Our Story

Cast

All Member Seventeen

Pairing

Meanie

Junhao

Verkwan

SeokKwan

Soonhoon

Seunghan

Warning

Boys Love , OOC ,Gaje , Typo

Don't Like Don't Read

.

.

.

"Jun kau menyebalkan,"

"Menyebalkan apanya Jeon Wonwoo,"

"Kau menyebalkan karna berteman dengan namja menyebalkan,"

"Siapa yang kau maksud?"

"Kim Mingyu,"

"Kau ada masalah dengannya? Sepertinya kau sangat membencinya,"

"Bukan Sangat, tapi teramat sangat membencinya,"

"Wow, sepertinya benar-benar hal buruk,"

"Sangat buruk, dialah namja menyebalkan yang membuat ponsel kesayanganku rusak. Dia juga yang merebut ciuman pertamaku. Dialah perusak hari pertamaku di Seoul,"

"Tak kusangka pelakunya adalah Mingyu," Jun hanya bisa geleng-geleng kepala, "Aku tak menyangka hanya ciuman yang kau dapat?"

"Maksudmu?"

"Kupikir dia akan langsung memperkosamu dite- Awww yakkk Jeon Wonwoo,"

"Dasar Mesum Sialan," Wonwoo beranjak meninggalkan Jun yang sedang mengelus dahinya yang memerah akibat lemparan majalah.

.

.

"Ayolah Mingyu hyung, temani aku ke Mall"

"Aku malas Kwannie,"

"Hyungiee, ayolahh,"

"Aishhh aku masih mengantuk,"

"Hyung ini bahkan sudah sangat siang, dan kau maaih mengeluh mengantuk?"

"Ummm,"

"Hyung cepat bangun,ishhh,"

"Pergi dengan Seungcheol Hyung saja sana,"

"Seungcheol hyung ada latihan pagi,"

"Dengan Vernonmu kalau begitu,"

"Hyung kau lupa? Vernon kan sedang di New York," keluh Swungkwan, "Hyung kalau kau tak mau menemani aku, jangan salahkan aku kalau Seungcheol hyung membakar semua koleksi majalah dewasamu,"

"Memang kau tahu dimana aku menyimpannya?"

"Dilemarimu, kau menyimpannya dibawah lipatan bajumu,"

"Mwo?" Mingyu langsung merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Tiba-tiba kantuknya menghilang saat mendengar bahwa harta karunnya sedang terancam. "Dari mana kau tahu?"

"Vernon yang memberitahuku hyung,"

"Arghhh dasar bule sinting, ngapain ngasih tahu semua itu pada Seungkwan,"

"Hyung, bule yang kau sebut itu temanmu sendiri loh," ingat Seungkwan, "Jadi bagaimana? Mau menemaniku atau tidak?" Sekali lagi Seungkwan bertanya pada Mingyu.

"Baiklah aku akan menemanimu," dan akhirnya Mingyu menyerah, "Sana tunggu dibawah, aku mau bersiap-siap dulu,"

"Hehehe, gitu dong hyung," Seungkwan pun berlari keluar kama Mingyu dan menuju ruang tengah.

"Dasar sepupu nyebelin,"

.

.

"Seungkwan apalagi yang mau kau beli?"

"Tunggu sebentar,"

"Aishhh cepatlah pilih salah satu sepatu itu dan cepat bayar kekasir,"

"Ck, kau cerewet sekali hyung. Berhentilah mengomel seperti ajhumma yang berjualan dipasar," gerutu Seungkwan sambil membawa sepatu biru pilihannya kekasir.

Mingyu kesal, teramat sangat kesal. Sudah hampir tiga jam dia mengikuti Seungkwan menjelajahi mall luas ini. Keluar masuk dari satu toko ketoko yang lain. Tangannya bahkan sudah penuh dengan tas belanjaan milik Seungkwan.

"Kajja kita makan siang hyung. Karna hari ini kau sudah menemaniku, aku akan memtraktirmu makan,"

"Ck, cepatlah Choi Seungkwan. Kakiku sudah mau patah rasanya,"

"Heh, kau terlalu berlebihan hyung,"

Mereka berdua akhirnya berjalan menuju restoran jepang yang sudah sangat mereka kenal. Bagaimana tidak kenal, kalau sang pemilik restoran adalah mamanya Soonyoung teman mereka. Dan mall ini menjadi tempat salah satu cabang restorannya.

