Yahoo!
Ketemu lagi kita di acara super fam-, eh, bukan ding bukan, hn, maksud saya (bolak balik skrip), aha!
Ketemu lagi kita di acara fanfiction !! Yeah !! Unleash your imagination !! (gaje banget sih)
Yasudahlah, selamat menikmati chap 3 yang baru di publish (yaiyalah) ini . . . .
Don't forget to review, ok?
5 Hari Mencari Obat
( Second day, the changed plan, and the back up team sent !!)
Disclaimer : B L E A C H is belong to Tite Kubo
And N A R U T O is of course Masashi Kishimoto
Warning : Pokoknya gaje lah, garing, OOC, OC, dan, yah apalah terserah -dilempar duit-
Enjoy , ,
_____________________________________________________________________________________________________________
-Gerbang senkaimon-
Hitsugaya sibuk membolak - balik kertas yang berisi informasi tentang Amegakure, sementara Matsumoto dan Kira lagi asik pesta sake, Hinamori lagi baca majalah fashion sama Yumichika, dan Ikkaku lagi asik ngupil.
Nama desa: Amegakure
Pemimpin: Pein si dewa
Wakil: Konan si bidadari kertas
"Hn, Matsumoto, mana laptopmu? aku pinjem buat cari informasi dong" kata Hitsugaya.
"Hh, ya, ambil aja di tasku taichou" jawab Matsumoto.
Dan seketika itu Hitsugaya langsung mencari informasi tentang Pein si dewa.
Pein (?? Pein) adalah ketua dari sebuah organisasi kurang kerjaan yang berisi berbagai macam pengangguran.
Status kenggotaan: Aktif
Cincin: nol (tidak ada)
Posisi cincin: ibu jari kanan
bla bla bla bla
bla bla bla
Begitulah Hitsugaya membaca data diri tentang Pein si dewa yang merupakan pemimpin Amegakure.
"Hn, Hinamori, sepertinya desa yang menjadi tujuanku tidak terlalu berbahaya, nih, pemimpinnya aja cuma orang dengan tampang bokep kayak gini" kata Hitsugaya.
" . . . " Hinamori malah asik sama majalahnya, nyuekin Hitsugaya.
"Hey Hinamori! kamu denger nggak?" Hitsugaya esmoni karena di kacangin.
"Eh, yang ini kayaknya bagus deh, kayaknya cocok dipake sama Ruriiro kujaku, biar dia pake baju" Hinamori malah asik nunjuk - nunjuk kemeja yang aja di majalahnya.
"Ogah ah, gue gak mau pake baju gituan, mendingan kaya gini ajah, lebih adem" Ruriiro kujaku menolak.
"Hinamori. ."
"Ah, pokoknya kamu harus pake, nanti aku beli juga yang model cewek buat Tobiume, mau kan?" Momo masih nyuekin Hitsu.
"Ya, terserah aja deh, selama masih berbentuk baju, aku mau kok" jawab Tobiume
"WOI HINAMORI, KAMU DENGER NGGAK ! ! !" Hitsugaya teriak pake toa bang Haji Midun yang baru aja di colongnya.
"APAAN SIH SHIRO, BERISIK BANG-, eh, ma- maaf aku nggak bermaksud gitu kok" sang OOC Hinamori awalnya teriak juga, tapi terhenti ketika melihat beberapa mili liter air mata Hitsugaya membasahi pipinya -halah-.
"Shi- shiro kok nangis? ma-maaf ya, aku nggak bermaksud gitu kok" akhirnya Momo menyadari kesalahannya dan mendekati Hitsugaya yang lagi mewek di pojokan.
"Ja-jangan nangis dong, aku bener - bener minta maaf ya"
"Yah, mau nggak kamu baca ini," kata Hitsugaya sambil menyodorkan secarik kertas bertuliskan,
Dear Momo,
Aku tau, sekarang aku udah nggak ada artinya di matamu, maupun di telingamu, tapi, ada satu hal yang mau aku bilang, sebenernya, aku, aku, aku, pengen kita, , , , , tukeran tempat tujuan. Karena berhubung Sunagakure itu bahaya banget, dan Amegakure keliatannya nggak terlalu bahaya, jadi kita tukeran ya, aku takut kamu nanti kenapa - napa, yah, walaupun kamu sama Kira, tapi tetep aja, aku nggak rela,,,
Sekian,
Salam manis,
Hitsugaya Toushirou
"Ohh, jadi ini yang mau kamu omongin, hn, okelah kalo begitu" kata Momo sambil langsung memberitahu Kira.
