Disclaimer: SMT series punya Atlus, kalo gw cuman bisa maenin
New Chapter Update so Enjoy
Chapter 7:The Bad Day
Early Morning/8/April/2012
Pagi hari di hari minggu itu adalah pagi yang suram, awan mendung,angin kencang dan entah mengapa Souji mendapat firasat buruk tentang hal itu,benar saja terdengar teriakan-teriakan dari arah ia keluar kamarnya teriakan-teriakan itu malah tambah keras terdengar dan sepertinya suara orang bertengkar.'Ah, palingan juga Junpei-san dan Yukari-san lagi ribut' Souji sepertinya sudah punya dugaan soal hal sepeti itu karena sifat mereka berdua mirip Yosuke dan Chie. Sayangnya dugaan itu jauh meleset dari apa yang ia pikirkan,Fakta yang ada sekarang didepannya terlihat Mitsuru dan Akihiko sedang bertengkar hebat. Diantara mereka berdua terdapat Fuuka yang mencoba melerai tetapi gagal, sementara Aigis,Metis dan Koromaru hanya diam ketakutan.
"Fuuka-san, mereka berdua kenapa sih?" tanya Souji ketika Fuuka mundur dari perang hebat itu
"Hanya masalah sepele,hanya saja dibesar-besarkan"jawab Fuuka dengan muka Madesu(Digaplok Juno)
"Masalah? Masalah apa bisa sampai segitunya?"
"Tadi Mitsuru-san sedang mencari laptopnya yang menghilang entah kemana dan ia menemukannya ketika Akihiko tengah duduk menghadap Laptop itu di Lounge" Fuuka berhenti sejenak"Mitsuru-san mengira kalau Akihiko-san mencuri laptopnya"
"AKU TAK MENCURINYAA!"teriak Akihiko yang sedang frustasi Karena PMS(Ditinju Akihiko)
"OH YA! KALAU BEGITU KENAPA KAU BISA MEMAKAINYA,HAH!"Mitsuru juga tak kalah berteriak karena kesal
"MANA KU TAU, AKU MENEMUKANNYA TERBUKA DI LOUNGE, KETIKA AKU SEDANG MENYELIDIKI MILIK SIAPA TUH LAPTOP, TIBA-TIBA KAU DATANG DAN MENUDUHKU MENCURI LAPTOPMU!"Akihiko tetap saja berteriak tanpa memerdulikan hal lain
"Ini pertama kalinya aku melihat mereka berdua bertengkar hebat seperti itu" kata Fuuka yang sweatdropped"Yang membuatku terkejut adalah Mitsuru-san yang biasanya tenang sekarang bisa marah-marah seperti itu." Fuuka menghela nafasnya sejenak. Souji mengangguk mengerti, tanpa banyak cing-cong dia mendekati pasangan Harimau itu
"Kalian berdua sudahlah,lagi pula tidak ada yang rusakkan?" Souji mencoba melerai tapi malah Death glare yang ia dapat. Dengan tenang Souji kembali berbicara"Mitsuru-san, Akihiko-san sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, jadi ia tidak bersalah ataupun mencurinya dari mu"
"Tentu saja begitu" kata Akihiko dengan tampang kemenangan, sementara Mitsuru membuang muka
"Kau juga Akihiko-san, seharusnya kau bisa menjaga emosimu. Sangat tidak bijaksana kau teriak-teriak seperti itu, seperti anak kecil." kata Souji dengan nada dan tatapan dingin, Akihiko cuman bisa diam tak berdaya menerima perkataan Souji."Lebih baik kalian berdua segera bermaafan tak ada gunanya kalian bertengkar seperti ini" dengan tampang ogah-ogahan mereka berdua berjabat tangan dan entah kenapa setelah mereka bermaafan keadaan diluar juga ikut berubah. Angin kencang berhenti digantikan angin sejuk sepoi-sepoi,cahaya mentari menyinari bumi(Halah lebai).
