Disclaimer: eleh udah malem ternyata tapi demi world cup saya jabanin(digebuk gara-gara gak penting)
oke-oke chapter 6 Update Enjoy yo
Chapter 6:The Story of…
Dark hour,Inside Tartarus
"Eh, Souji-senpai kenapa kau pake kaca mata?" tanya Ken
"Hm? Oh, entahlah sudah kebiasaanku memakai kacamata ini kalau ingin bertarung dengan Shadow" jawab Souji
"Baiklah, kita atur strategi" kata Akihiko"Souji, kau belum tau bagaimana di dalam Tartarus kan? kalau begitu kau ikut dengan Aigis, Aigis kau yang jadi Leader saat ini"
"Aku mengerti, kalau begitu siapa yang mau ikut?"
"Aku saja yang ikut Aigis-san" kata Ken
"Baiklah, ada lagi?"
"Aku ikut Aigis"kini giliran Yukari yang ikut
"Oke, kalau begitu semua ayo kita masuk" ajak Aigis
"Berhati-hati lah disana" kata Fuuka memperingatkan
Tartarus 2nd Floor
"Hey, Pintu masuknya kemana?" kata Souji shock
"Tartarus memang seperti itu, berubah setiap saat" terdengar suara Fuuka entah darimana
"Kalau begitu bagaimana kita bisa keluar?" Tanya Souji
"Kita harus temukan Access Point, nanti baru kita bisa kembali kesana" Jelas Yukari
"Semua,berhati-hatilah. Didepan ada lima Shadow menuju kalian!"
Benar saja ada 5 shadow berbentuk lumpur dan memakai topeng berwarna biru
"Athena, Kill Rush!" teriak Aigis memanggil Athena, Athena langsung menyerang Shadow-shadow itu dan Shadow-shadow itu menghilang.
"Yah, sepertinya terlalu mudah dilawan" kata Ken
"YUKARI-san! Dibelakangmu!" teriak Fuuka memperingatkan.
"Wow, nyaris saja" Yukari menghindari serangan itu dengan dengan cepat langsung menendang Shadow itu dan shadow itupun menghilang(gile kuat banget nih orang)
"Waow, kau kuat sekali Souji-senpai. Hanya sekali tendang saja Shadow itu menghilang." Kata Ken kagum
"Tapi ada temanku yang lebih kuat lagi sih" kata Souji mengingat Galactic Punt milik Chie yang mengerikan itu.(Di Galactic Punt Chie)
"Oke semua kita naik sampai 5th Floor" ajak Aigis dibalas dengan anggukan Souji diikuti Ken dan Yukari
Tartarus 5th Floor
Mereka semua sudah mencapai lantai lima dengan mudahnya(?).
"Ada 3 musuh kuat didepan,kalian siap?"tanya Fuuka
"bosen, musuhnya gitu-gitu doang. Gak nantang" kata Ken malas
"Yah, namanya juga masih awal-awal"
"Huaaah, Terus lawannya Venus Eagle ya? Gak nantang"tanya Yukari sambil menguap
"Sudahlah, kalau mau lanjut kalian harus melawan merekakan?"
"Sudahlah ayo semuanya" ajak Aigis yang kayaknya masih semangat 45, langsung aja semua sweatdropped ngeliat Aigis masih semangat gitu
"Oh, ini ya Venus Eagle? Kayaknya lemah nih" kata Souji malas-malasan. Tiba-tiba salah satu dari tuh burung nyerang Souji dan ia kena telak sampai kelempar 10 meter(?)
"Eh buset, kok tuh burung kuat amat"kata Yukari kaget
"Kalo gitu Athena,Fatal end!" teriak Aigis lalu menyerang Venus Eagle yang menyerang Souji, tapi gak ngefek
"Cih, ayo Kala-Nemi, Ziodyne" kata Ken tapi tetep aja gak ngefek
"Oke, rasakan ini" kata Yukari sambil manah-manahin tuh burung yang mulai jatoh gara-gara ketancep panahnya Yukari"Enemy is down! This time to All-Out Attack" kata Yukari
"Oke" kata Aigis dan Ken
"Let's Finish this!" teriak Yukari diikuti suara BAK,BIK,BUK,TRANK,TRINK,TRUNK,DAR,DER,DOR yang keluar dari asep All-Out Attack, tapi tetep aja cuman ngurangi setengah HP tuh burung
"Eleh, nih aslinya lvl berapa si?"
