STUDENT A

EXO FANFICTION

This story belongs to

Main Cast:

Oh Sehun (boy)

Xi Luhan (girl)

Warning!

Story ini gs yaa, jadi kalo gasuka gs mendingan gausah dibaca

Summary:

Sehun yang selalu dikekang orang tuanya untuk berprestasi menjadi juara di angkatannya tak anyal membuatnya frustasi dan muak, ia sangat ingin bunuh diri kalau saja berhasil sayangnya seorang gadis menolongnya dan membuatnya terpersona pada pandangan pertama, siapakah gadis itu?

Happy Reading!^^

.

.

.

preview

Semua itu foto sehun. Lebih tepatnya ini kamar nayeon, ia memang sangat menyukai sehun, semua perhatian yang ia tujukan pada sehun tak pernah terbalaskan sedikitpun, mungkin hanya perhatian sahabat yang diberikan sehun sedangkan nayeon ini lebih dari sekedar sahabat

Semua ini karena yeoja sialan itu, nayeon ingin segera menyingkirkan luhan dari kehidupan sehun, ia ingin membuat luhan tak betah di sekolah barunya dan segera keluar dari sana. Akal picik nayeon yang berkompromi dengan hatinya yang telah sakit melihat sehun dengan gampangnya menyatakan cinta pada luhan dalam waktu singkat, sedangkan ia yang sudah bertahun-tahun mengharapkan itu tak pernah mendapatkannya

Nayeon segera membakar semua foto sehun, apapun itu. Ia sudah muak menunggu, dan ia harus segera bergegas agar hubungan sehun dan luhan segera kandas. Nayeon menyapu kasar air matanya, dan pandangan marah terlihat dari ekspresinya. 'lihat saja siswi baru' batin nayeon

.

.

.

Chapter 2

Luhan yang tadi berlari pulang meninggalkan sehun sekarang tiba dirumahnya dan langsung berlari memasuki kamarnya, mama luhan yang berada didapur hanya melirik anaknya yang tumben sekali tak menyapanya. Biasanya kalau tiba dirumah luhan menyapa dan mencium pipinya. Mama luhan hanya geleng-geleng melihat tingkah laku anaknya

Luhan menutup pintu dengan detak jantung yang berdegub kencang, ia sangat malu dengan beraninya mencium pipi namja yang disukai dan juga hal yang paling membahagiakan karena ternyata cintanya tak hanya sepihak miliknya tapi cintanya terbalaskan. Omaya luhan sangat bahagia hari ini, malam ini luhan akan mimpi indah

Sambil tersenyum sendiri, luhan masuk ke dalam kamar mandi dan mulai belajar untuk menyiapkan ulangan esok hari

Tengah malam, mama luhan masuk ke dalam kamar anaknya dan melihat luhan yang tertidur di meja belajarnya dengan buku sebagai bantalnya, membuat mama luhan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya yang pernah berubah. Hingga mama luhan berusaha membangunkan luhan dengan menggoyangkan bahu anak perempuan semata wayangnya ini

"luhan.. lu bangun" luhan langsung terbangun karena merasa ada yang menganggu tidurnya

"hmm mama, ada apa?" luhan yang masih belum sadar sepenuhnya menujukkan muka ngantuknya

"kau masih ingin belajar atau tidur? Besok ada ujian" dan luhan hanya mengangguk sebagai jawabannya sambil mengucek matanya agar ia terbangun

"lebih baik tidur, ini sudah malam. Mama tidur ya, selamat malam"

"malam ma" suaraa luhan yang terdengar parau. Ia berusaha bangun karena belajarnya belum selesai

Luhan memang anak yatim, ayahnya meninggal setahun yang lalu karena mengidap penyakit jantung, akibat mendengar bahwa perusahaan yang telah dirintis dari nol direbut oleh salah satu teman bahkan tak pantas di panggil teman hingga penyakit jantungnya kumat dan meninggal. Luhan beserta keluarganya yang dulu awalnya hidup bahagia harus merasakan sakitnya kehilangan

Akhirnya mama luhan dan juga luhan memutuskan meninggalkan busan dan berpindah ke seoul agar mencari kehidupan yang lebih baik dan tak terpuruk mengingat kematian satu-satunya laki-laki yang ada di kehidupan mereka membuat mereka tak bisa bangkit. Tetapi meskipun begitu mereka tak mungkin melupakan kenangan yang ada di busan bersama orang tersayang mereka

.

