Disclaimer : cerita ini punya Rafiz Sterna, plot dan ide cerita ini milik rafiz sterna juga. Semua tokoh yang muncul milik Masashi Kishimoto.
Warning : OOC, AU, garing, typos, dan lain-lain.
.
.
.
Di sekolah kami, terdapat sekelompok laki-laki yang jika mereka lewat maka rerumputan akan layu lalu mati. Bisa di katakan mereka itu sekumpulan manusia sok penting dan menyebalkan. Masalahnya, mereka memiliki jumlah fans yang tidak sedikit.
Di sekolahku terbentuk 3 kelompok karena mereka. Kelompok pertama, kelompok yang mengidolakan mereka. Orang-orang yang, hmm... yang... menurut pendapatku agak terganggu jiwanya dan terganggu otaknya, namun sayangnya mereka berisi 80% dari masyarakat sekolah ini. 20% sisanya? 10% adalah anak –anak apatis, tipe nerd dan si-kutu buku yang tidak sempat mengetahui siapa saja orang populer di sekolah. Dan 10%-nya lagi para pembenci, berisi dari anak-anak pendiam, tidak penting, terabaikan, pintar namun mudah terintimidasi. Dan aku, ada di 10% terakhir.
Mereka menamakan diri mereka Impressive Person. Menyatakan diri, bahwa kelompok mereka yang terbaik dari berbagai sisi. Yah.. walau tidak bisa menghapus fakta, baik dan buruk itu hidup berdampingan. Dan selalu ada yang lebih baik di belahan dunia manapun kebaikan yang lebih itu berada. Mereka berisikan 4 orang yang merupakan anak dari penyumbang dana terbesar pada yayasan sekolah. Singkatnya, anak orang kaya.
.
.
.
Uchiha Sasuke adalah anggota yang paling menonjol di bandingkan yang lainnya. Hal ini di sebabkan ukuran kepalanya yang melebihi orang kebanyakan. Ditambah dengan model rambut yang mencuat dibagian belakangnya. Dengan sangat terpaksa aku katakan bahwa itu mirip buntut ayam. Walaupun begitu aku meragukan apakah itu dibarengi dengan volume otak yang baik pula. Boleh saja berpikiran bahwa dia orang yang dingin atau terkesan acuh. Karena sepertinya dia hanya diberikan satu kemampuan ekspresi, yaitu berwajah datar.
Itu cuma kedok. Sungguh. Fakta yang hanya diketahui segelintir umat manusia –sialnya aku salah satunya itu, tidak ada yang tahan menghadapinya bicara barang beberapa menit saja jika kumatnya kambuh, kecuali makhluk-makhluk yang sama aneh, si-Impressive Person. Satu sekolahan dengannya saja sudah membuatku hampir gila, kini aku sekelas dengannya. Heran, mengapa dia di kagumi oleh orang-orang di sekolah ini?
Dia memiliki suara yang bagus, yeah.. setidaknya cukup bagus, lebih tepatnya. Sadar akan hal itu, mati-matian dia melatih suaranya menjadi lebih baik. Cih! Dan sampai sekarangpun aku belum tahu kebenaran akan hal itu. Gosip menyebar di sekolahan ini bagaikan lebih cepat dari kecepatan cahaya, apalagi mengenai kelompok Impressive Person. Bahkan untuk aku si-pembenci yang kini bahkan dapat mengeja nama mereka satu-satu.
Masih mengenai Sasuke. Jangan lupakan jari-jarinya yang begitu kecil untuk manusia seukuran dia. Efek ketika dia sadar hal yang menurutnya memalukan itu adalah menjadi manusia yang selalu masukkan kedua tanganya kedalam saku celana. Menyedihkan. Selalu takut bersalaman dengan orang lain karena menyadari tangannya merupakan jenis yang perlu dikasihani.
.
.
.
