Fiuh nih chapter selesai juga. walaupun ceritanya tetep aja Gaje
oh iye gw namain emaknya Souji tuh Sakiko gara-gara gw gak dapet profil tentang keluarganya Souji yo wes gw ngarang aja(digebukin Fans Souji)
So Please enjoy this chapter
Chapter 3:New life In Port Island
April/1/2012 Tokyo station 11:45 A.M
"Aku berangkat dulu ya bu" kata Souji sambil naik ke kereta.
"Jaga kesehatan ya nak kalau ada apa-apa telepon ibu ya nak"
"Ya, ibu juga jaga kesehatan di amerika dan titip salam buat ayah"
"baiklah, sampai jumpa Souji-kun" kata Sakiko sedih harus berpisah dengan anaknya lagi
"Sampai jumpa bu"balas Souji
Akhirnya pintu kereta tertutup dan kereta mulai berjalan. Sambil melihat ibunya yang akhirnya menghilang di balik kerumuan orang, ia berpikir"mungkin ini awal petualanganku, seperti yang dikatakan igor, ya sudahlah" sambil mencari tempat duduk dan menaruh barang bawaannya. "ngomong-ngomong pria berambut biru itu siapa ya? Kenapa ia bisa ada di mimpiku?"Souji berpikir lagi. Tiba-tiba dia merasa mengantuk dan akhirnya tertidur pulas. Akhirnya dia muncul di Velvet Room lagi.
"Welcome to Velvet room"kata Margaret
"Tenang aku kau sebenarnya tertidur lelap di dunia nyata. Aku memanggilmu lewat mimpimu" seperti biasa kata-kata Igor kalau memanggil Souji di mimpi.
"Jadi ada masalah apa, sampai aku dipanggil lagi?" tanya Souji
"baiklah, akan ku jelaskan karena petualangan yang akan kamu jalani baru jadi semua arcana yang sudah sampai Rank 10 kembali menjadi 0"jawab Igor
"hah? Kalau begitu hubunganku dengan teman-temanku seperti Yosuke kembali menjadi 0? Seru Souji
"Oh, tidak-tidak itu berbeda anakku, hubunganmu dengan teman-temanmu yang dulu tetap tak bisa dirusak".
"huh,untunglah".
"Souji apa kau memerlukan persona Compendium Bookmu" tanya Margaret
"ya, bisa aku mengambil Kohryu,Seth dan Helel?"
"Tentu saja"jawab Margaret sambil membuka Compendium Book Souji dan muncul 3 buah kartu tarot yang melayang lalu menghilang menjadi serpihan cahaya yang langsung memasuki tubuh Souji.
"Baiklah, sampai bertemu lagi" kata Igor dan pandangan Souji menjadi kabur dan akhirnya Velvet Room menghilang dari pandangan.
"Perhatian-Perhatian 5 menit lagi kereta jurusan Tokyo-Port Island akan segera sampai di Iwatodai station, harap para penumpang bersiap-siap dengan barang bawaannya" terdengar suara petugas informasi dari dalam kereta.
"Hah? Sudah mau sampai ya?"pikir Souji yang baru bangun. Sembari menyiapkan barang bawaannya iya melihat peta untuk melihat lokasi Iwatodai Dorm. Setelah sampai di Iwatodai Station tak sengaja ia melihat jam yang terpajang di dinding.
"hm,sudah jam 5 ya, lumayan jauh juga"
Souji melihat petanya kembali. Dipeta tersebut harus pergi ke arah baratlaut iwatodai station. Akhrinya Souji berangkat ke asramanya tersebut."Duak" tak sengaja Souji menabrak seseorang di tengah jalan.
"ugh,maafkaan aku" kata seorang gadis yang menabraknya tadi
"Tidak, aku yang salah tidak memperhatilan jalan jadi maafkan aku"Souji pun malah ikut meminta maaf.
"yah tidak apa-apa. memang kita berdua yang salah tidak memperhatikan jalan"kata gadis berambut pirang tersebut.
"ah iya, boleh aku bertanya?"
"bertanya tentang apa"
"apa kau tau dimana Iwatodai dorm? Aku sedikit bingung dengan petunjuk di peta ini"
"oh, kau anak baru ituya? Kenalkan aku Aigis, aku juga tinggal disana kok"kata gadis bernama Aigis itu
"oh syukurlah, kenalkan aku Seta Souji, salam kenal"Balas Souji sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan
"salam kenal" sahut Aigis yang langsung menjabat tangan Souji.