.

.

Nayeon yang mulai melancarkan aksinya meneror luhan, bahkan sampai luhan yang tak bisa tidur akibat ulahnya. Luhan penasaran siapa yang melakukan ini terhadapnya, semuanya berhubungan dengan luhan yang harus menyerahkan peringkatnya agar bisa hidup tenang

Apa yang harus luhan lakukakan? Luhan hanya menangis pada baekhyun dan juga kyungsoo, ia menceritakan semua kejadia yang ia alami, semua itu sangat berat bagi luhan. Baekhyun dan kyungsoo yang mengerti dengan kondisi luhan hanya berusaha melindungi sahabat baru mereka. Menurut baekhyun dan kyungsoo apakah yang melakukan semua ini adalah sehun? Entahlah, baekhyun dan kyungsoo hanya mengedikkan bahu mereka tak ingin memfitnah orang yang tak bersalah

Tapi luhan yang selalu berusaha tetap tegar di depan sehun karena tak ingin membuat sehun khawatir. Luhan sudah berpesan pada sahabatnya agar tak menceritakan masalahnya pada siapapun terutama sehun. Baekhyun yang awalnya ngotot menolah hanya bisa menghela nafas melihat mata rusa luhan yang menunjukkan aegyonya tanda ia menyetujui keinginan sahabatnya ini

Luhan yang berusaha tak memperdulikan semua masalahnya ini berjalan menuju rooftop sekolahnya dan melihat sehun yang berusaha tidur disana. Luhan menunjukkan wajah jahilnya, tanpa sehun sadar ada orang lain di rooftop selain dia, luhan langsung mengageti sehun dan membuat sehun terjungkal dari kursinya. Karena tidurnya terganggu, membuat sehun memincingkan matanya sehun penasaran siapa yang berani menganggu tidurnya saat ini

Ditatapnya mata rusa milik luhan sangat tajam dan membuat luhan menyengirkan bibirnya, maksud luhan hanya bercanda tetapi melihat ekspresi sehun saat ini membuat luhan takut dan ingin kabur sekarang juga. Saat hendak berlari, dengan gesit sehun menarik pergelangan tangan luhan hingga membuat tubuh mereka bertubrukan

Sehun langsung memeluk pinggang luhan rapat agar luhan tak kemanapun, sedangkan luhan hanya menunjukkan ekspresi kagetnya. Setelah tersadar dari terkejutnya, luhan berusaha melepaskan diri tapi pelukan sehun cukup erat, dan tenaga yang luhan miliki tak sebesar milik sehun jadi luhan hanya pasrah apa yang akan dilakukan sehun

Luhan terdiam dengan sehun yang menatapnya intens, bahkan luhan berusaha mengalihkan padangannya agar tak melihat ke arah sehun, sebenarnya luhan hanya ingin menghibur sehun karena luhan tau sehun akhir-akhir ini terlihat murung

"ingin bermain basket bersamaku? Setauku bermain basket membuatku menghilangkan stresku. Itu menurutku sih ucap luhan berusaha mengajak sehun, luhan melepaskan pelukan sehun dan akan meninggalkan sehun

"aku pergi dulu hun, aku ingin bermain basket. Annyeong" sehun kembali meraih pergelangan tangan luhan, menahan luhan agar tak meninggalkannya

Ternyata bujukan luhan cukup mempan untuknya, hingga mereka bermain basket dengan riangnya. Hari ini memang ada kelas sejarah tapi hunhan kali ini meninggalkannya untuk melepas penat mereka. Mereka berlari saling mengejar satu sama lain, berusaha merebut bola basket dan tertawa riang