Dan akhirnya, setelah mendapat persetujuan MPA (Majelis Permusyawaratan Arwah) yang diketuai Soutaichou, mereka bertukar tempat tujuan.
-Sunagakure-
"Klekk" sebuah pintu terlihat menutup di tengah - tengah padang pasir yang luasnya nauzubilah, ditambah panas matahari yang seakan berada ber juta - juta kilometer di atas kepala (emang iya kan).
Dan tertinggallah dua sosok manusia di situ, yang satu cewek yang satu cowok, yang cowok cebol yang cewek dadanya melebihi batas.
Yak, kita sebut aja mereka berdua pasangan "janda beranak satu di dalem tong sampah"
"Taichou, hn, tuh narator mau aku cincang apa mau dibikin es serut aja?" tanya Matsumoto.
"Hn, lebih baik kita mutilasi, terus kepalanya kita buang ke mulut Zabimaru, badannya umpanin ke Houzukimaru, trus kaki dan tangannya kita kasih Kenpachi buat cemilan.
Yah, tapi karena narator adalah orang yang telah di beri mandat resmi dari author, yang adalah pemegang hak paten dari berlangsungnya fanfic ini, maka si narat-
"Narator sarap!! jangan kebanyakan mulut! panas banget tau!! nanti gue meleleh!" si Hyourinmaru protes.
"Yee, biarin aja, suka - suka gu- -krekkk-" dan narator pun membeku seketika dengan tempo yang sesingkat - singkatnya.
"Udahlah, ayo kita ke sana aja!" usul Hitsugaya yang disetujui semuanya.
Merekapun segera menggunakan shunpo untuk mencapai tempat yang ditunjuk Hitsugaya tadi, yaitu, sebuah bukit yang mirip terasering / sawah di lereng pegunungan, yang tingginya bahkan melebihi tinggi Ichigo yang sudah jelas telah memegang hak mutlak atas status orang ter tinggi ke 3 setelah Kenpachi dan Komamura (?). Dengan tulisan,
WELCOME TO SUNAGAKURE HARAPAN JAYA
Dengan background warna pink, dan hiasan berbentuk hati yang bertebaran di mana - mana. Kwartet itupun cengo seketika. Tapi berkat beberapa butir pasir nista yang dengan senang hati mau menghuni mata Hitsugaya, ke cengoan mereka berakhir.
"Huaa, huaa, tolong - tolong aku buta!" Hitsugaya teriak - teriak gaje.
"Wah, kenapa kapten? sini aku tiupin matanya" usul Haineko, tapi segera disambut tamparan maut dari Matsumoto yang gak rela kaptennya disentuh sama wanita -piiiip- macam dia.
"Jangan berani - berani nyentuh kaptenku ya! awas lo!" teriakan nggak terima Matsumoto menjadi awal peperangan 2 wanita yang menjunjung tinggi kata " sexy " itu.
"Aduhh, aduhh, mataku" Hitsugaya guling - guling sambil terus ngucek - ngucek matanya, dan reaksi ini membuat rasa iba dan pilu Hyourinmaru yang telah lama terkubur di dasar sungai bengawan solo(??) akhirnya muncul.
"Master, ayo aku anter cari obat mata" tawar Hyourinmaru diiring anggukan dari Hitsugaya. Dan merekapun segera pergi, masuk ke dalam desa Sunagakure, meninggalkan 2 wanita yang sedang adu menjambak.
-1 jam kemudian-
Duo H masik asik jalan - jalan menyusuri pasar di tengah desa mecari obat mata, sementara duo sexy itu, masih adu gigit di depan pintu masuk desa. Toushiro alias Hitsugaya yang udah capek jalan - jalan terus, akhirnya mengeluarkan senjata pamungkasnya, yaitu,
'obat mata yang beli di warung sebelah divisi 10, yang selalu ia bawa kemana - mana dan ada di sakunya'. Dan ia langsung memakainya.
"Hyourinmaru,," Toushirou manggil - manggil Hyourinmaru.
" , , , ah, coba tanya ke warung itu yuk, sapa tau ada" Hyourinmaru nggak ndengerin suara yang memanggilnya.
"Hyourinmaru,," ulang Toushirou.
"Koh, ada obat tetes mata nggak koh?"
"Oh, ada nih, mau yang belapa mili?"
"Hn, yang 900 ml ada nggak koh?"
"Oh, kebetulan tinggal satu nih"
'Buset, Hyourinmaru mau beli obat mata apa beli oli sih? masa 900 ml' batin Toushirou.
