Nyan, akhirnya Chapter 2 un, disini konflik muncul un.. *dijitak Deidara coz pke 'un'. Disini Ruru lebih mengidentikan HitsuRuki. Buat RenRuki and KaienRuki lover, sabar ya? ^_^
Bales Review dulu.. .
'Ruki-chan' pipy : Ya begitulah Ruki.. thanks 4 Review.. Muach.. XD *digampar* Tapi KaienRuki masih belum ku tunjukin nih, sorry ya? Tunggu chapter 3 aja ya?
Sacchan Linda Shirayuki : Iya nih, yang ada band udah kan? Trus yang Avril juga udah kan? =_=' yang belum mana sih? Thanks buat kritik and sarannya.. ^_^
Kuchiki Shirayuki Rukia : thanks Rukia-san.. ^_^
Rukia Kuchiki Kurosaki : ya ya ya.. arigatou udah dukung Ruru ya? X3
Zheone Quin : Hu'um.. salah tulis.. gomenasai minna-san . (_ _)
Kazuazul : Buat jwban knp Kisu Minamoto jd Kisu Kurosaki cz aq slh ctak.. Buru" pulank paz k'warnet.. Asal aja jd ngawur dh.. Gomenasai minna-san.. ú_ù
nti d'ubh kug..
Jwban knp Hitsu n Renji gag ikud nymar cz mrka puna trix sndri bwt nglindungi Rukia. Ichigo jd cw cz dy gag pgn Rukia tw qlo i2 dy.. Nama na jg mantan pcar.. Wkwkwk. Arigatou ya ?
Sora Chand : Thanks ya?? ^_^
Yosh selesai, thanks buat yang review and met baca ya?
PEMUJAMU
Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo, Tite Kubo pembantu saya *di gampar*
Genre : Romance / Mystery
Pairing : IchiRuki, hitsuRuki, RenRuki and KaienRuki
Warning : AU, gaje, OOC, au lah pokoknya baca aja.
DON'T LIKE DON'T READ. KALO LIKE KASIH RURU DUIT!!!!!!!!!!!
*digiles*
PEMUJAMU
By : Ada Band
kali ini ku tlah jatuh ke dalam
dosa begitu besar
terlalu mencintai begitu dalam
mata itu berhasil hipnotisku
menjerat nafsu jiwa
mengurungku ke dalam keindahan
rasanya ingin malam ini
menciummu hingga lemas
rasanya ingin malam ini
memelukmu hingga terlelap
kau bagaikan simbol semesta alam
dan aku pemujamu
setiap saat bersimpuh di hadapmu
kau memegang semua kehidupanku
keluar dari cerita
menuju kedamaian yang ilahi
tuhan tolong segera sadarkan
aku dari semua
pengaruh sihir cinta mati
aku kepadanya
ku ingin ini bukanlah sekedar mimpi belaka
ku ingin, ingin mencari dosa terindah dalam diriku
*~o0o~*
Chapter 2 : "Rukia's New Boyfriend"
*~o0o~*
NORMAL POV
Kisu alias Ichigo yang tengah memakan bekalnya tertegun dengan wajah Rukia yang amat lucu, kalau saja ia tidak menahan diri mungkin Rukia sudah dicubitnya.
Setelah mereka selesai makan, mereka semua kembali ke kelas karena jam masuk telah dimulai namun Hitsugaya tak nampak dikelas itu. Terang saja, karena ini adalah kelas sejarah yang amat dibencinya. Tiba tiba Rukia merasa ingin buang air dan ia langsung meminta izin pada Pak Guru Aizen untuk ke belakang. Setelah meminta izin, ia pun menuju toilet dan ketika ia keluar dari toilet, tidak sengaja ia melihat Toushiro sedang bersandar disebuah pohon dekat lapangan basket. Rukia yang penasaran langsung menghampirinya.
"Hey Toushiro, kau ini sedang apa?!" tanya Rukia dengan nada tinggi.
