.
Estafet
Yu Gi Oh © Takahashi Kazuki
.
Chapter 8: Sin
Pairing: Mokuba x ? ? ?
Warning: gedeklah pokoknya ;A;
By: VDE (id: 2635486)
.
.
.
Entah apa yang sudah meracuki pikiran pria itu. Mungkin ia sudah gila. Ya, mungkin saja.
Hina. Mokuba merasa begitu hina dan jijik saat raga yang ia sentuh tampak begitu menikmati segenap permainannya. Sebuah permainan kotor dimana ia akan berpikir seribu kali untuk melakukannya, mempertimbangkannya lagi. Ya. Ia akan berpikir seribu kali jika memang akalnya masih diijinkan untuk memilih. Jika memang rasionalnya masih menghembuskan napas bermoral.
Lagipula, ia masihlah seorang anak-anak.
Apakah pantas seorang anak kecil sepertinya mengguratkan sebongkah dosa sehina ini?
"A-Ahh…"
Terengah.
Pria itu terengah tak berdaya. Gugurnya peluh seakan menjadi bukti empiris akan kenikmatan tak terbatas yang ia dapatkan. Sungguh, ingin sekali Mokuba menjerit. Ingin sekali ia hapus air mata yang telah menetes penuh malu di ujung pelupuk matanya. Air mata yang membuatnya terlihat lemah dan begitu patetik.
Ia sudah berani bersenggama dengan iblis. Iblis yang sudah merubah hidupnya dan hidup Seto Kaiba, kakaknya.
"A-Ahhh... b-bagus, M-Mokuba. Teruskan... ngghh..." Pria itu menggemakan titahnya. Terus dan terus merasakan nikmatnya invasi yang dilayangkan padanya. Sudah lama ia tak merasakan nikmat itu. Sebuah nikmat yang bahkan tak ia dapatkan dari mendiang istrinya sekalipun. Ia dihentakkan dengan cepat. Ranjang yang berdecit membarakan ritme sensual.
Mokuba memejamkan mata.
Jika saja Seto Kaiba tak menjatuhkan titah padanya. Sebuah titah untuk terus patuh dan berada di sisi pria jahanam itu.
Mungkin segenap tinta dosa dan penghinaan ini tidaklah tumpah pada Mokuba.
Tidak. Ia tak akan pernah membenci Kaiba karena ini. Ia tak akan pernah menaruh kebencian kepada sang kakak. Ia paham betul bahwa apa yang dilakukan Kaiba semata-mata adalah untuk kebaikannya. Ia memang tak pernah tahu rencana sang kakak. Namun, satu hal yang pasti.
Ia pasti akan segera mengambil alih tahta Kaiba Corporation.
Hah. Tak ada yang menyangka. Sungguh tak akan pernah ada yang mengira bahwa dibalik kekuasaan, harta dan tahta yang dimilikinya, nyatanya pria itu hanyalah sesosok diktator bermoral busuk. Segenap karisma yang terlihat tak lebih dari sekedar delusi. Secercah fatamorgana untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya.
Sebuah kenyataan picik yang mungkin akan membuat seorang Seto Kaiba mengubah jalan pikirannnya dan segera merenggut kembali Mokuba.
Ya. Seorang Seto Kaiba tak akan mungkin menyerahkan adiknya pada sesosok pria yang tak bisa menahan hawa nafsu dan moralnya sendiri.
Lagipula, mana ada seorang kakak yang mau melihat adiknya dijadikan sebagai budak pemuas nafsu?
"N-Ngghh… kau sungguh hebat, M-Mokuba… untuk anak sekecil dirimu, staminamu boleh juga… ahhh…" napasnya masih tertatih. Pria yang mungkin sudah tak pantas untuk bercinta itu lantas merengkuh tubuh kecil Mokuba. Invasi yang dihunuskan padanya semakin diperdalam. Hingga Mokuba pun menggeram pelan saat kedua kaki yang melilit dan melingkari pinggangnya semakin dipererat kuat, tak mau lepas.
Sungguh biadab.
Sejatinya, Mokuba mulai mempertanyakan lagi. Apa yang membuat sosok ayah—yang sudah mengadopsinya itu—dapat menikmati permainan kecil yang diberikan Mokuba? Benih-benih putih yang ia hasilkan sungguh tak ada artinya. Ia hendak menginjak remaja. Tidakkah sebaiknya sosok ayah angkatnya itu memilih orang lain yang lebih berpengalaman?
Tapi tidak. Sayang sekali, hal itu tidak terjadi.
Pada akhirnya, Mokubalah yang harus melakukannya.
Mokubalah yang harus menjadi pengabdi untuk memuaskan jala birahi seorang Gozaburo Kaiba.
Dengan gugurnya air mata yang tak terhingga, Mokuba menggigit bibir bawahnya keras. Ingin sekali ia bungkam kedua telinganya saat suara jerit dan ronta yang diguratkan Gozaburo semakin memekik tajam. Begitu panas dan sesak. Decitan ranjang seolah bersekongkol dengan pemilik Kaiba Corporation yang kini terlihat menggelinjang begitu nikmat.
Tak perlu tahu.
Seorang Seto Kaiba tak perlu tahu kenyataan ini.
Biarlah dosa itu dipendam rapat oleh Mokuba. Biarlah Mokuba yang menanggung semua hina dan kepicikan itu. Ia benar-benar kotor. Bahkan ia merasa lebih kotor dibandingkan dengan sesosok ayah yang sudah diinvasinya itu.
"M-Mnnhhh—" Marah, ia pun menikam mulut Gozaburo dengan mulutnya. Kedua lidah beradu sengit. Hingga merahnya benang darah menggenang pekat di ujung bibir sang ayah. Gigitan itu hanya membuat euforia yang dirasakan Gozaburo semakin memuncak bersamaan dengan untaian saliva yang membanjiri dagu Mokuba.
Dosa itu akan terus berlanjut. Dan seorang Seto Kaiba tak akan pernah tahu pengorbanan dan devosi dari sosok adik yang sangat mencintainya.
Ia tak akan pernah tahu.
Harga diri adiknya telah hancur dan sampai kapanpun…
Ia tak akan pernah… tahu.
=== Ende ===
.
.
.
Next On...
Gozaburo Kaiba x ? ? ?
A/N:
Hahahaha! Udah hampir setahun saya kena WB dan apa yang terjadi? Sekalinya nulis fic malah disuruh nulis yang super gedek kayak gini? Demi apapun! Walau pair yang saya suka kebanyakan crack tapi gak pernah ada yang cracknya separah ini! ;A; #NangesDarah
Saya gak bisa nulis adegan fetish, hardcore, kink dan sebagainya jadi mohon maaf kalo chapter ini gak seheboh ekspetasi kalian. Saya gak kuaaaat. Cuman kuat bacanya aja tapi gak kuat bikinnya :'D #plaks Dan demi apa hawanya malah nge-angst semi incest gini? Kayaknya genre ini emang udah bawaan alami saya. Jadi ya… mohon dimaklumi :') #eeaahhh
Okelah, buat yang kena tag selanjutnya… #Jreeeeenggg
…
…
Aki Kadaoga! Selamat melanjutkaaaannn! :D
Remaining author(s) and authoress(es):
Widzilla / Ryudou Ai
