Yahoooo......
Minna-san, saya kembali dengan lanjutan cerita saya...
maaf ya, apdetnya lama..
hehehe,,
have a nice read, and don't forget to RnR !!
5 Hari Mencari Obat
(First day)
-ByakuRen's adventure in Konohagakure-
Disclaimer: B L E A C H, adalah milik TITE KUBO!!
Dan, N A R U T O, adalah milik MASASHI KISHIMOTO!!
Warning: Pokoknya segala warning ada di sini (?)
Author : masih saya kok..
Pagi yang cerah di dunia tabbi, eh, salah ding, yang bener, pagi yang cerah di Soul Society. Terpampanglah gerbang senkaimon yang telah terbuka dengan lebarnya, di depan 8 orang yang telah di beri tugas oleh Sou-taichou. Dan sedetik kemudian mereka semua sudah berada di dalam gerbang tersebut, dan gerbang itu mulai menutup, sampai akhirnya mereka menghilang dari pandangan -halah-.
-di dalamnya-
"Taichou, ngomong - ngomong, nanti kita yang sampe duluan ya? di- di mana yah? Konota, em, konoma, apaan ya?" tanya Renji ke Byakuya.
"Konohagakure!"
"Ah, iya, Kono-, Kono apa tadi?" Renji mulai kambuh penyakit mendadak pikunnya.
"K O N O H A G A K U R E, RENJI!" teriak Byakuya OOC.
"Oh, ya, itulah, tapi, kapan kita sampenya ya ta- brukh" omongan Renji terpotong gara - gara gerbang senkaimon yang lagi buat senderan sama dia, tiba - tiba terbuka.
"-ichou, aduduh, sakit" Renji merintih sambil megangin bokongnya yang jatoh duluan.
"Selamat datang di Konohagakure Renji!"
Ternyata, mereka berdua telah sampai di gerbang utama Konohagakure, desa para ninja. Lalu mereka segera masuk, tentunya tanpa permisi. Dan, baru aja 2 langkah dari gerbang, mereka langsung di todong sama 2 orang gaje, berseragam rompi mirip pelampung + pake iket kepala bersimbol daun, ya, merekalah duo legendaris, yang sudah terkenal dimana - mana
(Izumo n Kotetsu : serasa di atas panggung dengan berjuta fans)
sebagai penjaga gerbang dan ninja kurang kerjaan.
(IzuKote: gubrakk, nglemparin author pake kunai)
"sett - sett" duo itu langsung nodong ByakuRen pake kunai di leher.
"Siapa kalian? dari mana? mau apa ke sini? bawa ijazah SD, SMP, SMA gak? soalnya kalo mau nglamar kerjaan disini, itu syarat - syaratnya, apa kalian mau belanja di Mall of Konoha yang legendaris? bawa kartu kredit kan? soalnya disana gak bisa bayar cash sih, sebenernya sih aku juga gak begitu mendukung, soalnya, kita kan jadi repot, harus buat kartu kredit segala ma--"
"Kotetsu!"
"Ya Izumo?"
"Kayaknya lebay banget deh, nanya nama dan tujuan aja udah cukup kok!" kata Izumo yang berhasil menyelamatkan diri dari wabah sweatdrop karena pertanyaan tadi.
"Oh, gitu ya? ya udah deh, siapa nama kalian?" tanya Kotetsu yang akhirnya sadar dan kembali ke jalan yang benar (??)
"Aku Byakuya Kuchiki, kapten divisi 6, batlyon 13 pasukan, istri dari almarhumah Hisana, kakak angkat dari Rukia Kuchiki, Master dari Senbonzakura, musuh dar--"
"Taichou!"
"Ya Renji? kenapa?"
"Kok taichou ikutan lebay sih? malu - maluin aja, aku, Renji Abarai, salam kenal dan kami kesini cuma mau ketemu sama pemimpin desa ini yang namanya hoka, hoka apaan ya?" Renji mulai kumat.
"Hokage?" tanya Izumo.
"Ah, ya, hoka itulah, bisa kan?"
"Okelah kalo begitu, ayo aku anterin" kata Kotetsu.
"Tapi tunggu dulu! aku ini bangsawan terkenal, gak biasa jalan kaki!" kata Byakuya.
"Oke, bentar ya, aku cariin becak dulu di seberang sana!" kata Kotetsu.
"Gak mau! naik becak itu gak elit!" Byakuya tetep protes.
"So??" tanya Kotetsu.
