NAE SARANG DONGSAENG
Title : Nae Sarang Donsaeng ch 3
Main cast : Kyuhyun, Leeteuk, Donghae, Yesung, and other
Author : Kim Soo Kyu
Warning : OOC, gaje sudah pasti ^^, tidak sesuai EYD
Tulisan yang di garis miring adalah untuk penggambaran flashback, untuk tanda # (pagar) masa kini dan untuk tanda (add) untuk kejdian di suatu tempat dalam waktu yang bersamaan. Sekali lagi maaf kalo ff ini sedikit berantakan dengan tata bahasa maupun tulisan dan juga alur ceritanya (*bow)
HAPPY READING…
#
ceklek *anggep ja suara pintu ke buka
"hmm... belum bangun juga ya?!" lirihnya.
" sampai kapan kau akan tertidur seperti ini?" gumam nya seraya menghampiri sosok yang kini tengah tertidur di sebuah ranjang dalam kamar itu.
" apa kau tak lelah tertidur terus sepirti itu"
hening...
tak ada jawaban, sosok yang masih tertidur itu masih tetap memejamkan mata. sedangkan sang namja yang kini telah duduk di sisi ranjang, hanya bisa menatap iba. dalam hati ia berharap sosok di depannya cepat bangun dari tidur panjangnya.
"aku harap kau segera membuka mata "
setelah mengutarakan harapannya sosok itu pun mulai beranjak keluar, tanpa menoleh kebelakang lagi.
"kau harus banyak makan, kalau tidak tubuh mu itu akan semakin kurus!" kata Yesung seraya menggandeng Kyuhyun ke ruang makan, dimana di sana sudah ada tuan dan nyonya Park sudah menunggu mereka.
"tapi aku tidak lapar, hyung"
Yesung menatap tak suka saat mendengar jawaban itu dari sepupunya, sesaat keduanya saling beradu pandang tapi tak lama Kyuhyun langsung memalingkan wajahnya dari Yesung, dia tak ingin terlalu lama melihat tatapan mata hyung nya itu.
melihat reaksi Kyuhyun tatapan tajam itu seketika berubah lembut. melihat Kyuhyun seperti ini membuat dia mengingat dongsaengnya.
"maafkan aku Teukie hyung, aku sudah gagal menjaga dongsaeng mu" kata Yesung seraya menatap sendu sosok yang masih tertunduk di sampingnya.
"ayo, kasihan Imo dan Samchon sudah lama menunggu kita"
Yesung meraih tangan kurus itu dengan hati-hati dan membawa nya ke ruang makan.
suasana di ruang makan kali ini benar-benar berbeda dari biasanya. Nyonya Park tak hentinya memandang pada putra bungsunya yang hanya memainkan makanan yang ada di depannya.
padahal di meja makan itu semua nya adalah makanan kesukaan Kyuhyun, karena nyonya Park sengaja memasak semua masakan itu agar Kyuhyun bisa mengalihkan sedikit rasa sedihnya.
tapi sepertinya kali ini putra bungsunya benar-benar tak bisa dihibur, meskipun ada Yesung di sana tapi itu tak membuat kesedihan Kyuhyun berkurang.
tapi mereka tetap harus berterima kasih pada keponakan itu, karena setidaknya yesung berhasil membujuk Kyuhyun untuk keluar dari kamarnya.
"aku sudah selesai" Kyuhyun meletakkan sendoknya dan beranjak berdiri dari kursi.
ketiganya pun langsung menghentikan aktifitas makan mereka, mendengar itu dari si bungsu.
tatapan mereka kemudian beralih ke piring Kyuhyun yang nyatanya makan itu masih utuh bahkan tak tersentuh barang sesendok pun.
"emm, aku juga sudah selesai Imo" yesung pun ikut menaruh sendok nya
sebelum meninggalkan ruangan itu Yesung membungkuk hormat pada Paman dan Bibinya, dan kemudian bergegas mengejar Kyuhyun yang sudah lebih dulu meninggalkan ruang makan.
Yesung menghentikan langkahnya saat ia melihat Kyuhyun yang berdiri diam di depan sebuah kamar dan ia yakin itu adalah kamar Leeteuk.
perlahan Yesung mendekati Kyuhyun yang masih berdiri di depan sebuah pintu dan ia yakin itu adalah kamar Leeteuk.
"disini rupanya," Yesung terdiam saat ia bisa melihat wajah Kyuhyun.
dia melihat rasa sedih terpancar jelas di wajah Kyuhyun.
Yesung tahu kali ini Kyuhyun benar-benar berada dalam keadaan terburuknya, titik lemah nya.
meskipun Kyuhyun berusaha menutupi itu tapi yesung tau sisi lemah yang selalu diabaikan oleh sepupunya itu
. mungkin orang lain bisa tertipu wajah tanpa ekspresi yang selalu Kyuhyun tunjuk kan tapi Yesung mengenal bagaimana sifat Kyuhyun yang sebenarnya.
"kau ingin tidur di sini lagi, Kyu?" tanya nya
Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Yesung tersenyum lembut melihat itu.
