Disclaimer : Kuroshitsuji punya Tante Yana Toboso. Cinderella punya… gak tau.
Warning : AU. OOC. OON. Uba uba mugiga bagagaa gaaaa.
Cinderella? Bukan, Cielella
"AKU INI LAKI-LAKI!"
"He?"
Krik. Krik. Krik.
Anak pendek kayak gini? Cowok? Cewek, ah! Orang matanya biru gede kayak gitu. Mukanya juga imut-imut. Bohong aja neh si Cielella.
"..Begitu, ya?" Lau agak kaget juga. "Terserah. Pokoknya coba pakai sepatu ini, ya." Dengan gerak cepet Lau udah makein sepatu kaca retak yang sempet-pecah-tapi-udah-di-lem-dong itu di kaki Cielella. Dan, pas banget!
"Uwwaaa! PRAAANG!" Cielella yang kaget langsung ngelempar sepatu kaca itu, dan alhasil sepatu kacanya pecah lagi. Cih.
"William.. kau lihat tadi? Sepatunya sangat pas!" tanya Lau kagum.
"Aku tidak peduli," jawab William singkat padat jelas.
"Eeeehh?~ tidak mungkin! Harusnya aku! Harusnya sepatu itu hanya pas di kakiku!~" Grell gak rela karena sepatunya malah muat di kaki jamuran Cielella.
"..Ni orang pada ngemeng apaan sih? Sepatu? Emang kenapa sepatunya? Bodo. Cabut, ah." Cielella langsung ambil langkah seribu buat nyuci piring, tapi lagi-lagi Lau berhasil ngeberentiin dia, "Tunggu, nona. Ayo ikut kami ke kerajaan."
"Ha?" Cielella tertegun. "Kemaren ibu-ibu peri gak mutu yang ngajakin ke kerajaan. Sekarang om-om mata ketutup sama mas-mas kacamata yang ngajakin ke kerajaan. Ada apaan sih emangnya? Jangan-jangan.. KETAUAN KALO YANG KEMAREN NYOLONG MAKANAN TUH GW? OH-MY-GOD! SIAAAL!"
"Tidak! Aku tidak mau!" tolak Cielella setengah mateng. Pakein kecap enak, tuh.
"Jangan begitu. Pangeran menunggumu, loh. Dia mencarimu ke seluruh negeri untuk menemukanmu," rayu Lau. Tentu aja Cielella tambah gak mau, "Anjriiit Pangeran sampe bela-belain keliling seluruh negeri cuma buat nyari tukang nyolong makanan kayak gw? Sialan banget tuh pangeran!"
"Pokoknya aku tidak mau!"
"Wah-wah susah juga, ya.." Lau geleng-geleng kepala.
"Makanyaaa~ biar aku saja yang ke istana!~ aku akan mendampingi Pangeran Sebby selamanya!~" Malah Grell yang dengan semangatnya langsung ngajuin diri sendiri.
"Hahaha sayang sekali. Pangeran hanya ingin gadis yang ukuran kakinya pas dengan sepau kaca retak yang udah pecah itu untuk dibawa ke istana. Anda ibu gadis ini? Boleh saya bawa dia ke kerajaan?" Lau pun minta izin ke Madam Red.
"Ya boleh-boleh aja, sih. Daripada dia di sini cuma jadi serangga pengganggu dan menuh-menuhin rumah, mending bawa aja Cielella ke kerajaan. Cielella, jadilah pembantu yang benar di kerajaan. Kalau kau dapat gaji, jangan lupa kirimkan untukku!" kata Madam Red okeh-okeh aja.
"Nah kalau begitu ayo kita pergi, Cielella~" Dengan entengnya Lau nyeret Cielella.
"GAK MAAUUU! TANTE-TANTE MERAH SIALAN! BERANI-BERANINYA KAU MENGIZINKANKU UNTUK IKUT KE KERAJAAN!"
Akhirnya Cielella dibawa ke kerajaan. Sepanjang perjalanan dia ngamuk. Dia cuma diem tiap ada tukang balon lewat, atau ada tukang baso lewat. Itupun gak sekedar diem. Dia minta dibeliin balon sama baso juga. Maka tekor-tekorlah kerajaan. William yang depresi.
ooo
Setelah beberapa lama, Cielella, Lau, dan William pun sampai di kerajaan. William langsung cabut. Ngaso di kamar. Dia capek abis keliling jalan kaki ke seluruh negeri. Senjata makan tuan sama kata-katanya sendiri. Sedangkan Lau, langsung nganterin Cielella ke ruangan Pangeran Sebastian.