"Gendong!"
"gubrakk.." semua ber gubrak ria.
'waduh, taichou, OOC bener deh' batin Renji.
Dan mau gak mau harus mau, mereka terpaksa jalan kaki ke kantor hokage.
-Kantor hokage-
Kotetsu dan ByakuRen udah sampe disana, lalu Kotetsu mengetuk pintu.
"tok.. tok.. tok.. Assalamu'alaikum, atuk, o atuk.."
"Grook grookk, ya, tunggu sebentar!"
'(sweatdrop) Widih, kok ada suara babi, jangan - jangan pemimpinnya babi lagi, waduh, mana aku cuma bisa bahasa baboon lagi' batin Renji.
'Wuih, siluman babi apa ya?' batin Byakuya gak kalah sweatdrop.
Dan, seketika itulah pintu terbuka, dan terpampanglah seorang cewek babi, eh, maksudnya cewek yang lagi nggendong seekor babi, yang biasa dipanggil Shizune dan Ton-ton.
"Eh, Kotetsu-san, ada apa? grok grok fou yoo~" tanya Shizune dan Ton-ton.
"Ini nih, ada tamu, katanya mau ketemu Tsunade-sama, apa beliau ada??
"Oh, kebetulan, beliau lagi ada rapat bulanan para kage, kalo mau, tunggu aja disini, atau mau tunggu di mana terserah, yang penting, sejam lagi rapatnya selesai kok" jelas Shizune.
"Okelah kalo beg--"
"TIDAK BISA!! Enak saja Gaara mau di jadikan percobaan! huh! brakk" terlihat Temari yang kelihatannya tidak menerima dengan baik hasil rapat dan keluar dari ruang rapat dengan cara membanting pintu.
Semua keringet dingin, terutama ByakuRen yang baru pertama kali ngliat cewek yang garangnya minta ampun, kalo Shizune, Ton-ton, dan Kotetsu sih, udah biasa ngliat Temari yang bertampang sangar, yang bikin mereka bertiga kringet dingin adalah kipas jumbonya yang udah megar dengan indahnya dari tadi, yang siap meniupkan angin kematian kapan saja.
"E-eh, Temari-san, a-ada ma- masalah ap-apa?" tanya Shizune yang memasuki mode Azisgagap.
"Argghh, URUSAI !! HUAHH!" Temari langsung mengayunkan kipasnya, alhasil, ke 5 mahluk tadi berhasil diterbangkan dengan indah, gak tau ke mana.
-Shizune dan Ton-ton-
Tergambar dengan jelas, disitu ada sebuah kedai bertuliskan "ICHIRAKU RAMEN", dengan penghuni seorang bapak tua, dan seorang gadis cantik, yang telah di-klaim bapak itu sebagai anaknya.
"Eh ayah, sepertinya ada bintang jatuh!" kata cewek tadi yang bernama Ayame.
"Ah, ngaco kamu, siang - siang gini, mana ada bintang jatuh? kalo ada bintang jatuh, pasti- bruakkkhh!!" omongan pak tua itu terpotong oleh jebolnya atap kedai tersebut, dan jatuhnya seseorang di atas meja yang berisi mangkuk ramen, dan tercelupnya sesuatu ke dalam kuah ramen yang lagi direbus.
"Bruakhh, prang, klontang, aduh!! syut, fou yoo~, plung" begitulah suara yang kira - kira terdengar. Setelah sadar dari pingsan semi permanennya, Shizune langsung bungkuk - bungkuk minta maaf, sekaligus ngasih uang untuk biaya penggantian mangkok - mangkok tersebut, lalu dia langsung ngacir karena malu. Tapi setelah ber centi meter - centi meter kemudian, dia merasakan ada yang kurang di , apakah nya kurang besar? hmm, memang sih, tapi kayaknya kayaknya bukan itu deh, dan setelah dia mengingat dengan keras, sampai - sampai dari kepalanya keluar busa, dia baru inget, yang kurang adalah,
"TON - TON!! dimana dia? ah, pasti ketinggalan di Ichiraku ramen!" Shizune ngomong sendiri, dan langsung berlari ke Ichiraku ramen.
Tapi ketika ia berada 5 meteran dari situ, terlihat spanduk besar di depan Ichiraku ramen yang bertuliskan
" MENU BARU, MIE RAMEN KUAH KALDU BABI
HARI PERTAMA GRATISSSSSS LHOO!!
