Disclaimer : Kuroshitsuji punya Yang Mulia Dipertuah Agung Yana Toboso. Cinderella saya gak tau punya siapa. Punya Disney kali.

Warning : OOC. OON. AU. Wawawawawa GJ.


Cinderella? Bukan, Cielella

"Lau-san," ujar Sebastian sambil menghampiri Lau sesaat setelah Cielella kabur.

"Ya? Ada apa, Pangeran?" tanya Lau.

"Saya ingin mencari pemilik sepatu ini..," kata Sebastian sambil nunjukkin sepatu kaca yang udah agak-agak retak.

"Ng? sepatu apa itu?"

"Entahlah. Ini sepatu kaca yang sudah retak. Pemiliknya seorang gadis (?) bergaun biru. Dia memakan hidangan pesta dengan lahap sekali..," Sebastian memangku tangannya di dagu.

"Waah nampaknya pangeran jatuh cinta, ya?" Lau ngegoda.

"Bukan begitu. Hanya saja.. dia sudah menghabiskan hidangan spesial buatan saya dan kabur begitu saja. Sangat tidak sopan."

"Baiklah hamba mengerti. Akan segera kami carikan pemilik sepatu itu.." kata Lau akhirnya sambil mesem-mesem gaje.

"Usahakan jangan mengeluarkan terlalu banyak biaya dalam pencariannya, Lau. Jalan kaki saja ke seluruh negeri untuk mencarinya," William nyeletuk tiba-tiba. Pelit.

"Ide bagus, William. Kalau begitu ayo kita jalan." Lau narik tangan William.

EH? AKU JUGA?"

"Tentu saja. Karena kau perdana menteri," kata Lau beralasan gak nyambung (lagi).

"Ho. Ho. Ho. Ho.."

ooo

Maka dimulailah pencarian gadis (?) bersepatu kaca retak. Lau dan William mendatangi rumah-rumah rakyat satu persatu. Tiap gadis di cocokin ukuran kakinya sama ukuran sepatu kaca retak itu. Tapi gak ada yang pas. Ada yang sepatunya kegedean, ada yang satu milimeter lagi pas, ada yang maksa make sepatu kaca retak itu padahal kakinya segede kaki babon sampe sepatunya bener-bener mau pecah. Yah macem-macemlah pokoknya. Kesabaran William udah di ujung tanduk. Dia bener-bener gak abis pikir, kenapa-harus-gw-yang-repot-begini-seh? Sedangkan Lau sih selow-selow aja. Soalnya sambil nyari pemilik sepatu kaca retak, dia bisa sambil tebar pesona sama gadis-gadis di seluruh negeri. Dapet 7 nyamuk sekali gaplok, kan?

.

Setelah 14 hari 10 jam 23 menit 47 detik, akhirnya Lau dan William sampe di rumah Cielella.

Tok! Tok! Tok! Pintu pun diketok. Madam Red yang bukain pintu.

"Eh? Ada apa ya?" tanya Madam Red yang kaget pas ngeliat ada 2 orang berpakaian kerajaan lengkap dateng ke rumahnya.

"Selamat siang nyonya. Kami sales asuransi. Anda mau hidup anda terjamin? Gunakan jasa perusahaan kami. Hidup anda akan tentram, damai, bahagia apalagi kalau menikah dengan sa—BUGH!" ocehan dodol Lau terhenti setelah dijotos William.

"Kami dari kerajaan. Sedang mencari gadis yang memiliki sepatu kaca retak ini," kata William sambil nunjukkin sepatu kaca retak itu.

"Ha?" Madam Red ngeliat ke sepatu kaca retak, "Ya ampun sepatu kaca butut kayak gitu mah bukan punya kita. Maaf maaf saja, ya. Kami masih mampu kok beli sepatu yang bagusan. Seperti ini misalnya.. ini beli di Cibaduyut, looh~ kualitas terbaik nih! Harganya juga murah. Dan kamu tau, gak? Abang-abang yang jualan di sana katanya bla bla bla bla bla.." Dia mulai ngegosip.

"…" William menahan amarah.

"Bla bla bla bla bla bla bla bla bla.." Madam Red masih ngoceh, ketika Lizzy tiba-tiba dateng. "Mama, ada apa?" katanya.

