Uwh.. chapter 3 niy. Mungkin nggak akan terlalu tegang sih. Tapi mau gimana lagi, inspirasi Ruru lagi di chapter 4 sih. Disitu mulai deh nanti Ruru buat adegan pembunuhan. Hohoho.. *evil smirk*
Kira kira siapa ya sasaran pertamanya. Keh keh keh..
~Bales review dulu nih~
GerezzaVamps : Ano.. maybe malah ky babon ya? *digampar Renji FC* XD
Ya sih, beararti dukung HitsuRuki ya? OK!
kazuazul : Hu'um.. Thanks juga ya udah review. Seneng deh. ^_^
Gurunya lihat aja deh. Hehehe.. HITSURUKI cute sihh!!!!!!!!!!
Sacchan Linda Shirayuki : Iya nih 2 orang usul HitsuRuki. Kayaknya mau bikin HitsuRuki aja deh. Masih kayaknya sih.
Shizuka hio : Thanks ya. Ku update kok. ^_^
'Ruki-chan' pipy : Wah.. Lihat aja ya? Ok??? Thak you. ^.~
Rukia Kuchiki Kurosaki :Tapi nggak juga lho, abis nanti mau ku buat Rukia sendiri dulu dalam arti 4 cowok itu ada pasangannya.
Zheone Quin : Iya, Btw, kamu nih cw pa cowok sih? =_="
Sora Chand : Arigatou. ^_^
Yosh, selesai nih reviewnya. Thanks ya, kita lanjutkan membuat kisah cintanya. Now, kita lanjutkan!
*~o0o~*
PEMUJAMU
By : Ada Band
kali ini ku tlah jatuh ke dalam
dosa begitu besar
terlalu mencintai begitu dalam
mata itu berhasil hipnotisku
menjerat nafsu jiwa
mengurungku ke dalam keindahan
rasanya ingin malam ini
menciummu hingga lemas
rasanya ingin malam ini
memelukmu hingga terlelap
kau bagaikan simbol semesta alam
dan aku pemujamu
setiap saat bersimpuh di hadapmu
kau memegang semua kehidupanku
keluar dari cerita
menuju kedamaian yang ilahi
tuhan tolong segera sadarkan
aku dari semua
pengaruh sihir cinta mati
aku kepadanya
ku ingin ini bukanlah sekedar mimpi belaka
ku ingin, ingin mencari dosa terindah dalam diriku
*~o0o~*
KILAS BALIK CHAPTER SEBELUMNYA
"Konbanwa sen~" Rukia terkejut ketika ia melihat siapa gurunya.
"Konbanwa mo Rukia-chan." sapa guru Rukia itu dengan senyum. Rukia mematung, hal hal aneh terjadi padanya hari ini.
"Daijoubu, Rukia-chan?"
"....."
*~o0o~*
PEMUJAMU
CHAPTER 3 : AKU YURI???
*~o0o~*
"Rukia? Kau kenapa?" tanya guru itu cemas. Tubuh Rukia gemetar, ia tertunduk dan mulai mengeluarkan death glarenya.
"RENJI!!! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI???" amuk Rukia sampai seluruh orang dikotanya mendegar.
"Jangan keras-keras lah Rukia. Sopan sedikit kepada gurumu." ucap Renji dengan santainya. Tidak biasanya, Renji bersikap tenang.
"Sejak kapan aku harus sopan denganmu?" tanya Rukia dengan tangan yang mengepal.
"Sejak aku mulai jadi gurumu sekarang. Sudahlah, aku datang kemari bukan untuk berdebat denganmu tapi untuk mengajarimu tentang bahasa inggris. We'll study hard, miss Rukia." ucap Renji sedikit menggoda Rukia yang sama sekali tidak tau artinya.
"Kau mau mengerjaiku ya?" pipi Rukia menggembung, ia kesal.
"Kau mau ku panggilkan Kuchiki-senpai ya kalau kau tidak mau les privat?" Renji mengancam. Rukia tertunduk lesu.
"Apa boleh buat, ayo kita mulai." Rukia yang sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi akhirnya mulai belajar.