BURUAN SEBELUM KEHABISAN"
Bagaikan ada efek petir yang menyambar - nyambar, disertai hujan gerimis yang seakan turun dari langit, hati Shizune pecah berkeping - keping, dan, marilah kita tinggalkan dia sejenak, kita lihat yang lain.
-Kotetsu-
Dia terlihat pingsan di sebuah ruangan yang penuh dengan anjing, di suatu tempat yang di depannya bertuliskan
"INUZUKA'S DOG HOSPITAL"
-ByakuRen-
Mereka keliatannya lagi nyungsep di salah satu kandang ayam yang gak tau punya siapa. Tapi setelah digali informasinya, di atap tempat itu terpampang tulisan,
"HYUUGA'S FARM"
"Unggh, taichou, kita dimana nih?" tanya Renji setengah sadar.
"Hn, menurut perkiraanku, berdasarkan hasil penelitian yang aku buat selama 5 menit disini, setelah mengumpulkan berbagai barang yang bisa dijadikan bukti atau yang biasa kita sebut barang buk- aduhh! kenapa kamu mukul?"
"Intinya aja, sekarang kita ada di mana?" tanya Renji sewot.
"Kandang ayam, emang kenapa?" tanya Byakuya.
"Emang tau dari mana? kalo ini kandang ayam?" tanya Renji balik.
"Ituh.. ada barang buktinya.." kata Byakuya sambil nunjuk rambut nanas Renji.
"Emang ini apaa- huff, kok bau.." kata Renji sambil ngendus - endus 'barang bukti' yang baru aja di ambilnya dari rambut nanasnya.
"Itu hasil ekskresi dari seekor ayam yang ada disini kan? dan sekaligus juga sebagai pertanda kalo ini emang beneran kandang ayam, bararti aku ben-"
"Disitu ayah, cepat periksa, soalnya tadi aku mendengar bunyi ledakan dan melihat ada 2 orang aneh" omongan Byakuya terpotong teriakan seorang gadis yang ada di luar. Dan seketika itulah, kandang ayam yang telah menjadi tempat persinggahan ByakuRen hancur lebur dan hanya menampakkan mereka berdua.
"Siapa kalian?" tanya orang yang sepertinya ayah gadis itu sambil melotot.
"Wihh, sabar om, kita cuma tamu kok!" kata Renji gugup.
'wow, matanya berotot bok' batinnya.
Tapi tiba - tiba, mereka berdua mengantuk, dan tertidur, mungkin karena pengaruh sentuhan tangan bapak dari anak tadi yang nempel di jidat mereka berdua.
-sejam kemudian-
Pasangan duda dan jomblo gak laku itu, akhirnya sadar dari pingsannya, dan mereka mendapati diri mereka sedang terikat di sebuah kursi, yang ada di depan meja sebuah ruangan yang gelap gulita.
"Unggh, kita dimana nih, Renji?" tanya Byakuya yang sadar duluan.
"Hm, dimana yah, ta-, eh? kok kita diiket gini sih? tali apa ini?" jawab Renji sambil berusaha melepaskan diri dari ikatannya.
"Hn, kayaknya ini semacam kidou deh, warnanya kuning, hm, mungkin sajo sabaku" kata Byakuya sambil mengamati sesuatu yang mengikatnya. Tapi, tiba - tiba,
"Jrengg"
Lampu yang ada di atas meja itu menyala dan menampakkan sesosok manusia tinggi besar, memakai piyama putih, berambut panjang, dan, hn, matanya putih.
'Wow' batin mereka berdua kompak + kaget.
"Siapa kalian?" tanya orang itu.
"Aku akan jawab setelah kau melepaskan kidou ini" kata Byakuya.
"Kidou? kidou sih apa?" tanya orang itu.
"Alah, jangan sok nggak tau deh, ini yang buat ngiket kita apaan? sajo sabaku kan?" tuduh Renji.
"Sajo sabaku? apa maning kue?" tanya orang itu dengan bahasa daerah auhor.
"Hoh, jangan pura - pura gak tau lah, tali ini sajo sabaku kan? ayo ngaku!" perintah Byakuya.
"Lho? itu kan cuma tali rafiah biasa, warna kuning?" jelas orang itu.
"Gubrak, ," duo itu bergubrak ria.
"Oh, cuma rafiah to, aku kirain apa, taichou nih, mikirnya kejauhan" kata Renji.
"Haha, sorry deh, kirain" tawa garing Byakuya yang OOC.