"Eh Lizzy. Ini nih orang dari kerajaan dateng nyariin gadis yang punya sepatu kaca retak ini.."

"APA? KERAJAAN? KYAAAAA~ PANGERAN SEBBY!~~" Tiba-tiba Grell muncul entah dari mana tau. Dia langsung histeris gaje sambil celingak-celinguk, "Mana mana mana Pangeran Sebby?~~"

"Sayang sekali nona cantik. Kami sedang mencari pemilik sepatu kaca retak ini. Pangeran ingin bertemu dengannya..," kata Lau setelah pulih dari jotosan William.

"Apa?" Grell ngeliat sepatu kaca retak itu, "Sepatu butut i—apa apa apa? Pangeran Sebby mau ketemu sama pemiik sepatu ini? Kyaaaaaaa~~ kalau begitu ini pasti milikku!~~" klaim Grell langsung.

"Benarkah? Hahaha bagus kalau begitu. Silakan coba pakai.." Lau jongkok dan naro sepatu kaca retak di atas bantal kecil. Grell duduk sambil ngejulurin kakinya, "Baiiiiiiikk~~" Sepersepuluh detik setelah dia make sepatu kaca retak, PRAAANG! Sepatu kaca retak pun pecah.

"Wah, sepatunya pecah," ujar Lau santai.

"Kyaaaaa! Tidaaaaaaakk! Pangeran Sebby!" teriak Grell shock.

"Hah baguslah. Kalau begitu kita pulang. Bilang saja pada pangeran bodoh itu kalau tidak ada gadis yang memiliki sepatu itu. Lalu sepatunya hanyut terkena luapan air Sungai Citarum. Kita pulang!" kata William panjang lebar, dan udah siap-siap mau pulang ketika tiba-tiba aja ada orang misterius berpakaian hitam-hitam lewat sambil teriak, "Tenang saja! Ada lem AHA! Lem AHA, dapat merekatkan segala jenis barang. Mulai dari kertas sampai kaca! Lem AHA, TING!" Setelah orang misterius itu ngoceh, ia langsung pergi sambil meninggalkan Lem AHA.

"Cih!" Mau gak mau William gak jadi pulang gara-gara orang misterius sialan itu.

Sepatu kaca retak pun direkatkan lagi pake lem AHA. "Sayang sekali nona. Sepatu ini terlalu kecil untuk anda..," kata Lau.

"Tidak mungkin! Pasti ada kesalahan!" Grell nangis kambing guling.

"Bagaimana dengan nona manis yang di sana?" Lau ngeliat ke arah Lizzy.

"Baiklah akan kucoba.." Lizzy pake sepatu itu, "Ah, agak kebesaran.."

"Hmm.. aneh, ya. Padahal kalau dilihat dari ukurannya ini sepatu yang cocok untuk nona manis seumur anda. Kenapa tidak cukup, ya? Apa ada gadis lain yang tinggal di sini?"

"Gadis lain?" Madam Red mendelik.

"Tidak ada! tidak ada! tidak ada gadis lain yang tinggal di sini! Makanya, bawa aku saja untuk bertemu Pangeran Sebby~" Grell maksa.

"Waaahh tidak bisa.. Maaf, nona.."

Tiba-tiba ketika mereka berlima masih kasak-kusuk ngomongin pemilik sepatu ini, datanglah Cielella dari arah halaman belakang, "Ibu, pakaiannya sudah selesai kucuci. Boleh istirahat?"

"Ng?" Lau tersentak.

"Ah, Cielella! Seenak jidat kamu mau istirahat! Sekarang kamu cuci piring sana!" kata Madam Red.

"Cuih. Iya.. iya.." Cielella langsung muter balik mau ke dapur.

"Tunggu. Kau.." Lau narik tangan Cielella.

"Ng?" Cielella pun nengok ngerasa tangannya ditarik.

"Sungguh gadis yang manis. Mau coba pakai sepatu ini?"

"GADIS? AKU INI LAKI-LAKI!"

"Eh?" Lau cengo (lagi).


Yo yo makasih udah baca (gaya nge-rap) Yo yo silakan review aja. Yo yo yo dadah yooo.