"Yang tidak bisa yang mana?" tanya Renji.
"Yang ini. Ani-want-to-tell-me-about-this, but-I-don't-want-to-hear-it" kata Rukia terbata-bata.
"Oh itu, artinya Ani ingin menceritakan padaku tentang ini, tapi aku tidak ingin mendengarnya. Sudah tau?" jawab Renji dengan tanggap sambil memfokuskan matanya kepada buku. Rukia ternyata sama sekali tidak mendengarkan perkataan Renji. Ia malah asyik menatap wajah Renji yang lembut.
"Sejak kapan Renji yang urakan jadi selembut ini?" tanya Rukia kepada hati kecilnya.
"Sudah mengerti?" tanya Renji, namun Rukia masih melamun sedari tadi.
"Rukia?" tanya Renji sekali lagi sambil menepuk pundak Rukia. Rukia seketika tersadar.
"Iya? Sudah ya?" tanya Rukia ngelantur. Renji tertawa terbahak bahak, seperti Renji yang biasa. Rukia hanya cengo.
"Sudahlah, ayo lanjutkan lagi." ajak Renji, namun Rukia yang tak semangat tidak sengaja menjatuhkan pensilnya. Pensil itu berada dibawah meja, ketika ia mau mengambil pensilnya, ia terkena meja.
"Au.." keluh Rukia menahan sakit. Renji yang mendengarnya menyusul Rukia ke bawah meja dan mengambil pensil Rukia yang terjatuh. Bersamaan dengan itu, Rukia juga mengambil pensil Rukia yang terjatuh sehingga tangan mereka bersentuhan.
"...." muka mereka berdua menjadi merah semerah tomat dan mereka bersamaan ingin berdiri, namun lagi lagi berbenturan dengan meja.
"Au.." keluh mereka serempak.
"M-maaf ya?" Renji memulai pembicaraannya.
"Tidak apa apa. Aku yang harusnya minta maaf." ucap Rukia. Tiba tiba derap langkah seseorang terdengar. Rukia dan Renji segera mengubah posisi mereka dan berusaha bersikap normal.
"Bagaimana Renji? Sudah selesai?" tanya Byakuya yang baru saja datang ke ruangan tempat les Rukia.
"Ya, Kuchiki-senpai. Untuk hari ini sudah cukup." ucap Renji sambil membereskan peralatannya. Rukia hanya tertunduk, tidak bisa berucap apa apa.
"Baiklah, terima kasih Renji." balas Byakuya sambil melangkah meninggalkan mereka.
*~o0o~*
"Rukia, aku pulang dulu ya? Sampai jumpa." ucap Renji sambil meninggalkan ruangan itu. Rukia masih mematung dan terbinggung.
"Rukia-sama. Anda tidak apa apa?" tanya Ichimaru khawatir.
"Ya, Ichimaru-san. Tenang saja. Oh iya, aku ingin bertemu Nii-sama. Apa dia sibuk?" tanya Rukia lembut. Ia mulai menampakkan wajahnya.
"Kuchiki-sama? Oh, dia sedang berada di ruangannya. Kelihatannya sedang merenung." jelas Ichimaru.
"Arigatou Ichimaru-san." Rukia segera menuju ruangan Byakuya.
*~o0o~*
"Nii-sama.." ucap Rukia sambil mengetuk pintu ruangan Byakuya.
"Ya Rukia? Masuklah." pinta Byakuya. Rukia memasuki ruangan kakaknya tersebut dan dengan halus menutup pintunya.
"Ada apa?" tanya Byakuya.
"Aku tau, aku dalam bahaya. Tapi apakah Nii-sama tidak over protect denganku?" keluh Rukia tertunduk.
"Ku rasa tidak. Apa kau tidak nyaman Rukia? Aku hanya tidak ingin terjadi masalah dengan imouto kecilku." jelas Byakuya. Rukia merasa senang bila kakaknya memperhatikannya. Namun, ini terlalu berlebihan baginya.
"Nii-sama, apa aku boleh meminta satu hal?" tanya Rukia ragu.
