Maaf Lama Update gara-gara si Igor lagi ke Escapde(Dihajar igor) mungkin ada Spoiler di chap ini mungkin ada char laen yang muncul jadi please enjoy
P3 Seriesx P4 crossover
Shin Megami Tensei Series © ATLUS
Chapter 8: New Member And….
Souji dan Aigis yang sedang menikmati Takoyaki tiba-tiba menemukan sebuah dompet coklat… Ehm, maksudnya bukan coklat bentuk dompet tapi dompet berwarna coklat. Tanpa banyak bacot mereka segera pergi ke pos polisi terdekat, disana terdapat 1 polisi dan 1 wanita yang sedang berbicara dan sepertinya wanita itu sedang ada masalah karena dari nada bicaranya sedikit khawatir.
"Baiklah nona, kami akan menghubungi anda jika ada yang menemukan dompet anda." jawab polisi itu dengan muka dan logat mirip Adachi(?), Souji bengong sekaligus shock karena melihat orang yang harusnya dipenjara bisa ada disini
"Tolong ya pak" balas wanita itu sambil berbalik menghadap Souji dan wajah wanita itu yang persis dengan yang mereka lihat di Shirakawa dan difoto yang ada didompet Souji langsung bertanya sambil memperlihatkan dompet tersebut
"Apa kau yang memiliki dompet ini" tanya Souji,wanita itu terkejut melihat benda yang ia cari
"Ya benar ini dompetku!" jawab wanita itu senang sambil mengambil dompet yang dipegang Souji"Terima kasih banyak, ini adalah barang yang paling berharga yang kupunya" kata wanita itu sambil menunduk tanda berterimakasih.
"Sama-sama, lain kali jangan sampai jatuh kalau memang barang itu berharga bagimu" kata Aigis
"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu" kata wanita itu ke Aigis sambil membawa kopernya keluar pos polisi. Aigis mengangguk tersenyum"Nah, Souji-kun ayo kita pu…" belom selesai Aigis menyelesaikan kata-katanya Souji sudah tidak berada di tempatnya semulai melaiinkan sedang berbicara dengan polisi yang mirip Adachi
"Chi,ngapain lu disini?" tanya Souji dengan sedikit berteriak layaknya preman, sementara sang petugas yang mirip Adachi terlihat bingung"Maaf, maksud anda siapa ya?"
"Ya elu lah Chi, ngapain lo disini, bukannya lo udah dipenjara?"
"Dipenjara? Maksud anda apasih?" tanya si Polisi mirip Adachi yang semakin bingung
"Lo, Adachikan?" Souji bertanya lagi
"Adachi? Bukan, saya bukan Adachi." Jawab si polisi yang membuat si Souji bingung bukan main."Saya Akagi, sodara kembar Adachi yang sekarang sedang di penjara"
"Hah? Gw gak pernah denger Adachi punya sodara kembar"
"Mana saya tahu. Kalau anda tidak punya pertanyaan lagi saya permisi dulu" kata Akagi ngeloyor masuk kedalam. Souji cuman bisa cengo ngedenger kalo Adachi punya sodara kembar
"Ada apa Souji-kun?" tanya Aigis sambil menepuk pundak Souji.
"Tidak ada apa-apa, Ayo pulang" Ajak Souji,ditengah perjalanan pikiran Souji masih berkecambuk tentang..'Adachi punya sodara kembar?..sejak kapan?' pikirannya masih berkecambuk masalah sepele ini, sementara Aigis cuman bisa diam melihat Souji yang lagi berpikir keras sampai-sampai menginjak kotoran anjing pun Souji tak sadar, mereka akhirnya sampai di depan Dorm dan Souji masih belum sadar kalau ia menginnjak kotoran anjing.
