ALL OF ME


Selang beberapa hari kemudian, problematika Baekhyun masih tetaplah sama yaitu adik nya yang begitu ia 'sayangi', hanya saja hari ini lebih spesial daripada hari hari sebelum nya. Bagaimana tidak, Park Chanyeol membawa sahabat sehidup semati nya ke dalam rumah nya (mungki rumah orang tuanya). Baekhyun tidak mempermasalahkan perihal sahabatnya jika saja kelakuan mereka itu, diam,kalem,dan juga tenang. Tetapi hal itu hanya tipuan semata, teman nya sama saja dengan Chanyeol mau dari segi bentuk dan juga perilaku, hanya saja tidak semua dari diri mereka bertiga sama. Perkenalkan nama mereka adalah Oh Sehun dan Kim Jongin, nama yang konyol jika Baekhyun pikir.

Jujur saat melihat teman dari adiknya tersebut dirinya sedikit terkejut dengan fisik mereka yang sebelas duabelas seperti adiknya. Mereka tinggi menjulang, lumayan tampan dan juga dari penampilan mereka tidak terlihat kampungan malah terlihat berkelas layaknya model yang berada di red carpet. Tetapi pujian itu hanya bertahan beberapa menit saat ketiganya sudah bersama, entah apa yang mereka lakukan sekarang didalam kamar Chanyeol, Baekhyun tidak peduli hanya saja mereka merusak ketenangan nya menonton drama siang ini!

tok!

tok!

"Bisakah kalian lebih tenang sedikit?" teriak Baekhyun di depan pintu kamar Chanyeol.

Tidak ada yang mengubris dan masih tetap bising dengan urusan masing masing.

"Sialan kalian semua" desis Baekhyun sudah naik pitam.

TOK!

TOK!

"Hey! Aku tau diantara kalian tidak ada yang tunarungu, bisakah kalian tidak bising dan tidak mengganggu dengan suara kalian itu?" cukup Baekhyun sudah jengkel dengan suara hingar bingar tidak jelas dari dalam pintu tersebut dan Baekhyun sudah ketinggalan drama kesukaan nya!

cklek

Akhirnya seseorang yang berada di dalam memang benar benar tidak tuli. Dengan wajah datar yang tidak terkendali seseorang itu hanya mengangkat sebelah alisnya, apa maksud dari seseorang didepannya ini? apa dia benar benar tuli tidak mendengar suaranya tadi?

"Bisakah kalian lebih tenang? Kalian mengganggu ku. Dan kenapa menaiki sebelah alis mu begitu?"

Mendengar penuturan dari Baekhyun mau tidak mau pria yang berada di depan nya itu, yang bernama Sehun. Langsung menurunkan sebelah alisnya dan menatap datar yang katanya kakak dari Park Chanyeol

"Kelas berapa kau?" bukan nya menjawab, Sehun malah bertanya balik Baekhyun.

"Yang jelas aku lebih tua dari pada kau" sebenarnya Sehun sudah tau asal usul kakanya sahabatnya ini, dia hanya penasaran dari tampangnya yang imut jika dikategorikan seorang pria. Apa benar dia tempramental, ketus dan juga menyebalkan? Dan sekarang Sehun akan membuktikan nya.

"Kalau begitu berapa umurmu?" pancing Sehun tanpa memperdulikan temannya yang mungkin heran sedang apa ia sekarang.

"Sembilanbelas"

"Kau cukup tua juga ya untuk usiamu sekarang, aku tidak menyangka"

Mendengar penuturan Sehun tersebut Baekhyun merasa sedikit tersinggung, entah harus bangga karena secara tersirat Sehun bilang ia awet muda atau apa dia harus tersinggung karena itu sebuat sindiran halus? Ia pun tidak tau. Persetan dengan drama yang sedang berlangsung.

"Mungkin kau saja yang terlalu tua untuk ukuran usiamu, biar ku tebak usia mu. Pasti tujuhbelas atau bahkan enambelas? Wah tua sekali ya mukamu" dengan sedikit nada mengejek akhirnya Baekhyun mengembangkan senyum kemenangan.

Saat mendengar kata kata yang terlontar dari mulut tajam Baekhyun, Sehun rasa harus ia cukupkan saja topik ini dari pada mendengar makian dari Baekhyun lebih lanjut.

'Mungkin lain kali saja' batin Sehun.

"Terserah kau saja, dan sekedar informasi umurku sama dengan adikmu" tanpa basa basi Sehun menutup pintu itu perlahan, sebelum pintu itu tertutup sempurna Sehun masih bisa mengedipkan sebelah matanya kepada Baekhyun.

