Minnasan akhirnya saia kembali lagi.. ^^

Okeh nda usah kebanyakan cincong deh, kita lanjutkan saja loyality nya..

Happy reading minna.. ^^

Loyality

By : Yoshizawa Sayuri

Discleamer : Naruto isn't mine, Mashashi Kisimoto

Rated : T

Warning : STRAIGHT, OOC, AU, abal

Pairing : SasuSaku slight ItaSaku slight NaruSaku

Read and enjoy it ^^

Chapter 2

Normal POV

Itachi terus mengemudikan mobilnya hingga sampai pada daerah pinggiran kota Suna, daereh yang sangat indah dan subur, terdapat banyak sekali tanaman hijau di kanan-kiri jalan yang mereka lalui. Itachi terus memacu mobilnya hingga berhenti tepat di depan sebuah rumah yang memiliki ukuran dan besar tak jauh berbeda dengan rumah Sasuke, dengan warna hitam dan merah yang mendominasi, rumah ini merupakan rumah termewah yang ada di kompleks ini.

Tin...Tin...Tin...

Itachi membunyikan klakson mobilnya 3 kali, kemudian pagar rumah tersebut terbuka secara otomatis, setelah seluruhnya terbuka dengan segera Itachi membawa masuk mobilnya ke dalam rumah itu, rumah miliknya.

Setelah memarkirkan mobilnya, Itachi melihat ke arah Sakura, bermaksud untuk mengajaknya turun, namun ternyata Sakura telah tertidur nyenyak, Itachi merasa tidak tega untuk membangunkan Sakura, maka ia pun mengambil inisiatif untuk menggendong Sakura dan membawanya memasuki kamarnya.

Ya, berbeda dengan Sasuke, Itachi tinggal di rumah ini hanya sendiri saja, tanpa pembantu ataupun satpam di rumahnya, menurutnya sendiri akan terasa lebih baik, lagipula pekerjaannya tidak sesibuk Sasuke dan dia mempunyai keahlian dibidang masak-memasak meskipun minim.

Itachi membawa Sakura memasuki kamarnya kemudian merebahkannya di atas ranjang king size miliknya dengan lembut, hampir tanpa suara. Kemudian Itachipun mengunci mobil serta pintu rumahnya,dan terakhir masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya.

Sementara di sisi lain, Sasuke sedang mengeliat-ngeliat gelisah. Dia merasa bersalah telah berbicara seperti itu pada kakak semata wayang yang amat dicintainya. Tapi apa boleh buat, tidak ada cara lain selain dengan mengatakannya pada Itachi secara terang-terangan seperti ini, karena dirinya hanya tidak ingin kakak tercintanya terluka.

Sasuke terus bergelut dengan pikiran dan rasa bersalahnya pada kakaknya hingga akhirnya diapun terlelap dan jatuh ke alam mimpi, alam dimana dia dapat memiliki Itachi hanya untuknya sebagai seorang kakak, tanpa adanya perempuan itu.

Keesokan harinya Itachi yang saat ini sedang duduk berdua di meja makan bersama kekasihnya meminta ijin pada kekasihnya tersebut untuk pergi ke kantor memantau keadaan di sana. Sebagai Kepala Cabang ia tidak boleh main-main dengan pekerjaannya. Sakura yang menganggap ini sebagai kesempatan emas segera saja mengijinkan Itachi untuk pergi bekerja.

"Mumpung berada di Suna,kesempatan emas untukku saat Itachi pergi kerja nanti, maka aku bisa menemui Naru-chan. Dasar Itachi bodoh, dia kaya tetapi bodoh, sampai-sampai tidak tahu kalau aku masih mempunyai kekasih lagi. Hahaha..." batin sakura senang.

Tak lama setelah mereka selesai makan, Itachi pun pamit pada Sakura, kemudian Itachi segera melesatkan jaguar hitamnya menuju Uchiha's Coorporation cabang Suna. Merasa sudah aman, Sakura segera mengambil ponselnya kemudian mengetikkan sebuah nomor dan menekan tombol 'calling' yang tertera pada layar ponselnya.