Setelah itu, dengan tiba - tiba, orang tadi menjentikkan jarinya, dan seketika itu, semua lampu yang ada di ruangan itu menyala, dan terpampanglah dengan jelas, bentuk ruangan itu, yaitu sebuah
"Ruang sidang??" teriak ByakuRen.
"Lho? kok tau ini ruang sidang, kan belum aku kasih tau?" tanya orang tadi.
"Ituh, ada tulisannya,," jawab Byakuya sambil nunjuk papan segede damtrek di depan mereka yang bertuliskan
" HYUUGA'S RUANG SIDANG "
"Oh iya ya, hn, harusnya nggak aku pasang disitu, enaknya dima-, eh? kok malah nglantur sih, Tuan Ibiki, tolong anda interogasi mereka ya" kata orang itu, lalu orang yang dimaksud Ibiki itu pun datang dan duduk di depan mereka. Otomatis Renji udah keringet dingin, tapi lain Byakuya, dia mah gak terlalu keringetan, karna dia pake rexo-piip- men V8, jadi gak bakal basah seharian.
"Brakkk, ,!" Ibiki menggebrak meja.
"Nama!"
"A-a-aku, Re-renji, Renji Abarai" jawab Renji sambil memasuki mode Azizgagap.
"Aku Byakuya Kuchiki" jawab Byakuya tenang.
"Umur!"
"Kita semua lebih dari 100 tahun, plis deh, nanya yang lain ngapa?" protes Byakuya, sedangkan Renji masih asik gagap.
"Oh ya, aku mau ijin ke kamar kecil dong, kebelet nih, liat muka dia" kata Byakuya. Kemudian diapun diantar ke toilet oleh salah satu penjaga disitu.
"Kamu! udah pernah pacaran?" tanya Ibiki ke Renji.
"E-eh? pacaran, belum om"
"Kalo nembak cewek? udah pernah belum?"
"Kalo itu sih udah, nembak Rukia, tapi sayang, ditolak, hiks hiks"
"Berarti kamu TERDAKWA !"
"E-eh? kok bisa gitu? a-aku kan nggak salah apa - apa?"
"Iya, kamu udah pasti TERDAKWA! TERBUKTI TIDAK WANGI! Makanya kamu ditolak terus, pake nih sabun sirih bengkoang, dijamin kamu akan lebih keset (??) dan disukai wanita" kata Ibiki dengan lebay + OOCnya.
"Ehem, lebay banget sih, biasa aja om" kata Byakuya yang baru dateng dari toilet dengan keadaan bebas dan diiringi Senbonzakura.
"Eh, biarin dong jeng, emang nggak boleh apa, kalo sekali - kali eyke lebay, tapi, kok kamu bisa bebas? dan siapa itu?"
"Yah, tadinya aku lupa, kalo aku punya dia, CHIRE ! SENBONZAKURA !" dan seketika itupun kelopak sakura bertebaran dan menutupi pandangan siapapun.
"Renji cepet lari!!" perintah Byakuya.
"Ta-tapi bukain dulu ini talinya!" kata Renji yang baru sadar dari sweatdrop semenit yang lalu.
"Halah, buat apa kamu punya kidou!"
"Oh iya ya, aku lupa, hadou no san jyuu ichi, sakkahou!" kidou Renji berhasil memutuskan seutas tali rafiah tersebut, tapi tiba - tiba, Zabimaru ngomel.
"Wadow, master sialan! kenapa pantat anak gue lo bakar?"
"Eh? sorry, gak sengaja"
"Gak sengaja apanya? awas lo-, eh?" tiba - tiba dia ditotok di punggung dan langsung pingsan. Begitu juga Renji, Byakuya dan Senbonzakura.
"Neji! cepat lapor Hokage-sama bahwa ada penyelundup dan sebutkan ciri - ciri mereka!"
"Baik Hiashi-sama" dan Neji langsung melesat keluar lewat jendela dan meninggalkan efek suara "prangg" dari kaca yang pecah.
"Neji!! udah aku bilang jutaan kali, jangan lewat jendela!! 10 senti dari jendela itu kan ada pintu!" Hiashi teriak - teriak lebay, sampe bikin para Hyuugaers -?- tuli seketika.
