.
Estafet
Yu Gi Oh © Takahashi Kazuki
.
Chapter 5: Eternity
Pairing: The Big 5 x ? ? ?
Warning: Ero (lagi), shota nista, demanding!uke, DP, tentakel, 5 vs. 1
By: Reiforizza (id: 849294)
.
.
.
Awalnya hanya kamar kosong. Perlahan-lahan dunianya meluas, bertambah dan bertambah. Rumahnya. Kota Domino. Jepang. Dunia. Jagad raya. Dia bisa melakukan apapun sekena hatinya. Bisa pergi kemana pun cuma dalam satu kedipan mata. Betapa luar biasa. Di dunia ini, dia seorang dewa. Kuat, kekal, tidak pernah menua.
Namun, dewa sekali pun bisa merasa bosan.
Dia bosan dengan penduduk kota tak berjiwa, dengan bentuk awan yang serupa, dengan udara yang stagnan, dengan pakem tetap ritme ombak. Dia bosan akan isi dunia virtual tempat tinggalnya. Segalanya serba artifisial. Dunia yang ia sangka tak terbatas, kini sempit dan menyesakkan. Dia terjepit, tercekik dalam kesepian.
Akhirnya kesepian itu sirna, saat ada kesadaran-kesadaran lain yang diunggah ke dunianya. Kesadaran milik Ota Soichiro, Daimon Kogoro, Oshita Konosuke, Otaki Shuzo, dan Oka Chikuzen. Mereka adalah lima orang pebisnis yang dulu disegani di Jepang. Big Five, itu julukan mereka.
Tetapi betapa mengerikan pemandangan dunia itu sekarang. Lima pria paruh baya tersebut tengah mengeroyok seorang anak kecil secara seksual. Dilihat dari luar, anak itu tampak hanya berumur 10 tahun saja. Tidak salah memang, ia menanggalkan tubuhnya yang fana pada umur tersebut. Namun, sudah 6 tahun dia menghuni dunia maya. Alih-alih berwujud remaja 16 tahun, dia terus terjebak di sosok kanak-kanaknya.
Sungguh, sungguh mengerikan pemandangan ini... bagi orang awan di dunia nyata...
"Ngh... ah... ah... AH...!" Erangan itu naik membentuk crescendo, ketika lima pasang tangan dan lidah-lidah lapar sibuk menggerayangi bagian-bagian sensitif di tubuhnya. Tidak ada basah atau lengket, tapi sensasi menakjubkan ini bagai candu. Membuatnya ingin lagi dan lagi.
"Kurang! Beri aku lebih banyak lagi!" Serunya tak sabaran.
"Heheh... sabar sedikit bocchan," Shuzo terkekeh. "Semua ada saatnya."
"Kami senang kau cepat sekali belajar. Tapi kamu ini anak yang tidak mudah puas ya." Pria bernama Kogoro sempat-sempatnya ikut memberi komentar, padahal bibir dan giginya sedang seru menggarap tiap jengkal kulit di tubuh bagian bawah.
"Banyak menuntut pula," timpal Konosuke.
"Hmph! Jangan mengoceh terus ojisan. Ini tidak — UWAAAHH!" Kalimatnya putus dalam jerit tertahan, ketika sepasang lidah milik Kogoro dan Konosuke menerobos masuk ke badannya. Sontak, reaksi yang timbul jauh lebih hebat. Tubuhnya menegang, menggelinjang tak terkendalikan.
"Bagaimana bocchan, masih belum cukup kah? Perlu ditambah lagi?" Tanya Soichiro. Nadanya terdengar seperti sedang melucu, walaupun dengan raut wajah serius.
"Urh..." desahnya. "Ajari aku lebih banyak..."
