Disclaimer: Ada yang Review katanya cerita ini statusnya Complete padahal belom tamat, oke Author endak tau karena masih pemula(Dijumroh)
Oke-oke Author lagi malas berbacot ria jadi please Enjoy this fic oke?(DIinjek-injek)
Chapter 5: A New Arcana
April/3/2012 Early Morning
Souji masih kepikiran tentang hal yang terjadi semalam,tentang menara aneh dan kemunculan The Reaper, persona-user selain teman-temannya di Inaba,dan yang menjadi misteri dipikirannya adalah seseorang yang sering datang di mimpinya yang bernama Arisato Minato.
"Knock,knock" pintu kamarnya diketok seseorang."Ini aku Mitsuru, ada yang harus aku beritahukan padamu." kata Mitsuru dari arah pintu.
"Tunggu sebentar." jawab Souji sambil membukakan pintu kamarnya. Setelah ia membukakan pintu Mitsuru sedang berdiri didepannya.
"Nanti malam, datanglah kelantai empat di command room, ada yang harus kita bicarakan kau mengerti?" tanya Mitsuru dengan padat,cepat dan jelas
"Baiklah ,aku mengerti."
"Kalau begitu segera kau siap-siap berangkat."kata Mitsuru yang berjalan menjauh dari kamar Souji
"Ya, aku juga akan segera berangkat." Balas Souji yang segera mengambil tasnya dan mengunci pintu kamarnya. Setelah sampai di Lounge tiba-tiba tangan Souji ditarik seseorang ke…Ehm..kamar mandi cewek(?). Kaget karena tiba-tiba ia ditarik, ditambah lagi ia masuk kamar mandi cewek. Ia melihat orang yang telah menariknya dan ternyata Aigis.
"A-a-a Aigis-san, A-a-apa yang kau lakukan!" kata Souji terbata-bata karena malu masuk kamar mandi cewek(tau malu juga lu?-Digebukin Souji)
"Ada yang ingin kutanyakan padamu Souji-kun." kata Aigis
"Tapi tidak perlu disini juga kan?"sayangnya Aigis tidak menghiraukannya
"Apa kau bertemu dengan seseorang yang bernama Igor dan Elizabeth?"
Souji shock gara-gara ditanya pertanyaan macam itu."Aigis-san tau darimana tentang Igor!"
"Aku dulu juga memiliki Wild card power atau bisa dibilang Multi Persona-user" jelas Aigis
"Oh, begitu"Souji akhirnya paham kenapa Aigis bisa tau tentang I"Kalau Igor aku tau tapi kalau orang yang bernama Elizabeth aku tidak pernah melihatnya di Velvet Room. Memang ada apa?"
"Emm.. apa dia pernah mengatakan tentang seseorang?"
"Seseorang"jawab Souji bingung
"Ah..tidak, tidak apa-apa. Tak usak kau pikirkan."
"Dia memang pernah bilang kalau aku akan dibantu oleh seseorang yang telah lama hilang, tapi aku tidak tau siapa itu"
"Begitu ya.. Terima kasih kalau begitu Souji kun." Kata Aigis sambil tersenyum kepada Souji lalu keluar dari kamar mandi.
'…Aneh' pikir Souji yang langsung keluar dari kamar mandi cewek yang lupa kalau dia berada di kamar mandi cewek.
"Kau sedang apa didalam situ Souji,hm?hm?" Si Stupei A.K.A Junpei yang tepat berada di depan pintu sedang menunggu Souji sambil senyum-senyum kayak banci.(Author digebukin Junpei)
"Eh,e-e-eng-enggak ngapa-ngapain kok. Ta-ta-tadi aku…."Souji terbata-bata saking takutnya.
"Alah, ayolah beritahu aku apa yang kau lakukan didalam" kata Junpei sambil merangkul Souji sambil deketin biibirnya pipinya yang kayak mo nyium. Jelas aja Souji Sweatdropped saking ngerinya.
