Disclaimer: Huft akhirnya update, maaf karena vakum soalnya lagi ada urusan(digebukin)
oke tanpa banyak cing-cong lagi please enjoy
Shin Megami Tensei Series © ATLUS
Chapter 9:Nightmare After What He Say
Late night/Soujibedroom
Suara TV menggelegar di ruangan yang sempit itu, anehnya suara nyaring(?) dari sebuah TV laknat dengan acara TV Tanaka yang aneh itu tidak mengganggu tetangga tetangga(baca:Akihiko,Junpei dan Ken) anak kalem berambut Abu-abu gelap(Ada gitu?) yang sebagai Protagonist kita ini. Si Anak ini A.K.A Souji yang menonton acara kurang kerjaan ini terbengong-bengong sambil melongo gaje(Emang TV Tanaka lagi nayangin Film*Sensor*-*Digampar*).
'Huh, kenapa orang itu bisa tau sih?' pikir Souji 'dan apa maksudnya aku harus mengawasinya dan menjadi….. sudahlah tidur saja' ia mematikan TV dan merebahkan dirinya di kasur sambil membaca buku ekonominya yang tebelnya kayak kamus
Walau Souji sedang membuka buku pelajarannya tapi cuman dibuka kagak dibaca, pikirannya masih ngawang-ngawang 'Yah memang sih dia manis, tapikan gw dah punya pacar. Masa cewek gw harus gw putusin gitu aja,dasar gak punya otak' keluh Souji dalam hati
Sementara itu di tempat lain
"HA-HA-HAAACHOOOOO!" terdengar(cuman Souji yang bisa denger)suara bersin orang yang sudah jelas kita tau siapa. "Sialan ada yang ngomongin gw"
Back to Souji
'Bodo ah tidur aja' Souji melempar bukunya kemeja belajarnya dan mendarat dengan sukses sambil menimpa Laptopnya yang untungnya laptop itu merek laptop yang kalo di banting gak bakalan rusak, ya readers tau menutup matanya sejenak dan kemudian terbawa kedalam mimpinya jauh didalam, lebih dalam..lebih dalam~~dan lebih dalam lagi layaknya Tomi Rafael lagi ngehipnotis pemandangan sebuah bukit hijau dan kota kecil yang terbentang dihadapannya.
"Ini..ini Inaba kan?" kata Souji sambil melihat-lihat pemandangan yang ia rindukan, tak sengaja ia melihat seorang wanita dengan rambut hitam lurus dengan pakaian yang serba merah yang ia kenali sebagai…
"Yukiko?" panggil Souji yang mengenali sahabat sekaligus pacarnya ini. Yukiko hanya tersenyum lalu mendekati Souji dengan perlahan-lahan, Souji dengan insting prianya ikut mendekati Yukiko juga dengan perlahan-lahan.(Sok-sok romantic lu-ditendang sampe Amerika, ASEK!) Mereka berjalan mendekat,mendekat dan terus mendekatentah berapa lama mereka berjalan, saking lamanya Author malah nonton World cup.(Dilempar sandal jepit) Akhirnya mereka berdua berhadapan dan Author merayakan goal celebration gara-gara Jerman menang lawan ingris dan masuh 8 besar(lah gak nyambung)
"Yukiko sudah lama ya tapi kau tetap cantik" Gombal Souji dengan kata-kata jadul tapi Yukiko menanggapinya dengan tersenyum dan tetap tersenyum layaknya Gin di Bleach(Wehk, ngeri..*di Fan Assault*)
"Yukiko, kenapa kamu diam saja?" Souji bingung kenapa pacarnya yang satu-satunya ini(?) cuman tersenyum gaje dari tadi.
"Kamu baik-baik saja kan?kamu gak sakit kan?" Souji sedikit khawatir dengan keadaan ganjil ini sementara ia tak merasa bencana akan segera muncul
PLAK
Yak sebuah tamparan keras tepat mengenai pipi putih Souji yang sekarang sudah berubah menjadi tattoo bergambar telapak tangan berwarna merah,ia cuman memegang pipinya dengan perasaan bingung campur aduk.