Sehun yang sekarang memegang bola berusaha untuk memasukkan bola ke dalam ring gagal akibat aksi luhan yang berusaha merebutnya. Luhan yang tertawa riang karena keberhasilannya langsung menyaut bola dan melemparkannya kedalam ring membuat sehun mendesah sedih. Meskipun sebenarnya hanya aksi pura – pura sehun yang membuat luhan senang

Melihat luhan senang juga membuat sehun senang. Mereka melanjutkan permainan mereka, seakan beban mereka hilang begitu saja

.

.

.

"lu, ayo ke kantin!" teriak baekhyun saat waktu istirahat tiba, jongin dan chanyeol yang sudah berada didepan kelas mereka menunggu untuk istirahat bersama. Baekhyun langsung berjalan menuju tempat chanyeol berada, begitu pula kyungsoo. Sebelum luhan menghampiri mereka, ia berjalan menuju meja sehun untuk mengajak beristirahat bersama

Luhan dan sehun yang berjalan berdampingan seperti sepasang kekasih membuat baekhyun berteriak girang. Baekhyun dan kyungsoo yang sudah tau mengenai pernyataan cinta sehun tapi entah sampai sekarang mereka juga masih belum bisa dikatakan sepasang kekasih karena memang sehun tak menyatakan cinta pada luhan, membuat luhan bingung tapi luhan juga berusaha mengabaikan semua itu. Mungkin untuk sekarang hanya sekedar sahabat

Saat di kantin mereka tertawa bersama dengan lelucon chanyeol, bahkan sehun yang susah tertawa menurut teman – temannya juga ikut tertawa. Bagaikan mereka memang sahabat baik sekarang, sehun yang bisa merasakan memiliki banyak teman sekarang membuatnya senang mekipun hal itu tak pernah di tunjukkan olehnya. Sehun yang mulai dekat dengan jongin dan chanyeol juga membuatnya mengikuti apa saja yang dilakukan mereka, seperti saat jongin dan chanyeol mengajaknya bermain game dirumah chanyeol, atau bermain basket bersama. Kali ini sehun sudah tak sendirian

Bahkan sehun yang biasanya diajak untuk sekedar makan bersama saja susah apa lagi bermain bersama, tapi kali ini ia mau ikut pergi bersama pasangan chanbaek dan kaisoo, tak lupa pula luhan juga ikut pergi. Mereka bermain bersama di lotte world, baekhyun yang meminta mereka untuk menaiki roller coster tapi luhan yang takut ketinggian tak ingin menaikinya. Chanyeol, baekhyun, jongin dan kyungsoo tak memaksa sehingga luhan tak ikut, dan sehun yang kasian pada luhan memilih menemani luhan tak mengikuti bermain roller coster, mereka hanya duduk dibawah menunggu wahana ini selesai

"bentar lu, aku akan membelikanmu minuman" dijawab gelengan oleh luhan, ia ingin ikut bersama sehun membuat mereka pisah dari pasangan chanbaek dan kaisoo. Sehun dan luhan yang berjalan – jalan mengelilingi lotte world berdua, tak anyal membuat luhan kagum karena memang baru pertama kalinya luhan menuju tempat ini. Ia melihat berbagai wahana yang menurutnya cocok dinaikinya, dan saat melihat permen kapas, luhan langsung berlari dan ingin membelinya. Membuat sehun menggelengkan kepalanya

Menurut sehun, luhan sangat lucu seperti anak kecil yang menggemaskan tapi sehun tak bisa menolak kalau ia memang menyukai luhan. Sehun menghampiri luhan yang sedang memesan permen kapas dan merangkul luhan dipundaknya

"agar kau tak hilang" bisik sehun dan membuat luhan merona, pipi luhan yang memerah membuat penjual permen kapas ini tertawa melihat kejadian itu