Mereka berdua ngobrol sambil berjalan menuju Dorm, tapi entah kenapa Souji merasa ia pernah bertemu Aigis sebelumnya, dan sepertinya Aigis terlalu perhatian kepada Souji padahal mereka baru pertama kali bertemu.
"nah, disinilah Iwatodai Dorm"Aigis menunjuk sebuah gedung yang bisa dibilang mewah dari pada dibilang sebuah asrama"aku harap kamu menyukainya"
"ya, aku pikir aku dapat menyukainya" balas Souji ramah.
"Baiklah ayo kita masuk"ajak Aigis yang beranjak masuk diikuti Souji
"ah, kau pulang Aigis, dan kau pasti Seta Souji benar?" tanya wanita beranbut merah yang poninya menutupi mata kirinya, Souji menganguk
"Namaku Kirijo Mitsuru, Pria berambut putih itu bernama Sanada Akihiko"jawab Mitsuru
"Hai"balas akihiko
"salam kenal"
"Wanita berambut coklat dan pria bertopi itu Takeba Yukari dan Iori Junpei"lanjur Mitsuru
"Salam kenal" jawab Yukari
"hey yo" lanjut Junpei
"salam kenal aku Seta Souji"
"salam macam apa itu stupei?"
"ya salam GAHOLE gitu" jawab Junpei seenak udel
"aku tak pernah tau ada salam seperti itu?" kata Yukari sewot
"berarti kau tak Gaul yuka-tan"
"yeah, whatever"
"mereka mirip sekali dengan Yosuke dan Chie" pikir Souji
"baiklah kita lanjutkan ini Yamagishi Fuuka" lanjut Mitsuru sambil memperkenalkan Fuuka
"salam kenal, aku Yamagishi Fuuka" kata Fuuka
"aku Seta Souji"
"dan yang ini Amada Ken"kata Mitsuru sambil memperkenalkan seorang anak SMP berambut coklat susu
"Hai, aku Ken" sahut Ken
"Aku Seta Souji"
"yang wanita berambut hitam itu bernama Metis"
"Senang bertemu denganmu"sahut metis
"dan anjing ini bernama Koromaru"
"ARK!" Koromaru menggong-gong
"baiklah ini kunci kamarmu semoga kau menyukai tempat ini" kata Mitsuru
"semuanya mohon bantuannya"kata Souji sambil menunduk hormat
"ah tidak perlu seformal itu, Aigis tolong kamu antarkan Seta ke kamarnya" kata Mitsuru
"dimengerti"jawab Aigis
"oh iya tambahaan Aigis dan Metis itu gynoid" tambah mitsuru
"oh ya…HAH! Apa yang mitsuru-san bilang" kata Souji shook
"Aku ini robot Souji-san"jawab Aigis menjelaskan.
"tapi Aigis persisi sekali dengan manusia, apa lagi cara bicaranya persis dengan manusia 100% .Metis juga!"
"itu karena aku diajari bagaimana menjadi manusia oleh seseorang tapi…." Aigis terdiam semua yang ada disitu ikut terdiam
"tapi kenapa?"
"tapi ia sudah meninggal.."
"oh maafkan aku telah bertanya seperti itu, aku juga turut berduka"
"tidak,tidak apa-apa kok Souji-san lagi pula itu sudah lama terjadi, ayo kuantarkan kekamarmu" kata Aigis yang kembali ceria. Souji menganguk,Akhirnya Aigis menuntun Souji kekamarnya yang berada di ujung lantai 2
"nah ini dia kamarmu,mudah diingatkan? Sebelah kanan ini kamar akihiko-san kalau ada apa-apa panggil saja dia".Jelas Aigis.
"kalau begitu kamar yang sebelah didepan kamarku ini kamar siapa"tanya Souji
"kamar itu kamar kosong, dulu itu kamar seseorang yang aku ceritakan tadi"
"aku mengerti".
"baiklah, sampai bertemu besok Souji-san"kata Aigis
"sampai jumpa besok"
Dark Hour.
Command Room
Anggota SEES sedang berkumpul di untuk mendiskusikan sesuatu.