"Tentu saja." jawabnya singkat.
"Bolehkah aku.. Membawa teman untuk menginap malam ini? Aku takut hari ini, Nii-sama." ujar Rukia. Ia takut Byakuya tidak menyetujuinya.
"Asal kau senang." hanya jawaban itu yang terdengar oleh Rukia. Ia tidak tau itu berarti 'iya' atau 'tidak'. Namun ia hiraukan. Ia segera permisi kepada kakaknya dan kembali kekamarnya.
RUKIA POV
"Ienai itami kanashimide kizutsuita kimi mou~"
suara nada sambung itu tersebut terhenti namun desah nafasnya masih terdengar samar.
"Ha-halo?" sapaku.
"Ya, Rukia?" jawabnya singkat.
"Apa benar ini Kisu?" tanyaku.
"Ya, benar. Ada apa Rukia?" tanyanya berbalik padaku. Aku terdiam sejenak. Dengan tarikan nafas panjang, aku mulai bicara.
"Mau tidak, kamu menemaniku malam ini dirumahku?" tanyaku grogi. Aku binggung, kenapa aku jadi grogi seperti ini berbicara dengan Kisu.
"A-APA?" teriak seseorang yang sangat tidak asing bagiku dari hp Kisu.
"Eh? Siapa itu? Seperti suara Ichigo." tanyaku meyakinkan.
"Ah, tidak apa apa kok. Tadi itu suara paman Isshin. Suara anak dan ayah kan hampir mirip." jelasnya. Tapi aku tidak percaya itu suara paman Isshin.
"Oh iya, soal menemanimu itu maaf ya hari ini tidak bisa. Aku ada janji dengan Yuzu dan Karin untuk mengajari mereka. Bagaimana kalau besok? Tidak apa apa kan, Rukia?" ucapnya. Aku sedikit kecewa. Setiap ada dia disisiku, aku sangat nyaman. Seperti aku bersama............Ichigo.
"Iya, tidak apa apa Kisu. Maaf ya telah mengganggu." kuputuskan sambungan telefonku dengannya dan berbaring dikasurku yang empuk. Ku pejamkan kedua mataku dan berfikir, apa yang telah terjadi padaku?
"Kenapa aku jadi begini?" tanyaku dengan suara pelan. Ku resapi angin yang berhembus disekitar tubuhku.
"Atau jangan jangan aku ini..." tambahku. Ku buka mataku lebar lebar. "yuri?" sambungku dalam hati. Oh, apa benar aku ini adalah seorang yuri? Tidak mungkin. Aku tidak mungkin seorang yuri. Tapi.. Tapi aku merasa nyaman disamping Kisu dan walau baru beberapa saat saja, aku sangat menyukai. Oh Kami-sama, apa yang terjadi padaku? Aku tidak bisa menerima bila aku benar benar adalah seorang yuri atau lesbian.
NORMAL POV
Pagi yang cerah. Burung burung berkicau dan ranting pun subur menghijau. Kala itu, Rukia tengah memakan sarapannya di ruang keluarga Kuchiki. Terlihat dipojok paling kiri depan, Byakuya tengah meminum teh-nya. Sedang dipojok paling kanan, adalah tempat Rukia. Ia sedang memakan roti selainya dengan lembut. Sedang disebelahnya tengah berdiri, Gin Ichimaru. Pembantu setia dikeluarga itu. Ichimaru terlihat sangat senang ketika sesekali melirik Rukia. Rukia yang menyadarinya hanya memberikan sebuah senyuman manis padanya.
"Nii-sama, kemarin temanku tidak jadi kemari. Hari ini dia akan menginap. Tidak apa apa kan?" tanya Rukia dengan senyumnya. Byakuya masih meminum teh-nya dan mulai berbicara.
"Habiskan dulu makananmu." hanya kata kata itu yang diucapkannya. Rukia hanya menunduk diam. Ia melanjutkan makannya.
