Deskripsi
Fullmetal Alchemist by Hiromu Arakawa
Fanfict by BlackKiss'Valentine
Summary : Mustang membeberkan 27 hal bersama Hawkeyenya. Royai!
Warning : Gombal. Berisi banyak rasa cemburu dan pujian mesum a la Mustang . Humor jayus. Salahkan Mustang! *dibakar* Beberapa bagian saling berhubungan, promosi fic saya yang lain :p Need Reviews.
Gou
Dia memelihara seekor anjing bernama Black Hayate Gou, anjing hitam-putih yang lincah dan sangat patuh dengannya.
Beberapa minggu lalu Black Hayate mendapatkan 6 ekor anak dari anjing milik tetangga barunya. Fuery, si pemilik sesungguhnya Black Hayate, terharu melihat anak-anak anjing yang lucu itu. Black Hayate sendiri yang sudah sangat besar untuk ukuranku, terlihat tenang dan berwibawa mengawasi anak-anaknya yang bergulat satu sama lain.
Dalam sebuah kesempatan, Black Hayate seperti menatapku lalu mendengus dan mengalihkan pandangnya kembali kepada anak-anaknya. Seperti… Menertawakanku?
Oi, oi, itu maksudnya mengejekku yang hampir kepala 4 tapi masih single, ya! ? Liat saja, dalam tahun ini aku akan melamar tuanmu, Black Hayate! Akan kubuatkan banyak 'tuan' untuk anak-anakmu! Lihat saja! Huh!
Naming Sense
Kau tahu? Dia punya sedikit masalah dengan naming sensenya. Beberapa hari lalu ia memberitahukanku bahwa ia telah memberi nama ke-6 anak Black Hayate dan aku hanya bisa pucat mendengarkannya.
Ya, Tuhan. Apa jadinya nama putra dan putri kami kelak dengan naming sensenya yang tak kunjung membaik itu? Jangan bilang dia mau memberi nama semacam Breko untuk nama samaran Breda atau Gou pada Black Hayate. Aneh! Sangat aneh!
"Kolonel Hawkeye, boleh aku minta sesuatu?"
"Apa, sir?"
"Jangan coba-coba berikan nama 'Royza' dari 'Roy' dan 'Riza' untuk putra kita! Maes saja! Maes!"
PLAK!
Padamu
Padamu aku terpikat ; untuk kinerja yang sama sekali tidak mengendur walau markas kita sekarang sangat kecil, sumpek, dan gerahnya Ishval benar-benar membunuh.
Padamu aku menatap; ternyata wajahmu dalam baluran keringat malah terlihat seksi, ya?
Padamu aku berharap; hei, apa kau tidak merasa panas, Hawkeye? Apa kau tidak punya keinginan untuk membuka seragammu yang tebal dan masih terkancing dengan rapi itu?
Padamu aku berkata; "Maaf, Kolonel Hawkeye. Sepertinya kepalaku terserang panas berlebih dan mulai melihat fatamorgana dimana kau memakai bikini putih, dan kita berenang bersama di oasis Ishval?"
Padamu aku meminta ampun agar bokongku jangan dilubangi.
Kening
"Ya, ampun, Sir. Kening Anda panas sekali." Katanya saat aku merasa kurang enak badan di musim dingin tahun lalu. Wajahnya terlihat sangat cemas.
"Anda harus istirahat, Sir. Saya bereskan dulu paperwork Anda dan saya buatkan bubur, ya?" tawarnya padaku. Aku menggeleng pelan.
"Sini…" aku menyuruhnya mendekatkan kepalanya padaku, yang kemudian kurengkuh dan…
Ku cium keningnya.
"He he…" aku terkekeh kecil. Aku menang!
Valuable
Percayalah rasa cintaku pada wanita bisa dihitung, bagaimanapun Havoc yang iri padaku membisikkan isu 'Mustang playboy' kepadamu.
Karena jawabannya sangatlah simple : Satu.
Satu untuk Hawkeye seorang.
(Havoc : Jadi selama ini kau tidak punya rasa apapun terhadap semua gadisku yang kau rebut, Mustang sialan! ?)
Janji
Saat kecil, aku berjanji akan menjadi anak yang baik dan sukses agar Madam Christmas tidak lagi perlu kurepotkan. Aku juga berjanji tidak akan bekerja jadi teman minum para wanita di bar.
Saat belajar Alchemy, aku berjanji akan bersungguh-sungguh. Apalagi terhadap tuan Hawkeye yang tatapannya menyeramkan ketika mengajariku.
Saat bertemu denganmu di pemakaman tuan Hawkeye, aku berjanji dalam hati untuk menjagamu. Terutama setelah kita bertemu lagi di medan perang. Tapi malah aku yang dilindungi olehmu, ya?
Dan aku berjanji padamu tentang masa depan cerah negara ini. Aku berjanji atas nama biru di langit.
