NAE SARANG DONGSAENG
Title : Nae Sarang Donsaeng ch 4
Main cast : Kyuhyun, Leeteuk, Donghae, Yesung, and other
Author : Kim Soo Kyu
Warning : OOC, gaje sudah pasti ^^, karya pertama yang q buat.
Summary : -
HAPPY READING…..
Hari itu, Donghae melakukan rutinitas nya mengunjungi kamar Leeteuk. seperti biasa dia mengajak ngobrol dan melakukan interaksi sentuhan untuk merangsang sang pasien.
Meskipun mereka koma tapi meraka masih bisa mendengar suara yang ada di sekitarnya.
Setelah membuka tirai di kamar rawat itu, Donghae duduk di bangku yang ada di samping ranjang Leeteuk dan dia mulai mengajak Leeteuk berbicara meski bukan dalam arti yang sebenarnya.
"hyung, apa kau tau tadi sewaktu aku akan ke sini, aku bertemu dengan seorang namja yang seumuran dengan dongsaeng mu" kata Donghae seraya memijat pelan tangan kurus Leeteuk.
"tapi sayang sepertinya dia sedikit tidak beruntung" Donghae berhenti sejenak.
"ada masalah dengan jantungnya." saat mengatakan itu wajah Donghae berubah sedih.
Sesaat setelah kalimat itu terucap dari bibir Donghae, ada sebuah pergerakan yang tak kentara dari Leeteuk, seolah dia merespon itu tapi sayang Donghae tidak memperhatikan itu.
Seolah Leeteuk ingin memberitahu sepupunya. tapi Donghae masih larut dengan pikirannya sendiri, namja itu masih sibuk bercerita tentang apa saja yang ia lakukan hari ini dan apa saja yang ia lihat.
Dan setiap Donghae menyinggung tetang seseorang yang tadi ia temui tanpa ia sadar Leeteuk mulai bereaksi meski pun masih samar sepertinya Leeteuk ingin memberitahu Donghae, namun lagi-lagi tak ada yang sadar akan hal itu.
Tapi tidak dengan sseorang yang kini memperhatikan keduanya dari jendela kaca kamar Leeteuk yang kebetulan tak tertutup itu.
Sosok itu seketika menatap serius ke dalam kamar Leeteuk, dia tak ingin melewatkan hal yang selama ini ia pantau dari pasien nya ini.
Karena hal ini lah yang ia tunggu hampir 3 bulan lamanya, meskipun sempat tak yakin tapi ia tak ingin menyerah begitu saja tanpa berusaha.
Ia yakin jika ia mau bersabar sedikit lagi, dan tak lelah melakukan terapi rangsang sentuh dan suara pasti apa yang ia usahakan dengan Donghae selama ini pasti akan membuahkan hasil.
Tapi dia masih tidak yakin apa harus memberi tahu Donghae tentang ini atau tidak, tapi keluarga Leeteuk harus tahu kebenaran ini.
Meskipun sebenarnya dokter Jang sudah membahas ini dengan orang tua Leeteuk tapi tanggapan orang tua Leeteuk justru membuatnya heran bagaimana bisa mereka terlihat begitu pasrah dengn semua itu.
Tapi dia juga tahu kalo ayah Leeteuk tetap berusaha untuk kesembuhan putra sulungnya. bagaimanapun hasil akhir nya nanti ayah Leeteuk mempercayakan semua itu pada tim dokter yang menangani putra sulungnya.
"apa yang kau lihat Kyu?" tanya Yesung saat Kyuhyun terlihat tengah menatap taman rumah sakit
"ah, emm bukan apa-apa, hyung" Kyuhyun langsung melangkah menuju kamar rawat Leeteuk tanpa menghiraukan Yesung yang masih terbengong di tempatnya.
Ini adalah rutinitas Kyuhyun sejak kunjungan nya waktu itu, namja itu mulai menyisihkan segaian waktunya untuk mengunjungi Leeteuk setelah ia di beri tahu Donghae, kalau ingin Leeteuk cepat membuka mata maka harus lebih sering mengajaknya untuk interaksi meski mungkin Leeteuk tal merespon tapi setidaknya Leeteuk masih bisa mendengar suara.
