Hiru Kuchiki Rukia come back now.. *sok bahasa inggris lo?*
Nyahaha, gomen gomen.. Ruru kali ini sangat berterima kasih karena kalian masih amat sangat setia menanti lanjutan fict saya. Chapter 4 ini, maaf rada gaje, abis Ruru buatnya cuma dalam waktu 2 setengah jam. Sumpah deh Ruru nggak bo'onk! T^T

Promosi fict lain : Ada yang pernah usul. Kalau yang ini kan Toushiro ngejar-ngejar Rukia walau belum suka 100%. Ruru buat fict baru, kali ini sesuai permintaan, Ruru buat Rukia suki Toushiro. Tolong di baca juga ya? Walau masih chapter 1 yang belum jelas characternya, tapi Ruru butuh review. Arigatou minna. u_u

Review and review!

Thanks buat yang reviw..

Aya-na Byakkun

Mii Saginomiya gx log in

Sora Chand

The Music Box

Tsuichi Yukiko

Shizuka hio

kazuazul

Zheone Quin

Aizawa Ayumu

Namie Amalia

Bales review lewat PM aja. Gomen banget Ruru gy badmood coz compi hang.. huft.. sorry banget.. Ruru BT..

Apalagi Ruru harus belajar trus coz bntar lagu ada olympiade MTK. Sumpah, Ruru nggak mood banget!!!!!!!

Tapu tolong tetep baca and revuew ya? Review anda sangat verharga untuk mengembalikan semangat saya.

Arigatou

*~o0o~*

PEMUJAMU

Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo, Tite Kubo pembantu saya *di gampar*

Genre : Romance / Mystery

Pairing : IchiRuki, hitsuRuki, RenRuki and KaienRuki

Warning : AU, gaje, OOC, au lah pokoknya baca aja.

DON'T LIKE DON'T READ. KALO LIKE KASIH RURU DUIT!!!!!!!!!!!

*digiles*

*~o0o~*

PEMUJAMU

By : Ada Band

kali ini ku tlah jatuh ke dalam

dosa begitu besar

terlalu mencintai begitu dalam

mata itu berhasil hipnotisku

menjerat nafsu jiwa

mengurungku ke dalam keindahan

rasanya ingin malam ini

menciummu hingga lemas

rasanya ingin malam ini

memelukmu hingga terlelap

kau bagaikan simbol semesta alam

dan aku pemujamu

setiap saat bersimpuh di hadapmu

kau memegang semua kehidupanku

keluar dari cerita

menuju kedamaian yang ilahi

tuhan tolong segera sadarkan

aku dari semua

pengaruh sihir cinta mati

aku kepadanya

ku ingin ini bukanlah sekedar mimpi belaka

ku ingin, ingin mencari dosa terindah dalam diriku

*~o0o~*

Chapter 4 : "I Love You"

*~o0o~*

NORMAL POV

Ting tong teng tong

Bel istirahat berbunyi. Remua anak amak pun keluar, berhamburan keluar kelas.

"Kisu, ikut aku!" ucap Toushiro sambil menarik tangan Kisu berjalan menuju belakang sekolah. Kisu hanya cengo. Sampailah mereka ke tempat yang dituju.

"Apa?!" tanya Kisu kasar dengan suara Ichigo-nya.

"Kau harus ikut makan siang nanti. Jangan lupa?!" pinta Toushiro memaksa.

"Aku tidak mau." jawab Kisu singkat.

"Heh, ini demi Rukia. Jadi kau harus mau. Ku tunggu kau digerbang sepulang sekolah, Baka Ichigo." ucap Toushiro sambil berjalan meninggalkan Kisu. Kisu hanya terdiam mematung. Angin berhembus menerbang rambut kuncir palsunya itu.

Kisu mulai berjalan menuju kelasnya, namun langkahnya tertahan ketika melihat Kaien bersama seorang wanita sedang bermesraan. Tangannya mengepal dan ia kembali berjalan tanpa melihat wajah sang Shiba tersebut yang membuatnya muak.