Kelima pria itu tersenyum mesum. Kini lidah-lidah tersebut ditarik keluar, berganti dengan kejantanan milik Chikuzen. Tidak ada nyeri saat tubuhnya ditembus paksa. Saat ini, rasa sakit dan lelah dinon-aktifkan sepenuhnya —salah satu kemudahan hidup di dunia virtual— hanya ada sensasi nirwana membanjiri kesadarannya secara bertubi-tubi bagaikan air bah.
"Bocchan bisa mengatasi tambahan satu lagi `kan?" Tanpa menunggu jawaban, Konosuke ikut menerobos masuk. Kejantanannya bersanding dengan milik Chikuzen dalam sebuah lubang sempit. Kontan anak itu berteriak sejadinya, berteriak mengungkapkan kenikmatan yang ia rasakan.
"Ah... bagus anak pintar..." puji Konosuke. Tangannya membelai rambut toska itu dengan lembut, kontras dengan deretan giginya yang begitu gemas menggigit telinga si anak kecil.
"Ojisan... UNGH!" Lagi-lagi kalimatnya terputus. Konosuke dan Chikuzen bergerak bergantian meniru gerakan piston dalam tubuh anak itu. Tanpa jeda menumbuk-numbuk titik sensitifnya, membuat dia sangat terangsang. Perlahan tapi pasti, ia dibawa menuju klimaks.
Soichiro yang sejak tadi menonton adegan itu bersama Shuzo dan Kogoro, tiba-tiba beranjak dari tempatnya. Tidak tahan ingin ikut bergabung. "Hum... sepertinya masih ada tempat untuk satu orang lagi."
Tempat itu adalah mulut sang bocchan.
Entah berapa lama kesadarannya menerima stimulasi tanpa henti dari tiga orang anggota Big Five. Berkali-kali dia mengalami apa yang di dunia nyata disebut ejakulasi. Sama halnya dengan pria-pria paruh baya yang lebih pantas menjadi ayah atau paman ketimbang partner seksual. Mereka berkali-kali mengalami klimaks dalam tubuh anak itu. Tidak terhitung lagi berapa ronde yang sudah mereka lalui.
"Hei kalian! Sudah cukup `kan?" Akhirnya keluar kata protes dari Kogoro setelah dipaksa menunggu cukup lama.
"Ayo gantian dengan kami," tukas Shuzo.
Tidak ada sesi istirahat bagi anak itu. Tapi siapa yang butuh makan atau tidur saat tinggal di dunia maya. Bahkan kelelahan maupun sakit bisa diatur sekehendak hati. Dunia ini memang tempat yang tepat untuk meraih kenikmatan sebanyak-banyaknya. Mereka hidup layaknya dewa.
Namun, dewa sekali pun kelak harus turun ke dunia fana.
Ya, mereka berenam akan hidup kembali. Dengan cara mengunggah kesadaran masing-masing ke dalam jasad baru. Anak kecil itu sudah punya kandidat spesifik untuk tubuh yang akan ia tempati nanti. Tubuh milik Kaiba Seto, saudara angkatnya. Dia akan merebut kembali semua yang menjadi haknya, termasuk Kaiba Corporation.
Tapi anak itu punya kekhawatiran baru. Kekhawatiran itu langsung diutarakan saat mereka baru saja menyelesaikan sebuah sesi 'belajar'. "Big Five ojisan... kalian tidak akan meninggalkan aku 'kan? Walaupun nanti aku hidup dalam tubuh Seto."
"Tidak akan," balas kelimanya serempak.
"Kami sepenuhnya milikmu," Chikuzen melanjutkan.
"Dan kamu adalah sepenuhnya milik kami." timpal Kogoro.
"Kau tidak perlu sendirian lagi," Shuzo berujar lirih. Dia memeluk tubuh mungil itu seerat mungkin, lalu mencium keningnya dengan hangat. Empat orang yang lain mengikuti teladan Shuzo, mereka bergantian mencium pipi dan punggung tangan sang bocchan. Menyiratkan teken sumpah abadi yang pasti mereka tepati.