Tapi itu tetap lah tak menjadi hal mudah untuk Kyuhyun, meskipun ia sudah bisa datang dan menjenguk Leeteuk, namun rasa bersalah itu tak juga bisa hilang.
Tapi berkat adanya Donghae dan juga Yesung sepupunya, perlahan Kyuhyun mulai sedikit bisa berdamai dengan semua rasa bersalah yang ia rasakan pada hyung nya itu.
Dan saat tadi ia melewati taman Rumah Sakit tak sengaja Kyuhyun melihat sosok yang tengah duduk di salah satu bangku taman dan itu lumayan menarik perhatian nya.
Meski penasaran tapi Kyuhyun membiarkan hal itu, karena yang menjadi tujuan saat ini adalah melihat keadaan Leeteuk. Karena sudah hampir satu minggu ini dia tak datang ke Rumah Sakit.
" hemm…" hanya helaan napas yang keluar dari bibir Kyuhyun saat ia masuk ke kamar rawat sang hyung.
" kapan kau akan membuka mata untuk ku lagi, teukie hyung?" lirih nya seraya duduk di kursi yang ada di samping ranjang Leeteuk.
" apa kau tak lelah tidur terus seperti itu, hyung?"
Tak ada jawaban apapun atas semua pertanyaan itu, yang terdengar hanyalah suara alat pendeteksi detak jantung. Meskipun begitu Kyuhyun tak peduli namja itu terus saja berbicara. Seraya tangannya menggenggam jemari kurus Leeteuk.
Pandangan mata itu tak lepas dari wajah sang hyung, saat obsidian nya menangkap bayangan yang ada di depan nya Kyuhyun lagi-lagi tak mampu membendung liquit bening yang kini perlahan jatuh membasahi wajahnya.
Meskipun ia mempertahan kan itu dengan sangat kuat tapi saat melihat mata yang tak kunjung terbuka itu membuat rasa bersalahnya kian menghimpit dada.
Kyuhyun tahu ia tak boleh terus seperti ini, ia harus bisa menjadi penyemangat untuk sang hyung. Tapi tak bisa dipungkiri juga kalau rasa cemas dan bersalahnya lebih besar setelah mengetahui keadaan sang hyung yang masih sama dengan beberapa bulan lalu.
" buka lah mata mu, Hyung" lagi-lagi isakan yang coba ia tahan akhirnya meluncur dari bibirnya.
" Kyunie… Kyunie…" Kyuhyun tak sanggup melanjutkan kalimatnya, semua yang tadi hendak ia katakan sepertinya tertahan ditenggorokkan nya.
Kyuhyun sama sekali tak menyangka apa yang tadi sudah ia rencanakan untuk ia katakan pada Leeteuk tiba-tiba tak bisa tersampaikan seperti yang sudah ia susun dengan rapi saat akan berangkat ke Rumah Sakit.
Ia benar-benar tak mengerti dengan yang ia rasakana saat ini, kenapa selalu seperti ini. padahal selama ini ia sudah berusaha kuat saat di depan hyung nya, meski ia tahu kalau Leeteuk tak pernah bisa melihatnya.
Setelah puas menangis, Kyuhyun pun akhirnya jatuh tertidur seraya menggenggam tangan hyungnya dan menenggelamkan kepalanyan di situ. Heechul yang masuk ke dalam kamar rawat Leeteuk bermaksud untuk melihat keadaan pasiennya itu hanya bisa menghela napas.
Namja cantik itu memandang dengan iba pada Kyuhyun. Lagi-lagi dia menghela napas sebelum akhirnya melanjutkan apa yang tadi akan ia lakukan.
" dokter?" ganhosa yang tadi masuk bersama Heechul tampak bingung ketika melihat posisi Kyuhyun yang menghalangi pandangan nya.
Heechul hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan memberi isyarat dengan dagunya pada sang perawat untuk pindah ke sisi yang lain ranjang rawat Leeteuk.
Heechul berdiri di belakang tubuh Kyuhyun yang kini tengah menelungkupkan kepalanya seraya tangan nya menggenggam jemari Leeteuk yang terpasang infus. Meskipun tak terlalu erat tapi cukup berbahaya kalau tanpa sengaja itu tersenggol oleh Kyuhyun.