"Kau boleh membawanya menginap. Rumah ini serasa sepi. Kau pasti kesepian kan?" tanya Byakuya kepada adiknya itu. Rukia tidak berani membalasnya dan terus melahap habis roti selainya itu. Diam diam ia senang, Byakuya mengizinkan Kisu menginap malam ini.
*~o0o~*
KARAKURA HIGH SCHOOL
"Selamat pagi, Kuchiki-san." sapa Orihime kepada Rukia.
"Pagi juga Inoue dan.. Kisu." balas Rukia ketika ia melihat Kisu disamping Orihime. Jantungnya berdegup kencang.
"Ada apa Rukia?" tanya Kisu. Rukia gugup.
"Tidak ada apa apa kok Kisu." jawab Rukia singkat dan ia berlari keluar kelas, namun ketika ia tengah berlari, ia menabrak seseorang dan ia terjatuh.
"Aduh.." keluhnya.
"Daijoubu, Rukia?" tanyanya ramah.
"Aku tidak apa ap.." ucapan Rukia terputus ketika ia melihat seseorang yang ditabraknya.
"Syukurlah. Ayo bangun?!" pintanya sambil mengulurkan tangan. Rukia menerima uluran tangan tersebut dan berdiri.
"A-arigatou, Kaien-senpai." ucap Rukia dengan wajah memerah.
"Tidak apa apa, Rukia. Oh iya, nanti siang ada waktu?" tanya Kaien kepada Rukia.
"Eh? Sebenarnya sih ti.."
"Maaf, siang ini Kuchiki ada acara makan siang denganku. Ya kan?" tiba tiba Toushiro datang menyela ucapan Rukia.
"Eh, siapa bilang?" tanya Rukia.
"Ya, sejak sekarang. Ayo?" Toushiro menarik tangan Rukia menjauhi Kaien. Namun Rukia mencoba melepaskannya.
"Tunggu dulu." Kaien menarik tangan Rukia yang satunya. Terjadilah adegan tarik menarik.
"Apa maumu?" tanya Toushiro kasar.
"Aku hanya ingin tau, kau.. Ada hubungan apa kau dengan Rukia?" tanya Kaien.
"Dia pacarku." jawab Toushiro singkat dan Toushiro langsung menarik Rukia ke atap sekolah.
*~o0o~*
"Kau ini apa apaan sih, Toushiro?" tanya Rukia kasar sambil melepaskan tangan Toushiro darinya.
"Kuchiki, kau harusnya sadar. Kau ini pacarku, aku tidak suka kau ini dekat dekat dengan Kaien." jelas Toushiro dengan dahinya yang mengerut.
"Cih, siapa yang sudi jadi pacarmu? Lagipula aku sama sekali tidak menyukaimu, tau! Aku suka cowok tinggi." ucap Rukia menyindir.
"Oh ya? Terserah. Yang jelas, aku tidak suka kau berurusan dengannya." balas Toushiro dengan gaya cool-nya sambil berjalan mendekati Rukia.
"Kurasa, ini bisa membuatnya ilfeel denganku. Harus ku katakan." batin Rukia.
"Kau tau, lagi pula aku ini.." Rukia mendekatkan bibirnya ke telinga Toushiro. "yuri.." lanjutnya. Toushiro hanya menutup matanya, seakan tak peduli dan bisa membaca fikiran Rukia, Toushiro berbalik arah dan menatap langit.
"Kisu kan, Kuchiki." ucap Toushiro.
"Da-darimana kau tau?" tanya Rukia gemetar. Ia merasa Toushiro bisa membaca fikirannya.
"Tidak usah kau fikirkan." jawabnya singkat. Rukia langsung berlari menjauhi Toushiro menuju kelas. Seakan takut kepada Ki Joko Bodo, ia terus berlari dan berlari.
"Toushiro sialan. Ia tau aku ini menyukai sesama jenis tapi tatapannya, pemikirannya tetap sama. Ia seperti tak peduli. Dasar laki laki bodoh." batin Rukia selama berlari menuju kelas. Tapi lagi lagi ia menabrak seseorang.
"Aduh, kenapa setiap saat aku menabrak terus ya?" ucap Rukia dalam hati.