"O-oi jangan disini dong ah! kan eke malu" kata Souji dengan logat banci, apa banci beneran yak?(Digebuki Souji, Izanagi And Fans).yang tadi gak beneran, kalo beneran entar Author nangis-nangis saking ngakaknya.(Ditebas Souji) oke,oke serius mode:on
"Enggak! gw gak ngapa-ngapain di dalem situ, tadi gw ditarik sama orang."jelas Souji
"Orang itu sapa?" tanya si Junpei penasaran
"Enggak, bukan siapa-siapa." omongan Souji mulai ngawur
"Aigis ya? Tenang saja gw gak bakalan ngadu sama Mitsuru-senpai." Kata Junpei tiba-tiba
"Makasih ya Junpei-senpai"
"Tapi bayar 10.000 yen yak"
"Bujud, mahal amat!" Souji shock dimintain uang segitu
"Kagaklah,tapi yang kamu omongin apaan?"
"Eng-enggak kok gak penting-penting amat, sudah yak aku berangkat"Souji langsung kabur sebelum ditanya macem-macem
After School
"Oi, Souji" panggil Tatsuya yang memanggilnya dari belakang.
"Hm? Ada apa?"tanya Souji
"Kau mau ke Chagall Café yang ada di Paulina Mall?"ajak Tatsuya
"Hmm.. boleh juga ayo."kata Souji yang menerima ajakan Tatsuya
Dorm
Seperti biasa Aigis dan Metis ditambah Koromaru sedang membersihkan dorm. "Huft,selesai juga capek banget bersihin nih Dorm,kenapa kita sih yang harus bersihin Dorm?" keluh Metis yang lagi bete berat
"Yah, kalau siang harikan kita tidak ada kerjaan lain kan? Lebih baik kita yang beres-beres Dorm" kata Aigis yang sepertinya juga kelelahan tapi bisa menahan emosinya.
"Arf,Arf" Koromaru menggonggong yang sepertinya mengatakan sesuatu.
"Kamu juga sangat membantu Koromaru, terima kasih ya." Aigis mengucapkan terima kasih sambil mengelus kepala Koromaru.
"Kalau begitu aku mau beli bahan makanan dulu ke supermarket, kakak mau nitip apa?" tanya Metis yang sudah di depan pintu dengan pakaian manusia jelas.
"Tidak usah, kau pergi saja"
"Kalau begitu aku pergi dulu"
Tiba-tiba Aigis merasa sangat mengantuk entah mengapa, dan langsung tertidur pulas. Begitu ia membuka matanya ia melihat pemandangan asing yang belum pernah dilihatnya.
"Welcome to Velvet Room." kata suara yang sangat di kenalinya
"Huh? Igor? Kaukah itu?"tanya Aigis
"Tentu saja ini aku Aigis" jawab Igor si nenek sihir(Digebuk Igor),disampingnya duduk seorang wanita dengan rambut putih pendek yang sangat dikenalinya"Hello Aigis, senang bertemu denganmu lagi." kata wanita itu
"Elizabeth, kenapa aku ada disini lagi?" Aigis bertanya lagi
"Pertanyaan bagus, kau orang kedua yang datang kembali kesini setelah menyelesaikan petualangan yang telah kau jalani" jelas Igor Bertele-tele(Digebuk Igor lagi)
"Kalau begitu kenapa aku dipanggil kesini lagi?"
"Kau akan membantu seseorang yang juga menggunakan Wild Card power. karena itu juga bagian dari petualanganmu sekarang."kata Elizabeth menjelaskan.
"Maksudmu,seseorang yang menggunakan Wild Card Power adalah…"
Paulina Mall, Chagall Cafe
"Jadi kau juga di pindahkan kesini karena pekerjaan orangtuamu ya" kata Tatsuya sambil meminum Cappucino miliknya.
"Begitulah, kalau begitu kau tinggal di Tatsumi Hall ya?" tanya Souji yang entah kenapa merasa di perhatikan oleh wanita-wanita yang ada di cafe itu.'Mungkin ini efek dari Pheromone Coffe ya? Atau emang gw ganteng?'(Dilempar sepatu sama Author-Author digebukin Fans Souji)
"Tidak, aku tinggal sama pamanku disini, ia seorang detektif"
"Sama seperti ku dulu sewaktu tinggal di Inaba"
"Hm? kau juga ternyata. Aneh ya nasibmu sama dengan ku,oh sudah jam setengah lima aku pulang dulu. Ada Les musik." kataTatsuya sambil melihat Arlojinya dan berdiri
"Baiklah, aku juga harus pulang" Souji juga Ikut berdiri dan mereka berjalan sampai kedepan pintu café.