"Ke-kenapa.." tanya Souji lemah, ia tak mampu bertanya lagi karena mendapat Death glare dari gadis yang berada di depannya
"Dasar PLAYBOY,kejam,tak berperasaan bisa-bisanya kau berbuat seenaknya" hardik Yukiko yang membuat Souji kaget sekaligus ngeri melihat cewek yang ada di depannya marah sampai seperti ini.
"Apa maksudmu?A-a-aku sama sekali tidak mengerti"
"INI APA HAH!" tanya Yukiko sambil menunjukan foto dirinya dengan…
"Ch-chie? Tapi.." belum selesai Souji bicara Yukiko langsung menunjukan foto lain yang tiba-tiba muncul di tangannya"YANG INI APA HAH!"
Souji melihat foto itu baik-baik dilihatnya dirinya tengah memeluk Rise didepan toko steak di shopping district"HEH? Bagaimana bisa…" kata-kata Souji dipotong lagi oleh Yukiko yang kemarahannya semakin gila
"INI APA SETA? KAU PIKIR AKU BODOH,HAH?" Ia memperlihatkan foto Souji yang sedang memeluk Naoto di River bank. Souji cuman bisa pasrah gak ada arepan, ketika sang protagonist kita ini yang udah bermuka madesu(Digorok) ingin menjelaskan apa yang terjadi langsung terdiam karena didepannya bukan lagi pacarnya melainkan…
"SENPAI JELEK,JELEK,JELEK. DASAR COWOK PLAYBOOOOYYYY" teriak wanita berambut coklat cerah(apa merah gelap?) dikuncir duayang kita tau yaitu Rise, Souji cuman bisa kaget plus sweatdrop karena cewek yang seharusnya berambut hitam lurus itu berubah menjadi coklat bergelombang
PLAK
Yap sodara-sodara, sang playboy..err maksud saya anak innocent*PLAK* maksudnya si Souji mendapat tamparan keras lagi dari si artis gak sok eksis(ditusuk Kanzeon ) "Rise gimana kamu bisa di si…" Souji terdiam lagi karena gadis yang berada di depannya bukan lagi Kujikawa Rise melainkan si cewek berambut coklat benyek-ralat-coklat pendek yang kita kenal sebagai Satonaka Chie.
Chie cuman menatap Souji dengan tatapan yang cukup tajam yang bisa membuat semua orang membatu dalam sekejap(Lebay mode:on)"Kau memang orang yang tidak bisa seperti Yosuke,(digarudyne)rasakan ini!"
BUAK
"AAAAAAAAAAAARRGGGHHHHH, EAGLE GUEEEEEE!" teriak Souji kesakitankarenasang burung pembawa kacang miliknya lagi sekarat abis di Galactic Punt"Ugh, C-c-ch-chie kenapa kau menendang bagian vital milikku?" tanya Souji sambil berusaha berdiri, Alhasil setelah ia berdiri, seperti yang sudah ia dan kita duga cewek itu berubah menjadi..