"Berisik!" ucap Toushiro singkat sambil menutup matanya. Angin mulai berhembus dan suasana hening sejenak.
"Aku bertanya padamu, Toushiro. Kau selalu membolos di kelas Pak Guru Aizen. Itu tidak baik tau, kau tau kan kita ini penting banget mempelajari sejarah. Tanpa sejarah kita tudak akan pernah ada. Apa kau dengar Toushiro?" jelas Rukia panjang lebar.
"Urusai." ucapnya singkat. Rukia pun mulai merasa kesal.
"Kau ini tukang tidur, pendek." Rukia yang kesal berjalan melangkah menjauhinya.
"Oh, kau menantangku ya, Kuchiki? Baiklah, ku terima tantanganmu. Ayo bertanding." ucap Toushiro dengan percaya dirinya, Rukia menoleh ke arah Toushiro yang tengah evil smiles-nya. Rukia terkejut.
"H-hey, aku tidak pernah bilang kalau aku ingin menantangmu kan?" ucap Rukia dengan nada rendah tapi Toushiro tidak memperdulikannya. Toushiro menggeret tangan Rukia ke lapangan basket dan ia mengambil sebuah bola basket yang tergeletak ditengah lapangan itu.
"Eh, kau mau apa?! Lepaskan aku!" tanya Rukia yang berusaha melepaskan tangannya dari Toushiro.
"Mengajakmu bertanding basket. Kau bilang aku pendek padahal kau sendiri pendek. Buktikan kalau kau bisa mengalahkanku disini, Kuchiki." tantang Toushiro dengan mata yang menyeringai. Rukia yang juga jago bermain basket akhirnya menerima tantangan itu.
"Baiklah Hitsugaya, ku terima tantangan itu, tapi dengan syarat kalau aku menang kau harus ikut pelajaran Pak Guru Aizen. Ok?" pinta Rukia dengan nada serius dan dengan penuh semangat.
"Boleh saja. Kalau aku yang menang. Akan ku minta nanti. Tidak apa apa kan?" Rukia mengangguk dan pertandingan pun dimulai. 1 lawan 1, yang pertama kali mencetak angka dialah yang menang. Rukia memegang bola pertama dan ia berlari menggiring bola dengan cepat namun Toushiro mengghadang didepannya, Rukia berusaha mengecoh Toushiro namun gagal. Toushiro berhasil mengambil bola dari tangan Rukia dan ia berlari dengan cepat menuju ring. Rukia berusaha menghadang Toushiro tapi Rukia kalah cepat dengannya. Toushiro melempar bola itu namun gagal masuk dan ini kesempatan bagi Rukia untuk membalik arah tapi sebelum Rukia mengambil bola itu, Toushiro sudah terlebih dulu mengambil bola yang jatuh itu dan memasukannya ke dalam ring. Rukia tak percaya, ia kalah dengan cepat. Toushiro yang ternyata berada dibelakang Rukia langsung menarik tangan sehingga mereka saling berhadapan.
"Toushiro~" ucapan terakhur Rukia sebelum Toushiro mengangkat dagu Rukia dan Toushiro menempelkan bibirnya ke bibir Rukia.
TOUSHIRO POV
Disaat aku menang bertanding dengannya, aku mencium bibir Rukia. Sesungguhnya itu ciuman tanpa rasa. Kalian tau kan, aku tidak menyukai Rukia atau mungkin aku belum menyukainya.
Ku pertahankan posisiku yang tengah menciumnya itu dan dengan sengaja ku rangkul pinggulnya agar ia tidak melepaskan posisi itu. Selama beberapa saat ketika aku sudah kehabisan nafas, akhirnya ku lepaskan ciumanku. Aku puas dan senyuman ala devil tetap ku tujukan padanya. Kulihat Rukia yang tengah berwajah merah semerah tomat.
"K-kau ini apa apaan Toushiro?!" tanyanya dengan marah. Ku masukan tanganku ke dalam saku seragamku.