"Kalau begitu sampai ketemu besok" kata Tatsuya
"Ya sampai ketemu besok" balas Souji. Tiba-tiba ia mendengar suara kaca pecah dan mulai terdengar suara 'Thou art i… and I am Thou.. Thou hast established a new bond.. It brings thee closer to the truth behind thruths.. Thou shalt be blessed when creating personas of the Magician Arcana..' Souji bengong "Jadi Tatsuya yang menjadi Magician Arcana. Kukira Junpei-senpai yang jadi Magician Arcana." Kata Souji sambil melamun
"Kau kenapa Souji?" kata Tatsuya yangmelihat keanehan di muka Souji
"Tidak kenapa-napa, cuman lagi mikir aja."
"Kalau begitu aku pergi dulu,sampai ketemu besok." kata Tatsuya yang berjalan menjauhi Souji
"Sampai ketemu besok." balas Souji. Ia mulai melihat-lihat seisi Paulina Mall, Mulai dari Jewerly Shop,Antique Shop,Police Station sampai ia menemukan lorong aneh di sebelah tangga menuju tempat Karoke. Ia terkejut melihat sebuah pintu yang sangat Familiar. Tanpa banyak joget Souji langsung mendekati pintu itu dan membukanya dengan Velvet key.
Velvet Room
Begitu ia memasuki Velvet Room ada yang aneh dengan posisinya yang biasa. Kali ini ia tidak duduk langsung menghadap Igor, melainkan menghadap Bar minuman keras.
"Ah..Kau datang juga anakku." kata Igor menyambut Souji
"heh? Kok arah dudukku gak seperti biasanya?"
"Souji-kun..?" kata suara yang memanggilnya
"….Aigis-san? Sedang apa disini?" kata Souji terkejut
"Aku juga tak tahu, tiba-tiba aku ada disini"
"Dia akan membantumu untuk menyelesaikan petualanganmu Souji"kata Margaret dan membuat Aigis terkejut.
"Anda sejak kapan ada disitu? Setauku tadi anda tidak ada." Tanya Aigis
"Sebenarnya wakil di Velvet Room ada banyak, tergantung seperti apa pengunjung yang datang ke Velvet Room dan mereka juga pemegang Compendium Book milik pengunjung tersebut" jelas Elizabeth yang juga membuat Souji terkejut
"Jadi begitu.. pantas saja aku tak pernah melihat mu.." kata Souji kepada Elizabeth
"Aku Elizabeth pemegang Compendium Book milik Aigis"kata Elizabeth
"Kalau begitu kau memanggilku kesini juga karena masalah Compendium book?"
"Ya benar, aku minta maaf karena terakhir kali kamu kesini aku belum menyerahkan Compendium Bookmu" kata Igor
"Kalau begitu bagaimana dengan isi Compendium bookku?" tanya Aigis
"Jauh dari lengkap, tapi kau juga bisa mengumpulkannya kalau mau" kata Elizabeth
"Baiklah kalau begitu, sampai bertemu beretmu lagi." kata Igor ke Aigis yang tiba-tiba langsung menghilang.
"Jadi.. Aigis mendapat Wild Card Power kalau begitu?"tanya Souji
"Yah, setidaknya dia akan membantumu jugakan" jawab Igor
"Yah, sepertinya aku juga harus pergi, kalau begitu sampai nanti" kata Souji
"Yeah, sampai kita bertemu lagi" balas Igor
Evening, Dorm, Command Room
"Kami telah menunggumu" sambut Mitsuru ketika Souji membuka pintu,terlihat semua Anggota SEES telah berkumpul
"Hm? Memang apa yang ingin kalian bicarakan" tanya Souji dengan tampang sok coolnya(Digebukin Souji)
"Sebelum itu kau duduklah dulu" kata Junpei yang tumben tau sopan santun(Dibacok Junpei),Souji mengangguk dan langsung duduk disofa sebelah Akihiko.