Dengan cukup pelan Heechul mencoba memindahkan tangan Kyuhyun, tapi rupanya gerakan itu membuat Kyuhyun terbangun.
Dan Kyuhyun agak kaget saat mendapati ada orang lain di ruangan itu ketika pandangan nya mulai jelas setelah terbangun tadi.
Heechul langsung tersenyum ketika Kyuhyun menatapnya tak suka karena acara tidurnya terganggu dengan tindakan Heechul yang mencoba melepaskan genggaman tangannya pada jemari sang hyung, tapi sorot matanya langsung berubah saat ia mengkuti kemana pandangan Heechul tertuju.
Dan lagi-lagi Kyuhyun menyalahkan dirinya begitu tahu apa yang tadi ia lakukan dengan menggenggam tangan sang hyung, meskipun tak terlalu erat tapi jika saja ia salah memegang bisa-bisa jarum infus yang terpasang di tangan kurus hyung nya bisa dipastikan akan tersenggol dan lepas.
" Kyu!?" panggil Heechul saat mendapati anak itu tampak melamun lagi.
" ... " tak ada jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun malah anak itu semakin menundukkan kepalanya.
Melihat itu membuat Heechul ikut merasa bersalah, namja itu tampak serba salah melihat reaksi Kyuhyun yang sangat tak terduga itu.
Meskipun ia sudah tahu tentang adik temannya itu tapi Heechul sama sekali tak pernah menyangka kalau Kyuhyun akan berubah sesensitif ini jika menyangkut hyung nya.
Melihat reaksi Kyuhyun yang demikian membuat Heechul menarik satu kesimpulan kalau masalah yang terjadi antara Kyuhyun dan Leeteuk bukan lah hanya sekedar salah paham biasa.
" uisa Kim," panggilan itu segera menyadarkan Heechul dari lamunan nya.
" ye!? Ganhosa Im?"
" kondisi pasien untuk hari ini cukup stabil, dan semua masih sama dengan keadaan kemarin uisa,"
" hem, geureyo. Kau kembalilah dulu aku masih ada yang harus aku bicarakan dengan Kyuhyun-ssi,"
Setelah meneliti clipboard yang tadi di serahkan oleh ganhosa Im, Heechul mengembalikan lagi pada asistennya itu. Seraya menerima klipboard yang di angsurkan Heechul ganhosa itupun segera meninggalkan Heechul dan juga Kyuhyun.
" kapan teukie hyung akan membuka matanya ,Heechul hyung!?" meskipun lirih tapi masih bisa terdengar dengan jelas di telinga Heechul.
" hyung tidak bisa menjawab itu dengan pasti Kyu, semua itu tergantung dari kemauan Leeteuk. Kami uisa hanya berusaha membantu sebisa kami."
" tapi sampai kapan hyung, sampai kapan hyung ku akan seperti ini terus..."
Lagi-lagi tangis itu terdengar dari bibir Kyuhyun meskipun sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tak lagi menagis tapi nyata nya kali ini Kyuhyun menangis. Menagisi keadaan hyung nya yang tak kunjung membuka mata nya.
" kau harus yakin kalau hyung mu pasti bisa melalui ini semua Kyu. Leeteuk adalah namja yang kuat. Nyatanya sampai saat ini pun dia masih mampu bertahan. Kau jangan menyerah, karena aku yakin hyung mu pun pasti ingin segera bisa bangun dari keadaan nya saat ini. Kau harus percaya itu, Kyuhyun."
Heechul pun sebenarnya juga hampir putus asa melihat keadaan sahabatnya itu. Tapi ia masih yakin kalau Leeteuk pasti bisa melalui keadaan nya saat ini.
Meskipun terkadang rasa ragu itu menghinggapi hati nya tapi saat kemarin ia melihat reaksi samar yang terjadi saat Donghae mengajaknya bicara Heechul yakin kalau sebentar lagi apa yang menjadi harapan semua orang akan segera terwujud.
Ya, Heechul sangat yakin itu. Hanya dengan terus mengajaknya berinteraksi semua itu hanya tinggal menghitung waktu. Tapi entah kapan itu akan terjadi hanya Tuhan yang tahu.
To Be continue...