"… lvl 80"kata Fuuka
"….*silent*, WHAT!" teriak, Aigis,Yukari,dan tiba-tiba ada ledakan besar menghantam 3 Shadow itu dan akhirnya menghilang, orang-orang yang ada disitu cuman bengong.
"Rasain tuh!" kata Souji yang tiba-tiba muncul entah dari mana" Muaahahahahhaha" tiba-tiba dia ketawa gak jelas yang ngebuat orang yang ada disitu Sweatdroped
"Oke sekarang balik yuk" ajak Souji yang udah balik ke bumi
"Ayo, aku juga lelah."kata Ken
"Terus gimana caranya?"
"Tuh Access Point, kalau kita kesitu kita bisa langsung balik kelantai 1" jelas Aigis
"Ayo, aku sudah capek" kata Yukari. Ketika mereka menuju ke Access point ,Souji melihat seseorang yang berjalan lalu berbelok ke kanan di perempatan lantai itu. Tanpa banyak goyang ngebornya Inoel Daratista(DI gebukin Inoel) Souji langsung mengejar orang itu
"Souji-kun kau mau kemana?" tanya Aigis yang melihat Souji berlari kearah lain
"Kalian kembalilah duluan, aku akan menyusul" kata Souji tapi Aigis malah ikut mengejar Souji, Ken dan Yukari bingung harus ngapain yang akhirnya juga mengikuti Souji berbelok kekanan dia melihat ruangan kosong, tapi disitu ada sebuah pintu dan seseorang yang berjalan menuju pintu itu dan menghilang. Entah kenapa perasaan Souji menyururnya untuk memasuki pintu tersebut, begitu iya menyentuh pintu itu tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang.
"Hai" kata seseorang yang ada didepannya
"Ukh..ini dimana?" tanya Souji yang baru sadar kalau ia ditempat yang berbeda
"Bisa dibilang ini tempat antara kenyataan dan Mimpi""kata orang itu
"Kenyataan dan mimpi? Heh, mirip sekali seperti yang sering dikatakan Igor."kata Souji
"Heh, mirip dengan Igor huh?"
"Ya begitulah, hey.. memangnya kau mengenal Igor apa?" kata Souji dan Shock setelah melihat orang yang ada di depannya
"Hmhmhm.. Tentu saja aku kenal dia" jawab orang itu
"K-k-kau…."
"Hm? Kenapa?"
"Kau Arisato Minato, tapi bagaimana mungkin? Bukannya kau sudah.." kata-kata Souji terhenti karena masih kaget
"Meninggal?" lanjut Minato " Yah memang bisa dibilang begitu, tapi ada alasan mengapa aku bisa disini"
"Alasan? Alasan apa itu?"
"The Reasons of life" jawab Minato sambil tersenyum
"Gak usah pake sok bahasa Inggris deh, maksudnya apa?"
"Yah, aku tak bisa menjelaskannya tapi suatu saat kau pasti menemukannya"
"Ada yang ingin kutanyakan, kenapa kau bisa kembali kesini? bukannya kau di Great Seal,Eh?" kata Souji yang tidak sadar akan perkataannya
"Hooh, kau tau tentang Great Seal rupanya?"
"Tidak, aku hanya.. Entah kenapa tiba-tiba aku ngomong seperti itu" Souji bingung karena bisa tau tentang hal yang belum pernah di ketahuinya
"Sesi pertanyaan kita simpan untuk nanti, sepertinya teman-temanmu sudah menunggu"kata Minato tiba-tiba "Kita akan bertemu lagi lagi nanti." Setelah Minato mengatakan itu pandangan Souji menjadi kabur dan akhirnya tenggelam dalam kegelapan
"Souji-kun!" terdengar suara orang memanggil namanya"Souji-san!,Souji!,Seta!,Souji!"kali ini malah tambah banyak yang memanggilnya, dan sepertinya tubuhnya bergoyang
"Ukh..Di-dimana ini?" Souji akhirnya terbangun dengan keadaan bingung
"Akhirnya kau sadar juga.. kau membuat kita semua khawatir,tau!"kata Yukari dengan Death glare
"Uh.. Maaf-maaf aku juga tidak tau, memangnya aku kenapa?" tanya Souji dengan tampang Innocent
"Kamu pingsan setelah bengong di ruangan kosong itu, ingat? Memangnya kamu ngapain sih Souji-kun?" kata Aigis dengan wajah masih diam untuk mengingat-ngingat apa yang terjadi,"Aku hanya mengejar seseorang yang menuju ruangan kosong itu, lalu setelah aku sampai orang itu masuk ke pintu yang ada disana dan aku mengikutinya masuk pintu itu." jelas Souji, tapi mereka malah bingung dengan penjelasan Souji
"Pintu? Pintu apa? Kami tak melihat apa-apa disitu?" kata Ken bingung,Souji hanya diam saja mendengar hal itu.