"Daijoubu, Rukia?" tanya seseorang yang ditabraknya.
"Aku baik baik sa-" jawaban Rukia lagi lagi terputus ketika melihat orang yang ditabraknya.
"Kenapa Rukia?" tanya orang itu.
"Ah maaf Renji-sensei. Aku tidak sengaja kok." ucap Rukia santai sambil tersenyum kecut.
"Jangan panggil aku sensei, ini disekolah. Aku bukan senseimu." jelas Renji. Namun baru ia sadari, Rukia sudah tidak berada di tempatnya. Renji hanya bersweat drop ria.
*~o0o~*
Disisi lain, Toushiro yang masih berada diatap sekolahnya hanya tersenyum. Ia berada dipinggir pagar tiang sekolah sambil menatap langit tajam.
"Tidak menyukaiku ya? Bagaimana kalau ku buat kau menyukaimu?" ucap Toushiro. Kalian tau kan kepada siapa kata kata itu ditujukan?
"Shiro-chan sedang apa disini?" tanya seorang wanita yang lebih tinggi dari Toushiro sambil melambaikan tangannya.
"Tidak ada apa apa. Hanya sedang menatap langit seperti biasa." jawab Toushiro seadanya.
"Owh, begitu ya?" ucap Momo sedikit kecewa.
"Momo, mau makan siang denganku hari ini?" tanya Toushiro.
"Ma-mau.. Arigatou Shiro-chan." jawab Momo dengan senang hati.
"Baiklah Momo, terima kasih." Ucap Toushiro dan ia berjalan meninggalkan Momo.
"Shiro-chan.." Momo membalikan tubuhnya namun ia sudah tak dapat melihat sosok Hitsugaya Toushiro itu.
TOUSHIRO POV
Aku memang tidak bias membuatnya menyukaiku, setidaknya saat ini. Ya, dengan cara apapun akan ku buat dia menyukaiku. Misi ini harus berhasil. Dengan cara inilah, aku akan melindungimu, Kuchiki.
Aku menuju ke kelas, ku lihat hal yang tidak menyenangkan. Kuchiki tengah bersama Ichigo, atau Kisu itu. Aku memang tidak 100% mengganggap Kuchiki sebagai pacarku. Kuchiki hanyalah tombak bagiku untuk menyembuhkan ibuku yang sedang sakit. Jika misi ini berhasil, aku bias melihat ibuku sehat lagi. Kami-sama, tolongah aku. Apa aku ini salah?
TO BE CONTINUED
Hiks.. Hiks.. Ruru nggak tahan nih mau serita ke kalian kalau Ruru suka banget sama ni chapter. Rukia ngira dirinya Yuri. Padahal nggak banget..!!!!
Ruru sih punya ending yang macem macem sebenarnya. Pairing yang macem macem pula. Review donk biar Ruru nggak binggung pilih endingnya. Ok?
Rukia : emang endingnya kayak gimana sih Ruru?
Ichigo : Paling paling pairing gue ma lu lagi.
Ruru : Eh, blum tentu loh.. Ada sih yang ku fikirkan ending IchiRuki. Tapi aku lebih tertarik sama ending HitsuRuki nih.
Rukia : Hah? Emang kayak gimana?
Ruru : Ada dech.. X3
Ichigo : Jah, anak kalian entar boncel tau!!!!!
Ruru : Tapi.. Tapi… Toushiro kan cute..
Ichigo : Nggak nggak.. IchiRuki aja.
Renji : Woooooooooyyyyyyyyy!!!!!! KENAPA CERITA GUE DIKIT AMAT???????
Ruru : GYYYYYYAAAAAAAA!!!!!! Renji ngamuk…. *kabur*
Hitsu : *bawa kabur Rukia*
Ruru : Hitsu.. I'm here..
Rukia : Hey hey.. kok jadi gini.
Ruru : Ech, udah. Pokoknya tolong review ya?
Rukia : Tekan tombol "Review" di bawah ini ya?
Ruru + Rukia : Dadah~
↓CLICK THIS PLEASE↓