"Kalau begitu aku pergi dulu, ada sedikit urusan" kata Akihiko yang langsung beranjak pergi
"Hahhh,orang itu" Mitsuru menghela nafas,lalu mengambil laptopnya dan kembali kekamarnya
"Wah, kau hebat sekali Souji-kun, kau bisa melerai pertikaian hebat seperti itu" Fuuka terkagum-kaum bisa dengan apa yang dilakukan Souji, Koromaru menggong-gong senang, Aigis tersenyum dan Metis ikut tersenyum lalu pergi kedapur
"Ah, enggak kok cuman beruntung saja menurutku" kata Souji yang agak malu(digaplok)
"Ah, iya aku juga ada tugas yang aku belum kumpulkan untuk dosenku" Fuuka langsung berlari ke tangga lalu menghilang
"Sepertinya hari ini orang-orang pada sibuk ya" kata Souji sambil membuat kopi di meja makan
"Namanya juga hari minggu, mereka pasti mempunyai banyak rencana" kata Aigis sambil menyerahkan 2 buah roti bakar dan 1 telur dadar.
"Hm,benar juga,oh iya kau ada rencana hari ini?"tanya Souji sambil memakan roti panggang yang di berikan Aigis
"Tidak ada sih, memangnya kenapa Souji-kun?" Aigis berbalik bertanya
"Mau menemaniku nonton film di Bioskop?" tanya Souji sambil menyeruput kopinya
"Hm.. bagaimana ya?" Aigis berpikir sejenak
"Kalau kau tak mau tak masalah, aku akan pergi sendiri saja." kata Souji sambil memakan rotinya yang kedua
"Ah, tidak kok aku akan menemanimu Souji-kun" Aigis tersenyum ketika menerima ajakan itu, Souji juga ikut tersenyum"Kalau begitu aku tunggu di Lounge nanti siang" kata Souji sambil membereskan gelas dan piring yang telah ia pakai lalu membawanya kedapur
Daytime/Lounge
Souji seperti biasa memakai kemeja dan jaket hitamnya dengan celana jeans hitam(pokoknya yang di P4 pas hari libur), ia sedang menunggu seseorang yang dia ajaknya tadi menunggu ia membaca buku novel yang tergeletak di meja. Tanpa sengaja ia melihat Ken dengan pakaian yang serba rapih.
"Hey Ken, rapih amat? Mau kemana?"tanya Souji sambil senyum-senyum layaknya senyum-senyum lelaki Be A Man yang sering ia tonton(Banceh donk?*digebuk Souji*)
"Mau pergi tentunya." Jawab Ken yang kelihatan sangat rapih dari yang biasanya
"Heh, sama siapa?"Souji curiga dengan dandanan Ken yang begitu rapih
"Eh?de-dengan te-teman-temanku tentunya.." kata Ken terbata-bata, Souji makin curiga karena Ken terlihat gugup, ia berasumsi kalau.. "Ken, pacarmu siapa? Boleh aku tau?"
"Heh! Aku gak punya pacar kok. Siapa yang bilang aku punya pacar?" Ken terkejut dengan pertanyaan itu ditambah lagi dia Blushing setelah ditanya seperti itu membuat Souji berasumsi kalau Ken memang punya gebetan atau pacar.
"Kalau begitu kenapa kamu mukamu merah begitu?" Souji berusaha mengorek informasi dari sang korban sambil senyum mengejek, sementara sang korban A.K.A Ken hanya diam lalu berlari keluar Dorm. Souji hanya tertawa saja melihat tingkah Ken.
"Souji-kun, Ken kenapa? Dan kenapa kamu tertawa?" tanya suara yang berada dibelakangnya. Begitu Souji membalikan badannya ia melihat Aigis memakai jaket kulit coklat yang panjangnya hanya sepinggang, baju yang bisa dibilang ketat sampai keleher berwarna hitam(pokoknya mirip dalemannya Rise tapi yang ini item), dan jeans biru.(Mungkin selera saya jelek tapi harap maklum).
"Yah, aku cuman bertanya apa dia sudah punya pacar, tapi dia malah lari" jelas Souji sambil senyum-senyum sendiri
"Kamu pasti menggodanya ya?" tanya Aigis yang ikut tersenyum
"Yah begitulah, kau sudah siap?" tanya Souji, Aigis mengangguk."Kalau begitu ayo berangkat" mereka melewati pintu dorm lalu berjalan menuju Port Island Station(kalo gak salah,Author lupa nama stasiunnya*digebuk Readers*).