-Kantor Hokage-
Neji lari - lari gaje ke arah pintu ruangan Tsunade sambil megangin perutnya yang berdarah - darah kena pecahan kaca tadi, tapi saat tangannya menyentuh kenop pintu ruangan itu, tiba - tiba,
"Jlebb, , ,"
Sebuah golok jumbo menancap di pintu itu sampai tembus keluar. Dan setelah itu terdengarlah suara teriakan sang hokage,
"Apahh? apa yang sebenarnya kau pikirkan Shizune?! dia kan masih bayi, tega - teganya kau?! pokoknya dia harus kembali, karena dia adalah milikku yang berharga! kau mengerti?!"
"Ta- tapi, itu tidak mungkin, Tsunade-sama, anak itu pasti sudah hilang tanpa bekas"
Saat Neji lagi sweatdrop - sweatdropnya, akhirnya dia sadar setelah mendengar kata 'anak'.
"Hah? anak? jangan - jangan, hokage punya anak gelap!! wah nggak bisa dibiarin nih!" Neji yang salah sambung langsung mendobrak pintu itu dan berteriak,
"Hahaha, dasar hokage -piip-! aku tau semua rahasiamu, sekarang akan ku sebarkan ke seluruh penjuru Konoha! hahaha" Neji yang OOC langsung terjun keluar dari jendela kantor hokage dan lari - lari gaje di tengah desa sambil teriak - teriak
"HOKAGE PUNYA ANAK GELAP! HOKAGE PUNYA ANAK GELAP! YEAH!"
Neji terus lari - lari gaje, bahkan dia sampe nyeberang ke Suna n Iwa sambil terus teriak - teriak.
Sementara itu di kantor hokage, Hiashi ada di sana karena Neji nggak buru - buru plang, dia takutnya Neji gak nglaporin, eh, ternyata bener.
"Anu, Hokage-sama, saya mau lapor, ada penyusup di Hyuuga mansion"
"Hah? sebutkan ciri - cirinya!"
"Hm, ada 4 orang, yang satu cowok yang kayaknya gak bakal laku seumur idup, kesatria bertopeng, janda satu anak, dan err," Hiashi bingung mau nyebut Byakuya apa, karena kata - kata itu merupakan kata yang tabu bagi Hokagenya itu.
"Yang terakhir? gimana ciri - cirinya?"
"Err, sepertinya dia, hmm, duda"
"Srooott, ," Tsunade langsung nyemburin teh ijo yang lagi diminumnya ke muka Hiashi.
"Kyaaa, duda! ganteng nggak? baik nggak? suka selingkuh nggak? kira - kira dia mau nggak ya sama aku? kyaa, ," Tsunade mulai teriak - teriak lebay setelah denger kata duda dari Hiashi, dan Hiashi yang sewot karena dapet teh ijo gratis, langsung ngibrit pulang.
Tapi, terdengarlah teriakan secara tiba - tiba,
"BANKAI ! HIHIO ZABIMARU !"
Dan setelah itu terdengar juga suara bangunan ambruk dan teriakan orang. Tsunade yang penasaran bagaikan arwah paling penasaran di dunia tabi (apaan sih?), langsung nengok kebawah. Di bawah, terlihat seekor ular kayu yang buntutnya dipegang sama seseorang berrambut nanas tapi bukan Shikamaru, sedang menghancurkan bangunan di sekitar situ, dan menghajar para ninja yang berusaha bertahan.
"Sialan tuh orang, siapa sih? main ngrusak aja!" Tsunade yang kesel kantornya di obrak - abrik, langsung turun gunung, eh, turun tangan maksudnya. Dia langsung ninju tuh kepala ular sampe ancur dan ilang.
"Cih, sial, bankaiku di ilangin cuma pake satu pukulan? lumayan juga nih ibu - ibu" Renji ngomel - ngomel nggak jelas.
"Heh? siapa yang ibu - ibu? aku ini gadis 20 tahun lho" kata Tsunade sambil pose se HOT mungkin, yang langsung membuat Renji nosebleed seketika. Tapi tiba - tiba si janda anak satu a.k.a Zabimaru ngamuk.
"Heh, wanita -piiiip-, beraninya lo mukul gue! rasakan pembalasanku! hiyahh!" dan berlangsunglah bentrokan fisik antar ibu - ibu yang sepertinya akan memakan waktu sampai 2012 tiba.
Byakuya yahng udah bosen liat bentrokan itu, mendekati Shizune sambil menggeret Renji yang masih nosebleed.
"Hm, Shizune-san, ngomong - ngomong, rapat para kagenya udah selese belum yah? kita buru - buru nih!" tanya Byakuya.
