.

Estafet

Yu Gi Oh © Takahashi Kazuki

.

Chapter 7: Revenge

Pairing: Strings x ? ? ?

Warning: Pengen nge-warning, tapi nanti kalo dikasih tau jadi gak surprise. Ada adegan begitulah, pokoknya, hahaha :'D

By: are . key . take . tour . (id: 1469398)


.

.

.

Entah sudah berapa lama ia terbebas. Mungkin sudah sebulan, setahun, atau jangan-jangan baru sehari. Waktu bagaikan terbang, terutama saat hatinya dipenuhi dendam. Hatinya penuh amarah, namun sasaran amuknya berada jauh dari jangkauan. Pun ia harus kembali ke sana, tak ada kesempatan untuk menang. Dia laki-laki dan harga dirinya sudah direnggut paksa oleh bocah itu. Tak sudi bila ia harus kembali lagi ke sana, menyodorkan tubuhnya dengan suka rela.

Balas dendam adalah tujuannya sekarang. Tak terpikir bagaimana caranya, ia ingin membalas perbuatan tak menyenangkan yang sudah ia terima. Tak peduli bagaimana caranya, Strings akan memuaskan amukan dalam dada.

Dan di sinilah obyek pelepas kekesalannya terbaring.

Wajah itu pucat dengan helai rambut lebat berwarna hitam—sayang, kilau dan kelembutan rambut itu sudah hilang. Tubuhnya yang terbilang kecil—langsing bagi sebagian orang—terbaring tanpa busana di atas tempat tidur.

Semangat Strings kembali terpacu melihat sosok pasangannya yang begitu submisif. Gerakan pinggulnya semakin liar, menghujam kasar dan menusuk kasar pasangannya tanpa ampun ia tak peduli. Bahkan ketika titik darah segar mulai nampak di atas kasur, Strings tidak memperlambat gerakannya.

Desah napasnya semakin memburu, memenuhi kamar tidur yang gelap dan dingin. Dibarengi dengan suara kulit beradu kulit, tangan sang Rare Hunter mulai bergerak menyusuri perut pasangannya lalu semakin ke utara. Dingin. Mungkinkah efek suhu ruangan gelap tak berpenghangat tempatnya berada saat ini?

Klimaks semakin memuncak dan erangannya semakin nyaring. Tetapi, sang pasangan tetap bisu dan pasif. Tubuh mungilnya bergerak-gerak menghantam kasur seiring dengan gerakan Strings. Bibirnya sedikit terbuka, namun tak ada suara sama sekali.

Kedua tangan kurus sang Rare Hunter kini meraba leher ramping pasangannya dan mendengus pelan saat melihat beberapa bekas kebiruan.

"Kau lihat ini?" bisiknya pelan dan serak di tengah desah napas, "Kau lihat apa yang kulakukan sekarang?"

Dia tak mungkin bisa membalas omongannya dan membuat Strings terpaksa membayangkan reaksinya. Mungkin bocah itu tetap bersikap tenang seperti biasanya, acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Mungkin bocah itu malah meraung kesal melihatnya sekarang.

"Kau lihat apa yang kulakukan pada 'adikmu'?"

Ah, tapi bocah tak berperasaan yang rela melakukan apa saja seperti dia tak mungkin marah. Lagipula, mereka bukan saudara kandung.

Strings bisa merasakannya. Tinggal sedikit lagi.

Tapi, siapa yang peduli. Dendamnya mungkin sudah lama hilang dan hanya nafsu yang berbicara saat ini. Mungkin bocah ini kebetulan punya ikatan 'saudara' dengannya. Mungkin ini semua hanyalah kebetulan yang mengerikan.

Apapun itu, Strings tak peduli dan tak ada yang bisa mengatakan tidak padanya. Toh, pasangannya juga tidak protes.

.

Lagipula, mana ada mayat yang bisa protes.

=== Ende ===


.

.

.

Next On...

Mokuba x ? ? ?

A/N:

…Mokuba boleh dipake, kan? #barunanyasekarang #plak

Maafkan chapter yang ini… begini… kalo yang sebelum-sebelumnya diwarnai adegan super hot dengan beragam fetish, sekarang sedikit mellow-yellow dengan bumbu necrophiliac :'D Terus karakter yang dipake rada pasaran pula #usepMokie #usepabangmujuga #usepsemuanya

Maaf, yaaa. Ini telat sangat Q.Q Diketik ngebut pula dengan Kari yang rajin nagih. Makasih, lho ditagihin. Kalo nggak, pasti saya lupa QAQ Yasud, mari dilanjutkan. Yang kena tag selanjutnya adalah….

.

.

.

(panjangin dikit biar ada suspensenya~)

.

.

.

VDE~ Selamat mengerjakan chapter selanjutnya~


Remaining author(s) and authoress(es):

Widzilla / Aki Kadaoga / Ryudou Ai