Yo, minna ! Yan balik lagi dengan pairing IchiRuki.
Yeeiiii... *teriak girang*

Sorry buat chapter pertama yang kurang puas maklum masih prolog.

Hehehe... Yan persembahkan chapter dua buat kalian semua. Moga memuaskan.

Selamat Membaca !

Disclaimer : Bleach © Tite Kubo.

Genre : Friendship, Romance, Hurt/Comprt.

Pairing : IchiRuki.

Rate : T.

Warning : AU, OOC, Typo(s), gaje.

Secret of My Heart © Yanz Namiyukimi-chan

Chapter 2

Aku tidak tahu bagaimana cara menyampaikan perasaanku pada Ichigo. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah hanya mencintainya dengan caraku sendiri.

-Rukia Kuchiki-


Ichigo dan Rukia telah sampai di sekolah mereka, SMA Karakura.

Perlahan mereka memasuki gerbang sekolah yang terbuka lebar itu. Ichigo hanya menghela nafas melihat tingkah laku Rukia yang masih marah padanya karena insiden tadi pagi.

"Yo pagi Ichigo, Rukia," sapa seorang lelaki berambut merah yang di kuncir nanas sambil merangkul Rukia.

"Pagi Renji," balas Ichigo sambil deathglare pada lelaki berambut merah itu a.k.a. Renji. Ichigo tidak suka melihat Rukia seenaknya dirangkul oleh sembarangan lelaki itu.

"Kau kenapa Rukia?" tanya Renji melihat Rukia yang sedang cemberut. Renji masih merangkul Rukia. Tidak memperdulikan tatapan mematikan dari Ichigo yang seolah mengatakan 'berhenti merangkul Rukia seperti itu! Atau mati kau!'

"Tidak apa-apa," ucap Rukia ketus. Berdeda dengan Ichigo yang merasa risih atas rangkulan Renji pada gadis mungil itu, Rukia tampak biasa-biasa saja dirangkul seperti itu oleh Renji.

Biasa. Ya, mungkin itu kata yang tepat bagi Rukia.

"Ya sudah, tapi nanti acara kita jadikan?" tanya Renji baru melepas rangkulannya pada Rukia.

"Tentu saja!"

Mendadak Rukia menjadi semangat. Lalu mereka menatap Ichigo yang sedang menatap mereka penuh selidik.

"Apa?" seru Renji dan Rukia bersamaan.

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu!" jawab Ichigo sambil melipat kedua tangan di depan dadanya.

"Apa yang sedang kalian bicarakan? Acara? Acara apa yang kalian maksud?"

Renji dan Rukia saling bertatapan kemudian kembali menatap Ichigo.

"Rahasia!" ucap mereka kembali bersamaan.

Ohh... Mereka begitu kompak.

Ichigo langsung melotot mendengar jawaban Renji dan Rukia.

Rahasia? Yang benar saja. Kawan macam apa mereka mengrahasiakan sesuatu dari temannya sendiri.

"Baiklah aku duluan, Ok! Pokoknya aku tunggu kau di lapangan saat istirahat," seru Renji sambil berlari meninggalkan Ichigo dan Rukia.

"Ok! Tunggu saja!" teriak Rukia riang.

Renji tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya sebelum kemudian ia menghilang diantara siswa siswi yang mulai berdatangan.

"Apa?" tanya Rukia saat melihat Ichigo masih menatapnya penuh selidik.

"Huh!"

Ichigo lansung membuang mukanya. Sekarang giliran Ichigo yang marah. Ia berjalan mendahului Rukia. Pokok ia ngambek, tidak peduli dengan ekspresi Rukia yang menatapnya bingung.

"KYAAAA..."

Tiba-tiba saja Ichigo menghentikan langkah kakinya dan langsung menengok ke belakang. Ia tahu siapa yang baru saja berteriak. Ia sudah terlalu hafal dengan suara itu.

Lagi-lagi Ichigo mendapatkan sesuatu pemandangan yang ia tidak sukai. Ia melihat makhluk berambut biru muda tengah merangkul Rukia dari belakang.

Ok. Sudah cukup!

Sekarang ini, ia sedang kesal, jadi jangan memperhatikan sesuatu yang membuatnya semakin kesal.

Dengan langkah lebar, Ichigo menghampiri Rukia yang sedang memberontak dari makhluk berambut biru itu.

"Pagi Ruki sayang!" sapa seorang lelaki yang tiba-tiba merangkul Rukia dari belakang.

Rukia yang tiba-tiba saja mendapat perlakuan seperti itu, sontak ia memberontak dan tanpa sadar ia telah menyikut sang pelaku tepat di dadanya, membuat sang pelaku meringis.

"Ouwh..."

Rukia berbalik melihat wajah sang pelaku saat ia berhasil bebas dari serangan makhluk tersebut.