"Oh? udah, emangnya kalian mau ngapain sih?" tanya Shizune balik.
"Kita cuma mau minta lendir siput peliharaannya doang kok, buat nyembuhin temen kami yang lagi kritis" kata Renji yang telah mengakhiri acara nosebleednya dengan baik - baik (?).
"Oh, gitu ya? nanti aja ya, kalo beliau udah selese urusan sama tuh janda" kata Shizune.
"Apah? jadi itu hoka, hoka apa yah tadi taichou?" Renji mulai kumat.
"Hokage? jadi dia hokagenya? pantesan bisa ngilangin bankai Renji cuma sekali pukul, Renji, cepet suruh peliharaanmu berhenti!" kata Byakuya yang disambut dengan teriakan,
"Gue bukan peliharaan! sekali lagi lo bilang gitu, gue telen lo setengah mati - setengah mati!"
Akhirnya, singkat cerita, mereka berdua menyampaikan hasrat -halah- nya untuk meminta lendir dari Katsuyu, sang ratu siput peliharaan Tsunade, tentunya dengan diiringi teriakan lebay dari Byakuya yang berbunyi,
"Ih, waw, siputnya gede bangett, lucu lagi, hihihi , ,"
Dan teguran dari Renji yang isinya,
"Taichou, plis deh jangan lebay!! biasa aja!" dengan sfx lagu jangan lebay nya T2.
Dan pada akhirnya, mereka berdua berhasil keluar desa diiringi satu truk tangki yang berisi penuh 16.000 liter lendir Katsuyu. Tapi, pada saat mereka akan membuka gerbang senkaimon,
"Renji, cepet buka gerbangnya!"
"Ha? kok aku, taichou kan bisa?"
"Kan kuncinya sama kamu!"
"Ha? kun-, oh, yang bunder - bunder itu kunci ya? kenapa taichou nggak ngomong? udah aku kasih ke anjing yang lewat tadi, kirain cuma bola plastik, hahaha, aduh kenapa aku dipukul"
"Trus kita pulangnya gimana??! oh my jashin, gimana gue pulangnya, masa harus disini terus sih? nggak ketemu Ruki lagi dong, trus kuburannya Hisana siapa yang mau ngeziarahin, trus divisi 6 gimana, hiks hiks" tangis Byakuya lebay, diiringi sweatdropan dari Renji dan si supir truk tangki.
"Tenang taichou, kan ada ha pe, kita telpon aja Hitsugaya-taichou buat njemput kita nanti, sekarang kita nginep aja disini barang semalem, dua malem, ok?" tawar Renji.
"Hiks hiks, Rukia, Hisana, divisi 6, aku pasti kembali kok, tenang aja ya, jangan lupa makan, sholatnya yang rajin dan sering - sering tanem pohon, biar bumi kita selamat ya, hiks hiks" Byakuya masih nangis lebay sambil ngacangin Renji. Si supir truk yang sebel ngliat telenovela gadungan itu langsung angkat bicara,
"Hm, nuwun sewu pak, monggo, kawula teraken dhateng hotel penginepan, nyambi nunggu jemputan, kepripun pak?" tanya sang supir dengan bahasa asli nya.
"Weleh weleh, boso jowo to? aku iki ra ngerti boso jowo lho pak, indhonesia mawon lah pak" Byakuya ngomong dengan santainya.
"Lha niku, panjenengan saged?"
"Niku kan contoh" Byakuya ngeles.
"Nggih sampun lah pak, siyos mboten?"
"Nopone to sing siyos?"
"(sweatdrop) nggih, hotele lah"
"Oh nggih siyos, siyos, pesenaken sing paling larang yo pak!"
"Nggih monggo - monggo"
Akhirnya dua orang yang mahir berbahasa jawa itu ngacir langsung ke hotel yang udah disewa Byakuya untuk menginap sampai rombongan yang lain menjemput, meninggalkan Renji yang sweatdrop dari tadi, karena disamping dia gak ngerti bahasa jawa sama sekali juga karena memori otaknya yang hanya tersisa 0,005 byte saja, sehingga lemotlah dia.
T B C
First day, finished, gimana? kerasa nggak ByakuRen nya?-dibakar massal-
(reders: emang ada ByakuRen nya?)
Yasudahlah, review aja yah!
N saya ucapkan banyak sekali terima kasih, yang telah mereview chapter 1 yang lalu, akhir kata,
REVIEW !
s