" hyung temani kalau begitu," tanpa canggung Yesung meraih knop pintu di depan nya, ia membuka lebar pintu berwarna putih bersih itu, hingga ia bisa melihat seluruh isi ruangan yang tertata rapi.
setelah menutup pintu, yesung segera menghampiri Kyuhyun yang sudah merebahkan tubuh kurusnya di atas kasur queen zise yang ditutup seprei dengan warna yang senada dengan warna dinding dan perabotan yang ada di dalam kamar itu.
yesung pun ikut merebahkan tubuh nya di sebelah Kyuhyun yang tidur membelakanginya. Yesung tak melepaskan pandangan nya barang sedetik, karena ia tau Kyuhyun sebenar nya belum tertidur.
yesung menggeser posisinya agar lebih dekat dengan Kyuhyun, melihat tubuh di depannya yang tampak tak bergeming Yesung merengkuh tubuh kurus itu.
Yesung menghela napas saat menyadari betapa kurus dan ringkih tubuh Kyuhyun, di tambah dengan kejadian ini ia yakin berat badan Kyuhyun pasti akan turun lagi.
Yesung tersadar dari lamunan nya ketika Kyuhyun menggerak-gerak kan tubuh nya dalam pelukan yesung, menyamankan posisi rupanya.
Yesung tersenyum lega kemudian mengeratkan dekapan nya pada tubuh Kyuhyun.
"jaljayo saeng!" bisik nya di dekat telinga Kyuhyun dan Yesung mulai memejamkan mata sipitnya setelah merasakan kepala Kyuhyun mengangguk lemah.
puff, the magic dragon, lived by the sea
and frolicked in the autumn mist in a land called honalee.
little jackie paper loved that rascal puff
and brought him strings and sealing wax and other fancy stuff, oh
puff, the magic dragon, lived by the sea
and frolicked in the autumn mist in a land called honalee.
Leeteuk menatap kagum pada adik semata wayangnya, ia tak pernah menyangka kalau selama ini adiknya itu memiliki bakat terpendam.
puff, the magic dragon, lived by the sea
and frolicked in the autumn mist in a land called honalee.
together they would travel on boat with billowed sail
jackie kept a lookout perched on puff's gigantic tail
noble kings and princes would bow whene'er they came
pirate ships would lower their flags when puff roared out his name, oh
puff, the magic dragon, lived by the sea
and frolicked in the autumn mist in a land called honalee.
Leeteuk tak henti hentinya tersenyum melihat adik nya melantunkan lagu itu, meskipun masih terlihat lemah karena memang ia sadar paska operasi, itu tak membuat semangatnya hilang.
puff, the magic dragon, lived by the sea
and frolicked in the autumn mist in a land called honalee.
a dragon lives forever, but not so little boys
painted wings and giants's rings make way for other toys.
one grey night it happened, jackie paper came no more
and puff that mighty dragon, he ceased his fearless roar.
his head was bent in sorrow, green scales fell like rain
puff no longer went to play along the cherry lane.
without his lifelong friend, puff could not be brave
so, puff that mighty dragon sadly slipped into his cave, oh
puff, the magic dragon, lived by the sea
and frolicked in the autumn mist in a land called honalee.
puff, the magic dragon, lived by the sea
and frolicked in the autumn mist in a land called honalee.
ketika Kyuhyun menyelesaikan nyanyian nya Leeteuk lah yang paling bersemangat memberi tepuk tangan pada adik nya itu.
Kyuhyun benar-benar tak bisa membendung tangis bahagia nya melihat hyung nya tersenyum karena nyanyiannya.
ia merasa bodoh dan jahat karena sudah membenci hyungnya, dan membuat teukie hyung nya masuk rumah sakit dan tak sadarkan diri hampir sebulan lamanya.
dan sejak saat itu ia berjanji pada dirinya sendiri, dia akan membuat sang hyung bangga sudah memiliki dia sebagai adik. dan Kyuhyun berjanji akan menyayangi hyungnya lebih lagi.
#
"yeoboseo!"
"ommo, jeongmalyo!?"
"nde, sekarang kau ada dimana?"
"guraeyo, nde... nde..."
Yesung masih tak yakin dengan apa yang ia dengar, adik kecil nya sudah tiba di Korea saat ini, ini benar-benar kabar gembira untuk nya.
adik kecil nya yang begitu cengeng dan manja kini telah kembali dan telah menyelesaikan sekolahnya di Jepang.
Dengan penuh semangat ia pegi ke kamar Kyuhyun untuk mengabarkan hal ini, karena Yesung tahu Kyuhyun pasti akan ikut gembira dan bisa sedikit melupakan kesedihan nya saat ini.
"Kyu... kau ada di dalam kan?!" Yesung mengetuk pintu eboni itu sebentar kemudian langsung membukanya.
"Kyu, hyung punya kabar gembira untuk mu" Yesung begitu antusias saat menyampaikan hal itu.
"hmmm, apa itu hyung?" Kyuhyun menjawab dengan malas.