"Boleh aku bertanya? Sejak kapan kau bisa menggunakan persona?" tanya Mitsuru tanpa banyak bacot
"Hm, sekitar 1 tahun lalu ketika aku datang ke Inaba"
"Apa di Inaba ada Shadow sehingga kau bisa menggunakan persona?" Mitsuru bertanya lagi
"Di Inaba tidak ada Shadow, hanya saja ada di dalamTV" jawab Souji yang membuat anggota SEES bingung mendengar jawaban Souji
"Di dalam TV ada Shadow? Memangnya gimana caranya kau masuk kesana?" Junpei bertanya saking bingungnya. Souji akhirnya berdiri lalu mendekati TV besar yang ada disitu(taukan yang biasanya buat ngintai gitu) dan meletakan tangannya di layar tersebut. Tiba-tiba layar itu membuat gelombang yang berwarna putih dan tangan Souji masuk kedalam TV besar itu. Anggota SEES Shock melihat kejadian aneh bin ajaib, saking kagetnya si Junpei kencing di celana(Digebukin junpei lagi)
"Bagaimana caranya kamu mendapat kekuatan macam itu Souji-kun." tanya Fuuka yang dari tadi kebingungan
"Aku mendapatkannya dari seorang tukang bensin." jawab Souji sambil bengong sambil mangap-mangap kayak kayak ikan Koi(Di Ziodyne ama Izanagi) mengenang kejadian entah bisa dibilang ajaib.
"Tukang bensin punya kekuatan macam itu?" tanya Junpei yang tambah bingung."Dia aslinya bukan tukang bensin biasa, aslinya dia tuh seorang dewi yang bernama Izanami"
"Izanami? Bukannya itu nama Dewi jepang yang terkurung di Yomi?" tanya Ken yang sepertinya baru belajar tentang begituan
"Begitulah, dan sepertinya dia punya dendam terhadapku karena Personaku Izanagi" Souji menjawab sambil lalu
"Menurut mitologi memang Izanami mempunyai dendam terhadap Izanagi karena meninggalkannya di Yomi" kata Fuuka menjelaskan
"Maka dari itu dia mencoba membunuhku dan juga teman-temanku, apalagi ia berniat ingin menenggelamkan dunia dalam kabut dan mengubah manusia menjadi Shadow "
"Pantas saja Desember lalu Inaba terselimuti kabut aneh yang katanya membawa penyakit" kata Yukari
"Yah begitulah, jadi beritanya sudah menyebar luas ya?" kata Souji
"Apakah itu ulah dari Izanami?" tanya Aigis penasaran
"Mungkin bisa dibilang begitu, tapi bukan dia yang melakukannya" jawab Souji
"Apa yang kau lakukan disana hingga mendapat persona?" tanya Akihiko
"Kalian pernah mendengar pembunuhan berantai yang ada di Inaba" tanya Souji kepada anggota SEES, yang di respon dengan anggukan dari mereka semua
"Aku dan teman-temanku menyelidiki tentang pembunuhan berantai itu, dan biasanya korban-korbannya muncul di acara yang disebut Midnight Channel" jelas Souji
"Jadi teman-temanmu juga Persona-user"tanya Metis
"Tentu saja,persona mereka aku aktifkan dengan mengalahkan Shadow mereka"
"Ternyata benar yang dikatakan Metis, Persona dan Shadow itu sama tapi hanya berbeda nama dan kegunaan,dan Shadow bisa berubah menjadi Persona jika kita bisa mengendalikannya" kata Fuuka
"Jadi kalian langsung mendapat Persona kalian sendiri tanpa harus berhadapan dengan Shadow kalian!" Tanya Souji tak percaya
"Kau sendiri bagaimana? Bukankah Personamu aktif dengan sendirinya?" tanya Junpei
"Itu karena Personaku di aktifkan oleh Izanami buka dari diriku sendiri" jawab Souji" Hey, dari tadi kalian terus yang bertanya kapan giliranku bertanya?"
"Baiklah apa yang ingin kau tanyakan?" kata Mitsuru yang langsung memberikan kesempatan kepada Souji
"Sepertinya kalian tau tentang keanehan seperti tadi malam, sebenarnya apa yang terjadi?"