"Na-na-naoto!" kata Souji terbata-bata karena menurutnya diantara empat cewek di IT yang paling mengerikan adalah cewek dengan tampang maskulin yang tepat berdiri didepannya. Sementara sang wanita cuman menatap lelaki malang yang ada didepannya dengan tatapan dingin sedingin es batu yang ada di kulkas kepunyaan author yang aslinya gak dingin.(Gak nyambung)
"Kenapa senpai, kok mukanya kayak ngeliat setan?" tanya Naoto dengan muka datar non expresi yang bikin tersangka kita ini A.K.A Seta Souji ini takut setengah mati ampe ngeluarin keringat panas(Emangnya abis olahraga?) "Naoto kenapa tiba-tiba ada di sini? Bukan seharusnya Chie?" tanya Souji yang masih ketakutan
"Tak jadi masalah bukan, lagi pula ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu?" tanpa banyak cang-cing-cung Naoto pun mengeluarkan jurus introgasinya yang sudah biasa ia pakai untuk kasus penyelidikannya
"Pertama kenapa senpai mau melindungiku ketika Yakushiji-san menodongkan pisau yang kita tau itu sebagai mainan?" tanya Naoto serius Souji dengan seenaknya menjawab" Tentu saja aku sebagai laki-laki harus melindungi perempuan ketika orang membawa senjata mengancam keselamatan seorang wanita"
Naoto cuman tersenyum tipis lalu mulai membalas jawaban yang di lontarkan Souji" Aku ini detektif, seorang detektif harus mempunyai kemampuan beladiri untuk melindungi dirinya di keadaan yang terdesak dan walaupun aku ini perempuan bukan berarti aku tidak bisa beladiri" balas Naoto dan Souji cuman terdiam mendengar penjelasan Naoto
"Lalu yang kedua, kenapa Senpai memeluku sewaktu di River Bank?" pertanyaan Naoto kali ini membuat Souji lumayan kebingungan" Ya aku lihat mukamu blushing jadi ya kupeluk saja" jawab Souji asal-asalan. Akibat jawaban konyol dari seorang Seta Souji, Naoto pun tersenyum kembali tapi kali ia juga mengeluarkan Death glarenya"Kenapa? Bukannya itu malah membuatku berpikir kalau senpai menyukaiku?" tanya Naoto yang membuat Souji tak berkutik lagi
"Yang terakhir kenapa Senpai memilih Yukiko-senpai dan bukannya aku?" yap tepat ketitik pointnya. Souji udah gak bisa ngomong apa-apa lagi karena udah keabisan ide untuk menjawab pertanyaan maut yang di lontarkan Naoto, bisa aja si dia ngomong" mungkin karena Yukiko lebih cantik" tapi bisa-bisa dieksekusi sama Naoto(Kok kayak Mitsuru?)
"Kau tak bisa menjawab ya senpai?" kata Naoto sambil mengeluarkan Revolvernya "A-apa yang mau kau lakukan Naoto?" tanya Souji ketakutan sementara Naoto memasukan 6 vutir peluru kedalam Revolvernya" Ada dua hal yang ingin aku lakukan, satu aku ingin memasukan peluru-peluru ini kedalam pistolku" jawab Naoto santai sambil mengokang Revolvernya yang sudah dimasuki 6 butir peluru
"Yang kedua aku ingin menembak kepalamu karena aku sudah kesal denganmu senpai" Naoto mengarahkan pisolnya ke kepala Souji, otomatis Souji melangkah mundur tapi anehnya ia tak bisa bergerak. Naoto tersenyum tipis lalu berkata" Aku sangat kecewa senpai kupikir kau orang yang baik, selamat tinggal Souji-senpai" Naoto langsung menekan pelatuk Revolvernya diikuti dengan teriakan Souji"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
"UAAAAAAAAAA" teriak Souji sambil bangun dari tempat tidurnya, napasnya masih tersengal-sengal dan mengeluarkan keringat dingin dari muka dan tubuhnya.
KNOCK,KNOCK
"Het Souji kau tidak apa-apa?" tanya Akihiko sambil mengetuk pintu kamarnya
"Ya,A-A-Aku tidak apa-apa, cuman mimpi buruk saja kok" jawab Souji sambil memikirkan mimpi yang barusan ia alami.'Cih gara-gara si Minato berkata yang aneh-aneh aku jadi bermimpi seperti itu' pikir Souji
TBC…Tunggu dikit amat, lanjut ah
Flashback
Setelah menyelesaikan tugas yang bisa dibilang tugas yang pantas bagi seorang Seta Souji yaitu nyuci piring(Ditebas) ia ingat apa yang dibilang Minato beberapa jam yang lalu kalau ia harus menemuinya dikamarnya'Bukannya kamarnya tekunci? lagi pula apayang mau ia bicarakan, jangan-jangan gw mau di Homoin TIDAAAKK'pikir Souji tapi ia udah terlanjur berada di depan kamarnya Minato
'Bisa dibuka nggak ya? Coba aja deh' Souji memegang gagang pintu kamarnya dan ternyata'Bisa? Tapi kok waktu itu kekunci ya? Aneh' tanpa pikir panjang souji masuk kekamar yang bisa di bilang angker itu dan menemukan sesosok manusia(apa hantu?) sedang maen PB dilaptopnya. Souji cuman bisa Sweatdropped ketika melihat orang yang memangginya dengan serius sewaktu ditangga berubah jadi santai.