"Pangeran, ini dia gadis yang ukuran kakiknya cocok dengan sepatu kaca yang retak itu." Lau nunduk hormat di depan Sebastian. Di sebelahnya, Cielella berdiri dengan males-malesan.
"Terima kasih, Lau-san. Anda boleh pergi. Saya sudah menyiapkan dessert special chocolate parfait sebagai tanda terima kasih. Anda pasti lelah sekali." Sebastian masih berlagak Butler. Gak nyadar-nyadar kalo peran dia di fic ini sebagai pangeran.
"Terima kasih, Pangeran." Lau pun menarik diri. Tinggal Pangeran Sebastian dan Cielella. Berdua. Sendirian. Suasana hening. Pangeran Sebastian berdiri tepat di depan Cielella.
"Kau gadis yang tadi malam, kan?" Dengan perlahan tapi pasti Sebastian ngedeketin Cielella.
JREEEEENG! Tingkat amarah Cielella naik 99%. "Berapa kali harus dibilang seh? GW-COWOK-BUKAN-CEWEK!"
"Benar, Pangeran. Tapi saya laki-laki. Bukan seorang gadis..," kata Cielella lembut. Berusaha nahan amarah. Tenang, biar matanya merah kayak orang mabok gini, dia p-a-n-g-e-r-a-n.
"Apa? Laki-laki?" Sebastian kaget.
"Iya."
"Demi apaaa? Gak mungkin gadis manis yang pake gaun biru tukang nyolong makanan kemaren laki-laki! Si Lau pasti salah, neh!" pikir Sebastian ketar-ketir. Masa seh?
"..Kau yakin?"
"Tentu saja, Pangeran." Cielella senyum.. maksa, sih. Padahal tangannya dibelakang udah siap-siap mau nonjok Sebastian.
"Aku melihatmu kemarin melahap hidangan pesta dengan lahap. Itu alasanku mencarimu," Sebastian sendiri berusaha tenang.
"Waduuuh! Kaaan bener! Gw ketauan! Anjriiit gimana neh? Gw gak mau dihukum mati cuma gara-gara nyolong makanan! Kesannya gak elit banget.."
"Maafkan saya, Pangeran. Saya lapar.." Cielella nunduk. Akting kacangan dimulai.
"Lapar?" Sebastian ngeliat Cielella yang nunduk.
"Iyaaa.." Cielella ngangkat kepalanya, ngeliat Sebastian dalam-dalam dan.. puppy eyes mode: ON.
"Ap.. apa-apaan anak ini masang puppy eyes kayak gitu! Jangan bercanda! Aku ini penggemar kucing!" pikir Sebastian ngaco.
"Maafkan saya.. Saya hanya tinggal berempat dengan ibu tiri saya yang tukang gosip, kakak tiri saya yang banci kaleng, dan adik tiri saya yang cengeng. Saya tidak diberi cukup makan, Pangeran.. makanya.. saya.." Cielella masih masang tampang melas. Pokoknya nih akting harus berhasil!
"…" Sebastian terharu.
"..Ti.. tidak apa-apa. Kalau kau lapar lagi, kau boleh makan di sini. Bahkan jika keadaanmu sebegitu tersiksanya kau juga boleh tinggal di sini. Terserah saja.." Sebastian ngalihin muka. Kalah juga nih iblis. Abisnya Cielella masang jurus puppy eyes gitu sih.
"Benarkah? TRING TRING TRING!" Cielella masih menggempurkan serangan.
"I.. iya.."
"Terima kasih!"
Akhirnya, Pangeran Sebastian dan Cielella hidup bahagia (?) selamanya. Cielella hidup tercukupi di istana. Dia makan makanan enak buatan Pangeran Sebastian tiap hari. Negeri yang dipimpin Kerajaan Sarang Lebah Ilusi pun sejahtera selama-lama-lama-lama-lamanya. Mungkin.
Karena saya baru tau kalo fic dengan tampilan naskah drama tuh gak terlalu bagus, jadi saya edit deh.. Maunya sih, gak cuma ngedit Cielella aja. Tapi karena keterbatasan waktu, cuma sempet ngedit ini. Semoga para pembaca lebih nyaman dengan tampilan fic kayak gini, ya. Makasih udah baca!
