yang menutupi sebagian wajahnya sebelum akhir nya menjawab.
"kami berhasil mengatasi pendarahan yang terjadi di kepala pasien, tapi kami masih akan memantaunya selama 24 jam kedepan" kata uisa.
"kami ingin memastikan kalau semua baik-baik saja, dan bantu dengan doa agar semua semua nya lancar" kata sang uisa dengan bijak.
Dan ini adalah waktu yang terasa begitu lama, untuk mereka semua lalui. Tuan Park benar-benar tak bisa tenang meskipun tadi uisa sudah mengatakan kalau operasinya telah berhasil, tapi waktu 24 jam itu kini terasa begitu lama bagi pria itu.
Setelah uisa memberitahu kalau operasinya berjalan lancar Yesung segera berlari ke kapel yang ada di rumah sakit itu, disana dia berdoa untuk sepupunya, teukie hyung nya. dia benar-benar merasa takut akan kehilangan hyung yang sangat disayanginya.
Karena Yesung juga merasakan rasa bersalah yang menghimpit dadanya, ia merasa kalau itu adalah salahnya karena ia lupa kalau tadi ia datang bersama Kyuhyun, dia tidak pernah menyangka kalau Kyuhyun akan menyusulnya ketempat itu.
Karena tidak seharusnya ia membawa serta sepupu kecilnya itu, tapi lagi-lagi mereka tidak bisa menolak kalau sepupunya itu sudah merengek seperti bayi ditambah dengan jurus puppy andalan Kyuhyun yang sudah terkenal membuat semua orang takluk dan pasti menyerah.
Sedangkan Kyuhyun, bocah malang itu kini tengah tertidur di pelukkan sang Umma setelah lelah menangis. Kyuhyun benar-benar merasa bersalah atas kejadian yang menimpa hyung nya.
TBC
nb: gumawo buat yang mau ngikuti ini ff gaje, dan makasih buat yang dah mau ngeriview n ngasih masukan ke ff ku aku janji untuk yang selanjutnya aku akan berusaha untuk bisa ybikin yang lebih baik dari ini.
dan makasih banget buat para reader mian kalo belum bisa balas review kalian satu-satu (*bow)