Port Island Station
Begitu sampai Aigis memberitahu Souji kalau dia ingin pergi ke toko bunga dulu, Souji mengangguk lalu pergi ke theater untuk membeli tiket. Ia melihat sesuatu yang janggal, sesuatu yang janggal itu ternyata Ken ditemani oleh gadis muda yang umurnya sepantaran dengannya. Souji hanya memperhatikan mereka berdua saja disana sambil tersenyum.
"Kamu senyum-senyum kenapa lagi?" tanya Aigis yang muncul di belakangnya, Souji menunjuk kearah Ken berdiri yang tidak sadar kalau dia sedang di perhatikan,"Anak perempuan itu..sepertinya aku kenal dia tapi siapa ya?" Aigis bergumam sendiri. Karena takut kalau Aigis akan merusak acara Ken dan ehm.. gebetannya, Souji mengajak Aigis membeli makanan di counter makanan(yaiyalah).
"Tunggu dulu, apa kau bisa memakan makanan manusia Aigis" tanya Souji sebelum terlambat(?)
"Tentu, Mitsuru-san telah meng-upgrade system pencernaanku supaya aku bisa memakan makan manusia dan juga makan manusia termasuk bahan bakarku dan Metis." jawab Aigis, Souji mengangguk tanda ia mengerti kalau tak masalah membelikan makanan dan minuman untuk Aigis.
"Sepertinya filmnya sudah mau mulai.. ayo kita masuk" ajak Souji ketika mendengar pengumuman kalau film yang ingin mereka tonton akan segera justru disinilah awan mendung akan datang, ada angin ternyata kentut Souji melihat Ken masuk ke theater yang sama dengannya dan lagi ketika Souji dan Aigis mencari tempat duduk mereka, tanpa diduga mereka harus duduk bersebelahan dengan ken dan gebetannya. Ken terkejut melihat Souji yang tiba-tiba berada disampingnya.
"HAH! Souji-san? Aigis-san?" Ken kaget dengan kemunculan Souji dan Aigis,sementara itu cewek yang ada di samping Ken bengong melihat Souji dan Blushing.
"Hm.. kami dapat kursi 3 dan 4 F tepat di sebelahmu, boleh kami duduk?" tanya Aigis ke Ken dan gebetannya
"Tentu saja"jawab gebetannya Ken, sementara Ken gugup karena tau Senpainya berpikiran kalau mereka sedang pacaran. Aigis dan Souji duduk di sebelah gadis yang bersama Ken, dan sialnya Souji duduk di sebelah gadis itu karena Aigis telah menduduki kursi nomor 4.
"Jadi kalian berdua pacaran?" tanya Aigis dengan tampang hanya diam dan Sweatdropped mendengar Aigis bertanya seperti itu
"Eh! E-eng-enggak kok kami cuman berteman" kata mereka berdua secara besamaan.'Mereka berdua cocok' kata Souji dan Aigis dalam hati
"Jadi siapa namamu"kali ini giliran Souji bertanya
"Is-Ishida Maiko" kata Gadis itu gugup. tiba-tiba Aigis ingat mendengar nama Maiko "Ah, aku ingat kau gadis yang sering bermain di kuil itukan?" tanya Aigis, Ken dan Souji hanya bingung.
"Itu dulu waktu aku belum pindah dan orangtuaku belum bercerai" jelas Maiko
"Jadi kenapa kau kembali kesini lagi?" tanya Souji
"Ibuku dikirim oleh perusahaannya untuk mengurusi kantor yang ada disini?"