"terima kasih, kalian pasangan yang sangat cocok" ucap penjual sambil memberikan permen kapas yang di beli luhan, luhan semakin merona membuatnya sampai lupa mengucapkan terima kasih dan berjalan mendahului sehun dengan melepaskan rangkulan sehun

Akhirnya sehun membungkuk tanda terima kasih dan membuat si penjual tertawa senang melihat pelanggannya, sehun langsung berlari menyusul luhan yang masih terlihat malu dan langsung kembali merangkul pundak luhan. Sedangkan luhan yang berusaha mengabaikan sehun dan menikmati permennya

Sehun mengajak luhan menaiki biang lala, luhan yang awalnya takut tetap di paksa oleh luhan dan membuat mereka mengantri menaiki biang lala tersebut. Sehun berusaha meyakinkan luhan kalau tak akan terjadi apapun dan luhan menurutinya

Disisi lain, ada seorang gadis yang mengamati kemesaraan sehun dan luhan, mulai dari awal mereka tiba di lotte world hingga sekarang, ia merasa seperti mata – mata sekarang membuatnya murka. Apa lagi kemesaraan saat sehun merangkul pundak luhan dan membisikkan kata – kata benar – benar membuatnya marah. Menurutnya luhan merebut sehun darinya, nayeon yang sedang mengepalkan tangannya tanda kalau ia marah saat ini

Tak lupa pula pasangan chanbaek dan kaisoo yang sedari tadi mencari keberadaan sehun dan luhan mengitari keseluruh daerah lotte world hingga mereka melihat sehun yang merangkul pundak luhan membuat mereka tersenyum lega karena menemukan teman mereka, karena memang sedari tadi, baekhyun dan kyungsoo berusaha menghubungi luhan sedangkan jongin dan chanyeol berusaha menghubungi sehun. Dan tak ada satu pun yang mengangkat sehingga mereka memutusan mencari sehun dan luhan

Ketika melihat kejadian barusan membuat mereka senang, dan melanjutkan wahana. Akan tetapi tak sengaja kyungsoo yang melihat keberadaan nayeon membuatnya bertanya dalam hati, 'mengapa nayeon menunjukkan ekspresi seperti marah?' batin kyungsoo. Saat melihat ke arah nayeon lagi, yang dicari sudah tak ada, atau mungkin itu hanya perasaan kyungsoo saja

Mereka melanjutkan menaiki wahana yang lain, chanbaek dan kaisoo yang mengikuti jejak hunhan untuk menaiki biang lala, mereka sangat senang hari ini

.

.

.

Luhan yang terus mendapatkan teror, bahkan baekhyun sudah berulangkali mengatakan ingin mencari pelaku tapi luhan selalu menolak dan tak ingin membahasnya. Mulai dari surat kaleng, mejanya yang dicoreti, terkunci di dalam kamar mandi sekolah, bahkan di rumah pun ia masih mendapatkan terornya berupa surat ancaman, dan hal itu membuat ibu luhan sedih. Berkali - kali ibu luhan mengajak luhan untuk pindah sekolah tapi selalu menolak karena ia tak ingin berpisah dari sahabatnya termasuk sehun

Saat ini luhan yang sedang membereskan kamarnya, ibunya masuk kedalam kamarnya untuk mengajaknya makan malam

"lu, ayo makan nak" ucap ibu luhan sambil menatap anaknya iba pasalnya karena kejadian teror itu luhan menjadi susah tidur. Lingkaran dibawah matanya terlihat menakutkan jika dilihat. Luhan menjadi susah tidur, bahkan tak konsentrasi untuk belajar. Nilai luhan mulai menurun karena hal ini

Luhan langsung menoleh ke arah ibunya dengan wajah memelas lalu menggeleng tanda tak ingin makan apa pun, ibu luhan menghampiri luhan dan memeluk luhan. Seketika tangisan luhan pecah tak henti - hentinya, ibu luhan mengelus punggung luhan dengan halus berharap mengurangi kesedihan anaknya tapi apa yang harus di lakukannya? Tak ada

Setelah tangis luhan mereda, "aniya eomma, aku sedang tak ingin makan. Tak apa kan?"

