Disclaimer : Kalo Kuroshitsuji punya saya, model rambut Sebastian gak akan belah tengah gitu. Kribo! akan buat dia punya rambut kribo! Makanya, Kuroshitsuji pasti punya Yana Toboso. Cinderella punya gak tau. Disney kali.
Warning : Gak mutu. GJ. Ancoer. AU. OOC. OON. Gak baca fic ini akan membuat hidup anda lebih baik.
Halo. Author udah mandi, loh. Gak nanya, ya? Yaudah gak apa-apa. Enjoooy~
Cinderella? Bukan, Cielella
Cielella jalan tertatih-tatih. Seluruh badannya remuk. Bukan gara-gara abis ngangkut karung beras ato abis jadi pegawai kerja rodi, tapi gara-gara abis ngeluarin seluruh kemapuan diri cuma buat bikin Ibu Peri ketawa. Ibu Peri gak tau diri. Niat nolong orang gak, sih? Mau ngasih gaun sama kereta kuda aja kok ya minta imbalan. Sialan.
"Hihihihihihi bagaimana gaun yang kupilihkan untukmu ini, Cielella?" tanya Undertaker girang, sambil muter-muter plus salto kayang.
"Aduduh iya iya. Bagus kok. Mungkin..," jawab Cielella gak berdaya. Seluruh sendinya berkata 'Kami lelaaaaahh!'
"Hihhihi tak perlu berterima kasih padaku, Cielella. Aku ikut senang jika kau senang. Hihihi."
"Aduduh iya iya terserah. Terus mana kereta kudanya? Gara-gara kelamaan mikirin cara buat bikin lo ketawa, udah kemaleman neh. Telat dong dateng ke pestanya! Ntar makanannya keburu abis, tau!"
"Hihihihi tenang saja.. aku sudah siapakan semua untukmu. Ini.. TRIIIIING!" Tiba-tiba ada kereta kuda di hadapan mereka berdua.
"Oh, lumayan bagus, ya."
Cielella ngeliat takjub ke kereta kuda, terus masuk dan duduk manis di dalemnya,siap berangkat ke istana, "…"
"..Oi, ibu peri. Kok keretanya gak jalan?" tanya Cielella heran.
"Hihihihihi tentu saja. karena tidak ada kusirnya. Kau sendiri yang mengendarai kereta kudanya.. hihihihihihihihi," jawab Undertaker enteng.
"APPAAAAA? BRENGSUEEEEEKK! NOLONGIN ORANG KOK NANGGUNG NANGGUNG SEH?" Cielella ngamuk di dalem kereta kuda. Kereta kudanya goyang-goyang.
"Hihihihi kalau begitu aku pergi dulu ya, Cielella. Sekali lagi kukatakan, tak perlu berterima kasih padaku. Hihhihihi sampai jumpa~~" dengan seenak jidat, Undertaker langsung terbang.
"SIALAAAAAN! GAK ADA JUGA YANG MAU NGEMENG TERIMA KASIH SAMA LOOO! WAAA!" Cielella masih ngamuk, gak tau harus gimana.
Dan apa boleh buat, daripada gak dateng ke istana dan gak dapet makanan sama sekali, mau gak mau Cielella pun ngendarain kereta kudanya sendiri. Tapi yah.. emang dasar bocah cebol. Dia sama sekali gak bisa ngendarainnya. Jadilah Cielella nyasar dulu ke Afrika, Buenos Aires, Purwokerto, Madura, Jakarta dan sekitarnya. Alhasil dia dateng NGARET ke istana.
ooo
-Di istana-
"Waah.. tak disangka banyak juga yang datang, ya. Padahal sayembaranya tidak bermutu seperti itu," ujar Lau seneng sambil main mata sama beberapa gadis yang dateng.
"Merepotkan saja. Mereka pikir berapa biaya yang dikeluarkan istana buat mendanai pesta ini?" kata William gak seneng.
"Ho. Ho. Ho. Ho.."
"Jangan pelit begitu, William. Kau tidak lihat wajah para gadis yang sangat berseri-seri itu? Mereka benar-benar sangat berharap bisa menjadi permaisuri pangeran.."
-Di kerumunan para wanita-
"Kyaaaaaaa~~ Pangeran Sebby!~ mana Pangeran Sebby?~~" teriak Grell genit. Matanya jelalatan nyariin Pangeran Belah Tengah.
"Aduuuh Grell tenang sedikit. Kau harus jaga image-mu!" kata Madam Grell.
"Hiks, mama.. gaunku ini sama sekali gak bagus..," Lizzy ngambek. Dia terpaksa dateng ke pesta pake gaun pas-pasan gara-gara Cielella udah keburu kabur.
"Ya apa boleh buat kita gak punya waktu lagi buat cari gaun baru. Abisnya si Cielella itu pas mama samperin ke kamarnya buat minta gaun, eh dia-nya malah gak ada. Anak bejat! Biar gak mama kasih makan malem dia!" kutuk Madam Red.
-Balik lagi ke tempat Lau dan kawan-kawan-
"Mana orang yang paling punya kepentingan di pesta ini? Mana iblis itu?" tanya William.
"Iyaa.. mana, ya?" Lau celingak-celinguk.