"Hyourinmaru,,"
"Berapa harganya koh?"
"Murah kok, cuma 37.400 rupiah"
"Yah, mahal amat, turunin dikit napa, hn, 2.000 aja deh"
"Wah, lu olang niat beli nggak? masa ditawar 2.000, 35.000 lah, buat penglaris"
"Ah, itu masih kemah-"
"HYOURINMARU !! LU BUDEK YA?!" Toushiro teriak lagi, tapi sekarang pake toa nya Haji Mahmud.
"Ada apa sih master, bentar dulu ya, belum kelar nih tawar menawarnya"
"Tapi, ini,," Toushirou menunjukkan sebotol kecil cairan pembersih mata berjudul IN STOP.
Dan berkat kenyataan pahit itu, mereka berdua harus rela meninggalkan toko itu dengan senang hati (apaan sih?) dan langsung menuju kediaman Kazekage.
-In Kazekage's Mansion-
"Aduh Garaa, kamu ini ngomong apa sih? jangan sembarangan dong, siapa tau ini rencana mereka buat ngancurin desa kita" terdengarlah suara menggelegar seseorang yang telah menerbangkan ByakuRen di chap lalu, sebut saja ia Temari.
"Nggak papa lah nee-chan, aku kan pengen ngrasain yang namanya liburan!! jadi Kazekage itu capekkkk tau!" Gaara terus membantah.
Sebenernya mereka ngomongin apaan sih?? mari kita flesbek sedikit.
flashback : on
Dalam suasana rapat bulanan para kage, Tsuchikage mengusulkan sesuatu hal, yaitu,
"Gimana kalo kita ngadain program liburan kemanapun yang disuka, bagi para kage"
"Woah! ide bagus tuh! aku setuju, tapi nanti gimana nasib desa yang ditinggal kage nya?" tanya Tsunade.
"Yah, itu gampang, kita tinggal buat kesepakatan saling menjaga, dengan itu, desa yang tidak ada kagenya bisa tetep aman di bawah lindungan desa lain" jawab Tsuchikage.
"Oke, kalo begitu, kita coba dulu yang pertama, hn, gimana kalo Kazekage?" tanya Tsuchikage.
"Ah, aku setuju, buat percobaan sekali nggak papa deh" Raikage dan yang lainnya setuju, kecuali,
"TIDAK BISA!! Enak saja Gaara mau di jadikan percobaan!" Temari langsung mencak - mencak dan langsung keluar dari tempat itu. (seperti chap 2)
flashback : off
Temari terus - terusan menakuti Gaara dengan ancaman bagaimana kalo tiba - tiba Sunagakure harapan bangsa diserang? gimana kalo para pejabatnya berkhianat? gimana kalo aku diculik musuh, terus musuhnya minta tebusan 123 trilyun? trus, gimana kalo sampe Kankuro ngadain festival boneka gelap di setiap desa?. Tapi toh Gaara tetep kokoh dengan pendiriannya untuk berlibur ke kutub selatan.
"Pokoknya nggak bo--, brakkk!!" omongan Temari terpotong dengan di dobraknya pintu ruangan Gaara.
"Siapa kaliann!!" Temari membentak sang pendobrak pintu yang berwujud seorang anak cebol beserta naga peliharaanya.
"Eh, sabar tante, kita cuma ma--"
"Arrgh, pergi kalian dari siniiiiiiiii !!" belum selesai Hitsugaya menjelaskan, eh, Temari malah mengipasi mereka dengan dicampuri rasa amarah, walhasil, mereka berdua harus rela menerima nasib yang sama seperti pasangan ByakuRen di chap lalu, yaitu terbang gratis.
"Wuaaaaaaaaa, tolooooooongg, tiiinnngggggg" dan duo itupun menghilang dengan menjadi bintang bak Tim Roket (di anime pokemon).
Dan Sang Kazekage alias Gaara, lagi - lagi harus merogoh kocek dalam - dalam untuk membetulkan bangunan kantornya yang telah hancur diterpa angin puting beliung yang diiringi aura kemarahan.
XDXDXDXDXDXDXDXD
Sementara itu, marilah kita lihat keadaan di luar desa, tepatnya di depan pintu masuk desa yang sempat menjadi tempat pertengkaran antar kedua gadis sexy, yang kini telah menghilang dari sana. Eh? menghilang? lho, kemana mereka ya? mari kita cari barsama - sama readers.
(Readers : ogah!