"Menciummu. Aku menang jadi aku berhak mendapat hadiah kan?" ucapku menggoda. Ia terdiam dengan muka pucat. Badannya gemetar.
"K-kau, jadi yang kau inginkan menciumku ya?" tanyanya sedikit menjauh dariku. Aku terdiam sejenak dan berbalik arah menuju kelas.
"Bukan itu. Mulai sekarang, kau adalah pacarku, Kuchiki." ucapku sambil berjalan menuju ke dalam sekolah.
"H-hey, apa maksudmu? Mau kemana kau?" tanyanya penuh rasa penasaran. Aku tidak menatapnya lagi.
"Aku mau ikut kelas Guru Aizen. Apa kau mau tetap disitu?" tanyaku santai. Aku terus berjalan menuju kelas dan ia berlari di belakangku.
"Hey, tunggu aku! Jelaskan padaku, apa maksudmu, Toushiro?!" Aku tidak memperdulikannya dan langsung menuju kelas dan meminta maaf pada Guru Aizen. Aizen hanya tersenyum dan menyuruhku duduk kembali ke tempatku bersama Rukia.
Ku lihat Kisu menatapku curiga. Aku semakin yakin, dia bukan Kisu.
RUKIA POV
Menurut kalian apakah Toushiro benar benar ingin menjadi pacarku? Ku rasa itu sangat tidak mungkin. Karena aku tau, bagaimana tipe perempuan yang dicarinya. Aku binggung, kenapa ia ingin jadi pacarku? Oh Kami-sama, tolong sadarkan aku dari buruk mimpi ini.
*~o0o~*
Ting.. Tong.. Teng.. Tong..
Oh, ini saat yang ku tunggu. Saatnya pulang dan aku benar benar merasa terbebas dari derita bahasa inggris. Mata pelajaran yang sangat ku benci.
"Rukia, mau pulang denganku?" tanya seseorang yang sangat asing bagiku. Aku menoleh 180 derajat dan ku lihat Kisu sedang berdiri sambil tersenyum padaku. Senyumnya hangat, seperti seseorang yang ku kenal dulu. Aku pun membalas senyumnya dengan senyumku dan aku mengangguk pelan.
NORMAL POV
Rukia tersenyum tulus dengan senyum termanisnya, Kisu yang melihatnya blushing seketika. Itu membuat Rukia binggung. Mereka akhirnya keluar dari sekolah dan didepan gerbang sekolah terlihatlah seorang laki laki bertubuh tinggi tegap, dan berambut hitam.
"Kaien-senpai.." Rukia berhenti sejenak. Ichigo terbinggung dengan apa yang dilakukan Rukia, namun ia melihat arah tatapan Rukia yang menuju pada seorang laki laki bernama Kaien Shiba.
"Dia lagi." batin Kisu. Ia menggenggam tangan Rukia dan membawanya melewati Kaien. Rukia terkejut, namun tak bisa berkata apa apa. Tiba tiba Kaien menahan langkah Kisu dan Rukia, ia menggenggang erat tangan Kisu.
"Ghhh, apa maumu?" tanya Kisu kasar sambil melepaskan tangannya dari Kaien dengan paksa. Kaien terkejut.
"Wow, kau punya kekuatan yang lumayan ya?!" ucap Kaien menggoda. Kisu hanya bisa menggigit bibirnya sendiri dan ia melayangkan tangannya tepat di pipi kiri Kaien sehingga meninggalkan tato merah disana.
"Sopanlah sedikit terhadap wanita." tegur Kisu dengan marahnya. Kaien hanya tersenyum dan membungkukan badannya.
"Maaf, aku tidak bermaksud. Bisa ku pinjam Rukia sebentar?" tanya Kaien ramah. Kisu hanya terdiam dan Rukia mulai melangkah menuju Kaien. Mereka meninggalkan Kisu di temani angin yang berhembus.
"Sial, sebenarnya ada apa dengan mereka? Kenapa daritadi aku merasa ingin sekali membunuh laki laki itu." batin Kisu. Ia mulai berjalan meninggalkan sekolah namun hatinya berkata untuk tetap berada disana. Akhirnya dia menunggu.