*~o0o~*

01.30 PM

"Itu dia!" ucap Toushiro sambil menunjuk seseorang dengan rambut kuning dan berkepang 2 itu.

"Oh, jadi dari tadi kita menunggu cewek itu ya?" tanya seorang cowok yang berambut mirip sedikit mirip dengan Ichigo dengan tato 69 dipipinya.

"Begitulah." jawab Toushiro singkat. Kisu berhenti ketika melihat beberapa orang sedang berdiri menunggu.

"Konnichiwa Kisu-san." sapa Momo dengan senyumnya.

"Konnichiwa mo." jawab Kisu sambil membalas senyum Momo.

"Aku tidak melihat Rukia. Yang ada hanya Hitsu-pendek, Momo, Renji dan si tato 69 ini. Katanya ada hubungan dengan Rukia, tapi dimana dia?" batin Kisu sambil melirik kanan kiri.

"Mencarinya? Tenang saja dia ada kok disana." ucap Toushiro. Ia memasukan kedua tangan ke saku celananya, membalik arah dan mulai melangkahkan kakinya dan yang lain mengikuti langkah Toushiro dibelakang.

*~o0o~*

Mereka memasuki sebuah caffee yang tidak jauh dari sekolah mereka. 'BLACK CAFFEE' begitulah nama caffee yang mereka masuki. Toushiro melirik sekitar dan menemukan yang dicarinya.

"Terima kasih kau datang, Kuchiki. Ku tepati janjiku kan?" ucap Toushiro dengan nada sindiran.

*~o0o~*

FLASH BACK

Rukia memasuki kelasnya dan mengambil tasnya. Namun sebuah kertas telah terjatuh dari tasnya. Rukia memungutnya dan membukanya.

"Toushiro?" hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.

Isi surat :

To : Rukia Kuchiki
From : Toushiro Hitsugaya a.k.a pacarmu (Rukia sweat drop bacanya)

Kuchiki, aku berkata serius tentang mengajakmu makan siang. Tapi jika kau tidak mau kita hanya berdua saja, akan ku ajak Momo, Renji dan Kisu. Oh ya, Hisagi juga, dia kan seperti kakakmu sendiri. Ku harap kau menerima ajakanku, ku tunggu di 'BLACK CAFFEE' sepulang sekolah

_Toushiro_

"Apa-apaan dia?" ucap Rukia sesudah membaca surat tersebut.

*~o0o~*

Toushiro duduk disebelah kiri Rukia sedangkan Kisu disebelah kanannya. Depan Kisu adalah Renji, sebelahnya lagi Hisagi dan paling kiri adalah Momo.

"Ada apa?" tanya Rukia. Semua terdiam, hening.

"Tidak apa apa Kuchiki. Mau buat club?" tanya Toushiro. Semua cengo melihat seorang Toushiro mengadakan sebuah club.

"Boleh juga, tidak ada salahnya kan?" ucap Rukia mendukung Toushiro pertama kali.

"Kuchiki-san? Ah, tapi benar juga. Tidak ada salahnya membuat club kan?" tambah Momo.

"Ya, boleh lah." ucap Renji.

"Aku ikut saja." ucap Hisagi.

"Bagaimana denganmu Kisu?" tanya Toushiro.

"Ah? Ya boleh saja lah. Asal kalian senang." jawab Kisu dengan lembut dan senyum ceweknya. Renji tepar.

"Mau pake nama apa, Toushiro?" tanya Rukia.

"AKARI GO gimana?" usul Renji.

"Apa'an tuh Akari? Nggak enak banget. Kurain gimana?" usul Hisagi dengan tatapan mengejek kepada Renji.

"Aku memikirkan sebuah nama. Bagaimana dengan Ryuugo." usul Toushiro.

"5 naga ya? Bagus juga. Aku setuju." ucap Rukia.

"A-aku juga." ucap Momo. Akhirnya semua setuju. Nama club baru mereka adalah Ryuugo.