Narator : -pundung di pojokan sambil ngorek - ngorek pasir-)
Kemudian, saat narator lagi pundung - pundungnya, terdapatlah sebuah pintu di langit yang tepat berada di atas kepala narator, tapi dia tidak menyadarinya. Dan sedetik kemudian, terbukalah pintu itu, lalu turunlah seorang laki - laki dengan memakai jubah kapten ber simbolkan angka 3 di punggung.
"Brukhh. ." begitulah suara dia mendarat.
"Woi narator, kemana lo?" cowok tersebut teriak - teriak manggil si narator yang lagi pundung.
"Gu-gue ke- keinjek BEGO !!"
"Oh? ah, gomen gomen, nggak liat, hehe"
"Sial, lagian siap-, eh? lo author? ngapain disini? pake jubah kapten lagi"
"Woho, iya dong, gue disuruh jadi back up team sama Soutaichou, ada masalah?"
"Nggak, sama siapa aja lo?"
"Ada, Soifon, Omaeda, Unohana-taichou, Rukia, sama Ichigo, trus Stark, Nnoitra, Yammy, Barraga- eh? kok ada mere-,hah? poster? sipa yang bawa nih poster jumbo?" tanya Yamashiro sebagai author yang telah mengambil bagian dari fic ini, sambil nunjuk - nunjuk poster jumbo yang bergambar para espada di atas dengan posisi sebagai berikut,
Stark : berjemur di pantai dengan tubuh berlapiskan sun block, inget readers "berlapiskan".
Nnoitra : nungging - nungging nggak jelas sambil di depannya ada tangan yang memegang sebuah tulang.
Yammy : di dalem kerangkeng yang luarnya bertuliskan "DON'T FEED THIS ANIMAL"
Dan Barragan :ada di tengah kuburan, lagi ngasih makan setan - setan yang dengan tertibnya mengantri bagaikan pengantrian minyak tanah.
Yang berhasil membuat semuanya sweatdrop, kecuali orang yang membawanya tentunya, dan orang itu adalah,
"Unohana-taicou, jangan bilang kalo"
"Ehm hmhmhm, abis mereka ganteng - ganteng sih" kata Unohana sambil nyengir kudanil.
"Apah?? what the hell? ganteng dari kubur? aduh, mendingan taichou ikutan Take Him Out aja deh, daripada sama mereka" usul Rukia
"Woi teman - teman, gimana kalo kita berteduh kek, apa kek, yang penting pergi dari sini, panas nih" usul Ichigo yang udah kepanasan dari tadi.
"Okelah kalo begitu, ayo kita masuk, tapi, hn, narator 1, kau dipecat, dan narator 2, selamat datang di fic-ku"
"Apah!! hueee" si narator 1 nangis guling - guling setelah menerima keputusan pahit yang dikeluarkan author, dan gue sebagai narator 2 seneng banget dan jingkrak - jingkrak di atas kompi author, tapi berhenti setelah gue sadar ada death glare dari sang Yamashiro.
XDXDXDXDXD
Setelah menenemukan tempat yang layak untuk berteduh, mereka segera menyusun rencana. Dengan si Yamashiro sebagai ketuanya.
"Oke, mulai dari sini, pertama, Rukia, lo jemput dah Nii-sama lo di Konoha, tadi gue udah telpon penjaga gerbangnya supaya lo diijinin masuk"
"Hah? gue sendirian?"
"Nggak dong, pasti sama gue kan?" Ichigo sotoy.
"Nggak, lo sendirian, jangan protes, emang perintah Soutaichou gitu kok, pokoknya nanti kalo udah ketemu, langsung pulang aja ke Soul Society, kasih dah, tuh lendir keong ke Isane, ok?"
"Oke dah"
"Lalu, Unohana-taichou disini saja, membantu Toushiro dan Rangiku-san, kemudian, Soifon dan Omaeda ke Amegakure memback up Kira dan Hinamori-fukutaichou, dan terakhir, aku dan Ichigo ke Kushagakure, markas Akatsuki, mengerti?"
"Mengerti" jawab semuanya.
Lalu semua bersiap siap memasuki senkaimon, kecuali Unohana yang memang harus disitu.
XDXDXDXDXDXDXDXDXDXD
Time pun telah di skip oleh narator, sehingga terlihatlah Unohana yang sedang jalan - jalan di tengah desa Sunagakure, sambil mencari - cari kantor Kazekage. Tapi, tiba - tiba, dia melihat sebuah arak - arakan yang lewat di jalan utama. Arak - arakan itu dilakukan oleh para shinobi Sunagakure, yang terlihat membawa dua orang tawanan, yang satu berkimono hitam, dan yang satu berbaju pink.