Aku juga berjanji, kalau kau sudi, aku akan berada disisimu selamanya.
Yeah!
"Anda ini bicara apa, Sir? Aneh sekali."
"Makanya kubilang kau tak usah dengar. Kau ngotot sekali ingin tahu! Aku malu, nih!"
"Tapi, yang tadi sungguhan atau bohongan?"
"Sudah memerah seperti wine begini kau bilang aku bohong? Apa kau mau kuberi bukti secara fisik supaya yakin aku memang mencintaimu?"
"…!"
Dia menggamit tanganku dan menarikku. MASUK-KE-APARTEMENNYA.
Hell Yeah!
(Tapi tak terjadi apa-apa selain adegan tanya-jawab yang berujung lamaranku untuknya)
Instuisi
Kurasa aku terlahir tampan dan itu nyata.
Kurasa aku hidup beruntung dan itu cukup nyata.
Kurasa aku melihat malaikat ketika pertama bertemu dengannya; itu hiperbola.
Kurasa aku mendengar suara gemuruh ketika ia marah dan aku cepat-cepat minta maaf.
Kurasa aku mencintainya. Aku mengakuinya dengan tegas.
Kurasa dia juga mencintaiku. Entah kenapa.
Kurasa instuisi ini tidak salah sepenuhnya.
Boleh berharap, Hawkeye?
Underwear
Saat bekerja di Ishval, ada kejadian seperti ini : Karena terbatasnya fasilitas markas kami, aku pernah terpaksa berganti pakaian di kantorku. Dia yang lupa aku berada di dalam—sementara pintunya memang tak punya kunci, jadi tak sengaja melihatku mengenakan celana. Otomatis dia membanting kembali pintunya.
"Maaf, Sir. Saya lupa!"
"Tak apa. Salahkan saja pintunya."
"Ta-tapi…"
"Tadi kau melihat celana dalamku tidak?"
"TENTU TIDAK, SIR!"
"Yah, sayang…"
"H-huh?"
"Kalau kau melihat, 'kan aku bisa minta kau memperlihatkan punyamu supaya impas?"
DOR! DOR! DOR!
Warna
Hidup seseorang sama seperti melukis diselembar kertas dimana semua memori dan rasa adalah warnanya. Keberadaan orang tua, teman, kerabat, sahabat, dan rival memenuhi ruang di kertas yang awalnya putih. Jadi, ketika bersama Madam Mustang maupun Elric bersaudara; dengan keluarga Armstrong dan Scar juga para Homunculus; tak lupa Havoc, Falman, Breda dan Fuery… Semuanya memberikan warnanya masing-masing dalam kertasku.
Kadang merah semangat untuk menjatuhkan Bradley mendominasinya, tapi tak jarang biru kelabu menyertai—diikuti titik-titik airmata yang membasahi permukaan kertasnya.
Tapi, cinta membuat bingkai warna tersendiri di tepiannya, menjagaku untuk tidak terus bersedih atau salah 'mewarna'. Warna lembut itu berhasil membuatku tenang ditengah kegelapanku sendiri, ceria diantara kesulitan yang datang satu-persatu. Dengan itu, aku akan mewarna lagi—lebih banyak warna lembut lainnya untuk mendeskripsikan bagaimana dirinya.
Dan suatu saat akan penuh juga kertas putih itu. Disana—lihatlah, apa warna yang mendominasi kehidupanmu? Indahkah lukisannya? Setelah itu, apakah kertasmu layak dipajang ditempat dimana orang-orang yang berhubungan denganmu akan sesekali menengoknya ; atau malah dikumalkan dan dilempar ke tumpukan sampah bersama debu jalanan?
Jika permukaan putihnya telah terisi semua, kuharap kertasku sudi diterima dan disimpan baik-baik oleh cintaku walau di beberapa sisi telah terbakar dan dimakan waktu; agar suatu saat kumpulan warna itu bisa menjadi obat ketika ia merindukanku.
Xtra
"Bersamamu adalah semua yang kubutuhkan."
"Aku dan kau; kita berdua dan segalanya menjadi mungkin."
"Kau adalah segalanya bagiku, Hawkeye…"
Telunjuk Hawkeye menempel di bibir Mustang dalam acara candle light dinner hari ulangtahun pernikahan mereka ketika pria itu mencoba melontarkan kalimat-kalimat romantis a la dirinya. Mustang tentu terkejut, selain karena steak yang tertunda dimasukkan ke mulut juga karena merasa ditolak secara halus untuk mengungkapkan cintanya.
"A-ada apa, sayang?" tanya Mustang pada Hawkeye yang menatapnya tajam.
"Hei Roy, kau selalu berkata 'kita', 'kita', dan 'kita' terus…" Hawkeye kembali ketempat duduknya, "Kau tidak pernah tertarik pada satu atau dua ekstra dalam hidup 'kita' yang mungkin saja akan menyenangkan, ya?"