"Ho. Ho. Ho. Ho.."
"Maaf saja kalau saya ini iblis. Tapi bisakah anda sedikit lebih sopan lagi pada saya? Saya ini pangeran, loh.." Tiba-tiba muncul sesosok pria dari belakang sambil cengar-cengir. Nah ini dia sang pangeran.
"Huh! Jangan belagu hanya karena kau pangeran di fic ini!" kata William nyolot.
"Jika anda tidak senang, silakan keluar.." Sebastian masih senyum-senyum gaje mesum.
"Memang itu mauku. Tapi apa boleh buat. Fic ini tidak akan lengkap kalau tidak ada aku!" klaim William sok ngerasa penting. Apaan sih.
"Haha sudahlah jangan bertengkar lagi. Lebih baik kita nikmati saja pesta ini, OK?" Lau menengahi mereka berdua. William masih ngelirik Sebastian tajem, tapi Sebastian pura-pura gak liat.
"Nah, Pangeran. Apa tidak ada seorangpun dari gadis-gadis ini yang menarik perhatianmu?" tanya Lau.
"Bagaimana, ya. Sayangnya saya tidak tertarik dengan wanita. Maksud saya, apa tidak bisa jika saya memimpin kerajaan sendirian? Begini-begini saya cukup pandai, loh," jawab Sebastian PD najis.
"Ho. Ho. Ho. Ho.."
"Hmm memang benar sih. Tapi rasanya kan tidak lengkap jika suatu negeri haya memiliki seorang raja tanpa ada ratu.." Lau menyayangkan, "Ngomong-ngomong memangnya bagaimana tipe wanita idamanmu, Pangeran?"
"Tentu saja. Yang matanya indah, kecil mungil, berbulu halus lebat, cakarnya cantik, dan memiliki rasa antusiasme yang tinggi," jawab Sebastian mantap. Apa?
"Ho. Ho. Ho. Ho.."
"..Ha?" Lau cengo. "Kalau saya boleh bertanya Pangeran, itu wanita macam apa?"
"Tentu saja tipe wanita idaman saya."
"..Oh. Baiklah. Terserah. Makanan di pesta ini enak-enak ya.. saya jadi lapar!" Lau yang sadar akan kesesatan Pangeran, langsung ngalihin pebicaraan.
"Oh itu saya yang memasak. Soalnya koki kerajaan si Bard itu sama sekali tidak berguna," jawab Sebastian sambil menghela nafas.
"Ho. Ho. Ho. Ho.."
"Tamannya juga indah ya.. sangat artistik!" Lau ngalihin pandangan ke taman.
"Itu juga saya yang menata. Soalnya tukang kebun kerajaan si Finny itu juga tidak berguna."
"Ho. Ho. Ho. Ho.."
"Tea set-nya juga cantik. Ukirannya sangat berkelas!"
"Itu saya juga menyusun. Soalnya maid kerajaan si Meylene itu juga sama tidak berguna."
"Ho. Ho. Ho. Ho.."
"..Oh." Lau nyerah. Gak ada gunanya ngalihin topik. "Lalu apa bedanya peranmu yang sekarang dengan peran butler yang dulu?"
Ketika keempat orang OON itu lagi asik ngobrol, datanglah seorang gadis err.. anak laki-laki maksudnya yang sangat cantik. Dia pake gaun biru yang indah (baca : compang camping) dengan kereta kuda yang bagus (baca : ancur). Cielella namanya.
"Sial. Aku jadi kemalaman datang ke pesta. Hh.. hh.." kata Cielella ngos-ngosan. "Awas aja ibu peri itu. Sampai berani dia datang lagi, biar kucabik-cabik mulutnya! Hh.. hh.."
Karena ngeliat banyak makanan enak bertumpuk, tanpa ragu lagi Cielella langsung melibas habis semuanya. Escargot d'France, Chevalen, Pate de foie gras, Saiyour Auss'em, Semour taho'e, Lailape zeng quol, de el el el el dah pokoknya.
Pangeran Sebastian menyadari hal itu. "Orang ini lahap sekali..," pikirnya. Dia pun nyamperin Cielella, dengan maksud mau nanya, 'Mas, kelaperan apa kesetanan?'
"Anda.." Baru aja Sebastian ngomong begitu, Cielella udah keburu nengok dan ngerasa kalo dia ketauan, "Anjrit! Gw ketauan!"
Cielella pun langsung kabur. Sayang disayang, gara-gara buru-buru kabur Cielella jatoh sambil guling-guling di tangga istana. Glundung glundung glundung GUBRAAAK! Begitu mendarat dengan selamat, dia pun langsung lari lagi. Tanpa sadar kalo sepatu kaca-nya ketinggalan sebelah.
Sebastian ngambil sepatu kaca itu, "..Dia.."
"Ho. Ho. Ho. Ho.."
Nah nah nah nah. Apa yang bakal Pangeran Sebastian lakukan? Mencari Cielella kah? Mencari calon istri lain kah? Mencuri kolorkah? tunggu saja.. kapan-kapan. Jika ada cacian makian muntahan, silakan salurkan lewat review. Okeh? Makasih udah baca.