"baiklah, eomma tak memaksa, eomma tinggal dulu ya. Lebih baik kau sekarang istirahat eumm.." anggukan sebagai jawaban luhan

Luhan berusaha mengistirahatkan pikirannya, hingga ia tertidur pulas padahal sekarang masih pukul 7 malam

.

.

.

Keesokan harinya, sehun yang sedang bermain basket sendiri kali ini tanpa luhan. Karena ia tau luhan akan masuk saat waktu istirahat, sehun memilih membolos kelas sebelum istirahat, ia berlari menggiring bola dan memasukkannya ke dalam ring

Terdengar suara tepuk tangan dari belakangnya membuat sehun menoleh ke sumber suaranya. Dilihatnya nayeon sedang berjalan menuju ke arah sehun hingga mereka sekarang sedang berhadapan

"aku sudah menjalankan semua rencanamu hun, aku sudah meneror luhan membuat nilainya turun" ucap nayeon dengan bangganya, sedangkan sehun hanya diam tak menjawab perkataan nayeon. Suasana hening seketika

"aku tak pernah menginginkan hal itu" suara sehun memecahkan situasi

"apa? Kau bilang? Tak menginginkan hal itu?" nayeon langsung menunjukkan video percakapan sehun dan nayeon saat di perpustakaan tanpa sadar ada pasang mata yang melihat dan mendengar percakapan mereka

"aigoo.. Luhannie sekarang tau siapa pelakunya eoh?" ucap nayeon sambil melirik kebelakang sehun, dan saat sehun mendengar nama luhan, ia langsung menolah dan melihat mata luhan yang mulai berkaca – kaca dan berlari meninggalkan lapangan basket

"kau sengaja melakukan ini?" sehun yang menunjukkan raut marah, dan nayeon yang tak memperdulikan tatapan garang sehun, mengangguk sambil melihat kukunya tanda tak memperdulikan tatapan marah sehun

"mengapa kau melakukan ini hah?"

"kau masih bertanya mengapa aku melakukan ini?" tanya nayeon balik

"kau tak tau aku menyukaimu semenjak kita kecil dan kau tak pernah memperhatikanku! Bahkan sekarang ada luhan kau malah pergi meninggalkanku!" maki nayeon

Sehun berusaha tak peduli pada nayeon dan langsung mengejar luhan

.

.

.

Luhan masuk ke dalam kelas dengan keadaan kacau, mata sembab, rambut berantakan tapi ia tak peduli yang penting ia masuk sekolah, baekhyun dan kyungsoo yang melihat keadaan itu langsung menghampiri luhan dan memeluk luhan

Kali ini memang luhan tiba disekolah setelah istirahat. Ibunya sudah mengijinkannya pada sekolah untuk datang terlambat, jadi tibalah luhan saat jam istirahat. Teman - teman sekelah luhan juga menghampiri luhan dan menanyai keadaan luhan, memang mereka semua tak mengetahui apa yg di alami luhan karena luhan selalu berusaha menutupi semuamya dari teman - temannya. Luhan tak ingin merepotkan orang lain

Tapi kali ini ia sudah tak kuat menahannya lagi, tapi tiba - tiba ada pesan masuk dari ponsel luhan. Dan saat membaca pesannya, luhan segera lari menuju tempat yang tertera dalam ponselnya yang ia jatuhkan

Luhan memang sangat terburu - buru hingga ia tak memperdulikan handphonenya yang tergeletak di lantai, baekhyun segera mengambil hp milik luhan dan membaca pesan yang tadi lihan baca

'jika kau ingin tau siapa yang menerormu, maka segeralah datang ke lapangan basket'

Baekhyun dan kyungsoo yang membaca pesan itu hanya diam, semoga luhan bisa segera menyelesaikan semua masalahnya ini

.

.

.