"Aw sangat menggelikan" desis Baekhyun sarkasme.

Pada akhirnya Baekhyun bisa kembali ke kamarnya dan kembali ke aktifitas awalnya.

...

"Sudah ku bilang dia itu tempramental" saut seseorang yang paling tinggi dengan wajah tidak minat.

Mendengar itu Sehun mengangguk setuju "Bahkan tubuhnya jauh lebih kecil dari kita tetapi dia sedikit mengerikan" jawab Sehun yang baru saja berbincang-bincang manis dengan Baekhyun.

"Berapa umurnya memang?" Jongin yang sedari diam akhirnya angkat bicara, saat mendengar itu Sehun langsung menatap Jongin serius.

"Hey Kim Jongin, aku berharap kau tidak terkejut mengetahui ini" dengan nada yang seserius mungkin Sehun membisikan sesuatu tepat di telinga Jongin

"Sembilanbelas tahun" mendengar itu Jongin langsung menatap Sehun heran.

"Apa maksudmu? Jangan bercanda. Aku yakin dia enambelas tahun" Chanyeol yakin semua orang beranggapan bahwa kakaknya terlihat lebih muda dibanding umurnya dan perkiraan nya pun sudah terbukti.

"Ya walau akupun sependapat dengan mu tetapi kita tidak bisa mengelak faktanya" dengan sedikit seringai Sehun melirik Chanyeol yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka

"Bahwa dia adalah kakak ku" saut Chanyeol datar dan juga risih dengan topik pembicaraan saat ini.

"Oh God, i forget about that. Sorry"

"Tak apa"

.

Tok

Tok

Tak lama setelah mengetuk, sang pemilik pintu menunjukan batang hidungnya. Terlihat bahwa dia sehabis bangun tidur.

"Aku lapar" singkat,padat dan jelas. Entah ini sebuat permintaan tolong atau suruhan Baekhyun pun tak tau.

"Lalu?" dengan sedikit menaikan alis Baekhyun meminta penjelasan.

"Buatkan aku makan" muka datar, nada bicara cuek. Apa ini bisa dikategorikan meminta tolong? Dan Baekhyun mengambil kesimpulan bila dia sedang di perbudak. Hiperbola sekali kau Baekhyun.

"Apa kau sedang memperintahku? Aku kakak mu jangan lupakan itu" mendengar itu air muka Chanyeol berubah menjadi heran (walau tidak ketara) apa ada yang salah dengan perkataan nya sampai membuat Baekhyun tersinggung?

"Tidak dan aku tidak lupa" jengkel? Sudah jelas. Baekhyun sudah jengkel dengan kelakuan adiknya ini, what the hell. Adik macam apa dia.

"I'm done. Baiklah tuan muda akan aku buatkan" dengan nada sedikit sarkasme ia langsung melenggang pergi ke dapur, sudah cukup Baekhyun tidak ada mood untuk beradu argumen dengan Chanyeol.

"Jangan lupakan Sehun dan Jongin" Baekhyun hanya memutar matanya jengkel.

Setelah selesai membuat makan malam untuk mereka berempat, Baekhyun berniat untuk memanggil Chanyeol. Baekhyun berfikir tak usah ketuk pintu pun tidak terjadi apapun.

Cklek

"Shit" umpat Jongin terburu buru menyimpan majalah kesembarang tempat,saat menyadari makhluk asing yang tak tau sopan santun masuk begitu saja dengan seenak jidatnya.

Baekhyun hanya menatap datar ketiga manusia yang berada di depan matanya, hal yang pertama yang ia liat ialah Chanyeol yang sedang menggunakan earphone dan menatap jendela, sedangkan Sehun dan Jongin sedang asik melihat majalah porn. Wow masih ingusan saja sudah begitu.

"Cepat makan malam sudah siap" tanpa babibu Baekhyun langsung melenggang begitu saja tanpa memperdulikan perubahan air muka Jongin yang panik.

"Aku nyaris jantungan. Sungguh aku malu" gumam Jongin tak tau pada siapa.

Chanyeol,Sehun,Jongin sudah berada di meja makan, mereka sudah mulai menyantap makanan yang ada di depan mata. Dengan sedikit gugup Jongin angkat bicara "Uh, tentang tadi aku minta maaf" entah berbicara kepada siapa, iapun bingung ingin memanggil Baekhyun apa, jika dia memanggil dengan sebutan nama rasanya sangat tidak sopan karena faktanya Baekhyun lebih tua dari nya tetapi jika memanggil dengan kak rasanya sangatlah tidak pantas. Serba salah telah melanda Kim Jongin.