"Hm, kalau begitu apa kau percaya waktu dalam sehari lebih dari duapuluh empat jam?"tanya Mitsuru yang seperti biasa,jelas,padat dan cepat
"Maaf? Maksud lebih dari duapuluh empat jam?
"Hmhm.. aku tak heran kalau kau bingung seperti itu." jawab Mitsuru yang sepertinya sudah terbiasa
"Itu adalah jam tersembunyi diantara hari ini dan besok yang disebut Dark Hour"jelas Aigis
"Kalau begitu kenapa semua orang tidak menyadari tentang Dark hour?"Souji bertanya lagi
"Mereka sedang tidur di petinya masing-masing" jelas Akihiko
"Begitu ya" kata Souji yang teringat kejadian dirumahnya 2 minggu yang lalu "Tapi mengapa kita tidak berubah menjadi peti?"
"Sebenarnya dua keriteria yang dapat merasakan Dark hour, memiliki potensi dan tidak memiliki potensi" jelas Mitsuru
"Orang-orang yang berpotensi adalah orang-orang seperti kita yang memiliki Persona. Orang-orang yang tidak berpotensi adalah orang-orang yang tidak memiliki Persona tapi terpanggil ke Dark Hour akibat terpanggil oleh Shdaow, biasanya orang-orang seperti itu akan berubah menjadi Shadow atau pikiran mereka akan dimakan oleh Shadow-shadow tersebut sehingga mereka seperti zombie,dan itu di sebut Apathy syndrome." jelas Fuuka, Souji hanya bisa diam mendengarkan penjelasan itu
"Kalau begitu kenapa Dark Hour bisa kembali ada, aku tak pernah merasakan adanya Dark Hour sebelum ini" Souji bertanya lagi
"Kami sendiri juga tidak tau, seharusnya Dark Hour sudah menghilang 2 tahun yang lalu setelah pengorbanan seorang teman kami" jawab Mitsuru yang tiba-tiba murung diikuti semua orang yang ada disitu kecuali Souji
"Jadi, Minato mengorbankan dirinya sendiri ya." kata Souji yang entah mengapa tiba-tiba berkata seperti itu
"Darimana kau tau kalau itu Minato?" tanya Yukari kaget tapi Aigis hanya diam saja
"Entahlah.. hanya saja aku merasa mengenalnya" jawab Souji yang sekarang malah bengong
"Baiklah kalau begitu ada yang ingin kutanyakan padamu, apa kau mau membantu kami memecahkan misteri ini Seta?" tanya Mitsuru
"Baiklah, aku terima. Aku akan membantu kalian"
"Lebih cepat dari yang kuduga, kukira kau akan meminta waktu untuk berpikir" kata Akihiko terlihat senang
"Kalau begitu, Fuuka tolong berikan Evoker kepada Seta" kata Mitsuru dengan nada memerintah yang membuat Yukari sedikit kesal. Dengan sigap Fuuka membawa kotak putih lalu membukanya dihadapan Souji yang membuat Souji terkejut.
"Kalian memintaku melawan Shadow dengan menggunakan Pistol?" Souji terkejut lalu mengambil pistol yang bentuknya bisa dibilang Unik
"Yah bisa dibilang memang alat untuk melawan Shadow , tapi tidak untuk menembak mereka" kata Kambing menjelaskan yang entah kenapa hari ini jadi pinter(Dicekek Junpei saking keselnya)
"Terus, digunakan untuk apa?" Souji tambah bingung dengan kegunaan Evoker itu
"Kegunaanya untuk memanggil Persona seperti ini" Jelas Fuuka sambil mengarahkan pistol ke kepalanya yang membuat Souji kaget setengah mati."Cara macam apa itu? Berbahaya sekali kan?"
"Bukannya cara memanggil Persona seperti itu?" tanya Ken
"Kalau aku tidak dengan cara berbahaya macam itu"
"Oh, iya kalau tidak salah kau memanggil Persona tanpa menggunakan Evoker, lalu dengan apa?" tanya Metis
"Aku tahu! Dengan memecahkan kacakan? Soalnya terdengar seperti Suara kaca pecah ketika kau memanggil Persona." Jawab Junpei asal-asalan
"Tidak, aku memanggil Persona dengan menghancurkan kartu. Tapi memang terdengar seperti memecahkan kaca si"jelas Souji yang membuat Junpei malu dan sekaligus membuat Yukari ngakak.