"Sudahlah lebih baik aku kembali saja" kata Souji cuek-cuek bebek, sementara sidoi yaitu Minato baru nyadar kalo ada orang yang masuk kekamarnya"Eh,Souji belom juga gw ngomong masalah yang pengen gw bicarain lo dah pengen balik aja,dasar gakserius" celetuk Minato dan perkataan itu membuat Souji berbalik arah sambil menatap dingin minato
"Yang gak serius itu siapa?" tanyanya dengan suara yang datar, sementara Minato gak ngerasa kalo ia dapet Death glare dan malah balik nanya"Ngomong-ngomong lo maen PB gak?" tanya Minato gak nyambung yang membuat Souji naek darah
"Aslinya lo mao ngomong apa sih, CEPET!" Souji udah perngen nyekek orang yang ada didepannya tapi kagak jadi lantaran percuma aja bunuh dia,wong dia udah mati"Santai aja, gak usah buru-buru" celetuk Minato dengan santainya yang bikin Souji double sweatdropped
"Ngomong-ngomong ada yang pengen aku bicarakan denganku" kata Minato dengan tampang serius "Lo bukan mau bilang kalo lo suka gw kan" tanggep Souji bego
"Ya enggaklah, lo gila gw masih waras gak kayak temen lo yang rambut putih yang namanya Tanji atau siapalah itu!" Souji cuman bengong plus shock "Darimana lo bisa tau tentang Kanji?" tanya Souji
"Facebook" jawab Minato sambil menunjuk Laptopnya. Souji ngerasa kalau PP(Profile Picture) ada yang aneh, begitu dia peratiin tuh poto ternyata tuh potonya dia yang berarti tih accountnya dia.
"Inikan account gw! Gimana caranya lo bisa masuk ke account gw?" tanya Souji
"Gampang, tinggal gw hack juga jadi"
"Tapi gak bisa gitu juga,ini privasi gw" kata Souji sambil ngelogout accountnya dia
"Yaudah,yaudah toh sekarang gw moketopik yang bener"kata Minato sambil berdiri lalu duduk dikasurnya dan mempersilakan Souji duduk di kursi belajarnya"Ada beberapa masalah yang harus kudiskusikan dengan" jelas Minato dengan tampang serius."Toh,kenapa kau memilihku ku kenapa tidak orang lain?" tanya Souji bingung
"Kau memiliki kekuatan yang unik Souji" Souji cuman mengangguk walaupun masih bingung"Apa maksudmu adalah Wildcard Power?" tanya Souji
"Ya itu salah satunya" jawab Minato sambil tiduran"Kalau begitu kenapa enggak Aigis-san aja yang kau panggil, seinget gw dia juga pengguna Wildcard Power" kata Souji sementara Minato cuman mendengus"Kalau begitu seharusnya dia bisa melihatku dan melihat pintu yang kita masuki sewaktu di tartarus" jelas Minato
"Lagi pula kau berpotensi memiliki kekuatan yang langka dan tak pernah ku dapatkan sebelumnya" jelas Minato sementara Souji cuman terdiam ia teringat tentang ramalan yang dibacakan Igor"Kalau begitu kau tau seperti apa kekuatanku kan?" Minato menatapnya data lalu berkata"Sayangnya aku tidak tau kekuatan seperti apa itu yang jelas kau harus mencarinya sendiri"
"Cara bicaramu seperti Igor,kalau begitu kenapa aku bisa masuk kekamarmu?kudengar kamarmu terkunci gakbisa dibuka dan kenapa kau bisa ada disini bukannya kau sudah meninggal?" tanya Souji, Minato mendongkak menatap orang yang berada didepannya ini dan tersenyum"Pertanyaan yang sudah lama kutunggu-tunggu, sebenarnya hanya orang yang kupilih saja yang bisa masuk atau mereka yang menggunakan True key saat kejadian Time of Abyss dan lagi aku juga tidak tau kenapa aku berada disini seperti ada yang membebaskanku" jelas Minato. Souji makin tidakmengerti apa yang di omongkan Minato
"True key,Time of Abyss, dan kau di bebaskan apa maksudnya?"