"Wah, ada pawai ya? oh, ternyata bukan, sepertinya itu polisi di desa ini yang sedang menggiring tahanannya yang ber- berkimono hitam dan baju pink, lalu dada yang besar itu? jangan - jangan!" Unohana lalu mendekati arak - arakan tersebut untuk memastikan dugaannya.
Dan, setelah dia sampai di dekatnya, ternyata dugaannya benar,
"Pak, lepasin kita - kita dong, emang kita salah apaan sih?" rengek orang berkimono.
"Iya nih pak, kita kan bertengkarnya di luar, masa harus ditahan sih?" rengek yang satunya.
"Matsumoto-fukutaichou! Haineko!" teriak Unohana.
"Hah?" mereka berdua menoleh ke arah sang pemanggil.
"Unohana-taichou! tolong kami dong!" Matsumoto minta tolong sambil mewek.
"Stop!" teriak Unohana kepada rombongan polisi itu.
"Kau mencuri hatiku hatiku" salah seorang ninja malah nyanyi nggak jelas.
"Huh, aku bilang stop! berhenti kalian!!"
" . . . " rombongan itu tetep jalan.
"Brakk . ." kira - kira itulah suara yang dikeluarkan Unohana, dan berhasil membuat semuanya menoleh.
Dan terlihatlah Unohana yang menggenggam erat sebuah kotak P3K jumbo yang nggak tau diambil dari mana. Dan berhasil membuat Matsumoto dan Haineko keringet dingin.
"Wuih, jiwa OOC-nya Unohana-taichou keluar nih, gawat, reiatsunya semakin meningkat, giaman nih? tanya Matsumoto yang udah pucat pasi.
"I-iya juga ya, pasti jurus yang mengerikan itu mau keluar" jawab Haineko yang gak kalah pucat.
Dan benar saja, setelah itu Unohana semakin meningkatkan reiatsunya dan mengangkat kotak itu lebih tinggi.
"Heh ibu - ibu, mau ngapain sih? ganggu aja" kata seorang ninja disitu.
DEG
"Gawat, dasar bego, knapa malah bilang kaya gitu sih, waduh, beneran mati nih kita, maapin semua salah gue ya hiks hiks" Matsumoto pasrah sepasrah pasrahnya, begitupun Haineko.
"Apa, lo bilang ibu - ibu?"
"Cari mati ya lo? kurang ajarrr!! AKU UNOHANA RETSU, KAPTEN DIVISI KE EMPAT DARI BATALION 13 PASUKAN, RASAKAN INI!! PEMBANTAIAN KOTAK P3K DEWA MAUT !!"
Buak, buak, bruk, bruk, prang, prang, jduk aaaarrgghh, brakk, brukk, tolonggg, bruakk, brukk,bruk, ahhh.
Dan semenit kemudian, terpampanglah tempat tersebut penuh darah dan mayat para ninja polisi tadi. Matsumoto dan Haineko masih membeku di tempat + shock + cengo + mulut nganga lebar + mata jadi besar. Lalu Unohana yang jiwa OOC-nya telah tersegel kembali, menghampiri duo itu.
"Matsumoto-fukuta- brukkhh" sebelum dia selesai, duo itu malah ambruk duluan saking tidak percayanya.
"Waduh? kok malah pingsan? ah, lebih baik aku obati dulu" dan Unohana mengobati duo itu.
XDXDXDXDXDXDXDXD
Sementara itu, mari kita lihat keadaan duo H yang telah mengakhiri penerbangan gratisnya, di sebuah rumah tua, yang sudah tidak bisa di sebut rumah sih sebenarnya, di unknown land(?), yang atapnya telah berlubang karena jatuhnya mereka berdua tentunya.
"Eh, kita dimana nih?" tanya Hitsugaya.
"Nggak tau tuh, tanya aja sama dia," jawab Hyourinmaru sambil nunjuk seseorang yang dari tadi memperhatikan mereka dengan tatapan dingin andalannya.
"Hah? lo kan,"
T B C
Yamashiro: Hahaha, pasti pada penasaran kan? sama kelanjutannya?
Reders: enggak tuh
Yamashiro: -pundung di tengah kuburan-
Yosh, kalo penasaran, baca aja yang selanjutnya . . . .
Hahahaha -ditimpuk microwave-
Tapi tetep,
R
E
V
I
E
W
Yang ini ya . . .
hahaha