Anggota berikutnya adalah Neji. Nama lengkapnya Hyuuga Neji. Pertama kali melihatnya sempat membuatku meragukan jenis kelaminnya. Yang setelah beberapa lama aku sadar jika dia adalah laki-laki yang terlahir cantik. Jangan salahkan aku. Siapa yang tidak akan salah paham jika kamu berpapasan dengan seseorang yang memiliki rambut panjang? Berwarna hitam kecoklatan, dan berkilau ketika tertimpa cahaya. Taruhan, pasti ada satu lemari penuh produk perawatan shampo untuk rambut Neji.
Oh, jangan lupakan dia merupakan laki-laki yang begitu suka bertingkah manis. Parahnya, para fans menyukai itu dan dia selalu berusaha untuk tampil imut yang selalu dalam pandanganku itu lebih menjurus ke aneh dan menjijikan. Perempuan sok cantik dan bertingkah imut aku masih bisa memahaminya, jika itu laki-laki? Tapi langit berkata lain, dia di anugerahi kelebihan yang membuat kebanyakan orang setuju jika seorang Hyuuga Neji bertingkah imut adalah normal dan patut di masukkan ke dalam deret keajaiban dunia ke delapan. Wajah imut, nyaris seperti perempuan –jika aku mempunyai kemungkinan untuk memakaikan 1 set dress+high hells-, mempunyai intonasi suara yang di buat-buat mirip perempuan. Aku yakin dia selalu latihan di rumah atau dimanalah demi membentuk suaranya sedemikian cempreng seperti anak kecil yang baru bisa bicara.
Bukan anggota Impressive Person jika tak memiliki pola hidup yang aneh, kesimpulan yang ditarik setelah melihat Neji. Memiliki tingkah laku, atau mungkin lebih tepatnya penyakit jiwa yang membuatnya begitu tergila-gila pada warna pink. Bahkan mobilnya yang selalu berganti merk (minimal 1 minggu sekali) dan selalu berwarna pink. Tanpa terkecuali selalu menghiasai kawasan parkiran sekolah. Bisa kau bayangkan? Sebuah mobil Merchedess Benz atau Land Cuiser -jelas-jelas mobil tipe offroad- biasanya berwarna hitam, tiba-iba melenggang buana di jalanan dengan warna pink yang pasti mecolok. Ke-addictkannya itu menular hingga ke kelompok fans clubnya.
Buktinya, para anggota fans clubnya juga menggunakan benda-benda pink disela-sela seragam sekolah berwarna biru, walau bukan masa valentine. Tidak ada keberagaman warna di sekolahku. Dan sepertinya dalam waktu dekat akan memaksaku membuat jadwal pertemuan dengan dokter mata.
Warna pink tidak membuatku buta atau mati ketika melihatnya. Hanya saja, siapa yang tidak muak melihat warna pink untuk separuh hidupmu dalam sehari? Ada. Hyuuga Neji dan para pengikutnya...
.
.
.
Dua anggota terakhir akan ku bahas secara bersamaan.
Duo Namikaze. Namun aku sering menyebutnya, Duo Autis. Berisikan Namikaze Naruto dan Namikaze Karin. Saudara kembar yang bertemu ketika besar, dalam artian sebenarnya. Memiliki tanggal lahir yang sama dan rasa cinta berlebihan terhadap ramen, mereka menjadi patner in crime paling berbahaya di sekolah.
Si autis pertama adalah Namikaze Naruto. Menyakini bahwa bakat terbesarnya ada di dalam dance –selain menghabiskan segelas ramen dalam hitungan detik- meskipun gerakan yang selalu dia tampilkan –bersama saudara autisnya- lebih pantas di sebut sebagai gerak cacing kepanasan. Mewarnai rambutnya dengan warna kuning terang, seperti jagung berjalan dalam pandanganku. Menggelikan. Apa itu asli?
Dia anak orang kaya dan berpengaruh di sekolah ini. Tidak masalah melanggar beberapa peraturan di sekolah ini, salah satunya adalah mewarnai rambutnya itu. Aku tidak perduli, karena hanya sedikit anak orang penting di sekolah ini.