"Kita bahas itu lain kali saja oke, kita langsung keinti deh lo mau gak jagain adek gw setidaknya ya jadi pacar lah" celetuk Minato setengah serius setengah santai
HENING..
"Hah, lo bilang apa?" tanya Souji yang gak ngeh,Minato mendenguslalu mulai bicara lagi "Maksudnya kau jagain dia setidaknya kayak kau jagain pacarmu kalau bisa jadiin pacar aja sekalian" jelas Minato merestui, Souji cuman nganga gaje
"EH,lu gila gw masih panya pacar!" Souji kaget setengah mati denger penjelasan Minato"Dan gw bukan PLAYBOY" ia menekankan pada kata playboy karena ia merasa bukan playboy
"Hm? masa? Bukannya kau punya banyak gebetan sewaktu di Inaba sampai peluk-pelukan gitu kata Minato sambil senyum ngejek sementara sang korban cuman bisa berwajah merah"A-a-a-apa maksud mu, aku s-sama sekali gak ngerti" tanya Souji dengan gagap, sementara mukanya yang blushing malah membuat Minato semakin nyengit kuda
"Kalau begitu kenapa kau meluk-meluk cewek selain Yukiko-san seperti Chie-san,Rise-san,sepupuku.." kata-kata Minato di potong Souji "Wo,wo,wo darimana lo tsu tentang Yukiko-chan Chie sama Rise! tau terus maksudnya sepupu lo tuh sapa!" tanya Souji. Mendengar pertanyaan itu Minato langsung menunjuk kearah meja belajarnya yang ternyata ada 3 buah foto yang mejeng disana
Foto sebelah kiri bergambar empat orang sedang berdiri menghadap laut, seorang lelaki besar berambut biru tua sedang menggendong anak perempuan berambut coklat, sementara disebelahnya terdapat perempuan berambut coklat sedang memegang pundak anak lelakinya yang kita tau sebagai Minato.