Mustang mencoba mencerna steak dan perkataan Hawkeye. Ketika otaknya sudah menerima maksud istrinya itu, steak yang baru ditelan separuh kerongkongan tertahan dan nyaris dimuntahkannya.
"Uhuk—! Riza, cepat selesaikan makannya! Kalau cuma ekstra, aku juga sudah siap membuatnya!"
Dan dalam kamus Mustang terdapat prinsip 'Aku sayang Riza dan Maes' ketika ekstranya yang manis terlahir ke bumi.
Cinta
Cinta itu rasa suka dan sayang terhadap lawan jenis yang memunculkan keinginan untuk memonopoli.
Cinta itu buta untuk kasus mustahil yang kerap terjadi karenanya.
Cinta itu menakjubkan karena telah membuatku tenang hanya dengan menatap wajahnya.
Tapi cinta juga yang membuatku galau jika tak menyentuh jemarinya.
Cinta membuatku berdandan rapi dihadapannya, berusaha mencuri perhatiannya.
Cinta membuatku malu untuk tidak berguna demi dirinya, berusaha 10 kali lipat hanya untuknya.
Cinta mengajarkan bahwa bagaimanapun pantulan dicermin memujiku 'tampan'; jika baginya tidak, maka aku akan kecewa dan semakin menginginkannya.
Cinta yang membuat cengeng, yang menghancurkan konsentrasi, yang menambah beban di kepala hanya demi sebuah debaran di dada.
Cintamu, cintaku, sama saja.
Sama cinta yang butuh pengorbanan dan perjuangan.
Hei, Havoc.
"Sialan! Diam, Kolonel! Aku tidak butuh petuah dari orang yang sudah membuatku patah hati untuk ke-6 kalinya!"
Aku
"Aku, Roy Mustang, sang Flame Alchemist. Usia nyaris kepala 4, pekerja keras yang ambisius dan tampan. Yang bisa dibanggakan dariku adalah—ahem, tentunya kemampuan alchemy api. Selain itu, jabatan di kemiliteran yang sudah tinggi dan tinggal menunggu saja saat dimana aku jadi Fuhrer. Aku tampan—ah, sudah kukatakan ya? Dan brilian. Walau begitu, aku tidak bisa tenang jika Elizabeth Hawkeye tidak disampingku untuk mengurusku. Aku akan bekerja terlalu keras, lupa makan, lupa mandi, lupa bercukur dan lupa menutup pintu kamar mandinya. Pakaianku akan terus menumpuk di pojok kamar dan dipojok yang lain akan muncul jamur akibat kelalaianku membuang sampah makanan. Aku juga akan mati ditumpuki paperwork—atau mati jauh sebelumnya saat ia berhasil menyelamatkanku yang Hero of Ishval ini dari serangan tak terduga. Yang pasti aku adalah salah satu lelaki yang mencintainya sebagai 'lelaki', yang memperhatikan cara mengaduk sendok kopi sampai arah sisirannya tiap hari. Walau hina dan terlalu narsis, aku tahu hanya aku yang pantas bersamanya dan sebaliknya. Aku yakin kami tercipta untuk hidup berdua, bersama, hingga akhir hayat memisahkan kami dalam keadaan senang maupun sedih, sakit atau sehat. Karena itu…"
KELAMAAN, MUSTANG!
"…Riza, aku mencintaimu. Tetaplah bersamaku apapun yang terjadi sampai waktunya tiba."
"Ya, Roy. Aku berjanji."
Teng! Teng! Teng!
Jendral Mustang alias sang Raja menyematkan cincin perak di jari manis tangan kanan istrinya—Riza Mustang sang Ratu dalam senyum bahagia. Kening sang Mata Elang kemudian dikecupnya, berlanjut dengan bibir mereka yang saling bertaut—melumat dengan lembut (untuk kali ini saja Riza tidak mengeluarkan Barettanya walau sudah ia siapkan dibawah gaun). Diantara hujan bunga, sorakan selamat, dan virgin road yang menunggu untuk dilewati ; aku menggandengnya yang sangat cantik ke kehidupan baru sebagai separuh dari jiwaku yang tak tergantikan.
.
(Deskripsi – Tamat)
.
Hints : Bagian 'Essay' dan 'Yeah!' satu timeline dengan fic 'If the Propose' (promosi :p) ; Setting 'Underwear' dan 'Padamu' juga sama-sama di Ishval kayak fic 'Tentang Rambut' dan 'A Life With You' chapter 4 dimana kantornya masih bobrok (Kalo 'Selembar Foto' udah diperbaiki, juga 'Mustang's Mustache').
Tanya, memuji, atau mau menyatakan cinta *gaplok* silakan lewat Review! Thanks for reading, fave and reviewing!