*~o0o~*

Rukia melihat Kaien berada didalam caffee. Kaien melirik Rukia dan seperti mengundangnya, Kaien tersenyum dan mulai berjalan.

"Gomen minna, aku mau ke kamar kecil sebentar dulu ya?" pinta Rukia dan ia langsung berlari meninggalkan 4 temannya itu.

"Kuchiki-san aneh ya?" tanya Momo. Toushiro, Kisu dan Renji hanya merenggutkan dahinya. Sedangkan Hisagi mulai menghisap rokoknya. Mereka mulai berbincang-bincang tentang club baru mereka tanpa Rukia.

*~o0o~*

RENJI POV

Namaku Renji Abarai, aku teman kecil Rukia sampai sekarang. Aku salah satu dari 3 mata mata Rukia. Aku akan melindungi Rukia. Aku melindunginya dengan menjadi guru les-nya. Walaupun tidak bisa setiap hari. Tak apa, yang jelas aku akan tetap melindunginya disekolah. Jika kalian bertanya apa aku menyukai Rukia, ku jawab ya! Aku menyukainya. Jujur, waktu SMP aku pernah menyatakan cintaku dengannya, tapi ia menolaknya. Sungguh tidak menyenangkan. Tapi tak apa, toh dia masih setia jadi temanku. Sudah cukup perkenalannya.

*~o0o~*

"Aku kebelakang dulu ya?" ucapku meringis menahan air mani yang menurutku lumayan banyak.

"Ya, jangan lama lama! Nanti kau buang air saja." ucap Hisagi sambil tertawa terbahak bahak. Yang lain ikut tertawa.

"Ya tenang saja." ucapku sambil berlari menuju kamar kecil. Masuk ke kamar kecil dan mengeluarkan beban yang ku pikul.

Aku keluar dari kamar kecil dengan perasaan lega. Tak berapa lama saat berjalan, ku lihat seseorang yang sangat familiar bagiku. Bukan satu, tapi dua orang yang sangat ku kenal berada di depan mataku. Aku bersembunyi dan mencoba melihat mereka dari jauh. Kalian tau siapa mereka? Dua orang yang sama sama memiliki rambut hitam. Ya, Rukia dan Kaien. Sakit sekali melihat mereka seperti itu.

Mataku terbelalak ketika melihat mereka, maksudku bibir mereka bersentuhan. Aku tidak bisa menerimanya. Dan sepertinya, Rukia sangat menikmatinya. Tanganku mengepal, aku ingin menghajar laki laki yang telah berani menjamah bibir Rukia. Tidak akan ku maafkan. Ku alihkan pandanganku dan melangkahkan pandanganku menuju teman teman.

*~o0o~*

NORMAL POV

"Hey, Renji! Lama sekali? Bocor ya? Hahaha." ejek Hisagi ketika melihat Renji. Renji memilih untuk diam. Dia sama sekali tidak ada mood baik untuk bicara.

"Renji, kau muram. Ada masalah?" tanya Toushiro. Renji menutup matanya dan menarik nafas sejenak lalu menghembuskannya.

"Tidak apa apa. Lagi nggak mood aja." jawabnya singkat.

"Tidak biasanya, Renji.."

"Sudahlah, tidak usah pedulikan aku." ucap Renji seraya membuka kedua matanya, menyela pembicaraan Kisu. Semuanya terdiam, hening. Tanpa suara.

*~o0o~*

"Kalian kenapa pada diem semua?" tanya seorang perempuan bermata violet itu ketika melihat teman-temannya terdiam. Ia yang baru datang binggung dengan mereka.

"Tidak apa apa kok, Rukia. Sudah puas dengan yang tadi?" sindir Renji. Rukia tak mengerti. Ia memilih untuk diam. Masih dalam posisi berdiri, Rukia memandangi teman temannya satu per satu.

"Yume no tsuzuki oikakete ita hazu nanoni magari kuneta hosoi michi hito ni tsumazuku..." hp Rukia berdering. Nada dari Yui-again pun berbunyi membuat Rukia kagok menggangkat telephone tersebut.