"Souji-kun" panggil Aigis, tapi tetep aja Souji masih cengo."Souji-kun" panggisl Aigis lagi tapi keadaannya sama saja."BUUAAAK" terdengar suara tinjuan dan Souji udah terpental sejauh 20M(buset,robot apa Babon?- ditembak)
"Adududududuh, kok mukul si?" tanya Souji sambil memegangi benkas tinjuan Aigis
"Maaf, habisnya kupanggil gak denger-denger yah kupukul aja" jawab Aigis tanpa rasa berdosa, lalu mengulurkan tangannya untuk mengangkat Souji
"Tapikan ada cara yang lebih lembut" kata Souji sambil menerima tangan Aigis lalu berdiri
"menurutku itu cara yang paling baik" jawab Aigis dengan tampang innocent, Souji cuman bisa sweatdopped.
Dorm,Lounge
Ketika mereka masuk, terlihat Fuuka sedang mengobati tangan dan juga lebam di mukanya Akihiko, Sementara Akihiko cuman bisa ngeringis kesakitan sambil megang selangkangannya.
"Kau,kenapa Akihiko-san" tanya Souji sambl mendekati Akihiko
"Gak usah di bahas" jawab Akihiko ketus.
"Kalo dilihat dari lukanya sih, abis dihajar sama orang" kata Fuuka yang sedang mengobati luka Akihiko
"Bener tuh Akihiko-san? Siapa yang mukul?" Souji bertanya lagi
"Aku bilang gak usah dibahaskan?" jawab Akihiko kesal
"Kami pulang" terdengar suara orang dari arah pintu. Ternyata mereka adalah Ken dan Yukari
"Hey, aku dengar ada anak baru yang akan tinggal disini" kata Junpei yang tiba-tiba muncul entah darimana
"Anak baru?" tanya Metis yang baru keluar dari dapur
"Cewek atau cowok?" tanya Ken
"Kau tau darimana,Stupei?" tanya Yukari
"Oi jangan dibombardier langsung kayak gitu dong. Tadi ada telepon tapi gak ada yang ngangkat yaudah aku yang ngangkat dan ternyata itu Mitsuru-senpai, ia bilang suruh siapkan kamar dilantai 3 tepatnya didepan kamarmu Yuka-tan" jelas Junpei
"Berarti cewek, kira-kira dia seperti apa ya?" kata Ken yang pikirannya udah ngawang-ngawang.
"Lebih baik kau jangan kepikiran yang macam-macam" kata Metis Ken cuman diam
"Kalau begitu aku masak makan malam dulu" kata Souji malah gak nyambung, dilanjut Sweatdropped dari yang lain.
"Kau tau siapa nama anak baru itu Junpei-kun?" tanya Fuuka
"Well, aku kurang tau siapa namanya karena Mitsuru-senpai gak ngasih tau nama anak itu"
"Kenapa waktu itu enggak kau tanyakan?" tanya Yukari
"Lupa" jawab Stupei A.K.A Monyet jenggotan(digampar) polos yang bikin semua yang ada disitu Sweatdropped. Tiba-tiba Akihiko berdiri setelah selesai diobati Fuuka
"Eh,tunggu dulu Akihiko-san kau mau kemana?" tanya Fuuka yang khawatir dengan keadaan senpainya(?)
"Tidur, aku lagi gak mood berada disini" si Aki-aki eh.. maksud saya Akihiko dengan nada entah emang lagi kesel ato gara-gara lagi PMS?(ditinju)
"Akihiko-senpai kenapa sih? Akhir-akhir ini sikapnya aneh sekali" kata Yukari yang bingung
"Mungkin cintanya di tolak kali sama Mitsuru-senpai" jawab Junpei asal. Semua sweatdrop (Minus Akihiko yang udah balik kekamarnya dan Souji yang lagi masak)
"Kau tadi bilang apa Iori?" tanya suara dingin dibelakang Junpei yang saat itu berada di depan pintu masuk. Mendengar suara itu Junpei langsung membatu ditempat dan takut nyaris mati sampai-sampai gak berani balik badannya sendiri. Mitsuru yang keberulan(ato emang disengaja?)mendengar apa yang barusan di katakan si Junpei A.K.A Stupei. Dengan semangat 45(?) Junpei membalikan badannya dan Face to Face ke Mitsuru.