"tapi sebaiknya kau ikut hyung saja, karena hyung akan menjemputnya di bandara sekarang"
Kyuhyun tampak enggan beranjak dari kamarnya, memang ia sudah lebih baik dari sebelum nya meski kadang ia masih sering melamun ketika sedang tak ada Yesung atau orang tua nya.
Meski agak susah akhirnya Yesung berhasil mengajak Kyuhyun keluar rumah, yesung tau Kyuhyunmemang membutuhkan suasana yang baru agar sepupunya itu bisa melupakan sejenak kesedihan nya.
Sepanjang perjalanan ke bandara di dalam mobil yesung hanya didominasi oleh lantunan suara dari boyband yang sekarang namanya tengah melambung di seantero korea, lagu balad itu seakan memberi ketenangan tersendiri untuk Kyuhyun.
Sesekali Yesung melirik kursi penumpang di sebelahnya dimana Kyuhyun tengah asyik dengan lamunannya, sejenak pandangan mata Yesung melembut melihat sepupunya yang kini tak banyak bicara itu.
Yesung berharap saat mereka bertemu Kyuhyun akan merasa senang, karena ia tahu adik nya itu pasti bisa menghibur Kyuhyun, memang sebelum adik nya melanjutkan sekolah nya ke Jepang mereka berempat sangatlah akrab.
Tapi semenjak adik nya pidah ke luar negri Kyuhyun hanya mau dekat dengan nya ataupun Leeteuk hyung.
Namja itu tampak tersenyum senang kala obsidian nya menangkap sosok yang sudah sangat di rindukan nya, dan senyum itu bertambah lebar kala ia melihat sosok lain yang ada bersama hyung nya, dengan penuh semangat namja itu melangkah mendekati dua orang yang sangat ia sayang itu.
"Kyuhyunie... Yesung hyung..." gumamnya seraya mempercepat langkahnya.
"Yesung hyung... Kyuhyunie...!"
Mendengar seruan itu keduanya serempak menoleh kan kepala mereka ke arah datang nya suara, Yesung langsung tersenyum senang ketika tau siapa yang tadi memanggilnya.
Sementara itu Kyuhyun hanya bisa terpaku pada sosok yang kini tengah berjalan ke arah nya, Kyuhyun seperti tak bisa percaya dengan apa yang tertangkap oleh obsidian nya.
Apa mungkin ia bermimpi, tapi kalo pun ini mimpi ini terlalu nyata untuk nya. tapi... Kyuhyun begitu larut dengan pikiran nya sendiri hingga ia tak sadar kalo sosok yang tadi memanggilnya kini sudah berdiri di depan nya Dan menampakkan wajah bingung yang membuat nya terlihat lucu dan menggemaskan seperti anak kecil.
"hei! kau itu kenapa Kyu?" seru nya seraya mengibaskan tangan nya di depan wajah Kyuhyun.
"magnae, kenapa kau bengong begitu sih?"
Yesung tersenyum geli melihat dongsaenya yang mulai kesalkarena dicuekin oleh Kyuhyun, apa lagi dengan pipi yang mengembung lucu seperti saat ini.
Ingin rasa nya Yesung tertawa keras melihat dongsaengdeul nya tapi ia masih bisa menahan itu, ia tahu Kyuhyun pasti tidak menyangka kalo ia akan bertemu dengan hyung childish favoritnya setelah sekian lama berpisah.
Reflek Yesung merangkul bahu Kyuhyun hingga membuat namja itu kembali ke alam nyata, Yesung hanya tersenyum ketika Kyuhyun melihat mereka bergantian.
Yesung sadar benar kalo sepupu kecilnya itu pasti sangat terkejut dan mungkin tak pernah menyangka kalo ia akan bertemu dengan sosok itu lagi.
"kau itu kenapa sih Kyu, apa kau tak senang bertemu dengan ku lagi?"
Sosok itu mulai merajuk tak terima karena reaksi yang tadi Kyuhyun tunjukkan, meskipun itu bisa di bilang wajar karena rasa kaget.
"kau membuat mood ku jelek tau, menyebalkan"
Ketika sosok di depan nya itu hendak melangkah pergi Kyuhyun yang sudah terkoneksi dengan kesadarnya nya pun langsung berteriak untuk mencegah sosok itu untuk kembali melangkah.
"tunggu... Hae hyung?" tanya nya tak yakin.
"benarkah ini kau?" Kyuhyun mulai berjalan mendekati sosok yang tadi dipanggilnya Hae.
"iya ini aku bocah babo" kata nya seraya mempoutkan bibirnya lucu
"Donghae hyung..." Kyuhyun pun langsung menghambur ke dalam pelukan Donghae hyung nya yang sudah lama tak di jumpainya.
"bogoshipoyo..." bisik nya sambil memeluk tubuh Donghae dengan sangat erat.
"nado bogoshipoyo, saeng" Donghae membalas pelukkan itu tak kalah eratnya seraya tangan nya mengelus punggung Kyuhyun dengan sayang.
Sementara Yesung hanya tersenyum melihat adengan mengharukan yang kini tengah tersaji di depan matannya, hingga membuat namja itu menetekan setitik liquit bening dari sudut mata sipitnya.