"Ha-halo?" ucap Rukia memulai pembicaraan. Rukia hanya diam ketika seseorang diseberang sana berbicara padanya.

"Aku tau. Iya, terima kasih. Sampai jumpa lagi." ucapnya dan ia menutup sambungan telefon-nya.

"DOR!"

Tak berapa lama suara pistol terdengar dan beberapa dekit setelahnya, Rukia terjatuh ke arah Toushiro. Ia mencoba menopang tubuh Rukia yang terbujur kaku dengan darah segar mengalir deras didadanya. Semua yang melihatnya mematung sejenak.

"RUKIA!!!" teriak Toushiro ketika melihat Rukia tak bergerak dengan mat yang masih terbuka, namun hanya terlihat putih dalamnya. Toushiro terduduk, ia menopang Rukia dalam pangkuannya.

"Kurang ajar." ucap Kisu. Ia berlari, mencari asal tembakan itu. Ditempat tak jauh dari sana, ia melihat sebuah mobil hitam dengan seseorang berada didalamnya mengenakan kacamata merah. Tiba-tiba mobil itu bergerak dengan cepat. Kisu tak dapat mengejarnya namun ia berjanji pada dirinya akan menemukan laki-laki yang telah membuat Rukia seperti itu.

Kisu kembali ke tempat dimana Rukia berada, dan Toushiro langsung memberikan Rukia pada Renji.

"Kalian jaga dia, aku ambil mobil." ucap Toushiro tergesa gesa berlari.

"Baiklah." jawab Renji singkat. Ia menggendong tubuh Rukia didepan. Badan Rukia dingin, ia pingsan.

"Shiro-chan.. Kau begitu khawatir ya dengan Kuchiki-san?" batin Momo dengan wajah muram. Ia tertunduk dan sesekali melirik Rukia.

TOUSHIRO POV

"Sial! Siapa yang menembak Rukia tadi? Kurang ajar." omel Toushiro sambil mencoba menelfon seseorang.

"Halo, Uryuu. Cepat kemari! Aku butuh mobilnya. Ya, terima kasih." ucap Toushiro. 10 menit kemudian, Uryuu datang dengan mobilnya.

"Semua masuk! Cepat." pinta Toushiro. Wajahnya gugup, terlihat berkeringat. Ia ketakutan. Semua masuk ke dalam mobil.

"Rukia, bertahanlah." ucap Kisu sambil memegangi pipi kanan Rukia.

"Ya Rukia, kau harus bisa!" ucap Renji. Semua tertunduk dan gugup.

*~o0o~*

KARAKURA HOSPITAL

Rukia yang masih tak sadarkan masuk ke ruang UGD. Semua temannya hanya bisa menunggu diruang tunggu.

"Rukia, kau harus bisa bertahan. Aku... Tunggu, kenapa aku mengkhawatirkannya sampai seperti ini?" tanya Kisu dalam hatinya. Ia amat gugup. Ia melirik Toushiro dan Renji, terlihat sama dengannya. Saat itulah Kisu sadar bahwa mereka juga menyukai orang yang mungkin masih dicintainya.

"Cih, apa aku masih menyayanginya? Rukia.. Kau benar benar penjahat. Kau buat aku seperti ini walaupun kau telah telah mencampakanku." batin Ichigo lagi. Ia melirik ke arah Toushiro dan tanpa sengaja, Toushiro juga meliriknya. Mata mereka saling bertatapan. Dan mereka saling mengecilkan pupilnya.

"Apa kau sainganku?" batin mereka berdua. Sedangkan Renji, dia memang khawatir. Namun ketika ia mengginggat kejadian didepan matanya tadi, kekhawatirannya mulai berkurang. Ia hanya bisa gigit jari. Mungkin sudah takdirnya.

Toushiro menatap ruangan yang terdapat raga seseorang yang seharusnya ia lindungi. Ia telah gagal dalam misi ini. Ia menyesal, amat sangat menyesal. Entah kenapa ia merasa sangat ingin membunuh dengan tangannya sendiri, seseorang yang melakukan hal itu pada Rukia.