"Makanya jangan asal ngomong Stupei, Ahahahha" Ejek Yukari yang masih tertawa
"Diam kau Yuka-tan"
"Maaf tapi sepertinya aku tak memerlukan ini" kata Souji sambil menaruh Evoker ketempatnya
"Baiklah kalau kau tak begitu malam ini sepertinya kita bisa ke Tartarus" kata Mitsuru
"Tartarus? Menara aneh yang kemarin malam maksud Mitsuru-senpai?" tanya Souji
"Yah,begitulah"
"KALAU BEGITU KITA AKAN KE TARTARUS MALAM INI!" teriak Junpei semangat
"BERISIIK KAU STUUUPEEEIII" Teriak Yukari gak kalah kenceng sambil menghajar Junpei
'hm, mereka berdua memang mirip Yosuke dan Chie' pikir Souji tiba-tiba mendengar suara kaca pecah dan melihat sekilas kartu tarot Fool yang ada di depannya lalu menghilang dengan perasaan hangat di dalam tubuh Souji'jadi sudah Rank 2 ternyata'
"Kalian semua segera bersiap-siap, kita akan betemu di Lounge pukul 11:45 P.M mengerti?" tanya Mitsuru
"Mengerti"jawab semua anggota SEES
"Seta, aku lupa memberikanmu ini,terimalah" kata Mitsuru sambil menyerahkan sebuah benda seperti ikatan berwarna merah bertuliskan SEES" Selamat datang di SEES" kata semua anggota SEES
"Apa itu SEES?" tanya Souji
"Specialized Extracurricular Execution Squad disingkat SEES,itu nama kelompok ini" Jelas Akihiko
"Itu dipakai di lengan atas, dengan itu kau resmi menjadi anggota SEES" Mitsuru menjelaskan, yang tumben cepet
"Baiklah, aku akan berusaha sebaik mungkin"
"Itu baru semangat." kata Junpei. Semua yang ada disitu segera turun menuju kamarnya masing-masing"Souji-kun"panggil Aigis yang masih di Command Room
"Ya, kenapa Aigis-san?"
"Ada yang ingin kubicarakan denganmu"
"Mengenai apa?, Soal yang ada di Velvet Room?"
"Ya, tentang hal itu"kata Aigis yang masih menunduk kebawah
"Terus kenapa dengan hal itu?"
"Aku akan membantumu dan melindungimu seperti apa yang kulakukan terhadap Minato-san walaupun aku gagal" kata Aigis yang tampak murung setelah menyebut nama Minato
"Setidaknya kau sudah melakukannya dengan baikkan? Lupakan hal yang dulu, kita harus melihat kedepan untuk sesuatu yang lebih baik" kata Souji
"Kau benar, Aku akan berusaha sebaik mungkin" kata Aigis semangat
"Ya, kita akan bersama-sama berjuang" kata Souji dengan tersenyum kepada Aigis…. TRANNK! Terdengar bunyi kaca pecah, didepannya terlihat kartu tarot yang belum pernah dilihat Souji 'Thou art i… and I am Thou.. Thou hast established a new bond.. It brings thee closer to the truth behind thruths.. Thou shalt be blessed when creating personas of the Aeon Arcana..' suara itu akhirnya menghilang dengan berubahnya kartu tarot itu menjadi serpihan cahaya yang masuk kedalam tubuh Souji 'heh? Aeon Arcana? Baru pertama kali aku melihatnya' yang tampak terkejut menemukan Arcana Baru
"Kau memang mirip dengan Minato-san, Souji-kun tapi hanya sifatnya saja"
"Begitu kah?"
"Aku akan kembali dulu untuk siap-siap,kamu sebaiknya juga Souji-kun." kata Aigis sambil berjalan melewati Souji dan turun kelantai 3. Souji akhrinya ikut turun ke lantai 2 dan kembali menuju kamarnya untuk persiapan.
OK, nih Fic aslinya Author potong gara-gara takut kepanjangan*dikeroyok*. Tapi tetep aja untuk cerita Gaje, mungkin nih Fic banyak banget kesalahannya jadi tolong di Review-sambil nangis- Digebukin