"Hyung kau pesan apa?"

"Aku pesan yang seperti biasa saja,"

"Baiklah,"

Seungkwan memberitahukan pesanannya dan memberikan buku menunya.

"Hah, lelahnya,"

"Heh, seharusnya aku yang bilang begitu,"

"Aigooo Hyung berhentilah menggerutu, kau sendiri kan yang mau menemaniku,"

"Lebih tepatnya kau memaksa dan mengancamku,"

"Itu hanyalah salah satu caraku," Seungkwan memberikan senyumannya.

"Lagian, kenapa kau tidak pergi dengan Seokmin saja,"

"Hah," Seungkwan menghela nafasnya dan menopang dagunya. "Akhir-akhir ini Seokmin hyung selalu sibuk. Setiap aku mengajaknya jalan dia pasti ada urusan,"

"Mungkin dia sedang sibuka dengan kekasihnya yang lain,"

"Yakkk hyung, jangan bicara seperti itu," Seungkwan menendang kaki Mingyu. "Seokmin hyung tak mungkin selingkuh,"

"Awww berhenti melakukan kekerasan terhadapku kwan," kesal Mingyu.

"Salah sendiri kau menuduh Seokmin hyung berselingkuh,"

"Ck, kau hanya tak tahu bagaimana kelakuan Seokmin saat smp dulu,"

"Aku tak peduli hyung, itu hanyalah masalalu,"

"Lagipulan dari pada dengan Seokmin aku lebih suka kau berpacaran dengan Vernon,"

"Hyung aku dan Vernon adalah sahabat sejati," jelas Seungkwan "Dan tak mungkin salah satu dari kami akan jatuh cinta,"

'Sayangnya Vernon sudah jatih cinta sejak lama padamu Seungkwan lemot,' gerutu Mingyu dalam hati.

"Teeserah kau saja,"

Dan perdebatan itu berakhir saat pesanan mereka sudah datang. Seungkwan tak mau melanjutkan perbincangan aneh ini. Begitupun Mingyu. Dia sudah lelah untuk memberitahu sepupu kesayangannya ini kalau pilihan yang dipilihnya sangatlah salah.

.

.

.

Hari Minggu sudah berganti menjadi hari senin. Bel masuk sekolah akan berbunyi sebentar lagi. Mingyu berjalan menuju toilet sekolahnya. Tiba-tiba saja panggilan alam menghampirinya. Setelah menuntaskan urusannya, Mingyu keluar dari bilik toiletnya. Senyum miringnya terlihat jelas dibibirnya. Sosok cantik namja didepan kaca mengalihkan perhatiannya. Mingyu berdiri dibelakang namja yang sibuk mencuci tangannya.

Dan saat namja itu membalik badannya. Mingyu sudah menebaknya kalau dia pastilah akan terkejut.

"Yakkk kau mengagetkanku,"

"Hai manis, kita bertemu lagi,"

"Ckk, sungguh sial bertemu denganmu dipagi hari,"

"Aww, terimakaaih atas pujiannya manis,"

"Dasar idiot," Maki Wonwoo, "Cepat Minggir, aku mau lewat,"

"Tak mau,"

"Yakkk cepatlah minggir,"

"Aku akan minggir asal kau memberikanku ciuman,"

"Dalam mimpimu dasar mesum,"

"Tak perlu dalam mimpi kalau kau saja ada dihadapanku,"

Mingyu makin memajukan wajahnya, membuat Wonwoo yang panik reflek memejamkan kedua matanya erat. Sebuah seringaian terpasang apik dibibirnya. Sebuah ide jahil muncul begitu saja dalam otaknya.

Nyutt~

Mata Wonwoo terbuka lebar saat merasakan sebuah remasan pada bokongnya.

"Butt mu lumayan juga. Cukup kenyal untuk diremas," bisik Mingyu sebelum berjalan keluar meninggalkan Wonwoo.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

"KIM MINGYU SIALAN MESUM BRENGSEK SINTING,"

.

.

.

TBC

Sebenarnya udah sedikit lupa sama jalan ceritanya. Tapi akhirnya inget lagi. Lama juga ceritanya belum kulanjut. Semoga kalian yang ngebacanya belum lupa sama alur ceritanya dan belum bosen nunggu updatenya.