"apakah tidak apa-apa membiarkan anak itu tinggal disini?"tanya yukari
"tidak apa, aku rasa dia juga tidak tau tentang Dark Hour" jawab mitsuru tenang
"baiklah, apa kita akan ke Tartarus sekarang?"tanya Akihiko
"Tentu saja dong," kata Junpei kelewat semangat.
"baiklah, Aigis kamu sebagai ketuanya"kata Mitsuru
"aku akan melakukan yang terbaik"jawab Aigis
Souji Room
"ugh, aku kebelet."souji terbangun dari tidurnya
"hm? Oh sudah berubah ya? Ya sudahlah"kata souji sambil keluar kamar menuju toilet pria yang berada di lantai 1. Setelah menunaikan ibadah sucinya ia kembali kekamarnya lagi. Tapi ditengah tangga menuju lantai 2 ia melihat anggota SEES turun dan shook melihat Souji yang sedang berdiri di tengah tangga.
"Souji-kun kau bagaimana kau bisa disini?"tanya Fuuka
"Hm? aku cuma baru dari toilet. Memang aneh ya?"jawab Souji heran
"Ti-tidak aneh kok" langsung Yukari menjawab
"loh! Itu pistolkan? Kenapa kalian bawa-bawa pistol!"Tanya Souji kaget melihat orang-orang didepannya membawa evoker
"ah tidak kenapa-napa kok,lagi pula ini Cuma mainan, eheheh? Jawab Junpei gugup
"lalu kalian mau kemana kok rapih sekali?"
"Sudahlah Seta lebih baik kamu tidur, besok kau harus bangun pagi " perintah mitsuru
"baiklah"kata Souji nurut.
"mereka aneh sekali. Buat apa mereka serapih itu lagi pula aku curiga dengan pistol yang dibawa mereka"pikir souji masih merasa akhirnya masuk kekamarnya dan tidur
Sementara itu
"apa jangan-jangan ia berpotensi?" tanya Yukari
"tapi aku merasa ia memiliki kekuatan yang sangat besar" sahut Fuuka.
" hm.. kita lihat saja, lebih baik kita batalkan saja rencana kita hari ini" seru Mitsuru
"Kenapa? Padahal aku sudah bersemangat" tanya junpei kecewa.
"kalau kita pergi bisa-bisa ia bisa curiga stupei" jawab Yukari kesal.
"baiklah ayo kita kembali kekamar masing-masing" Kata Mitsuru
April/2/2012. Early Morning
Souji sudah siap dengan memakai seragam gekkoukannya yang seperti biasa jaketnya tidak dikancing."knock,knock" terdengar suara pintunya di ketok oleh sese orang
"ini aku Aigis, boleh kou buka pintunya?"
"ya tunggu sebentar akan aku buka"kata souji sambil membuka pintu kamarnya
"pagi, apa kau sudah siap?"tanya Aigis
"ya, aku sudah siap, apa kau juga sekolah disana Aigis?"
"tidak, aku sudah lulus. Sekarang aku hanya membantu mengurus dorm"
"oh, begitu, baiklah ada urusan apa datang kekamarku? Tanya Souji
"aku bertugas mengantarmu ke Gekkoukan high" jawab Aigis
"baiklah, mohon bantuannya"
"tidak perlu seperti itu ini sudah tugasku,ayo kita berangkat" balas Aigis
Mereka berdua berangkat dan sepanjang perjalanan mereka berdua terus ngobrol.
"entah mengapa kamu mirip sekali dengannya Souji-san" kata Aigis
"mirip?mirip dengan siapa?"tanya Souji
"dengan seseorang yang aku kenal dulu"
"hm. aku juga merasa aneh, waktu pertama kali kita bertemu aku merasa sudah mengenalmu, padahal kita baru pertama kali bertemu" jelas Souji
"aneh ya? "balas Aigis
Mereka akhirnya terdiam dan aegis mulai berbicara lagi
"Souji-san boleh aku memanggilmu Souji-kun?"