"Halo, Sakura-Chan, ada apa? Tumben sekali kau meneleponku pagi-pagi?" ucap suara seseorang dari seberang, suaranya terdengar halus, lembut dan manis.

"Halo, Naru-chan, saat ini aku ada di Suna, bisa kita bertemu?" ucap Sakura dengan nada penuh harap.

"Um, tapi saat ini aku akan berangkat kerja, kalau nanti malam saja bagaimana?" seseorang di seberang yang bernama Naruto itupun mengelak.

"Tidak bisa Naru-chan, aku kemari karena aku ada urusan setiap malamnya di Suna, waktu luangku hanya pagi dan siang hari saja, tak bisa lebih dari jam 12. Ayolah." pinta Sakura dengan nada merengek.

"Iya, baiklah, tapi aku harus meminta ijin apa pada atasanku Saku-chan?" ucap Naruto bingung dan panik.

"Bilang saja kau sakit atau pergi atau kau jujur juga boleh, terserah kau sajalah, pokoknya kita bertemu sekarang di Suna's Cafe. Kutunggu kau di sana, dan ingat jangan terlambat." ucap Sakura kemudian menutup panggilannya dengan senyum mengembang di wajahnya.

"Yes. Dasar orang-orang bodoh. Hahaha... " Sakura tertawa puas atas semua aksinya.

Di salah satu meja di Suna's Cafe terlihat seorang wanita berambut pink sedang duduk sendiri, sikapnya seperti gelisah menunggu seseorang, berkali-kali ia melirik arloji di tangan kirinya untuk melihat seberapa lama keterlambatan orang yang sedang di tunggunya. Tak lama kemudian terlihat seorang lelaki berambut pirang berlari tergopoh-gopoh mendekatinya.

"Maaf Sakura-chan, aku terlambat 5 menit. Aku harus menjelaskan alasan aku tidak datang ke kantor hari ini dengan panjang lebar pada atasanku tadi. Maaf ya." Ucap lelaki bermata biru laut itu sambil menunduk-nundukkan kepalanya. Sakura hanya mendengus kesal.

"Sudahlah Naru-chan tidak apa, duduklah, aku tidak punya banyak waktu untuk kita berdua." ucap Sakura yang disambut dengan senyum berbinar dari wajah sang lelaki yang bernama Naruto itu.

"Oiya Saku-chan, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, aku, sebenarnya aku sudah ingin ini sejak dulu, sejak setelah kita melakukannya untuk yang pertama." ucap Naruto malu-malu.

"Aku sudah tahu apa yang kau inginkan Naru-chan, untuk itu aku menyuruhmu kemari. Ayo sekarang kau ingin mengajakku ke mana?" ucap Sakura diiringi senyuman termanisnya.

"Aku ingin mengajakmu ke Dream land, aku ingin mencoba roda raksasa, aku sudah menginginkannya beberapa saat setelah kita melakukannya untuk yang pertama." ucap Naruto tersenyum bahagia kemudian dengan segera menggenggam tangan Sakura dan segera membawanya pergi ke tempat yang ingin ia tuju.

Sesampainya mereka berdua di dream land, Naruto secepat kilat langsung menarik tangan Sakura untuk segera menuju ke arah wahana roda raksasa atau mungkin yang sering kalian sebut dengan biang lala berada, dan sekarang mereka berada di sini, di dalam salah satu 'bilik' yang berada di wahana itu.

"Sakura.." panggil Naruto lirih kemudian dia menggenggam tangan Sakura semakin erat dan mulai mendekatkan dirinya pada Sakura.

"Hm, ada apa Naru-chan? Lihat pemandangan dari sini sungguh indah sekali dan, oh apa yang akan kau lakukan Naru-chan.." ucap Sakura panik saat melihat Naruto mulai mencondongkan tubuhnya semakin dekat ke arah Sakura sehingga jarak antara tubuh mereka hanya tinggal beberapa centi saja.

