GAJE; OOC; AU; TIDAK BAKU.
Siang ini kelas berlangsung kurang kondusif. Hal ini dikarenakan adanya tugas yang diberikan oleh sang guru kepada para murid kelas 12-7 namun diabaikan begitu saja. Para murid disibukkan dengan obrolan seru anak muda. Sang guru pun hanya dapat menghela nafas, ia harus bersabar. Sudah biasa. Kemudian, datang guru wakasek.
"Permisi bu."
"Oh, iya Pak. Nah, anak-anak. Sekarang giliran kalian untuk mengambil foto untuk ijazah." Setelah sang guru mata pelajaran hari itu memberitahukan informasi itu tersebut, kelas menjadi ricuh.
"Loh, kok tiba-tiba?!"
"Ih, udah siang, pasti udah jelek."
"Yaampun! Lagi ngga pake seragam yang bagus nih!"
Begitulah kira-kira keributan yang ditimbulkan oleh anak kelas 12-7 itu.
"Harap rapi ya nak, pakai dasi! Bapak tunggu di ruang wakasek." Sang guru wakasek beserta guru mata pelajaran keluar kelas. Kelas ribut kembali.
"Heh! Aku ngga bawa dasi!"
"Gantian aja udah."
Ribut. Benar-benar ribut. Seungkwan sampai jengah sendiri. Walaupun ia termasuk orang yang berisik, tapi sebenarnya ia tidak begitu menyukai suasana ramai, apalagi ramai yang tidak jelas seperti ini.
Ia bangkit dari kursinya untuk mengambil dasi di dalam tasnya. Lalu menatapnya.
"Aku ngga bisa bikin dasi..." ia berguman lemah, menatap sendu dasinya. Seungkwan kemudian menatap ke samping, teman sebangkunya, Mingyu, sudah pergi duluan dengan Jungkook ke ruang wakasek. Seungkwan makin merengut. Tidak menyadari Hansol yang lewat di sebelah mejanya menatapnya gemas.
"Kamu kenapa?"
"Oh, Hansol! Aku ngga bisa bikin dasi. Gimana dong?"
"Sini kubuatkan, tapi aku pinjam ya!"
"Tentu saja! Ayo sambil jalan. Nanti kita kena marah." Seungkwan dan Hansol berjalan keluar kelas, meninggalkan teman-teman wanitanya yang sedang sibuk berdandan. Dasar wanita.
Selesai berfoto, Seungkwan pulang ke kelas terlebih dahulu bersama dengan Bambam. Mampir ke kamar mandi dulu sebenarnya. Bambam minta diantar.
Sesampainya di kelas, kelas sudah ramai. Seungkwan menghela nafas dan berjalan ke mejanya. Mengambil novel dan membacanya. Sedang asyik, tiba-tiba sumber cahayanya tertutupi oleh bayangan seseorang. Ia mendongak dan menemukan Hansol di sana. Sedang tersenyum, Seungkwan menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Ini dasimu." Hansol menunjuk dasi Seungkwan yang masih melingkar dengan apik di kerah seragamnya. Seungkwan menengadahkan telapak tangannya.
"Lepaskan sendiri. Biar seperti yang di film-film Kwan." Hansol nyengir. Seungkwan melotot, kemudian pipinya agak merona.
"Cepat Seungkwan-ah! Dasi ini mencekikku." Seungkwan memelototi Hansol kesal, 'dia yang minta kenapa memaksa.' kira-kira seperti itu kata hati Seungkwan. Meskipun begitu, ia tetap berdiri dan melepaskan dasinya dari kerah baju Hansol. Seungkwan yang hanya sebatas telinga Hansol terlihat lumayan gugup saat melepaskannya, dan itu lucu bagi Hansol. Hansol suka.
"Uluh-uluh, kalian seperti sepasang suami istri saja sih. Menikah sana!"
"Aku berencana begitu Gyu, tunggu undangannya ya!" Hansol menjawab main-main. Seungkwan yang sudah selesai melepas dasi memukul main-main dada Hansol dengan wajah merona manis. Hansol gemas. Ia pun mencium pipi Seungkwan dan berbisik, "nanti pulang sekolah ayo berkencan! Aku rindu." kemudian menatap Seungkwan meminta persetujuan. Seungkwan mengangguk malu-malu. Hansol pun mencium pipinya sekali lagi.
"Baiklah~ aku jadi tidak sabar ingin pulang~~" Hansol kembali ke bangkunya di belakang kelas dengan riang.
-Fin-
halo, hehe.
sebenernya ini dari pengalamanku td siang, foto ijazah mendadak. menyebalkan. dan untuk masalah cium2 itu tidak ada, dan untuk org yang membuatkanku dasi dan mengembalikannya itu berbeda, wkwk. anak kelas memang ajaib semua :")
dan maaf kalo gaje atau apa, karena aku bingung cara masukkin ke ffnya gmn. wehehe, mian~~
.
mind to review?