Dalam hati Yesung berharap dengan adanya Donghae bersama nya itu akan sedikit mengurangi bebannya karena keadaan Kyuhyun yang sangat menyedihkan beberapa hari belakangan ini.
Yesung tau dongsaeng nya itu memutuskan untuk kembali ke Korea saat ini, pasti appa dan Umma nya sudah menceritakan semua keadaan yang tengah terjadi di sini, makanya Donghae menyelesaikan sekolahnya secepat mungkin agar bisa segera pulang ke Korea.
"Hae hyung hari ini menginap di rumah saja ya?" permintaan itu lagi-lagi terlontar dri bibir Kyuhyun.
Donghae hanya menganggukkan kepalanya, ia sudah tau apa yang sudah Terjadi dari kedua orang tua dan juga hyung nya, tentang keadaan Leeteuk dan depresi yang dialami oleh sepupu kecilnya itu.
Donghae dengan telaten mengelus surai ikal Kyuhyun yang kini sudah merebahkan kepalanya di atas paha Donghae.
Melihat Kyuhyun seperti ini membuatnya ingin sekali menangis, tapi sebisa mungkin ia menahan keinginan nya itu karena ia tidak ingin membuat Kyuhyun sedih lagi.
Sesampainya di kediaman paman dan bibinya, Kyuhyun segera menggelendeng Donghae ke kamarnya, bahkan Donghae belum sempat memberi salam pada paman dan bibi nya yang sudah menunggunya dari tadi.
Tuan Park yang sudah tahu hanya tersenyum saat Donghae melihat paman nya itu dengan wajah bersalah tapi itu tak berlangsung lama karena senyum bijak yang ditunjuukkan oleh Tuan Park.
"Hae hyung, kenapa kau baru pulang sekarang?" tanya Kyuhyun saat mereka tengah berkumpul di ruang keluarga di kediaman Park.
Donghae tak langsung menjawab pertanyaan Kyuhyun, namja itu hanya tersenyum penuh arti. dan senyum itu bertambah lebar kala ia melihat Kyuhyun yang tampak menggembungkan pipi chubby dan mempoutkan bibirnya. pose yang membuat siapapun gemas dengan namja itu.
"kebiasaan mu itu ternyata tidak berubah ya ,Kyu" ujar Donghae setelah berhasil mengontrol rasa geli nya.
"hyung minta maaf ya kalo selama ini hyung tidak pernah mengabarimu"
"hyung hanya ingin segera menyelesaikan sekolah hyung di sana, agar bisa cepat kembali ke Korea dan berkumpul lagi dengan kalian semua" lanjut nya saat Kyuhyun tak memberikan respon apapun atas penjelasan nya tadi.
Donghae terus memperhatikan Kyuhyun yang masih saja memamerkan pose marahnya yang terlihat begitu lucu di mata Donghae.
"kau tahu Kyu?" tanya nya "hyung sebenarnya tak ingin pergi meninggalkan mu sendirian saat itu, tapi hyung juga tidak ingin menyia- nyiakan kesempatan emas itu. karena itu adalah impian yang sudah lama hyung ingin wujudkan."
"hyung yakin, suatu saat nanti kau pasti memiliki keinginan seperti yang ingin hyung raih." donghae mengakiri kalimat panjang nya dengan tatapan yang berubah sendu ketika Kyuhyun tak memberi reaksi seperti yang ia harapkan.
Donghae semakin merasa kalo Kyuhyun kini banyak berubah, setelah kepergian nya 4 tahun lalu, dan di tambah dengan kejadian yang menimpa Teukie hyung beberapa saat lalu.
Sebenarnya Donghae ingin sekali memberitahu pada namja di depan nya ini tentang semua yang ia tau tentang hyung sepupunya.
Bagaimana keadaan nya, dimana dia berada saat ini dan apa yang tengah terjadi kini pokoknya semua nya yang ia tahu.
Tapi ia merasa tak memiliki hak untuk itu, apalagi melihat Kyuhyun yang sekarang ini keinginan itu semakin menancap kuat di benak nya tapi ia tak ingin melangkahi keinginan paman nya.
Sebenarnya pun tujuan nya pulang kembali ke Korea saat ini adalah untuk hal itu, tapi ia sudah berjanji pada paman dan bibi nya kalo ia tak akan memberitahukan kenyataan yang mungkin dapat membuat Kyuhyun terluka saat namja itu tahu kenyataan yang sebenarnya tentang keadaan hyung tertuanya.
Walaupun ia ingin sekali memberitahu sepupu kecilnya itu tapi apa daya, ia hanya bisa menunggu keadaan dan waktu yang tepat.
Tak terasa tiga bulan sudah Donghae kembali ke Korea, dan keadaan Kyuhyun pun mulai kembali seperti dulu, meski terkadang masih suka melamun sendiri, tapi tak separah beberapa bulan lalu, sepertinya namja itu sudah bisa menerima ketiadaan sang hyung di sisi nya saat ini. meskipun Kyuhyun sangat berharap bisa berkumpul bersama lagi.