Luhan berlari memasuki kelas sambil menangis sehingga menjadi perhatian teman – temannya, baekhyun dan kyungsoo masih tetap diam tak memberikan pertanyaan apa pun, karena bagi mereka mungkin belum saatnya luhan untuk bercerita, mereka hanya mengelus pundak luhan dan berusaha menenangkannya

Sehun yang mengejar luhan hingga ke dalam kelas dan menghampiri luhan, tetapi luhan langsung menoleh tak ingin melihat sehun dan memeluk kyungsoo, baekhyun dan kyungsoo yang merasa aneh hanya melirik sehun yang menundukkan kepalanya tetapi tak mengatakan apapun

"kyung.. aku ingin pulang" suara serak luhan membuyarkan pikiran kyungsoo dan baekhyun sehingga mereka langsung berusaha mendapatkan ijin dari guru mereka agar bisa mengantarkan luhan pulang, sedangkan luhan yang hanya duduk dan tak menghiraukan sehun yang masih berdiri didekatnya, luhan berusaha tenang dan tak ingin mengurusi sehun untuk saat ini

'apakah selama ini sehun hanya berpura – pura padanya? Apakah termasuk pernyataan cinta sehun pura – pura? Semua itu menggenang dalam pikiran luhan' hingga

"lu, ayo kami antar pulang, sehun kami pulang dulu, annyeong" ucap baekhyun

"hun kami pulang, bye" ucap kyungsoo dan dibalas anggukan oleh sehun

Entah darimana asalnya, sehun yang datar dan selalu berani dalam hal apapun, bahkan untuk membantah gurunya saja ia berani, mengapa kali ini hanya untuk menjelaskan pada luhan ia kikuk. Sehun menghela nafas dan segera membereskan barangnya, lebih baik ia pulang dari pada tak konsentrasi. Saat suasananya sudah reda ia akan menjelaskannya pada luhan

Saat dirumah luhan, luhan mulai menceritakan semua kejadian yang menimpanya mengenai teror itu. Karena ia hanya menceritakan saat di sekolah saja tidak dirumah, tapi kali ini ia menceritakan semuanya termasuk kejadian di lapangan basket mendengar percakapan antara sehun dan nayeon membuat luhan kembali menangis, baekhyun dan kyungsoo ikut sedih dengan hal yang menimpa luhan, padahal luhan siswi baru yang baik

Mulai saat ini kyungsoo dan baekhyun berjanji tak akan membiarkan sehun berbicara bahkan bertemu kecuali dalam kelas

Keesokan harinya, sehun menghampiri bangku luhan saat istirahat

"lu.. biar aku jelaskan semuanya.. ku mohon.."

"tak ada yang perlu di jelaskan tuan oh" ucap baekhyun yang juga menghampiri bangku luhan. Luhan masih terdiam

"kajja lu.. kita ke kantin, kyungie ayooo" teriak baekhyun pada kyungsoo tak memperdulikan sehun dengan wajah memelasnya, luhan melihat sekilas tapi ia langsung mengalihkan pandangannya tak ingin melihat sehun atau semua yang ia usahakan untuk tak menghiraukan sehun akan gagal. Baekhyun menarik tangan luhan dan segera berlalu

Setiap kali sehun berusaha menjelaskan pada luhan selalu gagal oleh baekhyun dan kyungsoo hingga sehun hanya pasrah dengan semuanya. Ia selalu berusaha menghubungi luhan saat dirumah tapi tak pernah diangkat oleh luhan hingga membuat sehun menyerah

.

.

.