"Kenapa kau tidak pernah memberitahukan itu padaku?" tanya Ken
"Karena kau tidak pernah bertanya Ken-kun" kata Maiko.'Huee, udah dipanggil pake kun toh' pikir dua orang laknat disamping Ken dan Maiko. Tiba-tiba lampu mati keadaan sunyi senyap tanpa suara yang jelas bukan Dark Hour karena ini masih siang bolong ditambah orang-orang yang ada disitu tidak berubah menjadi peti. Layar besar didepan mereka bersinar tanda film akan dimulai, Film yang mereka tonton adalah Resident Evil: The Fatal Frame(emang ada gitu?), film ini termasuk dalam kategori Action/Horror. Tiba-tiba Souji merasa perasaan tak enak, bukan karena filmnya tapi ia merasa akan ada marabahaya sepanjang film berlangsung. Entah kenapa setiap kali adegan mengerikan ataupun menegangkan tangan kanan Souji selalu terasa sakit, bukan karena ia kram karena ketakutan melainkan tangannya digenggam oleh sesuatu yang sangat keras. Ketika melihat siapa pelakunya Souji langsung sweatdropped melihat tampang Aigis dengan wajah tegang, wajar saja sebagai gynoid yang memiliki perasaan dan juga emosi ia bisa merasa takut tapi genggamannya itu sudah diluar akal sehat. Ditambah lagi kalau si monster keluar secara tiba-tiba Maiko menjerit lalu memeluk tangan Souji bukannya Ken, hal ini sudah 3 kali terulang dan membuat Souji merasa bersalah. Ketika ia melihat Ken dengan tatapan bersalah Ken membalasnya dengan tatapan dingin dan hal ini membuat Souji merasa tambah bersalah. Akhirnya setelah 3 jam yang menyiksa filmnya selesai juga.
"Ahh, Filmnya selesai juga" kata Aigis yang terlihat senang dan tak bersalah, sementara Souji terus memegangi tangan kanannya yang kesakitan. Melihat hal itu Aigis langsung menghampiri Souji
"Souji-kun kamu kenapa?" tanya Aigis dengan tampang tak berdosa
"Tidak apa-apa, tenang saja" balas Souji yang masih memegangi tangan kanannya, melihat hal itu Aigis langsung mengambil tangan kanan Souji yang terlihat memar sementara Souji berusaha untuk tidak teriak.
"Tanganmu memar kau habis apa sih?"
"Kejepit pintu tadi waktu di kamar mandi, ahahaahha." Jawab Souji bohong
"Kau ceroboh sekali"Aigis mengambil sebuah salep dan perban dari kantongnya.
"Aigis-san, dari mana kamu mendapatkan barang itu?" kata Souji kaget sambil menunjuk salep dan perban yang dibawa Aigis
"Aku membawanya untuk jaga-jaga" balas Aigis sambil mengolesi tangan Souji lalu memperban tangannya dengan rapih
"Terima kasih ya Aigis-san" kata Souji sambil tersenyum "Sama-sama Souji-kun"
"Eh, ngomong-ngomong Ken dan Maiko-san mana?" Souji menengok kanan-kiri sambil menyari orang yang dimaksud
"Mereka tadi sudah pergi duluan" jawab Aigis, Souji merasa tak enak karena teringat kejadian di dalam Theater
"Oh ya aku mau mengambil bunga ke toko bunga yang tadi, kamu mau ikut?" tanya Aigis."Baiklah, ayo" jawab Souji setuju. Mereka berdua mendatangi toko bunga itu, dan sepertinya Aigis sudah memesan bunga sebelumnya
"Bunga buat siapa itu?" tanya Souji menatap buket bunga lily yang dibawa Aigis
"Buat seseorang yang berharga bagiku" jawab Aigis dengan suara agak sedih. Souji menduga kalau yang Aigis maksud itu Minato
"Oh ya ada satu tempat yang ingin aku kunjungi, kau mau ikut Souji-kun? Kalau tidak kau duluan saja kembali ke Dorm" kata Aigis
"Aku ikut" jawab Souji singkat. Tanpa banyak cek-cok tetek bengek mereka segera pergi ketempat yang Aigis maksud. Ditengah pejalanan m tiba-tiba Souji bertanya
"Kamu mau ke makam Minato ya?" tanya Souji,Aigis mengangguk tanda kalau itu benar
"Kamu bisa membaca pikiran orang ya" kata Aigis
"Itu mudah di tebak, siapa lagi orang yang paling berharga bagimu kalau bukan Minato?"
"Ya, kamu benar, tapi ada satu orang lagi yang paling berhaga bagiku"
"Heh, Siapa satu orang lagi?" tanya Souji penasaran
"Ra-ha-sia" jawab Aigis santai
"Gitu amat, siapa sih?"