*~o0o~*
"Apa kau lupa dengan yang ku katakan, Ichigo? Kau masih menyukainya." ucapan seseorang yang amat Kisu kenal. Hening sejenak. Di arahkan kedua bola matanya itu kearah seorang laki laki yang berdiri disamping kanannya.
"To-Toushiro?" Kisu dengan gugupnya berucap dengan suara laki lakinya itu. Ia tak menyangka ada Toushiro disampingnya.
"Sejak kapan kau-" ucapan Kisu terpotong karena saking gugupnya dia.
"Tolong panggil aku Hitsugaya. Tidak penting sejak kapan aku disini. Ichigo, penyamaranmu ku ketahui." ucap Toushiro dengan nada datar. Ia bersandar ditembok sebelah pagar sekolah, sambil melihat langit dengan kedua tangan yang ia masukan dalam kantung celananya.
"Aku tau cepat atau lambat kau akan tau juga. Sejujurnya aku risih dengan penampilanku ini. Tapi ini adalah satu satunya cara bagiku untuk mendekatinya tanpa ia tau bahwa aku ini Ichigo." ucap Kisu santai sambil menatap langit.
"Ya, tapi kau cantik juga haha." ejek Toushiro, Kisu hanya cemberut menatap Toushiro.
"Sayangnya selama misi ini belum berakhir kau tidak bisa memilikinya, Ichigo." Toushiro yang berucap seperti itu lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Kisu. ucapan itu sontak membuat Kisu alias Ichigo terkejut setengah mati.
"Apa maksudmu? Hey, Toushiro?!" Kisu berusaha menahan Toushiro namun ia tidak bisa. Hanya 1 ucapan yang ia dengan dari bibir Toushiro. "Kuchiki adalah milikku."
DEG
"Perasaan apa ini? Kenapa lagi lagi perasaan ini muncul?" batin Kisu. Beberapa saat kemudian ia lihat Rukia tengah berjalan menuju ke arahnya dan Rukia amat terkejut telah menemukan Kisu disana.
"Kisu, kau tidak pulang duluan?" tanya Rukia.
"Tidak, aku menunggumu daritadi, Rukia. Kau kan belum bilang kalau aku harus pulang duluan. Dimana laki laki yang tadi?" tanya Ichigo sambil melirik sekitar Rukia.
"K-kenapa? Kenapa tidak pulang duluan?" tanya Rukia tertunduk lesu. Kisu menaikan dagu Rukia sambil tersenyum.
"Karena kita teman."
DEG
Rukia terkejut dengan pernyataan itu. Matanya membulat dan ia mematung. Kisu yang melihatnya amat khawatir, ia takut terjadi sesuatu pada Rukia.
"Rukia~ Kau kenapa?" tanya Kisu cemas sambil menggoncangkan sedikit tubuh Rukia. Rukia tersadar dan ia tersenyum.
"Terima kasih Kisu. Ayo kita pulang?!" ajak Rukia sambil menggandeng tangan Kisu erat. Kisu tertunduk, ia tidak mau Rukia tau bahwa dirinya blushing.
*~o0o~*
KUCHIKI MANSION
"A-arigatou Kisu. Ehm, boleh minta nomor hp-nya tidak?" tanya Rukia malu malu.
"Eh? Boleh kok. Tapi, untuk apa?" tanya Kisu dengan gugupnya. Karena nomor hp-nya sama dengan nomor hp Ichigo yang kemungkinan masih disimpannya.
"Nanti mungkin aku mau curhat. Boleh kan?" pinta Rukia lugu. Kisu hanya terdiam. Hening dengan hembusan angin yang mengibaskan rambut mereka.
"Kisu?"
"Ah? Oh soal nomor hp ya? Aku sekarang ini memakai nomor Ichigo. Kau pasti tau kan, Rukia? Sudah dulu ya? Aku mau pulang. Ja ne~" ucap Kisu sambil berlari meninggalkan Rukia. Rukia hanya terdiam.