"Eh, se-se-senpai ba-baru pulang ya a-ak-aku baru mau ke kamarku nih, ja-jadi samp.." belom sempet Junpei menyelesaikan kata-katanya dia udah beku duluan abis di eksekusi Mitsuru. Yang laennya cuman bisa Sweatdroped ketakutan
"Ada lagi yang mau menyusul?" tanya Mitsuru kalem, semua gak pake tapi langsung geleng-geleng kepala
"Bagus, Takeba apakau sudah menyiapkan kamar yang aku minta?"
"Eh, iya aku lupa. Aku akan segera kesana." Yukari langsung ngibrit kelantai 3
"Jadi gossip(?) yang dikatakan Junpei-san benar?" tanya Aigis
"Bukan gossip lagi Aigis, tapi memang benar" jawab Mitsuru tanpa menyebut nama Junpei
"Kalau begitu mana orangnya?"tanya Ken yang sepertinya tak sabar
"Ken-kun, kau kenapa sih dari tadi tak sabaran begitu?" tanya Fuuka yang curiga" Enggak kok, gak pa-pa, ahahahahhawkwkwkw" si Ken malah ketawa gaje
"Sebentar lagi dia akan kesini…" sahut Mitsuru dan .."Akihiko mana, kok gak kelihatan?" tiba-tiba Mitsuru nyariin si Aki-aki(digeplak)
"Ci-ce mi-mi-mi-ulu-em-ai-ai-n-ak-ak-ko-en-enpai-ih!(cie Mitsuru senpai,nyariin Akihiko senpai nih!)" Mitsuru walaupun gak ngerti tapi dari muka Junpei yang terlihat mengejek langsung bekuin junpei lagi sampe gak bisa ngomong.
"Yooo All, makanan dah siap neeeh!" panggil Souji dari meja makan,semua langsung nengok ke Souji dan mendatangi makanan yang dibuat Souji. Semua cengo ngeliat makan buatan Souji, bukan cengo kayak ngeliat makanan buatan Yukari and the gang alias para cewek anggota SEES(Plus Aigis dan Metis*Di All-Out Attack*). Gimana gak cengo wong makanannya aja Kalkun,Lobster,Steak,Kream Soup,Rawon,Soto betawi,nasi kuning,Nasi timbel(Lah, kok bisa ada makan Indonesia?) sebagai penutup ada pudding dan es doger(?)
"Lah,kok ada nasi kuning segala?" tanya Metis bingung
"Au si Author sedeng ngasih aku resepnya dan kebetulan dia ngejatohin bahan-bahannya dari langit(?)"
"Yaudah, kalo gitu KITA HAJAR MAKANANNYAAA!" kata Aigis yang biasanya kalem jadi brutal, di ikuti orang-orang yang ada di belakangnya
"Eh, tunggu dulu!" tiba-tiba Mitsuru menghentikan tidakkan rekan-rekannya yang di luar batas asusila itu."Lebih baik kita tunggu anak baru itu, kasihan kalau dia datang enggak kebagian makanan
"Gimana dengan Junpei?" tanya Yukari yang baru turun dan nunjuk Junpei yang masih beku
"Dia mah biarin aja, kalo dia mati emang gw peduli?" jawab Mitsuru santai. Semua langsung Sweatdroped terutama Junpei yang Double Sweatdroped
KNOCK,KNOCK terdengar suara ketukan dari pintu arah pintu masuk
"Ah,itu dia datang" kata Mitsuru sambil berjalan kearah pintu dan membukakan pintunya"selamat data…" kata-katanya langsung berhenti ketika melihat siapa yang ada didepannya
"Maaf,Dorm ini belum bayar tagihan listrik bulan ini" yang ternyata adalah tukang listrik nagih utang
"Oh yaya, maaf saya lupa, jadi berapa tagihannya?" tanya Mitsuru malu, sementara yang laen mukanya merah nahan ketawa
"Snrk, Mit-Mitsuru-san tumben kau belum bayar tagihan listrik, bi-biasanya langsung dibayar" kata Fuuka nahan ketawa, takut kalo ketawa entar nasibnya kayak junpei
"Diam kau Yamagisi, mau ku eksekusi hah?" ancem Mitsuru yang udah kayak preman(dieksekusi)