Ujian akhir semester kembali, tetapi kali yang menghebohkan adalah peringkat luhan yang menurun menjadi peringkat empat setelah sehun, nayeon, kyungsoo baru luhan. Semuanya berteriak karena peringkat the king kembali tak terkalahkan, ada juga yang masih sedih karena peringkatnya harus turun dengan adanya luhan

Luhan yang melihat peringkatnya hanya terdiam didepan mading

"fighting lu! Lain kali tak akan seperti ini lagi, himnaera!" bisik kyungsoo untuk menyemangati luhan dan luhan mengangguk sambil tersenyum melihat ke arah luhan

Saat kembali ke kelas, "lu, kau di panggil seongsaenim!" akhirnya luhan keluar dari kelas menuju ruangan gurunya, saat masuk ia berpapasan dengan sehun sehingga luhan harus mengalihkan pandangannya agar tak melihat sehun dan kembali melanjutkan jalannya. Setelah selesai berurusan dengan gurunya, luhan keluar dari ruangan guru itu dan melihat sehun yang menunggunya didepan kantor

"lu, aku mohon dengarkan" sehun langsung menyaut pergelangan luhan

"aniya hun, lepaskan!"

"dengarkan aku dulu"

"tak ada yang urusan antara kita, aku tak ingin membahas apa pun yang lalu. Biarkan aku pergi dengan tenang" akhirnya sehun melepaskan genggaman tangan luhan, dan luhan pergi meninggalkan sehun

Ketika malam harinya, luhan sedang membersihkan kamarnya, ia harus kembali mendapatkan teror. Kali ini memang ia mengetahui siapa penerornya. Pasti sehun, sehun selalu berusaha menghubunginya dan membuat luhan lelah karena sehun selalu berusaha menelponnya saat malam hari

Akhirnya luhan memutuskan untuk mengangkat telpon dari sehun

"apa yang kau inginkan?" ucap luhan tanpa basa – basi

"keluarlah dari rumahmu"

"apa maksudmu?"

"cepat keluar" luhan mengintip dari jendela dan melihat sehun yang berada didepan rumahnya, dan luhan memutuskan mengikuti kemauan sehun kali ini

Saat diluar rumah luhan, sehun langsung menarik luhan dan memeluk luhan erat. Dan yang dipeluk berusaha melepaskan diri, sambil memukul dada sehun

"lepaskan! Kita sedang di tempat umum! Apa yang kau lakukan!"

"sebentar saja lu.. aku.. merindukanmu.." ucap sehun sambil menghirup aroma tubuh luhan yang dirindukan sehun, dan pernyataan sehun membuat luhan menghentikan aksinya memukul dada sehun. Luhan terdiam tak berkutik. Hingga sehun melepaskan pelukannya tetapi tetap memekan erat tangan luhan agar luhan tak meninggalkannya

"ikuti dan dengarkan aku sebentar saja lu.."

"mau kemana?"

"ikuti saja"

"tapi hun.. aku hanya menggenakan piyama seperti ini.." ucap luhan malu

"gwenchana.. aku menyukaimu apa adanya" membuat luhan menunduk menyembunyikan rona merah dipipinya, sehun yang setelah membuka pintu mobilnya untuk luhan dan melihat luhan merona membuat sehun senang, dan luhan masuk kedalam mobil sehun

Dalam perjalanan tak ada percakapan apa pun dari mereka, hanya diam dan sehun menyalakan musik agar mereka tak hening dalam perjalanan. Ketika sampai, sehun membukakan pintu untuk luhan dan dilihatlah jembatan sungai han tempat pertama kali mereka bertemu dan menyatakan perasaan mereka. Luhan diam dan menatap sehun, hingga sehun menjelaskan semuanya yang terjadi antara ia dan nayeon

"dengarkan lu.. aku dan nayeon adalah sahabat dekat, bisa dikatakan dia adalah satu – satunya sahabat yang ku miliki saat itu. Ia seorang yeoja yang mampu mencairkan hatiku dan membuka pertemanan dengannya. Hingga ketika sma, aku dituntut untuk menjadi peringkat satu oleh orang tuaku, sehingga intensitas pertemanan kami meregang. Karena aku tau, ia juga berusaha untuk menempati peringkat tinggi sepertiku, aku tau jika ia memiliki perasaan terhadapku tapi aku tak bisa menyukainya lebih dari sahabat. Hingga pertama kali aku bertemua dengan seorang yeoja yang ia mengira aku akan bunuh diri.. memang benar sih aku ingin bunuh diri, tapi di hari itu aku hanya ingin mengeluarkan semua penatku dari belajar dan berusaha untuk telat"