Merasa diperhatikan oleh Jongin,Baekhyun pun langsung melihat seseorang tersebut "Aku tidak peduli tentang itu, aku hanya heran masih umur tujuhbelas tahun saja sudah melihat hal seperti itu"

Mendengar penuturan dari Baekhyun, Jongin jadi makin gugup sendiri, Jongin tidak bisa memikirkan alasan yang pas saat ini dan sekarang ia tidak bisa mengelak. Dengan lirikan maut nya Jongin melirik ke arah sahabatnya seakan berbicara ' please . help . me . and . make. him. understand'

Sehun orang yang pertama kali peka saat melihat sahabatnya yang sengsara akhirnya menimbali apa yang Baekhyun katakan "Sekarang kita lagi pada masa pubertas, kau tau rasanya seperti apa kan dan yang pasti pernah merasakan bukan? Bisa kah sedikit memaklumi?" Sehun tau ia menang maka dari itu dia mengembangkan seringainya.

'dasar setan kecil' batin Baekhyun.

"Ya kau benar dan alasan mu masuk akal" lirik nya kepada Sehun. Mau tidak mau Baekhyun harus mengalah untuk hari ini, akan ku tekan kan hanya hari ini.

Akhirnya penantian Baekhyun tidak lah sia sia, karena dua sejoli itu pun pergi ke kandang masing masing. Jujur saja terlibat dengan Chanyeol sudah membuatnya gila minta ampun bagaimana jika di tambah dengan kawan kawan nya yang sejenis itu? Jika bisa Baekhyun ingin meminta pahala lebih untuk ini.

Dengan manis Baekhyun membanting dirinya ke sofa, setelahnya hanya keheningan yang tersisa. Chanyeol yang melihat kakaknya berada di sofa pun akhirnya mengikuti, Baekhyun melirik dan menatap aneh adiknya itu –aneh sekali dia—

"Sebegitu frustasinya bertemu dengan mereka?" mendengar itu Baekhyun hanya tersenyum masam, ternyata adiknya ini begitu peka. Belum sempat menjawab tiba tiba —

"Atau kau sedang menstruasi?" rupanya Chanyeol sedang mencari mati dengan singa betina.

"Ya aku sangat frustasi dan juga muak dengan kawan mu itu dan AKU INI PRIA BODOH!" demi Tuhan, Baekhyun kenapa kau cepat sekali terbakar amarah? Damn, fuck about Chanyeol and friend.

"Sekarang aku meragukan saat eomma bercerita ketika aku baru lahir dan kau menanti ku untuk tumbuh dewasa" tanpa minat Chanyeol bertanya, sebenarnya apa benar itu terjadi.

Baekhyun hanya tersenyum masam(lagi) memorinya seakan berputar kembali, tidak ia sangka ternyata Chanyeol sudah dewasa, bahkan Chanyeol sekarang jauh lebih tinggi.

"Iya cerita itu tidak bualan dan tak ku sangka sekarang kau sudah tujuhbelas tahun yang artinya kau sudah dewasa tetapi mengapa kau—

begitu menyebalkan Park?" seperti sebuah hantaman jika saja yang sedang bercakap dengan Baekhyun bukan lah Chanyeol. Tetapi mau seperti apa Baekhyun, Chanyeol hanya merespon dengan cuek dan seadanya.

Chanyeol mulai mendekati Baekhyun, perlahan tapi pasti. Baekhyun yang melihat pergerakan itu pun mulai waspada, apa mungkin Chanyeol marah akan perkataan nya tersebut? Padahal itukan hanya sepele –ya sepele bagi mu,Baek— .

Baekhyun sudah sedikit gugup, takut jika Chanyeol melakukan sesuatu hal yang diluar dugaan. Saat sudah tinggal sejengkal jarak wajahnya dengan wajah Chanyeol, bahkan mereka bisa merasakan nafasnya saling beradu tiba tiba Chanyeol bangkit. What the—? Apa maksudnya tadi itu.

"HEY APA YANG KAU? JANGAN ABAIKAN AKU PARK CHANYEOL!"

Saat itu yang terdengar hanya teriakan dan gedoran di kamar Park Chanyeol.


Tbc


Berfikir untuk memberi komentar,kritik dan juga saran? Jika kalian suka sama cerita aku jangan lupa komentar, follow dan juga favourite ya. Itu sangat berarti buat aku, makasi!