"hyung, apa hari ini kau bisa mengantar ku jalan-jalan" tanya nya pada seseorang diseberang telpon.
"..."
"baiklah, tapi jangan terlambat ya? aku menunggumu di tempat biasanya"
"..."
"nde, aku akan hati-hati membawa mobilnya hae hyung,"
"..."
"iya, cerewet sekali sih."
"..."
"nde... nde... aku tutup telpon nya sekarang" Kyuhyun tampak kesal, tak biasanya Donghae hyung nya menjadi cerewet seperti ini.
Setelah memasukkan ponsel nya ke saku celana Kyuhyun seger bergegas ke luar dari kamarnya, seraya meraik kunci mobil yang ada di meja samping tempat tidurnya.
Dengan sedikit berlari menuruni tangga ia menghampiri sang eomma yang tampak asyik dengan hobi barunya menyulam di depan televisi di ruang keluarga kediaman mereka.
Setelah berpamitan Kyuhyun segera melesat ke garasi dan masuk ke dalam mobil lamborgini putih yang dulu sering di pakai oleh Leeteuk. sesaat namja itu terdiam seraya mengamati keadaan di dalam mobil itu.
"kapan kau akan kembali Teukie hyung, Kyunie sangat merindukan mu" gumamnya lirih,
"semangat Kyuhyun, kau tidak boleh cengeng lagi" setelah menyemangati dirinya sendiri Kyuhyun segera melesat ke tempat favoritnya.
"apa sudah ada perkembangan yang bagus Heechul hyung?" tanya Donghae pada namja cantik yang ada di seberang meja kerjanya.
Namja yang di panggil heechul oleh Donghae tadi hanya menggeleng lemah, Donghae lagi-lagi hanya bisa menghela napas pasrah dengan jawaban yang selalu sama yang ia dapat dari seniornya itu.
Heechul pun sepertinya juga tak menginginkan hal itu, ia pun sebenarnya sangat ingin pasien yang kin sedang ia tangani bisa menunjukkan kemajuan meski itu sedikit tapi itu sepertinya masih harus mereka tahan hingga batas waktu yang tak bisa di predisikan kapan itu akan terjadi.
"oh ya, hyung hari ini aku akan bertemu dengan Kyuhyun" katanya "apa aku bisa minta bantuan mu?" lanjutnya seraya membereskan berkas yang tadi Heechul berikan padanya.
"bantuan apa itu, Hae"
"tolong bantu aku menjaga Kyuhyun, kalo nanti sesuatu terjadi dengan Teukie hyung."
Heechul tampak terkejut dengan permintaan donghae kali ini, tidak biasa nya namja itu terlihat pasrah seperti ini.
"kau itu bicara apa kim Donghae!" Heechul berseru marah dan tampak tak terima " bukan kah selama ini kau yang paling tak ingin hal itu terjadi, apa kau sudah gila." Heechul begitu murka.
"kau... kenapa... kau... aish!" Heechul benar-benar tak habis pikir dengan pikiran namja di depan nya.
Heechul benar-benar tak menyangka Donghae akan menyerah disaat sekarang ini, di saat ia sudah mati-matian mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhan pasien dan sekaligus keluarga dari juniornya ini.
Donghae hanya bisa menundukkan wajahnya melihat reaksi Heechul yang seperti itu, sebenarnya ia puntak ingin menyerah dan terkesan pasrah disaat seperti ini. tapi melihat tak adanya perkembangan bagus yang terjadi membuat nya putus asa.
Meski pun paman dan bibi nya sudah rela seandainya putra sulung mereka benar-benar harus pergi dan meninggalkan mereka selamanya, tapi entah kenapa Donghae memiliki keyakinan kalo hal itu masih bisa diusahakan. tapi kenapa sekarang ia jadi lemah seperti ini.
Sangat wajar kalo Heechul begitu marah setelah mendengar penuturan nya tadi, donghae benar-benar merasa seperti orang bodoh saat ini.
"Hae, kau harus yakin kalo usaha kita tidak akan sia-sia." Heechul akhirnya berucap setelah bisa mengendalikan emosinya. "aku yakin, Jung su pun sekarang ini juga sedang berusaha untuk bisa bertahan."
"kau lihat sendiri kan tadi, meskipun dia seperti itu tapi dia masih memiliki keinginan untuk bisa bangun dari tidur panjangnya selama ini." Heechul berjalan mengitari meja yang menhalangi nya.
"kau harus yakin itu kim donghae" heechul meraih tubuh namja yang masih terdiam di depan nya kedalam pelukannya mencoba memberi ketenangan yang sangat Donghae butuhkan saat seperti ini.
Heechul terus mendekap tubuh Donghae saat ia merasakan tubuh namja itu mulai bergoncang karena tangis yang memang sudah ia tahan sejak tadi.
Heechul membiarkan donghae meluapkan tangisnya karena memang itu yang Donghae butuhkan saat seperti ini. meskipun tampak tegar tapi sebenarnya Donghae adalah namja yang lemah dan cengeng.
Setelah merasa namja dalam dekapan nya itu tenang Heechul melepaskan dekapan nya, "hapus air mata mu itu Hae, kau tak ingin Kyuhyun bertanya macam-macam pada mu kan?"