"Grimmjow?"

"Senangnya pagi-pagi sudah mendapat sentuhan darimu, Ruki sayang," ucap lelaki yg bernama Grimmjow sambil meringis pelan.

"Berhenti memanggilku seperti Grimmjow!" teriak Rukia kesal.

Rasanya bulu kuduknya berdiri, Rukia merinding setiap ada orang yang memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.

"Dasar kucing!" seru Ichigo. Ia merasa puas akan tindakan Rukia pada Grimmjow. Apalagi melihat pria lelaki berkepala biru itu meringis kesakitan.

"Apa kau bilang? Kucing?" seru Grimmjow tidak suka pada Ichigo.

"Iya. Kucing. Bukankah itu sebutan yang pantas untuk playboy sepertimu?"

Kucing. Binatang peliharaan yang paling di minati oleh setiap pencinta hewan. Sikap yang manja, pandai merayu dan sikap manis membuatnya tampak menggemaskan bagi sang pemilik. Mungkin julukan pas untuk Grimmjow.

Grimmjow Jeagerjaques, pria tampan berambut mencolok berwarna biru muda, gayanya yang cool membuat para membuat para wanita mudah terpesona padanya, merupakan playboy cap kucing -bagi Ichigo- di SMA Karakura. Mempunyai segudang pacar dan jurus mautnya adalah merayu sang gadis dengan rangkaian kata-kata manisnya yang mampu melambungkan hati setiap wanita yang di incarnya.

Ya intinya, siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Grimmjow.

"Hoho... Aku mengerti! Kau cemburu padaku karena aku bisa dekat-dekat dengan Ruki sayang bukan?" Grimmjow tersenyum mengejek pada Ichigo.

"Apa? Mana mungkin aku dengan si midget ini?" tunjuk Ichigo pada Rukia kemudian melipat kedua tangannya di depan dada sambil berkata, "Yang benar saja!"

"OUUWHH!" teriakan melengking keluar dari Ichigo dan Grimmjow. Rukia tidak segan-segan mengeluarkan tenaga penuhnya untuk memukul dua kepala yang mencolok itu.

"Sudah aku bilang, jangan-memanggilku-seperti-itu-Grimmjow!"

"DAN KAU, JERUK BUSUK ! BERHENTI MEMANGGILKU MIDGET!" teriak Rukia marah.

Rukia langsung pergi meninggalkan Ichigo dan Grimmjow sambil menghentak-hentakan kakinya. Aura hitam menguar dari tubuh Rukia membuat orang-orang di sekitarnya bergidik ngeri.

Jangan pernah mengucapkan dua kata yang terlarang di hadapan Rukia. 'Sayang' dan 'Midget'. Atau kau akan rasakan akibatnya.

"Aku tahu Ruki sayang ingin menarik perhatianku, tapi tak usah begini caranya, kan?" gumam Grimmjow sambil mengelus-ngelus kepalanya yang telah mendapat tindak kekerasan Rukia.

Ichigo menoleh mendengar gumaman Grimmjow.

"Sebaiknya, jika kau ingin bermain, cari saja wanita lain. Jangan-dekati-Rukia!" seru dingin Ichigo. Menekan kalimat akhir, memberi peringatan khusus.

"Cih, itu terserah padaku, Kurosaki! Bukan urusanmu!"

Ichigo menarik kerah Grimmjow geram.

"Kau! Jika kau berani menyakiti Rukia. Aku tidak akan segan-segan menghajarmu!" ancam Ichigo.

Grimmjow menepis kasar tangan Ichigo.

"Kau ini seperti kekasihnya saja, Kurosaki ! Kau ini bukan siapa-siapanya. Kau-hanya-sahabatnya," ucap Grimmjow sambil menekan telunjuknya di dada Ichigo, lalu meninggalnya yang nampak tertegun mendengar ucapan Grimmjow.

'Kau hanya sahabatnya'

Ya, mungkin benar, jika Ichigo hanya sahabat Rukia, 'Hanya sahabat'. Tapi hei, apa salah jika ia melindungi sahabatnya sendiri dari makhluk macam Grimmjow. Bagi Ichigo, Rukia sudah seperti saudaranya sendiri, jadi ia tidak akan membiarkan seseorang yang ingin menyakiti Rukia.

'Awas saja. Jika kau berani menyakiti Rukia. Aku akan menghabisimu,' batin Ichigo.

TBC

YEEIIII... Chapter dua selesei *girang*

Yan bakalan HIATUS HIATUS HIATUS. Jadi slamat menunggu !
Hehehe... *ketawa setan*

Special's thanks to :

Ruki Yagami

Aizawa Ayumu Oz Vassalius

Ai 'Akira' Shirayuki

Kyu9

Reina Rukii

Nana Kurosaki

Mind RnR please…