"Tenang saja Shiro-chan, aku yakin Kuchiki-san itu kuat dan aku yakin Kuchiki-san akan selamat." ucap Momo menyemangati Toushiro. Ia meletakkan tangannya ke bahu Toushiro. Toushiro menatap Momo dan tersenyum. Memancarkan rasa terima kasih padanya.

Tak lama setelah itu, datang dua orang laki laki menuju kearah teman teman Rukia. Seorang berambut hitam panjang rapi dengan pakaian jas putih dan celana putih sedangkan seorang lagi berambut putih keungguan pendek dengan jas hitam dan celana hitam dengan dasi kupu-kupu.

"Tuan Byakuya." ucap Toushiro, Kisu dan Renji serempak.

"Dimana adikku?" tanya Byakuya. Ia terlihat tenang di luar, namun sesungguhnya ia sangat mencemaskan adiknya.

"Maafkan aku, Byakuya. Aku tidak bisa..."

"Aku tanya dimana adikku?" tanya Byakuya dengan nada lebih tinggi dengan menyela perkataan Toushiro.

"Dia didalam ruang UGD." jawab Renji. Byakuya memasuki ruangan itu.

*~o0o~*

SETELAH OPERASI

"Rukia," hanya kata itu yang diucapkan Byakuya ketika melihat Rukia.

"Ka-kak.." ucapan itu keluar dari mulut Rukia. Rukia mulai tersadar.

"Rukia kau tidak apa apa?" tanya Byakuya.

"Ya kakak. Tolong, ku mohon panggilkan Kisu untukku." pinta Rukia. Byakuya terlihat keberatan, namun ketika dia melihat mata adiknya. Ia tak dapat menolak lagi. Byakuya meninggalkan ruangan UGD menuju ruang tunggu. Semua menghampiri dengan perasaan H2C.

"Siapa diantara kalian yang bernama Kisu?" tanya Byakuya.

"A-aku.." ucap Kisu.

"Adikku ingin bicara denganmu." ucap Byakuya. Tanpa basa basi, Kisu masuk ke ruangan itu dan melihat Rukia yang tergeletak lemas.

"Kisu.." panggil Rukia.

"Ya, Rukia. Aku disini." balasnya. Kisu menggenggam tangan Rukia cemas. Rukia tersenyum lemas.

"Kisu, aku.. menyukaimu." ucap Rukia. Kisu alias Ichigo itu terkejut. Ia amat tak percaya Rukia mengatakan hal itu padanya yang berwujud wanita itu.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

_To Be Continued_

Hwa, selesai juga akhirnya. Ruru nggak nyangka bisa mecahin rekor Ruru bikin 1 chapter dalam waktu 2 setengah jam.

Rukia : capek ya?

Ruru : Nggak kok, tapi pegel!

Ichigo : Ku pijitin mau?

Ruru : Nggak mau.

Toushiro : Mau makan?

Ruru : Nggak mau.

Renji : Haus?

Ruru : Nggak.

Kaien : Trus?

Ruru : Pengen istirahat. Ruru butuh review.

Rukia : Review?

Ichigo : Oh pengen review. Baiklah, atas nama cowok paling keren didunia. Saya mohon reviewnya.

Rukia : sok yes banget lo?

Toushiro : Atas nama cowok ter..

Ichigo : boncel didunia.

Toushiro : Apa?

Renji : Kelamaan! Atas nama cowok paling ganteng and paling dinanti-nanti. Mohon reviewnya!

Toushiro : Hey, jangan menyela! Atas nama cowok paling disukai para wanita, review!

Rukia : Btw, Renji semangat banget.

Renji : Iye, karakterku lumayan banyak di chapter ini. Hahahaha

Ruru : Hah terserah kalian saja. *pingsan*

Rukia : Gya~ Sudah sudah. Atas nama chappy...

Ichigo + Renji + Toushiro : REVIEW PLEASE!

Rukia : KOK DISELA!!!

CLICK HERE PLEASE ↓