"mian hyung, aku membuat kemejamu basah" kata nya seraya mengusap sisa air mata yang membasahi pipi nya.
"berarti kau harus mengganti nya kalo begitu." Heechul berkata dengan santainya.
"mwoya!" seru donghae seraya mendorong tubuh Heechul menjauh "kau itu perhitungan sekali sih hyung"
Heechul menampakkan senyum iblis andalan nya dan donghae tau kalo senyum itu sudah terukir di wajah cantik itu, berarti itu adlah alarm untuk nya dan dia tau ia tak akan bisa lepas dari jeratan maut seorang Kim Heechul yang terkenal mematikan itu.
Sementara itu di sebuah cafe, tampak seorang namja yang tengah menikmati secangkir cappucino hangat yang menjadi favoritnya. sesekali namja itu melirik arloji yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.
"ck, kenapa Donghae hyung lama sekali sih" keluh nya seraya menyeruput cappucino nya.
"padahal kan aku tadi sudah bilang jangan lama-lama."
"kenapa dengan wajah mu itu Kyu?"
Kyuhyun langsung mendongak saat mendengar suara yang sangat dikenal nya itu.
"kau sudah membuat ku menunggu lama hyung,"
"aish, Kyunie marah ya sama hyung" namja yang baru saja tiba itu, yang ternyata adalah Donghae mulai menggoda sepupunya yang terlihat mempoutnkan bibirnya terlihat begitu menggemaskan untuk Donghae.
"kenapa kau baru datang!" marah nya, "kau sudah membuat mood ku buruk Kim Donghae"
"hai, kau memanggil ku apa barusan, aku ini lebih tua dari mu bocah." seru Donghae pura-pura marah seraya duduk di kursi yang ada di depan Kyuhyun.
"Kim donghae, kenapa apa itu masalah" Kyuhyun tampak menyeringai membuat Donghae bergindik ngeri.
Kadang Donghae berpikir kalo Kyuhyun itu lebih pantas menjadi dongsaengnya Heechul dari pada Leeteuk, karena mereka memiliki senyum setan yang sangat pas dan mirip.
"sudahlah, maaf kalo kau harus menunggu lama tadi," katanya, "aku masih ada pasien yang butuh penanganan darurat tadi"
"gwencana hyung, sebenarnya aku juga baru saja datang kok." Kyuhyun menyeruput cappucino nya lagi " kau ingin memesan apa?"
Tampak Donghae mmbolak-balik kan buku menu yang ada di tangan nya, " sama dengan mu saja lah."
Setelah puas menikmati pesanan mereka, akhirnya Kyuhyun dan Donghae melanjutkan acara mereka yang tadi mereka rencanakan.
Seharian itu mereka menghabis kan waktu menikmati pemandangan sungai Han yang lumayan sejuk, meskipun tadi sempat turun hujan itu tidak menyurutkan niat keduanya untuk menikmati hari.
Sesekali Donghae tersenyum saat memperhatikan wajah Kyuhyun yang selalu tersenyum itu, Donghae selalu berdoa semoga senyum itu tak akan pernah hilang lagi dari wajah Kyuhyun.
Tapi entah kenapa saat ia ingat dengan keadaan hyung sepupunya ada perasaan miris yang sangat tak di ingin kan nya. bagaimana jika hal buruk itu terjadi dan usaha nya selama ini sia-sia?
Donghae benar-benar takut kalo-kalo itu terjadi. dia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri andai hal buruk itu terjadi. Dalam hati donghae berjanji kalo dia tidak akan menyerah sampai kapan pun, kalo pun harus gagal tapi setidaknya ia sudah berusaha.
Karena dia juga tidak ingin mengecewakan harapan paman dan bibi nya yang sudah memberinya kepercayaan dan taggung jawab untuk kesembuhan putra sulung dan juga hyung nya.
"aku harus yakin kalo usaha ku tidak akan sia-sia." serunya dalam hati.
"kau harus selalu yakin kalo kau bisa menyembuhkan Teukie hyung, kim Donghae"
"kau melamun ya hyung!" seruan itu seketika membuat Donghae meninggalkan alam lamunan nya.
"ah, tidak hyung hanya menikmati udara sungai Han, Kyu."
"kau itu aneh hyung," Kyuhyun pun mengikuti apa yang saat ini Donghae lakukan yang katanya menikmati udara sungai Han.
Jam dinding di kamar bernuansa biru itu masih menunjukkan pukul 4 dini hari, ketika namja yang tadi tampak tertidur pulas itu terbangun dengan keringat membasahi seluruh wajah dan pakaian yang ia pakai, napas nya pun masih terengah.
Sepertinya ia terbangun karena sesuatu yang mengganggu tidur nyenyaknya, mimpi aneh yang ia dapat barusan membuat nya terpaksa terbangun.
Mimpi yang tak biasa, yang membuatnya seketika teringat dengan sosok yang sekarang tengah terbaring di rumah sakit, sosok yang ingin sekali ia temui tapi ia tidak sanggup jika harus melihat keadaannya.