"Sakura, aku mencintaimu, aku sungguh-sungguh mencintaimu dan aku tak sanggup untuk kehilanganmu, maukah kau berjanji sekali lagi untuk tidak meninggalkan dan mengkhianatiku?" ucap Naruto dengan ekspresi wajah yang sulit di lukiskan dengan kata-kata.

"Naru-chan, tenang saja, akupun hanya mencintaimu dan aku berjanji untuk tidak akan meninggalkanmu dan mengkhianatimu sampai kapanpun, kau juga tahu kan, aku sudah menyerahkan seluruhnya yang kumiliki hanya untukmu, dan kau yang pertama? Tidak cukupkah semuanya untuk membuktikan cintaku padamu Naru-chan?" ucap Sakura lembut diiringi dengan senyum manisnya.

"Baiklah, aku percaya padamu Sakura, dan kuharap semua perkataanmu tadi adalah kenyataan yang sebenarnya." ucap Naruto kemudian diikuti dengan senyum, kemudian dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura hingga bibir mereka berdua bersentuhan dan saling membagi kelembutan, kehangatan serta merasakan manisnya saliva masing-masing.

Itachi adalah seorang Kepala cabang yang sangat baik hati, lembut serta ramah pada seluruh bawahannya. Dia tidak segan-segan untuk mengajak stafnya makan siang bersama dan membelikan ini itu untuk staf yang memiliki prestasi kerja terbaik di kantor. Maka, tidak heran jika seluruh staf di Uchiha's Coorporation termasuk Naruto menyukai dan menghormatinya sebagai seorang atasan.

Naruto adalah salah satu staf Itachi yang memiliki prestasi gemilang di bidangnya, sehingga Itachi sering sekali mengajak makan siang Naruto seperti siang ini.

Saat ini Itachi sedang duduk di sebuah restoran mewah di sekitar Uchiha's Coorporation bersama dengan seorang pria berambut pirang yang sekarang sedang duduk di bangku yang berhadapan dengan Itachi. Tak beberapa lama seorang waiters menghampiri mereka kemudian menyerahkan kertas menu makanan pada keduanya, kemudian menunggu mereka memesan makanan.

"Pesanlah apa yang kau mau, Naruto. Tenang saja aku yang traktir." ucap Itachi ramah disertai senyuman di wajahnya.

"Tapi, Pak. Hampir setiap hari bapak mentraktir saya, saya jadi merasa tidak enak pada bapak." ucap Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Tidak apa, Naruto. Ini sebagai rasa terima kasihku karena kau telah memberikan yang terbaik pada Uchiha's Coorporation. Tapi kurasa ini semua masih belum cukup. Kau sudah mencetak berbagai prestasi, jadi kurasa kau pantas mendapatkan lebih dari ini." ucap Itachi ramah namun tersirat kesungguhan di dalamnya.

"Tapi, Pak..."

Sebelum Naruto selesai bicara, Itachi segera menyahut, "sudah, tidak ada tapi-tapi lagi, sekarang cepatlah pesan makanannya sebelum jam makan siang kita habis."

"Ah, baiklah Pak." Naruto akhirnya menyerah.

Itachi pun menyebutkan salah satu daftar nama makanan dan minuman yang tertera di kertas menu disusul kemudian Naruto yang juga menyebutkan salah satu daftar makanan dan minuman yang berbeda dengan Itachi.

Setelah selesai makan Itachi pun memanggil waiters dengan menggunakan kode jarinya. Saat akan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar bill yang telah diterimanya, tiba-tiba sebuah foto yang sebelumnya berada di dalam dompetnya terjatuh dan kemudian tergeletak tepat berada di depan Naruto.

Naruto tersentak kaget saat melihat orang yang berada di dalam foto yang barusaja jatuh dari dompet Itachi.

"Itu?" hanya itu kata yang terucap dari mulut Naruto saat melihat foto itu.

"Hm? Ada apa Naruto? Ah.." Itachi akhirnya menyadari jatuhnya sebuah foto dari dalam dompetnya.