"Nanti kau juga akan tahu" jawab Aigis. Mereka telah sampai di Shirakawa Graveyard, ketika mereka menuju makan Minato, mereka berdua melihat seorang wanita berambut coklat membawa tas koper sedang berdiri diatas sebuah makam. Ketika Souji dan Aigis mendekati wanita itu ia menengok kearah mereka berdua lalu tersenyum tipis kemudian pergi sambil membawa kopernya. Ketika Souji melihat makam yang tadi dilihat oleh wanita itu tertulis sebuah nama yang sangat Familiar'Arisato Minato' dan ada satu ikat bunga putih yang di taruh disitu
"Aigis-san, kau mengenal wanita tadi"tanya Souji merasa kalau Aigis mengenali wanita itu
"Tidak, bahkan aku tak pernah melihatnya" jawab Aigis sambil menaruh bunga lilynya dan berdoa, diikuti Souji yang ikut berdoa. Tiba-tiba ia mendengar suara yang sangat familiar diatas kepalanya 'Hey ngapain kau pakai mendoakan aku segala?' 'Memangnya salah?' tanya Souji dalam hati 'Kau mendoakan aku seperti orang mati saja' kata Suara di kepalanya 'Memang kau sudah mati kan?' balas Souji. Suara itu terdiam dan tidak muncul lagi
"Souji-kun ayo kita pulang" kata Aigis membuyarkan suara di kepalanya
"Hah? Oh ya,ayo kita pulang." Souji dan Aigis meninggalkan Shirakawa Graveyard dalam sunyi
"Souji-kun" panggil Aigis tiba-tiba
"Ya kenapa?"
"Terima kasih karena telah mengajaku pergi, hari ini sangat menyenangkan" kata Aigis sambil tersenyum kearah Souji
"Sama-sama, lagi pula memang karena aku bosan jadi ya, aku mengajakmu" jawab Souji, tiba-tiba tubuh Souji terasa hangat yang ganjil dan melihat kartu tarot berarcana Aeon lalu kartu itu menghilang'hm, Rank 2 ya' pikir Souji
Iwatodai Strip Mall
"Hey, mau Takoyaki?" tanya Souji tiba-tiba ketika mereka melewati toko Takoyaki
"Kalau kamu mau aku ikut saja"
"Baiklah, mbak Takoyaki 1 porsi" pinta Souji ke penjual Takoyaki. Setelah Takoyaki mereka jadi Souji memberikan Takoyaki ke Aigis agar ia yang memakannya sengaja Souji melihat sebuah dompet berwarna coklat tergeletak di jalan, segera saja Souji mengambl dompet itu.
"Souji-kun ada apa?" tanya Aigis yang masih memakan Takoyaki
"Aku menemukan dompet ini" jawab Souji sambil memperlohatkan dompet itu
"Punya siapa? Coba kau lihat" suruh Aigis. Souji langsung membuka dompet itu dan melihat kartu tanda pengenal disertai foto pemilik dompet itu.
"Tunggu, bukannya ini wanita yang tadi?" kata Souji terkejut
"Wanita yang mana?" tanya Aigis bingung
"Yang tadi di pemakaman loh, masa gak inget?" Souji mengingatkan
"Oh iya, benar juga" Aigis baru inget siapa wanita yang ada di foto itu "lalu siapa namanya?"
"Namanya… Hm!" entah kenapa menurut Souji nama yang tertera di kartu itu terasa familiar
"Kenapa Souji-kun? Siapa namanya?" tanya Aigis penasaran
HOeeee nih fic kayaknya abal banget, niatnya sih bisa bikin sampe ending, otak udah Over limit.
BTW otak saya lagi mentok makanya nih Fic dikit dan abal, dan entah kenapa kok jadi rada Romance si? heran( di gebuk Readers)
oh iya, dompet yang ditemuin Souji dan Aigis tuh punya siapa ya? yang bisa nebak saya kasih hadiah kencan bareng sama Igor(Author di ubah jadi cacing sama Igor)
TAMBAHAN: REVIEW PLEASE