Yesung dan Donghae hanya saling pandang, mereka masih tak bisa percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Paman nya bilang kau Kyuhyun ingin pergi ke Rumah Sakit, itu benar-benar diluar prediksi mereka.
Dimana semua orang tahu kalau Kyuhyun sangat menghindari hal itu, tapi kali ini sungguh diluar dugaan, ada apa sebenarnya dan apa yang membuat sepupu nya itu memutuskan untuk mengunjungi sang hyung yang sudah hampir tiga bulan lama nya tak sadarkan diri di Rumah Sakit.
Untuk beberapa saat mereka masih saling pandang, hingga dering ponsel milik Donghae kembali bergetar dan memaksa sang empunya untuk segera mengangkat dan menjawab panggilan itu.
"yeoboseo, Heechul hyung?"
"..."
"nde, aku sebentar lagi ke sana"
"..."
"mwo?"
Yesung yang hendak keluar dari mobil kembali masuk setelah mendengar suara Donghae, ia tahu pasti telah terjadi sesuatu di Rumah Sakit.
Dalam hati ia berdoa semoga semuanya baik-baik saja, tapi melihat raut wajah adiknya Yesung tak berani menerka-nerka lebih jauh lagi semoga saja bukan hal yang buruk.
Setelah merasa yakin akhirnya Yesung dan Donghae memutuskan untuk masuk ke dalam rumah sang Paman, cukup lama mereka mengobrol sambil menunggu Kyuhyun turun dari kamarnya dan tak berapa lama orang yang mereka tunggu menampakkan dirinya.
Meskipun selama perjalan itu mereka terus bercanda tapi Kyuhyun bisamerasakan kalau ada sesuatu yang ditutupi darinya oleh kedua sepupunya, tapi dia mencoba mengabaikan itu.
Kyuhyun tak ingin merusak kesenangan nya hari ini. mungkin memang terasa aneh karena setelah hampir tiga bulan ia tak ingin sekalipun menginjakkan kakinya ke Rumah Sakit,
Tapi entah kenapa hari ini rasa tak nyaman itu tiba-tiba saja tesingkirkan dan terganti dengan rasa rindu yang begitu besar kepada sang hyung yang hampir tak ia jumpai tiga bulan terakhir ini.
Kyuhyun pun merasa heran dengan dirinya sendiri karena hal tak biasa ini. seolah ia selalu mendengar bisikan yang menyuruhnya untuk melihat sang hyung.
Meski ada sedikit rasa khawatir tapi ia berusaha untuk selalu berpikir positif semoga semuanya baik-baik saja tapi pada kenyataannya itu tidak bisa dibilang baik-baik saja. karena hingga saat ini hyung nya masih belum mau untuk membuka mata nya.
Seandainya saat itu ia ikut dengan Teukie hyung nya mungkin kejadianya tidak akan seperti ini. kenapa disaat seperti ini rasa itu harus muncul lagi?
Kyuhyun benar-benar tak habis pikir, di saat ia ingin kembali dekat dengan sang hyung kilasan kejadian itu kembali muncul di benaknya. dan lagi- lagi ia seperti melihat sosok seorang anak yang hampir seumuran dengan nya tengah berlari ke arah Leeteuk, siapa anak itu?
Sosok misterius yang hingga kini membuat Kyuhyun penasaran.
Tanpa terasa kini Kyuhyun sudah berdiri di depan kamar rawat Leeteuk, meski tangan nya sudah meraih handle pintu tapi ia tak langsung masuk ke dalam, malah Kyuhyun tampak melamun hingga akhirnya Yesung datang menghampirinya.
"kenapa kau tidak masuk ke dalam, Kyu?"
"Yesung hyung" Kyuhyun tampak terkejut mendapati Yesung sudah ada di samping nya "kenapa kau senang sekali membuatku terkejut!"
"kenapa kau masih di sini?" Yesung memperhatikan Kyuhyun dari atas hingga bawah seperti mengintrogasi anak gadis nya ketika pulang terlambat
"emm... aku... aku menunggu mu dan juga Donghae hyung"
"banyak alasan."
Setelah berucap Yesung langsung membuka pintu di depan nya dan masuk, Kyuhyun mau tak mau akhirnya ikut masuk ke dalam meskipun sebenarnya enggan.
Dan benar saja sesaat setelah mereka ada di dalam kamar rawat Leeteuk, Kyuhyun langsung terdiam begitu oniks tajam nya menangkap pemandangan yang ada di dipan nya.
Pandangan Kyuhyun seketika berubah redup melihat sang hyung yang masih saja betah berada dalam tidur panjangnya.
Perlahan Kyuhyun berjalan mendekati pembaringan sang hyung, seraya bibirnya menggumamkan nama Leeteuk.
"Teuki hyung!" panggilnya pelan "ini Kyunie."
"..."
"apa kau masih marah pada Kyu?"
"..."
"maafkan Kyunie, hyung" Kyuhyun duduk di kursi yang ada di samping ranjang Leeteuk
"sampai kapan hyung akan seperti ini terus?"
