.
Estafet
Yu Gi Oh © Takahashi Kazuki
.
Chapter 2: Voice
Pairing: Isono x ? ? ?
Warning: Absurd… PWP, ero ero geli geli basah
By: Saint-Chimaira—Kari (id: 1658345)
.
.
.
Isono kali ini harus bergulat dengan seseorang yang diduga telah melakukan suatu tindak kejahatan terhadap sebuah perhelatan akbar besar bagi para duelist yang dilakukan di kota Domino. Apa lagi kalau bukan melibatkan permainan duel monster yang bernama Battle City. Sayangnya seorang Mesir yang tidak diketahui posisinya berada membuat acara ini semakin mengerikan karena setiap permainan yang dilakukan harus mempertaruhkan nyawa.
Dengan titah tuannya yang berlabel Direktur tertinggi di Kaiba Corporation, ia diperintahkan untuk mencari sumber kejahatan tersebut dan tidak boleh pulang sampai menemukan pelakunya. Sayangnya saat ini lelaki itu malah terperangkap sebuah aksi bisu bersama salah satu kroco si Mesir.
"Berhenti lakukan ini! Kau…ukh—" Suara seorang pria memohon dilepaskan dari cengkraman tangan besar Isono. "Aku adalah Rare Hunter! Kau—ahh—tidak bisa melakukan ini kepadaku…"
Lelaki berkacamata hitam itu tetap menggenggam erat kedua pergelangan tangan korban yang berada di bawahnya, mencegahnya kabur sebelum mendapat jawaban yang diinginkan.
"Kau pesulap kan? Cobalah untuk meloloskan diri dari permainan ini. Tapi kalau kau kalah, kau harus menjawab segala pertanyaanku. Tak akan kubiarkan kau menggunakan tanganmu untuk berbuat curang ataupun melakukan hal yang berbahaya." ujarnya sambil mengatur nafasnya."
Isono terpaksa melakukannya. menyatukan tubuhnya dengan sang pesulap hitam yang diyakini anak buah dari orang yang ia cari saat ini. Karena Rare Hunter akan mengacaukan pertandingan dengan menghalalkan segala cara, anak buah Kaiba Seto itu pun akan menghalalkan segala cara untuk bisa melalui neraka tuannya.
'Hal seperti ini tidak apa-apanya dibandingkan kehilangan kepercayaan Tuan Kaiba.'
"Aku akan tetap melakukannya sampai kamu bicara. Dan aku akan melepaskan topeng aneh itu dari wajahmu."
"…Kacamata hitammu juga aneh" timpal sang korban yang masih bisa berceloteh padahal posisinya terpojok.
Dengan satu tusukan maut, Isono menerjang kuat lelaki bertopeng itu, menciptakan sensasi surga pada bagian bawah tubuhnya. Gelar Master of Magician itu tampak tidak berguna di hadapan Isono, karena dari permainan fisik yang saat ini dilakukan, jelas saja Isono lebih unggul karena badannya lebih besar.
Kembali mengunci gerak tubuh Rare Hunter tersebut, bibir Isono berlabuh pada ceruk leher pesulap itu. Dihiasi sensasi menggelitik yang disebabkan kumis tipis lelaki itu, membuat lawan bermainnya itu mendesah nikmat, seakan lupa apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Dengan cekatan Isono membuka dasi dari jas kebesarannya dan mengikatkannya pada kedua pergelangan tangan korbannya.
"Kurang ajar. Kau—ukh!" Tanpa istirahat, pinggul Isono terus bergerak menciptakan bunyi-bunyi nikmat bertempo cepat, sementara bibirnya sibuk melahap tubuh di bawahnya dengan ganas. "Hnngn…"
Sebagai seorang pesulap, lelaki itu sebenarnya banyak menyimpan tipuan ataupun peralatan untuk meloloskan diri, apalagi sebagai Rare Hunter, tuannya mengijinkannya menggunakan segala cara untuk menghancurkan lawannya. Sayangnya itu hanya terjadi jika diterapkan pada permainan duel monster, bukannya berhubungan badan. Di depan Isono, ia merasa ditelanjangi. Tubuhnya kini basah oleh saliva dan mendarat di sepanjang garis tubuhnya, karena Isono memaksa untuk melucuti segala kebusukannya.