"Mungkin kau berhalusinasi karena terlalu lelah, memang di Dark Hour akan mengurangi tenaga lebih dari biasanya"jelas Akihiko
"Kalau begitu investigasinya cukup sampai disini, ayo kita kembali ke Dorm" kata Mitsuru. Souji akhirnya berdiri dengan bantuan Aigis, tapi kepalanya masih terasa berat'The Reasons of life? Apa maksud Minato mengatakan itu?'
Dormitory/Midnight/2nd Floor
Para Anggota SEES sudah berada di kamarnya masing-masing cuman Souji yang masih duduk-duduk dimeja dekat tangga sambil minum Mad Bull. Ia masih kepikiran tentang kejadian tadi.
"Kau masih kepikiran ya?" tanya suara yang sangat Familiar
"Iya..Hm!" Souji kaget dengan siapa dia bicara, ia melihat Minato sedang berdiri di depan mesin minuman sambil minum Mad Bull sama seperti dirinya"Bagaimana kau bisa disini?"
"Memang tempat tinggalku disinikan?"
"Maksudmu?" tanya Souji tidak mengerti
"Aku tidak punya tempat tinggal lain selain disini, karena Orang tuaku sudah meninggal" jelas Minato dengan tenang
"Aku turut berduka"
"Ah sudahlah, itu juga terjadi sekitar 13 tahun yang lalu."
"Memang apa yang terjadi?"
"Lebih baik kita bicarakan dikamarku saja" ajak Minato sambil berjalan menuju kamarnya
"Heh? Bukannya kamarmu terkunci" tanya Souji sambil mengikuti Minato menuju kamarnya. Mereka berdua sampai di depan kamar Minato
"Coba saja kau buka"kata Minato lalu menghilang atau bisa dibilang menembus pintu kamarnya. Souji terkejut dengan apa yang ia lihat, tapi tanpa pikir panjang ia memutar gagangan pintu kamar Minato. Aneh bin ajaib pintunya kebuka!. Begitu ia melihat kedalam terlihat sesosok Minato sedang ngedot minum cucu pake botol Aqua(Digaplok), Maksudnya Minato lagi minum Mad Bullnya sambil duduk dikasur miliknya
"Kalau begitu, apa terjadi 13 tahun yang lalu?" tanya Souji
"Waktu itu, kami sedang dalam perjalan pulang dari bertamasya di pantai Port Island(emang ada ya? Bodo ah), ketika kami melewati Moonlight Bridge entah kenapa keadaan disitu menjadi berubah, tiba-tiba mesin mobil kami berhenti, dan sepertinya kendaraan di sekitar kami juga ikut berhenti" Minato berhenti sebentar untuk meneguk minumannya
Flashback~
"Loh? Kenapa mesinnya mati ya?" kata seorang pria dewasa berumur sekitar 30an
"Coba kamu cek dulu, jangan-jangan mesinnya overheat lagi?" kata wanita yang duduk dibangku penumpang di sebelahnya.
"Ah, masa sih? Padahal kita tidak berjalan terlalu jauh"
"Papa,Mama? Ada apa? Kok berhenti?" tanya anak berambut biru yang duduk dibangku belakang bersama adik perempuannya yang masih tertidur
"Tidak apa-apa sayang, mobilnya lagi bandel tidak mau jalan"jawab wanita itu
"Hey, kenapa kendaraan di sekitar kita berhenti semua?"
"Eh, iya-ya.. malam ini juga langitnya juga aneh sekali."