KNOCK,KNOCK lagi-lagi ada yang ngetok pintu
"Takeba, kau saja yang buka pintunya" suruh Mitsuru yang kayaknya kapok bukain pintu
"BAIK" Yukari nurut sambil senyum gaje lalu pergi kepintu depan untuk membukakan pintu
"Maaf, Apa benar ini Iwatodai Dormitory" tanya suara wanita yang berada dibalik pintu, Aigis dan Souji merasa tidak asing dengan suara itu
"Ya benar, kau anak baru itu ya? Ayo silakan masuk" ajak Yukari masuk. Ketika dia masuk Souji dan Aigis kaget melihat wanita dengan rambut coklat dengan jepitan rambut bertuliskan huruf romawi XXII,mata yang merah terang dan membawa Headset merah di lehernya" Kamu!" kata mereka secara bersamaan
Wanita itu melihat kearah suara yang memanggilnya"Oh kalian, jadi kalian tinggal disini juga?" tanya wanita itu sambil tersenyum
"Kalian mengenalnya?" tanya Ken yang entah kenapa terus meratiin wanita yang berada di sebelah Yukari itu
"Ya, kami tidak sengaja bertemu dengannya 2 kali" jelas Aigis
"Namaku Arisato Minako biasa dipanggil Kaori, umurku 17 tahun, salam kenal" semua langsung terkejut mendengar kata Arisato(minus Souji dan Aigis karena sudah melihat kartu nama Minako)
"Arisato? jangan-jangan kau adiknya Minato ya?" tanya Yukari yang sudah sembuh dari shocknya
"Memang aku adik dari Minato, kalau tidak salah kakakku juga pernah tinggal disini ya? Tanya Minako
"Yah memang dulu kakakmu tinggal disini, tapi dia.." Yukari tidak melanjutakan kata-katanya"Meninggal?, kudengar kakakku koma sebelum meninggal, karena apa ia bisa koma?" tanya Minako tegas tapi dari raut wajahnya terlihat kalau ia sangat sedih
"Kami juga tak tahu penyebabnya, tiba-tiba ia tertidur lalu koma dan akhirnya….meninggal" Yukari mengecilkan suaranya ketika menyebut kata meninggal. Mungkin takut kalau ia akan menangis
"Lebih baik kita tidak membicarakan hal itu sekarang. Takeba Antar Arisato kekamarnya setelah itu kalian berdua turunlah kita akan makam malam bersama." Kata Mitsuru walaupun dengan nada memerintah
"Baiklah, ayo aku tunjukan kamarmu" ajak Yukari,Minako mengikutinya dari belakang sambil membawa kopernya."Namuku Takeba Yukari salam kenal" kata Yukari "salam Kenal" Balas Minako. Ketika sampai tangga Minako kesulitan mengangkat kopernya, melihat hal itu Yukari juga ikut membantunya tapi tetap saja enggak kuat walaupun berdua(gila tuh tas isinya pipa beton yak?*dicincang*)
"Oeeeeh, nih tas isinya apaan seh?" Yukari udah mulai rewel kayak bayi(dipanahin)
"Padahal isinya hanya Baju,buku,majalah,makeup,perhiasan lalu.."
"Oke,stop gak usah di lanjutin oke?" tanpa sengaja Yukari melihat Souji baru keluar dari kamar mandi, tanpa banyak lirik kanan-lirik Mitsuru(?) Yukari langsung manggil Souji seenak udelnya
"Souji-kun, bantuin ngangkat nih koper dong"
"Heh? Memang berat ya?" tanya Souji yang mendekati mereka, setelah mendengarkan penjelasan singkat Souji nyoba ngangkat tuh koper laknat dan alhasil"Bisa!" seru Yukari lalu menaiki tangga tanpa meduliin nasib Souji'gila nih tas, isinya beton apa barbell?' dengan muka melas campur sweatdroped ia beranjak menaiki tangga yang menurutnya 'tinggi banget', Minako cuman bisa melihat Souji dengan tatapan bersalah.