Anak autis berikutnya adalah Namikaze Karin. Karin adalah anak dari keluarga ibunya naruto –Uzumaki lainnya. Karena sesuatu dan lain hal. Hak asuhnya dialihkan kepada keluarga Namikaze. Mewarisi rambut merah dan sikap barbar dari orang tua kandungnnya, malah membuat Karin terlihat seperti putri dari pasangan Namikaze Minato dan Namikaze Kushina. Seisi sekolah tahu bahwa Naruto dan Karin adalah kakak adik paling populer.
Ada begitu banyak nama berkonotasi negatif untuk Karin. Segala macam ke isengannya selalu di lakukan bersama saudara tak sedarahnya di Impressive Person. Yeah, terutama si Naruto kakak laki-lakinya. Mereka kembar tak terpisahkan.
Satu-satunya sifat yang membedakannya dengan rubah itu adalah wajah polosnya yang tak terkontrol lagi kadarnya hingga sukses membuat beberapa orang menarik kesimpulan bahwa mereka tidaklah berbahaya namun menjengkelkan bagiku. Dan karena itu aku menyimpulkan bahwa di adalah si perusak nomor satu di kawasan sekolah ini. Tangan Karin itu benar-benar pembawa bencana. Apapun jenis barang elektronik yang di sentuhnya akan rusak tiba-tiba. Seolah-olah melaui jari-jemarinya mengalir semacam virus tak kasat mata. Jangan pernah kau memberikan atau minimal menitipkan sesuatu benda padanya. Tiga menit pertama, aku pastikan itu akan melesat ke tong sampah terdekat, bahkan mungkin tak akan ada bangkainya dan sudah menjadi debu.
Penggambaran mengenai mereka berdua tak akan cukup hanya dengan kata-kata. Jika diibaratkan jenis doa apa yang ingin aku berikan kepada mereka berdua adalah,
"Ya Tuhan, sembuhkanlah mereka dari penyakit bodoh mereka. Apabila itu tidak mungkin, tolong enyahkan mereka dari lingkunganku. Amin."
.
Sebagai satu-satunya perempuan tulen dalam perkumpulan Impressive Person yang sangat digandrungi seisi sekolah karena berisi orang-orang dengan wajah proporsi diatas rata-rata dan uang saku yang tidak pernah habis, tidak membuat Karin terjebak cinta dengan anggota lainnya.
"Kau akan berpacaran dengan siapa diantara semua anggota Impressive Person? Pasti ada cinta lokasi, kan?" tanya Naruto pada suatu saat. Berkumpul di meja khusus untuk mereka di kantin sekolah.
Hening sejenak. Lalu, Karin gemetar.
"Maaf saja. Aku masih punya otak. Tidak sudi aku menghabiskan masa sekolahku untuk berpacaran dengan salah satu dari mereka," Jawab Karin yang dapat di dengar seisi kantin. Suaranya mendadak menjadi besar beberapa kali lipat.
Dari sudut kantin, aku mengangguk setuju. Pasti Karin sudah hapal luar dalam kelakuan menjijikkan sesama anggota. Aku paham itu.
"Karena aku cuma mau menikah dengan Naruto Onii-san~" sambung Karin dengan nada manja dan merangkul lengan kanan Naruto. Sementara Naruto menanggapinya dengan tertawa sambil sesekali menuding Sasuke dan Neji bergantian.
Aku memijit sakit kepalaku. Lebih lama lagi aku bisa gila berada dalam radius 1 km di sekitar mereka.
Beranjak pergi dari sana. Aku menemukan satu kesimpulan yang jelas. Tidak ada yang waras diantara mereka berempat.
.
.
Namun. Keagungan mereka di bawah nama Impressive Person akan segera berakhir. Aku yakin. Tuhan, setidaknya, izinkan aku sempat menikmati bagaimana mengenaskannya mereka ketika hari itu tiba...
.
.
.
Haruno Sakura. November.
TBC
.
A/N:
Halo. Salam kenal. Saya pendatang baru di sini. Mohon kritik dan sarannya. Terima kasih sudah membaca dan memberikan review. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