Luhan yang mendengar sehun menjelaskan tentangnya membuatnya menunduk tetapi tetap mendengarkan penjelasan milik sehun

"sejak pertama kali melihatmu, aku mulai menyukaimu tapi aku lebih mementingkan gengsiku dan tak berusaha mendekatimu untuk menjadikan milikku. Hingga tiba – tiba saat nilai ujian tengah semester keluar kau mengalahkanku" ucap sehun sambil tersenyum dan melihat luhan

"aku semakin terkagum padamu tetapi tetap tak mengatakan apapun padamu. Nayeon yang merasa nilainya menurun mengajakku untuk menerormu tapi di satu sisi aku ingin menolak karena aku menyukaimu tapi disisi lain nayeon adalah sahabatku, hingga aku memutuskan mengangguk tapi aku tak ingin ikut campur.."

"aku bersungguh lu.. aku tak tau jika nayeon akan berbuat sejauh itu padamu.. aku minta maaf. Dan kau tau hal yang paling membuatku membenci diriku sendiri adalah aku membuatmu menjauh dariku dan hal itu membuatku sesak.. aku.. benar – benar menyukaimu lu tapi aku bingung bagaimana mengungkapkannya.."

"terserah kau boleh mempercayaiku atau tidak, setidaknya aku sudah menjelaskan semuanya dan hal itu membuatku lega.. sebentar aku belikan minuman eoh.." luhan mengangguk dan memikirkan hal yang baru saja terjadi, pengakuan sehun, pernyataan sehun mengenai sehun yang menyukainya dan tanpa sadar minuman kaleng hangat berada di pipinya

"apa yang kau pikirkan eum?"

"sehun.." luhan menoleh ke arah sehun dan "maukah kau menjadi pacarku?"

Sehun yang masih dalam mode kaget hanya diam, hingga genggaman luhan pada tangannya menyadarkan sehun, "maukah?" tanya luhan kembali

Tanpa membuang waktu sehun langsung mencium bibir luhan, mereka berciuman didepan publik. Awalnya sehun hanya menempelkan bibirnya biasa, tanpa sadar sehun mulai menggerakkan bibirnya membuat ciuman mereka semakin intens dan luhan tak menolak sama sekali hingga luhan yang mulai kehabisan oksigen langsung menepuk dada sehun dan melepaskan pangutan mereka

Membuat luhan merona dan bersembunyi di dada sehun, sehun yang memeluk luhan erat karena saking bahagianya

"kau milikku lu, selamanya milikku.." ucap sehun possesive

"aigoo.. sangat possesive eoh uri namja" dan dibalas pelukan erat sehun, membuat luhan tertawa bahagia

"saranghae oh sehun" ucap luhan sambil membalas pelukan sehun

"aku lebih mencintaumu xi luhan"

.

.

.

END

Holaaaa finally endd.. omayaa maafkan saya sebelumnya updatenya kali ini sangat sangat lama.. hal itu dikarenakan beneran mood nulisku ilang dan hancur jadi aku gabisa nulis sama sekali, oh iya juga maafkan sebelum emang yang chapter pertama ancur banget tapi udah aku revisi kok semoga suka yaa..

Makasih semuanya buat reader yang udah ngereview, follow sama favorite story aku.. oh ya buat grup cast yang aku pake, nayeon dan twice semoga tzuyunya gapapa.. miris banget dia baru debut udah kena scandal gituan.. bahkan tzuyu lebih mudah dariku hmm..

Makasih bener bener makasih semuanyaaaaa..

Thanks for review:

NoonaLu, Arifahohse, Juna Oh, Seravin509, Ciheelight, laabaikands, Yessi94esy, deerhanhuniie, Guest, lulu d'tjabe, Misslah, Lisasa Luhan, devi, guest