Foto yang di tengah bergambar 4 orang juga tapi kali ini sedikit berbeda karena pemandangannya bukan lagi laut melainkan bukit Minato dan Kaori sudah sedikit dewasa, kalau diliat dari tingginya sih kira-kira Minato berumur 10tahun sendangkan Kaori berumur 8 tahun. Dibelakang mereka terdapat dua orang pria dan wanita yang berbeda dari foto sebelumnya'mungkin paman dan bibinya'pikir Souji
Foto yang terakhir juga berbeda karena terdapat 5 orang di situ, jelas foto itu ada Minato dengan muka yang sekarang dan Kaori yang juga sudah tambah mateng(ditimpuk) tapi mereka sedang diapit seorang kakek-kakek yang mirip Richard Gere dan seorang dengan gaya FBI, sementara mereka juga mengapit seorang perempuan kecil berambut biru panjang mengenakan jaket mirip Minato tapi berwarna biru tua dan juga celana panjang bermotif biru muda dan biru tua juga menggunakan Bowl cap yang mirip seorang detektif
"Kayaknya aku kenal anak ini tapi siapa ya?" gumam Souji sambil mengingat-ngingat. Minato yang tak sengaja mendegar gumamman Souji langsung mengingatkan"Kau sedang memikirkan cewek detektif yang ada di foto itu ya?" tanya Minato sambil senyum, Souji seperti mendapat sebuah ilham dan shock ngeliat foto yang ada di depannya
"Ja-jangan-jangan cewek ini… Naoto ya?" tanya Souji diikuti dengan anggukan dari Minato"tak kusangka dia bisa semanis ini kalau rambutnya panjang" kata Souji
Sementara itu di tempat lain
"Hacho"
"kau kenapa Naoto-kun? Kamu Flu ya?" tanya Rise yang sedang berada disebelahnya
"Tidak aku tidak kenapa-napa" jawab Naoto 'Sepertinya ada yang ngomongin aku nih' pikir Naoto
Back to Souji
"Jadi kau mau gak?" tanya Minato, Souji lagi mikir keras
"Kayaknya sih eng.." Souji langsung diem ketika Minato ngeliatin foto ketika Souji lagi meluk Chie,Rise dan Naoto sementara sang pelaku cuman diem sekaligus ngeri
"DARI MANA LU DAPET TUH FOTO! Teriak Souji sementara Minato cuman ngelambai-ngelambain tuh foto
"Lu gak perlu tau,yang penting lo mau gak jadi pacar adek gw?" tanyanya tapi ketika Souji mau jawab langsung dipotong dengan kata-kata" Kalo gak mau gw kasih nih foto ke pacar lu"
"Eh jangan, lagian kenapa sih dasar sister-complex" celetuk Souji "Dia dalam bahaya aku harap kau bisa menjaganya"kata Minato tiba-tiba jadi serius
"Bahaya? Maksudmu?"
"Aku juga tidak tau tapi aku merasakan ada bahaya didepan dan juga akan melibatkan adikku"
"Yah kalau kau jelasin dari tadi mah gak usah bertele-tele kayak gini kan. Lagi pula tak perlu jadi pacar juga kan untuk melindunginya?" tanya Souji
"…." Minato diam"AHAHAHHAHAHA.." entah kenapa Minato ketawa sendiri kayak orang kesetanan. "Woi napa lu?" tanya Souji melihat orang yang didepannya ketawa layaknya Yukiko
"Mustahi,l ia memiliki potensi menjadi sebuah Social Link untukmu dan lagi biasanya seorang gadis yang menjadi objek Social link akan jatuh cinta kepada orang yang telah membuatnya menjadi objek Social link kecuali jika ia sudah terlalu dewasa atau memiliki seorang pacar." Jelas Minato, Souji cuman mengangguk pasrah karena ia ingat kejadian-kejadian sewaktu di Inaba
"Lagi pula kenapa harus jadi pacar sih?" tanya Souji tapi langsung diam karna mendapat tatapan seperti'kalau enggak gw bejek-bejek lu' dari Minato
Prank
Souji melihat cahaya seperti lampu blitz camera, lalu melihat sebuah kartu berArcana Death jatuh ke depan mukanya dan menghilang. Tiba-tiba Souji merasa kalau tubuhnya menghangat 'Sip,Death rank 2'
End Flashback
TBC
Huft nih chap makin gaje aja dan aslinya nih chap saya rombak dari versi awalnya Oh ya pas saya baca Review ada pertanyaan dari Neeta Shouji yang nanya "kenapa Minato dibilang udah meningal tapi masih ada?" sebenernya sih Minato udah meninggal trus jadi Great Seat tapi entah kenapa ia bisa balik ke Real world sayangnya dia tuh cuman roh gentayangan dan cuman bisa diliat sama Souji, singkat kata mirip sama Minato sama Pharos, untuk penjelasan kenapa dia bisa balik ke Real World akan diceritakan di Chap-chap selanjutnya,
Oke, adakah yang ingin berbaik hati untuk meReview karena saya pasti memliki kesalahan jadi mohon di Review