"Mama,Papa, itu apa?" tanya anak itu sambil menunjuk kearah seseorang dengan jubah robek-robek dan menggunakan topeng aneh. Kedua orangtua itu langsung melihat kearah yang di tunjuk anaknya dan terkejut atas apa yang mereka lihat.
"Eh, ada wanita disana. Apa yang dia lakukan?" Pria itu juga menunjuk seorang wanita dengan rambut pirang yang tepat sedang berhadapan dengan si topeng aneh. Tak lama setelah itu, wanita berambut pirang itu mulai menembaki si topeng aneh. Ketiga orang yang melihat itu langsung terkejut atas apa yang mereka lihat.
"ANAK-ANAK MERUNDUK!" teriak wanita atau ibu mereka, si anak berambut biru tua itu segera melindungi adiknya yang masih tertidur(?). dan benar saja ada beberapa butiran peluru yang memecahkan kaca mobil mereka.
"APA YANG TERJADI SEBENARNYA! teriak si ayah yang masih merunduk, Tiba-tiba timbul ledakan didekat mobil mereka sehingga mobil mereka terlempar sejauh 5 meter.
"Mama,Papa.."panggil anak laki-laki itu yang masih sadar, tapi tak ada jawaban. Begitu ia melihat apa yang terjadi kedua orangtuanya sudah tak sadarkan diri dengan darah yang mengucur di kepala mereka. Anak itu sepertinya ingin menangis tapi ia tahan,ia melihat adiknya yang sepertinya juga pingsan tetapi tidak terluka luka. Ia langsung keluar dari mobilnya untuk mencari pertolongan. Begitu ia keluar ia melihat kedua orang yang ia lihat si wanita terluka parah tidak seperti si topeng aneh yang tak tampak terluka sama sekali.
Anak itu merasa kalau ia sedang di perhatikan oleh wanita berambut pirang itu. Ia melihat wanita itu maju dan mendorong si topeng aneh kearah dirinya dan tiba-tiba saja ada cahaya putih yang sangat terang didepannya dan akhirnya ia tak sadarkan diri.
Begitu tersadar ia sudah berada diruangan dengan sebuah infuse di tangan kirinya. Ia tidak mengingat apa-apa setelah kejadian itu, hanya ingat kalau ayah dan ibunya bersimbah darah dan adiknya pingsan. Ia menengok kekanan dan ternyata adiknya sedang tertidur diranjang yang berbeda(yaiyalah kalo enggak entar kenapa-kenapa lagi*digaplok*).
"Kamu sudah sadar ya nak?" kata seorang dokter yang masuk bersama 1orang suster yang mirip Sayoko(?). Dokter itu memeriksa anak itu sampai"Mama sama Papa dimana dokter?" tanya anak itu tiba-tiba, dokter dan suster itu hanya bisa diam
"Untuk sementara papa dan mamamu tak bisa kesini." Kata suster itu dengan suara yang terdengar sedikit menggoda(nih suster apa bukan?*Dihajar*).
"Lebih baik sekarang kau tidur, kondisimu belum pulih benar." kata sang dokter, tiba-tiba anak itu mengantuk dan tertidur
Endflashback~
"Dan begitu aku terbangun lagi, paman dan bibi ku sudah ada di kamar itu, Mereka menceritakan kalau orang tua kami meninggal karena kecelakaan" kata Minato yang telah selesai bercerita
"….Kalau begitu bagaimana nasibmu dengan adikmu"tanya Souji yang tampaknya perihatin
"Kami di adopsi oleh paman dan bibi kami yang tinggal di Tokyo, kami di rawat sampai sekarang." kata Minato sambil meneguk minumannya lagi "Sekitar 3 tahun yang lalu aku pindah kesini karena ajakan pamanku untuk belajar disini, aku berpikir tidak terlalu buruk sekolah disini." ia meneguk Mad Bullnya lagi" Dan akhirnya semuanya jadi seperti ini ketika aku datang ke Dorm ini" sambil melempar kalengnya ketongsampah yang tenyata masuk
"Lalu bagaimana dengan adikmu?"