"Itu foto siapa, Pak?" Naruto bertanya was-was. "Jangan-jangan.."

"Oh, ini foto kekasihku, namanya Sakura. Kami berencana akan menikah bulan depan. Aku harap kau sebagai sahabatku bersedia datang dan mendoakan untuk kebahagiaan kami." Itachi berkata sembari senyum lebar terkembang di wajahnya, dia tidak tahu kalau sebenarnya perkataannya barusaja, membuat efek yang sangat tidak menyenangkan untuk pemuda di hadapannya.

Hati Naruto bagai di sambar petir di siang bolong saat mendengar bahwa sakura, wanita yang sangat dicintainya dan telah berjanji untuk tidak mengkhianatinya berencana akan menikah bulan depan dengan seseorang yang jelas-jelas tidak dapat dikalahkan olehnya, Itachi Uchiha, atasan sekaligus sahabatnya sendiri. Perasaan Naruto sudah tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Dia hanya bisa terdiam saat perjalanan pulang menuju kantornya. Dia sama sekali tidak mendengarkan celotehan Itachi yang membanggakan kekasihnya yang sekaligus kekasih Naruto juga.

Naruto POV

Hari ini adalah satu hari setelah Itachi mengatakan padaku bahwa gadis yang akan dinikahinya bulan depan adalah Saku-chan. Kenapa Saku-chan berbohong padaku? Bukankah dia sudah berjanji untuk setia padaku selamanya? Kuharap kemarin aku hanya salah mendengar nama orang yang disebutkan oleh Itachi, dan kuharap itu buka Saku-chan.

Haaaahhhh...! Aku menghela nafas berat.

"Saku-chan? Untuk apa dia meneleponku? Bukankah dia sudah kembali ke Konoha?" aku mengernyit.

"Halo, ada apa Saku-chan?" aku menjawab panggilan Sakura.

"Halo, Naru-chan, bisa kita bertemu sekarang di Suna's Cafe? Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Ini penting sekali." ucap Sakura dari seberang sepertinya dia sedang tergesa-gesa.

Kuharap dia tidak mengatakan seperti Itachi kemarin atau meninggalkanku.

"Halo, Naru-chan. Kau bisa kan?" Sakura mengulangi pertanyaannya kembali.

"Ah, ya. Sepertinya aku bisa Saku-chan." aku berkata lirih.

"Baiklah. Aku tunggu kau di sana ya? Jaa ." Sakura mengakhiri pembicaraannya kemudian menutup panggilannya.

Semoga saja dia tidak berbuat seperti yang kutakutkan.

Akupun segera berjalan menuju Suna's Cafe. Tempat yang dijanjikan Saku-chan. Aku memang bukan orang kaya, jadi aku tidak mempunyai mobil mewah atau aparteman dan rumah megah. Aku hanya tinggal di sebuah rumah kontrakan di sekitar Uchiha's Coorporation dan kemanapun aku pergi aku selalu mengandalkan kedua kaki pemberian Tuhan padaku.

Saat ini aku sudah sampai di depan Suna's Cafe. Aku menghela nafas berat kemudian dengan segera kulangkahkan kakiku memasuki pintu depan dan aku melihat seorang gadis berambut pink sedang duduk menghadap jendela, dia Sakura.

"Oh Naruto, akhirnya kau datang juga. Kali ini kau datang tepat waktu." ucap Sakura diiringi senyum termanisnya.

"Hm, ada perlu apa Saku-chan?" aku semakin penasaran dan gelisah.

"Sepertinya kau sudah tidak sabar. Dingin sekali kau padaku hari ini Naruto." lagi-lagi Sakura berkata diiringi senyum termanisnya.

"Naruto? Dia tidak pernah memanggilku dengan nama itu sebelumnya." batinku semakin gelisah.

"Baiklah, aku ingin kita mengakhiri hubungan kita sampai di sini saja, Naruto." kata itu terucap lancar tanpa halangan apapun dari mulut Sakura, membuatku kaget mendengarnya.