Kyuhyun meraih jemari Leeteuk dan menggenggamnya dan Kyuhyun langsung mengernyit ketika merasakan jemari itu kini menjadi kurus dan dingin.
"apa sekarang kau sedang bermimpi indah hyung?"
Kyuhyun mulai merebahkan kepalanya di samping kepala Leeteuk dan meletakkan tangan hyung nya itu di atas kepalanya sendiri.
"hyung... Teukie hyung... bogoshipeunde..."
Bersamaan dengan bisikan itu air mata yang hampir kering itu kini kembali menetes, perasaan Kyuhyun bercampur baur saat ini, antara senang, sedih dan rasa bersalah yang masih terus ia rasaka hingga saat ini. tumpah ruah tanpa bisa ia bendung lagi. biarlah ia ingin meluapkan semua itu saat ini.
Tanpa di sangka air mata itu juga mengalir diantara kelopak yang masih terpejam itu, ya Leeteuk ikut menangis, andai saja Kyuhyun melihat, tapi sayang tak ada orang lain selain mereka berdua.
Tunggu dulu bukan kah tadi ada Yesung di situ? oh ternyata namja itu kembali keluar setelah membuka tirai jendela kamar rawat sepupunya.
Dan Kyuhyun sudah larut dengan perasaan nya sendiri hingga tak menyadari hal itu. setelah lelah meluapkan perasaannya Kyuhyun pun akhirnya jatuh tertidur dengan posisi terduduk.
Donghae yang semula ingin masuk pun langsung mengurungkan niat nya saat melihat pemandangan langka yang tersuguh di depan matanya, dan itu membuat Heechul dan Yesung mengerutkan dahi mereka karena heran.
Setelah mendorong badan Donghae akhirnya keduanya pun dapat melihat hal yang kini menjadi perhatian Donghae.
Sepintas rasa lega menghampiri hati ketiganya meski disaat bersamaan rasa miris itu ikut hadir dan membaur tapi setidaknya Kyuhyun sudah bersedia membagi rasa sedih dan bersalahnya.
"apa tidak ada cara lain, hyung?" tanya Donghae saat mereka tengah makan siang di kantin rumah sakit
"aku sudah mencoba banyak cara," Heechul menyeruput kopi yang tinggal setengah di cangkirnya. "tapi hasilnya masih membuatku ragu, Hae."
"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, hyung?" tanya Yesung yang baru duduk di sebelah adiknya.
"kita pantau saja dulu, jika dalam satu minggu ini Teukie hyung menunjukkan perkembangan yang bagus maka aku akan mencoba metode yang kamu maksud kemaren, Hae."
Setelah itu ketiganya larut dengan pikiran mereka masing-masing, Heechul sendiri masih belum memberi tahu Donghae tentang apa yang tadi ia bahas bersama dokter Jang.
Heechul masih belum yakin dengan reaksi hoobe nya ini kalau ia memberi tahu masalah yang sebenarnya.
"suster, bagaimana dengan keadaan hyung yang ada di kamar sebelah?" selalu itu yang keluar dari bibir seorang namja pada suster yang sedang memeriksa kondisinya hari itu.
"apa dia masih belum mau membuka mata juga?" tanya nya lagi dengan wajah tertunduk.
"andai saja saat itu aku..." namja itu tak bisa melanjutkan kalimatnya karena tertahan tangis, kilasan kejadian naas beberapa bulan yang lalu kembali terlintas di ingatan nya, membuat rasa bersalah itu kembali mencengkeram dadanya.
Meskipun itu bukan lah salahnya tapi saat itu dia ada di sana dan melihat semuanya.
Pada awalnya namja itu berniat menolong tapi apa yang terjadi malah dia yang terpaksa harus ditolong, dan kejadian setelah ituyang membuatnya semakin merasa bersalah pada sang penolong.
Andai saja penyakit sialan itu tidak kambuh, andai saja ia lebih berhati-hati hari itu, dan kata seandainya itulah yang membuatnya semakin menyalahkan diri nya atas apa yang menimpa sang penolong.
"berdoalah semoga sang penolongmu segera membuka mata dan bangun dari tidur panjangnya." kata sang suster menenangkan.
"yakinlah, karena ada banyak dokter hebat yang menanganinya"
Sang namja hanya mengangguk lemah, rasa bersalah itu kian terasa menghimpit dada nya. sangat nyeri, hingga reflek tangan nya mencengkeram dada kirinya yang terasa kian sesak, membuatnya tak bisa bernafas.
Rasa itu bukan nya mereda tapi kian menjadi membuat sang namja kesulitan untuk bernafas.
"ya Tuhan apakah sekarang adalah waktunya? jika benar, tolong jangan siksa aku seperti ini." batinnya.
"jika boleh aku minta satu hal, beri aku sedikit waktu lagi Tuhan. aku hanya ingin mengucapkan terima kasih pada penolongku." doa nya dalam hati seraya terus mencengkeram dadanya yang semakin terasa nyeri.
Sementara itu ganhosa yang tadi memeriksanya dengan cekatan menekan tombol darurat untuk meminta bantuan.
TBC