"Ia masih bersama paman dan bibiku tentunya, yah mungkin ia seumuran denganmu" jelas Minato "Aku mengerti." Souji sepertinya sedikit memahami Minato sekarang. PRANK terdengar kaca pecah. Souji melihat kartu tarot dengan gambar tengkorak didepan sebuah pintu dan mulai terdengar suara'Thou art i… and I am Thou.. Thou hast established a new bond.. It brings thee closer to the truth behind thruths.. Thou shalt be blessed when creating personas of the Death Arcana..' Suara itu akhirnya menghilang dan kartu Death berubah menjadi cahaya dan masuk kedalam tubuh Souji.
"Sepertinya sudah terlalu malam atau mingkin pagi? Yasudah lah, lebih baik kau tidur besok kau akan sekolah kan?" kata Minato mengingatkan yang terdengar seperti kakek-kakek(Ditusuk Minato)
"Heh, cara bicaramu seperti orangtua"
"Yah,tapi aslinya aku memang lebih tua darimu kan?"
"Ok-ok kalau begitu, Selamat malam" kata Souji sambil membuka pintu kamar Minato
"Malam" balas Minato sambil tersenyum. Souji menutup pintu kamar Minato, ketika ia keluar ia merasa di perhatikan oleh seseorang. Ketika ia menengok kekiri disitu ada sesosok wanita dengan gaun pink menatapnya yang ternyata adalah Yukari.
"Yu-Yukari-san.. kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Souji yang kaget dengan tatapan shock Yukari. Yukari langsung mendekati Souji
"Bagaimana kau bisa masuk kekamar Minato?" tanya Yukari yang sepertinya masih shock
"Aku tidak tau, ketika aku memutar gagang pintunya,pintu itu terbuka"
"Tapi bagaimana mungkin! Pintu itu tak pernah bisa terbuka kecuali dengan True key kan?" kata Yukari keceplosan
"True key?" tanya Souji bingung
"Tidak usah kau pikirkan, bagaimana caranya kau bisa masuk kekamar Minato?"
"Sudah kubilangaku tidak tahu, aku tidak sengaja!"
"Kalau begitu coba kau buka pintu itu" perintah Yukari yang terlihat seperti Mitsuru,Souji langsung Sweatdropped tapi menuruti apa yang diperintahkan Yukari, Anehnya pintu itu tidak mau terbuka
"Aneh, tadi bisa" kata Souji yang masih memutar gagang pintu itu "Coba lebih keras lagi." Perintah Yukari
"Percuma, tidak mau terbuka" kata Souji, Yukari terlihat pasrah
"Kalau begitu apa yang kau lakukan disana?" tanya Yukari penasaran
"Tidak ngapa-ngapain, cuman liat-liat aja" Souji berbohong
"Apa benar? Kau sedang berbohongkan?" tanya Yukari tampak curiga
"Be-benar kok" kata-katanya sedikit terbata-bata yang tampaknya membuat Yukari tambah curiga" Oh yeah?" tanya Yukari sedikit menekan
"Bener! Memangnya kenapa sih?" tanya Souji. Yukari terdiam, expresinya mengatakan kalau ia sedang bersedih mudah terbaca oleh Souji."Memangnya kenapa dengan Minato-san?" tanya Souji tiba-tiba yang membuat Yukari terkejut
"Tidak, Tidak kenapa-napa kok" kata-kata itu malah membuat Souji curiga
"Ada apa antara Yukari-san dengan Minato-san?" tanya Souji yang mencoba mengorek
"TIDAK ADA APA-APA!"bentak Yukari lalu ia berlari menuju ketangga dan menghilang ketika ia naik kelantai 3.
"Hey ada apa?" tanya Junpei yang tiba-tiba keluar dari kamarnya dengan kaos kutangnya dan Boxernya bertuliskan S gede yang mirip S nya Superman hanya saja warna pink(?) (Di hajar Junpei)
"Tidak ada apa-apa Junpei-san" jelas Souji
"Oh.. kalau begitu aku tidur mau tidur lagi,capek." kata Junpei yangemang dianya aja kali yang males (dicabik-cabik junpei lagi)
"Selamat malam Junpei-san" kata Souji "ya malam" balas Junpei dengan sombong(Di Agidyne Trismesgistus)
Oke, cerita gak jelas tapi kok nih chap kayaknya serius amat yak? maklum saya lagi malas berhumor ria*Dibacok* ok-ok mungkin cerita ini banyak terjadi kesalahan jadi RnR please