"Ketakutanku terjadi." aku berucap lirih.

"Tapi kenapa Sakura?" aku mencoba mencari alasan mengapa dia tega berbuat seperti ini padaku. Setahuku dia sangat mencintaiku.

"Aku sudah bosan padamu, Naruto. Lagipula aku sudah menemukan lelaki yang lebih aku cintai daripada kau. Dan lagi ia jauh lebih kaya dan sempurna darimu. Dia benar-benar tipe lelaki idamanku. Selamat tinggal, Naruto. Semoga kau bahagia." kata itulah yang terucap dari mulut Sakura setelahnya dia meninggalkanku duduk terpaku sendirian di sini.

"Dia.. Itachi.."

"Maafkan aku, tapi aku akan menghancurkanmu. Aku tidak ingin melihat Sakuraku tersenyum bahagia bersamamu." kebencian benar-benar telah merasuki hatiku. Aku akan menghancurkan Itachi untuk membalaskan dendamku.

Normal POV

Itachi memasuki kantornya di Uchiha's Coorpiration seperti biasanya. Seperti biasa pula seluruh staf yang ada di kantornya menyapanya dan memberikan senyuman padanya sembari membungkukkan badan mereka yang selalu dibalas Itachi dengan perlakuan yang sama.

Hari ini Itachi memiliki jadwal meeting dengan beberapa orang penting dari Sabaku's Coorporation yang akan bekerja sama mengerjakan proyek terbaru Uchiha's Coorporation. Dan hari ini Itachi menyerahkan dengan sepenuhnya presentasi meeting ini pada Naruto, setelah Naruto meminta padanya untuk mempercayakan proyek ini pada Naruto.

Dan meeting pun di mulai, Naruto dengan apik membawakan presentasi dan dengan sukses membuat Gaara selaku pemimpin Sabaku's Coorporation mempercayakan perusahaan yang dipimpinnya untuk bekerja sama dengan perusahaan Itachi. Namun tanpa sepengetahuan Itachi, sebenarnya Naruto melakukan semua ini bukan tanpa imbalan dan alasan.

Proyek semakin hari semakin mendekati titik goalnya. Dan Itachi pun saat ini telah mempercayakan kesuksesan proyeknya pada Naruto sepenuhnya. Namun pada saat satu minggu sebelum finishing dari proyek, Naruto selaku pemberi ide dan pelaksana hilang entah kemana menyisakan Itachi yang kebingungan dengan nasib proyeknya dan Gaara yang menuntut ganti rugi atas batalnya proyek miliknya. Dengan nilai yang tidak bisa dibilang sedikit untuk Uchiha's Coorporation.

Tak berapa lama, Uchiha's Coorporation cabang Suna pun bangkrut karena mengalami kerugian cukup besar akibat gagalnya proyek ini. Itachi mengalami depresi berat karena terus saja mendapat ancaman dan kemarahan dari sang ayah, Fugaku Uchiha, selaku Direktur Utama Uchiha's Coorporation. Hingga akhirnya kini Itachi pun bertolak ke Konoha dan tinggal bersama dengan Sasuke meninggalkan kota Suna.

Sasuke yang khawatir akan nasib kakak tercintanya mencoba untuk mencari tahu apa sebab dari bangkrutnya perusahaan dan apa hubungan Naruto dengan Itachi dan bangkrutnya perusahaan mereka.

Lalu kemudian, tanpa diundang bayangan seorang wanita yang amat ia benci pun merasuki otak nya.

"Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan dia..."

Author's Note:

Hwah! Semakin abal saja.. =,=a

Wes pokoke(?) seperti inilah fic saia selanjutnya, rencananya sih mau di buat brother complex gitu, dan di selingi dengan bunuh-bunuhan..

Ups, kelepasan saia..

Arigatou buat oh-chan is Nanda yang udah riview saia kemarin, saia melanjutkan fic ini untuk anda.. #halah X3

Mind to review minna?^^

Arigatou sudah mampir.. ^^