"tentu saja boleh"
"terima kasih Souji-kun"
Mereka mulai berbicara lagi sampai akhirnya mereka sampai di gerbang sekolah
"baiklah sampai disini saja aku mengantarmu, oh iya jalan pulang sama saja dengan jalan menuju kemari jangan sampai lupa Souji-kun"
"terima kasih banyak Aigis-san" balas Souji
"baiklah aku pulang dulu semoga harimu menyenangkan,"kata Aigis sambil berbalik dan pulang ke dorm
Souji pun memasuki sekolah dan langsung melihat pengumuman dimana kelasnya dan ia menemukan namanya di kelas 12F yang wali kelasnya (?)."Edogawa? guru yang pernah mengajariku waktu school trip musim panas tahun lalu ya?"pikir Souji
"hey, kau anak baru ya?"terdengar suara dari arah belakangnya
"ya, ada perlu apa?"tanya Souji kepada laki-laki yang memangilnya tadi, anak itu berambut hitam lurus dan memakai kacamata yang terlihat baik.
"tidak, aku hanya mau mengajakmu ke aula bersama. Apa kau mau?" tanya pria itu
"ya baiklah" terima Souji
"Namaku Nezuma Tatsuya aku juga di kelas 12F salam kenal"kata Tatsuya
"aku Seta Souji salam kenal"balas Souji
Mereka segera menuju aula sambil mengobrol, setelah sampai mereka mendengarkan pidato oleh kepala sekolah dan dilanjutkan oleh pidato oleh Mitsuru.
"loh? Mitsuru-san kok ikut pidato di podium?" tanya Souji ke Tatsuya.
"kau mengenalnya Souji?"Tatsuya malah bertanya balik
"ya, dia tinggal 1 asrama denganku"
"oh ya? Aku dengar dia tiba-tiba kembali dari kuliahnya di luar negeri sekitar seminggu yang lalu, entah apa sebabnya"
"ternyata dia baru saja pulang dari luar negeri toh"
"dia juga yang mempunyai sekolah ini karena sekolah ini didirikan oleh Kirijo group yang sekarang dimilikinya sebagai warisan ayahnya yang sudah meninggal" jelas Tatsuya.
"dia mengurusi perusahaan besar itu padahal umurnya masih 20 tahun, pasti berat sekali" kata Souji
"kau bicara apa? Buktinya dia masih segar bugar gitu"
"yasudahlah pidatonya juga sudah selesai,ayo kita kekelas"ajak Souji
Morning, Class Room
"Halo murid-murid namaku aku mengajar tentang sejarah-sejarah mythology, ehehehe, kita mulai dari animism, animism adalah kepercayaan mengenai roh leluhur"Mr. Edogawa menjelaskan
After school
"Tatsuya apa kau mau ke Hakegakure?" ajak Souji
"ah maaf Souji aku tak bisa kalau hari ini, ada urusan jadi lain kali saja ya" jawab Tatsuya yang menolak ajakan Souji.
"baiklah, aku pulang duluya" kata Souji
"sampai bertemu besok" balas Tatsuya.
Evening
"Aku pulang"kata Souji
"selamat datang Souji-kun, bagaimana hari pertamamu"Sambut Aigis ramah,
"baik, tidak ada masalah apapun". Jawab Souji
"syukurlah kau baik-baik saja"sambil membersihkan sebuah foto.
"Aigis-san boleh aku lihat foto itu" tanya Souji
"tentu saja"sambul menyerahkan Foto itu ke Souji
Souji merasa sepeti pernah melihat pemuda yang berada disebelah kanan Foto.
"o-orang ini…"
"kau kenapa Souji-kun?" Aigis bertanya ke Souji
"orang ini mirip seperti yang ada dalam mimpiku" kata souji dengan suara kecil
" apa? Kamu bicara apa?"
"ah, tidak apa-apa kok, boleh aku tau siapa pemuda berambit biru ini?"
"Itu orang yang selalu kuceritakaan " jawab Aigis yang tiba-tiba berubah murung
"Boleh aku tau siapa namanya?" kata Souji yang tidak menyadari kalau ada yang salah
"namanya…. Arisato Minato" jawab Aigis yang tampaknya sedih..
Oke.. segini dulu cerita Gaje Milik Author idiot bin oon ini.
Dan entah kenapa perasaan gw bilang kalo gw nulis nih cerita jadi SoujixAigis.
Tapi kejadian atau enggak author juga kurang tau soalnya Souji masih punya Yukiko si ehehehhe.. jadi mohon di Review ya…(author digebukin Fans P3&P4)