"Aku ingin dengar suaramu. Beri tahu aku siapa tuanmu dan kamu akan kulepaskan." desahan nafas Isono menggelitik telinga pesulap itu, membuatnya merasakan setruman ilahi sekali lagi.
"Aku tak akan mengatakannya… Ahnn…" lelaki itu berkelit.
"Bagi tuan Kaiba, akan sangat mudah menemukan tuanmu dan membelahnya jadi dua, karena dia telah mengacaukan segala kerja kerasnya. Jadi lebih baik kau berbicara sebelum giliranku yang membelahmu menjadi dua." Isono mengancam sambil kembali bergerak cepat, membuat penolakan sedikit demi sedikit berubah menjadi nafsu, memaksa saraf dan otak untuk meminta lebih dan lebih.
Tubuh ramping itupun kalah telak. Tegangan cinta tak dapat dihindari lagi, namun dengan sigap Isono menahan dan mempermainkan sang korban supaya menjawab dahulu pertanyaan yang sepanjang hari ini ditanyakannya.
"Beri aku nama tuanmu, baru kamu akan kulepaskan." ancamnya dengan nada kemenangan, tahu bahwa lawannya sudah kalah.
"Ma—Tuan Malik…" jawabnya dengan nada bergetar.
Tanpa pikir panjang Isono melepaskan korbannya, memberikannya sentuhan terakhir yang mengantarkan mereka berdua bergelut memasuki surga tertinggi, hingga terkulai kembali ke bumi, lebih tepatnya di sebuah basement toko kartu di daratan kota Domino.
Setelah berhasil mengatur nafasnya, Isono merapihkan kembali pakaiannya. Dalam diam, dia mengambil dasi yang diikat pada tangan sang korban dan dililitkannya kembali pada lehernya.
"Aku berjanji pada Tuan Kaiba akan menangkap tuanmu dan sekarang aku telah mendapatkan namanya. Tapi jangan kuatir, aku tidak berniat melucuti topengmu. Anggap saja kita tidak pernah bertemu sehabis ini." ucapnya datar dan tanpa beban. Terang saja, karena bagi Isono, kata-kata tuannya adalah mutlak, dan ia akan melakukan segala cara untuk membuat tuannya bangga dengan dirinya.
"…"
Master of Magician itu terkulai lemas, memandangi tubuh bidang itu pergi menjauh, meninggalkan dirinya seorang diri di dalam kegelapan.
=== Ende ===
.
.
.
Next On...
Pandora x ? ? ?
A/N:
HAHHAHHAHAHAHHAHAHHA BANGSAT GUE NGGA BISA BERHENTI KETAWA SELAMA BIKIN INI JAGADGKJFDLASJDFJGJHK PLIS GUE SESEK NAPAS TOYOOONGGGG!
INI TAG PALING GILA SEPANJANG SEJARAH PERMAINAN! DAN DEMI APA AKU KEPIKIRAN BUAT MASANGIN PANDORA SAMA ISONO!
Uyeaaaah pasangannya Isono x Pandora :3
Njiiiirrrrrrrr…#gagalpaham
UDAH GALAWNYA! SEKARANG WAKTUNYA NGE-TAG!
Dan yang berhasil di tag adalah *jeng jeng jeng jeng*
.::The Fallen Kuriboh::.
Remaining author(s) and authoress(es):
Sora Tsubameki / Are. Key. Take. Tour / Saint-Chimaira (Kuo) / Widzilla / VDE / Reiforizza / Aki Kadaoga / Ryudou Ai