Dia memejamkan mata. Perasaan damai menyelimuti batinnya. Kini kesepian mencekam yang ia rasakan saat itu cuma tinggal kenangan semata, sebentar lagi terlupakan dari ingatannya
"Tidak lama lagi, bocchan. Tidak lama lagi kita akan hidup kembali," Shuzo berbisik lagi pada anak dalam pelukannya.
"Tapi sampai saat itu tiba, kami punya permainan lain." Kogoro tersenyum penuh arti kepada keempat kawannya. Mereka pun membalas dengan sebuah anggukan.
Mendadak sosok kelima anggota Big Five mulai kabur, hingga melebur dalam sebuah pusaran. Sejurus kemudian, pusaran itu bertambah besar sebelum akhirnya muncul sesuatu berwujud gurita raksasa dari sana.
"Eh... Kraken?" Anak itu bingung mendapati Big Five mengubah wujud mereka menjadi seekor makhluk berlengan banyak. Tentakel-tentakel berlumuran mucus menjalar kesana-kemari, lalu menangkap tubuh kecilnya dengan mudah.
"Ah...! AAHHHH!" Lagi-lagi dia menerima stimulasi dahsyat. Kombinasi tentakel penuh lendir, dilengkapi cangkir hisap yang sangat banyak membuatnya merasakan sensasi tiada dua. Kedua tangan dan kakinya dililit erat, dia sudah tidak bisa bergerak banyak. Bahkan ketika sepasang tentakel masuk mempermainkan bagian dalam tubuhnya dari dua arah. Atas dan bawah.
Kegiatan senggama ini berlangsung tanpa henti, keenam orang itu sama sekali tidak mengindahkan waktu. Tetapi sungguh, apalah arti waktu bagi mereka. Waktu tiada bermakna, mereka hidup kekal di dunia maya.
===Ende===
.
.
.
Next on...
Kaiba Noah x ? ? ?
A/N:
KABINA-BINA TEUING AKU SAMPAI BIKIN GANGBANG PAKE LIMA SEME! LIMA SEME DAN HARUS DIBUAT SEPENDEK DRABBLE? NGGA MUNGKIN TERKABUL! SIMPLY IMPOSSIBLE! *mewek* *terus nenggak obat penenang*
Nah... berhubung chapter sebelumnya banyak didominasi oleh para ojisan, maka kali ini saya munculin shota. Tapi bukan berarti saya doyan shota, sodara-sodara. Justru saya menghindari banget tema itu. Kalau disuruh milih, saya lebih milih bara ojisan ketimbang shota. Chapter ini terjadi berkat kalian yang sukses melampaui batas kemampuan sendiri untuk tidak menulis aman, mulai dari adegan ero sampai macam-macam kink nyeleneh. So, saya ikuti teladan kalian untuk angkat kaki dari zona nyaman dan jadilah... my first ero fic everrrr. Semoga ada yang terhibur, atau seenggaknya getek non-stop seharian nyehnyeh...
Satu lagi, mohon maaf soal nama Big 5 yang beda dengan chapter sebelumnya. Saya nggak suka nama-nama versi 4kids. Nama Big 5 di chapter ini adalah versi asli anime Jepang. Lagian, saya pingin Noah dipanggil bocchan, jadi harus pake nama Jepang supaya makes sense #modus. Berikut keterangannya: Ota Soichiro (Nezbitt), Daimon Kogoro (Leichter), Oshita Konosuke (Gansley), Otaki Shuzo (Adrian Randolph Crump III), dan Oka Chikuzen (Johnson).
Yosh! Saatnya nge-tag! Author yang menggelinjang berikutnya adalaaaahhh... *drumroll*
Saint-Chimaira (Kuo)!
`Met berjuang Kuo! Muachh! *lari tunggang langgang*
Remaining author(s) and authoress(es):
Are. Key. Take. Tour / Widzilla / VDE / Aki Kadaoga / Ryudou Ai