"Rukia-sama, sedang apa disini? Tolong masuk. Kuchiki-sama telah menunggu anda." terdengar suara dari depan rumah Rukia. Rukia menoleh sejenak dan tersenyum riang.
"Ya Ichimaru-san, terima kasih."
*~o0o~*
"Nii-sama, ada apa? Kata Ichimaru-san, Nii-sama memanggilku." ucap Rukia sopan.
"Ya Rukia, Nii-sama melihat nilai nilaimu yang turun. Nii-sama ingin kamu memperbaiki nilaimu." ucap Byakuya santai dan dingin seperti biasa.
"Go-gomenasai Nii-sama, aku memang bodoh. Aku berjanji tidak akan terulang lagi." Rukia tertunduk malu. Ia segan melihat kakak tercintanya. Ia malu dan merasa rendah.
"Jangan begitu, Nii-sama sudah menyiapkan guru les untukmu Rukia. Kau harus les. Kau mau?" tanya Byakuya sambil mengelus rambut Rukia.
"Hai Nii-sama. Asalkan Nii-sama senang. Mulai kapan aku les, Nii-sama?" tanya Rukia lembut.
"Mulai hari ini. Mandilah dulu, nanti gurumu juga datang." ucap Byakuya dengan sedikit tersenyum (sedikit lho) pada adik kesayangannya itu.
"Arigatou Nii-sama. Aku tidak akan mengecewakan Nii-sama." ucap Rukia sambil membungkuk sedikit kepada kakaknya itu dan segera menuju kamar mandi.
*~o0o~*
"Ku harap kau bisa mengajarinya dan melindunginya dengan baik." ucap Byakuya kepada seorang pemuda yang tengah duduk berhadapan dengannya. Pemuda itu tersenyum dan menggangguk. Byakuya menutup matanya, meresapi derap langkah kaki adik kecilnya itu.
"Dia datang. Aku pergi dulu." ucapan terakhir Rukia sebelum meninggalkan ruangan itu.
*~o0o~*
"Rukia-sama, guru anda telah menunggu di ruang khusus. Silahkan menemuinya." ucap Ichimaru, kepala pembantu dikediaman Kuchiki itu dengan senyum khasnya.
"Hai Ichimaru-san. Arigatou." balas Rukia dengan senyumnya.
Rukia segera menuju tempat dimana dia akan belajar atau lebih dikenal dengan "Les Privat".
"Konbanwa sen~" Rukia terkejut ketika ia melihat siapa gurunya.
"Konbanwa mo Rukia-chan." sapa guru Rukia itu dengan senyum. Rukia mematung, hal hal aneh terjadi padanya hari ini. Kalian tau siapa guru itu?
"Daijoubu, Rukia-chan?"
"....."
Siapa sebenarnya guru Rukia tersebut sehingga membuat Rukia sontak menjadi terkejut? Chapter 3 akan muncul!
*~o0o~*
Rukia : Hwe? Kenapa gue terkejut? Sapa tuh guru?
Ichigo : Yang jelas bukan gue, ok?
Rukia : Ge-eR banget lo? Gue juga nggak mau lo jadi guru gue, banci!
Ichigo : Enak aja lo, pendek!
Ruru : Udah dong! Uwh, kalian nih kayak Rukia sama Ichigo aja.
Rukia + Ichigo : =_="
Rukia : Btw, Ruru. Sebenarnya disini pairing aslinya sape? HitsuRuki apa IchiRuki?
Ruru : Kagak tau, tergantung yang review. Tapi ane gy demen ma pairing HitsuRuki sih.
Ichigo : Yaudah, gue nanti sama lo aja ye Ruru?
Ruru : OGAH !!!
Toushiro : Ikut-ikut.. Miawh.. X3
Ruru : Ruru suki Toushiro desu..
RnR please.. Doumo arigatou.. (_ _)
