Pagi itu, Yixing mengerjapkan matanya dan menguap sejenak. Ia renggangkan tubuhnya sejenak namun gerakannya terhenti saat ia merasakan gerakan lain disampingnya. Ia tolehkan kepalanya dan mendapati sosok sang kekasih sedang berbaring miring menghadapnya. Kedua matanya tertutup diiringi dengan deru napasnya yang teratur. Lengannya dijadikan bantal oleh namja manis itu dan tangannyapun melingkar di perutnya. Tanpa sadar Yixing tersenyum ke arahnya dan menghadapkan dirinya kepada Jongdae, sang kekasih.

Ia amati bagaimana manisnya wajah sang kekasih jika tertidur. Seperti anak kecil yang sangat imut dan menggemaskan. Tertidur dengan wajah tenang tanpa ada gangguan. Begitu lelap seakan ia sedang mengumpulkan energi untuk menghadapi hari-harinya yang berat. Tangannya dengan perlahan mengusap lembut pipinya. Ia mengulas senyumnya saat bisa merasakan bagaimana halusnya pipi sang kekasih. Bersyukur bahwa yang dilihatnya adalah kenyataan, yang dirasakannya saat ini adalah kebenaran hingga ia berharap bahwa waktu akan berhenti sejenak untuk membiarkan dirinya merasakan momen tak terduga seperti ini.

Merasakan sentuhan lembut dipipinya, Jongdae perlahan membuka matanya. Ia kerjapkan matanya sejenak sebelum menatap ke arah Yixing. Kesadarannya langsung terkumpul saat melihat sang kekasih sedang memandangnya lekat dengan senyuman tampannya yang tersungging hingga menampilkan dimplenya yang khas. Kedua pipinya bersemu merah dan tanpa sadar langsung menundukkan kepalanya. Menyembunyikannya di ceruk leher Yixing membuat namja tampan itu tertawa.

"Gege~" rengek Jongdae dan semakin mengeratkan pelukannya. Ia bisa merasakan bagaimana panasnya wajah dan telinganya. Namja itu merutuki dirinya yang bersemu merah karena malu di pagi hari seperti ini. Namun pesona sang kekasih yang terlihat semakin tampan itu mampu membuatnya bertindak berbeda. Astaga, bagaimana bisa dirinya bersikap seperti anak SMA yang baru saja berpacaran dengan kekasih pertamanya?

"Dae-er, jangan sembunyikan wajahmu. Aku ingin melihatnya," pinta Yixing mencoba menggoda Jongdae kembali namun sang kekasih malah mempererat pelukannya. Yixing yang merasakannya hanya bisa tersenyum dan membalas pelukan sang kekasih. Ia bahagia karena Tuhan mengirimkannya sosok manis yang selalu ada untuknya.

"Aku mencintaimu, Dae-er. Sangat mencintaimu." Ucap Yixing penuh ketulusan dan kebahagiaan. Mendengar hal itu Jongdae melonggarkan pelukannya dan menatap sang kekasih. "Aku juga mencintaimu, Yixing-ge. Sangat mencintaimu."

Kedua namja itu saling melemparkan senyuman sebelum Yixing memagut bibir Jongdae dengan lembut. Mereka berciuman dengan menyatukan perasaan mereka. Hanya ciuman sederhana yang mampu membuat mereka bahagia. Ciuman atas pernyataan perasaan mereka tanpa ada niatan apapun. Kedua bibir itu terlepas dan keduanya kembali berpelukan penuh kehangatan di atas ranjang. Menikmati momen kebersamaan mereka yang akan menjadi kenangan bahagia mereka selamanya.

.

.

.

END.

Yeeee selesai hahahaha... Bagaimana? Suka? Komen ya...

Sampai ketemu di Drabble selanjutnya hehehehe

Saya sayya.