Dorm 3rd Floor
"Nah ini dia kamarmu, gampang di ingat kan? Lagi pula kamarmu tepat di depan kamarku jadi kalau ada apa-apa kekamarku saja,loh kamu kenapa?" tanya Yukari abis ceramah(Ditampar)
"Eh,itu..orang berambut abu-abu itu.."kata Minako" Oh iya, mana Souji?" tepat saat Yukari baru menyelesaikan pertanyaannya muncul Souji sambil menurunkan koper Minako lalu mengelus punggungnya
"Duh, Encok punggung gue.." gumam Souji sambil menarik koper itu kepada pemiliknya
"Terima kasih Souji-kun"kata Yukari"Terima kasih senpai" kata Minako
"Gak usah manggil senpai napa, aku masih seumuran denganmu"
"maaf" kata Minako
"Namaku Seta Souji,salam kenal" kata Souji sambil tersenyum lalu menjulurkan tangannya
"Salam kenal" balas Minako sambil menjulurkan tangannya juga lalu mereka bersalaman
"Kalau begitu kami turun dulu, kalau kau sudah selesai mengatur barangmu turunlah kebawah." Kata Yukari sambil menarik Souji, Minako mengangguk lalu masuk kekamarnya
"Hey Yukari-san gak usah narik napa"protes Souji gara-gara Yukari narik Souji dengan agak kasar
"oh maaf"sambil melepaskan tarikannya. Ketika mereka sampai kelantai dua tak sengaja Souji melihat Minato senderan ditembok deket tangga.
"Aku tunggu di kamarku" kata Minato cool sayangnya kata-katanya dapat di salah artikan, Souji langsung Sweatdropped mendengar Minato ngomong kayak gitu
"Hey aku bukan Homo"
"Apa maksudmu, aku hanya ingin bicara saja" jelas Minato bingung
"Baiklah,sampai nanti"kata Souji sambil turun kel lantai 1
Lounge
"Wah, makanannya enak banget, ini kau yang masak Souji-san?" tanya Minako kagum kayak Fuuka
"Iya, lagi si Author gila yang maksa gw masak makanan kayak gini" kata Souji jengkel
"Ah, yang penting makanannya enak" si Ken malah nambah nasi kuning yang tinggal dikit(?)
"Jadi Minako-san,kenapa kamu pindah kesini?" tanya Fuuka
"Panggil aku Kaori-san saja, aku biasa dipanggil dengan nama itu" jelas Kaori
"Oh kalau begitu apa alasan kamu pindah kesini,Kaori-san?"
"Aku disuruh pamanku sekolah di Gekkoukan High, aku setuju aja karena kata kakakku disini tempatnya bagus" jawab Kaori polos
"Jadi Minato sering menghubungimu ternyata?" tanya Yukari
"Sering sekali, tiap malam kakak nelponin aku mulu"
'Pantas aja dulu pulsanya sering abis' kata Yukari dalam hati
"Arf,Arf,Arf" Koromaru menggonggong sambil memandang paha kalkun yang tersisa
"Nih, Koromaru kamu maukan" tanya Souji sambil menyerahkan paha kalkun kekoromaru
"Arf" Koromaru langsung ngambil tuh paha kalkun dan dibawa lari kesebelah TV
"Huaaaam, Aku ngantuk, duluan ya senpai"kata Ken yang langsung pergi ke kamarnya
"Eh,iya sudah larut malam" kata Mitsuru sambil melihat arlojinya yang menunjukan pukul 11:00 (makannya lama amat)
"Kalau begitu aku juga" kata Yukari, diikuti Fuuka,lalu Mitsuru"Oh ya besok kau ke sekolah bareng dengan Seta karena kau belum tau letak sekolahmu" jelas Mitsuru
"Baiklah"kata Souji sambil membawa piring-piring kotor bersama Metis dan Aigis.
"Mohon bantuannya" kata Kaori sambil menunduk sopan
"Besok kita masuk pagi lebih baik kau tidur Kaori-san" jelas Souji lalu menghilang masuk kedapur
Apa yang bakal di omongin minato ya? masih rahasia tuhan
dan mungkin banyak kesalahan jadi tolong Reviewnya please(nangis kayak kuda-diinjek-injek)
